Kemarau panjang tahun lalu meninggalkan jejak yang tak mudah dihapus. Sejak awal 2024 hingga November, tanah Munggur, Semanu, Gunung Kidul, retak karena kering. Sumur-sumur warga tak lagi memancarkan air, dan BPBD Yogyakarta pun menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

Di tengah situasi itu, anak-anak TK ABA Munggur dan MI Muhammadiyah Munggur tetap berangkat sekolah. Namun, aktivitas belajar sering terganggu karena air untuk minum, wudhu, dan kebutuhan sekolah begitu sulit didapat.

Hingga akhirnya, hadir ikhtiar dari Dompet Dhuafa Jogja bersama para Sahabat kebaikan: pengeboran Wakaf Sumur Bor. Dari tanah yang kering, kini memancar air bersih yang mengalirkan harapan.
Bukan hanya sekolah, warga sekitar yang terdampak kekeringan pun ikut merasakan manfaatnya. Alhamdulillah, sebanyak 125 jiwa kini dapat menikmati air bersih setiap hari.
Semoga setiap tetes air ini menjadi saksi amal jariyah para sahabat yang terus mengalir hingga akhirat kelak.


