5 Pembelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim

5 Pembelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim

5 Pembelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim – merupakan motivasi dan inspirasi untuk seluruh Umat Islam, hingga Nabi Muhammad SAW juga banyak mendapatkan pembelajaran dari kisah Nabi Ibrahim AS.

Al – Qura’an menyebut nama Nabi Ibrahim sebanyak 69 kali pada 24 surat dan Nabi Ibrahim juga memiliki
nama surat tersendiri yang terabadikan dalam Al – Qur’an. Sebagai Abulanbiya, sebanyak 19 keturunannya menjadi nabi, dari 25 nabi telah tersebutkan dalam Al – Qur’an.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS: Annisa: 125).

Baca Juga: Keutamaan Sedekah, Nomer Dua Tidak Banyak Orang Tau

Nabi Ibrahim menjadi salah satu manusia spesial karena kebijaksanaan juga hidup Nabi Ibrahim sungguh selaras untuk menuju kepada akhirat. Berikut merupakan 5 Pembelajaran dari Kisah Nabi
Ibrahim:

Memiliki Semangat yang Tinggi untuk Mencari Kebenaran

Ayah Nabi Ibrahim merupakan pengrajin patung berhala dan dengan berjalana nya waktu hingga Nabi Ibrahim dapat mempunyai pemikiran nya sendiri ia tak langsung percaya dengan ajaran ayah yang merupakan pengrajin patung berhala tersebut. Dengan bermodalkan Haus Ilmu, Nabi Ibrahim semakin giat belajar mengenai ketuhanan yang sebenar – benarnya.

Menggunakan Rasional dalam Mencari Kebenaran

Kisah Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim pernah bertanya “Apakah Tuhannya adalah matahari, bulan, atau alam semesta ini?” ujarnya saat ia sedang mencari dan mengenal Tuhan. Nabi Ibrahim tetap tidak pernah meyakini berhala – berhala ayahnya sebagai Tuhan, Nabi Ibrahim merupakan seorang yang rasional dalam berpikir untuk kebenaran.

Menurut Nabi Ibrahim tak masuk akal apabila benda mati mendapat sebutan sebagai Tuhan bahkan benda mati atau patung berhala tidak bisa berbuat apapun juga tidak bisa menguasai diri. Sifatnya Tuhan adalah imaterial dan sangat berbeda dengan manusia, pada saat Nabi Ibrahim mulai memahami hakikat dari Tuhan dan Pencipta lalu Allah SWT juga langsung memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim bahwasanya ”Tuhan” semata – mata hanya milik Allah.

Menghadapi Ujian dengan Kesabaran

Kisah Nabi Ibrahim

Tentu saja tak dapat menjadi pembelajaran apabila perjalanan Nabi Ibrahim dalam mencari kebenaran tak mendapatkan ujian, sering kali Nabi Ibrahim mendapat ujian dari Allah SWT yaitu mulai dari ayahnya yang tidak mau mengikuti bersama – sama mengenal dan meyakini Tuhan hanyalah Allah SWT, karunia anak tak kunjung muncul dalam waktu yang lama, dan lainnya. Menjalani banyaknya ujian tersebut dengan kesabaran hingga mendapatkan rezeki untuk menikahi Siti Hajar dan Siti Sarah dan mendapatkan keturunan yang salih dengan harapan dapat menyebarkan kebenaran.

Menempatkan Allah SWT di Atas Segalanya

Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi bukti takwa karena kecintaan nya pada keluarga. Manusia yang enggan melebihi kecintaan kepada Allah SWT. Hal tersebut terbukti pada saat Ismail yang merupakan putra kesayangan Nabi Ibrahim mendapati perintah dari Allah SWT. Perintah tersebut mengharuskan untuk mengurbankan Ismail, akan tetapi Nabi Ibrahin bersama Ismail sangat lapang dada dan ikhlas melakukan perintah dari Allah SWT. Nabi Ibrahim menjadikan Allah sebagai satu – satunya tujuan hidup.

Mengabdikan Diri dalam Jalan Kebenaran

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,”’Dia (Allah) berfirman, ‘Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 126)

Hal tersebut merupakan doa Nabi Ibrahim yang berusaha membawa Mekkah negeri yang ia pimpin menjadi negara adil dan makmur. Nabi Ibrahim tak bisa berdiam diri karena mengharapkan kepada masyarakatnya ikut bersamanya menuju jalan yang lurus dan benar. Memang tak mudah untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim yang penuh kesabaran tersebut. Namun dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim dapat membawa seluruh Umat Islam menuju ketaqwaan tinggi kepada Allah SWT.  Menjadikan Allah SWT sebagai tujuan.

Melaksanakan Ibadah Qurban Menjadi Salah Satu Teladan Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW

Tak ada iman dan taqwa tanpa adanya ujian. Selain meneladani kisah Nabi Ibrahim, jangan lupa untuk menjalankan ibadah kurban sebagaimana Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad lakukan. Terhadap kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail atas cintanya kepada Allah SWT. Semoga sahabat dapat menjadi bagian yang bisa melaksanakan Qurban pada tahun ini.

Ingin kurban dengan mudah, cepat, dan luas manfaatnya hingga ke pelosok negeri?

PERSIAPKAN QURBAN TERBAIKMU

MULAI DARI SEKARANG!

 

Dompet Dhuafa Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!