Header Dompet Dhuafa Jatim

Yogyakarta – Momentum Iduladha identik dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial. Namun di sisi lain, perayaan kurban juga kerap diiringi meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai untuk pengemasan dan distribusi daging kurban. Menjawab tantangan tersebut, Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menggelar gerakan “Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik” dengan mengedukasi masyarakat serta mendukung distribusi 3.850 paket daging kurban menggunakan besek bambu dan kemasan ramah lingkungan lainnya.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Asik Tanpa Sampah Plastik 2026, sebuah inisiatif nasional yang digerakkan oleh jaringan volunteer lingkungan di 25 chapter seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan momentum Iduladha. Melalui gerakan ini, Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain mengurangi timbulan sampah plastik, gerakan ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan yang diproduksi oleh para pengrajin dan pedagang lokal. Ribuan besek bambu yang digunakan dalam distribusi daging kurban tahun ini berasal dari pengrajin lokal sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, mengatakan bahwa pelaksanaan ibadah kurban seharusnya tidak hanya menghadirkan manfaat sosial, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik merupakan ikhtiar bersama untuk mengurangi timbulan sampah plastik selama pelaksanaan ibadah kurban. Ibadah sejatinya, di samping menaati dan memenuhi perintah Allah SWT, juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta kesejahteraan makhluk hidup lainnya. Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan kurban sebagai sarana berbagi yang lebih bertanggung jawab terhadap alam,” ujar Zahron.

Menurutnya, penggunaan besek bambu sebagai pengganti kantong plastik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang sering meningkat selama momentum Iduladha.

Koordinator Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta menyampaikan bahwa gerakan ini tidak hanya berfokus pada penggantian kemasan plastik, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari, termasuk saat pelaksanaan kurban.

“Melalui Gerakan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik, kami ingin menunjukkan bahwa ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan cara yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi esensi berbagi kepada sesama. Kami berharap gerakan ini menjadi kebiasaan baik yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari para mitra distribusi kurban. Ardi, perwakilan BMT Bina Ummah sekaligus panitia kurban Masjid Darus Sakinah, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo, menyampaikan bahwa penggunaan besek bambu dan daun jati menjadi pilihan yang tepat untuk mendukung pelaksanaan kurban yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mendukung Gerakan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik dengan memilih besek bambu dan daun jati sebagai wadah pengemasan daging kurban. Dukungan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Selain itu, gerakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi lonjakan sampah plastik yang biasanya terjadi pada momentum Iduladha akibat penggunaan kemasan yang tidak ramah lingkungan,” ungkap Ardi.

Ia menambahkan bahwa gerakan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal, khususnya para pengrajin besek bambu.

Tebar hewan kurban

“Gerakan ini secara langsung mendorong ekonomi para pengrajin besek di wilayah kami melalui meningkatnya permintaan besek selama musim kurban. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi edukasi yang masif bagi masyarakat tentang pentingnya pengurangan limbah plastik dan penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Melalui edukasi dan distribusi 3.850 paket daging kurban menggunakan kemasan ramah lingkungan, Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap Gerakan Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, komunitas, dan panitia kurban di berbagai daerah untuk mulai beralih dari plastik sekali pakai menuju alternatif yang lebih berkelanjutan. Gerakan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di Hari Raya Iduladha dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal.

 

Share ke temanmu