5 Larangan Dalam Berdoa Yang Harus Dihindari!

5 Larangan Dalam Berdoa Yang Harus Dihindari!

Larangan Dalam Berdoa – Islam tidak hanya mengajarkan soal berusaha lewat kerja keras. Namun juga mengenai kepasrahan dan tawakal yang salah satunya caranya dengan berdoa. Lewat doa tersebut telah menunjukkan jika kita sebagai manusia adalah makhluk yang bergantung kepada Allah. Sebab segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak mungkin ada tanpa restu dan izin dari Allah Tuhan Seluruh Alam.

Apalagi berdoa termasuk salah satu hal yang membuat hati menjadi tenang dikala kita sedang berusaha terhadap suatu hal. Karena kalaupun doa tersebut belum dikabulkan oleh Allah. Namun hati tetap tenang sebab yakin akan digantikan oleh Allah dengan hal yang lebih baik. Terlebih Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Begitupun sebaliknya jikalau doa terkabulkan maka kita tetap menjadi pribadi yang rendah hati. Sebab mengetahui bahwa semua yang diberikan sebagai nikmat tersebut datangnya dari Allah yang sewaktu-waktu bisa saja diambil kembali. Sehingga tidak ada gunanya untuk menyombongkan diri.

Allah SWT sendiri telah memerintahkan kepada umat manusia agar senantiasa berdoa sebab Allah akan mengabulkannya, selagi doa tersebut untuk kebaikan. Namun perlu diingat dalam segala apapun adanya yang namanya batasan. Begitupun dengan yang namanya doa, karena kehidupan ini tidak terlepas dengan sebuah peraturan. Nah oleh sebab itu agar kita tidak semakin keliru dan tetap dijalan yang disukai oleh Allah SWT. Berikut ini terdapat beberapa larangan dalam berdoa yang akan dijelaskan pada artikel kali ini yang keterangannya dikutip dari hasil karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Akhmad dalam kitabnya yang berjudul Syarah Hishnul Muslim.

Baca juga: 6 Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Paling Ampuh

1 Berlebih-lebihan Dalam Berdoa

larangan dalam berdoa

Larangan dalam berdoa yang pertama ialah dilarang berlebih-lebihan dalam berdoa. Yang mana sudah hal umum jika segaa sesuatu yang berlebihan memang tidaklah baik. Contohnya saja ketika makan terlalu banyak yang terkesan berlebihan, tentu itu tidak baik karena bisa menyebabkan perut kembung sehingga malas beraktivitas, hingga gejala lainnya. Larangan untuk tidak berlebih-lebihan juga berlaku dikala seseorang memanjatkan doa kepada Allah SWT.

2. Berdoa Untuk Urusan Dosa Hingga Memutus Tali Kekeluargaan

larangan dalam berdoa

Berdoa lah untuk hal yang baik, begitulah anjuran yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita meminta doa untuk sebuah dosa ataupun untuk memutuskan tali kekeluargaan. Sebab Allah tidak akan mengindahkan perbuatan yang tidak baik yang jelas-jelas dilarang dalam agama. Meskipun memang benar doa tersebut dipasrahkan hanya kepada Allah. Tetapi niat dari doa tersebut sudah tidak benar. Jadi bagaimana Allah akan mengabulkannya? Bukankah itu sama saja meminta Allah untuk turut berbuat Dzalim atas perbuatan yang dilakukan? Naudzubillahi Min Dzalik.

Dalam hal ini juga kita tidak diperkenankan meminta doa dengan terburu-buru. Maksudnya terburu-buru ialah saat kita merasa sudah terus berdoa, namun Allah belum juga mengabulkannya. Sehingga oleh karenanya kita malah jadi bosan, yang membuat diri sendiri malas untuk mengulang doa kembali. Nah hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

3. Meminta Disegerakan Hukuman di Dunia

hukuman

Terkadang muncul dibesit seseorang ketika merasa dirinya memiliki banyak dosa dan akan disiksa diakhirat kelak. Membuatnya merasa gundah dan risau, sehingga malah meminta agar hukuman atas dosanya tersebut disegerakan saja ketika masih berada di dunia.

Padahal hal tersebut jelas keliru, sebab seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Jika yang namanya siksaan Allah tentu amat pedih dan belum tentu bisa dipikul baik ketika di dunia maupun di akhirat. Sehingga alangkah lebih baiknya daripada meminta hukuman disegerakan, seolah-olah hilang harapan terhadap Rahmat dari Allah SWT. Maka akan lebih baik jika yang dilakukan adalah meminta kebaikan hidup di dunia dan di akhirat.

Tentulah itu lebih mulia dan menunjukkan pengharapan besar kita kepada Allah, bahwa tidak ada yang mampu menjadi penolong dan mengubah segala halnya kecuali Allah sendirilah yang berkendak. Sebab ketahuilah Rahmat dan Kasih Sayang dari Allah SWT lebih besar dari apapun, sekalipun manusia kerap melakukan dosa. Tetapi, kita jangan putus harapan untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.

4. Berdoa Supaya Celaka

Larangan dalam berdoa yang keempat ialah memohon untuk mendapatkan celaka. Dimana celaka berarti sebuah hal buruk. Sehingga apabila ada seseorang yang berdoa agar mendapatkan celaka. Berarti itu sama saja ia telah berdoa agar memperoleh keburukan, baik untuk diri sendiri, teman, pasangan hingga keluarga. Oleh sebab itulah ada istilah yang mengatakan ucapan itu doa. Yang mana oleh karenanya kita dianjurkan untuk berbicara hal-hal yang baik. Agar diri kita dan orang yang terkasihi tidak celaka. Sebab apa sebenarnya kita sanggup ketika apa yang kita doakan tentang keburukan itu benar-benar malah terjadi? Tentu akan sangat sulit menerimanya meski kita sendiri yang meminta. Sebab hakikatnya manusia membutuhkan segala sesuatu yang nyaman dan baik untuk dirinya sendiri.

5. Berharap Sebuah Penderitaan dan Kematian

Banyak manusia yang ketika merasa putus asa terhadap kehidupannya entah itu persoalan keluarga, pekerjaan, pelajaran dan lain sebagainya. Sehingga saat stress akan permasalahan tersebut memuncak. Malah tidak jarang membuat seseorang jadi mengharapkan agar diwafatkan dengan segera. Supaya bisa terbebas dari permasalahan yang sedang menimpanya. Atau mungkin ada alasan yang membuat seseorang benar-benar ingin hidupnya berakhir. Sehingga ia malah berdoa kepada Allah agar kematiannya dipercepat.

Tentu lah hal yang demikian tidak Allah sukai, karena sama saja menandakan bahwa kita putus harapan kepada Allah. Bahwa kita tidak mempercayai Kebesaran Allah. Yang mana perbuatan demikian adalah yang sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Sebab apapun yang menimpa diri kita semuanya memiliki jalan keluarnya, dan justru hanya kitalah yang pantas mengembannya. Karena Allah tidak akan memberikan suatu cobaan melainkan orang tersebut memang sanggup untuk mengatasi masalah tersebut.

Hanya saja memang semuanya itu perlu waktu, karena sesungguhnya dengan semua cobaan yang Allah berikan semata-mata tujuannya baik. Boleh jadi ujian tersebut diberikan supaya seseorang menjadi taubat dan makin dekat kepada Allah. Sebab bisa saja jika terus diberikan kenikmatan malah membuat seseorang makin lupa kepada Allah. Bahkan bisa juga Allah memberikan ujian untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.

Baca juga: 5 Penyebab Doa Sulit Terkabul, No 2 Sering Kita Lakukan

Mengingat untuk urusan dunia saja perlu yang namanya ujian agar bisa mendapatkan gelar dan kedudukan. Sama halnya ketika seseorang ingin lulus sekolah, maka sebelumnya ia harus ujian terlebih dahulu. Tidak bisa semena-mena langsung lulus mendapatkan ijazah. Nah begitupun dengan ujian yang Allah berikan, yang didalamnya selalu memilki makna tersendiri jika kita merenunginya. Oleh sebab itu usahakan agar diri kita senantiasa meminta sebuah kelapangan hati untuk ikhlas dan selalu berbaik sangka atas segala apapun yang Allah berikan kepada diri kita entah yang datang sebagai nikmat ataupun ujian.

Demikian penjelasan mengenai larangan dalam berdoa, semoga dari point-point diatas dapat diambil hikmahnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta terus tanamkan dalam diri jikalau doa masih belum Allah kabulkan, ingatlah bahwa Allah tidak tidur. Boleh jadi yang diminta itu memang tidak baik, sehingga Allah akan menggantinya dengan alternatif yang jauh lebih baik dari yang kita bayangkan. Sebab terkadang Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Sebab Allah tau apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.

KITA BERSAMA PALESTINA!

Amalan Bulan Rajab Tanggal 1 sampai Tanggal 10 yang Dapat Dilakukan

Amalan Bulan Rajab Tanggal 1 sampai Tanggal 10 yang Dapat Dilakukan

Bulan Rajab tahun ini jatuh pada tangal 13 Januari 2024 yang akan berakhir pada tanggal 10 Februari 2024, bulan penuh keberkahan daripada bulan lainnya. Penuh kemuliaan dari keempat bulan haram selain Dzulqa’idah, Dzulhijjah, dan Muharam.

Al Imam A Suyuthi pada Al Jamai’ Al Akbar (1/1553) menjelaskan bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban Rasulullah dan Ramadlan adalah bulan umat Rasullulah.

Penuh kemuliaan terutama di hari ke satu sampai ke sepuluh sangat menganjurkannya untuk perbanyak melakukan amalan sholeh seperti berpuasa, sholat sunnah dan serta perbanyak doa kepada Allah SWT.

Amalan Bulan Rajab Tanggal 1 sampai Tanggal 10

Seperti penjelasan diatas bawah sebaiknya pada bulan Rajab terutama pada 10 hari pertama untuk perbanyak melakukan amal sholeh dan mengurangi hal – hal yang bersifat haram, karena semua itu akan  mendapatkan ganjaran yang berlipat

Lantas amalan apa saja yang dapat dilakukan?, amalan yang dapat dilakukan seperti melakukan puasa Rajab, berdoa, berzikir, bersedekah, memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT, shalat sunnah, bershawalat dan  amal baik lainnya.

Selama bulan Rajab kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda serta memiliki kesempatan untuk memohon ampunan kepada Allah dengan membaca doa berikut ini:

1. Doa ketika memasuki bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya : “ Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan  Ramadhan.”

( Al ‘Asqalany, Tabyiinyul’Ajab’an Syahri Rajab hal 18)

2. Beristighfar pada setiap pagi dan sore hari sebanyak 70 kali

3. Melafalkan Sayyidul Istighfar 3 kali pada pagi dan sore hari

اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ

Artinya: “ Ya Allah, hanya Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau sang maha pencipta. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia dengan janjiku kepada-Mu semampuku, aku berlindung  hanya kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku akui segala nikmat dari- Mu atasku dan aku akui segala dosaku yang telah aku perbuat, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang bisa mengampuniku dosaku selain Engkau.”

4. Melafalakan istighfar ba’dal Ashar sebanyak  7 kali

5. Membaca tasbih 100 kali

6.

  • Tanggal 1-10 Rajab

سُبْحَانَ اْلحَيِّ الْقَيُّوْمِ

Subhanal hayyil qayuum (100 kali)

Artinya: “ Maha suci ( Allah) yang Maha Hidup lagi Maha Menguasaai Segala Sesuatu.”

  • Tanggal 11-20 Rajab

سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدِ

Subhanallahi ahadish shomad (100 kali)

Artinya: “  Maha suci Allah satu satunya tempat bergantung.”

  • Tanggal 21- akhir

سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُفِ

subhanallahi ar-rouf (100 kali)

Selain amalan diatas menyarankan untuk berpuasa, Imam Al-Ghazali (w.111 M) menegaskan untuk berpuasalah  pada hari – hari kemuliaan yang datang di setiap tahunnya yaitu pada Dzulhijjah, Muharram, Rajab, dan Sya’ban. ( Imam Al – Ghazali, Ihya’Ulumiddin, juz 3, hal: 431).

Dalam puasa sunnah  Rajab hanya dilakukan beberapa hari saja , tidak boleh melakukannya selama satu bulan penuh. Hal tersebut bersifat makruh karena menyerupai puasa pada bulan Ramadhan. Sehingga baiknya puasa sunnah Rajab melakukannya bertepatan pada hari – hari utama saja agar mendapatkan pahala yang lebih besar.

Dalil puasa Rajab berdasarkan Imam Fakhruddin Al-Razi dalam Mafatih Al-Ghaib ( juz 16, hal: 54) Nabi Muhammad SAW bersabda:

 مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا

Artinya: ” Barang siapa yang berpuasa 1 hari di bulan – bulan kemuliaan, (dzulqa’daj, dzulhijjah,Muharam, dan Rajab), maka ia akan mendapatkan pahala puasa seperti puasa 30 hari.”

Namun sebaiknya puasa Rajab dilakukan pada hari-hari utamanya seperti pada ayyamul bidh pada tanggal 13,14, dan 15 dan puasa Rajab dapat dilakukan seperti puasa daud yaitu sehari puasa sehari tidak.

Lafal niat puasa Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ. 

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ. “

Itulah amalan bulan rajab tanggal 1 sampai tanggal 10 yang dapat kita lakukan semoga mendapatkan keberkahan serta pahala yang berlipat. Sahabat, yuk saling mengingatkan untuk senantiasa meningkatkan ibadah kita terutama di 10 hari pertama bulan Rajab yaitu bulan penuh keistimewaan daripada bulan lainya.

5 Penyebab Doa Sulit Terkabul, No 2 Sering Kita Lakukan

5 Penyebab Doa Sulit Terkabul, No 2 Sering Kita Lakukan

Penyebab Doa Sulit Terkabul – Doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar manusia untuk menggapai sesuatu yang diinginkan. Sebab usaha tanpa doa itu sombong, sedangkan doa tanpa usaha itu bohong. Bahkan dengan berdoa akan membuat hati jadi selalu tenang dan tidak sombong. Sebab apabila doa belum dikabulkan kita tidak akan merasa bahwa Allah tidak menyayangi kita. Begitupun sebaliknya apabila doa terkabulkan kita tidak menjadi sombong, sebab sesuatu yang didapatkan tersebut. Kita tahu betul bahwa semuanya tidak lepas dari Ridho yang Allah berikan. Yang bisa sewaktu-waktu Allah ambil karena semua yang kita terima adalah sebuah titipan.

Oleh sebab itulah kita dianjurkan untuk terus berdoa dan jangan berputus asa terhadap Allah Yang Maha Kuasa. Lantaran apa yang menurut kita mustahil namun bagi Allah itu sangatlah mudah. Terlebih dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60 Allah SWT telah menerangkan untuk berdoa memohon kepada Allah sebab Allah akan mengabulkannya selagi doa itu untuk tujuan yang baik.

Sehingga janji Allah tersebut harus dipegang erat dan ditanamkan dalam hati, agar kita senantiasa tidak menganggap jika Allah SWT tidak mempedulikan diri kita. Sebab itu adalah sebuah kekeliruan yang sangat besar. Mengapa dikatakan demikian? Sebab banyak sekali orang-orang yang lantas putus harapan ketika doa yang selalu dipanjatkan tidak kunjung terkabul.

Padahal ada beberapa hal yang membuat doa kita jadi sulit dikabulkan, bukan karena tidak mampu dilakukan oleh Allah. Tetapi ada hal lain yang menghalanginya. Sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Nafaisul Uluwiyyah fi al-Masail al-Sufiyyah, dimana setidaknya ada 5 penyebab doa sulit terkabul yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan artikel kali ini.

Penyebab Doa Sulit Terkabul

1 Memakan dan Mengenakan Pakaian Yang Haram

Penyebab Doa Sulit Terkabul

Islam memang agama yang memiliki rules atau peraturan yang jelas mengenai mana yang hak dan batil, mana yang halal ataupun haram. Yang mana semua itu bukan untuk keuntungan satu dua pihak saja. Tetapi justru itulah salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT untuk makhluknya agar senantiasa dalam keadaan yang baik.

Sebab ketika seseorang memakan makanan yang sumbernya tidak halal entah itu hasil curian ataupun makanan yang didasari oleh bahan yang memang zatnya haram serta lain sebagainya. Begitupun dengan pakaian yang dikenakan mengandung unsur yang haram. Maka hal tersebut tidak hanya membuat tubuh jadi mendapatkan efek secara langsung berupa kesehatan yang buruk atau lain sebagainya. Namun ternyata hal itu juga dapat menjadi penghalang dari doa seseorang sehingga jadi sulit dikabulkan.

Poin ini bukan hanya bualan belaka sebab Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bahwasanya makanan, minuman serta pakaian yang haram menjadi pertanyaan besar bagaimana dengan hal yang demikian Allah akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan.

Sebab doa juga salah satu bentuk keseriusan kita untuk berbenah diri. Namun jika yang dimakan dan dikenakan saja sudah haram lantas poin kesungguhannya tadi sudah berkurang.

Baca juga: 6 Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Paling Ampuh

2. Berbuat Zalim Kepada Sesama

Penyebab Doa Sulit Terkabul

Mungkin dzalim adalah salah satu bentuk dosa yang nampaknya sepele. Namun tahukah anda jika hal tersebut dapat membuat doa kita jadi sulit dikabulkan. Singkatnya dzalim sendiri diartikan pada hal yang merugikan entah itu pada orang lain ataupun diri sendiri yang masuk dalam kategori perbuatan tercela. Yang mana ketika seseorang berbuat dzalim berarti dia telah bertingkah sesuka hati yang perbuatannya itu termasuk melanggar norma-norma yang ada. Nah contoh-contoh dari perbuatan zalim sendiri seperti mengambil sesuatu yang bukan haknya, melakukan perbuatan yang tidak adil, memfitnah hingga menyiksa dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah perbuatan zalim sesuatu yang harus kita hindari sejauh mungkin sebab efeknya tidak hanya membuat orang lain dan diri sendiri merugi. Salah satunya akan menjadi penghalang dari doa yang kita harapkan. Sehingga membuatnya jadi sulit dikabulkan hingga mereka sendirilah yang akhirnya menyelesaikan perkaranya. Hal tersebut sesuai juga dengan sabda dari Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik Radiyallahu ‘Anhu.

Baca Juga: Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

3. Memutus Tali Silaturahmi

memutus tali silaturahmi

Ketika seseorang memutus tali silaturahmi dengan kerabat maupun keluarga. Maka tidak hanya sakit yang dirasakan oleh hati. Namun hal tersebut juga akan membuat doa jadi sulit terkabulkan. Justru kita dianjurkan untuk selalu menyambung silaturahmi sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 1.

Sebab tidak mungkin Allah menganjurkan suatu perkara yang tidak ada manfaatnya. Dimana salah satu hikmah dari menyambung silaturahmi ialah dapat memperpanjang usia serta dilancarkan rezeki.

Baca Juga: 6 Keutamaan Menjaga Silaturahmi Yang Jarang Diketahui

4. Tidak Membaca Tahmid & Sholawat

membaca tahmid

Membaca Tahmid serta Sholawat sebelum berdoa adalah salah satu adab dalam berdoa. Dimana Tahmid merupakan pujian kepada Allah SWT sedangkan Sholawat adalah untuk Rasulullah SAW. Sebab di zaman Rasulullah SAW pernah ada seseorang yang setelah selesai shalatnya ia langsung berdoa. Sehingga Rasulullah SAW menegurnya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan terkesan terlalu terburu-buru. Yang mana alangkah lebih baiknya jika setelah selesai shalat kita membaca Tahmid lalu kemudian bersholawat. Barulah setelah itu kita memanjatkan doa sesuai apa yang kita harapkan kepada Allah SWT.

5. Gemar Melakukan Maksiat dan Dosa

berbuat maksiat itu dosa

Kadang kala meskipun seseorang rajin beribadah, tetapi disertai perbuatan maksiat dan dosa yang terus menerus. Maka boleh jadi perbuatan dosa dan maksiat tersebutlah yang jadi penghalang untuk doa dikabulkan. Oleh karena itulah, latihlah diri untuk selalu bisa mengontrol perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Agar senantiasa hidup kita selalu dalam kemudahan disetiap langkah kebaikan.

Closing

Demikianlah pembahasan mengenai penyebab doa sulit terkabul. Semoga dengan adanya pembahasan ini bukan membuat diri kita menjadi lebih pesimis. Akan tetapi hal tersebut mendobrak diri untuk sadar lalu intropeksi diri agar senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebab  Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itulah yang mau merubahnya sendiri. Nah hal ini dalam artian merubah dengan cara berikhtiar untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi agar pantas mendapat apa yang diinginkan tersebut. Sebab sesungguhnya hak untuk merubah ketetapan tetap milik Allah SWT.

Hal lain yang perlu digaris bawahi ialah ketika memang doa yang kita minta belum juga Allah kabulkan. Boleh jadi memang yang kita minta itu tidak mendatangkan kebaikan malah justru sebaliknya. Karena Allah SWT lebih mengetahui apa yang hamba-Nya butuhkan. Allah jugalah yang lebih tau tentang masa depan. Sehingga apa yang menurut kita harapan atau keinginan tersebut baik, namun dipandangan Allah belum tentu demikian. Ketahuilah pengetahuan manusia benar-benar tidak ada apa-apanya dengan segala hal yang telah Allah ciptakan.

YUK BERSEDEKAH!

Maka dari itu penting bagi hati dan pikiran kita untuk terus berbaik sangka terhadap apapun yang Allah berikan entah itu nikmat maupun ujian. Boleh jadi Allah memberikan apa yang dibutuhkan bukan diinginkan. Sebab bisa saja jika ternyata dengan harapan yang kita panjatkan tersebut ternyata membuat kita jadi jauh dari Allah SWT. Misal kita meminta agar diterima di perusahaan A namun karena Allah Maha Mengetahui masa depan, maka ternyata Allah belum mengabulkan sebab bisa jadi apabila dikabulkan kita akan terpengaruh pada lingkungan dan jadi orang yang banyak bermaksiat.

Alhasil doa tersebut diganti dengan pekerjaan di tempat lain yang justru meski gajinya tidak sebanding dengan perusahaan yang diinginkan, tetapi lingkungan kerjanya benar-benar supportive, nyaman dan yang paling utama adalah tidak membuat kita jauh dari Allah.

Hal yang demikianlah yang membuat husnudzan pada Allah sangat bermakna. Sebab Allah sendiri akan tergantung dari prasangka hamba-Nya. Jadi jika ingin kehidupan kita banyak karunia yang luar biasa. Maka kita harus meyakini bahwa Allah akan dengan mudah memberikan semua itu kepada diri kita. Sehingga lambat laun hal tersebut benar-benar akan terealisasikan. Wallahu A’lam Bishawab.

6 Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Paling Ampuh

6 Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Paling Ampuh

Waktu Mustajab Untuk Berdoa – Dalam hidup ini manusia tidak hanya dianjurkan untuk berikhtiar tetapi juga harus diiringi dengan doa. Seperti layaknya sebuah kalimat populer yang berbunyi “Berdoa tanpa usaha itu BOHONG. Sedangkan usaha tanpa doa itu SOMBONG”. Lalu sombong pada siapa? Tentu sombong kepada Allah, Tuhan seluruh alam. Sebab apapun yang ada di dunia dan akhirat ini tidak pernah lepas atas izin dari Yang Maha Kuasa Allah SWT. Sekeras apapun kita mencoba jika Allah belum berkehendak maka yang dicita-citakan tersebut akan sulit digapai. Begitupun sebaliknya, oleh sebab itu manusia dianjurkan untuk tetap meminta dengan cara berdoa kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa pasrah akan segala upaya yang sudah dilakukan.

Mungkin semua itu akan nampak seperti keegoisan. Tapi justru sebaliknya, jangankan manusia berdoa. Manusia shalat saja sebenarnya bukan Allah yang butuh. Tetapi manusia itu sendirilah yang membutuhkannya. Hal ini dikarenakan adanya doa memiliki banyak hikmah yang akan dirasakan. Dimana berdoa membuat kita merasa butuh kepada Allah, dimana lewat rasa butuh tersebut dapat meningkatkan ketakwaan kita, serta memperluas sabar ketika doa yang dipanjatkan belum dikabulkan.

Oleh sebab itu, penting juga bagi kita mencari momen yang tepat agar doa yang diminta kepada Allah SWT dapat langsung diijabah sesuai harapan. Namun, perlu diingat Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Yang mana tidak jarang Allah mengabulkan permintaan kita sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan. Sebab Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi kedepan.

Baca juga: Perbedaan Sedekah, Infaq dan Zakat Yang Mudah Dipahami

Sedangkan kita sebagai manusia memiliki keterbatasan akan hal tersebut. Untuk itu, boleh jadi yang dikabulkan tidak sesuai harapan itulah yang justru memang terbaik. Begitupun sebaliknya boleh jadi sesuatu yang kita harapkan tersebut jika diberikan malah akan menimbulkan ketidak baikan untuk diri sendiri. Sebab ada pun faktor yang membuat doa seseorang sulit terkabul ada beberapa poinnya. Tapi yang jelas selama doa kita baik pasti Allah akan kabulkan sesuai timing yang tepat berdasarkan pilihan Allah. Dimana kita dapat memanjatkan doa pada waktu waktu mustajab untuk berdoa seperti berikut agar Allah senantiasa menyegerakan doa tersebut dapat dikabulkan.

1 Di Sepertiga Malam Terakhir

 Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Diwaktu sepertiga malam terakhir ini kita juga dapat sekaligus melaksanakan ibadah shalat tahajud. Sehingga doa akan lebih afdol apabila diiringi dengan perbuatan baik lainnya. Lalu mengapa sih waktu sepertiga malam menjadi waktu mustajab untuk berdoa?

Sebelum membahas secara teoritis, pertanyaan tersebut juga dapat dijawab menggunakan perumpamaan. Dimana doa tersebut seperti sebuah sinyal yang kadang lemah atau kuat tergantung kondisi lingkungan dan pemakainya. Begitupun dengan doa yang mirip-mirip perumpamaannya.

Dimana saat sinyal berada ditempat yang sepi. Maka pengguna internet lainnya jadi terasa lebih mudah dalam mengakses internet. Nah hampir sama dengan doa, yang mana waktu sepertimalam umumnya orang-orang masih pada tertidur. Jarang ada yang rela bangun tengah malam untuk beribadah kepada Allah SWT seperti dengan shalat tahajud. Oleh sebab itu percakapan hati ke hati yang terkadang di waktu tersebut ucapan doa mengalir dengan khusyuk jadi terasa lebih hangatnya. Sehingga doa yang diucapkankan akan jauh terdengar ketulusannya yang tidak jarang membuat seseorang sampai menitihkan air mata yang mengiringi doa-doa yang  telah dipanjatkan.

2. Setelah Ibadah Shalat Wajib

Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Jika kita usai melaksanakan ibadah shalat wajib, maka janganlah tergesa-gesa untuk melipat sajadah dan pergi. Sebab banyak hal special lain yang dapat dilakukan contohnya berdzikir serta berdoa. Sebab saat seorang hamba sedang ibadah shalat wajib, itu tandanya ia sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh sebab itulah berdoa sehabis shalat jadi obat yang mustajab agar doa dikabulkan. Bahkan waktu doa mustajab setelah shalat ini sesuai dengan sabdanya Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

3. Waktu Diantara Adzan dan Iqamah

Meski terbilang singkat, namun tetap saja kita harus memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebab berdasarkan sabda Rasulullah SAW dala hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Turmudzi dijelaskan jika pada waktu antara adzan dan iqamah inilah pintu-pintu langi terbuka serta doa-doa yang dipanjatkan akan terkabulkan.

Disamping itu mengapa waktu antara adzan dan iqamah merupakan salah satu dari waktu yang murtajab untuk berdoa. Hal tersebut dikarenakan sebagai pengingat agar kita senantiasa menyegerakan shalat fardhu. Bukan tanpa alasan penyebab yak arena hanya orang-orang tertentu yang tepat waktu saja yang dapat memanjatkan doa pada waktu tersebut.

4. Ketika Waktu Lapang Saat Kita Merasa Cukup

Biasanya sudah jadi rahasia umum jika manusia berbondong-bondong mendekati Allah SWT dikala ia merasa kesusahan. Namun, jika sudah berada diatas kesenangan maka dengan mudahnya seseorang menjauh dari Allah. Oleh sebab itulah seseorang yang memanjaatkan doa diwaktu sedang merasa cukup alias tidak ada trigger kesedihan. Memiliki nilai plus tersendiri dengan kata lain hal tersebut mengajarkan agar kita senantiasa sering berdoa baik diwaktu sempit atau sedih maupun di waktu yang senang atau merasa cukup. Hal tersebut juga sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Hakim.

5. Waktu Hujan

Air hujan yang menetes ke bumi adalah rezeki Allah yang Maha Luas. Dimana air hujan tersebut jadi berkah bagi banyak petani serta tanah di bumi. Yang mana saat hujan turun kita disarankan untuk memanjatkan doa karena keutamaan-keutamaannya yan luar biasa

6. Pada Hari Jumat

Sebagai harinya untuk beribadah lebih khusyuk yang jika dibandingkan dengan hari-hari lain mulai dari senin-kamis, sabtu  & minggu. Hari Jumat memang seperti bulan Ramadhan dengan perbandingannya bulan-bulan lain dalam setahun tersebut. Karena keistimewaan yang ada pada hari Jumat tersebut akan cocok digunakan untuk terus memohonkan ampunan serta doa baik lainnya agar Allah SWT mengabulkan permintaanmu.

Baca juga: Waktu Mustajab Untuk Berdoa di Bulan Puasa, Nomer 2 Sering Diabaikan!

Demikianlah pembahasan mengenai waktu mustajab untuk berdoa. Intinya saat kita memanjatkan doa kepada Allah SWT, semuanya harus dipasrahkan dan sifatnya baik tak memaksa. Sebab dengan pasrah akan ketetapan Allah. Maka hatipun tidak terlalu bersedih. Namun jika doa tersebutpun berhasil dibalikkan maka tidak ada istilahnya rasa sombong.

Selain itu rasa iman, percaya serta berhusnudzan kepada Allah SWT harus selalu dipegah teguh ketiga prinsip tersebut. Karena kamu apa yang kamu pikirkan. Sebab percuma juga jika kita terus denial atas setiap doa yang dipanjatkan, karena akan sulit seseorang melihat sebuah keajaiba jika dirinya sendiri saja tidak percaya adanya keajaiban.

Nah apabila ternyata doa yang dipanjatkan belum Allah kabulkan. Maka bisa jadi Allah memang tahu jika keingananmu bisa berdampak buruk pada kita cepat atau lambat. Oleh sebab itu Allah tidak mengabulkan atau dengan memilihkan alternative pengganti doa yang dipanjatkan tersebut. sesuai dengan kebutuhan, sebab Allah mengetahui tentang apapun di dunia ini, sedangkan manusia pengetahuannya terbatas

AIR UNTUK KEHIDUPAN!!!