Header Dompet Dhuafa Jatim

YOGYAKARTA – Di tengah harmoni musik yang mengalun di Prambanan Jazz Festival 2026, Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan layanan fasilitas ibadah bagi para pengunjung. Layanan tersebut berupa mushola lengkap dengan perlengkapan sholat seperti mukena, sarung dan sajadah; wudhu station, dan help desk yang tersedia di area Panggung Guyup dan Panggung Rukun selama penyelenggaraan festival pada 3–5 Juli 2026 di Pelataran Candi Prambanan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, sehingga masyarakat dapat menikmati pertunjukan musik sekaligus tetap memiliki kemudahan untuk menunaikan ibadah.

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, Prambanan Jazz Festival 2026 mengusung tema “Celebrate The Joy” dengan menghadirkan ruang perjumpaan antara musik, seni, budaya, dan lintas generasi. Festival ini dimeriahkan oleh sejumlah musisi nasional maupun internasional, di antaranya NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose, Joey Alexander, serta puluhan penampil lainnya.

Penyediaan fasilitas wudhu station untuk para pengunjung Festival Prambanan Jazz oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Dompet Dhuafa Yogyakarta menyediakan mushola dan wudhu station di dua titik strategis, yakni kawasan Panggung Guyup dan Panggung Rukun. Selain itu, help desk juga disiapkan sebagai pusat informasi yang membantu pengunjung memperoleh informasi mengenai layanan ibadah yang tersedia selama festival berlangsung.

Manajer Resources Mobilization Dompet Dhuafa Yogyakarta, Anita Diah Ekasari, menyampaikan bahwa kehadiran layanan fasilitas ibadah merupakan wujud komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program kemanusiaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan sosial, tetapi juga kebutuhan spiritual masyarakat.

“Prambanan Jazz Festival menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Karena itu, kami ingin memastikan setiap pengunjung tetap memiliki kemudahan untuk menunaikan ibadah tanpa harus meninggalkan kawasan festival. Kehadiran layanan fasilitas ibadah ini merupakan bagian dari ikhtiar syiar Islam yang ramah dan inklusif, sekaligus wujud pelayanan filantropi Dompet Dhuafa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara utuh, baik sosial maupun spiritual,” ujar Anita Diah Ekasari.

Penyediaan fasilitas alat salat di area panggung guyup dan rukun untuk para pengunjung Festival Prambanan Jazz oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta

Menurut Anita, penyediaan layanan fasilitas ibadah di kawasan festival merupakan implementasi nilai filantropi Islam yang diusung Dompet Dhuafa, yaitu menghadirkan manfaat yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Filantropi tidak hanya diwujudkan melalui program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kemanusiaan, tetapi juga melalui pelayanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah, termasuk saat menghadiri kegiatan publik berskala besar.

Layanan help desk  untuk para pengunjung Festival Prambanan Jazz oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta

Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan syiar Islam yang ramah, inklusif, dan membumi. Kehadiran layanan fasilitas ibadah di tengah festival diharapkan dapat mengingatkan bahwa aktivitas seni, budaya, dan hiburan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi panggilan ibadah dengan nyaman.

Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai penyelenggara kegiatan publik untuk menghadirkan layanan fasilitas ibadah sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, ruang-ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berekspresi, tetapi juga mampu menghadirkan kenyamanan, kebermanfaatan, serta mendukung masyarakat dalam menjalankan ibadah di mana pun mereka berada.

 

Share ke temanmu