Sahabat, ketika kita menelusuri sejarah Islam, ada satu peristiwa besar yang menggambarkan keberanian, keikhlasan, dan kepemimpinan para pemuda yaitu peristiwa Mu’tah. Dalam pertempuran ini, para pemuda memainkan peran penting sebagai garda terdepan perjuangan.
Perang Mu’tah adalah Pertempuran besar yang terjadi di bulan Jumadil Ula tahun ke-8 Hijriah, antara umat Muslim dan pasukan Romawi di wilayah Syam (kini bernama Yordania). Perang ini dimulai setelah utusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Harits bin Umair Al-Azdi, dibunuh secara kejam oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani. Mendengar berita itu, Nabi mengirimkan pasukan yang terdiri dari 3.000 orang sahabat untuk membalas perbuatan tersebut, meskipun harus menghadapi musuh yang jumlahnya mencapai 200.000 orang. Pertempuran berlangsung sangat sengit, hingga tiga tokoh pemimpin Muslim gugur berturut turut. Setelah itu, Khalid bin Walid mengambil alih pimpinan dan berhasil membawa pasukan kembali ke kamp dengan kemenangan. Meskipun melawan musuh yang jauh lebih besar, jumlah prajurit Muslim yang gugur hanya kurang dari sepuluh orang, sebuah tanda nyata bantuan dari Allah.
Keteladanan Kepemimpinan Para Pemuda
Di medan Mu’tah, kedua pasukan akhirnya saling bertemu. Pasukan Muslim yang hanya terdiri dari 3.000 orang harus menghadapi serangan besar dari 200.000 prajurit Romawi. Pertarungan yang sengit terjadi. Sang komandan pasukan Muslim, Zaid bin Al-Haritsah, gugur sebagai syuhada setelah memimpin pasukan dengan berani dan gagah.
Setelah Zaid gugur, panji pasukan dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dengan kudanya, ia melompat melewati barisan musuh, tetapi sebilah pedang melukai tangan kanannya. Lalu, ia memindahkan panji ke tangan kirinya, dan tangan kirinya pun terluka. Meski begitu, Ja’far tetap tidak menyerah, ia memeluk bendera dengan dada, sampai akhirnya ia gugur sebagai syuhada. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap di surga, sehingga ia dikenal sebagai “orang yang memiliki dua sayap.”
Dalam peristiwa mu’tah, terdapat banyak pemuda yang sangat berani, seperti Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Ketika ketiga pemimpin utama mereka meninggal, tugas memimpin pasukan diambil alih oleh Khalid bin Walid, yang pada masa itu juga masih seorang pemuda. Ia mampu menyelamatkan pasukan Muslim dengan cara berpikir yang bijak dan tetap menjaga semangat perjuangan mereka. Dari cerita ini, peran pemuda dalam peristiwa Mu’tah menjadi contoh tentang bagaimana seorang pemimpin harus berani, cerdas, dan bertanggung jawab.
Semangat Pengorbanan dan Keikhlasan
Peran Pemuda dalam Peristiwa Mu’tah bukan hanya menunjukkan kekuatan fisik, tetapi ketulusan hati dalam berjuang dijalan Allah. Mereka berangkat bukan karena keinginan untuk mendapatkan keuntungan duniawi, tetapi semata mata karena iman. Nilai keikhlasan tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda sekarang, bahwa perjuangan tidak selalu berupa pertarungan dengan senjata, tetapi lebih berupa usaha nyata untuk kemajuan umat dan bangsa. Di zaman modern, semangat peran pemuda dalam peristiwa Mu’tah bisa diwujudkan melalui perhatian terhadap isu sosial, mengajak orang lain kepada kebenaran, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menghidupkan Semangat Mu’tah di Zaman Kini
Sahabat, kini tantangan umat tidak lagi terjadi di medan perang, tapi di medan sosial dan kemanusiaan. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para pemuda untuk menyalurkan semangat juang dan rasa peduli, seperti gerakan literasi, berdakwah di media digital, hingga kegiatan sosial yang memperkuat ekonomi umat dan membantu orang-orang yang membutuhkan.
Melalui lembaga seperti Dompet Dhuafa, sahabat bisa meneladani semangat para pejuang Mu’tah dengan cara yang lebih lembut dan bermakna berbagi kebaikan, menyebar kepedulian, serta ikut serta dalam perubahan yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Sahabat, mari kita ambil inspirasi dari peran para pemuda dalam peristiwa Mu’tah menjadi generasi yang berani bertindak, memiliki jiwa ikhlas, dan peduli terhadap sesama. Karena setiap tindakan kecil kebaikan yang kita lakukan hari ini, akan menjadi bagian dari perjuangan besar untuk kemanusiaan dan keberkahan umat.
(0274) 390 0701
WhatsApp 0812 1573 9066
jogja@dompetdhuafa.org


