Header Dompet Dhuafa Jatim
jangan tinggalkan sholat

Setiap manusia pernah berbuat dosa. Namun yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah seberapa besar penyesalannya dan kesungguhannya untuk kembali kepada Allah. Kisah berikut menjadi pelajaran berharga bahwa rahmat Allah amat luas bagi hamba yang bertobat, sekaligus pengingat bahwa meninggalkan sholat bukanlah perkara sepele.

Kisah Seorang Wanita dan Nabi Musa a.s.

Pada suatu senja, seorang wanita datang dengan langkah lemah menuju rumah Nabi Musa a.s. Pakaian hitam yang ia kenakan menggambarkan kesedihan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan mata basah, ia memohon,

“Wahai Nabi Allah, tolonglah aku. Doakan agar Allah mengampuni dosaku yang begitu besar.” Nabi Musa bertanya, “Apa dosamu, wahai wanita?”

Dengan penuh rasa takut, ia menjawab lirih, “Aku telah berzina… dan membunuh anak yang kulahirkan dari perbuatan itu.”

Mendengar pengakuan itu, Nabi Musa tersentak. Ia marah dan mengusir wanita tersebut karena menganggap dosanya terlalu keji. Perempuan itu pun keluar dengan air mata yang tak berhenti menetes. Ia merasa tak ada lagi harapan untuk kembali kepada Allah.

Namun setelah kepergiannya, Malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Musa.

“Wahai Musa,” kata Jibril, “mengapa engkau menolak seorang yang ingin bertobat? Tidakkah engkau tahu ada dosa yang lebih besar dari perbuatannya?”

Nabi Musa terkejut. “Apakah ada dosa yang lebih besar dari zina dan pembunuhan?”

Jibril menjawab, “Ada, yaitu dosa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tidak merasa menyesal. Dosa itu lebih berat daripada seribu kali berzina.”

Mendengar hal itu, Nabi Musa tersadar. Ia segera memanggil kembali wanita tersebut dan memohonkan ampunan untuknya. Ia mengerti bahwa meninggalkan sholat berarti mengingkari hak Allah untuk disembah, seolah-olah tidak mengakui kekuasaan-Nya.

Baca Juga: Keutaman hari jumat

Dosa yang Terlupakan

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya sholat dalam kehidupan seorang Muslim. Sholat bukan hanya kewajiban, tapi juga pengakuan bahwa kita tunduk kepada Allah. Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja telah menolak hubungan terdekat yang Allah sediakan bagi hamba-Nya.

Dalam riwayat lain disebutkan, orang yang meninggalkan sholat hingga waktunya berlalu akan disiksa dalam neraka selama satu huqub delapan puluh tahun di akhirat, di mana satu harinya setara dengan seribu tahun di dunia.

Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita sadar bahwa sholat adalah penopang seluruh amal.

Mengapa Sholat Begitu Penting?

Sholat adalah jembatan antara hamba dan Penciptanya. Saat kita menegakkan sholat, kita sebenarnya sedang berbicara langsung kepada Allah, mengadukan lelah, dosa, dan harapan. Sholat juga menjadi cara untuk membersihkan hati dari kesombongan dan kemaksiatan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Siapa yang menjaga sholatnya, maka Allah akan menjaga hatinya. Tapi siapa yang mengabaikannya, hidupnya akan terasa kosong dan jauh dari keberkahan.

Sholat juga menjadi ukuran pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Bila sholatnya baik, maka seluruh amalnya akan dinilai baik. Namun bila sholatnya rusak, seluruh amalnya pun ikut terhapus.

Pelajaran dari Kisah Ini

Ampunan Allah selalu terbuka. Sebesar apa pun dosa seseorang, Allah akan memaafkan hamba yang sungguh-sungguh bertobat.

Sholat adalah tiang agama. Menjaganya berarti menjaga seluruh amal dan akhlak. Jangan menunda sholat. Kesibukan atau rasa malas bisa membuat kita kehilangan kesempatan yang tak akan pernah kembali.mJadikan sholat sebagai sumber ketenangan. Di sanalah kita menemukan makna hidup yang sebenarnya.

Kisah Nabi Musa dan wanita pendosa ini mengajarkan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, selama kita kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. Namun, jangan pernah menganggap ringan kewajiban sholat. Ia adalah tanda iman dan bukti cinta kepada Allah.

Mari kita jaga sholat, tepat waktu dan penuh kesadaran. Karena siapa yang menjaga sholatnya, Allah akan menjaga seluruh urusannya ,di dunia maupun di akhirat.

Share ke temanmu