
Yogyakarta, 16 November 2025 — Dalam upaya menjawab tantangan dunia filantropi Islam yang semakin kompleks, Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menyelenggarakan Humanesia Camp Btach 4, sebuah program pelatihan dua hari yang dilaksanakan pada 15-16 November 2025 di Dapoer Khayangan, Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta terdiri dari berbagai latarbelakang diantaranya penggiat social, penggiat kemanusiaan, guru, penggiat dakwah, mahasiswa, dan lainnya.
Humanesia Camp batch 4 kali ini mengusung tema Sprit Of Humanity : Membangun Kompetensi Paralegal yang profesional untuk Keadilan yang Rahmatan Lil’alamin, Imam Hidayat selaku ketua pelaksana kegiatan ini menyampaikan pemilihan tema tersebut merupakan nilai yang ingin dibangun pada jaringan advokasi dan aliansi kerelawanan Dompet Dhuafa Yogyakarta, “ Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini untuk membangun jarungan relawan advokasi ataupun yang siap melakukan pembelaan terhadap kasus – kasus sosial yang ada dimasyarakat, pelatihan ini menjadi ajang Dompet Dhuafa Yogyakarta untuk mencetak relawan yang tangguh, profesional dan memiliki kredibilitas serta integritas.” Ungkapnya
Kegiatan ini dibuka oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, yang menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas relawan didalam melakykan pembeluaan ataupun advokasi pada persoalan social masyarakat yang semakin beragam. Dalam sesi materi pertama, Rama Adi Wibowo selaku pemateri dari tim Advokasi Dompet Dhuafa, menekankan bahwa adavokasi merupakan bagian penting dari upaya menciptakan keadilan social.

Penyampaian materi advokasi di gerakan zakat dan filantropi oleh Rama Adi WibowoWibowo dari tim Advokasi Dompet Dhuafa
“Kemiskinan bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga struktur, kebijakan, dan ketidakadilan sosial. Ketika banyak warga tersisih dari akses kesehatan, pendidikan, ruang hidup, hingga perlindungan hukum, maka advokasi menjadi jalan penting agar keberpihakan kepada yang lemah benar – benar terwujud,” ujarnya.
Baca Juga: Respon Longsor Cilacap
Humanesia Camp batch 4 menghadirkan rangkaian materi strategis, terkait bantuan hukum dan keparalegalan, meliputi berbagai materi advokasi berbasis filantropi maupun juga lembaga hukum. Materi – materi tersebut disampaikan oleh tim Advokasi Dompet Dhuafa dan tim LBH Yogyakarta. Selanjutnya materi yang dihadirkan juga seputar kevolunteeran oleh PIC DDV Yogyakarta serta materi tentang mindset repon kebencanaan disampaikan oleh tim DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta. Selain itu para peserta juga mendapatkan pelatihan penanganan pertama pada gawat darurat yang disampaikan oleh tim LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta.
Hal tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sebagai seorang relawan yang siap melakukan respon kemanusiaan dalam keadaan apapun.

Sesi sharing session kegiatan kemanusiaan oleh R.R Prameswari Nalaningsih salah satu peserta Humanesia Camp batch 4
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan jejaring antar-relawan. Salah satu peserta adalah R.R Prameswari Nalaningsih atau sering dipanggil Nala yang memiliki latarbelakang seorang finance di instansi pemerintahan, menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan.
” Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Banyak materi luar biasa yang membuka wawasan saya, mulai dari kemiskinan, kesejahterahan, sehingga advokasi. Yang takkalah menarik adalah materi penanganan pertama pada korban kecelakaan. Selain menambah ilmu, saya juga mendapatkan banyak teman baru daan jaringan semakin luas.” ungkapnya.
Melalui Humanesia Camp batch 4, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap lahirnya relawan dan paralegal yang semakin kompeten, profesional, daan memiliki sensitivitas sosial yang kuat, sehingga mampu menjadai gardaa depan dalam pendampingan masyarakat serta respon kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem gerakan sosial yang lebih sistematis, terukur, daan berpihak kepada masyarakat rentan.
(0274) 390 0701
WhatsApp 0812 1573 9066
jogja@dompetdhuafa.org


