Bagi Sahabat yang pernah mendengar kisah terbelahnya laut oleh Nabi Musa AS, mungkin muncul pertanyaan, bagaimana cara Nabi Musa AS menolong kaumnya agar selamat dari kejaran pasukan Firaun?
Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke laut. Dengan izin-Nya, laut pun terbelah dan menjadi jalan bagi Nabi Musa AS serta Bani Israil untuk menyeberang dan menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Firaun.
Peristiwa ini menjadi salah satu mukjizat terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan diabadikan dalam Al-Qur’an. Di balik kisah tersebut, tersimpan pelajaran tentang keyakinan, kepemimpinan, dan harapan di tengah situasi yang tampak sulit.
Awal Mula Kejaran Pasukan Firaun
Nabi Musa AS diutus untuk mengajak Firaun dan kaumnya beriman kepada Allah SWT. Namun, Firaun menolak dakwah tersebut dan terus menindas Bani Israil.
Atas perintah Allah SWT, Nabi Musa AS kemudian membawa kaumnya keluar dari Mesir. Mengetahui hal itu, Firaun mengerahkan pasukan untuk mengejar mereka.
Mukjizat Terbelahnya Laut
Perjalanan Nabi Musa AS dan Bani Israil terhenti ketika mereka tiba di tepi laut. Di hadapan mereka terbentang lautan, sementara pasukan Firaun semakin mendekat.
Dalam kondisi tersebut, Nabi Musa AS tetap yakin akan pertolongan Allah SWT. Allah kemudian memerintahkan beliau memukulkan tongkatnya ke laut.
Dengan izin Allah SWT, laut pun terbelah dan membentuk jalan yang dapat dilalui. Nabi Musa AS memimpin Bani Israil menyeberang hingga seluruh kaumnya berhasil selamat.
Setelah mereka sampai di seberang, pasukan Firaun mencoba mengikuti jalan yang sama. Namun Allah SWT mengembalikan air laut seperti semula sehingga Firaun dan pasukannya tenggelam.
Hikmah dari Kisah Nabi Musa AS
Kisah ini mengingatkan bahwa pertolongan Allah SWT dapat datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ketika jalan keluar belum terlihat, seorang hamba tetap dianjurkan untuk berikhtiar dan menaruh harapan kepada-Nya.
Selain itu, Nabi Musa AS menunjukkan bagaimana seorang pemimpin hadir bersama kaumnya saat menghadapi kesulitan. Beliau tidak meninggalkan mereka dalam ketakutan, melainkan membimbing dan menguatkan mereka hingga mencapai keselamatan.
Nilai kepedulian dan kebersamaan inilah yang tetap relevan hingga hari ini. Sebab sering kali, kehadiran dan bantuan yang diberikan kepada sesama dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
Jadi, cara Nabi Musa AS menolong kaumnya agar selamat dari kejaran pasukan Firaun adalah dengan mengikuti perintah Allah SWT untuk memukulkan tongkat ke laut sehingga laut terbelah dan menjadi jalan keselamatan bagi Bani Israil.
Lebih dari sekadar kisah sejarah, peristiwa ini mengajarkan bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada harapan, dan pertolongan Allah SWT dapat hadir pada waktu yang terbaik.
(0274) 390 0701
WhatsApp 0812 1573 9066
jogja@dompetdhuafa.org


