Tahun baru Hijriah sering kali datang tanpa kemeriahan. Tidak ada hitung mundur atau pesta pergantian tahun. Namun bagi seorang Muslim, Muharram menyimpan makna yang lebih dalam: kesempatan untuk memulai kembali, memperbaiki diri, dan menata langkah menuju kebaikan.
Salah satu amalan yang banyak dilakukan pada bulan ini adalah puasa sunnah Muharram. Lalu, berapa hari puasa Muharram yang dianjurkan?
Mengapa Bulan Muharram Istimewa?
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di bulan ini, setiap amal saleh memiliki nilai yang sangat berharga, termasuk puasa sunnah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa Muharram adalah waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berapa Hari Puasa Muharram yang Dianjurkan?
Puasa Muharram yang paling dianjurkan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu:
- 9 Muharram (Puasa Tasu’a)
- 10 Muharram (Puasa Asyura)
- 11 Muharram
Di antara ketiga hari tersebut, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Meski demikian, jika belum memungkinkan menjalankan tiga hari penuh, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau hanya tanggal 10 Muharram tetap menjadi amalan yang dianjurkan.
Jadwal Puasa Muharram 2026
Berikut perkiraan jadwal puasa Muharram 1448 H yang bertepatan dengan tahun 2026:
| Puasa | Perkiraan Tanggal 2026 | Hari |
|---|---|---|
| Tasu’a (9 Muharram) | 24 Juni 2026 | Rabu |
| Asyura (10 Muharram) | 25 Juni 2026 | Kamis |
| 11 Muharram | 26 Juni 2026 | Jumat |
Jadwal di atas masih berupa perkiraan dan dapat berubah mengikuti hasil rukyatul hilal serta penetapan resmi pemerintah.
Muharram, Saat yang Tepat Memulai Kebaikan
Puasa Muharram bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia mengajak kita melatih kepekaan hati. Ketika merasakan lapar, kita diingatkan bahwa masih banyak saudara yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di momen inilah nilai kepedulian menjadi semakin bermakna. Selain berpuasa, Muharram dapat menjadi waktu untuk memperbanyak sedekah, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama.
Karena pada akhirnya, hijrah bukan hanya tentang berpindah dari satu waktu ke waktu yang lain. Hijrah adalah tentang bergerak menuju pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat.
Mengawali Tahun Hijriah dengan Harapan
Setiap tahun baru membawa harapan baru. Mungkin tidak semua target tahun lalu tercapai, tidak semua rencana berjalan sesuai keinginan. Namun Muharram mengajarkan bahwa selalu ada kesempatan untuk memulai kembali.
Melalui puasa, doa, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya, setiap Muslim memiliki peluang untuk mengawali tahun Hijriah dengan langkah yang lebih bermakna.
Jadi, puasa Muharram yang paling dianjurkan adalah pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, dengan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram sebagai amalan yang memiliki keutamaan istimewa.
Semoga bulan Muharram menjadi momentum bagi kita untuk tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperluas manfaat bagi sesama. Sebab sering kali, kebaikan kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
(0274) 390 0701
WhatsApp 0812 1573 9066
jogja@dompetdhuafa.org


