Header Dompet Dhuafa Jatim
air untuk kehidupan

Aceh Tamiang – Banjir bandang yang melanda Dusun Sukamulia, Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, pada November 2025 menyisakan luka mendalam bagi warganya. Salah satu penyintas, Abdul Manan, masih mengingat jelas bagaimana derasnya arus banjir memaksa dirinya dan sang ayah yang tengah sakit untuk menyelamatkan diri di tengah malam.

Sekitar pukul 00.00 WIB, air dengan cepat memasuki rumah hingga mencapai plafon. Dalam kondisi fisik yang tidak prima, Abdul dan ayahnya hanya mampu menyelamatkan diri menuju perbukitan terdekat. Seluruh harta benda yang berada di rumah tidak sempat diselamatkan.

Setelah tiga hari, genangan air mulai surut. Namun, bencana belum benar-benar berakhir. Lumpur tebal menutupi permukiman, sementara akses jalan yang terputus membuat distribusi bantuan logistik menjadi sangat terbatas.

Sebelum banjir terjadi, masyarakat Dusun Sukamulia memanfaatkan air parit yang bersumber dari mata air di perbukitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika musim kemarau datang, mereka harus berjalan sekitar 30 menit menuju wilayah lain atau membeli air bersih. Kondisi semakin sulit setelah banjir menghancurkan saluran air dan menimbun sumur-sumur warga dengan lumpur.

“Setelah banjir semuanya jadi lebih sulit. Untuk kebutuhan sehari-hari kami terpaksa menggunakan air parit yang berlumpur. Bahkan untuk air minum pun kami mengambil dari sumber air tersebut,” tutur Abdul Manan kepada tim Dompet Dhuafa, Jumat (17/7/2026).

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Program Air untuk Kehidupan bersama UPZDK Permata Bank Syariah menghadirkan fasilitas sumur bor dan Mandi Cuci Kakus (MCK) sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana. Infrastruktur air bersih tersebut dibangun pada Maret 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Sumur bor sedalam 18 meter yang dibangun selama sekitar dua minggu kini menjadi sumber air bersih utama bagi warga. Air yang mengalir tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Sukamulia, tetapi juga warga dari dusun lain yang melintas karena lokasinya berada di tepi jalan.

“Alhamdulillah, sekarang airnya sangat membantu untuk memasak, mencuci, berwudu, dan kebutuhan sehari-hari. Kami tidak perlu lagi menggunakan air keruh atau mencari air jauh saat kemarau. Sumur ini juga dimanfaatkan warga dari dusun lain, dan kami bersama-sama merawatnya, termasuk bergotong royong membayar biaya listriknya,” ungkap Abdul Manan.

Bagi Abdul Manan dan warga lainnya, kehadiran sumur bor bukan sekadar menyediakan akses air bersih. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian yang membantu mereka bangkit setelah bencana. Melalui dukungan para donatur dan kolaborasi bersama UPZDK Permata Bank Syariah, Dompet Dhuafa terus berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat.

Share ke temanmu