Antara Zakat Penghasilan dan Zakat Maal?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Zakat penghasilan dan Maal

Perbedaan Antara Zakat Penghasilan dan Zakat Mal

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ustadz, saya masih bingung cara menghitung zakat mal, selama ini saya hanya menghitung zakat profesi 2,5% dari gaji bersih suami. kemudian saya hitung tabungan di bank bulan juli tahun lalu, setelah di total, telah mencapai nisab. apakah saya harus mengeluarkan zakat mal, padahal telah mengeluarkan zakat profesi tiap bulan?

Lalu untuk tabungan yang bulan agustus tahun lalu, jika di total juga telah mencapai nisab, apakah bulan agustus tahun ini harus mengeluarkan zakat mal kembali? Karena jumlah tabungan umumnya bertambah, dan sudah pasti mencapai nisab.
mohon penjelasannya.

Dari : Elyana K

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh

Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.

Pertama: para ulama sepakat bahwa seseorang yang memiliki harta simpanan yang telah mencapai nishab dan genap tersimpan selama satu tahun wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun. Nilai/kadar zakatnya adalah 2,5 persen dari seluruh harta simpanan yang telah genap tersimpan satu tahun.

Kedua: Apabila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan dan sebagian dari penghasilannya ia tabung, apakah penambahan itu harus dizakati lagi di akhir tahun?
Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini.

Jika Sudah Zakat Penghasilan Tidak Perlu Zakat Akhir Tahun, Kecuali..

Sebagian ulama, seperti syaikh Yusuf Al-Qardhawi, berpendapat bila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan pada saat menerima maka ia tidak menzakati lagi di akhir tahun khusus untuk penambahan pada tahun itu.

Adapun yang tidak termasuk penambahan pada tahun itu, harta simpanan dari semenjak tahun lalu, wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun. Sedangkan penambahan tabungan itu akan terkena zakat ketika sudah berada pada tahun kedua.

Pendapat pertama ini merujuk pada pandangan ulama hanafiah; Apabila seorang petani yang sudah menzakati hasil pertanian mereka lalu mereka menjual hasil pertanian tersebut dan menyimpannya hingga setahun, maka pada tahun pertama tidak terkena zakat atas harta simpanan itu. Zakat akan terkena pada tahun yang kedua.

Sedangkan ulama yang lain ada yang berpendapat bahwa apabila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan. Maka ia tetap terkena zakat atas tabungannya dan dana simpanannya.

Pandangan yang kedua ini berdasarkan pada prinsip bahwa setiap yang telah tersimpan satu tahun wajib dikeluarkan zakatnya. Walau sebelumnya berasal dari pertanian yang telah dikeluarkan zakatnya.

Wallahu a’lam

Tunaikan Zakat Penghasilan langsung disini

Jadi Orang Tua Asuh Untuk Penerima Manfaat Beasiswa Sahabat Bintang
Jadi Orang Tua Asuh Untuk Penerima Manfaat Beasiswa Sahabat Bintang

Program orang tua asuh Beasiswa Sahabat Bintang merupakan upaya dukungan kepada siswa dari keluarga tidak mampu atau rentan putus sekolah, berupa bantuan biaya pendidikan sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan formal.

Sedekah sekarang
Edit
Bayar Fidyah

Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

Bagaimana Cara Membayar Fidyah? وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi

Selengkapnya..

Hubungi Kami

Office : Jl. HOS Cokroaminoto 146 Kav. 1 Tegalrejo Yogyakarta. Phone : 0274-5305450