Header Dompet Dhuafa Jatim
pesantren anisa dompte dhuafa yogyakarta

EmpowerHer: Becoming a Woman of Impact, Bekali Santri Pesantren Mahasiswi Anisa Rancang Aksi Sosial Berdampak

YOGYAKARTA – Membangun generasi perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menghadirkan solusi merupakan bagian penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Melalui EmpowerHer Pesantren Mahasiswi Anisa, Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan ruang pembinaan bagi santri pada 25–26 Juli 2026 untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, mengasah kemampuan merancang program sosial, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat..

Sesi pemaparan materi Design Thinking oleh Bambang Edi Prasety selaku Manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta kepada para mahasiswi santri Anisa Dompet Dhuafa Yogyakarta

EmpowerHer Pesantren Mahasiswi Anisa Bekali Santri Merancang Program Sosial

Selama dua hari, para santri mengikuti berbagai sesi pengembangan kapasitas yang dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis. Kegiatan diawali dengan materi Design Thinking yang disampaikan oleh Bambang Edi Prasetya. Melalui sesi ini, santri diajak memahami cara mengidentifikasi persoalan di masyarakat, menggali kebutuhan penerima manfaat, hingga menyusun solusi yang relevan dan berdampak.

Baca Juga: sekolah dampingan program sidomukti siap produksi batik wujudkan pelestarian budaya dan kemandirian

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Dompet Dhuafa dan nilai-nilai filantropi yang disampaikan oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron. Dalam pemaparannya, ia mengajak santri memahami bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk menghadirkan manfaat melalui kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata di tengah masyarakat.

pesaantren anaisa Dompet Dhuafa Yogyakarta

Sebagai bekal menyusun proyek sosial, santri juga mengikuti materi Logical Framework Analysis (LFA) bersama Zakia. Materi ini membantu peserta memahami proses perencanaan program secara sistematis, mulai dari pemetaan masalah, penyusunan tujuan, hingga strategi pelaksanaan. Bekal tersebut kemudian diterapkan dalam sesi Merancang Program yang Berdampak, di mana setiap kelompok mulai menyusun rancangan proyek sosial berdasarkan isu yang mereka temui di lingkungan sekitar.

Selain pembelajaran di kelas, kegiatan juga diisi dengan outbound dan pentas seni sebagai sarana membangun kekompakan, kreativitas, serta komunikasi antarsantri.

Perkuat Kebersamaan dan Kepemimpinan Melalui EmpowerHer

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan kebersamaan melalui berbagai aktivitas kelompok, seperti permainan kolaboratif, Binggo, Secret Appreciation, dan Tukar Kado. Beragam aktivitas tersebut menjadi ruang bagi santri untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, serta mengapresiasi satu sama lain selama proses pembinaan.

Melalui EmpowerHer Pesantren Mahasiswi Anisa, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap para santri tidak hanya tumbuh sebagai perempuan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan memimpin, serta keberanian menghadirkan solusi bagi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga membentuk generasi perempuan yang berdaya, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi sesama.

Share ke temanmu