Hukum Berdoa Usai Panggilan Salat Menurut Ajaran Islam

Hukum Berdoa Usai Panggilan Salat Menurut Ajaran Islam

Berdoa merupakan sarana utama seorang Muslim untuk menyampaikan harapan dan ketergantungan kepada Allah SWT. Salah satu momen yang sering dimanfaatkan adalah waktu jeda sebelum iqamah. Agar praktik ini tidak sekadar menjadi kebiasaan, penting untuk memahami bagaimana pandangan Islam terkait doa yang dipanjatkan pada masa transisi menuju salat.

Landasan Hadits tentang Waktu Jeda Menuju Salat

Rasulullah ﷺ memberikan isyarat jelas bahwa jeda antara panggilan salat dan iqamah memiliki keutamaan. Dalam sebuah hadits disebutkan:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa tidak akan tertolak pada waktu antara panggilan salat dan iqamah.”
 (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini dipahami oleh para ulama sebagai dalil kuat bahwa memanjatkan permohonan pada masa tersebut merupakan amalan yang dianjurkan.

Pandangan Ulama Mazhab Syafi’i

Ulama dari mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa memanfaatkan jeda sebelum iqamah dengan doa termasuk amalan sunnah. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ menerangkan bahwa dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mengisi waktu tersebut dengan doa, dzikir, dan shalawat, karena termasuk saat yang diharapkan terkabulnya permohonan.

Pandangan ini menegaskan bahwa amalan tersebut memiliki dasar yang jelas dalam sunnah Rasulullah ﷺ.

Pandangan Mazhab Hanbali

Dalam mazhab Hanbali, berdoa pada jeda menuju salat juga sangat dianjurkan. Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menyebutkan bahwa masa antara panggilan salat dan iqamah adalah waktu yang utama untuk berdoa, karena Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya memanfaatkan waktu persiapan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Waktu dan Makna Doa Mustajab di Hari Jumat

Keterangan Mazhab Hanafi dan Maliki

Ulama Hanafi dan Maliki juga tidak melarang doa yang dipanjatkan usai seruan ibadah. Dalam pandangan mereka, amalan ini termasuk perbuatan mubah yang bernilai ibadah ketika disertai niat yang benar. Sebagian ulama Maliki bahkan menilai bahwa memperbanyak doa sebelum salat membantu menghadirkan kekhusyukan ketika ibadah dimulai.

Dengan demikian, tidak ditemukan perbedaan mendasar di antara mazhab dalam menilai kebolehan dan keutamaan praktik ini.

Adab yang Dianjurkan Para Ulama

Para ulama sepakat bahwa agar doa pada waktu jeda menuju salat lebih bernilai, sebaiknya didahului dengan menjawab lafaz muadzin, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta doa wasilah. Adab ini bertujuan menjaga keselarasan antara tuntunan sunnah dan amalan doa.

Berdoa pada masa jeda sebelum iqamah menurut ajaran Islam termasuk amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah ﷺ dan didukung oleh pandangan para ulama dari berbagai mazhab. Praktik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana menyiapkan hati dan jiwa sebelum berdiri menghadap Allah SWT dalam salat. Dengan memahami dalil dan pendapat ulama, seorang Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *