Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

Takjil dan Ifthar adalah istilah yang biasa digunakan saat bulan Ramadan. Apa sih arti sebenarnya dari kedua istilah ini? Di mana letak perbedaannya?

Takjil

Takjil umumnya dipahami oleh kebanyakan orang sebagai camilan (biasanya kurma) atau jajanan manis lainnya untuk segera membatalkan puasanya. Kata takjil, apabila ditelusuri dalam bentuk kata kerja telah (fi’il madhi) dan kata kerja sedangnya (fi’il mudhari’) adalah ‘ajjala yu’ajjilu. Sedangkan arti fi’il madhi-nya apabila diambil dari arti kata ‘ajila ya’jalu salah satunya adalah asra’a yang artinya bersegera (Kamus Al-Munawwir hal.:90).

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah penyegeraan. Berkaitan dengan bulan puasa, takjil ini bertujuan untuk penyegeraan berbuka puasa. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, kurma merupakan makanan untuk berbuka saat itu, sehingga terjadi perubahan pemahaman seolah-olah takjil sama dengan kurma. Terlebih saat ini terdapat berbagai macam makanan ringan untuk berbuka, kata takjil diartikan seperti halnya makanan ringan. Padahal, berdasarkan penjelasan sebelumnya kata takjil berarti menyegerakan berbuka puasa. Artinya kita dapat berbuka dengan sebutir kurma, sepotong kue, semangkuk kolak, bahkan dengan seteguk air.

BACA JUGA: 5 Golongan Wajib Bayar Fidyah Puasa, Apakah itu kamu??

Dalam kitab Shahih Bukhari, terdapat sebuah hadis yang menyatakan terkait dengan anjuran berbuka puasa di awal waktu. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Seseorang yang senantiasa berada di dalam kebaikan adalah mereka yang menyegerakan waktu berbuka puasanya”. Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah “penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala, yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat. Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa). Terlihat di sini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan (bukan kata objek/maful bih, tapi kata kerja/predikat/ fi’il amar).

Oleh karena itu, jelas bahwa sunnah takjil yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sunnah untuk menyegerakan dalam berbuka puasa. Kurma, sepotong kue ataupun makanan ringan lainnya ialah makanan untuk takjil, bukan takjil. Dapat disimpulkan bahwa takjil ialah kata kerja, bukan kata benda yang artinya makanan untuk berbuka puasa. Jadi maksud dari takjil ialah penyegeraan pembatalan puasa dengan makanan pembuka atau makanan ringan.

Lantas bagaimana dengan ifthar?

Bentuk kata ifthar ialah isim Masdar dari afthara yufthiru. Di dalam kamus, arti kata afthara sama halnya dengan akala au syariba (Al-Munjid hal.: 619) yang bermakna makan atau minum, atau berbuka (Al-Munawwir hal.: 1.063).

Menurut KBBI, ifthar ialah hal berbuka puasa. Misalnya, menu ifthar yang berarti menu berbuka puasa. Ifthar tidak memiliki batas hanya minuman dan makan ringan untuk mengawali berbuka puasa, tetapi juga makanan besarnya juga. Gimana? Sekarang udah tahu kan perbedaan antara takjil dan ifthar? Semoga bermanfaat ya.

 

Jadi Orang Tua Asuh Untuk Penerima Manfaat Beasiswa Sahabat Bintang
Jadi Orang Tua Asuh Untuk Penerima Manfaat Beasiswa Sahabat Bintang

Program orang tua asuh Beasiswa Sahabat Bintang merupakan upaya dukungan kepada siswa dari keluarga tidak mampu atau rentan putus sekolah, berupa bantuan biaya pendidikan sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan formal.

Sedekah sekarang
Edit
Bayar Fidyah

Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

Bagaimana Cara Membayar Fidyah? وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi

Selengkapnya..

Hubungi Kami

Office : Jl. HOS Cokroaminoto 146 Kav. 1 Tegalrejo Yogyakarta. Phone : 0274-5305450