Sahabat, pernakah kita merenung betapa agungnya kasih sayang Rasulullah ﷺ terhadap anak – anak? Beliau adalah sosok yang hatinya lembut, penuh empati, dan sarat cinta. Tidak hanya kepada keluarga, bahkan kepada setiap anak disekitarnya, Rasulullah menebarkan kasih sayang yang menenangkan jiwa.
Berbeda denga orang berhati keras yang sulit menumbuhkan rasa belas kasih, Rasulullah ﷺ justru menghadirkan kelembutan dalam setiap sikapnya. Dalam riwayat Anas bin Malik Radhiayallahu’anhu disebutkan, Rasulullah pernah mencium putranya, Ibrahim. Beliau menunjukkan bahwa kasih saayang adalah bagian dari keimanan, bukan kelemahan.
Kasih Sayang Rasulullah Untuk Semua Anak
Rasulullah ﷺ tidak hanya menyayangi anaknya sendiri. Dalam kisah yang diriwayatkan Asma’binti Umais, beliau pernah memeluk dan mencium anak – anak Ja’far bin Abi Thalib dengan penuh haru setelah mendengar kabar gugurnya Ja’far. Bahkan beliau memerintahkan agar dibuatkan makanan bagi keluarganya karena mereka sedang berduka. Begitu dalam rasa empati beliau terhadap sesama.
Ketika Rasulullah meneteskan air mata karena kehilangan putranya, Ibrahim, beliau bersabda, “Air mata ini adalah tanda kasih sayang yang Allah tanamkan di hati hamba – hamba-Nya.” (HR.Bukhari). Begitulah, kasih sayang bukan tanda kelemahan, melainkan anugerah Allah yang memperluas hati manusia.
Baca Juga: Dompet Dhuafa Yogyakarta Hadirkan Kebahagiaan Anak Yatim dan Dhuafa Lewat CineCharity #7: Nonton Hayya 3
Keteladanan Rasulullah Dalam Mendidik dan Menyayangi
Kasih sayang Rasulullah ﷺ tidak hanya tampak dalam kata, tetapi juga dalam tindakan. Beliau lembut menghadapi anak – anak, tidak mudah marah atau membentak. Dalam riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, diceritakan bahwa Rasulullah hanya memercikkan air ketika pakaian beliau terkena kecing seorang anak kecil. Sikap penuh kesabaran ini menjadi teladan mendidik tanpa kekerasan.
Rasulullah juga suka bercanda dengan anak – anak. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa beliau pernah menjulurkan lidahnya agar cucunya tertawa gembira. Anas bin Malik pun menceritakan, Rasulullah selalu memberi salam kepada anak – anak di jalan, membuat mereka merasa dihargai dan disayangi.
Dalam momen ibadah pun, kasih sayang beliau tidak hilang. Saat shalat, Rasulullah menggendong Umamah, cucunya, daan menurunkannya dengaan lembut ketika sudu. Ini menunjukkan bahwa kasih tidak bertentangan dengan ibadah, justru menjadi bagian darinya.
Membangun Generasi Berakhlak Luhur
Sahabat, Rasulullah ﷺ memberikan teladan agar setiap orang tua dan pendidik menumbuhkan cinta dalam mendidik anak. Beliau bersabda kepada Ibnu Abbas, “Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.” (HR.Tirmidzi). Ucapan ini mengandung makna pengajaran, bukan sekedar nasihat, bahwa setiap anak harus dibimbing dengan kasih dan iman.
Anak – anak adalah amanah dan calon pemimpin masa depan. Mereka tumbuh dengan meniru keteladanan yang mereka lihat. Ketika mendapatkan kasih, mereka belajar untuk mengasihi. Namun ketika hanya menerima kekerasan, hati mereka menjadi keras pula.
Sahabat, Mari Teladani Kasih Rasulullah
Dari setiap kisah beliau, kita belajar bahwa kasih sayang adalah kunci hati manusia. Mari tumbuhkan kelembutan di rumah kita, agar anak – anak tumbuh menjadi pribadu yang berakhlak, berilmu, dan penyh empati.
(0274) 390 0701
WhatsApp 0812 1573 9066
jogja@dompetdhuafa.org


