Yogyakarta – Sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat budaya literasi nasional, Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan edukatif yang memadukan literasi dan pembelajaran lingkungan melalui program “Ember Tumpuk Ajaib Penyelamat Bumi: Serunya Bikin Pupuk Sendiri.” Kegiatan yang melibatkan 10 relawan dan diikuti oleh 30 anak peserta ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Literasi Nasional 2025 yang bertujuan menumbuhkan kecintaan belajar sekaligus kesadaran ekologis sejak dini. Program ini diselenggarakan di Panti Asuhan Amanah Al Maauun pada Rabu, 26 November 2025.
Pada sesi inti kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dengan metode ember tumpuk komposter yang disampaikan oleh Dippa selaku DDV Yogyakarta. Anak-anak diperkenalkan pada jenis-jenis sampah organik, cara kerja komposter, serta manfaat pupuk padat dan lindi bagi tanaman. Mereka kemudian diajak praktik langsung mulai dari mencari sampah organik di sekitar panti, memasukkannya ke dalam ember komposter, hingga menyiram tanaman menggunakan lindi sebagai contoh pemanfaatan hasil komposter. Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk mengasah pengetahuan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar.

Keseruan melukis “ Art Of Humanity” oleh salah satu adik – adik yatim bersama tim Dompet Dhuafa Volunteery Yogyakarta
Program ini merupakan rangkaian acara Gerakan Literasi Nasional DDV Yogyakarta sepanjang bulan November 2025. Dua kegiatan sebelumnya meliputi ART OF HUMANITY: Sinergi Warna, Kisah, dan Kemanusiaan yang diselenggarakan pada 23 November 2025 di Sarsa Art and Creative Space dengan melibatkan 50 anak yatim dalam aktivitas seni, cerita, dan eksplorasi kreatif, serta kegiatan literasi di Sanggar Anak Wondis, Kulon Progo, pada 22 November 2025 yang berkolaborasi dengan Komunitas Mraen Mimpi dan Yayasan Sumbu Pakarti dengan diikuti oleh 20 relawan dan 30 anak peserta. Seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki fokus yang sama: meningkatkan minat baca, memperluas interaksi edukatif, serta menghadirkan ruang bermain dan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di berbagai wilayah DIY.

Kegiatan membaca buku bergambar oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta kepada para adik – adik yatim
Koordinator DDV Yogyakarta, Imam Hidayat, menjelaskan bahwa ketiga rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Lite Move, sebuah gerakan sosialisasi literasi yang diinisiasi untuk memperkuat budaya baca anak di tengah tantangan perkembangan digital yang semakin tidak proporsional. “Kami berharap kegiatan literasi dapat terus berjalan dengan tema yang beragam agar semakin banyak anak yang mendapatkan ruang belajar berkualitas. Di tengah derasnya arus konten digital yang kurang mendukung perkembangan literasi, gerakan seperti ini menjadi penting untuk membentuk karakter, kreativitas, dan masa depan anak bangsa,” ujarnya.
Melalui Gerakan Literasi Nasional 2025, Dompet Dhuafa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program- program edukatif yang relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi generasi muda.





