Yogyakarta, — Dompet Dhuafa Yogyakarta gelar kegiatan Care Visit, sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata edukatif dan sosial berbasis zakat produktif kepada para pelaku industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana kegiatan dihadiri sebanyak 30 peserta dari General Manager Association (IHGMA) Yogyakarta, Sabtu (02/08/2025)
Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik lokasi pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yakni Eduwisata AloeLand di Nglipar, Gunungkidul, dan Batik Berkah Lestari di Imogiri, Bantul. Program Care Visit sendiri merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membangun transparansi, memperluas kolaborasi, serta mengenalkan praktik baik dalam pengelolaan zakat yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan kunjungan ke AloeLand, sebuah kawasan budidaya tanaman aloe vera yang dikembangkan melalui dana zakat produktif dan dikelola oleh masyarakat setempat di bawah pendampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para peserta disambut dengan sesi pembukaan, yang diisi sambutan dari perwakilan Dompet Dhuafa Yogyakarta dan IHGMA Yogyakarta, dilanjutkan dengan sharing session bersama pengelola lokal, Mas Alan, yang menceritakan transformasi kawasan tersebut menjadi destinasi edukatif dan sumber penghidupan masyarakat.

Sesi edukasi pengolahan tanaman aloevera oleh local hero budidaya aloevera Alan Avendi kepada para peserta IHGMA
Selain mendalami proses budidaya aloe vera, para peserta juga mengikuti sesi edukatif terkait pengembangan produk olahan, maupun pemasaran.
Selanjutnya, peserta melanjutkan kunjungan ke sentra pemberdayaan Batik Berkah Lestari di Imogiri. Sentra ini merupakan tempat berkarya para perempuan pengrajin batik yang telah menjadi penerima manfaat program pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Melalui pendampingan, mereka terus didukung untuk mengembangkan usaha batik yang telah mereka tekuni, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal. Dalam kunjungan ini, peserta berkesempatan menyaksikan langsung proses produksi batik tulis dan berdiskusi bersama para pembatik.
“Care Visit merupakan bentuk akuntabilitas publik sekaligus ruang sinergi. Kami ingin menunjukkan bahwa zakat produktif dapat mendorong perubahan nyata dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk pariwisata,” ujar Bambang Edi Prasetiyo, Manager Program Dompet Dhuafa Yogyakarta.
Perwakilan IHGMA Yogyakarta menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana membangun perspektif baru dalam pengembangan pariwisata yang inklusif dan berdampak sosial. Mereka melihat potensi kuat untuk mengintegrasikan program-program pemberdayaan seperti AloeLand dan Batik Berkah Lestari sebagai bagian dari pilihan paket wisata edukatif bagi tamu hotel maupun program CSR.

Kunjungan komunitas IHGMA Yogyakarta di workshop hasil batik berkah lestari dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta
“Sangat menarik, dimana care visit ini menjadi kegiatan tahunan dan program pengelolaan zakat produktif ini bersifat sustanable, saling tumbuh menumbuhkan yang memberikan dampak positif bagi mereka pelaku UMKM untuk terus berdaya. Lokasi-lokasi seperti ini tidak hanya menawarkan keunikan lokal, tetapi juga nilai sosial yang tinggi, memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor perhotelan” ujar Pak Iwan selaku ketua IHGMA Yogakarta.
Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta memperkuat komitmen dalam membangun jejaring kolaborasi lintas sektor dan memperluas dampak sosial dari zakat. Diharapkan, program-program pemberdayaan yang selama ini berjalan dapat dioptimalkan melalui dukungan dan keterlibatan lebih luas dari mitra strategis, termasuk pelaku industri pariwisata.




