HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENGHARDIK ANAK YATIM, YUK SIMAK!

HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENGHARDIK ANAK YATIM, YUK SIMAK!

Hukuman bagi orang yang menghardik anak yatim

Hukuman Bagi Orang yang Menghardik Anak Yatim – Islam melarang keras umatnya yang menghardik anak yatim. Namun sebelum melangkah lebih jauh, mari kita ulas terlebih dahulu apa itu pengertian menghardik? Jadi menghardik yaitu berlaku sewenang-wenang, membentak, berlaku zalim, kasar, keras dan melalaikan hak-hak anak yatim.

Latar belakang turunnya Al-Qur’an surat Ad-Dhuha ayat 6 yaitu karena adanya peristiwa Abu Sufyan yang menghardik anak yatim. Singkat cerita, Abu Sufyan ini gemar menyembelih unta setiap minggunya, pada suatu hari datanglah anak yatim mendekati Abu Sufyan dan meminta daging unta tersebut darinya. Namun Abu Sufyan langsung memukul anak yatim tersebut dan mengusirnya, sebab karena itulah surat Ad-Dhuha ayat 6 ini turun. Arti dari ayat ini yaitu:

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)”. Dapat kita ketahui bahwa Allah memerintahkan kita agar senantiasa melindungi anak-anak yatim.

Adapun Hadits yang memerintahkan supaya kita memuliakan anak yatim yaitu sebagai
berikut: “Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamu lah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga.” (HR. Ahmad & Abu Dawud)

HUKUMAN BAGI ORANG YANG MENGHARDIK ANAK YATIM

Hukuman bagi orang yang menghardik anak yatim

Hukuman bagi orang-orang yang menghardik anak yatim terdapat pada surat An-Nisa ayat 10 yang artinya sebagai berikut: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa’: 10).

Ayat ini menjelaskan bahwa kita tidak boleh memakan harta anak yatim secara zalim, karena siksaannya begitu mengerikan yaitu akan menelan api hingga ke dalam perutnya, lalu akan dimasukkan ke api neraka yang menyala-nyala.

Kemudian dalam surat Al-Baqarah ayat 220 juga dijelaskan sebagai berikut: “ Tentang
dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Mahabijaksana.”

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah sangatmenganjurkan kita untuk memperbaiki keadaan anak yatim dan jangan sampai berbuat kerusakan terhadap anak yatim, karena jika Allah menghendaki, maka Allah akan mendatangkan kesulitan bagi orang yang berbuat rusak.

Hadits lain yang melarang kita untuk memakan harta anak yatim juga tercantum sebagai berikut: “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak, dan salah satu di antara perkara yang Rasulullah sebutkan adalah memakan harta anak yatim,” (HR. Bukhari dan Muslim).

APA SAJA HAK ANAK YATIM?

Hukuman bagi orang yang menghardik anak yatim

1. Berhak untuk diperlakukan baik

Sebagaimana yang telah tercantum dalam Al-Qur’an surat Ad-Duha ayat 9 yang artinya: “Maka terhadap seorang anak yatim piatu maka janganlah engkau berlaku sewenangwenang” (QS. Ad-Dhuha: 9). Dapat kita ketahui secara jelas bahwa kita tidak boleh memperlakukan anak yatim dengan seenaknya saja.

2. Berhak atas hartanya
Harta yang telah ditinggalkan oleh orang tua anak yatim itu merupakan hak anak yatim tersebut. Jika kita memakan harta hak anak yatim tersebut, maka kita akan mendapatkan dosa yang amat besar.

Dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 152 yang artinya: “Dan janganlah kamu dekati harta seorang anak yatim piatu, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152)

KEUTAMAAN BERBUAT BAIK TERHADAP ANAK YATIM

1. Dijamin masuk surga

Sebagaimana hadits berikut: “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Dari hadits ini dapat kita simpulkan bahwa apabila orang yang merawat anak yatim
dirumahnya, maka Allah sudah menjamin surga untuk dirinya. Namun dengan catatan yaitu selama orang tersebut tidak melakukan doa yang sangat berat.

2. Dapat terhindar dari siksa di hari akhir

Hadist Riwayat Thabrani sebagai berikut: “Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).
Jadi jika kita mengasihi dan menyayangi anak yatim, maka Allah tidak akan menyiksa kita pada hari kiamat.

Muliakan anak yatim

Yuk Beri Kado untuk Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!