TARIKH HIJRAH RASUL KE MADINAH, SEJARAH DAN ASAL-USULNYA

TARIKH HIJRAH RASUL KE MADINAH, SEJARAH DAN ASAL-USULNYA

Tarikh hijrah Rasul ke Madinah –  Membaca kata Tarikh sangat identik dengan  terdapat verifikasi kisah teladan selama masa hijrah tersebut berlangsung. Bagaimana tidak? sebelum perjalanan hijrah Rasulullah ke Madinah, sejarah Rasulullah hijrah ke Mekkah tidak berjalan lancar. Hal ini karena dakwah hijrah pada saat itu menggunakan cara sembunyi – sembunyi. Sampai pada akhirnya Rasulullah mensyiarkan Islam di Mekkah dan berlangsung selama tiga tahun lamanya. Dari cerita tersebut, berikut merupakan Tarikh Hijrah Rasulullah Ke Madinah.

Situasi Dakwah Islam di Mekkah

Tarikh Hijrah Rasul Ke Madinah

Perjalanan Rasulullah dalam mensyiarkan Islam bagi kaum Quraisy sangat bertentang dengan keyakinan mereka. Karena dengan menerima dakwah dari Rasulullah, mereka harus meninggalkan tradisi ataupun budaya yang telah mereka lakukan selama ini. Seperti menyembah berhala, api dan sejenisnya hingga menimbulkan rasa cemas karena dampak dari Rasulullah ini sangat berpengaruh untuk melengserkan kaum Quraisy di Mekkah.

Upaya kaum Quraisy dalam menyikapi dakwah Rasulullah awalnya menggunakan cara – cara yang halus. Namun dalam sekejab mereka mengubah upaya tersebut dengan kekerasan. Hal tersebut antara lain dengan cara melemahkan ekonomi umat muslim, mengusik dan menyiksa.

Meskipun Kota Mekkah merupakan tempat tinggal dan tempat lahir Rasulullah. Namun saat hijrah berlangsung kota ini tidak dapat menjadi tempat beristirahat Rasul dan rombongan barang sekejappun.

Perjanjian Aqabah, Permulaan Tarikh Hijrah Rasul ke Madinah

Pada tahun kenabian yang ke dua belas, kedatangan Rasulullah mendapatkan sambutan baik. Hal ini tercemin pada dua belas rombongan jamaah haji dari Kota Yastrib sekaligus memberikan dakwah. Pada sebuah bukit yang bernama Bukit Aqabah, rombongan jamaah haji tersebut menyerukan Bai’at.

Tak hanya itu, mereka juga menyatakan tidak akan berpaling dari Allah. Setia terhadap Nabi Muhammad SAW, menghindari pembunuhan dan perbuatan tercela lainnya. Rasulullah memberikan tugas kepada Mush’ab bin ‘Umair dan ‘Amr bin Ummi Maktum ke Kota Yastrib untuk mensyiarkan dan memberikan wawasan mengenai Islam.

Pada tahun kenabian yang ke tiga belas terjadi Bai’at Aqabah kedua, kepada tujuh puluh tiga orang dan dua orang wanita dari Kota Yastrib pada tengah malam. Isi dari perjanjian Bai’at Aqabah kedua ini adalah orang – orang tersebut bersedia untuk melindungi Nabi Muhammad SAW dengan resiko apa pun juga ikut serta dalam memajukan dan mensyiarkan Islam.

Setelah peristiwa tersebut rasulullah memberikan arahan untuk melakukan hijrah secara sembunyi – sembunyi dan bergantian secara berkelompok guna tidak dapat gangguan dan usikan dari kaum kafir Quraisy, tetapi hanya Umar Bin Khattab yang dengan gagah berani melakukan hijrah secara terang – terangan.

Al – Madinah Al – Munawwarah merupakan ubahan nama Kota Yastrib oleh Nabi Muhammad SAW, karena sebelumnya nama Kota Yastrib memiliki arti sebagai “mencela dan meghardik” sejak puluhan tahun lalu dan penyebabnya adalah Kota Yastrib terdapat dua suku yang besar namun saling berbeda pendapat dan bertengkar.

Tarikh Hijrah Rasul Ke Madinah

Tarikh Hijrah Rasul Ke Madinah

Rasa dengki yang berlebih oleh kaum kafir Quraisy menyebabkan menguatnya keinginan untuk menindaklanjuti perjalanan hijrah Rasulullah ke Madinah. Kafir Quraisy khawatir apabila pasukan Umat Islam semakin berkembang dengan kekuatan yang absolut untuk merebut kekuasaan Mekkah.

Pada saat seluruh Umat Muslim berhasil melewati Mekkah, hanya tersisa Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar dan kaum kafir Quraisy hendak menghentikan langkah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar dengan cara membunuhnya agar syiar Islam tak terjadi lagi.

Suatu hari pada malam hari Nabi Muhammad meminta Ali bin Abi Thalib untuk berbaring menggunakan mantel Nabi Muhammad sebab kaum kafir Quraisy akan mendatangi rumah Nabi Muhammad untuk membunuhnya, niatan tersebut telah berhasil memberikan ruang bagi Nabi Muhammad untuk pergi ke rumah Abu Bakar.

Tepat sebelum Nabi Muhammad menghampiri rumah Abu Bakar, ia telah menyediakan dua ekor unta untuk mereka akhirnya hijrah ke Madinah. Rasulullah dan Abu Bakar hendak bertolak ke arah selatan menempuh gelapnya malam menuju ke Gua Tsur yang menjadi tempat persembunyian mereka, mustahil untuk mengetahui tempat persembunyian tersebut terkecuali bagi Abdullah bin Abu Bakar, Aisyah dan Asma binti Abu Bakar juga Amir bin Fuhairah.

Nyaris Tertangkap Kaum Kafir Quraisy

Tarikh Hijrah Rasul Ke Madinah

Diikuti sampai Gua Tsur

Menggebu nya gejolak dari kaum kafir Quraisy untuk membunuh Nabi Muhammad, membuat mereka mengikuti Nabi hingga tepat di depan Gua Tsur. Lalu mereka menghampiri seorang gembala setempat dan bertanya “Apakah kau melihat Muhammad dan pengikutnya?” ujar pertanyaan kaum kafir Quraisy tersebut.

“Mungkin saja mereka ada di dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana.” tanggapan dari pengembala.

Lalu untuk menguatkan pendapat dari obrolan bersama gembala, kaum kafir Quraisy bergerak masuk kedalam Gua Tsur tersebut untuk melihat keadaan secara langsung. “Ada sarang laba – laba di gua itu yang masih utuh, tidak rusak, dan sudah ada sejak Muhammad lahir. Aku juga melihat dua ekor burung di gua, jadi aku tahu tidak ada di dalam gua.” ucap dari salah satu kaum kafir Quraisy yang masuk ke dalam Gua Tsur.

Situasi yang mengecam tersebut membuat Abu Bakar ketakutan hingga mendekatkan dirinya ke Nabi Muhammad, perlakuan luar biasa yang Nabi Muhammad lakukan adalah berdoa dan berbisik kepada Abu Bakar “La Tahzan Innallaha Ma’ana” yaitu jangan bersedih karena Allah bersama kita dan Kaum Quraisy sama sekali tidak mengetahui perihal tersebut.

Kuasa Allah yang menjadikan dua ekor burung dan sarang laba – laba masih utuh dan terdapat dalam firman-Nya Quran Surat Al – Anfaal ayat 30, “Dan (ingatlah), ketika orang – orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereke memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik – baik pembalas tipu daya.”

Tipu Daya untuk Kaum Quraisy

Melalui peristiwa ini Allah menguatkan mental Nabi Muhammad dan Abu Bakar. Allah SWT memberikan tipu daya kepada Kaum Quraisy agar Rasul dan rombongan dapat melanjutkan hijrah ke Madinah. Kedatangan Asma putri Abu Bakar pada hari ke tiga dengan memberikan perbekalan perjalanan hijrah ke Madinah bersama Abdullah bin Uraiqit. Selaku penunjuk arah Rasulullah berjalan menuju Tihama dekat laut merah. Memerlukan waktu yang tidak singkat,  melewati siang dan malam tanpa lelah. Dan berakhir dengan sambutan dari Umat Muslim Madinah yang begitu antusias dan penuh rindu pada beliau.

Rasulullah mendapat banyak tawaran untuk tempat menginap dari Umat Muslim Madinah. Rasulullah menggunakan untanya untuk memilih rumah yang akan ia tempati. Hal ini dilakukan dengan cara membiarkan unta tersebut berjalan sampai berhenti pada suatu rumah. Unta tersebut akhirnya berhenti pada rumah dua orang anak yatim bernama Sahl dan Suhail bin Amr. Dari sejarah menjelaskan di rumah tersebut akhirnya Rasulullah membangun Masjid pertama Madinah.

Pembelajaran dari Tarikh Hijrah Rasulullah ke Madinah

Hijrah memberikan pandangan terhadap seluruh Umat Muslim untuk saling membantu dan mensyiarkan Islam. Dengan hijrah kebaikan semakin meluas. Perjalanan hijrah yang mencekam dan menegangkan yang dilalui oleh Rasulullah dan Abu Bakar memberikan buah pembelajaran yang cukup besar. Dengan keyakinan terhadap kuasa Allah serta saling mendorong untuk menguatkan mental hingga akhirnya berhasil kepada tujuan.

Baca juga: 7 Keutamaan Kebersihan Ala Rasul

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!