Puasa Bulan Syaban Berapa Hari? Inidia Haditsnya

Puasa Bulan Syaban Berapa Hari? Inidia Haditsnya

Puasa bulan syaban – Kini kita sudah memasuki  bulan Syaban, menandakan bahwa bulan Ramadhan telah mendekat, bulan penuh keistimewaan dalam menyambut bulan Ramadhan dimana pada bulan ini dikenal sebagai momentum bulan penyiraman. Mengacu pada pernyataan Abu Bakar Al-Balkhi Rahimahullah menjelaskan bahwa bulan Syaban adalah bulan penyiraman sebagai momentum mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadhan dan  dapat menjalankan bulan Ramadhan dengan baik sehingga kita mendapatkan pahala dan keberkahan yang melimpah.

Dalam sebuah hadits menjelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya:

Ini merupakan bulan yang mudah dilalaikan banyak orang, bulan diantara bulan Rajab dan Ramadhan.  Bulan dimana diangkatnya amalan – amalan kita menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani).

Rosulullah SAW pada bulan Syaban telah menjalankan puasa sunnah terbanyak dibandingkan bulan – bulan lainnya. Namun belum ditemukannya berapa lama Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa sunnah.

Mengutip dari laman resmi STID Al-Husnah menjelaskan bahwa tidak terdapat larangan berpuasa salama satu bulan penuh di bulan Syaban , namun terdapat dua pendapat yang menjelaskan bahwa menjalankan puasa sunnah setelah tanggal 15 bulan Syaban hukumnya makruh.

Berikut ini merupakan hadits dari Abu Hurairah ra menyebutkan bahwa puasa  di hari Syaban  ke 15 ketas haram hukumnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا. رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ   

Artinya:

 Riwayat dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rosulullah SAW telah bersabda: ‘ Ketika bulan Syaban sudah melewati pertengahan yaitu hari ke 15, maka janganlah kalian berpuasa “( HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah).

Namun terdapat hadits shahih yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa:


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ  

Artinya:

“ Riwayat dari ‘Aisyah ra, ia berkata:’ Rosulullah SAW sering menjalankan puasa hingga kami berkata: ‘ Beliau tidak berbuka’ beliau juga sering tidak berpuasa, kemudian kita berkata: ‘ Beliau tidak berpuasa’ aku tak pernah melihat Rosulullah SAW menyempurnakan puasa dalam satu bulan penuh selain bulan Ramadhan dan aku tak pernah melihat Rosulullah SAW dalam sebulan (selain Ramadhan) menjalankan puasa sunnah lebih banyak selain bulan Syaban ( Muttafaqun’Alaih)“.

Dengan adanya perbedaan tersebut menyebabkan beberapa ulama menganggap sebagai hadis dhaif dan para ulama menyebutkan bahwa  tidak diperbolehkan berpuasa dua hari sebelum bulan Ramadhan. Hal tersebut ditetapkan untuk menghindari hari “Syak” yaitu hari dimana mendekati datangnya bulan Ramadhan namun belum diketahuinya kapan hari awal Ramadhan datang.

Lantas Bolehkah Kita Berpuasa Pada Bulan Syaban?

Berdasarkan pernyataan diatas bahwa dalam berpuasa bulan Syaban dapat dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin Kamis, puasa Daud,  puasa  Ayyamul Bidh dan puasa nisfu Syaban yaitu hari ke-14 pada bulan Syaban.

 Tata cara berpuasa diawali dengan niat, melakukan sahur, menahan haus dan lapar, menahan diri serta pikiran selama menjalankan puasa sampai waktu berbuka puasa tiba.

  1. Niat puasa Syaban bersamaan dengan  Puasa Senin – Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِفِى شَهْرِ شعبان    وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Ghadin ‘An adaai sunnati Fii Syahri Sya’baani wa an shouma yaumal itsnaini sunnatan lillahi Ta’alaa
Artinya:

“ Saya berniat puasa Syaban besok hari serta berniat puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta’ala”.

2. Niat puasa Daud

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta’ala.
Artinya:

“ Saya niat puasa daud, sunnah karena Allah Lillahi Ta’ala”.

3. Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.

Artinya:

“ Saya niat puasa ayyamul bidh ( hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala”.

4. Niat Puasa Nisfu Syaban


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”

Itulah hadits puasa bulan Syaban beserta doa niatnya, dimana bulan Syaban merupakan bulan istimewa sebagai bulan penyiraman yang disunnahkan untuk memperbanyak amalan terutama dalam berpuasa sunnah.

4 Keutamaan Malam Nisfu Syaban Yang Perlu Dipahami

4 Keutamaan Malam Nisfu Syaban Yang Perlu Dipahami

dompetdhuafayogyakarta

Malam nisfu syaban –  Jatuh pada hari minggu tanggal 25 Februari 2024 yaitu hari ke 15 Syaban 1445 H. Berasal dari bahasa Arab  bahwa Nisfu bearti pertengahan dan Syaban adalah bulan Syaban, sehingga diartikan sebagai hari pertengahan bulan Syaban.

Sebagai umat Islam merupakan moment Istimewa dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, sehingga pada malam ini disunahakan untuk melakukan amal sholeh. Merupakan malam mustajab dalam berdoa. Nabi Muhammad SAW bersabda: “ terdapat lima malam yang tidak akan ditolak doa didalamnya: yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha”.

Dalam sejarah malam nisfu Syaban sebagai peristiwa dan peringatan pemindahan kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram serta merupakan malam pengampunan dimana Allah SWT akan kengampuni seluruh dosa-dosa umatnya,  kecuali dosa musrik.

Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim dan dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban, Imama Thabrani:

 عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Dari Sayyidina Mu’ad Bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata: “Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Ibnu Majah dari Abu Musa Al-Asy’ari RA meriwayatkan:

 عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق

“Dari Abu Musa Al-asy’ari RA dari Rasulullah SAW, beliau berkata: “Sesungguhnya Allah melihat kepada hambaNya di malam Nisfu Syaban maka Allah mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang munafik.”

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Ketika kita sudah mengetahui apa sejarah dari nisfu Syaban, lantas apa keutamaan dari malam nisfu Syaban itu ? Dilansir dari laman Jurnal UIN Salatiga berikut ini adalah beberapa keutamaan dari malam nisfu Syaban.

1.Diangkatnya Amalan oleh Allah SWT Pada Malam Nifsu Syaban

Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa Rosulullah SAW menyebutkan pada malam nisfu Syaban merupakan malam dimana diangkatnya amalan kita kepada Allah SWT.

“ Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘A;I dari ‘Abdurrahman dia berkata: telah bercerita kepada kami Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn di berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Sa’id Al Maqburi dia mengatakan: telah bercerita kepadaku Usamah bin Zaid dia menjelaskan: Aku bertanya: “ Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, aku tidak pernaha melihat engkau berouasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaba?” Beliau bersabda: “ Itulah bulan yang manusia lalai darinya: – Ia bulan yang berada- diantara bulan Rajab dan Ramadhan, yaoti bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”  ( HR. Imam Nasa’I No. 2356)

2. Diampuninya Dosa

elah dijelaskan bahwa pada malam nisfu Syaban Allah SWT akan mengampuni dosa para hambaNya kecuali dosa orang yang sedang bermusuhan dan orang yang telah menghilangkan nyawa orang lain.

Selain itu terdapat hadits yang menjelaskan tentang diampuninya dosa pada malam nisfu Syaban dari Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Ibnu Hibban, yaitu:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

Artinya:

“Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: ‘Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda ‘Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia-nyiakanmu?’ Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih)

3. Akan Dikabulkannya Semua Doa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi  menjelaskan bahwa pada malam nisfu syaban Allah akan turun ke bumi lalu mengabulkan semua permintaan hamba-hambaNya yang berdoa kepadaNya.

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

Artinya:

“Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila tiba malam Misfu Syaban, sholatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengkabul hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. sampai terbit fajar.”

4. Dibukakannya 300 Pintu Rahmat

Dari laman Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa salah satu hadist menjelaskan tentang keutamaan pada malam nisfu Syaban, merupakan malam terbukanya pintu-pintu rahmat serta ampunan dari Allah SWT.

 Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“ Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata, “ Wahai Muhammad, pada mala mini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah shalat, serta angkatlah kepalamu daan kedua tanganmu ke langit (Berdo’a). ‘ Kemudian Nabi bertanya,’ Apakah arti malam ini?’ Jibril pun menjawab,’ Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah SWT orang akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. Kecuali ahli sihir, tukang ramal, orang yang suka bermusuhan, orang yang suka mengadu domba, pemabuk, orang yang durhaka kepada orang tuanya, dan orang yang memutuskan silahturahmi, mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT”.

Itulah pembahasan mengenai malam nisfu syaban dimana memiliki banyak keutamaan seperti diampuni dosa, dikabulkan doa serta dibukakannya pintu rahmat, semoga bermanfaat dan mengingatkan kita tentang keutamaannya agar senantiasa untuk beriman kepada Allah SWT.

Macam-macam Puasa Sunnah dan Wajib

Macam-macam Puasa Sunnah dan Wajib

Macam-macam Puasa – Beruntungnya kita hidup sebagai umat muslim sebab dalam islam terdapat sebuah amalan yang dapat membuat seseorang mampu mengontrol hawa nafsunya. Yang mana ketika seseorang tidak bisa menahan hawa nafsunya maka ia akan dikendalikan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam agama. Rasanya seperti tidak memiliki batasan jadi agak sulit untuk membedakan mana yang hak dan mana yang bathil.

Nah amal sholeh yang dimaksud ialah salah satunya dengan melakukan ibadah puasa. Yang jika diartikan secara teoritis puasa sendiri adalah ibadah yang mengharuskan seseorang untuk menahan diri dari segala hal-hal yang membatalkan puasa, yang ibadah tersebut dimulai saat fajar hingga terbenamnya matahari disertai dengan sebuah niat yang ditujukan untuk Allah SWT semata.

Adapun hal-hal yang membatalkan puasa tersebut contohnya adalah makan dan minum atau berhubungan badan dijam yang masih dalam rentang puasa serta lain sebagainya. Banyaknya rintangan yang harus dihadapi saat puasa inilah membuat ibadah tersebut memiliki nilai keistimewaan tersendiri. Bahkan puasa sudah ada tidak hanya di zaman Rasulullah SAW tetapi juga terjadi pada umat-umat terdahulu.

Jadi jangan merasa bahwa puasa ini adalah suatu ibadah yang hanya menambahkan beban saja. Tetapi justru tidak mungkin Allah membuat sebuah perintah ataupun larangan. Jika didalamnya tidak ada kebaikan yang dapat dirasakan dunia dan akhirat.

Bahkan untuk kesehatan fisik pun puasa ternyata memiliki manfaat medisnya. Yang di samping itu saking istimewanya puasa, ibadah tersebut masuk ke dalam salah satu rukun Islam, yang mana sebuah rukun adalah hal yang menjadi pondasi dalam beragama.

Yang tanpa disadari terkadang manfaat dari puasa itu sudah benar-benar kita rasakan. Misalkan dari segi ibadah saja rasanya ada sebuah dorongan untuk melakukan kebaikan lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya atau hari-hari yang memang kita tidak berpuasa. Bahkan saat puasa ada pula dorongan untuk tidak melakukan hal-hal yang buruk.

Nah sama halnya dengan ibadah sholat, puasa juga memiliki dua hukum di dalamnya yaitu wajib dan juga sunnah. Untuk wajib sendiri ini berarti jika kita tidak melaksanakan ibadah tersebut, maka kita akan dikenakan dosa. Tapi jika dilaksanakan tentu akan mendapatkan pahala. Sedangkan sunnah jika ditinggalkan tidak apa-apa,  tetapi apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala. Di sisi lain sunah sendiri adalah sesuatu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebab ini bisa menjadi investasi amal untuk di akhirat kelak.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai macam-macam puasa entah itu yang wajib ataupun yang sunnah. Sehingga ini bisa menjadi alarm bagi kita untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Macam-macam Puasa Wajib

macam-macam puasa

1 Puasa Ramadhan

Dalam Islam terdapat bulan Ramadan yang di dalamnya penuh dengan keberkahan. Bahkan amal sholeh yang kita perbuat bisa mendapatkan pahala yang berlipat-lipat lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Nah di bulan ini pulalah terdapat amalan wajib untuk menjalankan ibadah puasa, dimana tidak hanya diperintahkan untuk kita menahan haus dan juga lapar, tetapi juga bagaimana kita bisa mengontrol hawa nafsu kita terhadap hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Adapun rentan waktu jam untuk melaksanakan ibadah perharinya itu tergantung pada kondisi suatu wilayah sebab setiap satu negara atau daerah dengan negara lainnya memiliki perbedaan waktu, ada yang mungkin 12 jam atau bahkan ada yang sampai 18 jam tergantung wilayahnya.

Tentunya perintah untuk melaksanakan ibadah puasa ramadhan ini sudah tertera dalam dalam Al-Qur’an dan juga hadis. Yang mana dalam pelaksanaannya Ini adalah sebuah momen yang tepat untuk seorang muslim berlomba-lomba dalam kebaikan. Melatih dirinya dalam sebuah pesantren kehidupan. Sebab saat perasaan untuk mengendalikan hawa nafsu ketika berpuasa, akan ada efek lain seperti berkurangnya minat untuk melakukan kegiatan yang tidak baik seperti menggibah dan lain sebagainya.

Justru lebih terasa untuk giat dalam mengerjakan amal sholeh,  seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya. Mengapa demikian? hal itu dikarenakan adanya koneksi yang kita bangun dengan Allah SWT, adanya usaha yang kita lakukan untuk mendekat kepada Allah. Yang mana ketika kita melakukan hal demikian. Maka Allah pun akan lebih mendekat kepada kita. Namun Sebaliknya apabila kita malah menjauh dari Allah maka akan sulit menemukan kenikmatan dalam ibadah begitupun dengan ibadah puasa yang dikerjakan.

2. Puasa Kafarat

Setiap perbuatan yang kita lakukan tentu harus dipertanggungjawabkan begitupun ketika kita melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama tentu ada konsekuensinya terlebih bagi suatu pelanggaran yang memiliki hukuman tertentu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Apa yang dilakukan.

Nah biasanya salah satu amalan yang dikerjakan untuk sebuah penebusan dosa akibat adanya kelalaian ketika menjalankan suatu kewajiban. Maka salah satu amalan tersebut ialah dengan berpuasa kafarat. Contohnya saja seperti membunuh binatang ketika Ihram dan lain sebagainya.

Baca juga: Amalan Sederhana Berpahala Besar, No 4 Sering Disepelekan

3. Puasa Nazar

Nazaf sendiri adalah sebuah janji yang diucapkan untuk memohon agar sesuatu yang diharapkan tersebut dapat terkabul,  dengan menjanjikan suatu perbuatan baik. Misalkan seperti apabila mendapatkan rangking 1, maka fulan akan berpuasa 3 hari ataupun nazar-nazar lain yang memang menjadi sebuah harapannya. Tentulah janji disini ditujukan untuk Allah serta apapun janjinya amat wajib untuk dilaksanakan.

4. Puasa Qadha

Oleh sebab tidak semua orang ketika melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Maka karena memang puasa Ramadhan ini sifatnya wajib, akan ada alternatif yang ditawarkan sebagai penggantinya, yaitu dinamakan dengan puasa Qada. Sebab dalam Islam terdapat keringanan untuk umatnya dalam beribadah. Contoh-contoh kondisi seorang ketika terpaksa untuk tidak dapat berpuasa Ramadhan ialah bisa jadi karena sakit keras, yang memang secara medis tidak diperkenankan untuk berpuasa terlebih dahulu, wanita yang sedang haid dan lain sebagainya.

Dalam hal inilah seseorang nantinya akan wajib mengganti ibadah puasa Ramadhan tersebut dengan  berpuasa Qadha. Sesuai dengan waktu atau hari yang memang ia tinggalkan ketika berpuasa bulan Ramadan tersebut misal saat bulan Ramadan seseorang tidak berpuasa selama 5 hari. Maka ia harus mengganti puasa Ramadan tersebut dengan puasa qada sebanyak 5 hari juga.

Macam-macam Puasa Sunnah

1 Puasa Senin Kamis

Untuk untuk puasa senin kamis sendiri. Rasanya sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat yang hendak meningkatkan puasa sunnah.

 Yang sesuai namanya puasa ini hanya dilaksanakan di hari Rabu dan juga kamis saja. Makan puasa senin kamis sendiri adalah salah satu sunah yang sangat dianjurkan. Yang mana perihal puasa Senin Kamis ini telah diterangkan pula dari sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad.

2. Puasa Nabi Dawud

Berbeda dengan puasa Senin-Kamis untuk puasa Nabi Dawud. Yang mana cara pengerjaannya adalah dengan sehari berpuasa sehari tidak sehari berpuasa sehari tidak seperti itu. Bahkan dikatakan jika puasa dawud adalah salah satunya yang amat disukai oleh Allah SWT.

Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

3. 6 Hari Berpuasa Dalam Bulan Syawal

Untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah 6 hari berpuasa di bulan Syawal ini dapat dilaksanakan setelah hari kedua bulan Syawal yang mana untuk mencapai 6 hari tersebut terdapat rentang waktu sampai akhir bulan syawalnya. Bahkan berdasarkan Sabda dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayub Al-Anshari.

Yang di dalamnya diterangkan apabila sehabis melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal. Maka itu sama saja seperti berpuasa sepanjang tahun. Yang mana jika disandingkan dengan waktu lama untuk berpuasa tentu ini menjadi ladang pahala yang sungguh besar.

Demikian penjelasan mengenai macam-macam puasa baik yang wajib ataupun yang sunnah. Semoga dengan mengetahui hal tersebut dapat meningkatkan ketakwaan dan juga keimanan kita, yang makin bertambah yakin untuk terus melakukan amal kebaikan yang menjadi tabungan amal sholeh untuk di akhirat kelak.

YUK SEDEKAH!

Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Berserta Tata Caranya

Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Berserta Tata Caranya

bulan rajab

Anjuran untuk berpuasa sunnah pada bulan Rajab memang kuat. Karena bulan Rajab adalah bulan penuh kemuliaan, bulan haram seperti bulan Dzulqa’idah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Namun bagi seseorang yang masih memiliki hutang berpuasa selama bulan Ramadhan di tahun itu. Apakah boleh berpuasa meng Qadha Rajab dengan  Ramadhan?

Dalam niat puasa Qadha di bulan Rajab, kitab Fathul Mu’in dan hasyiyahnya, I’anatuh Thalibin menjelaskan bahwa menggabungkan dua niat berpuasa. Seperti berpuasa meng Qadha  pada bulan Ramadhan dengan  Rajab hukumnya sah dan pahala dari keduanya aka di dapatkan.

Hukum Puasa Qadha Di Bulan Rajab:

Memperkuat dengan pernyataan di atas. Dari Syeks al-Barizi bahwa niat meng-Qadha  puasa Ramadhan dengan Rajab maka otomatis kedua jenis pahala itu akan di dapatkan.

Dalam kitab Fathul Mu’in dan hasyiyahnya, I’anatuh Thalibin :

الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس انتهى

Artinya: “Kecuali dengan persyaratan ta’yin (menentukan jenis berpuasa) dalam puasa fardlu, yaitu berpuasa sunnah. Maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak, meski  sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama.  

Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan itu dengan niat puasa mutlak. Maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunnah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura’ dan hari-hari tanggal purnama.

Atau selain itu yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa’ dengan tanpa perintah imam, atau sunnah mutlak”.

“Ucapan Syekh Zainuddin, dengan niat berpuasa mutlak, maka cukup dalam niat puasa Arafah dengan niat semisal, saya niat berpuasa.”

Pendapat dari beberapa ulama mengenai ucapan Syekh Zainuddin bersumber dari beberapa kitab seperti kitabnya Syekh al-Kurdi menyebutkan dalam kitab al-Asna  bahwa menganjurkan untuk berpuasa pada hari – hari yang telah di tentukan untuk berpuasa maka secara langsung bertuju pada hari  tersbut. Apabila seseorang telah berniat untuk berpuasa pada hari lainnya, maka pahala keduanya akan tetap diperoleh. Hal selaras dengan Syekh Khatib al-Sayarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli.

Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Beserta Tata Caranya:

Berikut ini adalah doa niat meng Qadha puasa Rajab beserta tata caranya agar dapat berpuasa dengan benar dan diterima amalan kita di sisi Allah.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu ṣauma gadin ‘an qaḍā’i farḍi syahri ramaḍāna lillāhi ta’ālā

Artinya: “Aku berniat untuk berpuasa meng Qadha bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Tata cara niat puasa Qadha di bulan Rajab:

  1. Melafalkan niat puassa Qadha Ramadahan dan Rajab
  2. Sunnah untuk melakukan sahur sebelum waktu imsak datang.
  3. Menjalankan puasa dengan menahan diri dari haus serta lapar dan menghindari hal – hal yang dapat membatalkannya
  4. Membatalkan puasa ketika waktu adzan maghrib telah tiba dengan makanan yang manis

Demikian penjelasan mengenai  niat puasa Qadha di bulan Rajab. Semoga bermanfaat dan amalan puasa yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik serta di terima di sisi Allah. Sehingga kita semua yang menjalankannya mendapatkan pahala serta keberkahannya.

Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

Keutamaan Puasa Rajab – Tepat pada tanggal 13 Januari 2024, umat muslim akan kembali menjalankan ibadah puasa sunnah rajab yang ke 1445 H. Yang bulan rajab sendiri berada diurutan ketujuh dalam kalender hijriah. Bulan rajab juga dikenal dengan sebutan lain yaitu bulan haram. Eits bukan berarti bulannya haram yah, tetapi ada maksud lain. Yakni saat bulan rajab tiba umat muslim dianjurkan lebih giat melaksanakan kebaikan serta harus menjauhi segala hal yang haram.

Salah satu amal kebaikan yang dapat dilakukan ialah dengan melaksanakan puasa sunnah rajab. Yang sudah bisa mulai dijalankan pada awal atau tanggal 1 di bulan rajab. Sebenarnya waktu untuk menjalankan puasa rajab sendiri sifatnya lebih fleksibel. Maksudnya selama masih di bulan rajab, maka kita tetapi boleh untuk berpuasa rajab. Dengan kata lain tidak ada batasan khusus kapan dan sampai berapa hari puasa rajab harus dilaksanakan.

Intinya jangan sampai niat puasa rajabnya dilakukan diluar selain bulan ketujuh dalam kalender islam alias bulan rajab. Bahkan kita juga tidak diperkenankan untuk puasa full sampai 1 bulan lamanya, sebab hal tersebut malah membuat puasa rajab yang dijalankan jadi makruh.

Sama halnya dengan amalan ibadah lainnya, puasa rajab juga memiliki keistimewaan tersendiri yang sangat rugi untuk dilewatkan. Sebab bulan rajab adanya sebulan sekali dalam setahun. Sehingga termasuk pada waktu yang primetime. Apalagi namanya perbuatan baik jangan pernah ditunda-tunda. Selagi masih diberikan kesempatan bernafas, maka saat itu pula diri kita harus memperbanyak ama ibadah. Oleh sebab itu pada artikel kali ini akan dibahas mengenai keutamaan puasa rajab.

Baca Juga: Doa Amalan Bulan Rajab Apakah Ada Dalilnya? Simak Berikut!

1 Nilai Puasa Rajab Sehari Sama Dengan Puasa Seperti Puasa Sebulan

Keutamaan Puasa Rajab

Jika satu hari berpuasa saja sudah banyak mendatangkan pahala kebaikan, apalagi untuk jumlah puasa sebulan. Namun ada yang lebih mencengangkan daripada nilai pahalanya. Yaitu dari segi waktu , dimana ada amalan puasa yang dapat menggabungkan pahala sebulan, padahal hanya dikerjakan sehari saja. Nah jawabannya itu ialah puasa rajab. Yang mana sesuai sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani.

2. Mendapatkan Pahala Yang Nilainya Setara Dengan Puasa 60 bulan

pahala

Jika sebelumnya puasa sehari sudah dibandingkan dengn pahala untuk 1 bulan. Maka ada pula keutamaan lainnya. Dimana apabila seseorang berpuasa pada tanggal 27 rajab. Maka orang tersebut berhak mendapatkan pahala yang nilainya seperti puasa 60 bulan. Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang merupakan salah satu sahabata dari Nabi Muhammad SAW.

3. Diberikan Pahala Ibadah Seperti 900 Tahun

Makin mencengangkan daripada sebelumnya, puasa rajab juga membuat kita  dapat memperoleh pahala yang lebih fantastis lagi dibandingkan sebelumnya. Dimana Rasulllah SAW bersada dalam sebuah hadits yang menyatakan bagi mereka yang berpuasa sampai 3 hari lamanya di bulan rajab, hari sabtu dan hari jumat. Maka orang tersebut akan mendapatkan pahal senilai 900 tahun. Padahal jikalau dihitung secara matetika manusia biasa. Hidup manusia zaman sekarang saja belum ada yang sampai 900.

Jadi dengan umur yang terbatas maka diperlukan booster ampun agar mempercepat kita untuk memiliki tabungan di akhirat kelak. Sebab untuk apa hidup meskipun itu 1000 tahun, jika kalau amal ibadah seperti yang wajib dalam rukun islam saja masih ogah-ogahan untuk dilaksanakan. Oleh sebab itu dengan mendapatkan pahala yang melimpah, maka diharapkan hal demikian mampu menjadi sumbangsih untuk memperberat timbangan amal kebaikan kala diakhirat kelak.

4. Bulan Istimewa Lebih Dari Bulan Lainnya

Keutamaan Puasa Rajab

Keistimewaan yang ada pada bulan rajab membuatnya mempunyai banyak kedahsyatan yang mendatangkan keberkahan dan manfaat lain yang luar biasa. Sebab bulan rajab termasuk ke dalam bulan haram yang meliputi bulan Muharram, Bulan Dzulhijjah. Dzulqa’dah, dan juga rajab. Sebab pelaksanaan ibadah puasa pada bulan tersebut mendatangkan keuntungan yang kali lipat entah secara fisik maupun lahiriah.

Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

5. Mendapatkan Surga Allah

Surga menjadi target akhir bagi seluruh umat di dunia. Makanya banyak orag berlomba bisa mandapatkan surga Allah yang keindahan dan kenikmatan di dalamnya. Sungguh amat jauh dengan segala hal menyenangkan yang ada di dunia. Tidak ada yang sebanding dengan penggambaran surga begitu meneduhkan hati dan pikiran.

Terlebih lagi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bahwasanya di surga nanti terdapat loh sungai bernama rajab. Yang mempunyai air dengan warna sangat putih lebih dari susu. Bahkan tak tanggung-tanggung, rasanya pun tidak kalah manis. Bahkan lebih manis dari yang namanya madu. Oleh sebab itu bagi siapapun umat muslim  yang berpuasa rajab. Maka akan diperkenankan minum dari air yang ada pada sungai dengan deskripsi luar biasa.

Amalan-amalan Pada Bulan Rajab

Selain puasa sunnah terdapat amalan lain yang tak kalah penting untuk dikerjakan selama bulan rajab. Sehingga kita dapat benar-benar memanfaatkan momen yang istimewa terus, sekaligus mengasah keterampilan agar lebih baik lagi kedepannya dengan membiasakan diri melaksanakan banyak amalan berikut.

a. Shalat Tahajud

Selama bulan rajab kita bisa lebih memperajin diri sendiri untuk giat shalat tahajud. Yang dilaksanakan pada dini hari disepertiga malam terakhir. Sebab selain memang bulan rajab memiliki momentum tersendiri. Nah shalat tahajudpun tidak kalah unggul dari hal kebermanfaatannya. Mengingat tidak semua orang sanggup melaksanakan shalat tahajud meskipun terdengarnya ringan. Untuk itu dahsyatnya shalat tahajud tidak perlu diragukan.

Ibarat sinyal mungkin disaat shalat tahajud itulah sinyalnya paling kenceng dan cepat untuk langsung sampai dan tersambung kepada Allah. Sehingga pada momen ini juga kita bisa memohon ampunan kepada Allah, sekaligus memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh.

b. Zikir

Amalan lain yang dapat dikerjakan ialah dengan berzikir membaca kalimat-kalimat yang mengingat kepada Allah, mulai dari takbir, tahmid maupun tasbih. Bahkan Rasulullah SAW bersabda jika kita membaca zikir sebanyak 100 kali di bulan rajab. Maka Allah SWT akan menaikkan derajat kita sekaligus mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuat.

c. Sedekah

Keutamaan Puasa Rajab

Tahukah kamu, ternyata sedekah adalah salah satu perbuatan yang dapat memperpanjang usia seseorang serta menolak bencana yang akan datang. Makanya sangat tidak heran jika di bulan rajab yang banyak keutamaan tersebut. Kita juga dianjurkan untuk turut bersedekah di bulan rajab. Dimana seperti yang pernah dibahas pada artikel perbedaan sedekah, infaq dan zakat. Dalam hal sedekah sendiri sifatnya lebih fleksibel dalam artian dapat dilaksanakan kapan saja dengan pemberian yang tidak melulu harus materi.

YUK SEDEKAH!

Demikianlah penjelasan mengenai keutamaan puasa rajab. Yuk mari sama-sama kita laksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang ada. Dengan penuh keikhlasan semata-mata hanya untuk Allah. Namun jangan lupa yang masih punya hutang puasa Ramadhan. Alangkah lebih baiknya diutamakan untuk melunaskan semua hutang-hutangnya. Sebab ajal tidak adanya tahu, jadi sebelum nafas berhembus. Laksanakan semua kewajiban sebagaimana mestinya. Dan hindariah segala perbuatan yang kurang baik.