7 Manfaat Silaturahmi dalam Pandangan Islam, Nomer 2 Terbaik!

7 Manfaat Silaturahmi dalam Pandangan Islam, Nomer 2 Terbaik!

Manfaat Silaturahmi dalam Pandangan Islam- Secara bahasa silaturahmi  terdiri dari kata Sillah (hubungan) dan rahim (kasih sayang), hubungan kasih sayang karena kekeluargaan. Sedangkan silaturahmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tali persahabatan dan persaudaraan. Dari pengetian tersebut dapat disimpulkan bahwa kata silaturahmi berarti tali persaudaraan.

Sejatinya manusia adalah makhluk sosial dalam artian manusia itu sendiri saling membutuhkan. Dengan bersilaturahmi dapat memudahkan kegiatan – kegiatan manusia itu sendiri. Terdapat banyak keberkahan dan manfaat dari silaturahmi.

Namun tak sedikit pula manusia yang memutus tali silaturahmi dengan kerabatnya hanya karena mementingkan ego atau kepentingan pribadi dan perkara ekonomi menjadi hal yang paling sering terjadi atas terputusnya tali silaturahmi dari seseorang. Melalui tulisan ini, memiliki harapan dapat memberikan pemahaman mengenai perintah, hukum dan hikmah silaturahmi.

 

Perintah dan Anjuran Silaturahmi

Banyak dalil yang memberikan anjuran untuk menjaga tali silaturahmi dan manfaat silaturahmi dalam pandangan Islam yang mana penting diketahui bagi Umat Islam guna menjaga silaturahmi menjadi bagian dari ketaqwaan kepada Allah SWT, berikut beberapa dalil tersebut:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (H.R. Bukhati & Muslim).

Rasulullah sangat menganjurkan untuk menjalankan dan menjaga hubungan silaturahmi, mau itu dari hubungan yang mulai renggang ataupun yang masih harmoni, pada hadits berikut terdapat pembahasan mengenai menjaga hubungan silaturahmi:

“Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (kerabat) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya.” (H.R. Bukhari)

Disisi lain, terdapat pula dalam Al – Qur’an Surah Al – Baqarah Ayat 83 mengenai anjuran berbudi baik kepada kerabat, sebagai berikut:

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak – anak yatim, dan orang – orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (Q.S Al – Baqarah : 83)

Terdapat kata “kerabat” dalam ayat tersebut bahkan diucapkan lebih dulu daripada “anak yatim” dan sebagaimana kita tahu bahwa memuliakan anak – anak yatim adalah sebuah amalan yang amat sangat menjanjikan pahalanya, ini menunjukkan betapa luar biasanya apabila selalu menjaga hubungan silaturahmi dan merupakan sebuah amalan yang besar pula.

Hukum Memutus Silaturahmi dalam Islam

Seluruh Umat Islam sudah sepatutnya mengetahui akan pentingnya menjaga silaturahmi terhadap sesama dan juga dengan cara mengetahui tentang memtuskan tali silaturahmi membuat seseorang akan takut untuk melanggarnya, berikut dalil yang memberitahukan tentang ancaman melepas tali persaudaraan atau silaturahmi:

“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] – berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat] – daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (H.R. Abu Daud & Tirmidzi).

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (H.R. Bukhari & Muslim)

Beberapa dalil tersebut sudah menjelaskan akan bahayanya ketika seseorang dalam keadaan sadar sedang melakukan perbuatan pemutusan tali persaudaraan atau silaturahmi padahal ancaman nya tidak main – main.

Yaitu tidak dapat memasuki atau menjadi penghalang seorang mukmin untuk bisa kekal dalam surga nanti. Seseorang yang belum memiliki waktu luang, keterbatasan biaya, halangan cuaca dan semacamnya tidak merupakan golongan orang yang memutus tali silaturahmi.

Namun golongan orang yang memutus tali silaturahmi apabila sama sekali tidak ingin dan mau kenal apalagi berhubungan atau berurusan dengan kerabat.

 

7 Manfaat Silaturahmi Dalam Pandangan Islam 

1. Melapangkan Rezeki

Silaturahmi salah satu manfaatnya  adalah karenanya rezeki terlapangkan. Rezeki seseorang ada kalanya mengalami kesulitan. Allah SWT begitu mudah memberikan rizki bagi hambanya, bahkan dari arah yang tak terduga-duga.

Rasulullah SAW bahkan menyampaikan pada haditsnya, bahwa salah satu manfaat silaturahmi dalam islam adalah lapangnya rezeki/rizki.

“Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (H.R Bukhari & Muslim)

Baca Juga: Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

2. Memperpanjang Umur

Manusia sering kali bersalah dan menjadi lupa, maka dari itu bertaubat atas dosa Dosa pada masa lampau memiliki kesempatan untuk bisa memperpanjang umur
setiap manusia itu sendiri.

3. Menghibur Kerabat

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS Ar – Rahmaan :60)

Manusia merupakan makhluk sosial, yang mana membutuhkan orang lain untuk dapat menjalani kehidupannya. Oleh karena itu bukan tidak mungkin saat seseorang sedang mengalami kesulitan, silaturahim yang terjalin antar kerabat dapat menjadi penghiburnya.

4. Sebagai Tanda Ketaatan Kepada Allah

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (H.R. Bukhari & Muslim)

Karena silaturahmi merupakan ajaran perintah langsung dari Allah SWT, bahkan Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang menyambung talisilaturahmi adalah orang yang beriman kepada hari akhir.

5. Menghilangkan Perselisihan

Perselisihan seringkali terjadi antar saudara maupun kerabat. Hal tersebut terjadi bisa karena perbedaan pilihan, prinsip atau bahkan masalah ekonomi. Namun, meskipun demikian Allah melarang untuk memutuskan hubungan tali silaturahmi.

Dan menjadi salah satu hikmah silaturahmi dalam islam, yaitu dapat menghilangkan perselisihan yang sedang terjadi. Salah satunya saling bertegur sapa, bukan tidak mungkin masalah akan terseleseikan dengan baik kareenanya.

6. Mendapatkan Rahmat

Allah Berfirman: “Aku adalah Maha pengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (H.R. Abu Dawud)

Amalan paling mudah agar mendapat rahmat dari Allah SWT adalah dengan cara menyambung tali silaturahmi.

7. Masuk Surga

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (H.R. Ibnu Majah) Suatu bentuk ikhtiar dan ketaatan kepada Allah SWT adalah dengan mengharapkan surga dari-Nya dengan cara menyambung tali silaturami.`

Itu tadi beberapa manfaat silaturahmi dalam pandangan islam, semoga dapat menambah islmu khasanah kita. Semoga bermanfaat sahabat!

Editor: Dompet Dhuafa Jogja

Yuk Sedekah!

Cara Mengamalkan Surat Al Waqiah Untuk Rezeki

Cara Mengamalkan Surat Al Waqiah Untuk Rezeki

Cara Mengamalkan Surat Al-Waqiah Untuk Rezeki – Surat Al Waqiah, yang merupakan bagian dari Al Quran, telah di percaya oleh umat Islam sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan rezeki dan menghindarkan dari kefakiran. Banyak hadits dan penjelasan dari para ulama yang menunjukkan bahwa membaca surah ini dapat membantu individu dalam memperoleh keberkahan dan kekayaan. Artikel ini akan membahas cara-cara mengamalkan Surah Al Waqiah untuk rezeki.

Amalan-amalan spiritual seperti membaca surah ini harus berlandaskan dengan kepercayaan dan ikhlas. Artinya, seseorang tanpa rasa percaya kepada Allah SWT maka tidak ada artinya. Amalan-amalan ini sebagai landasan manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Waktu terbaik untuk membaca surat Al-Waqiah masih menjadi topik debat di kalangan ulama. Tidak ada waktu ideal untuk beribadah, namun beberapa orang berpendapat bahwa kita bisa mengamalkan setelah sholat Subuh dan Asar. Dalam hadits juga menyebutkan bahwa membaca Al Waqiah setiap malam dapat membuat kita tidak jatuh miskin selamanya. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca surah Al-Waqiah setiap malam, dia tidak akan mengalami kefakiran.” (HR Baihaqi). Malam Jumat juga di anggap sebagai waktu istimewa karena Rasulullah saw sendiri pernah mengisyaratkan keutamaannya.

Selain membaca malam hari, beberapa ulama juga merekomendasikan membaca surah ini pada pagi dan sore hari. Abdillah Firmanzah Hasan dalam bukunya “15 Cara Nyata Memperoleh Rezeki Berlimpah” menyebutkan bahwa membaca surat ini pada waktu tersebut dapat mempermudah rezeki dan mendatangkan hajat individu.

Berikut beberapa langkah yang perlu di terapkan untuk mengamalkan surat Al Waqiah agar rezeki lancar:

Sebaiknya membaca Surat Al-Waqiah setelah sholat wajib atau sunnah. Menjadwalkan waktu setelah sholat untuk membaca surat ini dapat membantu meningkatkan rasa khusyu’ serta memastikan bahwa doa dan niat lebih kuat. Selain itu, membaca setelah sholat Tahajud sambil menunggu waktu subuh juga merupakan opsi yang baik.

Setiap kali membaca surat Al-Waqiah, pastikan untuk berniat dari hati dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berniat dengan hati yang tulus dan penuh keikhlasan agar amalan tidak sia-sia. Ingat, bahwa tanpa kepercayaan dan keikhlasan, semua amalan akan gagal.

Keyakinan adalah faktor penting dalam mengamalkan surat Al-Waqiah. Pastikan selalu percaya bahwa doa akan terkabulkan. Keyakinan ini akan membawa energi positif dan membuat kita lebih mudah menerima karunia-Nya.

Meski membaca surat Al-Waqiah telah menjadi bagian rutinitas, namun ingat bahwa usaha keras juga diperlukan. Pepatah yang terkenal “doa tanpa usaha itu bohong” sangat relevan dalam konteks ini. Usaha keras harus diimbangi dengan doa supaya hasilnya optimal.

Setelah selesai membaca surah ini, umat muslim sering kali membaca doa spesifik untuk meningkatkan efektivitas amalannya. Salah satunya adalah doa yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW sendiri:

“Allahumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fa shunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamar rohimin wa shollallohu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam”.

Artinya: “Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezekimu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaanmu yang berbudi buruk dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi”.

Membaca surah ini secara khusyuk dengan pemahaman yang sungguh-sungguh diyakini akan meningkatkan efektivitas amalan. Rasulullah SAW pernah bersabda tentang pentingnya membaca al-Qur’an dengan khusyu’, yaitu dengan hati yang tulus dan pikiran yang fokus.

Surat ini bukan hanya sekedar ayat-ayat teks biasa. Namun, merupakan salah satu sarana efektif untuk mendapatkan rezeki yang berlimpah bagi mereka yang rutin mengamalkannya. Dengan cara-cara seperti membacanya setelah sholat, berniat dengan hati tulus, selalu percaya doamu, melakukan usaha keras, dan menjadwalkan waktu istimewa seperti malam Jumat, pasti kita akan merasakan manfaatnya. Ingatlah juga untuk membaca doa setelahnya agar energi positif lebih kuat.

10 Nasehat Ali bin Abi Thalib Beserta Haditsnya

10 Nasehat Ali bin Abi Thalib Beserta Haditsnya

10 nasehat Ali bin Abi Thalib – Lahir tanggal 13 Rajab tahun 600 M di Makkah, Khalifah ke empat yang berkuasa merupakan sepupu, menantu sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW.

Generasi umat terbaik sahabat Nabi Muhammad SAW, orang – orang yang sangat beruntung karena paling mengetahui dalam memahami ajaran agama Islam serta memiliki tingkat kesalehan tertinggi (salahfusshaleh).
Sejak lahir Ali telah ikut Nabi Muhammad SAW karena pada saat itu Nabi Muhammad SAW belum memiliki keturunan seorang laki-laki. Rasulullah SAW lebih suka memanggil Ali dengan sebutan “Haydar” karena memiliki derajat tinggi di sisi Allah SWT.
Dengan kepribadian serta kemampuan sopan nan cerdas Rasulullah memberikan julukan kepada Ali dengan “ Ali bin Abu Thalib” artinya sebagai gerbang pengetahuan alam. Rasulullah bersabda : “ aku adalah kota ilmu, sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah pintunya.”

Selain itu Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kecerdasan Ali melebihi dari Nabi terdahulu jadi tidak ada pemuda sehebat secerdas Ali. Apabila ingin mengetahui ilmu Nabi Adam, kesalehan Nabi Nuh, pelayanan Nabi Isa, Kesetiaan Nabi Ibrahim maka lihat kecermelangan Ali.


Setelah Nabi Muhammad SAW meninggal, beliau diangkat sebagai khalifah atau pemimpin para umat islam setelah Abu Bajar Ash-Shiddiq, Umar bin Khttab, dan Utsman bin ‘Affan. Berdasarkan pandangan Sunni, Ali serta ketiga pendulunnya itu masuk kategori Khulafaour Rasidin.


Menurut kalangan Syiah Ali seharunya mewarisi kepemimpinan umat para Islam setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Karena berdasarkan penafsirannya dalam peristiwa Ghadir Khum menyebabkan kepemimpinan dari ke tiga khalifah sebelumnya tidak sah. Namun kalangan Syiah dan Sunni sepakat bahwa Ali bin Abu Thalin memiliki kepribadian saleh dan adil.


Ali merupakan seorang ayah yang memiliki sifat terpuji karena kelemahlembutan serta kesabaranya dalam mendidik Husain dan Hasan. Lalu Ali selalu memberikan nasihat serta hikmah kepada putranya agar memiliki nilai moral serta sebagai panduan hidup bagi mereka.

Dalam buku ciptaan Profesor Quraish Shihab dengan judul Anakku, Pelihara Rantai Emas Itu. Menjelaskan bahwa terdapat banyak sifat yang memawariskan kepada putra-putranya serta nasihat untuk putranya.

“Wahai Anakku, bahwa yang paling kusukai untuk engkau amalkan dari wasiatku ini, adalah bertakwa kepada Allah dan membatasi diri mengamalkan apa yang wajib atasmu, serta meneladani leluhurmu dan orang-orang yang saleh dari keluarga mu,”

Bertakwa kepada Allah merupakan perahu serta lentera dalam orang yang beriman. Dengan takwa dapat menuntun kita agar selamat di dunia maupun di akherat. Karena tanpa dengan adanya takwa di dalam hati manusia maka akan mudah tenggelam di dunia yang penuh intrik, dosa, tipuan sera hawa nafsu. Sehingga takwa adalah sebagai kompas dalam menutup kehidupan manusia.

Ahmad bin Muhammad as -Shawi dalam kitab Hasyiah al-Shawi ala ala Jalalain berkata:
يَا بُنَيَّ إِنَّ الدُّنْيَا بَحْرٌ عَمِيقٌ يَغْرَقُ فِيهِ نَاسٌ كَثِيرٌ، فَلْتَكُنْ سَفِينَتُكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى، وَحَشْوُهَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ تَعَالَى، وَشِرَاعُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ لَعَلَّكَ تَنْجُو

Artinya: “Wahai anakku sesungguhnya dunia adalah lautan yang sangat dalam. Banyak manusia terjebak dan tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah iman sebagai sampan, takwa kepada Allah sebagai layar agar engkau tak tenggelam dalam gemerlap lautan dunia ini.

Sebelum Abi bin Abu Thalib meninggal beliau senantiasa meminjamkan uangnya kepada membutuhkan apabila mereka datang untuk berhutang . Ali berkata:

“Wahai anakku, gunakanlah kesempatan mengutangi siapa beri utang pada saat engkau mampu, agar dia dapat mengembalikan utangnya saat krisis menimpamu. Ketahuilah di hadapanmu terdapat jalan penuh pendakian dan kesulitan, siapa yang ringan bebannya ketika itu lebih baik keadaannya daripada yang berat, yang lambat jalannya lebih buruk dari yang cepat,”.

Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:

مَنْ مَشٰی فِی حَاجَۃِ اَخِيْهِ الْمُسْلِمِ كَتَبَ اﷲ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَۃٍ سَبْعِينَ خَسَنَۃ وَكَفَرَ عَنْهْ سَبْعيْنَ سَيِّاءۃ

Artinya; “Siapa saja yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya seorang muslim maka setiap satu langkah akan membalaskannya dengan tujuh puluh kebaikan dan menjauhkannya dari tujuh puluh keburukan.”

Karena dalam hidup kita timpa suatu kemalangan atau musibah maka sebaiknya kita tidak boleh berputus asa serta berperangsaka buruk pada Allah. Karena Allah memiliki rencaana baik dibalik semua itu.
“Jangan sekali-kali engkau berputus asa terdorong oleh kelambatan pengabulan-Nya, karena anugerah sesuai dengan niat pemohonnya. Boleh jadi pengabulannya tertunda agar itu menjadikan ganjaran lebih agung bagi pemohon dan anugerah lebih besar buat si pengharap,”

Allah telah melarang untuk memakan harta haram, hal tersebut telah tertuang dalam Al-Quran serta hadist Nabi Muhammad SAW yang antara lainnya adalah dalam surat Al-Baqarah:
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Dan janganlah kamu memakan harta kamu di antara kamu dengan cara batil dan (dengan) membawanya kepada hakim dengan maksud supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan dosa (yang nyata).” (QS. Al-Baqarah: 188)

5. Jika ada perkataan yang keluar dari hati, maka itu akan berpengaruh dalam hati, namun apabila itu keluar dari lidah, maka itu hanya mencapai telinga saja, tak akan sampai hati.

6. Barang siapa sudah kehilangan keutamaan dari sebuah kejujuran dalam berbicara, maka ia telah kehilangan akhlaknya.

7. Memuji seseorang melebihi dari apa seharusnya berhak di terima maka sama saja dengan “ menjilat”. Namun apabila melalaikan pujian bagi seseorang yang berhak untuk menerimanya merupakan suatu kebodohan.

8. Barang siapa yang memandang dirinya buruk maka ia adalah orang baik. Dan barang siapa yang memandang dirinya baik, maka dia merupakan orang buruk.

9. Jikalau kamu ingin memuji seseorang maka hormatilah orang tersebut. Apabila dia memiliki sebuah karakter baik maka dia akan lebih menghormati kamu. Namun apabila dia adalah seseorang yang memiliki karakter buruk maka dia akan merasa dirinya lebih baik dibandingkan siapa saja yang ada di dedapnnya.

10. Jallinlah hubungan dengan orang yang sudah melupakanmu, maafkanlah dan jangan berhenti untuk mendoakan terbaik untuk orang yang telah kamu cintai.

Itulah pembahasan mengenai 10 nasehat Ali bin Abi Thalib, Seseorang yang memiliki ketakwaan serta ketangguhan luarbiasa dalam mencari ridho Allah, dengan ini kita banyak belajar semoga kita dapat termotivasi untuk selalu beriman serta bertakwa kepada Allah.

5 Kisah Teladan Rasulullah yang Jarang Diketahui

5 Kisah Teladan Rasulullah yang Jarang Diketahui

5 Kisah teladan Rasulullah –  Sosoknya begitu istimewa  dengan sifat serta perilaku terpujinya yang selalu mengajarkan kebaikan dalam menyebarkan agama Islam, memiliki gelar ulu azmi mengartikan bahwa beliau memilki sifat keteguhan hati tinggi meski menerima terpaan berbagai rintangan dalam menyampaikan ajaran Islam.

Rasulullah SAW lahir di Mekkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (570 M), mendapatkan wahyu pertama kali pada usia menjelang 41 tahun tepatnya pada malam ke-17  bulan ramadan ( 6 Agustus 610 M).

Menjadi inspirator serta panutan bagi seluruh umat muslim akan kisah teladan Rasulullah selama mensyiarkan agama Islam, banyak kisah, kebaikan, nilai kehidupan dan kisah tauladan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari -hari.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap ( rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiatamat dan dia banyak menyebut Allah.

Di utusnya Nabi Muhammad menjadi Rasul  dan  pemimpin untuk umat Islam oleh Allah SWT, dengan segala keistimewaanya Nabi Muhammad dapat menuntun para umatnya menuju jalan yang Allah SWT berkahi. Dengan kebaikan yang selalu di iringi dengan  akhlak mulia itu menjadi suri tauladan bagi seluruh umat.

Nabi Muhammad SAW memiliki  sifat – sifat  baik dan patut kita teladani, memiliki sifat  sidik, amanah, fathonah, dan tabligh. Sidik memiliki arti jujur, amanah yaitu seseorang yang dapat di percaya, fathonah mengartikan seseorang yang cerdas  atau pandai, dan tablig berarti menyampaikan.

Keramah tamahan serta kesabaran Nabi Muhammad ketika membantu seorang pengemis yang mengalami kebutaan. Beliau setiap pagi senantiasa menghampiri pengemis buta tersebut untuk memberi serta menyuapinya. Tanpa pengemis ketahui siapa yang menyuapinya, dia selalu bercerita bahwa ia sangat membenci Nabi Muhammad SAW pada saat berdakwah, mendengar nama Muhammad pun dia sangat benci.

Meski demikian Nabi Muhammad SAW tidak perdulikan perkataan pengemis tersebut, memilih untuk diam dan tetap menyuapinya setiap harinya. Suatu ketika Nabi Muhammad wafat kemudian sahabat Rasul pun menggantikannya dan memberitahu pengemis tersebut bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Nabi Muhammad, dan kemudian pengemis tersebut menangis karena dia baru menyadari bahwa seseorang yang selalu dia maki – maki adalah seseorang yang selalu menyuapinya.

Zaid bin Haritsah merupakan seorang hamba sahaya masuk Islam paling awal dari kalangan yang sebelumnya menjadi budak Nabi Muhammad SAW.

Setelah menikah dengan Khadijah beliau mendapat hadiah seorang budak bernama Zaid,  Beliau bebaskan dari perbudakan kemudian mengangkat Zaid sebagai anak. Beliau sangat menyayangi Zaid lantaran memiliki sifat yang baik, dia memiliki loyalitas, iffah hati, lidah, tangannya serta kebesaran jiwanya.

Suatu ketika datanglah seorang laki – laki yaitu ayah kandung Zaid, dengan perasaan haru bahagia sang ayah mengajak zaid untuk hidup bersamanya, namun zaid menolaknya dan berkata  “ Aku tak akan pergi, aku lebih mencintaimu Yaa Rasul daripada Ibu dan Ayah kandungku sendiri”.


Kebaikan serta ketulusan Nabi Muhammad dalam memerdekakan seorang budak patut kita contoh dalam kehidupan sehari – hari. Hadist Riwayat Muslim, “ Barang siapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika di dunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusaannya didunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, Niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya”

Suatu ketika Rasulullah pergi kepasar untuk membeli kebutuhan rumah tangga dan bahan makanan. Sesampaianya di pasar beliau melihat seorang budak menangis,kemudian Rasulullah pun bertanya kepadanya“ kenapa kamu menangis?”, budak tersebut menjawab “ aku menangis karena uang yang dititipkan oleh majikanku untuk berbelanja telah hilang” lantas diberikanlah uang sebesar jumlah uang yang hilang yaitu delapan dirham kepada budak tersebut agar dapat dipergunakan untuk membeli kebutuhan yang sudah diamanahkan kepada nya.

Namun setelah menerima uang delapan dirham, ternyata budak tersebut tetap menangis. Merujuk pada buku Samudra Keteladanan Rasulullah (Nurul H Maarif, 2017)  Nabi Muhammad SAW bertanya “ Apa gerangan yang terjadi kepadamu? Bukan kah uang majikanmu yang hilang telah kembali?” budak menjawab “ saya takut dimarahi majikan saya, karena ini sudah terlalu lama dan sudah terlambat”. Lantas Rasulullah mengantarkan budak tersebut pulang. Melihat kebaikan Rasulullah sang majikan merasa terketuk pintu hatinya  kemudian majikann tersebut tidak jadi memarahi serta mencambuk budaknya. Tak hanya itu, majikan pun memutuskan untuk masuk Islam menjadi pengikut Rasulullah.

Perilaku tegas disertai dengan kelembutannya membuat para umatnya merasa nyaman bersamanya. Bahkan beliau tak pernah bersikap kasar bahkan berkata kasar kepada seseorang yang menghinanya.

Suatu ketika  telah terjadi perang Hunain, Nabi Muhamad bersama pasukannya telah menang  melawan suku Hawazin dan Quraisy. Kemudian beliau bersama pasukanya memenangkan perperangan tersebut dan didapatkanlah harta rampasan perang.

Ketika Rasulullah membagikan harta rampasan perang tersebut kepada  orang – orang, salah satu penerima bernama Abbas yaitu seorang penyair kemudian membacakan sebuah syair puisi yang menyindir Rasulullah.

Rasulullah SAW berkata ‘ Bawa orang itu pergi dari sini dan potong saja lidahnya“. Seketika Ali marah kepada Abbas yang hampir memotong lidah nya mengkuti perintah Rasulullah. Alli menyeret Abbas ke lapangan yang menjadi tempat hewan ternak rampasan di kumpulkan .

Ali berkata, “ Ambilah sebanyak yang kau mau”, Abbas bingung dan bertanya “ Apa?, beginikah cara Nabi memotong lidahku?. Demi Allah, aku tak akan mengambil sedikitpun harga ini( ucap Abbas sambil menahan malu).”

Pada waktu sholat sahabat  mendengar sesuatu gesekan dari Rasulullah, sahabat bertanya “ Wahai Rasulullah , apakah engkau sedang sakit?”. Kemudian beliau menjawab “ Tidak, saya tidak sakit”.

Sahabat Rasul pun kurang yakin akan jawab Muhammad karena dia yakin mendengar seseuatu dari Muhammad ketika sholat, sahabat bertanya “ Sungguh tadi ketika kami sedang sholat mendengar sesuatu darimu wahai Rasulullah”. Beliau menjawab” gesekan yang kalian dengar adalah gesekan dari batu yang saya gunakan untuk menahan lapar”. Kemudian Rasulullah tunjukkan perutnya bahwa terdapat banyak batu yang digunakan untuk mengganjal perutnya.

Kenapa tidak bilang? kami punya makanan, Engkau minta akan kami beli” Nabi Muammad berujar bahwa dia tidak ingin membebani umatnya. Lantas para sahabat tertegun mendengar itu bahwa Rasulullah mengutamakan kebagaiaan umatnya terlebih dahulu daripada kebahagiaan dirinya.

Demikian 5 kisah teladan Rasululah yang patut kita contoh untuk menjadi kunci sukses dalam menjalani kehidupan. Mari rangkai kehidupan dengan menerapkan perilaku dan budipekerti  Rasulullah dalam berjuang di jalan Allah.

10 Mukjizat Nabi Muhammad SAW sebagai Bukti Kekuasaan Allah SWT

10 Mukjizat Nabi Muhammad SAW sebagai Bukti Kekuasaan Allah SWT

Mukjizat Nabi Muhammad SAW –  Sebagai rasul terakhir yang diutus Allah SWT kepada umat manusia, dengan dianugerahi berbagai mukjizat yang luar biasa. Mukjizat diterima  Nabi Muhammad SAW memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan para nabi sebelumnya, yaitu sebuah mukjizat yang bersifat abadi serta sangat penting bagi kehidupan para umat muslim.

Mukjizat diberikan oleh Allah kepada Rasulullah bertujuan untuk menguatkan sebuah kebenaran risalah yang akan dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam menyelamatkan umat muslim dari ajaran kesesatan. Keagungan akhlak serta kemuliaan beliau telah diakui oleh Allah SWT, menganjurkan umatnya untuk selalu bersolawat kepada beliau. Lantas berapa banyak mukjizat Nabi Muhammad itu?, mari simak penjelasan dibawah ini:

Al-Quran merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad yang telah diberikan Allah kepadanya. Mukjizat ini menjadi anugerah luar biasa dialami oleh Rasulullah sebagai tanda kenabiannya.

Banyak sumber  menyebutkan bahwa Al-Quran adalah bentuk kata sifat dari al-qar’u, yang bermakna kumpulan. Istilah ini kemudian digunakan untuk merujuk kepada kitab suci berisikan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Al-Quran terdiri dari sekumpulan surah dan ayat, serta memuat berbagai kisah, perintah, maupun larangan. Ia juga menyempurnakan kitab-kitab suci sebelumnya, menjadikannya sebagai petunjuk atau pedoman hidup baik di dunia maupun akhirat bagi seluruh umat manusia.

Selain itu, fakta ilmiah dan pengetahuan yang terkandung dalam beberapa ayatnya menjadi bukti bahwa Al-Quran merupakan kitab yang berasal dari Sang Pencipta alam semesta.

Isra dan Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW, di mana beliau melakukan perjalanan ke langit ketujuh dalam satu malam. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah Islam. Dari peristiwa Miraj inilah kemudian muncul kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١

Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Isra dan Mi’raj secara umum terbagi menjadi dua peristiwa, yaitu Isra dan Mi’raj. Isra merujuk pada perjalanan malam hari yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalem/Madinah). Sedangkan Mi’raj berarti kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Peristiwa pembelahan dada Nabi Muhammad SAW terjadi ketika beliau berusia 4 tahun atau lebih. Setelah kejadian tersebut, Halimah dan suaminya  khawatir apabila peristiwa serupa terulang kembali. Oleh karena itu, ketika Nabi Muhammad SAW berusia lebih dari 4 tahun, beliau dikembalikan kepada ibunya di Makkah.

Menurut buku yang ditulis oleh Abdurrahman bin Abdul Karim berjudul Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW, tujuan dari pembelahan dada ini adalah untuk menyucikan hati Nabi Muhammad SAW. Sejarah mencatat bahwa kehidupan Rasulullah SAW selalu bersih, memiliki akhlak mulia, dan disenangi banyak orang. Ketika masih anak-anak, malaikat Jibril membelah dada beliau, mengeluarkan bagian hati yang menjadi sasaran setan, sehingga beliau hidup dengan hati yang suci dan murni.

Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang kedua terjadi saat beliau berusia 10 tahun, dengan tujuan mempersiapkan beliau sebagai manusia yang sempurna dan teladan bagi seluruh umat manusia.

Sejak dalam kandungan, Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan tanda-tanda kenabian. Ibunya, Siti Aminah, bermimpi melihat cahaya yang memancar dari perutnya, yang menjadi pertanda bahwa beliau akan menjadi pemimpin umat manusia.

Nabi Muhammad SAW selalu mendapat perlindungan dari para malaikat yang melindunginya dari terik matahari dengan awan-awan yang menaunginya, ke mana pun beliau pergi.

Atas permintaan kaum Quraisy, Rasulullah SAW menunjukkan mukjizat dengan membelah bulan menjadi dua bagian, sebuah peristiwa yang disaksikan oleh banyak orang di Mekah.

Ketika para sahabat hampir kehabisan air, Rasulullah SAW meminta air yang tersisa, kemudian memasukkan tangannya ke dalam kantung air tersebut. Ajaibnya, air memancar dari sela-sela jari beliau, cukup untuk minum dan berwudhu.

Dengan doanya, Rasulullah SAW membuat pohon kurma yang awalnya kering menjadi berbuah lebat, yang kemudian digunakan oleh seorang anak yatim untuk melunasi hutang orang tuanya.

Saat Madinah mengalami kemarau panjang, Rasulullah SAW berdoa memohon hujan. Tak lama setelah itu, awan mendung muncul dan hujan pun turun di sekitar Madinah, meskipun sebelumnya langit tampak cerah.

Ali bin Abi Thalib pernah mengalami sakit mata yang parah. Nabi Muhammad SAW meniup matanya sambil berdoa kepada Allah SWT, dan dengan izin Allah, penyakit Ali pun sembuh.

Wallahu a’lam bishawab

Sahabat itulah 10 mukjizat Nabi Muhammad, bukti nyata kekuasaan Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai penguat atas risalah yang beliau bawa untuk umat manusia sepanjang masa. Semoga dengan ini senantiasa mengingatkan kita untuk selalu beriman agar mendapat syafaat serta lebih dekat dengan-Nya.

Dompet Dhuafa Lepas 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Bencana di Sumatra

Dompet Dhuafa Lepas 60 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Bencana di Sumatra

5 Desember 2025 — Dompet Dhuafa secara resmi melepas bantuan kemanusiaan lanjutan seberat 60 ton untuk para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut terdiri atas 37,85 ton beras, 10,8 ton minyak goreng, 4,5 ton gula pasir, serta 6,5 ton tepung terigu yang akan segera dikirimkan ke daerah terdampak.

Kolaborasi Kemanusiaan Bersama Mitra dan Donatur

Pelepasan bantuan dilaksanakan di Area Pergudangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi kemanusiaan antara Dompet Dhuafa, mitra kolaborasi, serta masyarakat luas yang telah mengamanahkan donasinya melalui Dompet Dhuafa.

Distribusi Bantuan ke Wilayah Terdampak

Bantuan logistik tersebut diperkirakan tiba di Pelabuhan Belawan dalam waktu tiga hingga empat hari. Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tim Kemanusiaan Bergerak Sejak Fase Awal Bencana

Sejak hari pertama terjadinya bencana, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama kantor cabang regional Sumatra telah berada di lokasi dan melakukan berbagai upaya penanganan darurat. Hingga saat ini, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa masih terus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses untuk memastikan bantuan tersalurkan secara merata.

Respons Cepat untuk Penyintas Bencana

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra telah menyebabkan ribuan warga mengungsi, kehilangan tempat tinggal, serta mengalami luka fisik dan trauma psikologis. Hingga 4 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 34.078 penerima manfaat di tiga provinsi terdampak.

Bantuan yang disalurkan meliputi evakuasi korban, distribusi logistik pangan, layanan dapur umum, pos hangat, layanan kesehatan, fasilitas WiFi, serta dukungan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak.

Pernyataan Ketua Pengurus Dompet Dhuafa

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra serta donatur atas kepercayaan yang telah diberikan.
 “Terima kasih kepada seluruh mitra dan donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui Dompet Dhuafa. Semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Apresiasi dari Ketua Komisi VII DPR RI

Pelepasan bantuan kemanusiaan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag, M.Hum, M.A. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi langkah Dompet Dhuafa dalam merespons bencana serta berharap aksi kemanusiaan ini dapat menginspirasi lembaga-lembaga lain untuk turut berkontribusi.

Komitmen Dompet Dhuafa dalam Fase Pemulihan

Penyerahan bantuan secara simbolis disaksikan oleh perwakilan mitra kebaikan dan donatur, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan armada pengangkut 60 ton logistik kemanusiaan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas dan mendukung proses pemulihan pascabencana.

Selain penyaluran logistik, Dompet Dhuafa terus mengerahkan relawan, tenaga medis, serta tim tanggap darurat yang bekerja sejak fase darurat hingga masa pemulihan.

Dompet Dhuafa menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, dan masyarakat yang terus mendukung program-program kemanusiaan. Sinergi ini menjadi wujud nyata solidaritas sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra.

Apa Penyebab Rezeki Susah Datang? Ini Penjelasan Islam dan Ulama

Apa Penyebab Rezeki Susah Datang? Ini Penjelasan Islam dan Ulama

Ada masa dalam kehidupan ketika upaya telah dijalani dengan sungguh-sungguh, namun hasil yang diharapkan belum juga tampak. Pada fase seperti ini, kegelisahan sering hadir bukan sebagai bentuk keluhan, melainkan sebagai pertanyaan batin yang wajar: mengapa rezeki terasa berjalan pelan? Islam memandang pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan manusia dalam memahami makna hidup, bukan semata soal keberhasilan atau kegagalan usaha.

Dalam ajaran Islam, rezeki tidak dibatasi pada materi. Ia hadir dalam banyak bentuk: kesehatan yang terjaga, ketenteraman hati, hubungan yang menguatkan, serta kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh. Karena itu, ketika rezeki terasa sempit, para ulama mengajak umat untuk membaca keadaan dengan kejernihan, bukan dengan prasangka.

Rezeki dan Waktu yang Telah Diukur

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluk. Namun, para mufasir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jaminan tersebut berjalan sesuai hikmah dan waktu yang telah ditetapkan. Tidak semua rezeki hadir dengan segera, karena waktu sering kali menjadi bagian dari pendidikan rohani.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan meninggal sebelum rezekinya disempurnakan.”
 (HR. Abu Nu‘aim dan Al-Hakim)

Hadis ini memberi ketenangan bahwa keterlambatan bukanlah tanda penolakan, melainkan bagian dari pengaturan Ilahi yang tidak selalu bisa dijangkau oleh logika manusia.

Syukur dan Cara Pandang terhadap Nikmat

Dalam Al-Qur’an, syukur dikaitkan langsung dengan bertambahnya nikmat. Al-Qurthubi menjelaskan bahwa syukur menjaga nikmat agar tetap hidup dalam kesadaran manusia. Ketika rasa syukur melemah, nikmat yang ada sering kali terasa kurang, bukan karena berkurang, tetapi karena kehilangan makna.

Rasulullah ﷺ menggambarkan kondisi batin seorang mukmin dengan ungkapan yang menenangkan:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan baginya.”
 (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa sikap batin sangat memengaruhi bagaimana seseorang memaknai keadaan hidup, termasuk saat rezeki belum lapang.

Ibadah sebagai Ruang Kembali

Fakhruddin Ar-Razi memandang ibadah, terutama shalat, sebagai jembatan antara kesibukan dunia dan ketenteraman jiwa. Rasulullah ﷺ sendiri menjadikan shalat sebagai tempat kembali ketika beban kehidupan terasa berat. Beliau bersabda kepada Bilal:

“Wahai Bilal, tegakkanlah shalat, dan tenangkanlah kami dengannya.”
 (HR. Abu Dawud)

Dalam ketenangan ibadah, manusia sering kali menemukan kejernihan untuk melihat persoalan hidup secara lebih proporsional.

Antara Ikhtiar dan Penyerahan

Islam tidak memisahkan usaha dari ketenangan batin. Dalam sebuah hadis yang kerap dikutip, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.”
 (HR. Tirmidzi)

Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa burung tetap keluar dari sarangnya setiap pagi. Hadis ini memberi gambaran tentang keseimbangan: bergerak tanpa kehilangan rasa percaya.

Relasi Sosial dan Keberkahan Hidup

Hubungan antarmanusia juga menjadi bagian dari lanskap rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa kelapangan tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk bertambahnya harta, tetapi dalam kemudahan hidup dan keberkahan yang dirasakan.

Kesabaran dalam Menunggu Jawaban

Dalam Islam, doa tidak selalu dijawab dengan kecepatan, tetapi dengan ketepatan. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

“Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa.”
 (HR. Muslim)

Kesabaran, dalam konteks ini, bukan sikap pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menjaga kepercayaan ketika proses belum selesai.

Ketika rezeki terasa lambat, Islam tidak mengajak manusia untuk larut dalam kegelisahan, melainkan untuk membaca ulang makna hidup dengan lebih dalam. Fase keterbatasan bisa menjadi ruang perenungan, tempat menata ulang niat, serta kesempatan memperhalus hubungan dengan Allah dan sesama.

Dengan cara pandang ini, rezeki tidak lagi dipahami sekadar sebagai sesuatu yang ditunggu, tetapi sebagai perjalanan yang membentuk ketenangan, kedewasaan, dan rasa cukup di sepanjang kehidupan.

Rezeki Seret dalam Islam: Isyarat, Dalil, dan Cara Membacanya dengan Bijak

Rezeki Seret dalam Islam: Isyarat, Dalil, dan Cara Membacanya dengan Bijak

Ada masa dalam kehidupan ketika penghasilan tetap mengalir, tetapi manfaatnya terasa cepat berkurang. Kebutuhan terpenuhi, namun rasa cukup seolah menjauh. Hati mudah gelisah, pengeluaran terasa membesar, dan urusan berjalan lebih berat dari biasanya. Dalam keseharian, kondisi ini kerap disebut sebagai rezeki seret, yakni fase ketika keberkahan terasa menipis meski sumber rezeki masih ada.

Islam memandang keadaan tersebut bukan semata persoalan angka dan hitungan ekonomi. Rezeki, dalam ajaran Islam, memiliki makna yang lebih luas: mencakup ketenangan batin, kesehatan, kemudahan urusan, serta hubungan yang baik dengan sesama. Karena itu, saat kehidupan terasa sempit, para ulama mengajak manusia membacanya sebagai isyarat yang perlu direnungkan dengan jernih.

Rezeki dalam Ketetapan dan Hikmah Allah

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Namun jaminan itu berjalan sesuai hikmah dan waktu yang telah ditetapkan. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebagian keterbatasan hidup berfungsi sebagai ujian sekaligus pendidikan jiwa, agar manusia tidak sepenuhnya bergantung pada sebab-sebab lahiriah.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan meninggal sebelum rezekinya disempurnakan. Hadis ini memberi ketenangan bahwa fase kesempitan bukanlah tanda tertutupnya karunia Allah, melainkan bagian dari pengaturan-Nya yang kerap melampaui perhitungan manusia.

Ketika Keberkahan Terasa Menyusut

Para ulama klasik banyak menekankan pentingnya keberkahan. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa harta yang kehilangan keberkahan cenderung terasa tidak mencukupi, meskipun secara nominal masih ada. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa merasa lelah dan sempit tanpa sebab yang jelas.

Al-Qur’an mengaitkan syukur dengan bertambahnya nikmat. Ketika kesadaran syukur melemah, nikmat yang ada sering kali kehilangan maknanya. Bukan karena Allah mencabut karunia, melainkan karena hati tidak lagi mampu merasakannya.

Kegelisahan Batin sebagai Sinyal Kehidupan

Imam Al-Ghazali memandang ketenangan hati sebagai bagian dari rezeki yang paling halus. Saat hati mudah gelisah, hal itu sering menjadi tanda bahwa keseimbangan batin sedang terganggu. Rasulullah ﷺ menggambarkan keadaan seorang mukmin dengan ungkapan bahwa seluruh urusannya mengandung kebaikanbaik saat lapang maupun sempit.

Kegelisahan yang menyertai fase sulit sering kali bukan sekadar tekanan hidup, melainkan ajakan untuk kembali menata hubungan dengan Allah.

Urusan yang Terasa Berbelit

Fakhruddin Ar-Razi menafsirkan kemudahan sebagai bagian dari rezeki yang kerap luput disadari. Ketika berbagai urusan terasa rumit dan berjalan lambat, Islam tidak mengajarkan untuk tergesa-gesa menyalahkan keadaan, melainkan mendorong sikap sabar dan kehati-hatian dalam menilai diri.

Kesulitan semacam ini sering berfungsi sebagai jeda, tempat manusia memperlambat langkah dan menata ulang arah hidupnya.

Relasi Sosial dan Dampaknya pada Kehidupan

Islam menempatkan hubungan antar manusia sebagai bagian dari lanskap rezeki. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya hendaklah menjaga silaturahmi. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa kelapangan tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk materi, tetapi juga kemudahan hidup, kesehatan, dan rasa aman.

Ketika hubungan sosial merenggang, kehidupan kerap terasa semakin berat, meski kebutuhan dasar masih terpenuhi.

Ibadah sebagai Ruang Pemulihan Makna

Ibnul Qayyim menegaskan bahwa ibadah yang kehilangan kehadiran hati berpotensi mengeringkan makna hidup. Dalam fase kesempitan, ibadah kadang dijalankan sebagai rutinitas. Padahal Rasulullah ﷺ menjadikan shalat sebagai tempat kembali saat beban hidup terasa menekan.

Dalam ibadah yang hidup, manusia menemukan ketenangan yang tidak bisa digantikan oleh kelapangan materi.

Membaca Fase Sulit dengan Kejernihan

Islam tidak memandang rezeki seret sebagai kegagalan mutlak. Ia bisa menjadi ruang refleksi, tempat niat diperhalus dan orientasi hidup diperbaiki. Rasulullah ﷺ mengingatkan agar manusia tidak tergesa-gesa dalam menanti jawaban Allah, sebab setiap doa memiliki waktunya sendiri.

Kesabaran, dalam konteks ini, bukan sikap pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menjaga kepercayaan di tengah proses yang belum selesai.

Ketika kehidupan terasa sempit dan keberkahan seolah menjauh, Islam mengajak manusia untuk tidak hanya menghitung apa yang berkurang, tetapi juga memahami apa yang sedang dibentuk. Bisa jadi, di balik fase rezeki seret, Allah sedang meluaskan cara pandang, memperhalus hati, dan menata ulang arah kehidupan.

Dengan sudut pandang semacam ini, rezeki tidak lagi diukur semata dari apa yang dimiliki, tetapi dari ketenangan, makna, dan keberkahan yang menyertai setiap langkah hidup.

Dosa Besar dalam Islam: Dalil, Hadis, dan Cara Bertaubat dengan Bijak

Dosa Besar dalam Islam: Dalil, Hadis, dan Cara Bertaubat dengan Bijak

Kesadaran akan dosa menjadi cermin bagi hati dan perilaku seorang Muslim. Beberapa perbuatan membawa konsekuensi serius di dunia maupun akhirat, yang dikenal sebagai dosa besar dalam Islam. Memahami hal ini membantu manusia menata hidup agar lebih tenteram, selamat dari murka Allah, dan dipenuhi berkah.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
 (QS. An-Nisa: 48)

Ayat ini menegaskan bahwa syirik adalah dosa paling berat yang tidak bisa diampuni jika seseorang meninggal dalam keadaan tidak bertaubat.

Contoh Dosa Besar dalam Islam

1. Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik merupakan dosa paling serius dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah Allah mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.”
 (HR. Muslim)

Mazhab Syafi’i dan Hanbali membagi syirik menjadi:

  • Syirik akbar: menyekutukan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, atau asma’ wa sifat-Nya.
  • Syirik asghar: riya’ dalam ibadah, yaitu melakukan ibadah untuk dipuji manusia, bukan Allah.

2. Membunuh dengan Sengaja

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka, kekal di dalamnya.”
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Mazhab Hanafi menegaskan bahwa membunuh orang yang tidak bersalah termasuk dosa besar yang menimbulkan hudud atau qisas.

3. Zina dan Perbuatan Keji

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
 (QS. Al-Isra: 32)

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menekankan bahwa zina merusak moral pribadi, keluarga, dan masyarakat, serta menghapus keberkahan hidup.

4. Mengabaikan Shalat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perbedaan antara orang mukmin dan orang kafir adalah meninggalkan shalat.”
 (HR. Muslim)

Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk dosa besar yang sangat berbahaya bagi keimanan.

5. Memakan Riba

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan, di antaranya riba.”
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Riba merusak keadilan sosial dan keseimbangan ekonomi. Mazhab Maliki juga menekankan bahwa riba menimbulkan dosa besar dan merugikan masyarakat.

6. Menolak atau Meremehkan Risalah Allah

Mazhab Maliki menegaskan bahwa meremehkan Al-Qur’an dan sunnah menghalangi hamba dari hidayah dan keberkahan hidup.

Dosa Besar yang Tidak Bisa Diampuni

Sahabat, dari semua dosa besar, syirik adalah yang paling serius dan tidak bisa diampuni jika seseorang meninggal dalam keadaan tidak bertaubat. Dosa lainnya tetap bisa dihapus melalui taubat nasuha, amal saleh, dan permohonan ampun sebelum ajal menjemput.

Cara Bertaubat dari Dosa Besar

Islam memberikan langkah praktis agar hamba dapat kembali kepada Allah:

  1. Mengakui kesalahan dan menyesali perbuatan.
  2. Bertekad untuk tidak mengulanginya.
  3. Memohon ampunan kepada Allah dengan doa tulus.
  4. Jika terkait hak manusia, menebus kerugian atau meminta maaf.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap anak Adam melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”
 (HR. Tirmidzi)

Mazhab Hanbali menekankan bahwa taubat harus disertai amal nyata, terutama jika dosa terkait hak orang lain, agar dosa benar-benar dihapus dan hati kembali tenang.

Memahami dosa besar dalam Islam mengingatkan kita bahwa hidup ini penuh pilihan. Dosa besar bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi penghalang kedekatan dengan Allah SWT. Sahabat, melalui kesadaran, taubat, dan perbaikan akhlak, setiap Muslim dapat menata hidup agar lebih damai, penuh keberkahan, dan bermakna. Bahkan, kesadaran akan dosa mengajarkan kita untuk menjaga diri, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan memperkuat ikatan ukhuwah.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Berangkatkan Tim Respon Bencana ke Sumatera

Dompet Dhuafa Yogyakarta Berangkatkan Tim Respon Bencana ke Sumatera


Yogyakarta, [14/12/25] — Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta memberangkatkan Tim Respon Bencana menuju wilayah terdampak bencana hidrometrologi di Sumatera sebagai bentuk komitmen dalam merespons cepat situasi kedaruratan kemanusiaan. Pemberangkatan tim ini dilakukan setelah adanya laporan dampak bencana yang menyebabkan gangguan pada kehidupan dan kebutuhan dasar masyarakat setempat.
Tim yang diberangkatkan terdiri atas 5 orang. Mereka adalah personel berpengalaman dalam penanganan kebencanaan, dengan membawa mandat utama untuk melakukan mendukung pemenuhan kebutuhan darurat, serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lokal di lokasi bencana. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan korban.

Persiapan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk penyintas bencana bajir di Sumatera & Aceh oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta

Muhammad Zahron selaku pmpinan Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta menyampaikan bahwa pengiriman tim respon bencana ini merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan lembaga dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. “Dompet Dhuafa hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan sejak fase darurat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan awal pascabencana,” ujarnya.

Selain fokus pada respon darurat, Dompet Dhuafa juga membuka peluang dukungan dari masyarakat luas untuk bersama-sama membantu para penyintas. Dukungan tersebut akan disalurkan dalam bentuk bantuan kemanusiaan sesuai hasil asesmen di lapangan.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan tim relawan serta para penyintas bencana, agar proses penanganan dapat berjalan dengan lancar dan kondisi masyarakat segera pulih.

Inilah 10 Pintu Rezeki dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Ulama

Inilah 10 Pintu Rezeki dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Ulama

Dalam khazanah ajaran Islam, rezeki tidak dimaknai semata sebagai harta atau penghasilan. Ia mencakup seluruh karunia Allah SWT yang menopang kehidupan manusia, seperti kesehatan, ketenangan jiwa, keharmonisan keluarga, serta kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, pembahasan tentang 10 pintu rezeki dalam Islam selalu berkaitan dengan keseimbangan antara usaha lahiriah dan pembinaan spiritual.

Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ menunjukkan bahwa Allah membuka banyak jalan rezeki bagi hamba-Nya. Jalan-jalan tersebut dapat ditempuh melalui sikap hidup, ibadah, dan akhlak yang dijalani secara konsisten.

Ketakwaan sebagai Pondasi Rezeki

Salah satu pintu rezeki yang paling utama adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan bahwa siapa pun yang bertakwa akan diberikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS. At-Talaq: 2–3). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ketakwaan tercermin dalam komitmen menjalani hidup secara halal dan menjauhi hal-hal yang dilarang Allah.

Istighfar dan Kesadaran Spiritual

Islam juga mengajarkan pentingnya memperbanyak istighfar. Dalam Surah Nuh ayat 10–12 disebutkan bahwa memohon ampun kepada Allah menjadi sebab turunnya keberkahan, termasuk kelapangan rezeki. Al-Hasan Al-Bashri menegaskan bahwa istighfar yang disertai kesadaran mampu membuka pintu kebaikan yang sebelumnya tertutup oleh dosa dan kelalaian.

Ikhtiar yang Disertai Tawakal

Rezeki tidak datang tanpa usaha. Rasulullah ﷺ mengajarkan tawakal yang benar, yakni bersungguh-sungguh dalam ikhtiar lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dalam hadis, beliau mengibaratkan orang yang bertawakal dengan benar seperti burung yang keluar pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. Ibnu Rajab Al-Hanbali menegaskan bahwa tawakal justru menguatkan mental seseorang dalam bekerja.

Silaturahmi dan Kelapangan Hidup

Menjaga hubungan sosial juga menjadi bagian dari jalan rezeki. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa menyambung silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa kelapangan tersebut tidak selalu berarti bertambahnya harta, tetapi bisa berupa kemudahan urusan dan keberkahan waktu.

Syukur sebagai Penjaga Nikmat

Rasa syukur memiliki peran besar dalam menjaga dan menambah nikmat. Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan menambah karunia bagi hamba yang bersyukur (QS. Ibrahim: 7). Imam Al-Qurthubi menekankan bahwa syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan melalui penggunaan nikmat untuk kebaikan.

Kepedulian dan Kebaikan Sosial

Dalam Islam, berbuat baik kepada sesama merupakan bagian dari jalan rezeki. Para ulama menjelaskan bahwa kebaikan yang ditanamkan kepada orang lain akan kembali dalam bentuk pertolongan yang tidak terduga. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa Allah memudahkan urusan orang yang gemar memudahkan urusan orang lain.

Sedekah dan Keberkahan Harta

Sedekah juga menjadi salah satu pintu rezeki yang penting. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah, tetapi justru dilipatgandakan keberkahannya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa sedekah memiliki pengaruh besar dalam mendatangkan kebaikan dan menolak berbagai keburukan.

Menjaga Shalat dengan Baik

Dimensi spiritual lainnya adalah menjaga shalat. Para mufasir menjelaskan bahwa shalat yang dijalankan dengan khusyuk melahirkan ketenangan hati. Dari ketenangan inilah muncul kejernihan berpikir dan kemudahan dalam mengelola berbagai urusan kehidupan, termasuk urusan rezeki.

Doa dan Ketergantungan kepada Allah

Doa menjadi wujud pengakuan seorang hamba atas keterbatasannya. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keyakinan dan adab dalam berdoa merupakan bagian penting dari ikhtiar spiritual. Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh menjadi salah satu pintu terbukanya kebaikan.

Kejujuran dan Amanah dalam Bekerja

Islam juga menegaskan pentingnya kejujuran dan amanah dalam mencari nafkah. Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira bagi mereka yang menjaga integritas dalam muamalah. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa kejujuran menjadi sebab turunnya keberkahan, meskipun hasil yang diperoleh tidak selalu besar secara nominal.

Melalui pemahaman tentang 10 pintu rezeki dalam Islam, seorang Muslim diajak untuk memandang rezeki secara lebih luas dan mendalam. Rezeki bukan sekadar hasil kerja keras, tetapi buah dari keseimbangan antara iman, ikhtiar, dan kepedulian sosial. Dengan perspektif ini, kehidupan dapat dijalani dengan lebih tenang, penuh usaha, dan sarat rasa syukur atas setiap karunia Allah SWT.

Arti Doa Sapu Jagat dan Manfaatnya Menurut Al-Qur’an dan Tafsir Ulama

Arti Doa Sapu Jagat dan Manfaatnya Menurut Al-Qur’an dan Tafsir Ulama

Dalam hiruk-pikuk kehidupan, manusia sering kali dihadapkan pada beragam harapan dan kebutuhan. Ada yang mengejar kecukupan materi, ada pula yang mendambakan ketenangan batin dan keselamatan di akhir kehidupan. Islam menghadirkan sebuah doa yang merangkum seluruh harapan tersebut dalam kalimat yang singkat, namun sarat makna. Doa inilah yang mengajarkan bagaimana seorang hamba seharusnya memohon kepada Tuhannya secara utuh dan berimbang.

Doa yang Bersumber dari Al-Qur’an

Al-Qur’an menuntun umat Islam untuk memanjatkan permohonan yang tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi juga mencakup keselamatan akhirat. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:
 “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak mengajarkan doa yang bersifat parsial. Seorang Muslim diajak untuk menyadari bahwa kehidupan dunia dan akhirat saling berkaitan, bukan saling meniadakan.

Penjelasan Ulama tentang Makna Kebaikan

Para ulama tafsir memberikan penjelasan yang luas mengenai kandungan doa ini. Ibnu Katsir menerangkan bahwa kebaikan dunia mencakup segala hal yang membawa kemaslahatan hidup, seperti kesehatan, rezeki yang halal, ketenteraman keluarga, dan kesempatan untuk berbuat kebajikan. Adapun kebaikan akhirat mencakup ampunan dosa, keselamatan dari azab, serta kenikmatan surga yang dijanjikan Allah SWT.

Imam Al-Qurthubi menekankan bahwa doa tersebut mencerminkan adab berdoa yang paling baik. Seorang hamba tidak selayaknya hanya memikirkan kenikmatan dunia, tetapi juga harus menjadikan akhirat sebagai tujuan utama perjalanannya.

Baca Juga: 5 Adab Ketika Mendengar Adzan Sesuai Sunnah Rasulullah

Pesan Keseimbangan dalam Kehidupan

Jika direnungkan, doa ini mengandung pesan penting tentang keseimbangan hidup. Islam tidak mendorong umatnya untuk menjauhi dunia sepenuhnya, namun juga tidak membenarkan tenggelam dalam kenikmatan yang bersifat sementara. Dunia diposisikan sebagai ladang untuk menanam amal, sementara akhirat adalah tempat menuai hasilnya.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Qashash ayat 77 yang mengingatkan agar manusia mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian hidupnya di dunia.

Teladan dari Rasulullah ﷺ

Keutamaan doa ini semakin jelas melalui teladan Rasulullah ﷺ. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa doa yang paling sering beliau panjatkan adalah permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini menunjukkan bahwa doa tersebut bukan sekadar bacaan, melainkan tuntunan hidup yang diamalkan secara nyata oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Hikmah Mengamalkannya

Membiasakan diri membaca doa ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap nikmat adalah amanah dan setiap ujian adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Doa ini juga melatih hati agar tidak berlebihan dalam berharap, namun tetap optimis dan berserah diri kepada ketentuan-Nya.

Lebih dari itu, permohonan kebaikan dunia juga mengandung dorongan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Kebaikan yang dimohonkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diharapkan memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Doa yang diajarkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 201 merupakan rangkuman harapan seorang hamba kepada Tuhannya. Di dalamnya terkandung ajaran tentang keseimbangan, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab hidup. Melalui doa ini, setiap Muslim diajak untuk menata langkah dengan bijak menjalani kehidupan dunia dengan penuh makna, sambil menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

5 Keutamaan Doa sebagai Kekuatan Spiritual Seorang Muslim

5 Keutamaan Doa sebagai Kekuatan Spiritual Seorang Muslim

Dalam kehidupan seorang Muslim, munajat kepada Allah SWT memiliki peran yang sangat penting. Ia bukan sekadar ungkapan permohonan, tetapi wujud kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Melalui permohonan yang tulus, seorang hamba belajar berserah dan menggantungkan harapan sepenuhnya kepada-Nya.

Perintah Allah untuk Memohon dan Mendekatkan Diri

Allah SWT berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang memohon apabila ia meminta kepada-Ku.”
 (QS. Al-Baqarah: 186)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya. Tidak ada jarak atau perantara, sehingga setiap permohonan yang dipanjatkan dengan keikhlasan berada dalam pengawasan langsung Allah SWT.

Penopang Iman di Saat Ujian

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Barang siapa tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.”
 (HR. Tirmidzi)

Hadits ini menjadi pengingat bahwa membiasakan diri memohon kepada Allah menjaga hati dari rasa sombong dan putus asa. Para ulama menjelaskan, permintaan yang terus dipanjatkan membuat iman tetap hidup, terutama ketika seseorang berada dalam kondisi sulit.

Setiap Permohonan Selalu Bernilai

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ

“Tidaklah seorang Muslim memanjatkan permohonan kepada Allah yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi, melainkan Allah memberinya salah satu dari tiga kebaikan.”
 (HR. Ahmad)

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa kebaikan tersebut bisa berupa dikabulkan secara langsung, disimpan sebagai pahala, atau dijauhkan dari keburukan. Penjelasan ini menguatkan keyakinan bahwa setiap permohonan tidak pernah sia-sia.

Sarana Membersihkan dan Menenangkan Hati

Allah SWT berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Mohonlah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.”
 (QS. Al-A’raf: 55)

Menurut tafsir Al-Qurthubi, ayat ini mengajarkan adab permohonan yang dilandasi kerendahan hati. Sikap inilah yang membersihkan hati dari kesombongan serta menumbuhkan ketenangan batin dalam menjalani kehidupan.

Menguatkan Tawakal dalam Kehidupan Sehari-hari

Keutamaan bermunajat juga terlihat dari kemampuannya memperkuat tawakal. Usaha lahiriah yang disertai dengan sandaran batin akan melahirkan ketenangan dan keyakinan. Dalam keseharian, membiasakan memohon petunjuk Allah sebelum mengambil keputusan besar merupakan praktik sederhana yang berdampak besar bagi kestabilan spiritual.

Munajat kepada Allah SWT bukan hanya sarana meminta, tetapi jalan mendekatkan diri, menata hati, dan menguatkan iman. Melalui tuntunan Al-Qur’an dan hadits, terlihat jelas bahwa permohonan yang dipanjatkan dengan ikhlas menjadi kekuatan spiritual yang menjaga seorang Muslim tetap tenang, berharap, dan berserah dalam setiap keadaan.

5 Adab Ketika Mendengar Adzan Sesuai Sunnah Rasulullah

5 Adab Ketika Mendengar Adzan Sesuai Sunnah Rasulullah

Adzan merupakan panggilan mulia yang menandai masuknya waktu salat sekaligus ajakan untuk mengingat Allah SWT. Ketika suara adzan terdengar, Islam mengajarkan adab-adab tertentu agar momen tersebut tidak berlalu begitu saja, tetapi menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan hati untuk ibadah.

1.     Menghentikan Aktivitas dan Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Salah satu adab utama saat mendengar adzan adalah menghentikan sejenak aktivitas yang sedang dilakukan. Sikap ini menunjukkan penghormatan terhadap syiar Islam. Dengan mendengarkan secara khusyuk, hati menjadi lebih tenang dan lebih siap menyambut waktu salat.

2.     Menjawab Lafaz yang Dikumandangkan Muadzin

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menjawab lafaz adzan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin. Hal ini berdasarkan sabda beliau:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

“Apabila kalian mendengar panggilan salat, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin.”
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjawab adzan merupakan bentuk dzikir ringan yang memiliki nilai besar karena mengikuti langsung tuntunan Rasulullah ﷺ.

Baca Juga: Hukum Berdoa Usai Panggilan Salat Menurut Ajaran Islam

3.     Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Setelah menjawab adzan, seorang Muslim dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
 (HR. Muslim)

Shalawat menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus jalan memperoleh rahmat Allah SWT.

4.     Membaca Doa Setelah Adzan

Islam juga mengajarkan doa khusus yang dibaca setelah adzan selesai. Doa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang ditegakkan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta tempatkan beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”
 (HR. Bukhari)

Doa ini dianjurkan sebagai bentuk pengharapan akan syafaat Rasulullah ﷺ pada hari kiamat.

5.     Memanfaatkan Waktu Jeda Menuju Salat untuk Berdoa

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan waktu antara adzan dan iqamah:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa tidak akan tertolak pada waktu antara adzan dan iqamah.”
 (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa waktu jeda sebelum salat adalah kesempatan berharga untuk memanjatkan doa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.

Hikmah Menjaga Adab Saat Mendengar Adzan

Menjaga adab ketika mendengar adzan melatih kedisiplinan, ketenangan, dan kepekaan spiritual. Dalam praktik sehari-hari, menghentikan sejenak aktivitas, menjawab lafaz muadzin, lalu memanjatkan doa sederhana dapat menjadi latihan kecil untuk menata hati agar lebih siap menghadap Allah SWT dalam salat.

Adab ketika mendengar adzan sesuai sunnah Rasulullah ﷺ bukan sekadar rangkaian amalan, melainkan wujud penghormatan terhadap panggilan Allah SWT. Dengan mengamalkan adab-adab ini secara konsisten, setiap Muslim dapat menjadikan adzan sebagai momen memperbaiki niat, memperkuat hubungan spiritual, dan meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.

Bolehkah Berdoa Saat Panggilan Salat Berkumandang?

Bolehkah Berdoa Saat Panggilan Salat Berkumandang?

Pertanyaan bolehkah berdoa saat panggilan salat berkumandang kerap muncul di tengah umat Islam. Seruan ibadah ini menjadi tanda masuknya waktu salat sekaligus ajakan untuk mengingat Allah SWT. Karena kedudukannya yang mulia, Islam mengajarkan adab tertentu agar momen tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak berlalu tanpa nilai ibadah.

Anjuran Menjawab Lafaz Muadzin

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang Muslim memberi perhatian penuh ketika mendengar seruan ibadah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

“Apabila kalian mendengar panggilan salat, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin.”
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa mengikuti lafaz yang dikumandangkan muadzin merupakan amalan utama yang dianjurkan Rasulullah ﷺ, sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.

Apakah Doa Diperbolehkan Saat Seruan Ibadah Terdengar?

Para ulama menjelaskan bahwa memanjatkan permohonan kepada Allah SWT ketika seruan salat terdengar tidak termasuk perbuatan terlarang. Namun demikian, menjawab lafaz muadzin tetap lebih diutamakan karena merupakan sunnah yang jelas tuntunannya.

Karena itu, doa sebaiknya dipanjatkan setelah lafaz selesai atau disampaikan dengan tetap menjaga adab, tanpa mengabaikan jawaban terhadap seruan ibadah tersebut. Dengan cara ini, seorang Muslim dapat mengamalkan dua kebaikan sekaligus.

Baca Juga: Waktu dan Makna Doa Mustajab di Hari Jumat

Keutamaan Berdoa Setelah Seruan Salat

Setelah panggilan ibadah selesai dikumandangkan, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa. Dalam hadits disebutkan:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa tidak akan tertolak antara seruan salat dan iqamah.”
 (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan bahwa jeda waktu sebelum iqamah merupakan kesempatan berharga untuk memohon ampunan, kebaikan, dan keberkahan kepada Allah SWT.

Doa yang Dianjurkan Setelah Panggilan Ibadah

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa khusus yang dibaca setelah seruan ibadah selesai:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang ditegakkan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta tempatkan beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”
 (HR. Bukhari)

Doa ini menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus harapan untuk memperoleh syafaat beliau kelak.

Hikmah Menjaga Adab Saat Panggilan Ibadah

Mengikuti lafaz muadzin melatih ketenangan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap syiar Islam. Sementara memanjatkan doa setelahnya mengajarkan kepekaan hati dalam memanfaatkan waktu yang penuh nilai ibadah. Dalam praktik sehari-hari, ketika panggilan salat terdengar saat kita sedang beraktivitas, menghentikan sejenak kesibukan untuk mengikuti lafaz muadzin lalu memanjatkan doa sederhana menjadi latihan kecil untuk menata hati agar lebih peka pada kehadiran Allah. Keduanya saling melengkapi dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Menjawab pertanyaan bolehkah berdoa saat panggilan salat berkumandang, jawabannya adalah boleh, namun mengikuti lafaz muadzin tetap lebih utama. Setelah seruan tersebut selesai, Islam justru menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa karena termasuk waktu yang memiliki keutamaan. Dengan memahami adab ini, setiap Muslim dapat menjadikan setiap panggilan ibadah sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Waktu Terbaik Sedekah di Hari Jumat: Kapan Paling Utama dan Penuh Berkah

Waktu Terbaik Sedekah di Hari Jumat: Kapan Paling Utama dan Penuh Berkah

Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, ibadah, serta amal kebaikan. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan khusus ialah sedekah. Banyak sahabat ingin mengetahui, kapan waktu terbaik sedekah di hari Jumat agar lebih utama dan penuh berkah.

Islam memberikan isyarat bahwa keutamaan berbagi pada momen Jumat tidak hanya terletak pada waktunya, tetapi juga pada niat, kondisi, serta dampak kebaikan yang dihadirkan.

Sejak Pagi di Waktu Jumat

Waktu terbaik sedekah di hari Jumat dapat dimulai sejak pagi. Pada awal waktu ini, niat berbuat baik biasanya masih terjaga dan hati lebih mudah tergerak untuk berbagi. Para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh sejak awal Jumat sebagai bentuk memuliakan momentum yang istimewa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik waktu yang matahari terbit padanya adalah Jumat.”
 (HR. Muslim)

Keutamaan ini menjadi dorongan untuk mengisi Jumat dengan amal kebaikan, termasuk bersedekah sejak pagi.

Menjelang Pelaksanaan Salat Jumat

Menjelang salat Jumat menjadi salah satu waktu paling utama untuk berbagi. Pada momen ini, suasana ibadah semakin terasa dan hati lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah. Sedekah yang ditunaikan sebelum menuju masjid dapat menjadi pelengkap amal ibadah di waktu Jumat.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan salat Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah.”
 (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat ini memberi isyarat pentingnya mempersiapkan diri menyambut salat Jumat dengan berbagai amal kebaikan.

Baca Juga: Waktu dan Makna Doa Mustajab di Hari Jumat

Setelah Menunaikan Salat Jumat

Bagi sahabat yang belum sempat berbagi sebelumnya, waktu setelah salat Jumat tetap menjadi kesempatan baik. Usai mendengarkan khutbah dan menunaikan ibadah berjamaah, hati biasanya lebih lapang dan mudah tergerak untuk berbagi.

Allah SWT berfirman:

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
 (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Ayat ini sering dipahami sebagai anjuran untuk kembali beraktivitas dan menebar kebaikan setelah salat Jumat, termasuk melalui sedekah.

Saat Ada Kebutuhan Mendesak

Selain waktu tertentu, kondisi penerima juga memengaruhi nilai sedekah. Waktu terbaik sedekah di hari Jumat adalah ketika bantuan benar-benar dibutuhkan. Ketika ada saudara mengalami kesulitan, musibah, atau kekurangan kebutuhan dasar, sedekah yang ditunaikan pada momentum Jumat memiliki makna lebih dalam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
 (HR. Ahmad)

Kebaikan yang hadir tepat waktu mampu meringankan beban dan menumbuhkan harapan.

Ketika Niat Sudah Tergerak dan Tidak Ditunda

Menunda kebaikan sering membuat niat melemah. Karena itu, ketika dorongan untuk berbagi muncul pada waktu Jumat, sebaiknya segera ditunaikan. Al-Qur’an mengingatkan tentang keutamaan bersedekah dengan ikhlas:

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya serta memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.”
 (QS. Al-Baqarah: 271)

Ayat ini menegaskan bahwa ketulusan niat menjadi kunci utama dalam setiap amal berbagi.

Waktu terbaik sedekah di hari Jumat dapat dilakukan sejak pagi, menjelang salat Jumat, setelah ibadah berjamaah, maupun saat ada kebutuhan mendesak. Namun, yang paling utama tetaplah keikhlasan niat dan kesiapan hati untuk berbagi. Momentum Jumat menjadi kesempatan istimewa untuk menghadirkan kebaikan yang bernilai ibadah sekaligus membawa keberkahan bagi sesama.

Semoga sahabat dimudahkan untuk memanfaatkan keutamaan Jumat dengan memperbanyak sedekah dan merasakan keberkahannya dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Niat Sedekah Jumat Berkah Lengkap dengan Arti dan Penjelasannya

Doa Niat Sedekah Jumat Berkah Lengkap dengan Arti dan Penjelasannya

Hari Jumat merupakan hari istimewa dalam Islam. Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah berbagi kepada sesama. Agar amalan tersebut bernilai ibadah dan mendatangkan pahala, penting untuk memahami doa niat sedekah Jumat berkah sebagai penguat niat sebelum menunaikannya.

Niat Menjadi Dasar Amal Kebaikan

Dalam Islam, niat memiliki peran penting dalam setiap amal. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Karena itu, sedekah yang dilakukan pada hari Jumat akan bernilai lebih ketika diniatkan dengan tulus karena Allah SWT. Besar kecilnya pemberian bukanlah ukuran utama, melainkan keikhlasan hati saat melakukannya.

Doa Niat Sedekah Jumat Berkah

Berikut doa niat sedekah Jumat berkah yang dapat dibaca dalam hati atau dilafalkan sebelum berbagi:

Arab:
 نَوَيْتُ الصَّدَقَةَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ تَعَالَى

Latin:
 Nawaitush shadaqata fī yaumil jumu‘ati ibtighā’a mardhātillāhi ta‘ālā.

Artinya:
 “Saya niat bersedekah pada hari Jumat karena mengharap ridha Allah Ta‘ala.”

Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk pemberian diniatkan sebagai ibadah, bukan sekadar kebiasaan.

Keutamaan Berbagi di Hari Jumat

Hari Jumat dikenal sebagai penghulu hari. Amalan kebaikan yang dilakukan di dalamnya memiliki nilai pahala yang lebih besar. Dengan membaca doa niat sedekah Jumat berkah, seseorang meneguhkan niat bahwa berbagi yang dilakukan adalah bentuk ketaatan. Banyak ulama menjelaskan bahwa amalan ini dapat menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan batin, serta kemudahan rezeki.

Waktu dan Bentuk Sedekah Jumat

Berbagi pada hari Jumat dapat dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Waktu pagi atau sebelum salat Jumat sering dianjurkan sebagai momen terbaik. Bentuknya pun beragam, mulai dari memberikan bantuan dana, makanan, minuman untuk jamaah masjid, membantu kaum dhuafa, hingga mendukung program sosial dan kemanusiaan. Selama diawali dengan doa niat sedekah Jumat berkah, setiap kebaikan tersebut bernilai pahala.

Memahami dan mengamalkan doa niat sedekah Jumat  merupakan langkah sederhana agar amalan berbagi menjadi lebih bermakna. Dengan niat yang lurus dan hati yang ikhlas, kebaikan sekecil apa pun dapat menjadi jalan datangnya pahala dan keberkahan. Semoga hari Jumat menjadi momentum untuk memperbanyak amal, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menebar manfaat bagi sesama.

5 Cara Sedekah Jumat Berkah Sesuai Anjuran Islam

5 Cara Sedekah Jumat Berkah Sesuai Anjuran Islam

Hari Jumat merupakan waktu istimewa bagi umat Islam. Pada hari ini, berbagai amalan kebaikan memiliki nilai lebih dan keberkahannya dilipatgandakan. Salah satu praktik berbagi paling dianjurkan pada hari Jumat adalah memberikan bantuan kepada sesama. Memahami cara sedekah Jumat berkah menjadi penting agar amalan berbagi tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga bernilai ibadah dan mendatangkan ridha Allah SWT.

Meluruskan Niat Berbagi karena Allah SWT

Cara sedekah Jumat berkah dimulai dari niat hati. Dalam ajaran Islam, niat menjadi fondasi utama diterimanya amal. Pemberian yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT, tanpa harapan pujian atau balasan dari manusia, akan bernilai besar di sisi-Nya. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Allah menilai ketulusan hati, bukan jumlah pemberian. Oleh karena itu, berbagi dalam bentuk sederhana tetap bernilai tinggi apabila dilakukan dengan niat tulus.

Memilih Waktu Terbaik di Hari Jumat

Menentukan waktu juga termasuk bagian dari cara sedekah Jumat berkah. Waktu pagi hingga menjelang atau setelah salat Jumat sering dianjurkan oleh para ulama sebagai momen terbaik untuk berbagi. Memberikan bantuan sebelum menunaikan salat Jumat dapat menjadi bentuk persiapan spiritual menyambut hari penuh kemuliaan. Meski demikian, amalan berbagi tetap bernilai selama dilakukan sepanjang hari Jumat.

Menyesuaikan Bentuk Pemberian dengan Kemampuan

Berbagi pada hari Jumat tidak selalu identik dengan dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada dhuafa, membagikan minuman untuk jamaah masjid, membantu kebutuhan pendidikan, hingga menyantuni anak yatim merupakan bentuk kebaikan yang dianjurkan. Bahkan senyuman, tenaga, serta ilmu bermanfaat juga termasuk amal berbagi. Hal ini menunjukkan bahwa  sedekah Jumat berkah dapat dilakukan oleh siapa pun sesuai kemampuan masing-masing.

Menyalurkan secara tepat

Agar manfaatnya lebih tepat sasaran, penyaluran sedekah sebaiknya dilakukan melalui pihak terpercaya. Sedekah dapat diberikan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan atau melalui masjid, lembaga sosial, serta lembaga zakat resmi. Penyaluran yang amanah akan memperluas manfaat dan menjadikan amal Jumat lebih berdampak bagi masyarakat luas.

Menjaga Konsistensi Berbagi Setiap Jumat

Keberkahan juga lahir dari konsistensi. Membiasakan diri berbagi setiap Jumat, meskipun dalam jumlah kecil, lebih dicintai Allah dibandingkan pemberian besar yang dilakukan sesekali. Kebiasaan ini melatih keistiqamahan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjadikan berbagi sebagai bagian dari gaya hidup seorang muslim.

Melakukan sedekah  di hari Jumat  merupakan langkah sederhana namun penuh makna untuk meraih pahala dan keberkahan hidup. Amalan berbagi yang dilakukan dengan niat tulus, waktu tepat, bentuk sesuai kemampuan, serta disalurkan secara amanah akan menjadi kebaikan yang terus mengalir. Jadikan hari Jumat sebagai momentum memperbanyak amal, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menebar manfaat bagi sesama.

Sedekah dan Infaq Paling Baik Dilakukan Ketika Ini: Simak Penjelasannya

Sedekah dan Infaq Paling Baik Dilakukan Ketika Ini: Simak Penjelasannya

Kesempatan untuk berbagi kebaikan sejatinya hadir setiap hari. Namun, banyak sahabat bertanya-tanya, kapan sedekah dan infaq paling baik dilakukan agar bernilai besar di sisi Allah sekaligus memberi dampak nyata bagi sesama. Islam memberikan panduan yang lembut tentang waktu-waktu terbaik untuk berbagi, tanpa membatasi kebaikan hanya pada momen tertentu.
Berikut beberapa kondisi yang menunjukkan kapan sedekah dan infaq memiliki nilai yang lebih kuat.


Ketika Hati Masih Terikat pada Harta


Salah satu waktu paling utama untuk berbagi adalah saat harta masih terasa berat untuk dilepaskan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah menjelaskan bahwa amal memberi yang paling utama dilakukan ketika seseorang masih sehat, memiliki keinginan terhadap hartanya, serta merasa khawatir akan kekurangan (HR. Bukhari dan Muslim).
Pesan ini menunjukkan bahwa sedekah dan infaq paling baik dilakukan ketika hati masih diuji oleh rasa memiliki, namun tetap memilih mendahulukan kebaikan.


Ketika Kebutuhan di Sekitar Sedang Mendesak


Waktu berbagi menjadi sangat bermakna saat bantuan dibutuhkan segera. Kondisi musibah, kesulitan ekonomi, atau kebutuhan mendasar seperti pangan dan kesehatan menjadi momen tepat untuk menyalurkan infaq dan sedekah. Bantuan yang hadir tepat waktu sering kali membawa dampak lebih besar dibandingkan bantuan yang datang terlambat.
Dalam situasi seperti ini, berbagi bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menguatkan harapan.


Ketika Kesempatan Kebaikan Terbuka Lebar


Islam juga mengenal waktu-waktu yang penuh keberkahan, seperti bulan Ramadan, hari Jumat, atau saat melihat langsung kondisi orang yang membutuhkan. Pada momen tersebut, hati biasanya lebih lembut dan mudah tergerak untuk berbuat baik.
Sedekah dan infaq paling baik dilakukan ketika dorongan kebaikan hadir dengan kuat, karena hal itu menjadi tanda kepekaan iman sedang tumbuh.


Ketika Niat Masih Terjaga dengan Tulus


Menunda kebaikan sering kali membuat niat melemah. Karena itu, saat keinginan berbagi muncul dengan tulus, itulah waktu yang tepat untuk melangkah. Al-Qur’an mengingatkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, tetap bernilai di sisi Allah (QS. Al-Baqarah: 271).
Kebaikan yang disegerakan membantu menjaga niat tetap lurus dan hati tetap ringan.


Ketika Memberi Manfaat Jangka Panjang


Sedekah dan infaq juga sangat dianjurkan saat dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan bahwa amal dengan dampak panjang, seperti sedekah jariyah, pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah wafat (HR. Muslim).
Dukungan pada pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan menjadi contoh berbagi yang tidak hanya membantu hari ini, tetapi juga masa depan.


Nilai di Balik Waktu Berbagi


Dari berbagai kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa waktu terbaik untuk sedekah dan infaq bukan sekadar soal kalender, melainkan tentang kesiapan hati, ketepatan situasi, serta niat yang terjaga. Semakin besar tantangan batin saat memberi, semakin tinggi pula nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Sedekah dan infaq paling baik dilakukan ketika hati siap berbagi, kebutuhan di sekitar nyata, serta niat masih tulus tanpa pamrih. Tidak perlu menunggu berlebih atau sempurna, karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai besar di sisi Allah.
Semoga sahabat senantiasa dimudahkan untuk menangkap setiap kesempatan berbagi dan merasakan keberkahannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup dengan Sedekah

Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup dengan Sedekah

Harta Tidak Membawa Kekekalan dalam Hidup

Kapan terbetik dalam hatimu bahwa hartamu akan menambah umurmu, maka sungguh engkau seperti yg disebutkan oleh Allah tentang orang yg terus mengumpulkan harta dan pelit karena menyangka hartanya akan menambah usianya.

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya…” (QS. Al-Humazah : 2-3)

Justru sikap pelit yg merusak umur dan menghilangkan keberkahannya, sebaliknya perbuatan baik terlebih lagi bersedekah bagi kerabat akan menambah umur.

Ingatlah engkau terlahir dalam kondisi tidak membawa sepeserpun harta, maka demikian pula tatkala kau dibangkitkan tidak membawa sepeserpun harta yg selama ini engkau kumpulkan siang dan malam tanpa mengenal lelah…

Namun jika hartamu kau sedekahkan, maka amal sedekahmu akan menemanimu pada hari kiamat..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum di antara manusia.” (HR Ahmad dan Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Sedekah merupakan salah satu pembuka pintu Rezeki besar dari Allah SWT. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah.  Dalam situasi prihatin akibat pandemi covid-19, hendaknya seluruh elemen masyarakat bisa saling bahu membahu untuk meringankan beban sesama. Maka, seharusnya momentum ini dapat menjadi ladang pahala bagi umat muslim utamanya, melalui sedekah di bulan Muharram.

Sedekah dapat Menghapus Dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Namun demikian, terampuninya dosa karena bersedekah tentu sahabat harus menyertainya dengan taubat atas dosa dan kekhilafannya, tidak serta merta.

Tidak berlaku jika sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa.

Tidak membenarkan hal yang demikian karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar.

Allah Ta’ala berfirman:

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

Orang yang Bersedekah akan Mendapatkan Naungan Pada Hari Akhir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan pada suatu hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

Sedekah Memberi Keberkahan pada Harta

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).

Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan bahwa, maksud harta dari para ulama mencakup 2 hal. Pertama, yaitu hartanya berkah dan terhindar dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa terasa oleh indera dan kebiasaan.

Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala, dan pahala ini terlipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.

Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Terdapat Pintu Surga dan Hanya Orang yang Bersedekah yang Dapat Masuk

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

Sedekah akan Membebaskan dari Siksa Kubur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Sedekah dapat Mencegah Pedagang Melakukan Maksiat dalam Jual-Beli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

Orang yang Bersedekah Merasakan Dada yang Lapang dan Hati yang Bahagia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443).

Pahala Sedekah Terus Berkembang

Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

Menjauhkan dari Siksa Neraka

Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah, semakin jauh kita darinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

Boleh Iri kepada Orang yang Dermawan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816).

Itu tadi kunci keberkahan dan kesuksesan hidup dengan bersedekah. Semoga dapat menjadi semangat untuk menjadi manusia yang lebih bai, dan semoga bermanfaat.

Waktu Terbaik Sedekah di Hari Jumat: Kapan Paling Utama dan Penuh Berkah

Waktu Terbaik Sedekah di Hari Jumat: Kapan Paling Utama dan Penuh Berkah

Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, ibadah, serta amal kebaikan. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan khusus ialah sedekah. Banyak sahabat ingin mengetahui, kapan waktu terbaik sedekah di hari Jumat agar lebih utama dan penuh berkah.

Islam memberikan isyarat bahwa keutamaan berbagi pada momen Jumat tidak hanya terletak pada waktunya, tetapi juga pada niat, kondisi, serta dampak kebaikan yang dihadirkan.

Sejak Pagi di Waktu Jumat

Waktu terbaik sedekah di hari Jumat dapat dimulai sejak pagi. Pada awal waktu ini, niat berbuat baik biasanya masih terjaga dan hati lebih mudah tergerak untuk berbagi. Para ulama menganjurkan memperbanyak amal saleh sejak awal Jumat sebagai bentuk memuliakan momentum yang istimewa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik waktu yang matahari terbit padanya adalah Jumat.”
 (HR. Muslim)

Keutamaan ini menjadi dorongan untuk mengisi Jumat dengan amal kebaikan, termasuk bersedekah sejak pagi.

Baca juga: Sedekah dan Infaq Paling Baik Dilakukan Ketika Ini: Simak Penjelasannya

Menjelang Pelaksanaan Salat Jumat

Menjelang salat Jumat menjadi salah satu waktu paling utama untuk berbagi. Pada momen ini, suasana ibadah semakin terasa dan hati lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah. Sedekah yang ditunaikan sebelum menuju masjid dapat menjadi pelengkap amal ibadah di waktu Jumat.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan salat Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah.”
 (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat ini memberi isyarat pentingnya mempersiapkan diri menyambut salat Jumat dengan berbagai amal kebaikan.

Setelah Menunaikan Salat Jumat

Bagi sahabat yang belum sempat berbagi sebelumnya, waktu setelah salat Jumat tetap menjadi kesempatan baik. Usai mendengarkan khutbah dan menunaikan ibadah berjamaah, hati biasanya lebih lapang dan mudah tergerak untuk berbagi.

Allah SWT berfirman:

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
 (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Ayat ini sering dipahami sebagai anjuran untuk kembali beraktivitas dan menebar kebaikan setelah salat Jumat, termasuk melalui sedekah.

Saat Ada Kebutuhan Mendesak

Selain waktu tertentu, kondisi penerima juga memengaruhi nilai sedekah. Waktu terbaik sedekah di hari Jumat adalah ketika bantuan benar-benar dibutuhkan. Ketika ada saudara mengalami kesulitan, musibah, atau kekurangan kebutuhan dasar, sedekah yang ditunaikan pada momentum Jumat memiliki makna lebih dalam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
 (HR. Ahmad)

Kebaikan yang hadir tepat waktu mampu meringankan beban dan menumbuhkan harapan.

Ketika Niat Sudah Tergerak dan Tidak Ditunda

Menunda kebaikan sering membuat niat melemah. Karena itu, ketika dorongan untuk berbagi muncul pada waktu Jumat, sebaiknya segera ditunaikan. Al-Qur’an mengingatkan tentang keutamaan bersedekah dengan ikhlas:

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya serta memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.”
 (QS. Al-Baqarah: 271)

Ayat ini menegaskan bahwa ketulusan niat menjadi kunci utama dalam setiap amal berbagi.

Waktu terbaik sedekah di hari Jumat dapat dilakukan sejak pagi, menjelang salat Jumat, setelah ibadah berjamaah, maupun saat ada kebutuhan mendesak. Namun, yang paling utama tetaplah keikhlasan niat dan kesiapan hati untuk berbagi. Momentum Jumat menjadi kesempatan istimewa untuk menghadirkan kebaikan yang bernilai ibadah sekaligus membawa keberkahan bagi sesama.

Semoga sahabat dimudahkan untuk memanfaatkan keutamaan Jumat dengan memperbanyak sedekah dan merasakan keberkahannya dalam kehidupan sehari-hari.

5 Golongan Wajib Bayar Fidyah Puasa, Apakah itu kamu??

5 Golongan Wajib Bayar Fidyah Puasa, Apakah itu kamu??

5 Golongan Wajib Bayar Fidyah Puasa, Apakah Itu kamu?

Apa itu Fidyah? Fidyah adalah cara mengganti hutang puasa dengan memberi makan fakir miskin. Sebenarnya bisa di qadha, akan tetapi bagi orang yang yang tidak mampu melakukannya dengan kondisi yang sangat berat, Fidyah menjadi penggantinya.

Tidak semua orang wajib bayar Fidyah, oleh karena itu yuk kita ulik 5 golongan orang yang wajib bayar Fidyah:

  1. Wajib bayar Fidyah yaitu orang tua yang lemah

Islam sesungguhnya tidak memberatkan muslim yang tidak mampu berpuasa Ramadan dengan alasan kuat. Seorang muslim yang sudah berusia lanjut dan sangat renta atau lemah untuk berpuasa, maka wajib mengganti hari puasanya dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir dan miskin.

  1. Orang sakit keras dan sulit sembuh wajib bayar fidyah

Saat sedang sakit, tubuh menjadi lemah, sehingga Sahabat harus beristirahat lebih banyak. Lalu, imunitas tubuh juga sedang melawan penyakit yang ada di dalam tubuh, sehingga Anda sulit melakukan aktivitas apapun, termasuk berpuasa Ramadan. Allah memberikan keringanan untuk mengganti puasa dengan qadha, yaitu berpuasa di hari selain bulan Ramadan. Akan tetapi, jika penyakit yang kamu derita sangat sulit untuk sembuh, maka Anda boleh membayar fidyah. Ingat, jangan diagnosa mandiri, ya! Temui profesional untuk pengobatan dan konsultasi lanjutan.

  1. Wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup puasa

Golongan wajib bayar fidyah puasa selanjutnya yaitu wanita hamil dan ibu menyusui yang kondisinya memang tidak bisa puasa sama sekali. Dari segi Fiqih, ibu hamil atau menyusui boleh berpuasa apabila kondisinya kuat dan memungkinkan. Tentu saja kondisi tersebut tidak bisa disamaratakan untuk semua ibu di muka bumi ini.

Terdapat kasus kehamilannya mengalami komplikasi hingga ia tidak kuat untuk berpuasa Ramadan.

Melansir dari Ustadz H. Ahmad Fauzi Qosim, untuk fidyah bagi ibu hamil, mayoritas ulama mengutamakan qadha puasa terlebih dahulu, mengingat seorang ibu yang sedang hamil atau menyusui kategorinya seperti orang sakit, sehingga wajib diqadha di waktu lain. Lalu, suami bisa bantu temani qadha puasa istri, misal puasa senin Kamis, puasa arafah, puasa asyura, dan lain-lain.

  1. Seorang muslim yang mengganti utang puasa tahun lalu setelah Ramadan tahun ini

Para ulama membuat kesepakatan bahwa aturan mengganti puasa terletak di rentang waktu antara bulan Ramadan tahun ini hingga sebelum Ramadan tahun depan. Jika lewat dan masih ada utang hingga puasa Ramadan berikutnya, maka ia wajib membayar fidyah sebanyak utang puasanya.

My bestie in fillah, itulah gunanya langsung melunasi utang puasa Ramadan tepat beberapa waktu setelah Idul Fitri. Jika lewat dari setahun, maka Sahabat wajib menggantinya dengan fidyah dan qadha.

  1. Seseorang yang telah wafat dan punya utang puasa

Golongan bayar fidyah puasa selanjutnya yaitu seorang muslim yang wafat setelah bulan Ramadan, kemudian masih ada hutang puasa. Dengan demikian, walinya wajib membayar fidyah.

Maka dari itu, alangkah lebih baik jika Sahabat terbuka kepada kerabat atau keluarga mengenai utang puasa Ramadan supaya mereka tahu. Jadi, siapa yang bisa qadha atau fidyah? Sejatinya, qadha dan fidyah hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang benar-benar tidak sanggup berpuasa, seperti orang tua yang sakit parah atau seseorang yang mengalami sakit hingga tidak ada harapan untuk sembuh.

Berbagi informasi bermanfaat adalah bentuk kepedulian, loh! Bingung tunaikan FIdyah? Klik disini 

Keajaiban Bersedekah, Seorang Muslim Wajib Tahu!

Keajaiban Bersedekah, Seorang Muslim Wajib Tahu!

Keajaiban Bersedekah, Muslim Wajib Tahu!

Sedekah merupakan pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara ikhlas tanpa batas waktu dan jumlah tertentu. Makna sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infaq. Sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta, namun, mencangkup segala amal atau perbuatan baik.

Allah berfirman di dalam  Surat An-Nisa Ayat 114 yang artinya :

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.”

Dalam surat tersebut menjelaskan bahwa bersedekah merupakan upaya menemukan ridho Allah. Sedekah mengundang pahala dan kebaikan bagi pelaksananya.

Keajaiban Bersedekah

Sedekah memiliki makna amal yang muncul dari hati yang penuh dengan iman yang benar, niat yang shahih dan bertujuan untuk mengharap ridha Allah. Hukum sedekah adalah sunah. Jadi, apabila mengerjakannya akan mendatangkan pahala dan kebaikan. Apabila meninggalkanya juga tidak mendatangkan dosa.

Namun, sedekah dapat berubah hukumnya menjadi wajib jika seorang muslim telah mampu dan berkecukupan berjumpa dengan orang lain yang kekurangan.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dia (Allah) tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (Al-Baqarah: 276)

hadist sedekah yang paling utama diriwayatkan Abu Hurairah R.A. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari di saat terbitnya matahari: berbuat adil terhadap dua orang (mendamaikan) adalah sedekah; menolong seseorang naik kendaraannya, membimbingnya, dan mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah; Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan sholat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut keajaiban sedekah yang bisa sahabat dapat jika rajin melakukannya:

1. Hidup Semakin Berkah

Sedekah memiliki banyak bentuk dan cara. Sedekah juga jadi salah satu cara untuk bersyukur kepada Allah SWT. Salah satu hadist tentang sedekah:

“Setiap persendian manusia wajib disedekahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau bersabda,”Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, membantu seseorang dalam masalah kendaraannya lalu menaikannya ke atas kendaraannya atau mengangkat bawang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Beliau bersabda, “(Mengucapkan) kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang dia berjalan menuju masjid untuk sholat adalah sedekah dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Bisa Menolak Bala

Bila kamu sakit, bersedekahlah. Ini merupakan salah satu keajaiban sedekah anak yatim. Bila sudah bersedekah dan belum juga sembuh, maka perbanyaklah lagi sedekah. Allah sedang mendengarkan doa orang-orang yang pernah kamu beri sedekah.

Keajaiban sedekah dan istighfar tidak hanya dapat membuat kamu sembuh dari penyakit. Sedekah juga bisa mencegah penyakit. Bila ada orang bermaksud jahat atau penyakit menyerang, sedekah akan menangkal bala.

Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berpesan:

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab” “Bersedekahlah sedangkan kamu masih sehat, suka harta, takut miskin dan masih berkeinginan kaya. Dan janganlah kamu menunda-nunda sehingga apabila nyawa sudah sampai tenggorokan, maka kamu baru berkata: “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hal si fulan (ahli warisnya),” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Terbukannya Pintu Rezeki Halal

Sedekah akan membuat kamu selalu ingat, bahwa kamu bekerja di bawah pengawasan Allah SWT. Inilah sebabnya, sedekah akan membuat kamu berusaha mengumpulkan rezeki dengan cara yang halal.

Rezeki halal pada seseorang akan membuat orang tersebut mudah mensyukuri anugerah yang Allah berikan. Seperti dalam firman Allah SWT berikut:

“Maka makanlah yang halal lagi baik dan rezeki yang telah diberikan Allah kepada kalian. Dan syukurilah nikmat Allah jika kalian hanya kepada-Nya saja beribadah”. (An-Nahl:114).

4. Harta yang Disedekahkan Kekal Disisi-Nya

Harta yang kita sedekahkan p jalan Allah akan membantu kita kelak di akhirat. Allah nantinya akan menyimpan harta yang umatnya sedekahkan, dalam hadist dari Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang bersedekah senilai dengan satu butir kurma dari hasil usaha yang halal dan Allah tidak menerima kecuali yang halal, maka Allah menerimanya dengan tangan kananNya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala kembangbiakkan sedekah itu untuk orang yang bersedekah seperti salah satu diantara kalian mengembangbiakkan anak kudanya sehingga semakin banyak sampai seperti gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada pula keajaiban sedekah subuh yang pahalanya ratusan ribu kali lipat. Yakni, sedekah kepada orang tua, hingga sedekah kepada ulama atau fuqaha.

5. Berlipatganda Pahala

Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan hari Jumat. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau lainnya.

Sahabat tidak perlu merisaukan Jangan takut uang menjadi habis jika bersedekah. Karena keajaiban sedekah di hari Jum’at adalah Allah akan melipatgandakan pahala sedekah. Bahkan Allah akan menambah rezeki jika kita bersedekah. Nabi bersabda, ‘Dan pada hari Jumat pahala bersedekah terlipatgandakan”. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239).

Semoga bermanfaat sahabat.

Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah, Muslim Wajib Paham

Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah, Muslim Wajib Paham

Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah – Zakat adalah salah satu rukun Islam selain syahadat, sholat, puasa, dan haji bagi yang mampu. Zakat menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat muslim bagi yang mampu membayarnya.

Secara umum, zakat terbagi menjadi dua macam, yakni zakat maal dan zakat fitrah. Keduanya memiliki berbagai perbedaan dari pengertian hingga objek zakat. Berikut ini akan terbahas perbedaan antara zakat maal dan zakat fitrah.

Pengertian

Zakat maal adalah zakat atas harta yang kita miliki sebagai seorang muslim yang wajib untuk keluar sesuai dengan nishab dan haulnya. Nishab adalah batasan minimal harta yang wajib untuk membayarkan zakatnya. Sementara itu, haul merupakan batasan waktu satu tahun hijriyah atau 12 bulan qomariyah kepemilikan harta yang wajib bayar zakat. Zakat maal memiliki banyak jenis dan terdapat perhitungan tersendiri pada setiap jenis zakatnya.

Sementara itu, zakat fitrah adalah salah satu jenis zakat yang merupakan zakat jiwa yang wajib dibayarkan atas setiap diri muslim yang hidup pada bulan Ramadhan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Syarat/Ketentuan Zakat

Setiap zakat wajib dibayarkan apabila memenuhi syarat atau ketentuan zakat itu sendiri. Dari segi ketentuan ini juga terdapat perbedaan antara zakat maal dan zakat fitrah. Seseorang diwajibkan membayar zakat maal apabila memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Harta yang dimiliki adalah harta milik sendiri dan halal
  2. Mencapai haulnya atau telah disimpan selama satu tahun
  3. Mencapai nishabnya sesuai dengan ketentuan jenis hartanya masing-masing.

Sementara itu, yang menjadi ketentuan zakat fitrah adalah sebagai berikut.

  1. Beragama Islam
  2. Merdeka dalam artian bukan dari kalangan hamba sahaya
  3. Mampu/berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya
  4. Menemui waktu wajib membayar zakat fitrah yakni bulan Ramadhan.

Bentuk Zakat

Bentuk zakat yang terbayar antara zakat maal dan zakat fitrah juga berbeda. Membayar zakat maal berupa harta. Jenis harta yang perlu keluar antara lain perhiasan (emas, perak, logam mulia, atau yang sudah dalam bentuk perhiasan), uang dan surat berharga, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perniagaan, peternakan dan perikanan, hasil pertambangan, hasil perindustrian, harta temuan, dan zakat pendapatan.

Berbeda dengan zakat maal, bentuk zakat pada zakat fitrah adalah bahan makanan pokok seperti beras, gandum, roti, dan sejenisnya, tergantung pada makanan pokok di daerah tersebut. Namun, membayar zakat fitrah juga dapat dalam bentuk uang dengan nominal yang setara dengan harga besaran makanan pokok.

Waktu Pembayaran Zakat

Dari segi waktu terdapat perbedaan antara zakat maal dan zakat fitrah. Zakat maal seorang muslim keluarkan yang mana memiliki harta dan memenuhi ketentuan kena wajib berzakat ketika harta telah tersimpan selama batasan waktu haul atau selama satu tahun. Sehingga dapat membayar zakat kapan saja asalkan telah memenuhi ketentuannya.

Berbeda dengan zakat maal, zakat fitrah terikat pada waktu tertentu yakni sebelum sholat Idul Fitri. Namun, ada baiknya membayar zakat ini lebih awal sebelum hari raya atau pada bulan Ramadhan agar kewajiban kita dapat terpenuhi dengan cepat, serta zakat yang kita berikan dapat segera termanfaatkan oleh penerima zakat.

Besaran Zakat

Besaran zakat yang dibayarkan pada zakat maal diperhitungkan berdasarkan rumus tetap yakni 2,5% dikali dengan total harta yang dimiliki atau disimpan selama ketetapan haul. Hal ini juga akan tergantung dengan nishab dari setiap jenis hartanya karena nishab setiap jenis harta akan berbeda, seperti nishab zakat emas adalah 85 gram, sedangkan nishab zakat perak adalah 595 gram.

Besaran zakat fitrah berdasarkan hadits adalah satu sha’ yang setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok. Namun, membayar zakat fitrah ini bisa juga dalam bentuk uang yang nominalnya setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok tersebut. Harga ini tentu dapat berbeda di setiap daerah dan di setiap waktunya.

Objek Zakat

Objek dari zakat maal adalah harta yang muzakki miliki dengan ketentuan nishab yang telah ada ketentuannya dalam Islam dan oleh Menteri Agama telah sahkan, serta dengan ketentuan waktu haulnya.

Sementara itu, pada zakat fitrah objeknya adalah jiwa manusia. Maksud dari jiwa manusia adalah setiap individu dalam sebuah keluarga wajib membayarkan zakatnya. Apabila terdapat anggota keluarga yang belum mampu membayar, maka pembayaran zakat tersebut walinya yang membayarkan.

Kedua jenis zakat ini tentu memiliki perbedaan peran dan kewajiban. Namun, pada umumnya zakat menjadi bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan membayar zakat maal dan zakat fitrah, umat Islam dapat memenuhi kewajiban mereka sebagai hamba Allah SWT. Semoga Allah SWT mampukan kita dalam menunaikkan kewajiban dalam berzakat.

YUK ZAKAT SEKARANG!

Bahaya Sifat Kikir & Cara Menghindari Perilaku Tersebut

Bahaya Sifat Kikir & Cara Menghindari Perilaku Tersebut

Bahaya Sifat Kikir – Sejatinya manusia diperintahkan untuk saling berbagi dalam hal kebaikan. Sebab di dalamnya terkandung banyak sekali hikmah. Terlebih lagi setiap rezeki dan nikmat yang Allah berikan bukanlah milik pribadi kita yang sesungguhnya karena dapat saja Allah mencabutnya sewaktu-waktu, yang mana kita tidak akan berdaya jika itu terjadi.

Salah satunya rezeki Allah berupa materi dan harta benda lainnya. Yang di dalamnya terdapat perintah untuk mengeluarkan zakat ataupun anjuran lain seperti sedekah dan berinfak. Sebab dari rezeki yang kita terima tersebut ada hak orang lain juga. Oleh sebab itu akan sangat buruk jika seseorang tidak mengindahkan anjuran untuk saling berbagi alias lebih memilih untuk menjadi orang yang kikir. Sebagaimana yang akan dibahas dalam artikel ini mengenai bahaya sifat kikir.

Bahaya Sifat Kikir

Sebelum lebih lanjut sebenarnya apa sih sifat kikir itu jadi sifat bakhil kikir atau disebut juga pelit merupakan sifat yang ditandai kalau seseorang menahan hak orang lain Entah itu dalam berupa uang, minuman ataupun makanan. Intinya sifat pelit itu kebalikan dari sifat dermawan, yang mana seseorang akan enggan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk saling berbagi kepada orang lain.

Poin-poin yang terdapat dalam penjelasan mengenai bahaya sifat kikir ini, didapat dari karya Muhammad Ash Shallabi dalam bukunya yang berjudul negara islam modern menuju thayyibatun wa rabbun ghafur. Dimana dalam hal ini telah dirangkum pula dari sumber lain yaitu detik.com.

1 Tertahannya Rezeki

Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka, lantaran memang sifat kikir membuat rezeki menjadi tertahan. Sebagaimana sabda dari Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Yang mana dalam yang mana dalam hal tersebut dijelaskan, bawa janganlah kamu berlaku bakhil atau pelit yang dapat menyebabkan rezekimu sempit.

Tentunya hal demikian menjadi momok yang menakutkan. Sebab tidak munafik jika seseorang selama hidupnya akan berusaha untuk mencari rezeki sebanyak-banyaknya termasuk dalam urusan materi. Yang mana apabila Allah telah menghendaki rezeki menjadi sempit. Maka akan sulit pula untuk meraih pundi-pundi materi untuk dapat memenuhi baik itu keinginan atau bahkan kebutuhan.

2. Dapat Memutuskan Tali Silaturahmi

Biasanya dalam beberapa kasus tali silaturahmi dapat terputus karena adanya perselisihan atau kesalahpahaman yang terjadi diantara kedua belah pihak. Entah itu Karena rasa dendam, emosi akibat perilaku yang tidak berkenan hingga rasa tidak sukanya seseorang kepada orang lain akibat Sikap yang ditunjukkan. Nah salah satu sifat yang dimaksud adalah sifat kikir atau pelit.

Apalagi jika orang tersebut telah diberikan banyak kebaikan, tetapi tidak balas berlaku baik. Nah tentunya hal itu bukan karena meminta sebuah balasan atau karena tidak ikhlas. Tetapi bukankah etikanya meski tidak berbicara secara agama, sudah sepatutnya seseorang lebih bijak serta tidak pelit kepada orang lain, karena kita pun tidak mau jika ada orang lain yang memperlakukan hal demikian (pelit atau kikir) kepada diri kita sendiri. Jadi berlakulah sesuai Apa yang ingin kamu diperlakukan oleh orang lain. Jika tidak mau diperlakukan a maka Jangan melakukan kepada siapapun.

Oleh sebab itulah tidak heran jika bahaya sifat kikir selanjutnya adalah dapat memutuskan tali silaturahmi, yang mana hal tersebut tentu sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Sebab memiliki dampak keburukan lainnya yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya di website ini.

Baca juga: 6 Bahaya Memutuskan Silaturahmi Yang Wajib Dihindari

3. Menjadi Penghalang Untuk Masuk Surga

Sungguh benar-benar merugi bagi mereka yang berlaku kikir, baik itu rugi untuk urusan akhiratnya maupun dunianya. Mengapa demikian? karena perilaku pikir inilah yang akan menjadi penghalang seseorang untuk masuk surga.

Bahkan hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi. Yang menjelaskan tiga golongan orang yang akhirnya akan terhambat untuk masuk surga yaitu orang yang bakhil atau pelit, orang yang menipu serta orang yang buruk.

Oleh sebab banyaknya perkara buruk yang ditimbulkan dari sifat bakhil. Maka akan jauh lebih bijak jika kita mempraktekkan sifat dermawan yang merupakan kebalikan dari sifat pelit. Yang mana orang yang dermawan ialah mereka yang tidak segan memberikan sesuatu yang dimiliki. Sebab adanya kesadaran bahwa Allah yang akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik. Sebab rezeki adalah hak Allah untuk diberikan sesuai izin-Nya. Yang mana terdapat kebaikan atau keutamaan luar biasa dari berlaku dermawan.

Baca juga: Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

Keutamaan Berlaku Dermawan

1 Dapat Menjadi Amalan untuk Memustajabkan Doa dan Diselamatkan Oleh Allah Dari Musibah

Mustajab doa di sini adalah mudahnya sebuah doa dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang pernah Rasulullah SAW katakan untuk tidak menyakiti tetangga yang dermawan,  apalagi sampai mendzaliminya. Sebab doa seseorang semakin mustajab apabila orang tersebut didzolimi serta karena kedermawanannya. Maka tidak mengherankan jika orang yang dermawan akan Allah selamatkan dari berbagai bencana dan musibah.

2. Mendapatkan Banyak Kebaikan

Bukan hal aneh jika salah satu kelebihan atau keutamaan seseorang yang dermawan adalah akan mendapatkan banyak kebaikan. Yang mana kebaikan ini tidak hanya datang dari Allah tetapi juga sesama makhluk-Nya. Sebab dengan seseorang yang berbuat baik yang berbuat dermawan, tentu ia akan dicintai oleh banyak orang. Sehingga apabila orang dermawan tersebut mengalami kesulitan. Maka  akan ringan pula orang lain di luaran sana yang berbuat baik kepadanya dan sangat menghormatinya karena sifat kedermawanannya tersebut.

Dengan begini tidak ada ruginya sama sekali ketika kita hanya mengeluarkan sedikit dari apa yang kita miliki untuk orang lain. Tetapi banyak kebaikan yang justru akan menghampiri yang kadang kita sendiri tidak menduga-duga itu dapat terjadi.

Cara Agar Terhindari Dari Sifat Kikir

  • Menyadari sepenuhnya jika harta dan kenikmatan lainnya yang dimiliki sifatnya sementara dan bukan milik hak pribadi sepenuhnya.
  • Selalu mengingat bagaimana bahaya serta ancaman dari sifat kikir
  • Membiasakan diri untuk rela berbagi rezeki meskipun dalam jumlah sedikit. Serta menanamkan dalam hati bahwa Allah tidak tidur dan pasti akan membalas segala amalan baik yang diperbuat. Begitupun dengan perbuatan buruk yang juga tidak luput dari pandangan Allah. Dimana baik perbuatan buruk ataupun baik sekecil apapun semuanya akan ada balasannya.

Demikian artikel mengenai bahaya sifat kikir, semoga dengan mengetahui poin buruk dari berlaku bakhil serta poin yang baik dari bersikap dermawan. Senantiasa dapat menjadi pengingat untuk kita berperilaku lebih baik lagi. Tentunya menjadi orang yang ikhlas dalam melakukan kedermawanan. Yang utamanya dalam istilah tangan kanan memberi tetapi tangan kiri tidak mengetahui.

Tentunya hal demikian untuk menghindari riya, sehingga pahala yang didapatkan akan lebih full karena adanya keikhlasan untuk mencari Ridho Allah sepenuhnya, bukan untuk tujuan lain. Yang khawatir malah dapat menyelewengkan hati. Sebab sifat manusia mudah goyah pula ketika mendapatkan banyak pujian akan tindak kebaikan yang telah dilakukan. Semoga kita senantiasa termasuk dalam golongan yang ahli surga dengan mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan yang telah Allah tetapkan untuk ditinggalkan.

YUK SEDEKAH!

Zakat Maal – Pengertian, Rukun, Syarat & Macam-Macamnya

Zakat Maal – Pengertian, Rukun, Syarat & Macam-Macamnya

Zakat Maal – Sebagai umat muslim kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah zakat sesuai yang telah Allah SWT tetapkan. Bahkan saking pentingnya amalan tersebut kerap kali kita temukan kata zakat berbarengan dengan perintah untuk melaksanakan shalat. Yang mana shalat sendiri hukumnya wajib bagi yang sudah baligh bahkan saat sakitpun shalat tetap harus ditegakkan. Sebab Allah memberi banyak keringan apabila memang tidak mampu untuk melaksanakannya dengan normal seperti pada umumnya. Contohnya saja jika karena sakit parah kita tidak mampu shalat dengan cara berdiri, maka tetap wajib dilaksanakan dengan cara lain yaitu duduk. Sehingga dengan begitu persandingan kata zakat dekat dengan kata anjuran sholat, seolah menegaskan bahwa zakat juga tidak kalah penting untuk dilaksanakan.

Yang mana terdapat macam-macam zakat yang harus kita ketahui dan wajib hukumnya melaksanakan keduanya dengan ketentuan yang sudah digariskan. Nah macam-macam zakat tersebut terdiri dari zakat fitrah yang biasa umat muslim laksanakan setahun sekali saat bulan suci Ramadhan sebagai bentuk untuk mensucikan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, yang mungkin tanpa disadari telah banyak dilakukan saat bulan Ramadhan tiba. Serta adapula zakat mal yang umum dikenal juga sebagai zakat harta.

Baca juga: Perbedaan Sedekah, Infaq dan Zakat Yang Mudah Dipahami

Sama halnya dengan zakat fitrah, zakat mal juga diwajibkan oleh Allah SWT untuk umat muslim laksanakan ketika sudah memiliki harta yang sesuai dengan syarat-syarat zakat mal dengan kata lain telah mencapai haul dan nisabnya. Tentunya zakat mal diberikan kepada orang-orang yang berhak untuk menerima zakat, jadi bukan asal kasih kepada seseorang secara acak ya. Karena hal semacam itu sudah ada ketetapannya, yang mana itu semua sudah pasti terbaik untuk kita patuhi. Sebab tidak mungkin Allah membuat dan menciptakan apapun itu tanpa ada hikmah dibaliknya.

Nah karena zakat mal ini terkait dengan mengeluarkannya zakat dari harta benda yang dimiliki untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. Maka harta benda tersebut juga memiliki kriteria dan perhitungannya. Oleh sebab itu pada artikel kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai macam-macam zakat maal, syarat, ketentuan serta tujuannya.

1 Tujuan Zakat Maal

Zakat maal semata-mata ditujukan untuk memperoleh keberkahan atas setiap rezeki yang telah diterima. sekaligus bentuk pembersihan harta supaya terhindar dari sifat keduniawian maupun serakah yang menyesatkan. Terlebih dengan begitu juga bisa membantu sesame umat muslim lain yang membutuhkan. Sebab dibalik rezeki yang kita miliki di dalamnya terdapat hak-hak mereka yang jauh lebih membutuhkan.

Sebab apabila kita sudah mencapai nisab dan haulnya akan tetapi enggan untuk berzakat. Maka ketahuilah azab Allah amat pedih. Sebab anjuran untuk berzakat bukan semata-mata untuk mengurangi harta yang dimiliki. Akan tetapi sebagai pembersih dari harta itu sendiri, karena sekecil apapun perbuatan baik yang dilakukan tidak mungkin luput dari penilaian Allah SWT.

Sehingga tidak mungkin kita miskin hanya karena berzakat. Sebab hidup, mati, kaya, miskin semua sudah di tangan Allah. Bahkan sekalipun tidak mau berzakat agar harta tetap utuh, jikalau Allah hendak membuatmu jadi kehilangan semua harta tersebut maka itu bisa terjadi. Meskipun harta bendanya telah disimpan pada sebuah tempat rahasia sekalipun. Jadi cukup dengarkan dan patuhi apa yang Allah SWT perintahkan. Maka kehidupan dijamin akan bahagia di dunia dan di akhirat.

2. Rukun Zakat Maal

Rukun sendiri merupakan hal-hal harus ada saat seseorang melaksanakan suatu ibadah. Begitupun dengan zakat mal yang juga mempunyai rukunnya, diantaranya:

  • Niat yang diucapkan dalam hati
  • Muzaki atau seseorang yang memberi zakat
  • Mustahik atau disebut juga sebagai seseorang yang menerima zakat
  • Serta ada harta yang akan dizakatkan

3. Syarat-syarat Zakat Maal

Menelesik dari kata syarat berarti segala hal yang harus ada dan terpenuhi sebelum seseorang tersebut melaksanakan ibadah. Yang mana syarat untuk zakat mal sendiri diantaranya:

  • Umat islam
  • Bukan hamba sahaya atau budak
  • Sudah baligh serta juga berakal alias tidak gila dan lain semacamnya
  • Mempunyai harta yang sudah mencapai haul serta nisabnya yang mana haul sendiri diartikan sebagai batas waktu harta telah memenuhi syarat untuk dizakatkan dimana umumnya haul itu 1 tahun. Sedangkan nisab adalah jumlah kadar harta benda yang minimal untuk dizakatkan mal.
  • Harta yang dizakatkan adalah milik sendiri
  • Serta kondisi muzaki tidaklah sedang berhutang pada orang lain.

4. Golongan yang Berhak Menerima Zakat

  • Fakir, orang yang tidak mempunyai penghasil dan serta hidup kekurangan untuk memenuhi kebutuhan yang pokok sehari-hari
  • Miskin, orang yang mempunyai penghasilan tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhannya sehari-hari.
  • Amil, orang yang mengurusi zakat
  • Mualaf, orang yang baru masuk islam dimana imannya masih lemah jadi perlu support untuk menenangkan perasaannya.
  • Riqab, golongan hamba sahaya atau budak yang mungkin untuk zaman ini kurang relevan lagi
  • Gharim, orang yang terlilir hutang untuk bisa bertahan hidu dan sulit untuk membayarnya.
  • Fishabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah
  • Ibnu Sabil, orang yang sedang dalam sebuah perjalanan untuk hal yang baik. Bukan untuk perbuatan maksiat.

5. Macam-macam zakat maal

a. Zakat Maal Perak dan Emas

Salah satu harta benda yang wajib dizakatkan apabila telah mencapai haul dan nisabnya ialah emas maupun perak. Dimana apabila seseorang memiliki delapan puluh lima gram emas atau mungkin 595 gr perak dalam kurun waktu haul 1 tahun. Maka emas dan perak yang dimiliki tersebutlah wajib dikeluarkan sebagai zakat dengan kadar 2,5% dari total perak atau emas yang dimiliki tersebut. Yang mana perintah tersebut telah tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 34-35.

b. Zakat Maal Hewan Ternak

Dalam hal ini perlu diperhatikan selain memang hewan ternaknya sudah mencapai nisab maupun haul. Tetapi juga hewan tersebut tidak boleh dalam keadaan cacat, hamil serta tua. Adapun jenis hewa ternak yang wajib dizakatkan ialah sapi, unta, domba dan kambing. Dengan ketentuan:

  • Untuk sapi apabila dalam 1 tahun atau waktu haul anda memiliki 30 ekor sapi. Maka wajiblah dizakatkan 1 ekor sapi yang usianya 1 tahun. Sedangkan untuk 40 ekor sapi yang dimiliki maka wajib dizakatkan 1 ekor anak sapi yang berumur 2 tahun.
  • Hewan unta, jikalau dalam waktu haul anda mempunyai 5 ekor unta. Maka zakat yang dikeluarkan ialah berupa 1 ekor kambing. Namun jika unta yang dimiliki 10 ekor maka yang dizakatkan adalah 2 ekor kambing. Begitupun selanjutnya apabila kelipatan 5, maka jumlah zakat kambing yang dikeluarkan bertambah 1 ekor lagi.
  • Hewan kambing dalam hal ini domba juga termasuk. Nah nizabnya sendiri adalah 40 ekor dengan yang wajib dizakatkannya adalah 1 ekor kambing. Sedangkan jika jumlahnya 121 ekor domba atau kambing, maka yang dizakatkannya 2 ekor kambing atau domba. Lalu untuk 201 ekor kambing atau domba yang dizakatkan berjumlah 3 ekor kambing atau domba. Setelah itu untuk kelipatan 100 ekor kambang atau domba maka wajib mengeluarkan zakat dengan menambah 1 ekor domba atau kambing.

c. Zakat Maal Pertanian

Tidak hanya emas, perak dan ternak, pertanian juga tak luput untuk dizakatkan seperti hasil buah-buahan, biji-bijian serta lain sebagainya dengan kriteria yang dapat disimpan, awet, mampu ditakar serta kering. Misalnya saja seperti padi, gandum serta lainnya yang memang dapat digunakan untuk makanan pokok.

Nah untuk ketentuan zakatnya sendiri ialah jika memang hasil pertanian tersebut cara bertani atau menanamnya dengan air dari hujan. Maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 10%. Sedangkan apabila menggunakan sistem pengairan, maka zakat yang dikeluarkan adalah 5%.

Zakat pertanian sendiri dikeluarkan saat masa panen dengan perhitungan bersih untuk biaya menanam hingga memanennya. Yang mana kesemua itu wajib dikeluarkan jikalau nisabnya sudah mencapai 652,8 kg. Jangan lupa berikanlah hasil panen untuk dizakatkan dengan kualitas yang baik ya.

d. Zakat Maal Penghasilan atau Profesi

Jika profesi yang digeluti seperti karyawan, konsultan, dokter dan lain sebagainya sudah mencapai nisab dan haulnya. Maka perlu dikeluarkan hartanya dengan cara berzakat. Yang mana karena biasanya pendapatannya berupa uang. Maka jumlah nisab dan kadar dari zakat profesi disamakan dengan zakat mal pada emas ataupun perak. Dengan kata lain kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%.

Sebenarnya masih terdapat beberapa macam zakat mal lainnya seperti zakat mal perniagaan, zakat barang temuan, investasi hingga simpanan atau tabungan. Semoga dengan penjelasa tersebut dapat bermanfaat dan kita amalkan. Sebab zakat mal ini tidak hanya baik bagi diri seseorang yang berzakat namun juga untuk orang lain. Bayangkan saja apabila semua umat islam taat dalam berzakat maka rasanya tingkat kemiskinan pada umat muslim khususnya akan sangat minim. Hidup terasa lebih lega karena bukan duniawi lagi yang jadi fokus utama, akan tetapi lebih kepada akhirat. Oleh sebab itu mari wujudkan sama-sama kebermanfaat dari zakat mal. Yang salah satu caranya apabila anda tidak memiliki banyak waktu luang dapat berzakat melalui dompet dhuafa.

Apakah Pajak dan Zakat Memberikan Dampak yang Serupa?

Apakah Pajak dan Zakat Memberikan Dampak yang Serupa?

Pajak dan Zakat – Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen per 1 Januari 2025 sempat menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Meskipun akhirnya dibatalkan, isu ini meninggalkan rasa pesimis di kalangan mayoritas masyarakat Indonesia terhadap kebijakan perpajakan.

Salah satu contohnya adalah munculnya narasi ‘Pajak versus Zakat’, di mana masyarakat mulai membandingkan kedua aturan tersebut. Lalu, sejauh mana pengaruh masing-masing terhadap kesejahteraan masyarakat?

Artikel Kata Pakar kali ini membahas topik pajak dan zakat menurut pandangan Yusuf Wibisono, seorang peneliti dari IDEAS (Institute For Demographic and Poverty Studies). Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Next Policy dan juga menjadi Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

Yusuf Wibisono telah mendalami bidang ekonomi makro dan regional sejak tahun 2000, serta fokus pada ekonomi Islam sejak 2004, dengan keahlian khusus dalam ekonomi moneter keuangan Islam dan keuangan publik Islam.

Yusuf Wibisono menjelaskan bahwa pajak dan zakat adalah mekanisme penarikan harta dari masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan publik. Keduanya berada pada domain yang berbeda. Di Indonesia, negara memiliki kewenangan penuh untuk menerapkan kebijakan pajak, sementara zakat merupakan syariat yang berlaku bagi umat Muslim di tanah air.

Yusuf menjelaskan bahwa zakat adalah pengumpulan harta dari umat Muslim yang mampu, yang hasilnya disalurkan kepada penerima manfaat tertentu. Penerima zakat memiliki kriteria spesifik, yaitu fakir, miskin, mualaf, amil, individu yang membutuhkan pemberdayaan seperti budak yang ingin merdeka, gharimin atau mereka yang terlilit utang, fi sabilillah atau orang yang berjuang di jalan Allah, serta ibnu sabil atau pelajar yang sedang menuntut ilmu.

“Zakat memiliki ketentuan yang jelas. Zakat fitrah setara dengan 2,5 kilogram bahan makanan pokok di setiap daerah, sedangkan zakat mal (harta) sebesar 2,5 persen dari penghasilan.

Sementara itu, pajak merupakan penarikan harta dalam bentuk uang dari warga negara, dengan berbagai jenis dan metode pengumpulan. Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh), yang besarannya bergantung pada pendapatan individu; Pajak Pertambahan Nilai (PPN), saat ini ditetapkan sebesar 11 persen dari konsumsi barang dan jasa; Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang berlaku untuk pemilik lahan seperti perkebunan, tambang, sawah, atau ladang; serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang dikenakan pada penjualan barang mewah.”

Yusuf Wibisono, seorang peneliti di IDEAS (Institute For Demographic and Proverty Studies). Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Nect Policy sekaligus Dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indoensia (FEUI).

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat pajak dan zakat, Yusuf memaparkan data bahwa saat ini 35 persen dari populasi Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sementara itu, 40 persen lainnya berada dalam kondisi rentan miskin atau termasuk calon kelas menengah, dan lebih dari 20 persen termasuk dalam kelas menengah. Hanya sekitar satu persen yang masuk dalam kategori kelas atas atau elit. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar warga Indonesia masih berada dalam situasi ekonomi yang tidak pasti.

“Isu yang berkembang baru-baru ini mengenai rencana kenaikan PPN hingga 12 persen jelas menjadi kebijakan yang dirasa tidak adil bagi mayoritas masyarakat. Meskipun akhirnya dibatalkan, hal ini tetap menjadi kekhawatiran yang menakutkan.”

“Data di atas memperlihatkan bahwa konsumen barang dan jasa di Indonesia masih didominasi oleh kalangan masyarakat kelas bawah. Melihat pada kenaikan PPN dari 10 persen menjadi 11 persen pada 2022, hal ini berimbas pada penurunan jumlah penduduk kelas menengah, yang semula berjumlah 56,2 juta orang atau 20,68 persen, menjadi 52,1 juta orang atau 18,83 persen (antara Maret 2021 hingga Maret 2023).”

Melihat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang tingkat kesejahteraan penduduknya lebih tinggi dibandingkan Indonesia, mereka hanya mengenakan tarif PPN sebesar 8-10 persen.

Sebenarnya ini bertentangan dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat. PPN yang tinggi justru lebih banyak membebani konsumen dari kelas bawah. Sementara itu, pajak untuk pemilik pertambangan atau batu bara masih tergolong rendah, bahkan ada yang bebas pajak. Kebijakan seperti ini sangat disayangkan. Tidak ada prinsip keadilan di dalamnya,’ kata Yusuf.

Berbeda dengan zakat yang langsung disalurkan kepada penerima manfaat, hasil dari pemungutan pajak lebih difokuskan untuk memperkuat ketahanan negara, seperti membayar bunga utang negara, membayar gaji aparat pemerintah, dan baru setelah itu untuk kesejahteraan rakyat.

Memang, (pajak) berbeda dengan zakat. Prioritasnya (zakat) memang untuk disalurkan langsung kepada penerima manfaat,’ ujar Yusuf pada Senin (30/12/2024).

Yusuf menegaskan bahwa reformasi hukum perpajakan perlu dilakukan agar tidak memberatkan masyarakat. Penerimaan pajak seharusnya lebih besar dari golongan warga kelas atas.

‘Seharusnya, lebih banyak pajak yang dipungut dari pelaku ekonomi besar, seperti sektor sawit, pertambangan, atau batu bara. Kami bukan menolak untuk membayar pajak, tapi kebijakan yang diterapkan haruslah adil,’ tegas Yusuf.

Selain itu, gerakan masyarakat sipil juga perlu diperkuat. Jejaring kolektif dengan kesadaran untuk saling membantu menjadi penting di tengah polemik ini.

Program dan inisiatif yang dilakukan Dompet Dhuafa sudah sangat baik, terutama karena telah diterapkan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan dakwah,’ ujar Yusuf melalui Google Meet.

Menurutnya, Dompet Dhuafa telah berhasil membangun gerakan masyarakat yang kuat dan menyeluruh. Ia membaginya dalam tiga jangka waktu: pendek, menengah, dan panjang.

Untuk jangka pendek, ia menggambarkan Dompet Dhuafa sebagai pemadam kebakaran yang berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin masyarakat yang membutuhkan, baik dengan cara langsung menyasar penerima manfaat.

5 Penyebab Hilangnya Pahala Sedekah, Hati-hati Jadi Sia-sia!

5 Penyebab Hilangnya Pahala Sedekah, Hati-hati Jadi Sia-sia!

Penyebab Hilangnya Pahala Sedekah – Menjalankan perintah untuk bersedekah memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah. Yang mana sedekah sendiri berarti memberikan sesuatu yang dimiliki baik itu berupa materi ataupun hal lain yang sifatnya bukan perihal harta, dari seseorang ataupun suatu lembaga kepada orang lain guna kemaslahatan. Oleh sebab itulah disebutkan dalam banyak hadis Nabi SAW bahwa sedekah memiliki keutamaan yang baik ketika seseorang melaksanakannya.

Tidak hanya itu dalam Alquran pun Allah SWT telah berfirman dalam Surah Saba’ ayat 39, mengenai anjuran bersedekah baik ketika kita memiliki kelapangan ataupun dalam suatu keadaan yang sempit.  Bahkan tidak hanya sekali Allah menyebutkan mengenai sedekah ini Tetapi ada juga dalam Surah Al-Baqarah ayat 274 yang isinya sama-sama mengenai sedekah, yang dengan tegas dijelaskan bahwa seseorang yang melakukan sedekah ataupun berinfak baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan maka Allah akan memberikannya pahala atas kebaikannya tersebut.

Baca juga: Perbedaan Sedekah, Infaq dan Zakat Yang Mudah Dipahami

Yang mana orang-orang yang bersedekah termasuk dalam tujuh golongan yang akan akan mendapat naungan dari Allah SWT di hari kiamat kelak. Hal tersebut juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Namun tahukah anda jika ada hal-hal yang dapat membuat pahala dari sedekah yang kita keluarkan itu menjadi hilang? tentunya hal ini bukan karena sesuatu yang tidak bermakna. Tetapi semuanya ada sebab dan akibat, seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai penyebab hilangnya pahala sedekah. Di mana poin-poin mengenai penyebab hilangnya pahala sedekah ini dilansir dari detik.com yang bersumber pada karya Dede R.U Widodo Suryasoemirat lewat bukunya yang berjudul “Perintah & Larangan Dalam Surat Al-Baqarah Oleh dan Bagi Pemula” serta karya dari Reza Pahlevi Dalimuthe dalam bukunya yang berjudul 100 Kesalahan dalam Sedekah.

1 Menyebut-nyebut Sedekah Yang Dilakukan

Salah satu hal yang dapat menghilangkan pahala sedekah adalah menyebut-nyebutkan sedekah yang sudah dilakukan. Dimana tentu hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan sifat riya yang memunculkan kesombongan dalam diri,  serta ketidak ikhlasan yang tulus entah khawatir malah hatinya melenceng karena ingin mendapatkan pujian atau ingin mendapatkan balasan, hingga lain sebagainya.

Makanya tidak heran jika muncul sebuah ibarat dimana, apabila kita bersedekah tangan kanan kita memberi tetapi tangan kiri tidak mengetahui. Nah itu sama saja seperti perumpamaan agar kita menghindari sifat riya karena kita tidak tahu bagaimana hati kita bisa bergejolak, yang mungkin tadinya ikhlas tapi karena lain hal unsur sebagainya,  yang membuat hati itu jadi membelot berujung hilangnya sebuah pahala yang sudah dikumpulkan. Jadi sebisa mungkin agar pahala sedekah yang sudah berhasil kita peroleh dijaga sepenuhnya. Jangan sampai hilang oleh perbuatan-perbuatan yang bahkan sama sekali awalnya tidak kita pikirkan untuk dilakukan. Intinya jangan mudah tergoda oleh bujuk syetan yang durjana.

2. Menyakiti Hati Penerima Sedekahnya

Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu mengapa kita dianjurkan untuk bersedekah adalah untuk memberikan kelapangan,  serta kebahagiaan kepada orang lain. Yang tentunya kita ini adalah sebagai perantara dari Allah SWT yang maha kuasa atas segala sesuatu.

Lalu bagaimana bisa jika kita memberikan sedekah tapi kita menyakiti orang yang menerima sedekah tersebut. Apakah kita pikir bahwa mereka akan bahagia? mereka akan merasa senang? Justru malah akan sebaliknya. Bahkan mungkin mereka akan merasa terhina oleh ucapan ataupun tindakan kita yang ternyata menyakiti hati penerima sedekah yang diberikan tersebut. Kalau sudah seperti itu apa tercapai tujuan sesungguhnya dari sebuah sedekah tidak bukan.

Oleh sebab itu ucapkanlah kata-kata yang baik. Jika memang tidak bisa lebih baik diam, sebab kita tidak tahu yang mungkin menurut kita bercanda, yang mungkin menurut kita itu tidak menyakitkan. Tapi bagi orang lain malah berpikir sebaliknya. Dengan kata lain jadi hal yang kurang mengenakkan di hati. Nah untuk itulah coba agar kita memposisikan diri dengan orang lain yang hendak kita perlakukan. Dimana jika kita ingin diperlakukan baik oleh seseorang maka kita juga harus berbuat demikian. Sebab hukum tuai tanam itu nyata adanya. Intinya perlakukanlah seseorang sebagaimana kamu juga ingin diperlakukan oleh orang lain.

Baca juga: 5 Keutamaan Bersedekah di Hari Jumat Yang Berlipat Ganda

Rahasia Besar di Balik Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

Rahasia Besar di Balik Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

kisah nabi muhammad membelah bulan – Salah satu mukjizat luar biasa Nabi Muhammad yang terjadi di bulan Sya’ban dan diingat sepanjang masa adalah peristiwa terbelahnya bulan. Terdapat tentang sebuah ayat Nabi Muhammad membelah bulan dalam hadits dari Anas bin Malik RA berbunyi:

أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً، فَأَرَاهُمُ انْشِقَاقَ الْقَمَرِ فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ شِقَّتَيْنِ حَتَّى رَأَوْا حِرَاءً بَيْنَهُمَا

Artinya: “Sesungguhnya, ahli Makkah pernah meminta kepada Rasulullah SAW supaya memperlihatkan satu tanda bukti kepada mereka. Kemudian, beliau memperlihatkan bulan yang terbelah dua hingga Gunung Hira dapat mereka lihat di antara kedua belahannya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Diceritakan dalam kitab Durratun Nasihin, pada masa itu terdapat seorang raja yang sangat fanatik menyembah berhala, yaitu Habib bin Malik dari Syam. Suatu hari, ia menerima surat dari Abu Jahal yang memberitahukan tentang agama baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Setelah membaca surat itu, muncullah keinginan untuk bertemu nabi dengan membawa 12 ribu orang ke Makkah. Sesampainya di perbatasan, ia mengirim utusan untuk memberi tahu pada Abu Jahal bahwa dirinya sudah sampai di  al-Abthah (perbatasan Makkah).

Adanya rasa penasaran terhadap Nabi Muhammad SAW, salah seorang dari Bani Hasyim mengatakan bahwa sewaktu kecil, beliau dikenal sebagai anak yang dapat dipercaya, jujur, dan memiliki akhlak mulia. Namun, ketika menginjak usia 40 tahun, ia mulai menyebarkan agama baru yang berbeda dengan keyakinan para leluhur.

Nabi Muhammad SAW mengenakan jubah merah dan surban hitamnya, memenuhi permintaan Raja Habib bin Malik untuk bertemu. Beliau datang ditemani oleh Siti Khadijah dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Namun, sebelum tiba di tempat pertemuan, Khadijah menangis sepanjang perjalanan, khawatir akan keselamatan suaminya. Kekhawatiran tersebut juga dirasakan oleh Abu Bakar.

Setibanya di lokasi, Nabi Muhammad SAW disambut dengan hangat dan dipersilakan duduk di sebuah kursi yang terbuat dari emas. Ketika beliau duduk, wajahnya memancarkan cahaya yang begitu indah dan berkilau, membuat semua yang hadir terpukau dan terpesona menyaksikan keagungan beliau.

Pada saat yang sama, Raja Habib bin Malik mempertanyakan mukjizat Nabi Muhammad SAW, karena nabi sebelumnya juga  memiliki mukjizat. Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW mempersilakan raja untuk menyampaikan permintaannya terkait mukjizat yang ingin dilihat, kemudian raja meminta kepada Nabi Muhammad SAW  untuk menenggelamkan matahari yang sedang bersinar lalu menggantikannya dengan bulan. Setelah itu, ia meminta bulan tersebut diturunkan ke bumi dan dibelah menjadi dua bagian.

Raja Habib bin Malik meminta agar bulan yang telah dibelah itu dimasukkan ke dalam lengan kanan dan kiri Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, ia menginginkan Nabi mengeluarkan kembali kedua belahan bulan tersebut dan menyatukannya lagi. Selain itu, ia juga meminta agar Nabi memerintahkan bulan untuk mengakui beliau sebagai Rasul, dan yang terkahir bulan harus dikembalikan ke tempat asalnya di langit. Jika Nabi berhasil melakukan semua itu maka sang raja berjanji akan beriman dan mengakui kenabiannya.

Abu Jahal yang berada di sana, merasa sangat gembira. Ia meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW  tidak akan mampu memenuhi permintaan Raja Habib bin Malik dan melihatnya sebagai kesempatan untuk meragukan kenabian beliau.

Nabi Muhammad berjalan menuju Gunung Abi Qubais dan melaksanakan shalat dua rakaat di sana. Gunung tersebut berdekatan dengan Masjidil Haram, berada searah dengan Hajar Aswad, dan berdekatan dengan Bukit Shafa.

Rasulullah mengangkat tangannya tinggi-tinggi, kemudian berdoa kepada Allah agar permintaan Raja Habib bin Malik dikabulkan. Tiba-tiba, tanpa diketahui oleh orang lain, turunlah 12 ribu malaikat yang menyampaikan salam dari Allah SWT kepada Rasulullah. Para malaikat itu mengatakan bahwa mereka senantiasa mendampingi Nabi, dan bahwa Allah telah menetapkan keputusan-Nya sejak zaman azali.

Para malaikat memintanya untuk menemui raja tersebut guna membuktikan kerasulannya, karena hanya Allah yang mengendalikan matahari dan bulan serta menggantikan siang dan malam. Selain itu, malaikat juga menyampaikan bahwa Raja tersebut memiliki seorang putri yang cacat—tidak memiliki kaki, tangan, dan buta. Namun, Allah telah menyembuhkan putrinya sehingga ia kini bisa berjalan, meraba, dan melihat dengan sempurna, sebagai tanda kekuasaan Allah dan bukti kenabian Nabi Muhammad.

Ketika Rasulullah  menemui  raja, matahari mulai tenggelam, menjadikan suasana semakin remang-remang. Setelah beliau selesai berdoa, bulan terbit dengan cahaya yang terang, lalu terbelahlah bulan menjadi dua bagian. Dengan dua jarinya, Rasulullah memberikan isyarat agar kedua belahan bulan itu turun kepadanya. Disertai suara gemuruh besar sekumpulan awan turut mengiringi turunya bulan ke arah beliau, kemudian masing – masing bagian masuk kedalam lengan Rasulullah sebelah kanan dan kiri seperti apa yang diminta oleh raja.

Selanjutnya  Nabi Muhammad SAW mengeluarkan potongan bulan dari lengannya dan menyatukannya kembali seperti semula. Peristiwa ini membuat semua orang yang menyaksikannya terperangah kagum saat Nabi menggenggam bulan yang bersinar terang. Di saat yang bersamaan, bulan mengeluarkan suara yang jelas: *Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah*, menyaksikan keesaan Allah dan mengakui kenabian Muhammad.

Menyaksikan mukjizat Nabi Muhammad, semua orang terkejut karena yang mereka saksikan bukanlah mimpi, melainkan kenyataan. Raja Habib bin Malik menyadari bahwa keajaiban ini tidak mungkin dimiliki oleh manusia biasa, termasuk mereka yang ahli dalam sihir. Meskipun hatinya masih ragu, ia ingin menguji Nabi lebih lanjut. Sebelum raja bisa berbicara, Nabi memberitahu bahwa putrinya yang cacat telah disembuhkan oleh Allah dan kini menjadi sempurna. Raja terkejut, karena hanya orang-orang terdekat yang mengetahui tentang putrinya. Mendengar hal ini, ia merasa gembira dan mengajak penduduk Makkah untuk meninggalkan agama nenek moyang mereka, lalu mengucapkan kalimat syahadat.

Di sisi lain, Abu Jahal marah dan menganggap itu semua sihir. Ketika tiba di istana, putrinya menyambutnya dengan mengucapkan syahadat, dan tubuhnya kini sempurna. Ia menceritakan bahwa dalam mimpinya, seorang pria tampan memberitahukan bahwa ayahnya telah memeluk Islam, dan jika ia ingin menjadi seorang muslimah, tubuhnya akan sempurna setelah mengucapkan syahadat. Raja pun sujud syukur kepada Allah atas kebesaran-Nya.

Sahabat, begitu besar kuasa Allah, dengan adanya kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan telah membuktikan  atas kebesaran-Nya, dimana Allah akan menghendaki segala hal yang Allah hendaki untuk hambanya yang selalu beriman serta bertakwa kepada-Nya.

Kisah Nyata Keajaiban Sedekah Kepada Orang Tua: Dari Uwais hingga Sa’ad bin Ubadah 

Kisah Nyata Keajaiban Sedekah Kepada Orang Tua: Dari Uwais hingga Sa’ad bin Ubadah 

Hidup kadang terasa berat, rezeki terasa sempit, bahkan doa seolah tertahan. Tapi pernahkah kamu berpikir, bahwa cara untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup  ada di sekitar kita yakni bisa melalui sedekah. Sedekah adalah amalan sangat dianjurkan dalam agama Islam. Salah satu jenis sedekah yang memiliki banyak keistimewaan adalah memberi sedekah kepada orang tua. Tidak hanya memberikan harta benda, sedekah ini juga menunjukkan sikap anak yang baik dan berbakti terhadap orang tuanya. 

Kedudukan Sedekah kepada Orang Tua dalam Islam  

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ 

Artinya : 

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. Al-Baqarah : 215) 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra’: 23) 

Ayat ini menegaskan berbakti datang setelah perintah utama, yaitu menyembah Allah. Maka, memberi sedekah  merupakan bentuk nyata dari birrul walidain, yaitu berbuat baik kepada orang tua. 

رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ 

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi) 

Ketika kita memberi sedekah kepada orang tua, tidak hanya mereka yang merasa senang, tetapi  Allah SWT yang meridhoi. Dan ketika Allah senang, itu berarti jalan keberkahan dalam hidup kita terbuka. 

Meneladani Kisah Nyata Keajaiban Sedekah Kepada Orang Tua 

  1. Uwais al Qarni  

Uwais Al-Qarni seorang tabiin terkenal memiliki kisah tentang menggendong ibunya menuju Baitullah. lahir 26 tahun sebelum hijrah dan berasal dari daerah Qam, yang terletak di perbatasan Yaman. Uwais termasuk dalam golongan tabiin mukhadram, yaitu orang yang tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi Muhammad, namun hidup di zaman yang sama. Kisahnya menjadi terkenal bukan kegigihannya dalam berperang tapi, karena cintanya yang sangat dalam terhadap sang ibu, hingga ia bersedia mengorbankan segalanya demi kebahagiaan, kebaikan sang ibu yang dicintai oleh Allah. Namun, hal yang membuatnya istimewa di mata Rasulullah adalah bakti serta ketaatan Uwais kepada ibunya. Uwais tidak pernah mengeluh meskipun harus merawat ibunya yang sudah tua sehingga tubuhnya tidak lagi sekuat dulu. ia bahkan mampu memenuhi semua keinginan ibunya, termasuk mengantarkan ibunya berhaji. 

Pada suatu malam, ibunya berkata, “Anakku, mungkin Ibu tidak lama lagi bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” permintaan sang ibu. 

Mendengar kata-kata ibunya, Uwais terdiam. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati daerah kering dan panas. Biasanya orang menggunakan unta dan membawa banyak makanan serta air. Lalu bagaimana Uwais bisa melakukan hal itu, padahal dia sangat miskin dan tidak punya kendaraan apa pun ? 

Uwais selalu berpikir cara untuk mencari solusi. Akhirnya, ia membeli seekor anak lembu, lalu membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi, dia menggendong anak lembu itu naik dan turun bukit. 

Setelah delapan bulan berlalu, tiba saatnya musim haji. Berat lembu Uwais sudah mencapai 100 kilogram, dan ototnya uwais semakin kuat. ia pun menjadi lebih bertenaga untuk mengangkat beban. Kegiatan rutinnya, yaitu membawa lembu naik dan turun bukit, sebenarnya itu latihan yang dipersiapkan untuk menggendong sang Ibu ke Makkah. 

Uwais Al Qarni memulai perjalanan dengan menggendong ibunya, menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju kota suci Mekah. Langkahnya penuh dengan keyakinan serta hatinya dipenuhi ketulusan, karena ia yakin bahwa tindakan mulia ini merupakan kewajiban sekaligus jalan untuk mencari keridhaan Allah SWT. 

Baca Juga: Kisah Sedekah Orang Miskin

Setelah menempuh perjalanan  panjang uwais dan ibunya sampai di mekkah. Ibu Uwais merasa sangat terharu dan air matanya mengalir melihat Baitullah. Di depan Ka’bah, mereka berdua berdoa dengan tulus. 

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. 

Sang Ibu keheranan dan bertanya, “Bagaimana dengan dosamu?” 

Uwais menjawab, “Dengan dosa ibu dimaafkan, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku masuk d surga.” 

Perjuangan dengan berbakti mendapatkan balasan lebih baik dari Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu sembuh dari penyakit  yang telah ia derita sedari kecil. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya 

  1. Sa’ad bin ubadah  

Sa’ad bin ‘Ubadah bin Dulaim seorang sahabat Nabi dan tokoh pemimpin dari Bani Khazraj di Madinah. Ia termasuk dalam golongan Anshar yang melakukan Bai’at Aqabah kepada Nabi Muhammad dan selalu mendukung perjuangan dakwah Nabi. 

Sa’ad  dapat menjadi cerminan dari kesetiaan dan pengabdian kepada orang tua. Sa’ad sosok yang selalu berbakti dan selalu menyayangi orang tuanya. Ia selalu memberikan perhatian maksimal kepada ibunya. Hatinya terasa berat saat ibunya wafat, meskipun ia tidak bisa berada di sisinya saat ibunya meninggal. 

Setelah kembali ke Madinah, Sa’ad meminta Rasulullah untuk melakukan shalat jenazah atas ibunya, meskipun telah melewati sebulan sejak ibunya wafat. Lalu Sa’ad bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasul, Ibu saya telah wafat, tetapi beliau tidak meninggalkan wasiat apa pun kepada saya. Apakah saya bolehkah saya bersedekah menggunakan nama beliau dan apakah hal tersebut bermanfaat untuk beliau ? 

Rasulullah pun menjawab, “Iya”. dengan nama beliau, dan apakah hal tersebut termasuk kebaikan baginya?” Rasulullah menjawab, “Iya. Kemudian Sa’ad kembali bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang dicintai oleh Rasulullah. Rasulullah meminta Sa’ad untuk menyiapkan air minum, karena pada masa itu sedang terjadi kesulitan air. 

Setelah mendengar jawaban dari Rasulullah, Sa’ad pun membuat sumur diatas namakan ibunya. Dari sumur yang dibuat air mengalir, sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air. 

Di tempat lain, Sa’ad juga berbagi dengan memberikan kebun miliknya atas nama ibunya. Rasulullah SAW hadir sebagai saksi atas sedekah tersebut. 

Hikmah Kisah Nyata Keajaiban Sedekah 

Sahabat, dari kisah Uwais Al-Qarni dan Sa’ad bin Ubadah, kita diajak untuk melihat bahwa sedekah kepada orang tua bukan sekadar pemberian materi tetapi ungkapan cinta, bakti, dan penghargaan paling dalam seorang anak kepada sosok yang telah mengorbankan segalanya untuknya. 

Uwais mengajarkan kita bahwa ketika cinta kepada ibu dilakukan dengan sepenuh hati, Allah membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan. Sedangkan Sa’ad menunjukkan bahwa kebaikan kepada orang tua tidak pernah berhenti, bahkan setelah mereka tiada. Sedekah atas nama mereka tetap menjadi cahaya yang menerangi perjalanan mereka di akhirat sekaligus membuka pintu keberkahan bagi kita di dunia. 

Sahabat, betapa sering kita lupa bahwa keberkahan hidup kadang datang dari doa tulus orang tua yang mungkin tidak selalu terucap, tapi terasa dalam langkah kita. Ketika kita memberi kepada mereka dengan harta, perhatian, waktu, atau sekadar senyuman sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan yang akan kembali dalam bentuk yang lebih indah. 

Maka selama orang  tua masih ada, mari kita berikan yang terbaik. Dan jika mereka telah pergi, tetaplah berbakti dengan doa dan sedekah atas nama mereka. Sebab berbuat baik kepada orang tua bukan hanya amalan, tetapi cara kita merawat hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah mudahkan kita menjadi anak-anak yang memuliakan kedua orang tua, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. 

Kisah Sedekah Orang Miskin: Bukti Ikhlas yang Mengundang Keajaiban Allah 

Kisah Sedekah Orang Miskin: Bukti Ikhlas yang Mengundang Keajaiban Allah 

Sedekah sudah tidak asing lagi kita dengar, bahkan banyak orang sudah tahu manfaatnya. Sedekah berasal dari kata As-Shidq yang berarti jujur. Seorang muslim yang melakukan sedekah berarti menunjukkan kejujurannya dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dicintai dalam hidupnya, harus diberikan kepada orang lain. Sedekah dapat dilakukan oleh siapa saja baik orang kaya maupun orang miskin. 

Hadits Al-Arbain An-Nawawiyah 25 

عَنْ أَبِى ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالُوا لِلنَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ. قَالَ « أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ   

Artinya :  

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada sejumlah orang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan (makruf) adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya lalu mendapatkan pahala di dalamnya? Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jiak hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 1006] 

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini berisi penjelasan bahwa orang miskin itu ghibtah (ingin berlomba) dengan orang kaya (ahlud dutsur, ad-dutsur artinya harta). Mereka cemburu baik agar bisa meraih pahala seperti orang kaya yang mudah dalam bersedekah. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan kepada mereka apa yang mereka mampu kerjakan.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:57) 

Kisah Sedekah Orang Miskin Yang Dapat di Teladani 

  1. Kisah abu dzar al ghifari  

Nama lengkapnya Abu Dzar Jundub bin Junadah bin Sufyan al-Ghifari. Dari kecil, ia sudah terbiasa Dalam lingkungan kekerasan. Sejak itu, ia menjadi salah satu pencuri yang terkenal dan membuat orang-orang takut. Sampai akhirnya mendapat hidayah dari Allah SWT. Abu dzar merasa sedih karena perbuatannya membuat orang lain terdzolimi. Akibat perbuatannya dapat menjadi kesempatan pintu terbukanya cahaya Ilahi untuk menyinari hatinya. Abu Dzar seseorang yang sangat dermawan dan selalu memegang prinsip Islam. Mengenai soal harta benda, ia sangat tegas dan berpendapat bahwa menyimpan kekayaan yang melebihi kebutuhan dilarang menurut hukum Islam. 

Meski Abu Dzar  dikenal sebagai sahabat yang sangat  miskin, Rasulullah SAW tetap memerintahkannya untuk bersedekah.  

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Abu Dzar : “Jika kamu memasak sup, buatlah kuahnya banyak dan bagikan kepada tetanggamu.” 

Kemudian Abu Dzar  menjawab, “Tapi supku istimewa, ya Rasulullah!” 

Nabi SAW bertanya lagi, “Maksudmu apa?”  

Abu Dzar  menjawab, “Sup saya hanya terdiri dari air biasa, sedikit garam, dan beberapa potong bawang bombay.”  

Tapi apa yang dikatakan Rasulullah? Ia menjelaskan, “Tidak apa-apa.” Lalu Abu Dzar RA mengikuti perintah Nabi SAW. Akhirnya tetangga yang menerima sup dari Abu Dzar RA merasa senang dan memberinya makanan yang lebih lezat. 

  1. Sedekah Pria Bani Israil 

Seorang pemuda dari Bani Israil yang sudah memiliki istri, mereka merupakan pasangan yang kondisi hidupnya dalam keadaan miskin. Pekerjaan hanya berjualan kapas dipasar. Suatu hari, ia berjualan seperti biasanya di pasar. Setelah dagangannya terjual, ada pertengkaran yang hebat antara seorang penjual dan pembeli hingga keduanya ingin saling membunuh. Sang pemuda melerai dan menanyakan apa yang menyebabkan pertengkaran antara keduanya terjadi. Keduanya lalu menjelaskan bahwa pembeli tidak ingin membayar barang dari penjual itu karena alasan tertentu. 

lantas pemuda itu bertanya berapa harganya barang tersebut, Penjual menjawab bahwa harganya 1 dirham. Pemuda itu kemudian mengambil uang dari hasil jualan untuk membayar barang itu, sehingga masalah pun berakhir dan keduannya tidak terjadi perkelahian yang dapat menyebabkan saling membunuh. 

Karena penghasilan pemuda Bani Israil hanya sejumlah 1 dirham, maka pada hari itu ia pulang tanpa membawa apa-apa karena uangnya sudah diberikan kepada penjual di pasar tadi. Pemuda itu menceritakan semuanya Istrinya pun menerima dengan ikhlas keputusan sang suami. 

Keesokan harinya, pemuda dan istrinya tidak memiliki modal untuk memperoleh kapuk berkualitas baik karena uang modal yang mereka miliki hanya 1 dirham, dan uang itu telah diberikan kepada penjual. Akhirnya, pemuda tersebut mengumpulkan sisa kapuk yang ada di rumahnya, meskipun kualitasnya buruk. Tentu saja ketika dijual di pasar, kapuk itu tidak ada yang membeli. Hingga sang pemuda merasa putus asa dan kembali pulang. Saat dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang penjual ikan. 

Penjual ikan itu mengatakan bahwa hari ini ikan-ikannya tidak terjual karena hampir busuk. Merasa nasibnya mirip, keduanya akhirnya sepakat saling menukar. Pemuda itu membeli ikan tersebut dengan cara memberikan kapuk yang ia jual sebagai pembayarannya. Penjual ikan  meyetujui, kemudian keduanya pulang. Setelah sampai di rumah, pemuda itu menceritakan semuanya kepada istrinya.  Istrinya pun tetap bersyukur apapun yang dihasilkan oleh suaminya. Istrinya langsung bergegas ke dapur untuk memasak ikan. Ketika membelah ikannya, tak disangka terdapat mutiara yang harganya sangat mahal.  

Sang pemuda memutuskan untuk menjual permata dengan harga 120 ribu dirham. Ketika dalam perjalanan pulang, sang istri dan pemuda tersebut bertemu dengan dua orang fakir miskin. Dengan keimanannya yang teguh membuat keduanya memutuskan untuk membagi rezeki 120 dirham pada kedua fakir miskin. Namun di tengah perjalanan, kedua fakir miskin itu kembali lagi dan mengembalikan dirham kepada sepasang suami istri dari Bani Israil itu. 

Kedua orang miskin itu lalu mengatakan bahwa mereka sebenarnya bukan manusia, melainkan malaikat yang diutus oleh Allah untuk memberi kabar gembira dan membagikan harta berupa rezeki kepada kedua orang tersebut. 

Hikmah dari Kisah Sedekah Orang Miskin 

Sahabat, dari kisah-kisah ini kita belajar bahwa sedekah bukan soal seberapa besar yang kita beri, tapi seberapa tulus hati kita ketika melakukannya. Baik Abu Dzar yang hidup serba sederhana, maupun pasangan miskin dari Bani Israil, keduanya menunjukkan bahwa pintu kebaikan selalu terbuka bagi siapa pun meski dalam kondisi terbatas sekalipun. 

Sedekah yang ikhlas justru sering lahir dari hati yang paling paham rasanya kekurangan. Dan justru dari ketulusan seperti itu, Allah membukakan jalan-jalan pertolongan yang tak pernah kita duga. Sebab setiap kebaikan, sekecil apa pun, tidak pernah hilang di hadapan-Nya. 

Sahabat, mungkin hari ini kita juga sedang berada di fase yang tidak mudah. Namun percayalah, memberi walau sedikit bisa menjadi doa yang mengetuk pintu langit. Menjadi penguat bagi diri kita sendiri, dan membawa keberkahan yang kembali lagi pada kita. 

Jadi, sudahkah kita menyisihkan sedikit kebaikan hari ini?

Yuk, mulai dari yang kecil dan dari hati

Sakaratul Maut: Begini Penjelasannya Dalam Islam

Sakaratul Maut: Begini Penjelasannya Dalam Islam

Sakaratul maut adalah fase paling menentukan dalam perjalanan hidup seorang manusia. Saat itu tiba, tidak ada lagi kekuatan, harta, atau kedudukan yang mampu menolong. Yang tersisa hanyalah amal, zikir, dan ketakwaan. Al-Qur’an menggambarkan betapa dahsyatnya detik-detik tersebut, terutama bagi mereka yang lalai semasa hidup.

Gambaran Sakaratul Maut dalam Al-Qur’an

Allah SWT menjelaskan dengan tegas bagaimana malaikat mencabut nyawa orang-orang yang ingkar:

“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir sambil memukul muka dan belakang mereka seraya berkata: ‘Rasakanlah siksa neraka yang membakar.’”
(QS. Al-Anfal: 50)

Ayat lain menggambarkan dahsyatnya tekanan sakaratul maut bagi orang-orang zalim:

“…Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah sesuatu yang tidak benar dan karena kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.”
(QS. Al-An’am: 93)

Ayat-ayat ini menjadi peringatan bahwa kematian bukan sekadar peristiwa fisik, melainkan ujian terakhir yang sangat menentukan perjalanan kita menuju akhirat.

Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa

Dalam berbagai riwayat dijelaskan bahwa Malaikat Izrail mencabut nyawa sesuai keadaan iman seseorang:

  • Bagi hamba yang durhaka, nyawa dicabut dengan keras dan menyakitkan.
  • Bagi hamba yang saleh, malaikat mencabutnya dengan lebih lembut, namun perpisahan ruh dan jasad tetap sangat menyakitkan.

Diriwayatkan:

“Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang.”
(HR. Ibnu Abu Dunya)

Betapa dahsyatnya rasa sakit itu, hingga tidak dapat dibandingkan dengan apa pun yang kita rasakan di dunia.

Kisah Nabi Idris AS dan Hikmahnya

Nabi Idris AS dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah. Shalatnya puluhan rakaat setiap hari, lisannya selalu dipenuhi zikir, dan amalnya naik ke langit setiap malam. Kesalehan inilah yang membuat Malaikat Izrail meminta izin kepada Allah untuk berziarah kepadanya.

Saat berkunjung, Izrail menyamar sebagai seorang lelaki tampan. Nabi Idris melayani tamunya sebagaimana beliau menghormati siapa pun yang datang. Setelah beberapa waktu, Nabi Idris menyadari ada sesuatu yang berbeda dan akhirnya bertanya tentang jati diri lelaki itu. Izrail pun mengungkapkan siapa dirinya.

Nabi Idris lalu memohon satu permintaan:
“Cabutlah nyawaku, lalu mintakan kepada Allah agar aku hidup kembali, agar bertambah rasa takutku dan semakin banyak amal ibadahku.”

Atas izin Allah, Malaikat Izrail mencabut nyawanya dengan cara yang paling lembut. Setelah dihidupkan kembali, Nabi Idris berkata: “Rasa mati itu seribu kali lebih sakit daripada seekor hewan hidup yang dikuliti.”

Izrail menjawab: “Itu adalah cara selembut-lembutnya aku memperlakukan seorang hamba.”

Jika seorang nabi yang suci merasakan sakit yang demikian, bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan kelalaian?

Siapkah Kita Menghadapinya?

Kesadaran tentang sakaratul maut seharusnya membuat kita memahami bahwa setiap manusia, apa pun usia dan kedudukannya, pasti akan menempuh detik-detik terakhir yang sangat berat. Bahkan para nabi yang paling taat pun merasakan pedihnya perpisahan antara jasad dan ruh. Karena itulah, membersihkan hati, memperbanyak zikir, menjaga ibadah, dan melakukan amal saleh menjadi bekal yang tak tergantikan. Dengan menyadari bahwa nyawa suatu hari pasti dicabut, kita terdorong untuk lebih berhati-hati dalam menjalani hidup, lebih lembut dalam bersikap, dan lebih dekat kepada Allah. Pada akhirnya, sakaratul maut bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan kita agar mempersiapkan diri melalui taubat yang tulus dan kehidupan yang diisi dengan kebaikan setiap hari

Kisah Perang Al Abwa, Bukti Perjuangan Nabi Muhamad SAW

Kisah Perang Al Abwa, Bukti Perjuangan Nabi Muhamad SAW

Kisah Perang Al Abwa –  Sebanyak dua puluh enam kali Nabi Muhammad SAW telah mengikuti peperangan dalam mesyiarkan agama Islam. Salah satu di antaranya adalah perang Abwa’ atau sering disebut dengan peran Waddan.

Perang Abwa’  atau Waddan merupakan nama daerah yang terletak di antara kota Mekkah dan Madinah. Tragedi  perang pertama Islam  yang disebabkan karena adanya tekanan serta cobaan yang sangat kuat dari kaum Quraisy kepada kaum muslim yang membuat para kaum mulsim untuk berhijrah ke Madinah.

Ketika para umat muslim hijrah ke Madinah ternyata para kaum Quraisy tetap melakukan penganiyayaan, ancaman, hinaan, fitnah selalu berdatangan menyerang mereka , tidak lama setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah para kaum Quraisy mengumumkan untuk perang melawan beliau beserta umat muslim.

Ketika kaum Quraisy mengajak para umat muslim untuk berperang, tibalah waktu tersebut dan kemudian bersama ijin Allah  Nabi Muhammad bersama pasukannya siap melawan mereka.


Rencana dan strategi sudah Rasulullah buat untuk melawan mereka dengan menyekat para kaum Quraisy yang didominasi dengan oleh orang – orang kafir dan Musryik, kemudian beliau bersama umat muslim serta sahabatnya bergegas untuk menuju lokasi perang.

Namun strategi tersebut gagal, karena para kaum Quraisy telah pulang terlebih dahulu. Sayangnya tanpa Nabi Muhammad sadari bahwasanya mereka telah disekat oleh kaum kafir dengan kepemimpinan Makhsy bin Amr adl-Dlamrah, serta beberapa koalisi kaum kafir dari Bani Dlamrah.

Keadaan tersebut membuat pasukan muslim merasa terancam dan siap untuk berperang, namun maksud dari Bani Dlamrah bukanlah untuk melakukan peperangan melainkan untuk melakukan perjanjian damai.

Syekh ‘Ali bin Ibrahim bin Ahmad al-Halabi dalam kitab karangannya menjelaskan isi tentang perjanjian tersebut yaitu:

بِسْمِ اللّهِ الرّحْمَنِ الرّحِيمِ. هَذَا كِتَابٌ مِنْ مُحَمّدٍ رَسُولِ اللّهِ لِبَنِي ضَمْرَةَ، فَإِنّهُمْ آمِنُونَ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأَنّ لَهُمْ النّصْرَ عَلَى مَنْ رَامَهُمْ إلا أَنْ يُحَارِبُوا فِي دِينِ اللّهِ. وَإِنّ النَّبِي إذَا دَعَاهُمْ لِنَصْرِهِ أَجَابُوهُ، عَلَيْهِمْ بِذَلِكَ ذِمّةُ اللهِ وَذِمّةُ رَسُولِهِ، وَلَهُمْ النّصْرُ عَلَى مَنْ بَرَّ مِنْهُمْ وَاتّقَى.

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. ini merupakan surat perjanjian dari Nabi Muhammad untuk Bani Dlamrah, dan sesungguhnya mereka akan mendapatkan pertolongan menghadapi orang – orang yang menyerang mereka, kecuali jika mereka memerangi agama Allah. Dan, jika Rasulullah meminta pertolongan kepada meereka, merka pun akan menolongnya. Mereka mendapat jaminan keamanan dari Allah dan Rasul-nya dan diberi pertolongan dari mereka yang baik dan menjaga (perjanjian).” (‘Ali al-Halabi, Insanul ‘Uyun fi Siratil Aminil Ma’mun, [Bairut, Darul Kutubil ‘Ilmiah: 2004], juz II, halaman 347).

Sahabat itulah kisah perang Al Abwa, sebagaimana penjelasan di atas mengartikan bahwasanya pasukan umat muslim memiliki kekuatan militer yang kuat dan terbukti berhasil menang melawan tentara kaum kafir.


Rahasia Janji Rasulullah SAW Saat Hijrah yang Jarang Terungkap

Rahasia Janji Rasulullah SAW Saat Hijrah yang Jarang Terungkap

Akhlak Rasulullah SAW selalu menjadi cahaya yang membimbing umat manusia menuju kebenaran. Di antara banyak keutamaan beliau, salah satu yang paling menggetarkan hati adalah keteguhan dalam menepati janji. Kisah hijrah Rasulullah yang kembali memenuhi perjanjian, bahkan kepada kaum yang memusuhinya, menjadi saksi betapa amanah menempati posisi yang sangat mulia dalam Islam.

Pada masa hijrah, situasi politik dan sosial tidak berada pada titik aman bagi kaum muslimin. Mereka ditekan, diintimidasi, dan hidup dalam bayang-bayang ancaman. Namun, dalam kondisi yang penuh tekanan itulah Rasulullah SAW menunjukkan karakter luar biasa. Ketika diminta untuk kembali karena ada perjanjian yang harus ditunaikan, beliau tidak mencari alasan atau celah untuk menghindar. Beliau tidak hanya memahami bahwa menepati janji adalah ajaran, tetapi juga menghayatinya sebagai prinsip hidup yang tidak boleh pudar.

Kisah ini bukan hanya bagian dari sejarah; ia adalah pelajaran mendalam tentang nilai integritas. Menepati janji merupakan tanda iman, sebagaimana sabda Nabi: “Tidak beriman seseorang yang tidak dapat dipercaya.” Integritas bukan hanya tentang ucapan yang disampaikan, tetapi tentang komitmen yang tetap kokoh meski berada dalam situasi sulit. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amanah adalah cerminan dari kebersihan hati seorang mukmin.

Baca Juga: Sifat Keteladanan Nabi Muhammad yang Patut Dicontoh

Dalam kehidupan modern, nilai-nilai seperti ini terasa semakin penting. Dunia bergerak cepat, persaingan semakin ketat, dan banyak orang tergoda untuk mengorbankan prinsip demi keuntungan sesaat. Namun, teladan Rasulullah hadir sebagai pengingat: kejujuran adalah fondasi keberkahan. Ketika kita menepati janji kepada keluarga, rekan kerja, pelanggan, dan masyarakat, kita sedang membangun kepercayaan yang menjadi dasar dari hubungan yang sehat.

Integritas bukan hanya soal hubungan antar manusia, tetapi juga soal hubungan dengan Allah. Setiap amanah yang kita pegang akan dimintai pertanggungjawaban. Menjaga janji berarti menjaga kehormatan diri, dan kehormatan diri adalah salah satu bentuk rasa syukur atas karunia Allah yang tak terhingga.

Semoga kisah dan teladan Rasulullah SAW ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Dengan menjaga amanah dan komitmen, kita menjadi bagian dari mata rantai kebaikan yang diwariskan oleh Nabi. Dan semoga setiap langkah kita dipenuhi keberkahan dan ridha-Nya.

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW yang Mulia

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW yang Mulia

Seusai Rasulullah ﷺ wafat, kota Madinah dipenuhi tangisan duka. Para sahabat larut dalam kehilangan sosok yang selama ini menjadi cahaya kehidupan mereka. Dalam suasana itu, seorang Arab badui datang menemui Umar bin Khattab dan berkata, “Ceritakan padaku akhlak Muhammad!” Umar menunduk, lalu menangis. Ia tak sanggup berkata apa pun. Ia hanya menyuruh lelaki itu menemui Bilal. Namun Bilal pun menangis tersedu, lalu menyarankan untuk bertemu Ali bin Abi Thalib.

Ali berkata, “Wahai saudaraku, engkau takkan sanggup menggambarkan seluruh keindahan dunia. Lalu bagaimana aku bisa melukiskan akhlak Muhammad, padahal Allah berfirman bahwa beliau memiliki akhlak yang agung?” (QS. Al-Qalam [68]: 4).

Akhirnya, lelaki itu mendatangi Aisyah r.a. Istri tercinta Rasulullah ini berkata singkat, “Khuluquhu al-Qur’an” — Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Nabi Muhammad ﷺ adalah cerminan nyata dari setiap ayat yang diturunkan Allah.

Baca Juga: detik detik wafat rasulullah saw dan cinta abadi untuk umatnya

Akhlak Nabi dalam Rumah Tangga

Siti Aisyah pernah bercerita bahwa saat malam tiba, ketika mereka sudah berbaring bersama, Rasulullah berkata lembut, “Wahai Aisyah, izinkan aku menghadap Tuhanku.” Begitu dalam kasihnya , suami yang penuh cinta, namun tetap mendahulukan ibadah. Dalam kisah lain, saat pulang larut malam, beliau tidur di depan pintu rumah agar tidak membangunkan Aisyah. Betapa besar rasa hormat dan kasih Nabi terhadap istrinya.

Nabi bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Akhlak Nabi kepada Sahabat

Suatu hari, seorang sahabat datang terlambat ke majelis Nabi. Melihat tak ada tempat duduk, Rasulullah ﷺ memanggilnya dan melipat sorbannya untuk dijadikan alas duduk. Sang sahabat menangis terharu, mencium sorban itu, dan berkata, “Siapa yang bisa menyamai kelembutan hati beliau?

Begitulah Rasulullah , pemimpin yang merendah dan memuliakan sahabatnya. Beliau selalu menebar cinta dan tidak pernah merendahkan siapa pun.

Rasul juga gemar memuji sahabat-sahabatnya. Abu Bakar disebut sebagai “teman sejati dalam gua”, Umar sebagai sosok yang ditakuti setan, Utsman dijuluki Dzun Nurain (pemilik dua cahaya), dan Ali sebagai pintu ilmu. Beliau tidak fokus pada kekurangan, tetapi menonjolkan kelebihan setiap sahabatnya, sebuah teladan tentang bagaimana mencintai dan menghargai orang lain.

Keteladanan dalam Menepati Janji dan Rendah Hati

Nabi adalah sosok yang teguh dalam menepati janji, bahkan kepada kaum kafir. Saat seorang sahabat hijrah terlambat tiba di Madinah, Rasul menyuruhnya kembali karena telah ada perjanjian yang disepakati. Bagi beliau, janji adalah amanah suci.

Ketika menjelang wafat, Rasulullah ﷺ bahkan mempersilakan seorang sahabat menuntut qishash karena pernah disentuh tongkatnya di medan perang. Namun sahabat itu justru memeluk Nabi sambil menangis, “Aku hanya ingin merasakan tubuhmu sebelum Allah memanggilmu.” Begitulah cinta dan kelembutan yang tumbuh dari akhlak Rasul yang penuh kasih.

Akhlak Nabi di Hadapan Musuh

Suatu ketika, utusan Quraisy bernama Utbah bin Rabi‘ah datang menawarkan kekuasaan dan harta jika Nabi menghentikan dakwahnya. Rasulullah ﷺ mendengarkan dengan tenang tanpa menyela sedikit pun. Setelah Utbah selesai bicara, beliau hanya membacakan surat Fushilat dengan suara lembut hingga ayat sajdah. Utbah terdiam dan pulang dengan hati bergetar. Itulah bukti akhlak Nabi: sabar, santun, dan berilmu, bahkan terhadap orang yang menentangnya.

Warisan Abadi Rasulullah ﷺ

Di penghujung hidupnya, saat haji Wada’, Rasulullah ﷺ berkata, “Bukankah telah kusampaikan wahyu dari Allah kepada kalian?” Para sahabat menjawab, “Benar, ya Rasul.” Beliau pun menengadah dan berseru tiga kali, “Ya Allah, saksikanlah… Ya Allah, saksikanlah.”

Kini, cinta itu tetap hidup di hati umatnya. Kita mungkin tak pernah melihat wajah beliau, tapi setiap kali membaca kisah-kisah akhlaknya, hati ini seolah kembali disentuh oleh kelembutan seorang kekasih Allah.

Pelajaran Berharga

  1. Akhlak Rasulullah adalah manifestasi Al-Qur’an.
  2. Hormati keluarga, sahabat, dan sesama manusia.
  3. Jaga lisan dan hati dari celaan.
  4. Tegakkan janji, karena ia bagian dari iman.
  5. Semoga kita mampu meneladani akhlak mulia Rasulullah ﷺ dalam setiap langkah kehidupan.
  6. Ya Allah, jadikan kami umat yang mencintai dan meniru akhlak Nabimu.
Kisah Lahirnya Nabi Muhammad, 3 Saksi Peristiwa Besar

Kisah Lahirnya Nabi Muhammad, 3 Saksi Peristiwa Besar

Lahirnya Nabi Muhammad- Nabi Muhammad SAW lahir di kabilah besar Bani Hasyim pada Tahun Gajah tahun 570 Masehi, tepatnya pada 12 Rabiul Awal. Pada saat itu, pasukan gajah dipimpin oleh Abrahah dari Habasyah berusaha menghancurkan Ka’bah. Namun, Allah SWT kirimkan burung ababil untuk melawan pasukan tersebut, dan kisah ini tercatat dalam dalam Al-Qur’an Surat Al-Fil ayat 1-5.

Beberapa peristiwa luar biasa telah terjadi bersamaan dengan lahirnya Nabi Muhammad. Pada malam yang tenang, Senin, 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah (570 Masehi), pancaran cahaya yang muncul dari langit Mekkah menjadi saksi atas kelahiran beliau.

Dalam Surah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury  menceritakan tentang lahirnya Rasulullah SAW yang sering kita sebut dengan peringatan Maulid Nabi. Pada saat kelahiran Beliau, terjadi beberapa peristiwa luar biasa yang menjadi tanda akan lahirnya sosok manusia agung yang kelak menjadi Nabi penutup zaman.

Nabi Muhammad SAW merupakan seorang putra dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Abdullah, ayahnya, adalah putra seorang pemimpin Suku Quraisy yang sangat dihormati. Beliau lahir  dalam keadaan sebagai anak yatim, karena sang ayah telah meninggal sebelum beliau dilahirkan.

 Beberapa riwayat lain menyebutkan tanggal kelahiran beliau adalah 9 Rabiul Awal, pada tahun kedatangan pasukan Gajah yang dipimpin Abrahah, atau 40 tahun setelah berakhirnya kekuasaan Kisra Anusyirwan.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan  ibunda Rasulullah Sayyidah Aminah bahwa: “Ketika aku melahirkannya, dari farajku keluar cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam.” Riwayat serupa juga disampaikan oleh Imam Ahmad, ad-Darimi, dan lainnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi saat kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut menunjukkan adanya irhashat, yaitu tanda-tanda awal  kenabian beliau.

Kemudian Ath-Thabari dan Al-Baihaqi  meriwayatkan beberapa peristiwa  menjadi saksi dari irhashat tersebut, di antaranya:

1. Runtuhnya 14 balkon istana kekaisaran Persia, sebagai tanda kehancuran kekuasaan mereka yang akan datang.  

2. Padamnya api suci yang selama berabad-abad disembah oleh kaum Majusi, menandakan berakhirnya kepercayaan mereka.  

3. Gereja-gereja di sekitar Danau Saawah hancur setelah air danau tersebut menyusut, menandakan perubahan besar dalam tatanan keagamaan dan sosial.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAQ bersabda:

دَعْوَةِ أَبِي إِبْرَاهِيمَ وَبِشَارَةِ عِيسَى قَوْمَهُ، وَرُؤْيَا أُمِّي الَّتِي رَأَتْ كَأَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُورٌ أَضَاءَتْ لَهُ قُصُورُ الشَّامِ

Artinya: “Aku adalah doanya kakekku Ibrahim, kebar gembira yang dikabarkan oleh Nabi Isa kepada kaumnya, dan mimpi ibuku yang ia lihat, seakan-akan keluar darinya cahaya yang menyinari istana-istana negeri Syam.” (HR Ahmad 17163)

Setelah beberapa tahun Nabi Muhammad SAW tinggal bersama sang ibunya, beliau kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Abdul Muthalib sangat menyayangi beliau dan memberikan perhatian yang besar kepadanya. Ia selalu berdoa dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, melihat adanya tanda-tanda kenabian pada cucunya yang kelak akan menjadi pembawa risalah bagi seluruh umat manusia.

Kemudian, Abdul Muthalib menyerahkan bayi Muhammad kepada ibu asinya yaitu Halimah binti Abi Dzuaib,  berasal dari Bani Sa’ad bin Bakar. Pada saat itu, Halimah dan rombongannya datang ke Makkah dengan harapan agar bayi Muhammad dapat tumbuh di lingkungan pedesaan yang bersih, alami, dan jauh dari keramaian kota. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga diharapkan dapat belajar dan menguasai bahasa Arab yang fasih, sebagaimana tradisi anak-anak Quraisy yang sering diasuh oleh keluarga di pedesaan.

Awalnya saat  Rasulullah masih bayi, rombongan Halimah menolak untuk menyusui beliau, karena mereka mengharapkan sebuah imbalan. Namun, Halimah menyatakan untuk bersedia menjadi ibu asi Nabi Muhammad meskipun tanpa adanya jaminan imbalan . Abdul Muthalib kemudian membawanya ke pemukiman Bani Sa’ad, tempat Rasulullah tinggal dan diasuh selama empat tahun.

Halimah memulangkan Nabi Muhammad SAW kepada ibunya Aminah, saat beliau berusia lima tahun. Setelah itu, Nabi Muhammad memulai kembali kehidupannya bersama sang ibu serta kakeknya Abdul Muthalib. 

Detik-Detik Wafat Rasulullah SAW dan Cinta Abadi untuk Umatnya

Detik-Detik Wafat Rasulullah SAW dan Cinta Abadi untuk Umatnya

Hari itu, langit Madinah tampak muram. Hembusan angin membawa suasana haru yang tak biasa. Rasulullah ﷺ, manusia paling mulia, mulai merasakan sakit yang semakin berat. Meski tubuhnya lemah, beliau masih menyempatkan diri menasihati umatnya dengan penuh kasih.

“Wahai umatku, aku tinggalkan untuk kalian dua pedoman: Al-Qur’an dan Sunnahku. Siapa yang mencintaiku, hendaklah mencintai keduanya, karena di sanalah jalan untuk bertemu denganku di surga.”

Para sahabat menunduk, menahan air mata. Mereka tahu, waktu perpisahan dengan kekasih Allah semakin dekat. Ali bin Abi Thalib dan Fadhal menuntun beliau turun dari mimbar. Sejak hari itu, Rasulullah lebih banyak beristirahat di rumah, ditemani keluarga terdekatnya.

Saat Malaikat Maut Datang Menjemput

Ketika suasana rumah hening, terdengar ketukan lembut di pintu. Fatimah r.a. menjawab, “Ayah sedang sakit.” Namun Rasulullah membuka mata dan berkata lirih, Itu adalah Malaikat Maut.”

Fatimah menangis tersedu. Tak lama kemudian, Malaikat Jibril datang menyertai Izrail. Rasulullah bertanya dengan suara lemah,

“Wahai Jibril, apa yang menantiku di sisi Allah?” Jibril menjawab, “Wahai kekasih Allah, surga telah menantimu dengan segala kemuliaannya.”

Namun Rasulullah belum tenang. “Bagaimana dengan umatku, Jibril?” tanya beliau penuh kasih. Jibril menjawab, “Allah berjanji, surga tidak akan dimasuki siapa pun sebelum umat Muhammad masuk ke dalamnya.”

Air mata menetes di pipi Jibril. Lalu Izrail pun mulai menjalankan tugasnya dengan lembut. Rasulullah merasakan beratnya sakaratul maut. Dalam derita itu, beliau berdoa,“Ya Allah, ringankanlah penderitaan ini bagi umatku. Biarlah semua rasa sakit ini aku tanggung sendiri.”

Pesan Terakhir yang Abadi

Menjelang napas terakhir, Rasulullah ﷺ berpesan, “Jagalah sholat, dan perlakukanlah orang-orang lemah dengan penuh kasih sayang.”

Kemudian beliau mengucapkan kata yang menggetarkan hati, “Ummatii… ummatii… ummatii…”(Umatku… umatku… umatku…)

Demikian akhir kehidupan manusia terbaik yang pernah diutus ke bumi. Hingga detik terakhir, cintanya hanya untuk umatnya — agar kita semua tetap berada di jalan Allah.

Pelajaran Berharga dari Detik Terakhir Rasulullah ﷺ

Cinta sejati kepada Rasulullah bukan hanya dengan lisan, tapi dengan meneladani akhlak dan ajarannya. Sholat adalah pesan terakhir beliau, penanda iman dan bentuk cinta kepada Allah. Kematian bukan akhir segalanya, melainkan awal perjalanan menuju pertemuan dengan Sang Pencipta.

Semoga setiap langkah hidup kita selalu berlandaskan cinta dan ketaatan, sebagaimana Rasulullah mencintai kita tanpa batas.

Humanesia Camp 4: Dompet Dhuafa Yogyakarta Cetak Relawan Tangguh untuk Advokasi dan Respon Kemanusiaan 

Humanesia Camp 4: Dompet Dhuafa Yogyakarta Cetak Relawan Tangguh untuk Advokasi dan Respon Kemanusiaan 

humanesia caamp

Yogyakarta, 16 November 2025 — Dalam upaya menjawab tantangan dunia filantropi Islam yang semakin kompleks, Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menyelenggarakan Humanesia Camp Btach 4, sebuah program pelatihan dua hari yang dilaksanakan pada 15-16 November 2025 di Dapoer Khayangan, Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta terdiri dari berbagai latarbelakang diantaranya penggiat social, penggiat kemanusiaan, guru, penggiat dakwah, mahasiswa, dan lainnya.

Humanesia Camp batch 4 kali ini mengusung tema Sprit Of Humanity : Membangun Kompetensi Paralegal yang profesional untuk Keadilan yang Rahmatan Lil’alamin, Imam Hidayat selaku ketua pelaksana kegiatan ini menyampaikan pemilihan tema tersebut merupakan nilai yang ingin dibangun pada jaringan advokasi dan aliansi kerelawanan Dompet Dhuafa Yogyakarta, “ Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini untuk membangun jarungan relawan advokasi ataupun yang siap melakukan pembelaan terhadap kasus – kasus sosial yang ada dimasyarakat, pelatihan ini menjadi ajang Dompet Dhuafa Yogyakarta untuk mencetak relawan yang tangguh, profesional dan memiliki kredibilitas serta integritas.” Ungkapnya

Kegiatan ini dibuka oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, yang menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas relawan didalam melakykan pembeluaan ataupun advokasi pada persoalan social masyarakat yang semakin beragam. Dalam sesi materi pertama, Rama Adi Wibowo selaku pemateri dari tim Advokasi Dompet Dhuafa, menekankan bahwa adavokasi merupakan bagian penting dari upaya menciptakan keadilan social.

humanesia camp dompet dhuafa yogyakarta

Penyampaian materi advokasi di gerakan zakat dan filantropi oleh Rama Adi WibowoWibowo dari tim Advokasi Dompet Dhuafa 

 
“Kemiskinan bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga struktur, kebijakan, dan ketidakadilan sosial. Ketika banyak warga tersisih dari akses kesehatan, pendidikan, ruang hidup, hingga perlindungan hukum, maka advokasi menjadi jalan penting agar keberpihakan kepada yang lemah benar – benar terwujud,” ujarnya.

Baca Juga: Respon Longsor Cilacap

Humanesia Camp batch 4 menghadirkan rangkaian materi strategis, terkait bantuan hukum dan keparalegalan, meliputi berbagai materi advokasi berbasis filantropi maupun juga lembaga hukum. Materi – materi tersebut disampaikan oleh tim Advokasi Dompet Dhuafa dan tim LBH Yogyakarta. Selanjutnya materi yang dihadirkan juga seputar kevolunteeran oleh PIC DDV Yogyakarta serta materi tentang mindset repon kebencanaan disampaikan oleh tim DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta. Selain itu para peserta juga mendapatkan pelatihan penanganan pertama pada gawat darurat yang disampaikan oleh tim LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Hal tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sebagai seorang relawan yang siap melakukan respon kemanusiaan dalam keadaan apapun.

humanesia camp dompet dhuafa yogyakarta

Sesi sharing session kegiatan kemanusiaan oleh R.R Prameswari Nalaningsih salah satu peserta Humanesia Camp batch 4

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan jejaring antar-relawan.  Salah satu peserta adalah R.R Prameswari Nalaningsih atau sering dipanggil Nala yang memiliki latarbelakang seorang finance di instansi pemerintahan, menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan.

” Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Banyak materi luar biasa yang membuka wawasan saya, mulai dari kemiskinan, kesejahterahan, sehingga advokasi. Yang takkalah menarik adalah materi penanganan pertama pada korban kecelakaan. Selain menambah ilmu, saya juga mendapatkan banyak teman baru daan jaringan semakin luas.” ungkapnya. 

Melalui Humanesia Camp batch 4Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap lahirnya relawan dan paralegal yang semakin kompeten, profesional,  daan memiliki sensitivitas sosial yang kuat, sehingga mampu menjadai gardaa depan dalam pendampingan masyarakat serta respon kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem gerakan sosial yang lebih sistematis, terukur, daan berpihak kepada masyarakat rentan.

Jangan Tinggalkan Sholat, Dosa yang Melebihi Segalanya

Jangan Tinggalkan Sholat, Dosa yang Melebihi Segalanya

Setiap manusia pernah berbuat dosa. Namun yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah seberapa besar penyesalannya dan kesungguhannya untuk kembali kepada Allah. Kisah berikut menjadi pelajaran berharga bahwa rahmat Allah amat luas bagi hamba yang bertobat, sekaligus pengingat bahwa meninggalkan sholat bukanlah perkara sepele.

Kisah Seorang Wanita dan Nabi Musa a.s.

Pada suatu senja, seorang wanita datang dengan langkah lemah menuju rumah Nabi Musa a.s. Pakaian hitam yang ia kenakan menggambarkan kesedihan yang mendalam. Dengan suara bergetar dan mata basah, ia memohon,

“Wahai Nabi Allah, tolonglah aku. Doakan agar Allah mengampuni dosaku yang begitu besar.” Nabi Musa bertanya, “Apa dosamu, wahai wanita?”

Dengan penuh rasa takut, ia menjawab lirih, “Aku telah berzina… dan membunuh anak yang kulahirkan dari perbuatan itu.”

Mendengar pengakuan itu, Nabi Musa tersentak. Ia marah dan mengusir wanita tersebut karena menganggap dosanya terlalu keji. Perempuan itu pun keluar dengan air mata yang tak berhenti menetes. Ia merasa tak ada lagi harapan untuk kembali kepada Allah.

Namun setelah kepergiannya, Malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Musa.

“Wahai Musa,” kata Jibril, “mengapa engkau menolak seorang yang ingin bertobat? Tidakkah engkau tahu ada dosa yang lebih besar dari perbuatannya?”

Nabi Musa terkejut. “Apakah ada dosa yang lebih besar dari zina dan pembunuhan?”

Jibril menjawab, “Ada, yaitu dosa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tidak merasa menyesal. Dosa itu lebih berat daripada seribu kali berzina.”

Mendengar hal itu, Nabi Musa tersadar. Ia segera memanggil kembali wanita tersebut dan memohonkan ampunan untuknya. Ia mengerti bahwa meninggalkan sholat berarti mengingkari hak Allah untuk disembah, seolah-olah tidak mengakui kekuasaan-Nya.

Baca Juga: Keutaman hari jumat

Dosa yang Terlupakan

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barang siapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya sholat dalam kehidupan seorang Muslim. Sholat bukan hanya kewajiban, tapi juga pengakuan bahwa kita tunduk kepada Allah. Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja telah menolak hubungan terdekat yang Allah sediakan bagi hamba-Nya.

Dalam riwayat lain disebutkan, orang yang meninggalkan sholat hingga waktunya berlalu akan disiksa dalam neraka selama satu huqub delapan puluh tahun di akhirat, di mana satu harinya setara dengan seribu tahun di dunia.

Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita sadar bahwa sholat adalah penopang seluruh amal.

Mengapa Sholat Begitu Penting?

Sholat adalah jembatan antara hamba dan Penciptanya. Saat kita menegakkan sholat, kita sebenarnya sedang berbicara langsung kepada Allah, mengadukan lelah, dosa, dan harapan. Sholat juga menjadi cara untuk membersihkan hati dari kesombongan dan kemaksiatan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Siapa yang menjaga sholatnya, maka Allah akan menjaga hatinya. Tapi siapa yang mengabaikannya, hidupnya akan terasa kosong dan jauh dari keberkahan.

Sholat juga menjadi ukuran pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Bila sholatnya baik, maka seluruh amalnya akan dinilai baik. Namun bila sholatnya rusak, seluruh amalnya pun ikut terhapus.

Pelajaran dari Kisah Ini

Ampunan Allah selalu terbuka. Sebesar apa pun dosa seseorang, Allah akan memaafkan hamba yang sungguh-sungguh bertobat.

Sholat adalah tiang agama. Menjaganya berarti menjaga seluruh amal dan akhlak. Jangan menunda sholat. Kesibukan atau rasa malas bisa membuat kita kehilangan kesempatan yang tak akan pernah kembali.mJadikan sholat sebagai sumber ketenangan. Di sanalah kita menemukan makna hidup yang sebenarnya.

Kisah Nabi Musa dan wanita pendosa ini mengajarkan bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, selama kita kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. Namun, jangan pernah menganggap ringan kewajiban sholat. Ia adalah tanda iman dan bukti cinta kepada Allah.

Mari kita jaga sholat, tepat waktu dan penuh kesadaran. Karena siapa yang menjaga sholatnya, Allah akan menjaga seluruh urusannya ,di dunia maupun di akhirat.

Makna Ikhlas dalam Ibadah: Belajar dari Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Makna Ikhlas dalam Ibadah: Belajar dari Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Makna ikhlas memiliki arti inti dari setiap ibadah. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun kehilangan makna di hadapan Allah. Ulama besar Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Madarijus Salikin: Manazil Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in menjelaskan bahwa ikhlas merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus.”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menjadi dasar bahwa ikhlas berarti memurnikan niat dan amal semata-mata karena Allah, tanpa berharap imbalan, pujian, atau pengakuan dari manusia.

Baca Juga: Kasih Sayang Rasulullah kepada Anak-Anak

Hakikat Ikhlas Menurut Para Ulama

Ibnu Qayyim mengutip ucapan Al-Fudhail bin ‘Iyadh yang masyhur:

“Amal yang terbaik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tetapi tidak benar, ia tidak diterima. Jika benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima.”

Ikhlas berarti amal dilakukan hanya untuk Allah, sementara benar artinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Maka, amal yang diterima adalah amal yang tulus niatnya dan tepat caranya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa kemuliaan seorang hamba di sisi Allah bukan pada penampilan, tetapi pada ketulusan hatinya.

Bahaya Riya’ dan Ujub dalam Amal

Dalam hadits Qudsi disebutkan:

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang beramal dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya.” (HR. Muslim)

Riya’ (ingin dipuji) dan ujub (bangga diri) adalah penyakit niat yang dapat menghapus pahala amal. Allah mengingatkan bahwa amal yang tidak dilakukan karena-Nya akan menjadi seperti debu yang berterbangan (QS. Al-Furqan: 23).

Oleh karena itu, ikhlas adalah benteng hati dari riya’, dan shidq (kejujuran niat) adalah penjaga amal agar tetap bersih dari kesombongan.

Ciri-Ciri Orang yang Ikhlas

Menurut Ibnu Qayyim dan para salaf, orang yang benar-benar ikhlas memiliki tanda-tanda berikut:

  1. Tidak peduli dilihat atau tidak dilihat manusia.
  2. Tetap beramal dalam sepi maupun ramai.
  3. Tidak kecewa ketika amalnya tidak dihargai.
  4. Cukup bahagia dengan ridha Allah, meski tanpa pujian manusia.

Al-Junaid Al-Baghdadi berkata

“Ikhlas adalah rahasia antara Allah dan hamba-Nya; tidak diketahui malaikat agar tidak ditulis, tidak diketahui setan agar tidak dirusak, dan tidak diketahui hawa nafsu agar tidak diselewengkan.”

Ikhlas Tidak Mudah, Tapi Bisa Diperjuangkan

Ibnu Qayyim menulis bahwa ikhlas tidak akan sempurna tanpa kejujuran dan kesabaran. Ikhlas diuji ketika seseorang tetap berbuat baik meski tidak dilihat, tetap memberi meski tak dihargai, dan tetap beribadah meski penuh rintangan.

Al-Fudhail bin ‘Iyadh juga mengingatkan:

“Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’. Beramal karena manusia adalah syirik. Ikhlas adalah ketika Allah memberi kekuatan untuk meninggalkan keduanya.”

Ikhlas adalah fondasi utama diterimanya amal, penentu kualitas ibadah, dan cermin keimanan sejati.

Mari kita terus belajar memperbaiki niat, memurnikan tujuan, dan menjadikan setiap amal hanya karena Allah semata. sebab, amal kecil yang ikhlas lebih berharga daripada amal besar yang penuh pamrih.

6 Adab Harian Seorang Muslim agar Hidup Penuh Berkah

6 Adab Harian Seorang Muslim agar Hidup Penuh Berkah

Setiap aktivitas yang kita lakukan sehari-hari sebenarnya bisa menjadi ibadah jika disertai niat tulus dan adab yang benar. Dari tidur, bangun tidur, hingga menjaga kebersihan diri semua dapat bernilai pahala di sisi Allah. Sahabat, mari kita pelajari bersama adab-adab harian seorang Muslim agar hidup terasa lebih tenang, bersih, dan penuh keberkahan.

1. Adab Tidur

Tidur bukan sekadar istirahat, tapi juga waktu untuk menata hati. Rasulullah ﷺ mencontohkan beberapa adab agar tidur bernilai ibadah:

  1. Bersuci dan berwudu sebelum tidur.
  2. Menghadap ke arah kiblat, sebagaimana posisi jenazah.
  3. Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu meniupkannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh sebanyak tiga kali.

Dengan adab ini, tidur menjadi ibadah yang menenangkan dan terjaga dari gangguan.

2. Adab Bangun Tidur

Saat membuka mata di pagi hari, mulailah dengan rasa syukur. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami (tidur), dan kepada-Nya kami kembali.”

Setelah itu, rapikan pakaian, tutup aurat, lalu berwudu sebelum beraktivitas. Niatkan semua langkah pagi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Baca Juga: Menjaga Adab Ibadah Harian Agar Amal Lebih Bermakna 

3. Adab Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Islam mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman. Saat ke kamar mandi:

  1. Masuk dengan kaki kiri sambil membaca doa perlindungan dari setan.
  2. Gunakan air secukupnya dan tidak berlama-lama di dalam.
  3. Keluar dengan kaki kanan sambil mengucap syukur:

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan gangguan dariku dan menyehatkanku.” Adab ini mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan lahir dan batin setiap hari.

4. Adab Bersugi dan Berwudu

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali salat.”

Membersihkan mulut dengan siwak atau sikat gigi adalah sunnah yang menambah kebersihan dan pahala.

Saat berwudu, lakukan dengan tertib sambil menyadari bahwa air yang mengalir tidak hanya membersihkan tubuh, tapi juga menyucikan hati dari dosa.

5. Adab Menuju Masjid

Ketika melangkah ke masjid, hadapkan hati hanya kepada Allah.

Bacalah doa:

“Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, di lisanku cahaya, di penglihatanku cahaya, dan berilah aku cahaya.”

Masuklah dengan kaki kanan sambil berdoa memohon ampunan dan rahmat. Saat keluar, langkahkan kaki kiri dan mohonlah karunia serta keberkahan dari Allah.

6. Adab di Dalam Masjid

Sebelum duduk, lakukan salat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah.

Perbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an, serta hindari obrolan duniawi agar suasana masjid tetap tenang dan khusyuk. Masjid adalah tempat terbaik untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Sahabat, menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari adalah cermin dari keimanan seorang Muslim.Setiap kebiasaan kecil dari tidur, bangun, hingga bersuci akan bernilai besar di sisi Allah bila dilakukan dengan adab yang benar.

Mari kita biasakan diri untuk beradab dalam setiap langkah, agar hidup senantiasa dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan cinta dari Allah SWT.

Menggali 15 Keutamaan Ramadan Agar Ibadah Makin Bermakna

Menggali 15 Keutamaan Ramadan Agar Ibadah Makin Bermakna

Keutamaan Ramadan – Sahabat, setiap kali Ramadan datang, ada rasa hangat yang sulit dijelaskan.Bulan ini selalu membawa ketenangan, pengampunan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Tak heran,banyak orang berharap Ramadan bisa berlangsung lebih lama.

Bulan suci ini menyimpan banyak keistimewaan yang membuatnya begitu dirindukan. Yuk, kita renungkan kembali apa saja keutamaanya.

1. Meraih Gelar Taqwa 

Puasa bukan sekedar menahan lapar daan dahaga, tapi jalan menuju derajat taqwa. Allah berjanji memberikan jalan keluar dari seriap masalah dan kecukupan bagi mereka yang bertaqqwa (QS.Ath-Thalaaq: 2-3).

2. Bulan Penuh Ampunan 

Ramadan menjadi momen penghapusan dosa bagi siapapun yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah (HR. Bukhari Muslim).

3. Pahala Dilipatgandakan 
Kebaikan sekecil apa pun akan diganjar berkali lipat. Bahkan amalan sunnah setara dengan amalan wajib di luar Ramadan. 

4. Pintu Surga Terbuka, Neraka Tertutup 
Pada bulan ini, setan dibelenggu dan pintu kebaikan terbuka lebar. Kesempatan menuju surga terbentang begitu luas (HR. Muslim). 

5. Ibadah Istimewa 

Puasa adalah ibadah yang Allah sebut khusus untuk-Nya. Melatih kita menahan diri, memperbanyak syukur, daan meneladani sifat – sifat-Nya.

6. Didekatkan dengan Cinta Allah 
Mereka yang tulus beribadah akan dicintai Allah, sehingga segala doa dan langkahnya dipenuhi keberkahan.

7. Doa Lebih Mudah Dikabulkan 

Ramadan adalah waktu mustajab untuk berdoa, terutaa menjelang berbuka dan di sepertiga malam terkahir.

8. Turunnya Lailatul Qadar 
Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr). Di sinilah pahala dilipatgandakan dan ampunan diturunkan.

9. Menyehatkan Tubuh dan Jiwa 
Puasa memberi waktu bagi organ tubuh untuk beristirahat dan memperkuat sistem imun, sekaligus membersihkan hati dari sifat buruk. 

10. Menumbuhkan Harapan dan Kebahagiaan 

Setiap waktu berbuka adalah simbol kebagaiaan, harapan yang terwujud setelah menahan diri seharian

11. Pintu Surga Rayyan 
Bagi yang gemar berpuasa, Allah siapkan pintu khusus di surga bernama Rayyan (HR. Bukhari). 

12. Pahala Memberi Makan Orang Berbuka 
Memberi hidangan buka puasa, walau hanya seteguk air, bisa menghapus dosa dan mendatangkan pahala besar.

13. Momentum Silaturahmi 
Idulfitri menjadi ajang mempererat hubungan keluarga, saling memaafkan, dan menumbuhkan kebahagiaan bersama.

14. Menumbuhkan Keteguhan Iman 
Shalat malam dan tadarus di bulan Ramadan meneguhkan jiwa, menjernihkan pikiran, serta menguatkan keimanan. 

15. Mensucikan Harta dengan Zakat 
Zakat di bulan Ramadan bukan sekadar kewajiban, tetapi cara mensucikan harta agar penuh berkah dan membawa ketenangan. 

Sahabat, setiap hikmah di bulan Ramadan adalah undangan untuk mendekat kepada Allah dan berbuat lebih banyak kebaikan. Mari sambut bulan suci dengan hati yang bersih dan niat tulus agar Ramadan kali ini benar-benar bermakna. 

Adab Ibadah Sehari-hari agar Amal Lebih Diterima Allah SWT

Adab Ibadah Sehari-hari agar Amal Lebih Diterima Allah SWT

Sahabat, setiap ibadah dalam Islam bukan hanya tentang tata cara, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga adab di dalamnya.

Adab membuat ibadah terasa lebih lembut, penuh kesadaran, dan bernilai di sisi Allah. Yuk, kita pelajari bersama beberapa adab sederhana yang bisa memperindah ibadah harian kita.

1. Adab Puasa

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Di balik itu, ada latihan untuk menundukkan hawa nafsu, membersihkan hati, dan melatih kesabaran.

Rasulullah ﷺ menganjurkan beberapa jenis puasa sunnah, seperti:

  1. Puasa Senin dan Kamis,
  2. Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah),
  3. Puasa Arafah, Asyura, dan Tasu’a.

Saat berpuasa, jagalah lisan dari perkataan yang menyakitkan dan hindari amarah.

Lakukan semuanya dengan niat tulus karena Allah.

“Aku berniat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta’ala.”

2. Adab Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi juga direnungkan dan diamalkan. Agar bacaan kita lebih bermakna, perhatikan beberapa adab berikut:

  1. Berwudu sebelum membaca dan duduk dengan tenang menghadap kiblat.
  2. Bacalah dengan suara lembut dan hati yang khusyuk.
  3. Resapi setiap ayat dan jadikan kandungannya pedoman dalam kehidupan.

Rasulullah ﷺ dan para sahabat biasa menghatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari — sebuah teladan agar kita semakin mencintai kalam Allah.

3. Adab Berdoa

Doa adalah jembatan antara hamba dan Tuhannya. Saat berdoa, kita berbicara langsung dengan Allah.

Pilihlah waktu-waktu terbaik seperti:

  1. Ketika sujud,
  2. Di antara azan dan iqamah,
  3. Pada sepertiga malam terakhir.

Mulailah doa dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Nabi ﷺ.

Lalu sampaikan permohonanmu dengan penuh keyakinan.

Percayalah, Allah selalu mendengar dan menjawab setiap doa dengan cara terbaik untuk kita.

4. Adab Berzikir

Allah berfirman:

“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Zikir adalah cara lembut untuk menjaga hati agar selalu hidup dan tenang.

Lakukan zikir di tempat yang bersih, dengan lisan dan hati yang hadir.

Ucapkan perlahan dan penuh kesadaran.

Zikir yang dilakukan dengan sepenuh hati akan menumbuhkan rasa syukur dan kedekatan kepada Allah.

5. Adab Bertaubat

Allah sangat mencintai hamba yang mau kembali kepada-Nya.

Taubat bukan hanya ucapan istighfar, tapi juga tanda kesungguhan hati untuk berubah.

Taubat sejati dilakukan dengan:

  1. Menyesali dosa yang telah lalu,
  2. Berjanji tidak mengulanginya, dan
  3. Memohon ampun dengan tulus.

Doa taubat yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Sahabat, adab bukan sekadar pelengkap ibadah, ia adalah ruh yang menghidupkan setiap amal.

Dengan menjaga adab, doa terasa lebih dalam, zikir lebih menenangkan, dan taubat lebih diterima dengan kasih.

Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita agar ibadah sehari-hari menjadi sumber ketenangan dan keberkahan.

Hukum Mengurus Anak Yatim dalam Islam dan Keutamaannya 

Hukum Mengurus Anak Yatim dalam Islam dan Keutamaannya 

Hukum Mengurus Anak Yatim dalam Islam – Assalamualaikum Sahabat, taukah kamu bahwa dalam Islam mengasuh dan memperhatikan kehidupan kaum yatim bukan sekedar tindakan sosial, tetapi juga ibadah besar yang mendatangkan keberkahan. Islam menempatkan mereka pada posisi yang sangat mulia dan menjadikan kepedulian terhadap mereka sebagai ukuran keimanan seorang hamba.

Makna dan Kewajiban Mengurus Yatim 

Secara sederhana, mengurus anak yatim berarti memenuhi hak – hak mereka, baik dalam hal kasih sayang, perlindungan, maupun kebutuhan hidup. Mereka kehilangan sosok pelindung, sehingga umat Islam dianjurkan untuk hadir menjadi pengganti kasih sayang tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda: 

“Aku dan orang yang menanggung kehidupan anak yatim akan berada di surga seperti ini.” 
(HR. Bukhari & Muslim) 

Hadis ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang yang peduli terhadap nasib mereka. Dalam pandangan Islam, mengasuh kaum yatim bukan hanya kewajiban sosial, melainkan amal yang mendekatkan seseorang dengan Rasulullah ﷺ di surga.  

Bentuk Kepedulian terhadap Kaum Yatim 

Sahabat bisa menunjukkan perhatian dengan berbagai cara. Tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menyertakan mereka dalam kehidupan sehari – hari, seperti menyapa, mendengarkan keluh kesar, atau membantu pendidikan mereka.

Allah berfirman dalam QS.Al-Ma’un:1-2

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.” 

Ayat ini menegaskan bahwa menelantarkan dan bersikap kasar terhadap kaum lemah tersebut sama dengan mendustakan ajaran agama. Maka, Islam mendorong umatnya untuk bersikap lembut dan penuh kasih.

Pahala dan Keutamaannya 

Menanggung kehidupan yatim membawa pahala yang besar. Selain mendapatkan tempat istimewa di sisi Nabi ﷺ, seseorang juga memperoleh ketenangan batin. Allah menjanjikan keberkahan pada rezeki dan keturunan bagi siapa pun yang melindungi mereka dengan niat tulus karena Allah.

Bukan hanya itu, membantu kehidupan yatim juga menjadi sarana pembersih hati dari sifat kikir. Dengan berbagi, kita belajar tentang empati dan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. 

Hikmah Mengurus Kaum Yatim 

Mengasuh mereka melatih kesabaran, menumbuhkan kasih, dan mempererat ikatan sosial. Umat yang peduli terhadap anak – anak tanpa ayah ini akan menjadi seseorang yang penuh rahmat.

Disisi lain, mengabaikan mereka bisa membawa murka Allah, sebagaimana dissebutkan dalam QS.An-Nisa:10 bahwa orang yang menzalimi hak-hak kaum yatim akan mendapat azab yang berat di akhirat.

Sahabat, melalui kepedulian terhadap mereka, kita sejatinya sedang menunaikan amanah Rasulullah ﷺ untuk menebar kasih dan kebaikan di bumi. Jadikan perhatian terhadap yatim sebagai jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya. 

Yuk, Berbagi keberkahan bersama adik-adik Yatim

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim Dengan Baik

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim Dengan Baik

3 Keutamaan Bagi Orang Yang Mengurus Anak Yatim Dengan Baik – Berbuat kebaikan selalu akan membuahkan hal yang indah baik yang nantinya datang secara langsung ataupun dalam waktu yang lama. Begitupun dengan mengurus anak yatim yang sudah tidak memiliki seorang ayah didalam hidupnya saat usianya masih belum dewasa.

Bahkan Allah SWT sendiri telah tegas menenangkan agar kita senantiasa menyayangi anak-anak yatim. Dimana hal tersebut tertera dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 220 yang artinya“Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad)  tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Sehingga janganlah tertanam dalam hati keraguan atas segala janji Allah yang Maha Adil dalam memberikan sebuah ganjaran baik dan buruknya selama kita hidup di dunia ini. Sebab berbuat kebaikan dan mengurus anak yatim adalah hal mulia tidak hanya di mata Allah tapi juga pada manusia. Karena tidak semua orang memiliki hati yang lapang untuk melakukannya. Untuk itulah terdapat 3 keutamaan bagi orang yang mengurus anak yatim dengan baik.

Saking mulianya orang yang mengurus anak yatim dengan baik, maka kelak akan diberikan ganjaran luar biasa untuk bisa dekat dan bertemu dengan Rasullah SAW yang jaraknya diibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah. Dimana hal demikian sudah dijelaskan pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Bukhari, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d.

Tentu hal demikian adalah suatu anugrah sebab Rasullah SAW adalah sosok yang mulia dan mampu memberikan syafaatnya kelak. Jadi jika memang anda merindukan sosok Rasullah SAW maka berbuat baik dan rawatlah anak yatim dengan penuh keikhlasan dan kebaikan. Dengan begitu peluang untuk bertemu Baginda Rasullah SAW bisa terasa lebih dekat untuk diraih.

Hidup di dunia yang sementara ini selain untuk memperoleh kebahagiaan di dunia, banyak juga orang yang berlomba-lomba untuk mencari kebaikan demi akhirat. Sehingga akan memperbesar peluang agar bisa masuk surga. Tempat yang indah nan kekal di dalamnya. Dimana hal demikian adalah mimpi seluruh makhluk yang ada dimuka bumi ini.

Nah, ternyata salah satu amalan mustajab yang dapat menggapai surganya Allah ialah dengan mengasuh atau memelihara anak yatim dengan baik, kecuali memang telah melakukan dosa yang sulit diampuni. Dimana hal demikian diterangkan pula dalam sebuah hadist riwayat Tirmidzi & Ibnu Abbas.

3. Mendapatkan Predikat Taat dan Shalih Kepada Allah

Siapa umat muslim yang tidak ingin mendapatkan cap taat kepada Allah. Sebab itu adalah sebuah sanjungan yang berupa kemuliaan yang amat berharga dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Sungguh beruntunglah orang tersebut. Dimana julukan lain untuk predikat taat atau shalih kepada Allah ialah disebut juga dengan kata abror. Yang mana predikat tersebut salah satunya diberikan kepada mereka yang berbuat baik kepada anak yatim yang rela memberikan makanan yang disukainya kepada anak yatim tersebut.

Sebagaimana firman Allah dala Al-Qur’an surat Al-Insan ayat lima sampai enam yang artinya:“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) akan minum dari gelas yang berisi minuman yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air dalam surge yang diminum oleh hamba-hamba Alla dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” Al-Qur’an surat Al-Insan ayat 5-6.

4. Mendapat Pertolongan Langsung Dari Allah SWT

Kerap kali manusia memiliki harapan pada seseorang seolah tidak ada yang mampu menolongnya lagi, sehingga pada beberapa dalam hidup digantungkan kepada makhluk. Padahal Allah amat dengan mudah bisa memberikan pertolongan langsung melalui perantara yang dikehendaki-Nya. Bahkan bagi mereka yang tulus berbuat baik dan membantu anak yatim, maka sangat mudah bagi Allah untuk memberikan pertolongan langsung pada hamba-Nya tersebut.

Hal ini sebagaimana Allah yang akan senantiasa menutup aib seseorang kala orang itu juga menjaga aib saudaranya. Begitupun dalam hal tolong menolong, sehingga kala kita berbuat kebaikan dengan ikhlas maka Allahpun akan berlaku demikian sebagai balasannya. Sunggu hal demikian tidak ada keraguan di dalamnya.

5. Terhindar Dari Siksaan di Akhirat

Setiap perbuatan baik dan buruk entah itu besar seperti gunung ataupun kecil seperti sebuah biji. Maka tetap akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat kelak. Sebab Allah adalah hakim yang seadil-adilnya, yang tidak perlu diperdebatkan keputusan sebagai bentuk ganjarannya. Tentunya balasan kebaikan atau siksaan sebagai balasan akan perbuatan buruk selama di dunia akan terasa berkali-kali lipat lebih menyenangkan ataupun memilukan dengan apa yang ada di dunia. Untuk itulah siksaan akhirat menjadi momok menakutkan bagia setiap makhluk Allah SWT.

Namun, untuk menjadi peringan ketika diakhirat kelak maka tak ada ruginya untuk memuliakan anak yatim sebab hal demikian dapat membuat diri terhindar dari yang namanya siksa di akhirat yang amat pedih. Dimana hal tersebut seperti yang tertera pada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Abu Hurairah, yang isinya seperti berikut ini:Rasullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman “Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.

Baca juga: Hukuman Bagi Orang Yang Menghardik Anak Yatim

6. Dapat Menjadi Investasi Amal Diakhirat Kelak

Tidak hanya di dunia manusia dapat berinvestasi, mengumpulkan sepundi materi untuk menjadi bekal yang aman dikemudian hari. Bahkan diakhirat pun kita masih bisa membuat sebuah investasi amal agak dapat berguna serta menjadi penolong atas perbuatan yang kurang baik selama di dunia. Salah satunya dengan mengurus anak yatim dengan baik, sebagaimana yang tertuang pada sebuah hadist riwayat dari Thabrani dari Abu Hurairah . Dimana secara tidak langsung amalan tersebut akan menjadi penolong untuk terhindari dari siksaan  dihari kiamat kelak.

7. Mendapat Keberuntungan

Berbuat kebaikan memang sering nampak seperti membuat suatu hal yang dimiliki terasa menyusut atau berkurang. Contohnya saja bersedekah mungkin dalam pandangan manusia harta yang telah dikeluarkan tersebut membuat keuangan jadi berkurang. Padahal hal demikian kebalikannya, sebab tidak selalu yang tak nampak oleh mata itu tidak ada. Salah satunya amal kebaikan meski tak terlihat namun Allah tidak pernah tidur untuk mencatatnya untuk memberikan balasan yang setimpal.

Sehingga tidak terbayang bukan? Jika selama ini anda mengurus anak yatim dengan penuh kebaikan bayangkan saja betapa banyaknya amal baik yang sudah dikumpulkan yang percaya atau tidak itu menjadi keberuntungan yang terkadang membuat kita shock bagaimana keberuntungan itu bisa menghampiri.

Demikan penjelasan mengenai 3 keutamaan bagi orang yang mengurus anak yatim dengan baik. Untuk itulah jangan lupa untuk selalu menyayangi dan berbuat kebaikan kepada anak yatim. Sebab bukan merekalah yang meminta untuk tidak memiliki seorang ayah. Namun takdir Allah yang menghendaki demikian yang pastinya sebuah takdir adalah keputusan terbaik untuk seorang hamba. Sebab Allah Maha Mengetahui segala hal, sedangkan kita sebagai makhluk-Nya tidak demikian. Semoga kita senantiasa menjadi seseorang yang berbuat baik dalam menyantuni anak yatim. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Yuk Beri Kado Untuk Anak Yatim!

Makna Sedekah kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Makna Sedekah kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Sahabat, kasih sayang kepada ayah dan ibu tidak berakhir meski mereka telah berpulang. Begitu besar jasa dan pengorbanan mereka sehingga sulit untuk dibalas, bahkan dengan seluruh harta yang kita miliki. Namun Islam memberikan jalan indah bagi seorang anak untuk terus berbakti, yakni dengana beramal atas nama kedua orang tua yang telah meninggal dunia. Inilah bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu, sekaligus jalan menuju ridha Allah SWT.

Dalam Islam, pahala amal kebaikan bisa terus mengalir meski seseorang telah meninggalkan dunia. Rasulullah ﷺ bersabda:  

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”

(HR. Muslim, No. 1631) 

Hadis ini menunjukkan bahwa amal yang dilakukan anak atas nama orang tuanya akan membawa manfaat bagi keduanya. Para ulama juga sepakat, sedekah yang diniatkan untuk ayah atau ibu yang telah wafat akan sampai pahalanya. Karena itu, bersedekah atas nama mereka termasuk amalan sunnah yang dianjurkan ( sunah muakkadah), sebagai wujud bakti dn cinta seorang anak setelah kematian orang tuanya.

Sahabat, ada kisah menyentuh dari seorang sahabat Rasulullah ﷺ. Ia bertanya: 

” Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia. Aku yakin jika ia sempat berbicara, tentu ia akan bersedekah. Apakah jika aku melakukannya atas namanya, pahalannya akan sampai kepadanya?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya, pahalanya akan sampai kepadanya.” 

(HR. Bukhari dan Muslim) 

Dari kisah ini, jelas bahwa amal kebaikan yang diniatkan untuk orang tua yang telah tiada adalah ibadah yang sah dan berpahala. Setiap pemberian kepada fakir miskin, bantuan untuk masjid, atau amal sosial lain, semuanya menjadi persembahan cinta dan doa dalam bentuk nyata.

Amalan tidak selalu berbentuk uang, Sahabat. Apa pun yang membawa manfaat bagi orang lain dapat menjadi ladang pahala bagi ayah dan ibu. Berikut beberapa bentul amal jariyah yang bisa dihadiahkan untuk mereka:

  1.  Memberi makan kepada yang membutuhkan 

Salah satu bentuk kebaikan paling utama. Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan memberi makan orang lain sebagai bukti kasih sayang dan keimanan. 

  1.  Membangun sarana bermanfaat 

Seperti masjid, sumur, sekolah, atau jembatan. Selama tempat itu dimanfaatkan, pahala akan terus mengalir, menjadi amal jariyah untuk orang tua.

  1. Menyalurkan wakaf atau zakat atas nama mereka 

Bisa berupa mushaf Al-Qur’an, perlengkapan ibadah, sumur bor atau bantuan pendidikan bagi anak yatim.

  1. Mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan 

Menolong sesaama, membantu korban bencana, atau mendanai program kesehatan adalah cara indah untuk meneruskan semangat kebaikan mereka semasa hidup.

Baca Juga: Hukum Sedekah Kepada Orang Tua Sendiri

Sahabat, banyak anak merasa kehilangan kesempatan untuk berbakti setelah orang tuanya tiada. Padahal, amal kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus bisa menjadi cara untuk tetap dekat dengan mereka. Melaui sedekah, doa, dan kebaikan, hubungan batin itu tetap terjaga.

Allah SWT berfirman: 

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.’” 

(QS. Al-Isra’: 24) 

Ayat ini mengajarkan bahwa berbakti tidak berhenti hanya karena perpisahan dunia. Setiap amal yang dilakukan atas nama mereka menjadi bukti bahwa cinta seorang anak tidak akan pudah oleh waktu.

Sahabat, setiap amal yang dilakukan dengan niat ikhlas akan kembali kepada pelakunya dengan kebaikan berlipat. Ketika niat itu ditujukan untuk ayah atau ibu, maka pahala tersebut menjadi hadiah yang mengalair untuk keduanya, sekaligus menambah keberkahan bagi sang anak.

Rasulullah ﷺ bersabda: 

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” 

(HR. Muslim, No. 2588) 

Artinya, memberi tidak akan membuat miskin. Justru, Allah akan menggantinya dengan keberkahan, ketenangan, dan limpahan rezeki. Maka, setiap kali kita berbagi atas nama orang tua, sejatinya kita tengah menanam kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga.

Sahabat, cinta kepada ayah dan ibu adalah cinta yang kekal. Meski raga mereka telah tiada, doa dan amal kita bisa menjadi jembatan menuju kebahagiaan mereka di alam sana. Bersedekah atas nama orang tua yang sudah meninggal bukan sekedaah ibadah, tapi bentuk kasih sayang yang abadi.

Mari terus hidupkan nama mereka dalam setiap kebaikan yang kita lakukan. Karena sejatinya, saat kita membantu sesama, memberi makan yang lapar, atau membangun manfaat bagi umat di situlah cinta kepada orang tua kembali hidup daalam wujud yang paling indah.

Peran Pemuda dalam Peristiwa Mu’tah : Keteladanan Generasi Pejuang  

Peran Pemuda dalam Peristiwa Mu’tah : Keteladanan Generasi Pejuang  

Sahabat, ketika kita menelusuri sejarah Islam, ada satu peristiwa besar yang menggambarkan keberanian, keikhlasan, dan kepemimpinan para pemuda yaitu peristiwa Mu’tah. Dalam pertempuran ini, para pemuda memainkan peran penting sebagai garda terdepan perjuangan. 

Perang Mu’tah adalah Pertempuran besar yang terjadi di bulan Jumadil Ula tahun ke-8 Hijriah, antara umat Muslim dan pasukan Romawi di wilayah Syam (kini bernama Yordania). Perang ini dimulai setelah utusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Harits bin Umair Al-Azdi, dibunuh secara kejam oleh Syurahbil bin Amr Al-Ghassani. Mendengar berita itu, Nabi mengirimkan pasukan yang terdiri dari 3.000 orang sahabat untuk membalas perbuatan tersebut, meskipun harus menghadapi musuh yang jumlahnya mencapai 200.000 orang. Pertempuran berlangsung sangat sengit, hingga tiga tokoh pemimpin Muslim gugur berturut turut. Setelah itu, Khalid bin Walid mengambil alih pimpinan dan berhasil membawa pasukan kembali ke kamp dengan kemenangan. Meskipun melawan musuh yang jauh lebih besar, jumlah prajurit Muslim yang gugur hanya kurang dari sepuluh orang, sebuah tanda nyata bantuan dari Allah. 

Di medan Mu’tah, kedua pasukan akhirnya saling bertemu. Pasukan Muslim yang hanya terdiri dari 3.000 orang harus menghadapi serangan besar dari 200.000 prajurit Romawi. Pertarungan yang sengit terjadi. Sang komandan pasukan Muslim, Zaid bin Al-Haritsah, gugur sebagai syuhada setelah memimpin pasukan dengan berani dan gagah. 

Setelah Zaid gugur, panji pasukan dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dengan kudanya, ia melompat melewati barisan musuh, tetapi sebilah pedang melukai tangan kanannya. Lalu, ia memindahkan panji ke tangan kirinya, dan tangan kirinya pun terluka. Meski begitu, Ja’far tetap tidak menyerah, ia memeluk bendera dengan dada, sampai akhirnya ia gugur sebagai syuhada. Allah mengganti kedua tangannya dengan dua sayap di surga, sehingga ia dikenal sebagai “orang yang memiliki dua sayap.” 

Dalam  peristiwa mu’tah, terdapat banyak pemuda yang sangat berani, seperti Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Ketika ketiga pemimpin utama mereka meninggal, tugas memimpin pasukan diambil alih oleh Khalid bin Walid, yang pada masa itu juga masih seorang pemuda. Ia mampu menyelamatkan pasukan Muslim dengan cara berpikir yang bijak dan tetap menjaga semangat perjuangan mereka. Dari cerita ini, peran pemuda dalam peristiwa Mu’tah menjadi contoh tentang bagaimana seorang pemimpin harus berani, cerdas, dan bertanggung jawab. 

Peran Pemuda dalam Peristiwa Mu’tah bukan hanya menunjukkan kekuatan fisik, tetapi ketulusan hati dalam berjuang dijalan Allah. Mereka berangkat bukan karena keinginan untuk mendapatkan keuntungan duniawi, tetapi semata mata karena iman. Nilai keikhlasan tersebut bisa menjadi contoh bagi generasi muda sekarang, bahwa perjuangan tidak selalu berupa pertarungan dengan senjata, tetapi lebih berupa usaha nyata untuk kemajuan umat dan bangsa. Di zaman modern, semangat peran pemuda dalam peristiwa Mu’tah bisa diwujudkan melalui perhatian terhadap isu sosial, mengajak orang lain kepada kebenaran, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Sahabat, kini tantangan umat tidak lagi terjadi di medan perang, tapi di medan sosial dan kemanusiaan. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para pemuda untuk menyalurkan semangat juang dan rasa peduli, seperti gerakan literasi, berdakwah di media digital, hingga kegiatan sosial yang memperkuat ekonomi umat dan membantu orang-orang yang membutuhkan. 

Melalui lembaga seperti Dompet Dhuafa, sahabat bisa meneladani semangat para pejuang Mu’tah dengan cara yang lebih lembut dan bermakna berbagi kebaikan, menyebar kepedulian, serta ikut serta dalam perubahan yang memberi manfaat bagi banyak orang.  

Sahabat, mari kita ambil inspirasi dari peran para pemuda dalam peristiwa Mu’tamenjadi generasi yang berani bertindak, memiliki jiwa ikhlas, dan peduli terhadap sesama. Karena setiap tindakan kecil kebaikan yang kita lakukan hari ini, akan menjadi bagian dari perjuangan besar untuk kemanusiaan dan keberkahan umat. 

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

Jumadil Awal adalah bulan kelima dalam penanggalan kalender Islam atau Hijriah. Nama Jumadil Awal diambil dari kata jumadi yang artinya beku dan dingin, sedangkan awal berarti pertama.

Mengutip buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah (2012: 14), dinamakan Jumadil Awal karena bulan ini merupakan awal terjadinya musim dingin di negeri Arab. Pada saat itu, udara yang berembus sangat dingin hingga menyebabkan mata air menjadi beku.
Selain itu, bulan Jumadil Awal juga dikatakan sebagai bulan penuh keistimewaan. Sebab, banyak peristiwa penting dan berkesan yang terjadi di bulan ini. Lantas, apa saja keistimewaan bulan Jumadil Awal?

Keistimewaan Bulan Jumadil Awal

Merujuk pada buku Keistimewaan Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid (2019: 07), beberapa peristiwa penting dalam Islam yang terjadi pada bulan Jumadil Awal sehingga membuat bulan ini begitu istimewa meliputi:

1. Lahirnya Imam Al Ghazali dan Imam Ali Zainal Abidin

Jumadil Awal merupakan bulan kelahiran beberapa ulama dan awliya besar, seperti Imam Al Ghazali dan Imam Ali Zainal Abidin. Imam Al Ghazali lahir pada pertengahan abad ke-5 Hijriah, tepatnya pada tahun 450 H/1058 M. Sementara Imam Ali Zainal Abidin lahir pada 5 Sya’ban, tepatnya tahun 38 H/658 M.

2. Nabi Muhammad SAW Menikahi Khadijah

 Jumadil Awal juga menjadi peristiwa paling berkesan bagi Nabi Muhammad SAW. Karena pada bulan ini, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwalid. Khadijah merupakan perempuan yang paling Rasulullah cintai. Khadijah juga menjadi satu-satunya orang yang Allah SWT titipkan salam untuknya melalui Malaikat Jibril saat bertemu Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga : Pengertian Wakaf
Dalam sebuah kisah menyebutkan  selama 25 tahun pernikahan mereka, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menikah dengan perempuan lain. Beliau sangat menjaga perasaan Khadijah.

3. Pertempuran Moota

Pertempuran Moota terjadi pada bulan ini. Moota adalah nama sebuah kota di Suriah yang menjadi tempat terjadinya pertempuran ini.

Nabi Muhammad SAW tidak berpartisipasi dalam pertempuran ini. Rasulullah SAW menunjuk Khalid bin Walid secara langsung sebagai jenderal untuk memimpin Pertempuran Moota. Khalid bin Walid secra langsung oleh Nabi Muhammad tunjuk sebagai jenderal keempat dari pertempuran Moota. Khalid bin Walid juga mendapat julukan sebagai “salah satu pedang Allah”.Kata Moota berasal dari nama sebuah kota pada Suriah yang menjadi tempat pertempuran ini

4. Perang Al Ashirah

Pertempuran yang juga terjadi di bulan Jumadil Awal adalah perang Al Ashirah. Perang ini berlangsung pada tahun kedua hijriah yang  Nabi Muhammad SAW pimpin secara langsung.
Beruntung, pertempuran ini tidak berlangsung sengit. Sebab, kala itu terdapat perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Bani Mudlij dan penyokong mereka yaitu Bani Hamzah.
Mengambil kutipan pada buku berjudul ‘Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah’ oleh Ida Ditri Shohibah, peperangan “Al-Ashirah” pada tahun kedua hijriah, dipimpin oleh nabi Muhammad SAW.
Tidak terjadi pertempuran karena perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Bani Mudlij serta penyokong mereka Bani Hamzah.

5. Wafatnya Sahabat Nabi

Beberapa sahabat Nabi juga diketahui wafat di bulan Jumadil Awal, di antaranya:
  • Zaid bin Haritsah, sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus pemeluk Islam paling awal dari kalangan bekas budak Nabi Muhammad SAW.
  • Ja’far bin Abi Thalib, merupakan putra dari Abu Thalib dan sepupu dari Nabi Muhammad SAW sekaligus kakak dari Khalifah ke-4 yaitu Ali bin Abi Thalib.
  • Abdullah Ibn Rawaahah, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Banyak kejadian yang berkesan terkait bulan ini. Pada bulan ini menjadi bulan ketangguhan bagi sahabat nabi dalam mempertahankan keislaman yang telah mereka yakini. Mereka adalah Abdullah bin Zubair bin Awwam serta ibunya Asma’ binti Abu Bakar.

    Pada 17 Jumadil Awal merupakan hari ketika Abdullah terkena hukuman oleh penguasa yang zhalim pada masa itu. Sedangkan Asma’ binti Abu Bakar merupakan sahabat nabi yang luar biasa dan teguh pendirian terhadap Islam, meskipun selalu mendapat tekanan dan siksaan karena keyakinannya.

    Semoga bermanfaat sahabat!

Berapa Bayar Fidyah Puasa?  Mari Kita Ulas Bersama Sesuai Ketentuan Syariat Islam 

Berapa Bayar Fidyah Puasa?  Mari Kita Ulas Bersama Sesuai Ketentuan Syariat Islam 

Berapa bayar fidyah puasa ? Menjadi pertanyaan penting bagi setiap orang islam  dalam kondisi tertentu tidak bisa melaksanakan kewajiban puasa saat bulan ramadan. Fidyah merupakan suatu keringanan  yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang tidak mampu berpuasa dan tidak bisa menggantinya di masa yang akan datang. disebabkan adanya udzur syar’i seperti dalam keadaan hamil, menyusui dan sakit.

Dalil  Membayar Fidyah dalam Al -Qur’an

Allah berfirman dalam surat al baqarah ayat 184 :

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya  :

Dalam beberapa hari  tertentu, Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit, dalam perjalanan, maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya untuk membayar fidyah, yaitu : memberi makan orang miskin (Q.S al-baqarah 184 )”

Dengan demikian, memahami berapa bayar fidyah untuk puasa menjadi bagian dari menjalankan kewajiban agama sekaligus menunjukkan rasa peduli terhadap sesama 

Siapa Saja Yang Wajib Bayar Fidyah ?

Tentu saja, tidak semua orang bisa mengganti puasa dengan fidyah secara sembarangan. Ada aturan dalam agama Islam secara jelas dengan ketentuan khusus. Jika sengaja membatalkan puasa, maka wajib untuk membayar puasa. Jika Sahabat tidak termasuk dalam golongan tersebut, berarti Sahabat wajib membayar utang puasa, ya

Beberapa golongan  yang mendapat keringan tidak wajib berpuasa dan harus membayar fidyah Sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Al-Qur’an, berikut ini ada beberapa kategori seseorang harus membayar fidyah, di antaranya :

  1. Orang Tua Renta

Kategori pertama yang wajib membayar fidyah adalah orang tua renta. sudah tidak memungkinkan untuk berpuasa maka  tidak wajib menjalani puasa selama bulan Ramadan. Namun, kewajibannya tersebut harus diganti dengan membayar fidyah. 

  1. Orang Yang Sakit Kronis

Penyakit yang tidak bisa sembuh atau berlangsung lama bisa menghalangi seseorang untuk berpuasa. Jika dokter sudah memastikan bahwa kondisi tersebut membutuhkan waktu lama untuk pulih atau bahkan tidak pernah sembuh, maka fidyah menjadi pilihan agar bisa tetap memenuhi kewajiban agama tanpa membahayakan kesehatan.

  1. Ibu Hamil dan Menyusui

Wanita dalam keadaan hamil atau menyusui saat bulan puasa, jika khawatir akan kebutuhan gizi anak dalam kandung atau disusui, menurut sebagian ulama, wajib membayar fidyah. Namun menurut Imam Syafi’i, mereka harus menjalankan puasa terlebih dahulu sekaligus membayar fidyah.

  1. Orang yang Menunda Qadha Puasa

Jika seseorang belum bisa melaksanakan puasa qadha sampai bulan Ramadan berikutnya, maka ia wajib membayar.

  1. Orang Telah Wafat dan Memiliki Hutang Puasa

Jika seseorang  beragama Islam meninggal pada bulan Ramadan atau setelahnya, dan meninggal karena sakit, sehingga tidak mampu berpuasa, maka keluarganya dapat membayarkan puasa yang ditinggalkan oleh orang tersebut dengan membayar fidyah. 

Besaran Fidyah Yang Harus Dibayar

Jika seseorang sudah termasuk dalam golongan diperbolehkan membayar fidyah, maka berapa jumlah fidyah  harus dibayarkan? Berikut perbedaan mengenai jumlah besaran harus ditunaikan 

  1. Mazhab Syafi’i dan Hambali

Satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud sama dengan 675 gram beras atau makanan pokok lainnya.

  1. Mazhab hanafi

Setengah sha’ makanan pokok per hari, yang setara dengan 1,5 kg beras atau makanan pokok lainnya

  1. Mazhab Maliki

Seperti Mazhab Syafi’i dan Hambali, Mazhab Maliki juga menerapkan satu mud per hari puasa yang ditinggalkan. Jadi, jika seseorang memiliki kewajiban puasa selama 10 hari, maka jumlah  yang harus diberikan adalah sebagai berikut:

Jika mengikuti pendapat satu mud per hari: 10 hari dikalikan 675 gram, menghasilkan 6,75 kg beras.

Jika mengikuti pendapat satu setengah kg per hari: 10 hari dikalikan 1,5 kg, menghasilkan 15 kg beras. Oleh karena itu, jumlah besaran yang harus dibayarkan tergantung pada mazhab yang akan menjadi acuan.

Cara Membayar Fidyah Yang Tepat

Setelah memahami arti fidyah dan hukumnya, langkah berikutnya adalah mengetahui cara membayar fidyah sesuai dengan aturan Islam. Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Memberi makanan langsung kepada fakir miskin sudah siap dimakan dan layak dikonsumsi. Makanan tersebut harus memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari agar benar-benar memberi manfaat bagi penerima.
  2. Fidyah bisa juga dibayar dengan memberikan bahan makanan pokok seperti beras, gandum, atau bahan pangan lainnya yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya.
  3. Menitipkan pembayaran fidyah melalui lembaga resmi dan terpercaya yang  pastinya akan menyalurkan sesuai dengan ketentuan syariat islam.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membayar Fidyah Puasa ?

Fidyah sebaiknya dibayarkan segera setelah seseorang sudah tidak mampu berpuasa, agar tidak terlalu banyak menumpuk dan tetap sesuai dengan aturan agama Islam. Disarankan agar pembayaran dilakukan tepat waktu agar kewajiban bisa segera terpenuhi. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, pembayaran fidyah bisa dilakukan setelah bulan Ramadan berakhir, seperti jika seseorang baru menyadari kewajiban fidyahnya atau sedang mengalami kesulitan dalam membayarnya.

Menuaikan Kewajiban Membayar  Fidyah  Secara Tepat dan Aman

Setiap rupiah yang Sahabat salurkan, baik itu Zakat, Sedekah, atau Pembayaran Fidyah, akan dialokasikan secara efektif, aman, dan sesuai dengan aturan syariat. Oleh karena itu, penting untuk menitipkan amanah melalui lembaga yang terpercaya. Dompet Dhuafa Yogyakarta hadir sebagai mitra yang sangat tepat, dengan sistem pengelolaan dan distribusi yang telah terbukti profesional dan transparan. Mereka memastikan setiap amanah yang diberikan benar-benar sampai kepada penerima manfaat sesuai ketentuan syariat islam. Sebenarnya, sahabat bisa memberikan fidyah langsung kepada orang miskin, tetapi kita tidak tahu pasti apakah fidyah itu benar-benar digunakan untuk semestinya atau untuk keperluan lain. Itulah tujuan lembaga , yaitu memastikan bahwa fidyah yang Sahabat berikan sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.Sahabat Seiman, Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Yuk, tunaikan fidyahmu sebelum memasuki bulan suci kembali, jangan ditunda lagi! Kamu bisa membayar fidyah melalui Dompet Dhuafa Yogyakarta. InsyaAllah amanah, fidyahmu akan diberikan kepada penerima manfaat sesuai syariat.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Tanamkan Kepedulian Lingkungan di Sekolah

Dompet Dhuafa Yogyakarta Tanamkan Kepedulian Lingkungan di Sekolah

Kulon Progo, 27 Oktober 2025 — Dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini, Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Ember Ajaib Penyelamat Bumi: Serunya Bikin Pupuk Sendiri dengan Ember Tumpuk” mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk alami, di SD Negeri Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo dengan  diikuti sebanyak 52 siswa kelas .

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pengenalan sistem ember tumpuk komposter sebagai salah satu metode sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik.

Pemilihan anak-anak sebagai sasaran utama kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Dippa, Koordinator Kegiatan, edukasi lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif di masa depan.

Dompet Dhuaafa Program Pendidikan

Edukasai dan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada para siswa SDN Depok Yogyakarta oleh Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta

“Anak-anak adalah agen perubahan kecil yang punya peran besar. Kalau sejak dini mereka sudah paham cara mengolah sampah, dampaknya akan terasa bagi lingkungan dan keluarga mereka,” ungkap Dippa selaku Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan jenis-jenis sampah organik dan cara kerja ember tumpuk komposter. Anak-anak kemudian diajak untuk praktik langsung memasukkan sisa sampah organik seperti kulit buah dan sisa makanan ke dalam ember tumpuk komposter. Setelah itu, peserta juga belajar mengenai pemanfaatan lindi, yaitu cairan hasil proses pembusukan di komposter, sebagai pupuk cair alami untuk tanaman di halaman sekolah.

Dompet Dhuaafa Program Pendidikan

Sesi edukasi pengolahan sampah organik kepada SDN Depok Yogyakarta oleh Dompet Dhuafa Volunteer Yogyakarta

Suasana semakin hidup saat sesi praktik berlangsung. Anak-anak tampak bersemangat berebut mencoba memasukkan sampah ke dalam komposter dan menyiram tanaman dengan lindi. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama, di mana para siswa berbagi pengalaman dan menjawab pertanyaan seputar materi yang telah mereka pelajari.

“Seru banget! Ternyata sampah bisa jadi pupuk buat tanaman di sekolah,” ujar salah satu siswa dengan antusias.

Kepala Sekolah SDN Depok, Ibu Anis, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Dompet Dhuafa Volunteer yang telah memberikan edukasi lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak terlihat antusias dan mudah memahami konsep pengolahan sampah organik. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berlanjut agar sekolah semakin konsisten dalam menerapkan program ramah lingkungan,” ujar Ibu Anis.

Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap pengetahuan sederhana tentang pengelolaan sampah organik dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dikembangkan di sekolah-sekolah lain di wilayah DIY sebagai bagian dari aksi peduli lingkungan dan pendidikan berkelanjutan Dompet Dhuafa.

Sedekah Subuh :  Waktu Terbaik Berbagi Kebaikan di Awal Hari

Sedekah Subuh :  Waktu Terbaik Berbagi Kebaikan di Awal Hari

Pagi hari bukan hanya waktu untuk bangun dan mulai melakukan berbagai aktivitas, tetapi juga kesempatan untuk berbagi kebaikan. Sedekah subuh adalah salah satu cara untuk berbuat baik di pagi hari yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Sedekah ini dilakukan pada waktu tertentu. Salah satu keistimewaannya masih banyak orang tidak tahu, yaitu ketika seorang muslim melakukan sedekah subuh, malaikat turun ke bumi dan langsung mendoakan orang yang berbuat baik tersebut

Hadist Anjuran Untuk Sedekah Subuh :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُ لُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا 

Artinya :

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “. (HR. Bukhari)

Ketentuan Batas Waktu Sedekah Subuh

Waktu Sedekah Subuh Jam Berapa ? dapat dilakukan pada waktu setelah melaksanakan shalat subuh sampai matahari terbit antara pukul 04.30 sampai 06.00 WIB. Meskipun melakukan Sedekah Subuh setiap hari bukan kewajiban, akan lebih baik jika dilakukan secara rutin, Selain membersihkan dosa-dosa, juga bisa membuat doa-doa kita lebih mudah dikabulkan, karena malaikat-malaikat yang datang pada waktu Subuh ikut mendoakan kita.

Keutamaan dan Manfaat Sedekah Subuh

Sedekah pada pagi hari memiliki keistimewaan khusus karena dilakukan di waktu yang penuh berkah. keutamaan dan manfaatnya antara lain :

  1. Mendapatkan Pahala Berlipat : Allah SWT berjanji memberikan pahala yang lebih besar bagi orang yang bersedekah, terutama di waktu subuh.
  2. Membawa Keberkahan dalam Hidup : Sedekah dapat membuka jalan rezeki, memberi ketenangan hati, serta menjauhkan seseorang dari kesulitan hidup. 
  3. Menjauhkan dari Bala dan Musibah : Jika seseorang rutin bersedekah di waktu subuh, ia bisa terlindungi dari berbagai musibah dan bencana.
  4. Membantu Orang yang Membutuhkan : Sedekah juga merupakan bentuk perhatian sosial yang bisa meringankan beban orang lain.

Sedekah Subuh Rutin Aman Terpercaya 

Sedekah Subuh bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Tak perlu menunggu punya banyak harta, karena sekecil apa pun yang kita berikan, bisa menjadi berkah besar bagi yang membutuhkan. Sahabat bisa menyiapkan kotak amal kecil di rumah, atau menyalurkannya secara online melalui Dompet Dhuafa agar lebih mudah dan tepat sasaran.

Ketika kita istiqamah bersedekah di waktu Subuh, sesungguhnya kita sedang mengetuk pintu langit di saat yang penuh keberkahan. Sedikit demi sedikit, kebaikan itu akan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, dan pahalanya pun mengalir tanpa henti.

Yuk, jadikan Sedekah Subuh sebagai bagian dari kebiasaan baik setiap hari — dengan niat tulus dan hati yang ikhlas.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Wujudkan Generasi Sehat lewat Sekolah Sehat di Bantul

 Dompet Dhuafa Yogyakarta terus menguatkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkarakter melalui program Sekolah Sehat. Program ini dilaksanakan sejak 24 hingga 27 Oktober 2025 di beberapa sekolah wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta yaitu SD Muhammadiyah Geger, SDN 1 Pundong, SD Muhammadiyah Kalinampu 1, dan SDN Soka

Program Sekolah Sehat mengusung rangkaian kegiatan sosialisasi parenting kepada orang tua murid, serta edukasi pola makan sehat dan literasi digital untuk anak. Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berupaya membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh kasih. 

” Kesehatan anak tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga dari keseimbangan mental daan sossial. Kami ingin membekali guru daan orang tua agar lebih siap menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam hal pengelolaan pola makan dan penggunaan gadget pada anak. Terlebih, penting bagi kita semua untuk memperhatikan asupan gizi anak- anak di masa sekolah, karena pada masa ini, kebutuhan gizi dan kestabilan emosi anak sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan prestasai belajar mereka.” Ujar Bambang Edi Prasetyo selaku menager program pendidikan Dompet Dhufa Yogyakarta.

Kegiatan memasak inovatif, pengelolaan makanan bergizi yang menarik bagi anak-anak, guna menumbuhkan kebiasaan makan sayur sejak dini yang diperagakan oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta 

Selain materi tentang pola makan sehat dan gizi seimbang, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan penggunaan gadget di rumah yang dibawakan oleh ibu Arinil Jannah selaku praktisi parenting ibu dan anak. Melalui sesi parenting talk, para orang tua murid diajak berdiskusi mengenai cara menumbuhkan kedekatan anak tanpa ketergantungan pada teknologi

Sesi parenting talk kepada para wali murid bersama Arinil Jannah selaku praktisi parenting ibu dan anak. 

“Kunci bukan sekadar melarang, tetapi mendampingi. Anak-anak perlu diberi contoh dan batas waktu yang jelas dalam menggunakan gawai,agar tidak mengganggu waktu belajar maupun interaksi sosial mereka di rumah. Gunakan teknologi sebagai sarana belajar, bukan pelarian. Dengan pendampingan yang konsisten, anak akan belajar mengontrol diri dan menggunakan gadget secara bertanggung jawab.”ungkap Arinil Jannah 

” Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selama ini kami sering bingung membatasi anak dalam bermain gadget, anak – anak sering tantrum ketika dibatasi dalam penggunaan gadget dan lebih ketergantungan. Tapi sekarang Alhamdulilah jadi tau cara mendampingi dengan lebih bijak,” ungkap wali murid SDN Soka.

Program Sekolah Sehat merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam bidang pendidikan,dan  kesehatan. Dengan mengusung semangat membangun generasi sehat dan berdaya, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap kegiatan ini mampu menjadi langkah awal menuju budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan masyarakat. 

Zakat Penghasilan untuk Siapa Saja? Yuk Kenali 8 Asnafnya!

Zakat Penghasilan untuk Siapa Saja? Yuk Kenali 8 Asnafnya!

Zakat penghasilan diberikan kepada siapa saja? Pertanyaan ini sering muncul di benak umat Muslim yang ingin menunaikan kewajiban zakat dari hasil pekerjaannya. Zakat penghasilan, atau disebut juga zakat maal dari pendapatan, merupakan hal wajib ditunaikan oleh setiap Muslim ketika penghasilannya telah mencapai nisab atau batas minimal tertentu.

Melalui kewajiban ini, seorang muzakki menyalurkan sebagian hartanya kepada mustahik penerima manfaat menurut syariat Islam.

Dalil Zakat Penghasilan dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 60:

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, para mu’allaf, untuk memerdekakan budak, orang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk musafir yang kehabisan bekal. (Q.S. At-Taubah: 60)”

Ayat ini menjadi dasar bahwa zakat penghasilan diberikan kepada delapan golongan  (asnaf): fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

8 Golongan Penerima Zakat (Asnaf) dalam Konteks Modern

1.  Fakir

Golongan fakir yaitu mereka yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Contohnya: lansia terlantar, keluarga tanpa pekerjaan tetap, atau masyarakat  dalam kemiskinan ekstrem.

2. Miskin

Miskin ialah orang berpenghasilan , tetapi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

Contohnya: buruh harian, pekerja informal, atau pedagang kecil yang penghasilannya di bawah standar kebutuhan layak.

3. Amil

Yaitu pihak yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada penerima yang berhak (mustahik). Dalam Islam, amil memiliki peran penting untuk memastikan dana tersebut disalurkan dengan tepat sasaran dan transparan. Sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab dan kinerjanya, amil berhak menerima bagian dari dana tersebut sebagai upah atau honor atas jasa pengelolaan dana tersebut.

Contohnya: lembaga resmi pengelola zakat, atau unit zakat di masjid yang bekerja secara profesional dan amanah.

4. Mu’allaf

Muallaf ialah orang yang baru memeluk Islam atau mereka dimana hatinya perlu didekatkan kepada Islam.

Contohnya: mualaf yang membutuhkan dukungan spiritual, ekonomi, dan sosial agar lebih mantap dalam keislamannya.

5.  Riqab  (budak)

Riqab ialah budak yang berusaha memerdekakan diri. Mereka termasuk golongan berhak menerima zakat karena bantuan tersebut membantu proses pembebasan dari perbudakan. Dukungan dapat berupa biaya rehabilitasi, pendidikan, atau pelatihan kerja agar dapat hidup mandiri.

Contohnya: Korban perdagangan manusia, pekerja migran disandera, atau individu tertahan akibat eksploitasi ekonomi.

6.   Gharim  (Orang yang Memiliki Utang karena Keperluan Halal)

Gharim ialah individu dengan utang yang tidak sanggup dilunasi. Jika pinjaman tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, maka ia tidak berhak menerima bantuan, kecuali termasuk fakir. Namun, bila utang itu dipakai bagi kepentingan banyak orang di bawah tanggung jawabnya, maka ia diperbolehkan menerima bagian dari zakat.

Contohnya: pelaku usaha kecil yang kesulitan melunasi modal, keluarga berutang untuk pengobatan, atau korban bencana yang butuh bantuan finansial.

7. Fisabilillah

Fi Sabilillah termasuk dalam delapan golongan penerima sedekah wajib sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an. Istilah ini bermakna “di jalan Allah” dan mencakup berbagai bentuk perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam serta kemaslahatan umat.

Contohnya: kegiatan dakwah, pendidikan keislaman, pemberian beasiswa bagi santri dan dai, pembangunan masjid, hingga program sosial kemanusiaan peneguh nilai-nilai Islam.

8. Ibnu Sabil (Musafir yang Kehabisan Bekal)

Ibnu Sabil termasuk salah satu dari delapan golongan penerima zakat dalam Islam. Istilah ini merujuk pada musafir yang kehabisan bekal atau biaya untuk melanjutkan perjalanan, meskipun sejatinya mereka berkecukupan di tempat asal.

Bantuan diberikan guna menolong mereka kembali ke daerah asal atau melanjutkan perjalanan menuju tujuan halal. Tujuannya membantu mereka keluar dari kesulitan sementara akibat keterbatasan biaya selama berada di perjalanan.

Contohnya: pelajar perantauan, pekerja migran disandera, atau musafir terjebak dalam kondisi darurat di wilayah asing.

Menunaikan Zakat Penghasilan dengan Tepat dan Aman

Dengan memahami delapan golongan penerima sedekah wajib ini, umat Muslim dapat menunaikan kewajiban tersebut secara lebih tepat sasaran sesuai tuntunan syariat Islam.
Menunaikan zakat bukan sekadar bentuk ketaatan kepada Allah SWT, melainkan juga wujud kepedulian sosial dalam membantu sesama dan mengurangi kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

Agar penyaluran berlangsung lebih efektif, aman, dan sesuai syariat, umat Muslim disarankan menyalurkannya melalui lembaga tepercaya, salah satunya di Dompet Dhuafa Yogyakarta.
Dimana Dompet Dhuafa Yogyakarta memiliki sistem pengelolaan serta distribusi profesional dan transparan, memastikan setiap rupiah yang dititipkan tersalurkan kepada penerima manfaat secara tepat.

Dengan demikian, amalan yang ditunaikan tidak hanya sah menurut hukum Islam, tetapi juga memberi dampak sosial nyata dan berkelanjutan.
Jadi, ketika muncul pertanyaan Zakat penghasilan diberikan kepada siapa? atau Zakat penghasilan diberikan kepada siapa saja?”, jawabannya tidak hanya berkisar pada delapan golongan penerima (asnaf), tetapi juga pada cara menyalurkannya dengan amanah agar membawa keberkahan bagi banyak orang.

Dompet Dhuafa Volunteer Yogyakarta Aksi Bersih Pantai Trisik Kurangi Limbah Plastik

Dompet Dhuafa Volunteer Yogyakarta Aksi Bersih Pantai Trisik Kurangi Limbah Plastik

Kulon Progo, 27 Oktober 2025 — Dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sejak dini, Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Ember Ajaib Penyelamat Bumi: Serunya Bikin Pupuk Sendiri dengan Ember Tumpuk” mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk alami, di SD Negeri Depok, Kecamatan Panjatan, Kulon Progo dengan  diikuti sebanyak 52 siswa kelas .

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pengenalan sistem ember tumpuk komposter sebagai salah satu metode sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik.

Pemilihan anak-anak sebagai sasaran utama kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Dippa, Koordinator Kegiatan, edukasi lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif di masa depan.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Peduli Lingkungan

Edukasai dan pelatihan pembuatan pupuk organik kepada para siswa SDN Depok Yogyakarta oleh Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta

“Anak-anak adalah agen perubahan kecil yang punya peran besar. Kalau sejak dini mereka sudah paham cara mengolah sampah, dampaknya akan terasa bagi lingkungan dan keluarga mereka,” ungkap Dippa selaku Volunteer Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pengenalan jenis-jenis sampah organik dan cara kerja ember tumpuk komposter. Anak-anak kemudian diajak untuk praktik langsung memasukkan sisa sampah organik seperti kulit buah dan sisa makanan ke dalam ember tumpuk komposter. Setelah itu, peserta juga belajar mengenai pemanfaatan lindi, yaitu cairan hasil proses pembusukan di komposter, sebagai pupuk cair alami untuk tanaman di halaman sekolah.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Peduli Lingkungan

Sesi edukasi pengolahan sampah organik kepada SDN Depok Yogyakarta oleh Dompet Dhuafa Volunteer Yogyakarta

Suasana semakin hidup saat sesi praktik berlangsung. Anak-anak tampak bersemangat berebut mencoba memasukkan sampah ke dalam komposter dan menyiram tanaman dengan lindi. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama, di mana para siswa berbagi pengalaman dan menjawab pertanyaan seputar materi yang telah mereka pelajari.

“Seru banget! Ternyata sampah bisa jadi pupuk buat tanaman di sekolah,” ujar salah satu siswa dengan antusias.

Kepala Sekolah SDN Depok, Ibu Anis, turut menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Dompet Dhuafa Volunteer yang telah memberikan edukasi lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak terlihat antusias dan mudah memahami konsep pengolahan sampah organik. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berlanjut agar sekolah semakin konsisten dalam menerapkan program ramah lingkungan,” ujar Ibu Anis.

Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap pengetahuan sederhana tentang pengelolaan sampah organik dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dikembangkan di sekolah-sekolah lain di wilayah DIY sebagai bagian dari aksi peduli lingkungan dan pendidikan berkelanjutan Dompet Dhuafa.

 Menyemai Warna, Menjaga Makna Budaya Batik:Kelas Bersama Guru

 Menyemai Warna, Menjaga Makna Budaya Batik:Kelas Bersama Guru

Gunungkidul — Suasana penuh keceriaan dan semangat belajar kembali hadir di SD Muhammadiyah Piyaman, Gunungkidul. Dompet Dhuafa Jogja melanjutkan rangkaian Kelas Sidomukti dengan pelatihan bertema “Praktik Canting Cap dan Teknik Pewarnaan Batik”, yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, kepala madrasah, serta guru-guru dari 10 sekolah penerima manfaat program. ( Rabu, 10 September 2025 )

Pada kesempatan ini, para peserta membawa hasil canting cap buatan mereka yang telah dikerjakan di rumah. Dengan bimbingan Bapak Nurohmad, seniman sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta serta pendiri Omah Kreatif Dongaji, peserta diajak untuk mengaplikasikan canting cap tersebut ke dalam kain, lalu melanjutkan proses mewarnai dengan dua teknik utama: celup napthol dan colet remazol.

Proses pembelajaran membatik dengan teknik canting cap diikuti oleh para guru SD Gunungkidul, dengan bimbingan langsung dari Bapak Nurohmad

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi banyak peserta, yang tidak hanya belajar secara teknis, tetapi juga memahami bahwa setiap proses pewarnaan batik menuntut kesabaran, ketelitian, sekaligus kreativitas dalam menciptakan keindahan.

Ibu Daning Martanti, Guru MI Muhammadiyah Macanmati, menyampaikan kesannya, “Sangat menyenangkan karena semua hal yang saya pelajari pada setiap pertemuan adalah hal baru, termasuk proses cap pembuatan batik cap dan pewarnaan remazol teknik colet.” Ulasan ini menggambarkan semangat pembelajar para guru yang antusias menemukan pengalaman baru di setiap sesi.

Dompet Dhuafa

Pemaparan teknik batik canting cap oleh Nurohmad selaku seniman dan akademisi kepada para guru-guru SD Gunungkidul

Melalui Kelas ketiga Sidomukti #2, Dompet Dhuafa Jogja berharap keterampilan membatik yang telah dipelajari dapat semakin melekat sebagai bagian dari identitas sekolah, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya kreativitas dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa

Dari Santri ke Inspirasi – Wisuda PPM Anisa Dompet Dhuafa Jogja

Dari Santri ke Inspirasi – Wisuda PPM Anisa Dompet Dhuafa Jogja

Yogyakarta, 7 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Mahasiswi (PMI) Anisa Dompet Dhuafa Jogja menggelar Wisuda Angkatan Pertama Tahun Pelajaran 2024–2025, mewisuda enam santriwati yang telah menuntaskan masa pembelajaran selama satu tahun. Acara diselenggarakan di Bale Timoho Resto pada Kamis malam dengan suasana yang hangat dan khidmat.

Wisuda ini turut dihadiri oleh Bapak Sabar dan Ibu Tri selaku wakif bangunan asrama, serta seluruh asatidz/ah pengampu mata pelajaran santri. Momen ini menjadi ajang silaturahim dan apresiasi atas perjuangan para santri dalam menuntaskan pembelajaran yang mencakup kafaah islamiyyah, pembinaan karakter, keterampilan kerumahtanggaan, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, serta program pemberdayaan.

“Selama menjadi mahasiswa, pengalaman tinggal di asrama sebagai santri adalah the best experience dalam hidup saya. Saya bisa mengenal dan belajar kepada seluruh teman dan para ustadz/ah yang memberikan pelajaran yang sangat bermakna dalam kehidupan,” ungkap Naning Kristiana, santri terbaik Angkatan 1, dalam sambutannya.

Dompet Dhuafa Yogyakarta

Enam wisudawati tersebut adalah:

Alifia Nur Khahamidah – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika)
Moto: “Nikmati proses kehidupan dalam keberkahan”

Clara Charisma Deatata – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Rekam Medis dan Informasi Kesehatan)
Moto: “Kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan”

Dian Kartikasari – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi)
Moto: “Man Jadda Wajada”

Lathifa Nur Azizah – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi)
Moto: “Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat”

Naning Kristiana – Universitas PGRI Yogyakarta (Pendidikan Matematika)
Moto: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”

Putri Salsa Nabila – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Sarjana Terapan Kebidanan dan Profesi Bidan)
Moto: “Allah punya milyaran pintu rezeki dan jalan keluar, kita hanya perlu untuk tidak berputus asa dari Rahmat Allah”

Dompet Dhuafa Yogyakarta

Rangkaian acara dimulai dengan tilawah, penayangan video perjalanan santri, sambutan pimpinan cabang, prosesi wisuda, hingga tausiyah oleh Ustadz Busur Ali. Penutup acara diwarnai dengan persembahan angkatan dan sesi foto bersama.

PMI Anisa berdiri dengan visi membentuk muslimah berkarakter Qur’ani, berakhlak mulia, dan siap menjadi pelaku perubahan di tengah masyarakat. Wisuda perdana ini menjadi tonggak sejarah perjalanan Anisa dalam melahirkan generasi perempuan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdaya dan bermanfaat.

Dari Yogyakarta untuk Gaza: Dompet Dhuafa Yogyakarta Salurkan Amanah Kebaikan kepada 4.500 Penduduk Gaza

Dari Yogyakarta untuk Gaza: Dompet Dhuafa Yogyakarta Salurkan Amanah Kebaikan kepada 4.500 Penduduk Gaza

Yogyakarta, 7 Agustus 2025 — Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak konflik di Gaza Utara. Bantuan ini menjadi bagian dari program distribusi makanan yang direncanakan berlangsung selama periode bulan Juli hingga Agustus 2025, menyasar ribuan warga sipil yang terdampak blokade, krisis pangan, dan kerusakan infrastruktur akibat agresi berkepanjangan.

Pada tahap awal penyaluran, sebanyak 4.500 penerima manfaat telah mendapatkan hidangan makanan siap saji yang terdiri dari nasi, sayuran, dan masakan kacang merah (Adas). Distribusi dilakukan di tiga titik wilayah terdampak, yaitu:

  • Pusat dan Kamp Tel al-Hawa – Gaza Utara
  • Kamp Umul Qura – Gaza Utara
  • Pusat Penampungan Bahrain – Gaza Utara

Sebagaimana diketahui, wilayah Gaza saat ini masih menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat serius. Blokade berkepanjangan menyebabkan kelangkaan pangan, air bersih, serta layanan kesehatan dan pendidikan. Ribuan keluarga hidup dalam keterbatasan, dengan tingkat kerentanan tinggi, terutama di kalangan anak-anak dan perempuan.

Proses memasak yang dilakukan oleh tim relawan Dompet Dhuafa Yogyakarta untuk membuat hidangan makanan warga Gaza

Program bantuan pangan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat Yogyakarta, yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa Yogyakarta, untuk mendampingi saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang bertahan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para donatur dan mitra Dompet Dhuafa Yogyakarta yang telah mempercayakan kami dalam menyalurkan amanah kebaikan kepada saudara kita di Palestina. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi kami, dan Insya Allah amanah ini akan terus kami jaga serta salurkan secara tepat sasaran,” ujar Muhammad Zahron, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Proses pendistribusian bantuan  makanan siap saji  kepada para warga Gaza Utara yang oleh relawan Dompet Dhuafa Yogyakarta

Kepedulian ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah mengenal batas dan jarak. Di tengah keterbatasan dan krisis, kebaikan dari Yogyakarta dan sekitarnya hadir sebagai  menguatkan mereka untuk terus bertahan.

Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Gaza yang tengah menghadapi situasi kemanusiaan yang mendesak. Dompet Dhuafa Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Perkuat Sinergi Pariwisata dan Pemberdayaan Sosial:  Ajak IHGMA Yogyakarta untuk Lebih Dekat dengan Hasil Zakat Produktif Dompet Dhuafa Yogyakarta

Perkuat Sinergi Pariwisata dan Pemberdayaan Sosial:  Ajak IHGMA Yogyakarta untuk Lebih Dekat dengan Hasil Zakat Produktif Dompet Dhuafa Yogyakarta

Yogyakarta, Dompet Dhuafa Yogyakarta gelar kegiatan Care Visit, sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata edukatif dan sosial berbasis zakat produktif kepada para pelaku industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana kegiatan dihadiri sebanyak 30 peserta dari General Manager Association (IHGMA)  Yogyakarta, Sabtu (02/08/2025) 

Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik lokasi pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yakni Eduwisata AloeLand di Nglipar, Gunungkidul, dan Batik Berkah Lestari di Imogiri, Bantul. Program Care Visit sendiri merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membangun transparansi, memperluas kolaborasi, serta mengenalkan praktik baik dalam pengelolaan zakat yang berdampak langsung kepada masyarakat. 

Rangkaian acara diawali dengan kunjungan ke AloeLand, sebuah kawasan budidaya tanaman aloe vera yang dikembangkan melalui dana zakat produktif dan dikelola oleh masyarakat setempat di bawah pendampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para peserta disambut dengan sesi pembukaan, yang diisi sambutan dari perwakilan Dompet Dhuafa Yogyakarta dan IHGMA Yogyakarta, dilanjutkan dengan sharing session bersama pengelola lokal, Mas Alan, yang menceritakan transformasi kawasan tersebut menjadi destinasi edukatif dan sumber penghidupan masyarakat. 

Care Visit IHGMA

Sesi edukasi pengolahan tanaman aloevera oleh local hero budidaya aloevera Alan Avendi kepada para peserta IHGMA 

Selain mendalami proses budidaya aloe vera, para peserta juga mengikuti sesi edukatif terkait pengembangan produk olahan, maupun pemasaran. 

Selanjutnya, peserta melanjutkan kunjungan ke sentra pemberdayaan Batik Berkah Lestari di Imogiri. Sentra ini merupakan tempat berkarya para perempuan pengrajin batik yang telah menjadi penerima manfaat program pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Melalui pendampingan, mereka terus didukung untuk mengembangkan usaha batik yang telah mereka tekuni, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal. Dalam kunjungan ini, peserta berkesempatan menyaksikan langsung proses produksi batik tulis dan berdiskusi bersama para pembatik. 

Care Visit merupakan bentuk akuntabilitas publik sekaligus ruang sinergi. Kami ingin menunjukkan bahwa zakat produktif dapat mendorong perubahan nyata dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk pariwisata,” ujar Bambang Edi Prasetiyo, Manager Program  Dompet Dhuafa Yogyakarta. 

Perwakilan IHGMA Yogyakarta menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana membangun perspektif baru dalam pengembangan pariwisata yang inklusif dan berdampak sosial. Mereka melihat potensi kuat untuk mengintegrasikan program-program pemberdayaan seperti AloeLand dan Batik Berkah Lestari sebagai bagian dari pilihan paket wisata edukatif bagi tamu hotel maupun program CSR. 

Care Visit IHGMA

Kunjungan komunitas IHGMA Yogyakarta di workshop hasil batik berkah lestari dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta 

“Sangat menarik, dimana care visit ini menjadi kegiatan tahunan dan program pengelolaan zakat produktif ini bersifat sustanable,  saling tumbuh menumbuhkan yang memberikan dampak positif bagi mereka pelaku UMKM untuk terus berdaya. Lokasi-lokasi seperti ini tidak hanya menawarkan keunikan lokal, tetapi juga nilai sosial yang tinggi, memiliki potensi untuk dikembangkan dalam sektor perhotelan” ujar Pak Iwan selaku ketua IHGMA Yogakarta. 

Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta memperkuat komitmen dalam membangun jejaring kolaborasi lintas sektor dan memperluas dampak sosial dari zakat. Diharapkan, program-program pemberdayaan yang selama ini berjalan dapat dioptimalkan melalui dukungan dan keterlibatan lebih luas dari mitra strategis, termasuk pelaku industri pariwisata. 

Sehat, Ceria, dan Cerdas: LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta Rayakan Hari Anak Nasional 2025

Sehat, Ceria, dan Cerdas: LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta Rayakan Hari Anak Nasional 2025

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif yang seru dan bermanfaat di SD Kasihan pada tanggal 31 Juli 2025. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa-siswi kelas 4 dan kelas 5 SD, dengan berbagai aktivitas yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menyenangkan.

Bagi siswa kelas 4, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta memberikan edukasi penting mengenai gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi disampaikan secara interaktif untuk memudahkan anak-anak dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Setelah sesi edukasi, mereka juga mendapatkan layanan pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh drg. Estetika, sebagai wujud nyata perhatian terhadap kesehatan gigi anak-anak. Selain itu anak-anak juga diukur tinggi badan dan ditimbang berat badannya untuk dihitung status gizinya.

Hari Anak Nasional, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta

Siswa Mendengarkan Edukasi Mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Sementara itu, siswa kelas 5 diajak untuk mengikuti lomba cerdas cermat kesehatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang penuh semangat, guna menyegarkan tubuh sekaligus menciptakan suasana yang ceria. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti lomba. Melalui permainan edukatif ini, mereka ditantang untuk menguji pengetahuan seputar kesehatan dengan cara yang menyenangkan dan kompetitif. Antusiasme dan semangat tampak mengisi sepanjang jalannya kegiatan.

Hari Anak Nasional, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta

Siswa diajak untuk Senam Bersama Sebelum Lomba dimulai

“Alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Anak Nasional ini dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut tak lepas dari dukungan segenap jajaran guru SDN Kasihan. Sebanyak 50 siswa kelas 4 sudah mendapatkan edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan untuk kelas 5, sebanyak 50 juga sudah sangat antusias mengikuti serangkaian lomba cerdas cermat terkait kesehatan” ujar Inggrid Dwi K selaku PIC kegiatan.

Hari Anak Nasional, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta

Dokter Gigi Estetika Sedang Memeriksa Kesehatan Gigi Siswa

Hari anak Nasional, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta

Penyerahan Hadiah Pemenang Lomba Cerda Cermat Kesehatan

Syifa Rizki Amelia selaku Koordinator Wilayah LKC Yogyakarta menyampaikan, “Rangkaian acara ini menjadi bukti nyata komitmen LKC Yogyakarta dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan bahagia. Semoga semangat Hari Anak Nasional terus menjadi pengingat bahwa anak adalah aset berharga bangsa yang patut dijaga, didampingi, dan diberdayakan “.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Hadirkan Kebahagiaan Anak Yatim dan Dhuafa Lewat CineCharity #7: Nonton Hayya 3

Dompet Dhuafa Yogyakarta Hadirkan Kebahagiaan Anak Yatim dan Dhuafa Lewat CineCharity #7: Nonton Hayya 3

Yogyakarta – Dalam semangat berbagi di bulan Muharram yang penuh kemuliaan, Dompet Dhuafa Yogyakarta berkolaborasi dengan Beramal Bersama dan Komunitas Pelajar Peduli (KPP) kembali menggelar CineCharity #7, sebuah kegiatan nonton bareng film inspiratif Hayya 3 yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan edukatif, kebahagiaan, dan semangat bagi anak – anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini dihadiri oleh  115  anak yatim dan dhuafa, dan berlangsung di bioskop CGV Pakuwon Mall Yogyakarta, pada Minggu (27 Juli 2025).

Rangkaian acara diawali di Masjid Al Husnah, dimulai dengan sambutan, pengajian , makan siang bersama, serta pemberian paket kado kepada anak-anak yatim. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menonton Film Hayya 3 bersama di bioskop dan diakhiri dengan bermain bersama diwahana bermain Fun World Pakuwon Mall Yogyakarta.

Cinecharity Dompet Dhuafa Yogyakarta

Penyerahan secara simbolis kado yatim oleh Muhammad Zahron pimpinan cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta kepada anak –anak yatim dhuafa

Muhammad Zahron, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar menonton film bersama, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan motivasi agar mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki empati, kepedulian sosial, serta semangat berbagi terhadap sesama.

“Melalui CineCharity ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan, pengalaman baru, serta semangat kepada anak – anak  yatim dan dhuafa. Terima kasih kepada seluruh donatur dan mitra yang terus membersamai Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam menghadirkan program-program kebaikan. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan memotivasi mereka untuk terus berjuang meraih cita-cita,” ungkap Zahron.

Program CineCharity sendiri rutin dilaksanakan Dompet Dhuafa Yogyakarta sebagai wujud nyata kepedulian dan pemberdayaan anak-anak yatim dan dhuafa melalui pengalaman positif yang berkesan.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat terwujud dengan saling bersinergi, memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang selama ini jarang atau bahkan belum pernah merasakan pengalaman berlibur yang pada umumnya di lakukan oleh anak – anak perkotaan. Melalui program ini, diharapkan tumbuh semangat berbagi di kalangan masyarakat dan pelajar untuk terus menghadirkan senyum bagi sesama.

Cinecharity Dompet Dhuafa Yogyakarta

Keseruan Yeni dan Askana dalam permainan karambol di Fun World bersama teman – teman yang di dampingi oleh kakak asuh Dompet Dhuafa Yogyakarta

Salah satu peserta, Yeni mengungkapkan rasa senangnya setelah menonton film.“Seneng banget bisa nonton di bioskop, filmnya bagus. Terus abis itu main bareng di Fun World juga seru banget. Terima kasih sudah ngasih kado dan ngajak kami nonton dan main,” ujarnya sambil tersenyum ceria. ujarnya sambil tersenyum.

Dompet Dhuafa Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra kolaborasi, dan komunitas yang telah membersamai program CineCharity #7. Semoga setiap langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah, menghadirkan keberkahan untuk semua, serta menumbuhkan generasi yang lebih peduli dan berdaya di masa depan.

Dompet Dhuafa Yogyakarta Lestarikan Batik Sekaligus Kuatkan Ekonomi Sekolah dan Masyarakat

Dompet Dhuafa Yogyakarta Lestarikan Batik Sekaligus Kuatkan Ekonomi Sekolah dan Masyarakat

Yogyakarta – Memasuki usia yang ke-32 tahun, Dompet Dhuafa terus berkomitmen menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tantangan besar, di mana jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin meningkat, lapangan kerja berkurang, dan angka kemiskinan pun kian bertambah, Dompet Dhuafa hadir untuk mengambil peran strategis melalui program-program pemberdayaan.

Sebagai Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang memiliki amanah menyalurkan dana zakat kepada fakir miskin dan asnaf lainnya, Dompet Dhuafa Yogyakarta terus melakukan berbagai terobosan. Salah satunya diwujudkan melalui Program SIDOMUKTI, yaitu program pendidikan yang memiliki dua value utama: pertama, sebagai sarana edukasi untuk menjaga dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa; dan kedua, membekali keterampilan membatik yang memiliki nilai jual sebagai upaya membangun kewirausahaan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Salah satu sekolah binaan Program Sidomukti adalah MI Muhammadiyah Pengkol, Nglipar  Gunungkidul. Ibu Murni selaku Kepala Sekolah menyampaikan rasa syukurnya atas hadirnya program ini. Sebelumnya, sekolah memiliki mata pelajaran muatan lokal membatik, namun karena keterbatasan perlengkapan dan pengetahuan dasar, sehingga mata pelajaran tersebut tidak berjalan. Kini, dengan adanya Program Sidomukti, Alhamdulillah para guru sudah memiliki keterampilan dan mampu membatik mulai dari proses produksi hingga pewarnaan.

Pelatihan praktik membatik kepada para murid sekolah MI Muhammadiyah Pengkol, Nglipar  Gunungkidul

Selain itu, Bu Murni menambahkan bahwa membatik bukan hanya sekadar melukis kain, tetapi juga melahirkan karya seni dengan makna mendalam. Setiap coretan kuas memiliki arti tersendiri yang tidak bisa dipungkiri. MI Muhammadiyah Pengkol , Nglipar  menciptakan batik khas sekolah dengan corak daun jati dan ulat jati. Filosofi ini diambil dari lingkungan sekitar sekolah yang banyak ditumbuhi pohon jati. Ketika musim kemarau, daun-daun jati akan berguguran, sementara saat musim hujan tiba, daun akan bersemi dan menghadirkan kehidupan baru, termasuk ulat jati yang bermetamorfosis di pohon jati. Proses tersebut mengajarkan rasa syukur atas setiap tahapan kehidupan dan nikmat yang Allah berikan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya Program Sidomukti ini. Melalui pelatihan yang diberikan, kami para guru akhirnya bisa belajar membatik dari dasar hingga pewarnaan. Selain itu, kami juga diajarkan bagaimana mengembangkan batik menjadi produk bernilai jual. Harapan kami, batik khas sekolah ini dapat menjadi kebanggaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan di MI Muhammadiyah Pengkol,” ujar Ibu Murni, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Pengkol.

Dengan kemampuan tersebut, pihak sekolah mulai menyiapkan produksi batik sekolah secara mandiri. Untuk membuka pasar, MI Muhammadiyah Pengkol akan mengadakan expo dan fashion show karya batik sekolah, sebagai langkah awal memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas sekaligus menguatkan branding sekolah sebagai pusat edukasi dan produksi batik.

Di usianya yang ke-32 ini, Dompet Dhuafa terus berikhtiar melahirkan berbagai terobosan program yang lebih efektif, efisien, serta memberikan dampak yang lebih besar, luas, dan berkelanjutan. Kini, Dompet Dhuafa menghadirkan Dompet Dhuafa Goes Communal Industry, sebagai upaya implementasi Zakat Produktif yang lebih advance, dengan harapan dapat menciptakan kemandirian ekonomi umat melalui penguatan industri berbasis komunitas.

Batik SIDOMUKTI

Proses pewarnaan batik oleh para guru MI Muhammadiyah Pengkol, Nglipar  Gunungkidul

“Dengan adanya Program Sidomukti, kami berharap dapat melahirkan generasi yang memiliki keterampilan membatik, sekaligus membuka peluang usaha baru yang bermanfaat bagi sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain itu, ini juga menjadi upaya nyata dalam menjaga kelestarian budaya batik sebagai warisan bangsa,” ujar Muhammad Zahron, Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Sebagai lembaga zakat, filantropi, dan pemberdayaan yang lahir dari kepedulian terhadap sesama, Dompet Dhuafa senantiasa berkomitmen menghadirkan program-program yang mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dhuafa, tetapi juga memberdayakan mereka agar bangkit dan mandiri, sehingga tercipta peradaban yang berkeadilan dan berkemajuan di Indonesia.

Milad ke-32 Dompet Dhuafa: Kesuksesan Bakso Cakruk CJDW Buktikan Ketepatan Pengelolaan Dana ZISWAF

Milad ke-32 Dompet Dhuafa: Kesuksesan Bakso Cakruk CJDW Buktikan Ketepatan Pengelolaan Dana ZISWAF

Sleman, YogyakartaDompet Dhuafa Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) secara amanah dan tepat sasaran. Memasuki Milad ke-32 tahun dengan tema “Dompet Dhuafa GoesCommunalIndustry” usaha Bakso Cakruk CJDW milik Pak Gito menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program Ekonomi Warung BERES (Bersih, Enak, Sehat) yang dijalankan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Bakso mie ayam Cakruk CJDW, yang berlokasi di Jl. Godean, Sleman, Yogyakarta dikelola langsung oleh Pak Gito telah bergabung dalam program Ekonomi Warung BERES (Bersih, Enak, Sehat) Dompet Dhuafa Yogyakarta pada tahun 2017. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas UMKM kuliner agar memiliki standar kebersihan, kualitas rasa, dan kehigienisan yang layak sehingga semakin dipercaya masyarakat.

Pelayanan Bakso Cakruk CJDW oleh Pak Gito, merupakan salah satu anggota binaan program Warung BERES (Bersih, Enak, Sehat) Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Sebelum bergabung menjadi binaan Dompet Dhuafa, Pak Gito berjualan tanpa memperhatikan kebersihan dan kualitas makanannya. Usahanya pun sering sepi pembeli. Ia menuturkan, pernah suatu hari dari pagi hingga siang pukul 12.00 WIB, dagangannya baru laku satu porsi. Saat itu, anaknya membutuhkan susu sehingga hasil penjualan satu porsi tersebut langsung ia gunakan untuk membeli susu kebutuhan anaknya.

Namun sejak mengikuti pelatihan intensif Warung BERES selama setahun, Pak Gito menyadari pentingnya menjaga kebersihan, kualitas rasa, kehigienisan, dan kehalalan makanan, serta mengelola keuangan dengan baik. Dompet Dhuafa tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan usaha, tetapi juga mendukung Pak Gito dalam proses pembuatan sertifikat halal melalui BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), serta menyediakan fasilitas kebutuhan wirausaha lainnya.

Kini, dengan adanya sertifikat halal tersebut, Pak Gito semakin yakin dalam berwirausaha dan semakin dipercaya oleh konsumen maupun masyarakat atas kualitas dan kehalalan makanannya.

Aktivitas  warung Bakso Mie Ayam Cakruk CJDW pak Gito disetiap harinya

Pak Gito bersyukur karena kini usahanya berjalan lancar.  Berkat binaan Dompet Dhuafa Yoyakarta perubahan besar terjadi ketika ia memutuskan pindah ke lapak dagang yang lebih strategis dan luas. Hasilnya, pendapatan usahanya meningkat hampir sepuluh kali lipat dibanding sebelumnya. Saat ini, Bakso Cangkruk CJDW milik Pak Gito buka mulai pukul 08.00 pagi dan seringkali sudah habis pada pukul 17.00 sore. Ia mampu menjual hingga 250 porsi mie ayam dan 400 porsi bakso setiap hari, dengan dagangan yang selalu ludes terjual.

“Dulu saya jualan asal jualan saja, nggak mikir kebersihan. Setelah dibina Dompet Dhuafa, saya sadar kebersihan, kehalalan, dan pengelolaan keuangan itu penting. Alhamdulillah sekarang usaha saya berkembang pesat.” – Pak Gito

Imam Hidayat, selaku penanggung jawab program, menyampaikan bahwa kisah Pak Gito adalah bukti nyata dana ZISWAF dapat dikelola secara produktif untuk memberdayakan mustahik yang membutuhkan.

Memasuki usia ke-32 tahun, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus menebar kebermanfaatan dan memastikan dana ZISWAF yang diamanahkan masyarakat dikelola secara produktif, efektif, dan tepat sasaran. Sejalan dengan tema milad tahun ini, “Dompet Dhuafa GoesCommunalIndustry,” Dompet Dhuafa berharap semakin banyak masyarakat yang terangkat kesejahteraannya melalui program pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Semarak Milad ke-32 Dompet Dhuafa: Adakan  Donor Darah

Sleman, YogyakartaDompet Dhuafa Yogyakarta terus berikhtiar untuk memberikan kebermanfaatan yang lebih luas serta amanah dalam pengelolaan dana ZISWAF ( zakat, infak, sedekah,wakaf). Sebagai lembaga filantropi Islam sekaligus lembaga kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat (empowering people) dan kemanusiaan. Dalam rangka milad yang ke- 32 tahun, Dompet Dhuafa Yogyakarta berkolaborasi bersama PMI ( Palang Merah Indonesia ) mengadakan aksi kemanusiaan donor darah yang diselenggarakan di Altilis Coffee, Smoothies, and Eatery (30/06/2025).

Semarak dalam menyambut Milad Dompet Dhuafa yang ke -32 , aksi donor darah ini dimeriahkan dengan kolaborasi kebaikan  cek kesehatan melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dmpet Dhuafa Yogyakarta (DD Jogja),  Palang Merah Indonesia (Utdpmikabsleman), cek mata gratis dari Akuroptic’55 dan Hara Chicken di Jln. Baru Mugulungan, Sendanggadi, Sleman, Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh para pendonor dari warga sekitar Yogyakarta sebanyak 35 pendonor, yang tidak hanya menghidupkan semangat berbagi, tetapi juga memberikan dampak positif pada kesehatan masyarakat.

Berdasarkan standar WHO, DIY membutuhkan sekitar 74.000 kantong darah per tahun, setara dengan 2 % dari total penduduk. Namun, hasil donor rutin di Yogyakarta baru mencapai sekitar 50.400 kantong per tahun, menyisakan kekurangan hampir 24.000 kantong. Meskipun stok harian tampak aman, aktivitas donor masih perlu ditingkatkan melalui donor massal, kolaborasi dengan kampus dan komunitas, serta publikasi berkelanjutan mengenai kebutuhan darah, terutama untuk golongan darah dengan stok rendah.us-menerus mengenai kebutuhan darah, khususnya golongan yang rendah stoknya.

Raditya, selaku penanggung jawab kegiatan kemanusiaan ini, menjelaskan bahwa aksi donor darah bukan sekadar wujud kepedulian terhadap kesehatan, tetapi juga menunjukkan nyata semangat persaudaraan.

“Dalam rangka menyambut Milad Dompet Dhuafa ke-32 ini, semoga aksi kolaborasi kebaikan ini bisa menumbuhkan dan meningkatkan kesinergisan dalam kepedulian bersama. Dengan layanan ini, semoga dapat membantu pemerintah dalam menyediakan kebutuhan darah bagi masyarakat sehat dan menanggulangi dampak penyebaran penyakit,” ujar Raditya.

Pengecekan kesehatan donor darah kepada para calon pendonor oleh petugas PMI

Acara donor darah digelar mulai pukul 08:00 – 12:00 WIB. Para peserta diminta untuk mengisi formulir registrasi terlebih dahulu, lalu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kelayakan sebagai pendonor. Jika memenuhi syarat sebagai pendonor sehat, tenaga ahli dari PMI akan melaksanakan kegiatan pengambilan darah.

Purwanto, salah satu peserta donor darah di acara semarak Milad ke – 32 Dompet Dhuafa

Purwanto, seorang relawan Dompet Dhuafa Yogyakarta sekaligus pendonor asal Kota Yogyakarta, menyampaikan antusiasmenya dalam kegiatan ini. Baginya, donor darah bukan hanya mempererat hubungan dengan DD Jogja, tetapi juga menjadi rutinitas yang bermanfaat.

“Saya sudah sering melakukan donor darah sejak tahun 1986. Dengan adanya kegiatan ini, saya merasa dimudahkan untuk berdonor, karena sebelumnya ada kendala waktu. Selain untuk menjaga kesehatan, semoga aksi donor darah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Purwanto.

Alhamdulillah, kegiatan donor darah ini berjalan dengan lancar. Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap aksi kemanusiaan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk terus berbagi kebaikan dan peduli terhadap sesama, sejalan dengan misi visi semangat Milad ke-32 tahun Dompet Dhuafa

Kapan 1 Muharram 1446 H, Hari Tahun Baru Islam?

Kapan 1 Muharram 1446 H, Hari Tahun Baru Islam?

1 muharram

1 Muharram –  Merupakan tanggal pergantian tahun dalam kalender Islam, dimana 1 Muharram 2025 jatuh pada tanggal 27 Juli 2025, selain itu  dikenal juga  sebagai  tanggal 1 Suro dalam kalender jawa.

Bagi umat Muslim tanggal 1 Muharram memiliki makna tersendiri, dimana kisah Nabi Muhammad SWT melaksanakan  hijrah dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi,  serta menjadi salah satu bulan mulia dalam kalender Islam selain bulan Dzulqaidah,Dzulhijah, dan bulan Rajab.

Konteks luasnya, pada tahun baru Islam sebagian besar umat muslim melakukan perenungan atas nilai – nilai hijrah tersebut serta berkomitman meninggalkan kebiasaan yang tidak baik dan meningkatkan amalan  perbuatan yang baik.

Al-Quran Surah At-Taubah, ayat 36 menjelaskan tentang kemuliaan bulan Muharram yang berbunyi:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya:

“ Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah ( di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya ( empat bulan itu), dan pergilah orang – orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnua Allah bersama orang – orang yang bertakwa.”

Hasil tafsir Al-Muyassar menjelaskan bahawasanya  terdapat dua belas bulan dalam hukum Allah tercatat pada lauhil mahfuzh , dimana hari Allah ciptakan langit dan bumi diantaranya terdapat empat bulan haram yaitu bulan dzulqaidah, dzulhijjah, muharam, dan rajab. Janganlah kalian menzolimi diri kalian di dalam bulan –  bulan tersebut lantaran tingkat keharamannya bertambah dan dikarenakan perbuatan kezaliman padanya lebih parah dibandingkan bulan lainnya. Perangilah para kaum musryikin sebagaimana mereka telah memerangi kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah selalu bersama dengan orang yang bertakwa dengan dukungan serta pertolongan-NYA.

Selain itu pada 1 muharram para umat muslim menjadikan sebagai momentum evaluasi diri, seperti meningkatkan ketakwaan, nenentukan tujuan maupun harapan yang akan dilakukan diwaktu kedepan, meninggalakan kebiasaan buruk , dan meningkatkan  amal sholeh yang diridhoi Allah.

Sejarah 1 Muharram Tahun Baru Islam yang perlu diketahui oleh umat Muslim

1 muharram  tahun 662 Masehi sebagai peristiwa penting bagi umat muslim, hari dimana Nabi Muhammad melakukan perjalanan hijrah dari Kota Mekkah ke Madinah. Adanya peristiwa penting tersebut Khalifah Umar bin Khattab menetapkan bahwa awal penganggalan kalender islam dimulai pada setiap tanggal 1 muharram serta sebagai  tonggak  sejarah Islam.

Makna 1 Muharram Tahun Baru Islam

1 muharram menjadi momentum para umat muslim melakukan perenungan atas semua yang sudah diperbuat di tahun sebelumnya, kenapa demikian? Yuk simak penjelasan dibawah ini.

1. Tanda awal baru

Memasuki 1 muharram menandakan telah memasuki tahun lemabaran kalender  Hijriyah baru. Hal ini mengartikan bahwa adanya kesempatan baru untuk para umat muslim melakukan perbaikan diri dengan memulai sesuatu yang lebih baik.

Selain memberikan kesempatan  dalam memperbaiki amal ibadah ke pada Allah, tahun baru Islam memberikan sebuah harapan dan tujuan spiritual baru.

2. Tonggak sejarah islam

Kita ketahui Nabi Muhammad SAW telah melakukan perjalanan hijrah dari Kota Mekkah sampai Madinah pada 1 Muharram tahun 662 Masehi, hijrah ini memiliki makna besar dalam sejarah Islam,  karena ditetapkan sebagai titik awal sejarah penyebaran agama Islam.

3.Refleksikan diri

Pada 1 muharram menjadi momentum untuk merefleksikan diri atau kesempatan untuk merenung akan perjalanan hidup di tahun sebelumnya. Waktu yang tepat untuk intropeksi maupun evaluasi dalam beribadah di tahun selanjutnya. Dengan ini umat muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT sebagai ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sahabat itulah makna dari 1 Muharram bagi umat muslim,  sebagai bulan paling istimewa dari bulan lainnya. Semoga dimomentum ini dapat mengingatkan kita akan perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, dan mengingatkan kita untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Indonesia Most Excellent Award 2025, Penghargaan untuk Kategori “Outstanding Zakat Fundraising in Innovative Social Programs of The Year 2025”

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Indonesia Most Excellent Award 2025, Penghargaan untuk Kategori “Outstanding Zakat Fundraising in Innovative Social Programs of The Year 2025”

BANDUNG — Komitmen dan konsistensi Dompet Dhuafa dalam membangun program sosial yang berdampak melalui penghimpunan zakat yang inovatif kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini, Dompet Dhuafa mendapat penghargaan untuk kategori: “Outstanding Zakat Fundraising in Innovative Social Programs of The Year 2025” dalam ajang Indonesia Most Excellent Award 2025 yang digelar oleh 5 Pilar Media Communication di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Jumat, (20/6/2025).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi Dompet Dhuafa dalam mengelola dan mengembangkan dana zakat melalui pendekatan program-program sosial yang kreatif, solutif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia.

“Dompet Dhuafa bersyukur. Terima kasih kepada 5 pilar media. Kami menyadari perjuangan ini tidak mudah dan tentunya apresiasi ini kami persembahkan kedapa seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berjalannya lembaga kami. Semoga apresiasi ini menjadi pelecut untuk Dompet Dhuafa lebih baik lagi,” ujar Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansyah saat menerima penghargaan.

Melalui strategi fundraising yang kreatif dan responsif terhadap isu-isu aktual, Dompet Dhuafa berhasil menjangkau jutaan penerima manfaat setiap tahunnya. (Yogi AF – Dompet Dhuafa)

Berbagi Bahagia Di Pelosok Negeri, Dompet Dhuafa Distribusikan 36.709 Hewan Kurban

Berbagi Bahagia Di Pelosok Negeri, Dompet Dhuafa Distribusikan 36.709 Hewan Kurban

JAKARTA – Selama 31 tahun Dompet Dhuafa terus menjaga amanah para pekurban dalam menyalurkan hewan kurbannya ke pelosok negeri dan luar negeri. Di tahun 1446 Hijriah ini, Dompet Dhuafa mencatatkan perolehan Kurban Nasional Dompet Dhuafa 2025 sejumlah 36.709 ekor setara domba/kambing dan tumbuh sebesar 33,70%. Adapun perolehan tersebut terdiri dari program Tebar Hewan Kurban dengan kurban sebanyak 28.445 ekor setara domba kambing, dan program Mitra Jejaring Kurban dengan kurban sebanyak 8.264 ekor setara domba kambing.

Mitra Jejaring Kurban adalah sebuah inisiasi gerakan kurban dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan juga memperkuat rantai pasok pangan.

Ahmad Juwaini selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika mengatakan dalam rilis (Kamis, 12/06), “Pelaksanaan kurban tahun ini juga melibatkan Mitra Jejaring Kurban Dompet Dhuafa dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama ke masyarakat yang membutuhkan.”

pendistribusian daging hewan kurban 1446H kepada para penerima manfaat di Myanmar, Somalia

Ahmad menambahkan, kurban juga membawa dampak nyata bagi para peternak lokal binaan Dompet Dhuafa. “Tebar Hewan Kurban merupakan hilirisasi pendayagunaan zakat Anda yang diturunkan dalam program ekonomi sehingga lahirlah para peternak binaan Dompet Dhuafa di banyak daerah. Dengan demikian, pelibatan para peternak lokal bisa mendapatkan penghasilan yang layak, pemberdayaan, serta peningkatan taraf hidup secara nyata,” ungkap Ahmad.

Pada periode Kurban tahun ini, sebaran distribusi menyasar ke 26 Provinsi di Indonesia dengan jangkuan hingga 250 Kabupaten/Kota, dan 3 Negara yakni Palestina, Somalia dan Myanmar. Dengan wilayah sebaran tersebut, jumlah penerima manfaat mencapai 2.036.320 jiwa.

“Terima kasih para donatur, mitra korporasi, mitra kebaikan, para peternak dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan Kurban 1446 H. Selesainya tasyrik menandai usai sudah kampanye Kurban Se-ngaruh Itu yang telah kami salurkan ke seluruh pelosok negeri hingga mancanegara,” ungkap Dwi Tanty Kurnianingtyas, selaku Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa 1446 H/2025 M.

Melalui semangat Kurban Se-ngaruh Itu, Dompet Dhuafa konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan. Sehingga ibadah kurban kita manfaatnya bisa dirasakan oleh semuanya. Mulai dari pekurban, peternak, pedagang, penyembelih, mitra kurban hingga penerima daging kurban.

“Pelaksanaan Tebar Hewan Kurban ini menjadi salah satu bentuk nyata Dompet Dhuafa memberikan dukungan dan kepedulian kepada mereka yang berada di wilayah pelosok, untuk menikmati kebahagiaan kurban. Karena kurban dapat meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat pelosok, menguatkan ekonomi peternak-peternak lokal hingga dampak besar lainnya.” tambah Tanty.

Salah satu penerima manfaat di Desa Kiwang Ebang, Pulau Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Mama Ratna (60), mengisahkan kesehariannya. Ia mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima daging kurban. Sudah setahun mendambakan makan daging, sebuah rezeki yang langka baginya. Karena keseharian hanya makan ikan, titi (keripik) jagung, atau bahkan hanya nasi dan air putih saja.

“Untuk (kebutuhan) sehari-hari, kita menabung penghasilan beberapa hari, baru bisa beli beras. Sering juga kita tahan-tahan lapar atau berpuasa. Ya, senang ada daging kurban, setahun sekali toh,” ungkap Mama Ratna.

Kebahagiaan yang sama juga dialami Muhammad Yasin dan masyarakat Desa Bitorik, Maluku. Setelah penantian panjang selama 26 tahun, masyarakat Desa Bitorik kembali merasakan euforia Iduladha yang penuh makna. Donatur Dompet Dhuafa menyalurkan hewan kurban di Program Tebar Hewan Kurban (THK) sebanyak 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing kepada masyarakat setempat.

“Masyarakat senang sekali ketika mendengar akan ada yang mengirim hewan kurban ke sini. Apalagi jumlahnya sebanyak itu. Kami pun tak mau ini hanya kita saja yang menikmati. Kami bagikan juga daging-daging kurban ke desa-desa sekitar,” ujar Muhammad Yasin.

Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga ke Kaki Gunung Lewotobi, NTT

Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga ke Kaki Gunung Lewotobi, NTT

FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR – Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa selalu menjadi program prioritas dalam momentum Idul Adha. Dompet Dhuafa selalu memastikan pendistribusian daging hingga ke pelosok negeri salah satunya bagi masyarakat di kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura dan Titehena di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa bersama Volunteer Dompet Dhuafa, Miya Sriniwarti melakukan kunjungan survey ke beberapa titik di lokasi penerima manfaat daging kurban pada Idul Adha mendatang. Termasuk kepada masyarakat yang menjadi korban dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada tahun 2024 lalu.

Pasca erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki, Dompet Dhuafa bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun posko pengungsian yang hingga hari ini masih berfungsi dan bermanfaat dengan baik bagi warga sekitar. Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), Muhidal Bukhori bercerita dampak kerusakan yang dialami bukan saja materiil tetapi juga finansial. Mereka kehilangan pekerjaan hingga tempat tinggal.

Salah satu korban erupsi, Sri merasakan sedih yang mendalam lantaran rumahnya rusak, penuh dengan abu vulkanik dan tak layak untuk dihuni. Ia memilih kembali pulang ke rumahnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang pada bulan Januari lalu.

“Atap sudah terbuka, seng-seng lepas. Rumah penuh dengan abu vulkanik yang basah, karena saat itu sedang musim hujan. Perkakas banyak yang rusak dan hilang. Kamar tidur hancur. Anak saya masih usia tiga tahun pun harus ikut bertahan dalam situasi seperti ini,” cerita Sri saat ditemui hari ini (Senin, 26/05).

“Ruang tamu sudah hancur, tidak ada atap juga. Jadi kalau hujan, air masuk. Yang penting kamar dan dapur sudah ditutupi oleh terpal,” lanjut Sri.

Volunteer Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, Miya Sriniwati ikut bersedih mendengar apa yang dialami oleh ibu Sri. Meski erupsi sudah berlalu tetapi dampaknya masih terasa hingga sekarang. Miya menegaskan, kalau nantinya ibu Sri dan warga yang lain akan mendapat daging kurban dari Dompet Dhuafa.

“Jadi, nanti titik distribusi THK Dompet Dhuafa 2025 akan menyasar daratan Flores. Salah satunya, ya, desa-desa yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-Laki ini. Saya salut dengan keteguhan Ibu Sri dan keluarga. Yuk, mari tebar semangat berkurban. Supaya Bu Sri dan pengungsi lainnya bisa menikmati daging kurban jelang Idul Adha nanti. Kurbanmu Se-Ngaruh Itu!” tegas Miya.

Mengetahui kabar tersebut, Ibu Sri pun merasa senang lantaran keluarga kecilnya jarang sekali mengkonsumsi daging baik kambing atau sapi. ““Iya saya jarang makan daging, ya, karena ekonomi seperti ini. Saya tetap bersyukur masih bisa hidup sampai detik ini. Tahun lalu saya menerima daging kurban dan memang, untuk daging kami mengandalkan saat Iduladha saja,” ungkap Ibu Sri.

Pada Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan distribusi 35.000 hewan kurban setara domba dan kambing yang akan disalurkan ke 28 provinsi, 105 kabupaten/kota hingga ke 3 negara termasuk ke Palestina. Tentunya, pendistribusian daging kurban juga menyasar kepada mereka yang tinggal di pelosok negeri. Dengan tata kelola yang baik, Dompet Dhuafa memastikan proses sejak awal hingga pendistribusian daging dan pelaporan kepada pekurban tersampaikan dengan baik.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga memberi kemudahan bagi para calon yang hendak berkurban melalui Dompet Dhuafa dengan teknologi yang menjadi keunggulan layanan. Selain itu, hewan kurban yang dimiliki sudah melalui kontrol terlebih dahulu sehingga dapat dipastikan hewan tersebut sudah sesuai dengan aturan syariat.

RAMADHAN PENUH BERKAH: DOMPET DHUAFA YOGYAKARTA & BTS ARMY BAGIKAN 100’an TAKJIL DI TUGU YOGYAKARTA

RAMADHAN PENUH BERKAH: DOMPET DHUAFA YOGYAKARTA & BTS ARMY BAGIKAN 100’an TAKJIL DI TUGU YOGYAKARTA

Yogyakarta, 9 Maret 2025 – Menyambut waktu berbuka puasa, Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama komunitas penggemar BTS, BTS Army Yogyakarta, menggelar aksi Tebar Takjil di Perempatan Tugu Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan paket takjil sebanyak 150 paket kepada para pengguna jalan dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Proses pembagian takjil dilakukan dengan menyusuri sepanjang perempatan Tugu Jogja serta membagikannya di sekitar lampu merah, sehingga para pengendara dapat dengan mudah menerima hidangan berbuka. Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Imam Hidayat selaku penanggung jawab dari  Dompet Dhuafa Yogyakarta mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan BTS Army Yogyakarta ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang di bulan Ramadhan. “Kolaborasi antara BTS Army Yogyakarta dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam melakukan Tebar Takjil menjadi suatu hal yang dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan rahmat yang penuh kasih sayang. Kolaborasi terus dibutuhkan untuk saling menguatkan dalam menebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Aksi kolaborasi berbagi takjil Dompet Dhuafa bersama BTS Army Yogyakarta

Teca, perwakilan dari BTS Army, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah mulai diagendakan sejak tahun 2024. “Aksi berbagi takjil ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat atau pengguna jalan yang sedang menunaikan ibadah puasa, tetapi juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas,” tuturnya.

Kegiatan Tebar Takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang menerima takjil. Harapannya, aksi seperti ini dapat terus dilakukan dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi kebaikan selama bulan Ramadhan dan seterusnya.

DOMPET DHUAFA VOLUNTEER GELAR KEGIATAN ECOGREEN TAKJIL DI TITIK 0 YOGYAKARTA

DOMPET DHUAFA VOLUNTEER GELAR KEGIATAN ECOGREEN TAKJIL DI TITIK 0 YOGYAKARTA

Yogyakarta, [7/3/2025] – Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) kembali menggelar aksi sosial di bulan Ramadan dengan menyelenggarakan kegiatan Tebar Takjil di kawasan Titik 0 Yogyakarta. Mengusung tema Ecogreen Takjil, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi hidangan pembatal puasa bagi masyarakat, tetapi juga mengedukasi pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi kelestarian lingkungan.

Puluhan relawan DDV turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengguna jalan, pejalan kaki, dan masyarakat sekitar yang tengah menunggu waktu berbuka puasa. Uniknya, dalam pembagian kali ini, DDV menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai. Hal ini sejalan dengan semangat kampanye peduli lingkungan yang diusung dalam kegiatan ini.

Aksi tebar takjil ecogreen untuk para pengguna jalan di area titik 0 KM

Koordinator Dompet Dhuafa Volunteer Yogyakarta, Imam Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menekan jumlah sampah plastik yang dihasilkan selama Ramadan.

“Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum untuk berbagi sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, kita dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan kota dan mengurangi dampak buruk bagi ekosistem,” ujar Imam.

edukasi ecogreen
edukasi ecogreen yang diakukan oleh DDV di area 0 KM Yogyakarta

Selain membagikan takjil, para relawan juga menyampaikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai bahaya sampah plastik serta alternatif penggunaan wadah ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Ecogreen Takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan pembagian takjil serta mendapatkan wawasan baru terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan adanya program seperti ini, Dompet Dhuafa Volunteer berharap dapat terus menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam aksi kebaikan yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama, tetapi juga bagi bumi kita.

Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Salurkan Ifthar Hingga Gunungkidul

Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Salurkan Ifthar Hingga Gunungkidul

Gunungkidul, [5/3/2025] – Dengan semangat berbagi di bulan Ramadan, Dompet Dhuafa Yogyakarta berkolaborasi dengan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) dalam program distribusi ifthar (buka puasa) yang dilaksanakan di Masjid Baitul Munawaroh, Kerdon, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 jamaah yang antusias menyambut kesempatan berbuka puasa bersama.

Selain berbagi hidangan ifthar, kegiatan ini juga diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Ratno Sungkowo. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan serta menekan kegiatan yang tidak memiliki nilai ibadah agar umat Islam dapat meraih keberkahan secara optimal.

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kita harus mengisinya dengan amal ibadah sebanyak-banyaknya, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan doa. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini dengan kegiatan yang tidak bermanfaat,” ujar Ustadz Ratno Sungkowo dalam ceramahnya.

Selain itu, dalam acara ini juga dilakukan simbolis penyerahan program repainting masjid berupa cat dan alat-alatnya untuk Masjid Baitul Munawaroh. Program ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan jamaah dalam beribadah dengan memberikan suasana baru yang lebih baik bagi masjid.

Moment berbuka puasa bersama warga di Masjid Masjid Baitul Munawaroh

Pak Muttaqin, selaku takmir Masjid Baitul Munawaroh, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta dan MPZ atas kegiatan ifthar dan bantuan repainting masjid ini. Semoga keberkahan Ramadan semakin terasa dan semakin banyak pihak yang mendapat manfaat dari kegiatan ini,” ujar Pak Muttaqin.

Program distribusi ifthar ini merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa Yogyakarta dan MPZ dalam mendukung masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, agar dapat merasakan kebersamaan dan keberkahan di bulan suci. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan semakin banyak orang yang terdorong untuk berbagi kepada sesama.

Diawali dengan sambutan dari Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta Muhammad Zahron

“Kami bersyukur dapat berkolaborasi dalam program ini. Terima kasih kepada seluruh MPZ dan donatur yang telah mendukung sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Muhammad Zahron selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta. Beliau juga menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggalang kebersamaan antara Dompet Dhuafa dan MPZ dalam melayani masyarakat melalui dana-dana yang diamanahkan. “Kami ingin memastikan bahwa amanah yang diberikan oleh para donatur dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut selama Ramadan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, sehingga semakin banyak orang yang merasakan kebahagiaan dalam berbuka puasa bersama.

Kajian Ramadan Dompet Dhuafa: Memaknai Puasa dengan Ketakwaan

Kajian Ramadan Dompet Dhuafa: Memaknai Puasa dengan Ketakwaan

Yogyakarta, [5/3] – Dompet Dhuafa Yogyakarta kembali menggelar kajian jelang buka puasa di Masjid Siti Dzirjanah, Malioboro. Acara yang berlangsung pada Selasa, 5 Maret ini menghadirkan Ustadz Riyan Rahadiansyah sebagai pemateri, yang menyampaikan pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan benar sesuai tuntunan agama. Dimana kajian ini dihadiri oleh 100 jamaah.

Dalam kajiannya, Ustadz Riyan Rahadiansyah menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. “Puasa adalah ibadah yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kontrol diri. Selain itu, puasa juga harus dibarengi dengan amal kebaikan lainnya seperti shalat, sedekah, serta menjaga lisan dan hati dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa,” ujar Ustadz Riyan.

Kajian ini diikuti oleh para pedagang Teras Malioboro dan para pengunjung, dan masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kajian hingga menjelang waktu berbuka. Setelah kajian, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan berbuka puasa.

Kajian membanguan ketakwaan selama bulan Ramadan oleh ustadz Riyan Rahadiansyah

“Alhamdulillah, kajian ini memberikan banyak manfaat bagi kami. Selain menambah ilmu agama, kami juga lebih memahami bagaimana menjalankan puasa dengan lebih baik,” ujar salah satu peserta.

Dompet Dhuafa Yogyakarta secara rutin mengadakan berbagai program selama bulan Ramadan, termasuk kajian keagamaan, pembagian iftar, serta santunan untuk dhuafa. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Ramadan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta, masyarakat dapat mengunjungi Instagram Dompet Dhuafa Yogyakarta @dompetdhuafadiy.

Mari jadikan bulan Ramadan tahun ini menjadi lebih baik, dengan berbagi kebaikan program Ramadan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Wujud Transparasi Pengelolaan ZISWAF Dompet Dhuafa Yogyakarta Ajak Para Donatur ke Lokasi Program

Bantul, Yogyakarta – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, Dompet Dhuafa Yogyakarta adakan Care Visit yang diselenggarakan di dua lokasi program zakat produktif Dompet Dhuafa Yogyakarta yaitu Batik Berkah Lestari di Imogiri Bantul dan sentra ternak DD Farm Pundong Bantul pada Hari Kamis ( 13/01/2025) dengan dihadiri oleh 30 peserta.

Merupakan event rutin yang dilakukan Dompet Dhuafa  Yogyakarta dengan melakukan kunjungan ke program pemberdayaan Dompet Dhuafa  Yogyakarta yang bertujuan untuk mensyiarkan manfaat program dan juga sebagai bentuk pertanggungajawaban Dompet Dhuafa  Yogyakarta kepada donator maupun stakeholder dalam pengelolaan zakat produktif.

“ Pada Carer Visit kali ini kita akan mengunjungi dua lokasi program zakat produktif  Dompet Dhuafa Yogyakarta yaitu Batik Berkah Lestari dan sentra ternak DD Farm. Pada program Batik Berkah Lestari in kami hadir setelah gempa bumi tahun 2006, dimana program ini sebagai upaya recovery memperbaiki taraf hidup warga dengan memberikan binaan, pelatihan kepada kelompok membatik. Kemudian untuk sentra ternak DD Farm, ini ada sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan maupun permintaan hewan kurban setiap tahunnya yang semakin meningkat, dengan menjaga amanah para donatur kami kelola kadang ini dengan basis  philantropreneur pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan dana zakat, infak, dan wakaf yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa  Yogyakarta kemudian kami rawat para domba dengan baik sehingga para domba siap untuk menjadi hewan kurban sesuai syariat Islam” Ungkap Zahron .

Nani selaku ketua kelompok Batik Berkah Lestari menjelaskan bahwa  Dompet Dhuafa Yogyakarta hadir menjadi pelopor pembentukan kelompok batik di daerah wukirsari. Diawali dengan pembentukan kelompok batik yang terdiri dari 50 peserta kemudian dibina, dilatih membatik serta diberikan perlengkapan membatik yang kemudian para anggota mendirikan kelompok batik lainnya

Artinya, Batik Berkah Lestari menjadi pelopor kelompok-kelompok batik tersebut. “Dompet Dhuafa memberikan bantuan selama dua tahun, setelahnya masih terus dibina,” ungkapnya. Kemudian para peserta donatur diajak untuk melihat langsung hasil produk karya Batik Tulis Berkah Lestari, dan melakukan aktivitas membatik yang bantu oleh pembantik Batik Tulis Berkah Lestari.

Dompet Dhuafa Jogja

Para peserta melakukan aktivitas perawatan domba yang dibina langsung oleh pengelola kandang.

Dilokasi kedua berada di setra ternak DD Farm Pundong,  Satiya Jati selaku manager DD Farm menjelaskan  bahwa sebelum berdirinya sentra ternak DD Farm, dulu ketika berkurban kami mendistribusikan hewan kurban berasal dari pihak lain, dimana kami mengalami kesulitan untuk mencari hewan kurban sesuai syariat Islam dalam berkurban. Kini dengan adaanya sentra ternak DD Farm ini, kami dapat menyediakan hewan kurban sesuai syariat Islam dimana dijamin jantan, lulus quality control, dan pasti distribusi kepelosok negeri.

“Selain berupaya untuk meningkatkan kesejahterahan ekonomi masyarakat sekitar, ini merupakan wujud ikhtiar kami dalam menjaga amanah para shohibul kurban yang sudah mempercayakan kami dalam berkurban, “ ungkap Satiya Jati.

Kemudian para peserta melihat bagaimana keadaan kandang, domba- domba dan kemudian belajar bagaimana mencukur domba. Perawatan ini dilakukan untuk menjaga kesehatan domba, mencegah adanya penyakit lain atau patogen seperti kutu.

Selain itu dalam menjaga kesehatan hewan ternak kami sesekali memberikan vitamin kepada para domba – domba sehingga diharapkan para domba dapat selalu tumbuh dengan keadaan sehat dan berbobot.

Care Visit

Laras Sekarwulan selaku donatur Dompet Dhuafa Yogyakarta

“ Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk ikut serta dalam event Care Visit. Acara ini sungguh memberikan pengalaman baru dan penuh makna.

Selama kunjungan ke program pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta, termasuk program Batik Berkah Lestari dan Sentra Ternak DD Farm saya melihat langsung bagaimana zakat produktif dikelola dengan transparan dan penuh tanggung jawab. Bertemu dan berbagi cerita dengan para penerima manfaat merupakan momen yang berharga, di mana saya menyaksikan langsung dampak positif dari program ini.

Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh panitia serta relawan yang terlibat. Semoga acara seperti ini terus diadakan dan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat.

Kolaborasi kebaikan ini merupakan bukti nyata bahwa dengan kebersamaan, kita dapat membawa perubahan yang lebih luas dan signifikan. Saya berharap dapat terus berkontribusi dan mendukung program pemberdayaan seperti ini di masa mendatang.” ungkap  Laras Sekarwulan selaku donatur Dompet Dhuafa Yogyakarta.

Lembaga Filantropi yang Berlandaskan Prinsip Jurnalisme

Lembaga Filantropi yang Berlandaskan Prinsip Jurnalisme

Dompet Dhuafa

JAKARTA — Setiap tanggal 9 Februari, insan pers memperingati Hari Pers Nasional sebagai momen refleksi dalam menjalankan tugas jurnalistik dengan berlandaskan prinsip-prinsip dasar jurnalisme. Bagi wartawan, peringatan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 ini menegaskan pentingnya kebebasan pers yang bertanggung jawab, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap independen, terpercaya, dan akurat.

Prinsip-prinsip tersebut tidak hanya berlaku dalam dunia pers, tetapi juga bagi lembaga yang lahir dari semangat jurnalisme, seperti Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang didirikan oleh para jurnalis Harian Umum Republika yang tergerak untuk membantu sesama. Dengan niat mulia, pada 2 Juli 1993, Harian Umum Republika menghadirkan kolom donasi Dompet Dhuafa di halaman utamanya. Setahun kemudian, lembaga ini resmi menjadi yayasan dengan akta pendirian. Para jurnalis yang mendirikannya, yakni Parni Hadi, Haidar Bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo, mengintegrasikan nilai-nilai jurnalisme ke dalam gerakan kemanusiaan yang mereka jalankan.

Selama lebih dari tiga dekade mengelola amanah donasi dari masyarakat, Dompet Dhuafa tetap konsisten menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme. Lembaga ini berpegang pada sembilan elemen jurnalisme sebagaimana yang dirumuskan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and the Public Should Expect.

Berikut adalah perwujudan sembilan elemen jurnalisme dalam setiap aspek kerja Dompet Dhuafa:

Jurnalistik bertujuan untuk menyampaikan kebenaran yang bermanfaat bagi masyarakat. Dompet Dhuafa menerapkan prinsip ini dengan menjaga transparansi dalam laporan donasi serta pelaksanaan program sosialnya. Melalui publikasi rutin di berbagai platform, Dompet Dhuafa memastikan para donatur memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya mengenai pengelolaan dana mereka untuk kepentingan kemanusiaan.

Seperti jurnalisme yang mengutamakan loyalitas kepada masyarakat, Dompet Dhuafa menjadikan kepedulian terhadap kaum dhuafa sebagai prioritas utama. Program kesehatan seperti Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) serta program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu mencerminkan komitmen mereka dalam melayani masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar kepentingan internal lembaga.

Dompet Dhuafa menjamin ketepatan informasi dalam penyaluran bantuan dengan menerapkan proses verifikasi yang ketat bagi setiap penerima manfaat. Hal ini memastikan bahwa bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak. Sebagai contoh, dalam program respons bencana, tim Dompet Dhuafa melakukan asesmen langsung di lapangan untuk memverifikasi data korban terdampak sebelum menyalurkan bantuan.

Dompet Dhuafa tetap menjaga independensi dalam menjalankan program-programnya. Meskipun bermitra dengan berbagai pihak, lembaga ini tidak terikat pada kepentingan tertentu yang bertentangan dengan misi sosialnya. Sebagai contoh, dalam advokasi kemanusiaan, Dompet Dhuafa tetap berani memperjuangkan hak-hak kelompok rentan meskipun menghadapi berbagai tekanan.

Layaknya peran pers dalam mengawasi kekuasaan, Dompet Dhuafa berfungsi sebagai “watchdog” dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan. Kampanye yang mereka lakukan terkait ketimpangan sosial, akses pendidikan, dan layanan kesehatan merupakan wujud nyata dari jurnalisme yang berupaya menegakkan keadilan bagi masyarakat yang terpinggirkan.

Dompet Dhuafa menyediakan wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai isu-isu sosial dan filantropi melalui seminar, diskusi publik, serta platform digital. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam mengusulkan solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi.

Dompet Dhuafa menerapkan pendekatan kreatif dalam menyampaikan isu sosial guna menjangkau lebih banyak orang. Sebagai contoh, melalui kampanye “Milenial Bangun Sekolah,” mereka sukses mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya zakat dengan cara yang inovatif dan sesuai dengan tren digital. Selain itu, di era digital saat ini, donasi dapat dilakukan dengan mudah melalui platform seperti website kemanusiaan.org.

Dompet Dhuafa menyajikan laporan yang objektif, berbasis fakta, dan tidak berlebihan. Dalam laporan keuangan tahunan, mereka merinci pemasukan serta pengeluaran dengan transparansi yang jelas, memungkinkan para donatur untuk melihat secara nyata dampak dari kontribusi mereka.

Sebagai lembaga yang berakar dari dunia jurnalisme, Dompet Dhuafa menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab sosial dalam setiap programnya. Kepekaan nurani menjadi pedoman utama dalam menentukan prioritas, seperti ketika merespons bencana alam dengan cepat tanpa harus menunggu terkumpulnya donasi dalam jumlah besar terlebih dahulu.

Selain sembilan elemen jurnalisme yang telah disebutkan, Dompet Dhuafa juga mengadopsi konsep Jurnalisme Profetik yang dikembangkan oleh Parni Hadi, salah satu pendirinya. Konsep ini berlandaskan pada nilai-nilai kenabian, yaitu Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (cerdas). Jurnalisme Profetik tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mengandung pesan moral serta mendorong perubahan sosial yang positif.

Dengan demikian, Dompet Dhuafa tidak hanya berperan sebagai lembaga filantropi, tetapi juga menjadi perwujudan semangat jurnalisme yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam peringatan Hari Pers Nasional ini, kita diingatkan bahwa jurnalisme sejati bukan sekadar menyajikan berita, tetapi juga berperan dalam menggerakkan kebaikan serta membawa perubahan sosial yang lebih baik.

Dompet Dhuafa selalu mengedepankan prinsip kebenaran dalam setiap aktivitas dan penyampaian informasi. Komitmen terhadap nilai ini tercermin dalam transparansi laporan keuangan serta pelaksanaan program yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dompet Dhuafa menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, setiap dana yang diterima dari donatur dikelola dengan profesionalisme dan disalurkan secara tepat guna, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar berhak.

Dompet Dhuafa secara aktif menyampaikan informasi tentang kondisi sosial masyarakat prasejahtera serta mengajak publik untuk berpartisipasi dalam aksi kebaikan. Beragam platform media dimanfaatkan untuk menyuarakan berbagai isu kemanusiaan.

Dalam mewujudkan misinya, Dompet Dhuafa tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan analisis mendalam terhadap permasalahan sosial guna merancang solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang lahir dari insan pers, Dompet Dhuafa berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik dalam setiap aksi kemanusiaannya. Setiap langkah yang diambil selalu berpegang pada etika, transparansi, dan kepentingan publik sebagai prioritas utama. Seperti halnya jurnalisme yang berperan menerangi masyarakat dengan informasi, Dompet Dhuafa hadir sebagai cahaya bagi mereka yang membutuhkan.

5 Amalan Malam Nisfu Syaban

5 Amalan Malam Nisfu Syaban

dompet dhuafa yogyakarta

Amalan malam nisfu Syaban –  Setelah kita menjalankan bulan Rajab, kini kita telah memasuki bulan Syaban, yaitu bulan sebelum Ramadhan.  Sering disebut dengan bulan persiapan sebelum memasuki Ramadhana, karena pada bulan ini kita disunahkan untuk perbanyak menjalankan puasa sunnah untuk mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik.

Terdapat dalil yang menyebutkan bahwa Rosulullah SAW selama bulan Syaban hampir menjalankan puasa satu bulan penuh kecuali dua hari sebelum datangnya bulan Ramadhan.


عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ


Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)

Selain disunnahkan untuk menjalankan puasa sunnah selama bulan Syaban, terdapat keutaaman lainnya pada hari ke-15 bulan Syaban yang disebut dengan nisfu Syaban. Pada malam hari ke-15 ini menjadi istimewa karena merupakan malam pengampunan dosa serta terkabulnya doa-doa.

Rosulullah SAW bersabda:

يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya:

Allah SWT telah melihat semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan ( dengan saudaranya).” (HR At-Thabrani).

Dalam riwayat Al-Baihaqi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata kepada Sayyidah Siti Aisyah bahwa pada malam nisfu Syaban amalan kita akan ditulis dan akan menjadi penentu takdir dalam satu tahun.


عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِي ﷺ قَالَ: هَلْ تَدْرِيْنَ مَا هَذِهِ اللَّيْلَة؟ قَالَتْ: مَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: فِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ مَوْلُوْدِ بَنِي آَدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ، وَفِيْهَا تَنْزِلُ أَرْزَاقُهُمْ

Artinya:

Dari Aisyah, dari Rosulullah SAW, beliau bertanya: ‘ Apakah kamu tahu ada apa dengan malam ini (nisfu syaban)?’ Sayyidah Aisyah kembali bertanya:’ Ada apa di dalamnya, wahai Rosulullah?’ Maka nabi menjawab: ‘Di dalamnya tertulis semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu ditulis semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu (juga) diangkat semua amal perbuatan mereka, dan pada malam itu diturunkan rezeki mereka.” (HR Al-Baihaqi).

Amalan Malam Nisfu Syaban

Begitu besar keutamaan bulan Syaban terutama malam nisfu Syaban maka hal apa saja yang harus kita lakukan untuk mendapatkan keberkahan itu?

Berikut ini adalah penjelasan amalan apa saja yang harus dilakukan dalam malam nisfu Syaban:

1.Perbanyak Doa

Hadits riwayat Abu Bakar  menjelaskan bahwa Rosulullah SAW bersabda:


ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya: (Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan). (HR Al-Baihaqi).

2. Melafalkan kalimat syahadat

Dalam kitab Ithminanul Qulub Bidzikri’Allamil Ghuyub berisikan tentang keutamaan melafalkan kalimat syahadat, yaitu sebaiknya bagi seorang muslim mengisi waktu penuh berkah untuk melafalkan kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rosulullah, khususnya pada bulan Syaban serta malam pertengahannya.

3. Beristighfar

Sudah sepatutnya kita sebagai hamba Allah untuk selalu beristigfar, karena tidak ada satupun hamba Allah yang tak luput dari salah dan dosa.

Sedangkan Allah senantiasa membuka pintu maaf untuk semua hamba-Nya, oleh sebab itu berigtifarlah selagi ada kesempatan.

Sayyid Muhammad bin Alawi pada kitab Ithminanul Qulub menjelaskan: Istghfar merupakan salah satu amalan utama yang seharusnya menjadi kebiasaan semua umat beragama Islam dalam kesehariannya. Terutama pada waktu khusus atau waktu yang memiliki keistimewaan seperti malam nisfu Syaban, dimana dengan melatunkan kalimat istighfar maka akan membuka pintu rezeki. Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadits Al-Quran bahwa bulan Syaban merupakan bulan ampunan, dan terkabulnya doa – doa terbaik untuk hama-Nya.

4. Membaca surah Yasin (3x)

Selain doa diatas, pada malam nisfu Syaban disunnahkan untuk membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Niat pembacaan surah Yasin pertama untuk memohon diberikan umur panjang ( yang berkah), niat yang kedua adalah untuk dijauhkannya segala bentuk musibah, bala / marabahaya secara lahir batin, dan untuk niat pembacaan Yasin yang ke tiga adalah untuk permohonan untuk dilapangkannya atau dibukakannya pintu rezeki di jalan Allah serta dikuatkannya iman sampai akhir hayat.

5. Melafalkan doa nisfu Syaban

Setelah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali maka diakhiri dengan membaca doa nisfu Syaban dibawah ini:

 اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ يَاذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ظَهَرَ اللأَجِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَأَمَانَ الخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرَمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan latin: Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu ‘alaika ya dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thouli wal in’aam laa ilaaha illaa anta, zhoharul laajiin, wa jaarol mustajiiriin, wa amaanal khoo-ifiin.

Allaahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan awmahruuman awmathruudan awmuqtarron alayya fir rizqi famhu.

Allaahumma bifadhlika fii ummil kitaabi syaqoowatii wahirmaanii wathordil walq taaro rizqii wa atsbitnii indaka fii ummil kitaabi sa’iidam marzuuqom muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka quita waqoulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa-u wayutsbitu wa’indahuu ummul kitaabi.

llaahil bittajallil a’zhomi fii lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarromillatii yufraqu fiihaa kullu amrin haklim wayubromu ishrif ‘annii minal balaa-l maa a’lamu wamaa laa a’lamu wa anta allaamu! ghuyuubi birohmatika yaa arhamar raahimiin.
Washollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aalihil washohbihi wasallam.

Artinya:

Ya Allah Tuhanku, wahai yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepadaMu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak disembah keculai Engkau, tempat bernaung bagi orang – orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang – orang yang ketakutan.

Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisiMu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

Ya Allah Tuhanku, berkat karuniaMu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisiMu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan karena sesungguhnya Engakau telah berfirman di dalam kitabMu Engkau utus. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan disisiNya ada Ummul Kitab.

Ya Tuhanku, berkat penampilan yang Mahabesar ( dari rahmatMu) pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui serta yang lebih Kau ketahui ( daripada aku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmatMu wahai yang maha penyayang diantara para penyayang.

Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera ( kepada mereka).”

 Itulah lima amalan malam nisfu Syaban yang dapat kita lakukan salah satunya adalah dengan berdoa, dan membaca surah Yasin. semoga informasi ini bermanfaat dan  dapat mengingatkan untuk menikatkan ibadah serta ketakwaan kita dibulan Syaban.

Dompet Dhuafa  Rangkul Penyintas Kanker Melalui Box Of Happiness

Dompet Dhuafa Rangkul Penyintas Kanker Melalui Box Of Happiness

SLEMAN, YOGYAKARTA – – Dompet Dhuafa Yogyakarta melakukan kolaborasi Bersama IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Asosation) dalam berbagi untuk penyintas kanker anak. Acara ini dilaksakan di Rumah Singgah YKAKI(Yayasan Kasih Anak Indonesia) yang berlokasi Jl. Timor Tim. No.9, Purwosari, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut bertajuk BOX OF Happiness, Konsep Box Of Happiness (BOH) dipilih untuk memberikan kebahagian lebih kepada anak-anak penyintas kanker dengan membelikan barang-barang yang diinginkan oleh mereka. Sehingga diharapkan hadiah tersebut mampu menambah kebahagian bagi anak-anak penyintas kanker yang menerimanya. Pada kegiatan ini Dompet Dhuafa Yogyakarta dan IHGMA menyalurkan paket Box Of Happiness untuk 30 Penyintas kanker anak.

Kegiatan ini dimulai dengan fun game, yaitu melukis, mewarnai dan membuat origami bersama anak-anak penyintas kanker yang dipandu oleh para relawan. Setelah itu anak-anak tersebut mendapatkan kejutan spesial dengan hadirnya Panji Sakti dengan menyanyikan beberapa lagu-lagu terbaik sebagai kado spesial untuk mereka. Selanjutnya kegiatan diarahkan untuk mengajak para orang tua, relawan dan anak-anak untuk menuliskan harapan pada Hopecard sebagai doa yang tertulis. Berbagai doa baik ditulis oleh relawan, dan peserta yang hadir di kegiatan tersebut dengan sejuta harapan untuk kesembuhan bagi anak-anak penyintas kanker.

Acara selanjutnya adalah seremonial. Muhamad Zahron selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta menyampaikan harapan kesembuhan bagi anak-anak penyintas kanker.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat meberikan kebagaian pada adik-adik semua. Semoga segera diberikan kekuatan dalam proses berobat, dan diberikan kesembuhan,” ujar Zahron.

Hal ini juga selaras denga apa yang disampaikan oleh Iwan Ridwan Munajad selaku ketua IHGMA. Ia menyampaikan dukungan dan doa untuk anak-anak penyintas kanker yang sedang bejuang untuk sembuh.

Sementara Aris Retnowati selaku Ketua Charity IHGMA memberikan dukungan kepada para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka dalam proses probatan.

“Butuh dukungan yang penuh dan semangat yang besar bagi para orang tua dalam mendampingi anak-anak ibapak ibu sekalian dalam berobat. Motivasi dan semangat yang bapak ibu berikan kepada anak-anak ibu menjadi modal pentig agar anak-anak bapak ibu cepat sembuh,” ujar Retno.

Selanjutnya Pihak Dompet Dhuafa Yogyakarta dan IHGMA sama menyerahkan Box Of Happiness kepada para anak penyintas kanker. Betapa bahagianya mereka saat sama-sam mebuka kotak yang diberikan. Kebahagian terpancar jelas dari raut wajah anak-anak tersebut. Dompet Dhuafa dan IHGMA berharap kebahagian tersebut menjadi modal penting untuk proses sembuh.
Seetelah itu semua peserta yang hadir melakukan foto bersama untuk mengabadikan momen kebaikan ini dalam kenangan yang indah, dan dilanjutkan dengan beramah tamah makan bersama pihak Dompet Dhuafa, IHGMA, anak-anak penyintas kanker anak beserta orang tua mereka dan para relawan.

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Paling Progresif dari INDOPOSCO:  Transparan dan Terpercaya

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Paling Progresif dari INDOPOSCO:  Transparan dan Terpercaya

JAKARTA — Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-4, INDOPOSCO mengadakan acara penghargaan bagi sejumlah tokoh dan lembaga di Indonesia yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi masyarakat. INDOPOSCO berharap penghargaan ini dapat memberikan inspirasi dan mendorong lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi positif.

Dompet Dhuafa mendapat kepercayaan sebagai salah satu penerima penghargaan dari INDOPOSCO. Dalam acara penghargaan yang diselenggarakan di Aston Kartika Grogol Hotel dan Conference Center pada Senin (3/2/2025), Dompet Dhuafa dianugerahi penghargaan sebagai Lembaga Filantropi Paling Progresif. Penghargaan ini diterima langsung oleh Dian Mulyadi, Deputy Director Corporate Secretary Dompet Dhuafa.

INDOPOSCO menilai Dompet Dhuafa sebagai satu-satunya lembaga filantropi di Indonesia yang paling progresif, transparan, dan terpercaya. Menurut media daring tersebut, tingginya kepercayaan publik menjadi bukti bahwa Dompet Dhuafa telah berhasil mendampingi masyarakat, terutama mereka yang terdampak musibah, dalam melewati masa krisis dan kesulitan.

Dalam kesempatan itu, Dian Mulyadi menyampaikan, “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terbaik bagi Dompet Dhuafa atas dedikasi kami dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan. INDOPOSCO telah menjadi mitra media yang konsisten memberitakan berbagai upaya yang kami lakukan secara positif. Penghargaan ini juga menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjalankan tugas secara produktif dengan transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan.”

Dompet Dhuafa

Deputy Director Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi (kiri) menerima award INDOPOSCO Kategori Lembaga Filantropi Paling Progresif pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 INDOPOSCO di Jakarta, Senin (3/2/2025)

“Dompet Dhuafa terus mengembangkan layanannya secara berkelanjutan, baik dalam aspek teknologi, komunikasi, maupun pelaporan kegiatan kepada donatur dan penerima manfaat. Ini menjadi hal yang penting agar layanan kami semakin mudah diakses oleh banyak pihak,” tambahnya.

Selain itu, Dompet Dhuafa telah menjadi mitra strategis INDOPOSCO selama empat tahun terakhir. Media daring ini berperan besar dalam membantu Dompet Dhuafa mempublikasikan berbagai kegiatan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih, INDOPOSCO. Sekali lagi, selamat ulang tahun ke-4. Semoga terus menjadi media yang semakin dekat dan bersahabat dengan masyarakat,” ujar Dian.

INDOPOSCO didirikan pada 1 Februari 2021 dengan tagline “Melayani dan Memahami Lebih Baik.” Tagline ini mencerminkan komitmen INDOPOSCO untuk memberikan layanan yang lebih baik, memahami kebutuhan masyarakat, serta menyajikan pemberitaan yang akurat dan akuntabel demi mendekatkan diri dengan para pembaca di seluruh Indonesia.

Semoga penghargaan ini semakin memotivasi Dompet Dhuafa untuk terus menjaga dan meningkatkan semangat dalam membantu serta memberdayakan masyarakat duafa, sehingga mereka dapat memperkuat kapasitas diri dan meningkatkan taraf hidupnya. (Dompet Dhuafa)

Tingkatkan Transparansi Publik, Dompet Dhuafa Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 & ISO 27001:2022

Tingkatkan Transparansi Publik, Dompet Dhuafa Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 & ISO 27001:2022

Sebagai upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik, Yayasan Dompet Dhuafa Republika berhasil meraih sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2022. Penyerahan sertifikasi ISO sekaligus kick off meeting ini berlangsung di Ruang Sasana Budaya Rumah Kita, Philanthropy Building, Jakarta Selatan, Selasa lalu (21/01/2025).

Pencapaian ini sekaligus menandai dimulainya implementasi sistem manajemen mutu dan keamanan informasi yang lebih baik di seluruh lini organisasi serta menunjukkan komitmen Dompet Dhuafa dalam menerapkan standar internasional dalam pengelolaan organisasi.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim. Ia menekankan bahwa sertifikasi ISO merupakan bentuk komitmen Dompet Dhuafa untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan publik.

“ISO dalam konteks sertifikasi bisa dihubungkan dengan pencapaian suatu perusahaan/lembaga. Ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat. Ini seperti hubungan timbal balik, layaknya baju dengan badan, sertifikat dengan capaian kita. Maka ini merupakan hal yang sangat penting sebagai kualitas kinerja kita. Memaksa kita untuk memenuhi suatu standar tertentu dalam perilaku baik. Kalau perlu tampilkan agar menjadi respek lebih. Untuk terus mendorong kinerja Dompet Dhuafa agar lebih baik,” ucap Ahmad Juwaini.

Senada dengan itu, perwakilan lembaga ISO, Waras Putri Andriyati selaku Business Assurance Director PT. SGS Indonesia, dalam sambutannya mengatakan, “Setelah perjalanan setahun, ini worth to wait. Ini merupakan standar internasional. Ini merupakan standar yg voluntary dan cukup sulit tapi ini good will. Alhamdulillah Dompet Dhuafa mendapatkan ini. Ini adalah komitmen untuk memberikan yang terbaik dan jadi lebih baik lagi. Tidak semua berpikir ke arah sana tapi Dompet Dhuafa melakukannya. Ini penting. Selamat semoga amanah.”

Selain serah terima sertifikasi ISO, Dompet Dhuafa juga meluncurkan kanal aduan Whistle Blowing System (WBS) sebagai bentuk implementasi dari sertifikasi tersebut. Kanal aduan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di dalam organisasi.

“Dengan adanya kanal aduan, kami berharap dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk turut serta dalam menjaga integritas Dompet Dhuafa,” ungkap Puji Astuti, GM Tata Kelola dan Kepatuhan Dompet Dhuafa.

Dadang Tri Sasongko dan Winarso dari Mercof Law & Governance, turut menyatakan, “Demokrasi kita hancur karena korupsi. Risiko korupsi di luar dan di dalam organisasi ada pihak masyarakat, swasta, negara. Bagaimana dengan Dompet Dhuafa? Ayo kita belajar dari pengalaman organisasi lain. Jaga integritas yang sudah sangat baik ini, semoga amanah.”

Di akhir acara, dilakukan simbolis pemasangan pin sertifikasi ISO dan penandatanganan lembar komitmen oleh jajaran Dewan Pengurus beserta jajaran manajemen Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

6 Keistimewaan Bulan Rajab, Dikabulkanya Doa Serta Taubat

6 Keistimewaan Bulan Rajab, Dikabulkanya Doa Serta Taubat

Bulan Rajab jatuh pada tanggal 01 Januari 2025, bulan penuh keistimewaan, karena  pahala dari amalan kita akan dilipatgandakan begitu juga balasan ketika kita melakukan sesuatu hal yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

Oleh sebab itu dengan adanya keistimewaannya sangat di sunnahkan untuk memperbanyak ibadah serta amalan sholeh, serta pada waktu inilah Nabi Muhammad SAW pertama kali mendapat perintah untuk menjalankan sholat lima waktu.

Allah SWT berfirman dalam surat Q.S At-Taubah (9:36):

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, antaranya ada empat bulan haram, Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu mendzolimi kamu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah menjelaskan, “ Rajab menyebutkan sebagai bulan haram, hal tersebut karena hukum nya haram untuk melakukan pembunuhan. Orang – orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Kemudian terdapat larangan untuk melakukan perbuatan haram yang lebih tegas daripada bulan lainnya, karena begitu besar kemuliaannya. Maka pada saat itu sangat mengarahkan untuk memperbanyak amalan sholeh.”

Makna Rajab adalah “ untuk saling menghormati”,  yang berarti memiliki banyak amalan dalam Islam bagi umatnya.

Keistimewaan Bulan Rajab:

1.Waktu Pengagungan

Dalam penanggalan Hijriah jatuh pada bulan ketujuh, “Raajab” kata yang berasal daari “ r ajub”  berarti pengagungan yang secara harfiah adalah di hormati, di kagumi dan di agungkan.

2. Waktu yang sangat  Suci

Merupakan salah satu bulan suci dari bulan lainnya seperti Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Maka tidak boleh untuk melakukan perbuatan maksiat, bulan suci sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Sebelum memasuki  Ramadhan dimana kita harus untuk mensucikan diri terlebih dahulu agar kita dapat menjalannya dengan penuh kekhusyukan serta menjaga kemurniaannya. Jadi pada waktu ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sholeh, memohon ampun, serta tidak melaukan hal-hal maksiat yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

3. Peristiwa Isra Miraj

Peristiwa  tepatnya di malam hari ke-27, dimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yerusalem lalu kemudian diangkat ke tujuh surga oleh Allah lalu mendapatkan perintah untuk menjalankan shalat lima waktu.

4. Lahirnya Ali bin Abi Thalib

Merupakan sepupu, sahabat sekaligus menantu dari Nabi Muhamaad SAW sebagai khalifah ke empat sepeninggal Nabi Muhammad SAW yang lahir  di Mekah tanggal 13 Rajab di tahun 600 M.

5. Waktu Untuk Bertaubat

‘ Rajab al-Asabb’ atau dapat menyebutnya dengan waktu untuk tawbah serta  berIstighfar karena waktu yang penuh kemuliaan, serta Allah akan melipat gandakan pahala serta menghapus dosa – dosanya yang telah terjadi baik dosa kecil maupun dosa besar.

6. Penyambut Bulan Ramadhan

 Datang setelah  Rajab dan Syaban saat  seluruh umat muslim mulai mempersiapkan diri dan hati nya untuk khusyuk dalam beribadah menjalankan puasa selama  Ramadhan.

Imama Abu al-Warraq al-Balkhi,  paman Imam Tirmizi, berkata bahwa Rajab adalah waktu menanam ( benihmu ), Sya’ban waktu untuk menyirami, dan  Ramadhan adalah waktu untuk memanen hasil amalan yang kamu tanam selama bulan Rajab.”

Demikian penjelasan mengenai keistimewaan bulan Rajab, semoga bermanfaat bagi kita semua.  Hal ini mengingatakan kita betapa pentingnya untuk senantiasa mempersiapkan diri serta hati sebelum memasuki bulan Ramadhan, agar selama menjalankan kewajiban kita di bulan Ramadhan dapat melaksanakan dengan khusyuk sehingga amalan kita dapat diterima di sisi Allah serta mendapatkan pahala dan keberkahannya.

Apa Hikmah Dari Peristiwa Isra Miraj? Inidia Penjelasannya

Apa Hikmah Dari Peristiwa Isra Miraj? Inidia Penjelasannya

Apa hikmah dari peristiwa Isra Miraj?  – Sahabat, 27 Rajab merupakan hari penting dalam sejarah umat Islam, dimana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan suci dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha pada langit ketujuh dalam  waktu satu malam kemudian  Allah berinama dengan Isra Mi’raj.

Para ulama meyakini bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang sangat bersejarah dan penting bagi umat Islam dan diperkuat  dengan adanya Surah Isra ayat satu dan  Surah An-Najm ayat 13-18 berbunyi:

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Artinya:

“ Mahs Suci Allah SWT, yang telah mempertahankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha yang telah Kami berikan sebuah keberhan disekelilingnya agar Kami perlihatkan padanya sebagaimana dari tanda-tanda ( Kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. ( QS. Al Isra:1)

وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ ١٣ عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ ١٤ عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ ١٥ إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ ١٦ مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ١٧ لَقَدۡ رَأَىٰ مِنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلۡكُبۡرَىٰٓ ١٨

Artinya:

“ Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu ( dalam rupanya yang asli) pada saat yang lain, ( yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, ( Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputi ya. Penglihatannya ( Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatkannya itu dan tidak ( pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat Sebagian tanda-tanda ( kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS An-Najm: 13-18)

Sejarah Peristiwa Isra Mi’raj

Syekh Muhammad Khudori dalam  Nur Al Yaqin fi Sirati Sayyidil Mursalin menjeslakan bahwa penyebab terjadinya peristiwa Isra Mi’raj adalah adanya kesedihan Nabi Muhammad SAW karena telah ditinggal oleh istri tercintanya Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Dikenal sebagai peristiwa ‘amul huzn ( tahun kesedihan) terjadi pada tahun ke-11 dari kenabian yaitu ketika Nabi Muhammad SAW berumur 51 tahun, kemudian Allah turunkan peristiwa tersebut sebagai pelipur lara dan sebagai wujud kepeduliaannya kepada Muhammad.

Peristiwa dimulai ketika Nabi Muhammad SAW sedang berbaring istirahat sejenak setelah menunaikan shalat isya’ di Masjidil Haram kemudian Malaikat Jibril menemui Rosulullah dan  membelah dadanya.

“ Kemudian hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan ZAM ZAM, lalu dikembalikannya ke tempatnya dan memenuhinya dengan iman dan hikmah”. (HR Bukhari)

Kemudiana seekor buraq datang menemuinya dan dijadikan sebagai kendaraan saat Isra. Buraq berasal dari kata barq yang memiliki arti “kilat”.

“Didatangkanlah kepadaku seekor Buraq-yakni sebagai tunggangan yang memiliki warna putih, tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal, ia meletakkan langkahnya sejauh pandangannya”. (HR Muslim).

Dengan menunggangi buraq Rosulullah SAW pergi ke Masjidil Aqsha, setibanya kemudian menunaikan shalatnya  dan mengimami para ruh Nabi sebanyak dua rakat. Setelah menunaikan shalatnya datangalah Malaikat Jibril kepada Rosulullah SAW membawakan dua gelas minuman berisikan susu dan khamar lalu memberikan kepada Muhammad SAW dan Rosulullah memilih gelas berisikan susu.

Sungguh engkau telah memilih kesucian”, kata Jibril dalam lanjutan hadits. Mi’raj pun dimulai. Rosulullah naik menggunakan buraq bersama Malaikat Jibril singga tiba dilangit pertama. Dalam lanjutannya dari hadits shahih Bukhari dan Malik bin Sha’sha’ah dijelaskan lanjutannya.

Kemudian aku bawakan ke atas punggung Buraq dan Malaikat Jibril pun berangkat bersaamaku hingga aku sampai ke langit dunia lalu dia meminta dibukakan pintu langit.”

Ketika Nabi Muhammad SAW sampai pada Sidratul Muntaha, Allah SAW memberikan wahyu kepadanya untuk wajib menunaikan shalat sebanyak lima puluh rakaat dalam  sehari semalam. Setelah mendapatkan wahyu tersebut Nabi Muhammad SAW turun dan bertemu Nabi Musa.

“ Apa yang diwajibkan Rabbmu terhadap umatmu?” tanya Nabi Musa. Aku menjawab, “ Shalat 50 kali”.

Kemudian Musa berkata ,” Kembalilah kepada Rabbmu, mintalah keringanan karena sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukan hal tersbut. Sesungguhnya aku telah menguji Bani Israil dan aku telah mengetahui bagaimana kenyataan mereka”. “ Aku akan kembali kepada Rabbku”. Lalu aku memohon, “ Ya Rabb, berilah keringanan lima shalat. Lalu aku kembali kepada Nabi Musa ‘alaihis salam. Aku berkata kepadanya, “ Allah telah memberikan keringanan lima kali”. Musa mengatakan,” Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melakukan hal itu, maka kembalilah kepada Rabbmu dan minta keringanan”. Aku terus bolak balik antara Rabbku dengan Mudah hingga Rabbku berfirman:

“ Wahai Muhmmad sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam. Setiap shalat mendapat pahala 10 kali lipat, maka 5 kali shalat sama dengan 50 kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan yang dia tidak melaksanakannya maka dicatat untuknya satu kebaikan. Dan jika ia melaksanakannya maka dicatat untuknya ssepuluh kebaikan. Barang siapa berniat melakukan satu kejelekan namun dia tidak melaksanakannya maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali. Dan jika ia melakukannya, maka dicatat sebagai satu kejelekkan”.

Kemudian Nabi Muhammad SAW turun menemui Nabi Musa lalu memberitahukan dan berkata “ Kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan lagi”. Aku menjawab, “ Aku telah berulang kali kembali kepada Rabbku hingga aku merasa malu kepadaNya”.

Dalam perjalananya Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril menuju Sidratul Muntaha menyinggahi tujuh lapis langit yaitu:

  1. Langit pertama, Nabi Muhmmad SAW bertemu dengan Nabi Adam as
  2. Langit kedua, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yahya as dan Nabi Ishaq as
  3. Langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf as
  4. Langit keempat, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris as
  5. Langit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Harun as
  6. Langit keenam, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa as
  7. Langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim as

Kemudian setelah mendapatkan wahyu perintah shalat maka Nabi Muhammad SAW turun kembali kebumi dengan menunggangi Buraq bersama Malaikat Jibril.

Lalu apa hikmah dari peristiwa Isra Miraj?

Setelah sahabat mengetahui sejarah singkat menganai peristiwa Isra Mi’raj. Banyak sekali hikmah yang dapat kita dapatkan, bahwa Allah SWT Maha Besar ditunjukannya suatu peristiwa tidak masuk akal  dalam logika manusia namun telah terjadi dan dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Quran.

Sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsha dada Rosulullah telah dibelah terlebih dahulu oleh Malaikat Jibril lalu membersihkannya dengan air Zam-Zam sebanyak tiga kali kemudian diisikan hatinya dengan iman serta hikmah. Dengan peristiwa ini menyadarkan kita bahwa hati merupakan hal terpenting dalam diri manusia, karena sebagai pusat pengelolaan tingkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Jadi ketika dalam menyelesaikan masalah apapun itu atau sedang memikirkan apapun itu sertakan hati jangan terlalu dominan dalam menggunakan logika , karena ketika kita terlalu dominan menggunakan logika maka apa yang dihasilkan akan bersifat parsial atau akan menghasilkan sesuatu hal yang bercampur dengan kepentingan lainnya.

Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya menuju Sidratul Muntaha telah mendapatkah wahyu untuk menjalankan shalat sebanyak 50 kali, lalu Rosulullah meminta keringanan kepada Allah SWT kemudian berkata “ Sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam. Setiap shlat mendapat pahala 10 kali lipat, maka 5 kali shalat sama dengan 50 kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan yang dia tidak melaksanakannya maka dicatat untuknya satu kebaikan. Dan jika ia melaksanakannya maka dicatat untuknya ssepuluh kebaikan. Barang siapa berniat melakukan satu kejelekan namun dia tidak melaksanakannya maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali. Dan jika ia melakukannya, maka dicatat sebagai satu kejelekkan”. Dengan begitu kita wajib bersyukur bahwa kita mendapatkan kemudahan dalam bertaqwa serta beriman kepada Allah yaitu dengan menjalankan shalat lima waktu dan berbuat baik bahkan hanya berniat saja amalan kita sudah dicatat dan mendapatkan pahala.

Itulah diskuski kita mengenai apa hikmah dari peristiwa Isra Miraj?, semoga diskusi ini bermanfaat dan menyadarkan kepada kita diperistiwa Isra Miraj ini kita belajar bahwa dalam bertindak kita perlu memperlibatkan hati dan menjaga hati agar selalu dekat dengan Allah. Dan dalam beriman kepada Allah, telah diberikan jalan kemudahan salah satunya dengan menjalankan sholat lima waktu dan berbuat baik, bahkan hanya sekedar niat.

8 Hadits Tentang Ridho Orang Tua, Meraih Kesuksesaan

8 Hadits Tentang Ridho Orang Tua, Meraih Kesuksesaan

Dalam Al-Quran terdapat perintah untuk selalu berbakti kepada orang tua, memerintahkan untuk selalu memperlakukannya dengan baik meskipun keduanya memiliki agama yang berbeda hal tersebut dengan adanya hadits tentang ridho orang tua.

Dari Al-Imam Al-Hafizh Zakiyyuddin Abdul Azhim bin Abdul Qawiy Al-Mundziri pada kitab At- Targhib wat Trhib minal Haditsis Syarif (Berut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H) Juz lll  halaman 252 . Rasulullah SWT menjelaskan bawah tiga orang Bani Israil telah terperangkap dalam gua dengan tertutup sebuah batu besar, akhirnya mereka selamat setelah melakukan tawasul amal salehnya, salah satunya dengan berbakti kepada orang tuanya yang sudah lansia

Hadits Tentang Ridho Orang Tua

Kitab At-Tarhin waat Trhib karya Al-Mundziri menjelaskan hadist tentang ridho orang tua, yaitu:

1. Amalan paling utama

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه سألتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قلتُ يَا رسولَ الله أَيُّ العملِ أفضَلُ قال الصلاةُ على مِيْقاتِها قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قال ثُمَّ بِرُّ الوالِدَيْنِ قلتُ ثُمَّ أَيٌّ قال الجِهادُ في سبيلِ اللهِ ad

Artinya:  “Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apakah amal paling utama?’ ‘Shalat pada waktunya,’ jawab Rasul. Ia bertanya lagi, ‘Lalu apa?’

‘Lalu berbakti kepada kedua orang tua,’ jawabnya. Ia lalu bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ ‘Jihad di jalan Allah,’ jawabnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Jihad dalam merawat kedua orang tua

عن عَبْد اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَحَىٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

Artinya:

Dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw lalu meminta izin untuk berjihad. Rasulullah saw bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ ‘Masih,’ jawabnya. Rasulullah saw mengatakan, ‘Pada (perawatan) keduanya, berjihadlah,’” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

3. Membahagiaan kedua orang tuanya

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَىَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

Artinya:

 “Dari sahabat Abdullah bin Amr ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw dan mengatakan, ‘Aku datang kepadamu untuk berniat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana kau membuat mereka menangis,’’(HR Abu Dawud).

4. Surga berada dibawah telapak kaki orang tua

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السُّلَمِيِّ، أَنَّ جَاهِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ مَعَكَ وَجِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ؟ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلِهَا

Artinya:

Dari Muawiyah bin Jahimah As-Sulami, Jahimah ra mendatangi Nabi Muhammad saw dan berkata, ‘Aku ingin berperang bersamamu dan aku datang untuk meminta petunjukmu.’ Rasul bertanya, ‘Apakah kamu mempunyai ibu?’ ‘Ya,’ jawabnya. ‘Lazimkanlah ibumu karena surga berada di bawah telapak kakinya,’” (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

5. Pintu surga dari kedua orang tua

عن أبي الدرداء رضي الله عنه أنَّ رجلاً أتاه، فقال إِنَّ لِي امرأةً، وإِنَّ أمِّي تَأْمُرُنِي بِطَلَاقِها، فقال له أبو الدرداء سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول الوالِدُ أوسَطُ أبوابِ الجَنَّةِ، فإِنْ شِئْتَ فأضِعْ ذلِكَ البَابَ أو احْفَظْهُ

Artinya:

Dari sahabat Abu Darda ra, seseorang mendatanginya dan berkata, ‘Aku mempunyai seorang istri, tetapi ibuku memintaku untuk menceraikannya.’ Abu Darda ra berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Jika mau, kau boleh menyia-nyiakan pintu tersebut atau kau boleh merawatnya,’’(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

6. Memperpanjang umur serta menambah rezeki

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ فِي عُمْرِهِ، وَيُزَادَ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya:

 “Dari sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang ingin dipanjangkan umurnya dan bertambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim,’” (HR Ahmad).

7. Jalan pintu surga dengan merawat orang tua

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ، رَغِمَ أنْفُهُ قيل مَنْ يا رسولَ اللهِ؟ قال مَنْ أدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُما أَوْ كِلَاهما ثمَّ لَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ

 Artinya:

 “Dari sahabat Abu Hurairah ra, ia mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Celakalah seseorang, celakalah, dan celakalah.’ Sahabat bertanya, ‘Siapa ya Rasul?’ Rasul menjawab, ‘Orang yang mendapati kedua orang tuanya menua baik salah”

8. Ridho Allah adalah ridho orang tua

وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ.

Artinya:

 “Dari sahabat Abdullah bin Umar ra, dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua. Sedangkan murka-Nya berada pada murka keduanya,’” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Demikian keutamaan hadits ridho orang tua, semoga bermanfaat dan dapat menyadarkan kita serta memotivasi kita untuk selalu senantiasa berkbakti kepada mereka agar mendapatkan kemudahan dalam menjalani kehidupan serta sebagai cara untuk bertemakasih kepadanya.

Bersedekah Saat Sempit, Mana Yang Lebih Utama?

Bersedekah Saat Sempit, Mana Yang Lebih Utama?

Bersedekah saat sempit atau susah merupakan perbuatan baik yang dianjurkan dalam Agama Islam. Istilah lainnya adalah Jahdul Muqil Atau secara spesifik bisa diartikan secabagi sedekah dari orang yang serba susah dan kekurangan. Pada dasarnya bersedakah dalam keadaan apapun memiliki keutamaan yang besar. Sedikit ataupun banyaknya nilai materi yang disedekahkan bukanlah yang paling penting, namun yang paling penting adalah keikhlasan saat membatu orang lain dengan perbuatan sedekah. Apalagi anjuran bersedekah merupakan salah satu nilai pokok Agama Islam yang tersirat dari Rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat.

Dalam Hadist Arbain Annawawiyah yang di susun oleh imam Annawawi, Pada Hadist nomor dua  yang riwayat Umar bin khattab dijelaskan bahwa suatu Ketika nabi di datangi malaikat Jibril yang menyamar menjadi seorang lelaki tanpan dan rapi. Jibril bermaksud mengajar tentang Islam, Iman , dan Ihsan kepada para sahabat dengan metode bertanya. Ketika Jibril bertanya tentang apa itu Islam kepada Nabi Muhammad SAW, Beliau Brsabda “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,”(HR. Muslim No.8)

Maka dapat dipahami dari hadist diatas betapa pentingnya posisi amalan bersedekah dalam syariat Islam. Meninggalkannya bahkan berakibat fatal dan apabila pelakunya hal itu tidak wajib, maka batallah keimanannya. Secara umum bagi yang melaksakannya dengan ikhlas akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Namun tentu saja ada kebaikan lebih apabila sedekah dilakukan dalam keadaan susah. Karena adalah jihad yang lebih dari kondisi tersebut.

Dalam sebuah hadist Riwayat Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau,

جَهْدُ الْمُقِلِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)[1]

Poin penting dari Jahdul Muqil adalah seseorang bersedekah dalam keadaan apapun, atau sesusah bagaimanapun, hatinya tetap merasa kaya, merasa qonaah dan cukup dengan semua yang Allah berikan. Keadaan ekonomi yang sulit tidak menjadi halangan dalam membatu sesama. Kondisi miskin bukan menjadi alasan seseorang untuk melakukan kebaikan atau menjadi alasan penghambat untuk bersedekah. Karena ada banyak cara untuk bersedekah kepada orang lain. Tidak mesti memberi dengan nominal yang besar, bahkan dengan tenaga juga merupakan bagian dari sedekah.

Bersedekah di waktu susah atau sempit juga merupakan bukti keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Keimanan seseorang akan terasa lebih di uji saat ia susah dan tak memiliki banyak harta. Kemiskinan dan kefakiran bahkan menjadi ujian yang sangat berat bagi seorang hamba. Banyak sekali seorang hamba yang fakir terjerumus dalam kekafiran akibat kefakiran. Rasulullah mengajakar kita sebuah doa agar terlindung dari kefakiran. Beliau selalu berdoa di akhir setiap shalatnya berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran, kefakiran dan azab kubur.”

Fenomena kemiskinan dan kefakiran membawa mentalitas seseorang pada sebuah ujian kesabaran. Bersedekah pada kondisi tersebut tentunya memiliki tantangan tersendiri, jihad yang lebih dan kesabaran yang di uji. Maka wajar bersedekah disaat sulit memiliki keutamaan lebih dari bersedekah saat tak memiliki halangan apapun. Banyak harta juga tidak bisa dikatakan lapang, kedadaan yang menyulitkan seseorang bersedekahjuga memiliki banyak bentuk selain tentang kemiskinan. Edukasi yang rendah tentang zakat dan minimnya pengetahuan tentang keutamaan bersekah juga meupakan halangan. Kelurga yang anti sosial dan tidak Peka dengan nilai kemanusiaan juga hambatan dalam bersedekah. Seseorang yang bisa melewati semua rintangan dalam bersedekah tentunya memiliki nilai lebih di hadapan Allah Subhana wata’ala.

Bagi seseorang yang tetap bersedekah saat sempit, maka baginya beberapa keutamaan sebagai berikut.:

  1. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda

Dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan bersedekah. Selain itu beberapa ayat juga menjelaskan tentang dilipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah. Antaranya yaitu Firman Allah Subhana Wa Ta’ala:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.( Al-Baqarah · Ayat 261)

Yususf Qordowi dalam Akhlaq Al-Islam menjelaskan tentang keutamaan sedekah, waktu dan caranya. Ia menuaikan bahwa sedekah yang paling uatama adalah yang dilakukan ketikah masa susah atau sempit. Hal ini selaras dengan apa yang tertera dalam sebuah Atsar :

‘Sedekah paling utama adalah yang dilakukan susah payah oleh orang yang berkekurangan. Mulailah dari orang yang engkau nafkahi.” (HR Muttafaq ‘Alaih)

  • Menghapus dosa-dosa kecil

Manusia adalah makhluk penuh dosa dan khilaf. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan manusia akan menghasilkan dosa, baik kecil maupun besar. Dosa besar hanya bisa dihapuskan dengan bertaubat nasuha. Hanya itu caranya. Namun dosa kecil bisa dihapus dengan melakukan amalan-amalan baik yang diperinahkan Allah dan Rasul Nya. Banyak sekali amalan baik yang bisa dilakuakan untuk menghapuskan dosa-dosa kecil. Diantaranya adalah berinfaq atau bersedekah.

Allah Berfirman dalam Surat Albaqoroh ayat 271:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝٢٧١

Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (Albaqoroh ayat 271)

Dalam ayat diatas sangat jelas Allah menyampaikan akan mengahpuskan Sebagian dosa-dosa orang yang bersedekah. Yang dimaksud Sebagian kesalahan adalah dosa-dosa kecil.

  • Membuka pintu rezeki

Bagi orang yang bersedkah Ketika susah juga bisa sebagai bentuk washilah Allah membuka pintu Rezeki seseorang tersebut. Pembelanjaan harta terbaik adalah yang dilakukan untuk Allah dan RasulNya. Bersedekah adalah termasuk membelanjakan harta di Jalan Allah. Tentunya keuntungan yang didapat adalah kebahagian Dunia dan akhirat.

Dalam Sebuah hadist yang di riwayatkan Oleh Imam Muslim: ““Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.”

Rezeki yang berikan tidak hanya tentang harta. Tapi bisa juga Kesehatan, kemudahan urusan, kelancaran aktifitas dan lainya.

  • Membekas Pelakunya dari Azab yang Pedih

Pada Poin Ketiga telah di paparkan bahwa sedekah adalah perdagangan menuntuntukan yang menyebabkan pelakukan mendapatkan kelapangan rezeki. Selain itu perdagangan yang menguntungkan ini juga akan membuat pelakukanya terbebas dari pedihnya siksaan apinya neraka.

Dalam Surat As-shof Allah Subahana Wa ta’ala Berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ۝١٠

تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ ۝١١

Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang (dapat) menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

(Caranya) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

  • Menguatkan iman

Berdekah dikala susah memiliki nilai jihad yang lebih. Tentunya hal itu akan menjadi nilai ujian tersendiri bagi pelakukan. Kesabaran dan ketawakalan menjadi poin penting sedekah bisa dilakukan Ketika masa susah. Maka orang yang bisa tetap meluang rezeki maupun hartanya dikala sempit, hal itu akan menjadi penguat keimanan seseorang tersebut.

Imam An-nawawi menjelaskan dalam kitab Syarh Muslim, 3:86 :

“Sedekah adalah dalil atas kebenaran keimanan seseorang. Itulah mengapa dinamakan sedekah karena menunjukkan jujurnya keimanan seseorang dan bukti kuatnya keyakinannya”

Ketika seseorang telah kuat keimanannya, dan teruji ketaqwaannya kepada Allah. Maka Allah akan mudahkan segala urusannya.

Allah berfirman dalam Surat Attholaq:

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًاࣖ ۝٧

Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan Allah (Attholaq ayat 7).


[1] Sumber https://rumaysho.com/5740-sedekah-saat-susah.html

Doa Anak Yatim: Datangkan Keberkahan Berlipat

Doa Anak Yatim: Datangkan Keberkahan Berlipat

Doa anak yatim – Peduli dan berbuat baik kepada para anak yatim merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim. Sebagaimana Allah telah memerintahkan kita untuk peduli kepada mereka dan telah menjanjikan akan sebuah pahala, keberkahan berlipat terutama menyantuninya ketika bulan muharram.

Nabi Muhammad SAW  pada saat hari Asyura yaitu hari ke-10 pada bulan Muharram bersabda:

“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.” [Abu Lais as-Samarqandi, Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin, [Beirut, Dar Ibnu Kasir: 2000M], halaman. 331].

Hadits tersebut menjelaskan bahwa sangat  menyarankan untuk menyantuni  dan mengusap kepala anak yatim pada bulan Muharram.

Ketika kita akan menyantuninya  hendaklah kita membacakan doa terlebih dahulu. perbuatan ini sebagai upaya untuk mendapatkan keberkahan serta pahala berlipat dari Allah SWT, karena doa merupakan perbuatan baik yang berisikan sebuah harapan kebaikan akan kebesaran Allah SWT dan mengusap kepala anak yatim menjadi salah satu bentuk  kasih sayang.

Imam Al-Munawi dalam Faidul Qadir, doa anak yatim bebunyi:

جَبرَ اللهُ يُتْمَكَ وَجَعَلَكَ خَلْفًا مِنْ أَبِيْكَ

 Artinya : “ Semoga Allah menutupi keyatimanmu dan menjadikanmu pengganti yang lebih baik dari ayamu.” (al-Munawi, Faidh al-Qadir, [Mesir, al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubra: 1356 H], jilid. 1, halaman. 108).

Selain menyantuni mereka dengan menghampirinya, kita dapat menyantuni mereka dengan cara menjamu mereka, dan ketika kita menjamunya maka alangkah lebih baik untuk membacakan doa terlebih dahulu:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلامِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِين

Artinya: “Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.”

Doa tersbut telah tertuang dalam kitab Miftah Al-Jannat fi Al-Ad’iyah wa Al-A’mal wa Al-Shalawat wa Al-Ziarat. Melafalkan doa ini biasanya pada saat bulan Ramadan, namun karena doa ini masih berkaitan dengan anak yatim maka tidaklah salah apabila kita membaca doa ini ketika menyantuni mereka. Wallahu a’alam.

 4 Ayat Tentang Sedekah, Al Baqarah Ayat 261

 4 Ayat Tentang Sedekah, Al Baqarah Ayat 261

Ayat tentang Sedekah – Banyak manfaat ketika kita bersedekah, terutama apabila dilakukan ketika bulan ramadhan, akan mendatangkan banyak keberkahan untuk pemberi maupun penerimanya.

Sedekah menjadi amal yang bisa memenuhi kekurangan yang ada pada seseorang, menjadikannya lebih tercukupi. Dengan berbagi, kita dapat meringankan beban orang lain dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.

Sedekah tidak selalu berkaitan dengan harta benda, sehingga banyak dari kita yang mungkin ragu untuk melakukannya. Padahal, sedekah juga bisa berupa hal-hal non materi. Misalnya, membantu orang lain dengan tenaga atau pikiran, memberi nafkah kepada keluarga atau istri, bahkan menyingkirkan batu, duri, atau benda berbahaya dari jalan juga termasuk dalam sedekah.

Bahkan hal sederhana seperti memberikan senyuman kepada orang lain merupakan bentuk sedekah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah, “Senyumanmu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR. At-Tirmidzi).

Ada begitu banyak cara untuk berbuat baik melalui sedekah. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, bersedekah mendatangkang berbagai manfaat seperti pahala berlipat ganda, terhapusnya dosa kecil, pembuka pintu rezeki, serta meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Bagi yang belum tahu, terdapat setidaknya 4 keutamaan sedekah yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yuk simak penjelasan dibawah ini.

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “ Orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah diibaratkan seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, di mana setiap tangkai menghasilkan seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaluas karunia-Nya dan Maha Mengetahui.”

      يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

      Artinya: “Wahai orang-orang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang terbaik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah memilih yang buruk untuk diinfakkan, sedangkan kamu sendiri enggan menerimanya kecuali dengan rasa enggan. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.”

        وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

        Artinya: “Gunakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu untuk berinfak sebelum datangnya kematian kepada salah seorang di antara kamu. Ketika itu, ia akan berkata, “Wahai Tuhanku, mengapa Engkau tidak menunda ajalku sedikit waktu saja, agar aku dapat bersedekah dan menjadi bagian dari orang-orang saleh?”

        إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

        Artinya: “Sesungguhnya, orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, yang berbuat kebaikan dan memberikan pinjaman kepada Allah dengan cara yang baik, akan menerima balasan yang berlipat ganda. Mereka pun akan memperoleh pahala yang besar”

        Sahabat itulah 4 ayat tentang sedekah, semoga dengan bersedekah dapat menjadi penyelamat kita di akhirat kelak. Selain bersedekah secara langsung, kini kita juga dapat melakukannya secara online dengan mudah. Ayo bersedekah secara aman, mudah, dan penuh berkah bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        Peristiwa Bulan Rajab Dalam Sejarah Islam

        Peristiwa Bulan Rajab Dalam Sejarah Islam

        Peristiwa bulan Rajab dalam sejarah Islam sangatlah bearti. Dalam kalender Hijriah, Rajab merupakan bulan ketujuh yang memiliki keistimewaan  seperti Dzulqa’dah, Dzulhijah dan Muharram daripada bulan lainnya.

        Dalam judul buku Menggapai Berkah di Bulan-Bulan Hijriah karangan dari Siti Zamratus S’adah (2015). Menjelaskasn bahwa Rajab berasal dari bahsa Arab yaitu kata ‘rajaba’ berarti ‘mulia. Karena pada saat itu terdapat banyak malaikat membaca tasbih serta tahmid.

        Terdapat hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Rajab dari Sahabat Abu Bakrah, Nabi Muhammad SAW bersabda:


        إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وَذُو الحجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرٌّ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

        Artinya:

        Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaan saat Allah menciptkan bumi dan langit. Pada satu tahun dua belas bulan terdapat empat bulan yang memiliki keistimewaan yaitu bulan Dzulqa’dah. Dzulhijah, Muharram dan Rajab sebagai bulan mudhar, terletak antara Jumadil akhir dan Sya’ban.” (HR.Al-Bukhari & Muslim)

        Dalam sejarah Rajab bermula pada zaman Jahiliyah. Karena pada saat itu masyarakat Arab telah mengharamkan adanya peperangan serta mereka memiliki sebuah ritual peyembelihan dan memberi makan seseorang sebagai wujud kemuliaan.

        Latas, ketika agama Islam berkembang, pada bulan Rajab banyak wahyu yang turun pada bulan itu. Salah satunya adalah Isra’ Miraj serta Pembebasan Baitul Maqdis.

        Peristiwa bulan Rajab dalam sejarah islam

        Terdapat dua peritiwa besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah agama Islam, yaitu peristiwa Isra’ Miraj dan peristiwa pembebasan   Baitul Maqdis.

        1.Peristiwa Isra’ Miraj

        Isra’ Miraj turun pada hari ke 27 bulan Rajab, dalam sejarah Islam di saat itu terdapat perintah yang Nabi Muhammad SAW  untuk menegakkan sholat lima waktu.

        Selain itu terjadi  peristiwa penting karena Nabi Muhammad SAW telah berhasil melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Kemudian dalam satu malam itu Nabi Muhammad SAW naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.

        سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

        Artinya:

         “Maha Suci Allah, yang telah mempertahankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Isra:1)

        Mi’raj dalam bahasa memiliki arti “baik”,  sehingga Isra’ Mi’raj mengisahkan bahwa  Nabi Muhammad SAW telah naik ke Sidratul Muntaha hal tersebut terdapat dalam surat An-Najm.

        وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ ١٣ عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ ١٤ عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ ١٥ إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ ١٦ مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ١٧ لَقَدۡ رَأَىٰ مِنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلۡكُبۡرَىٰٓ ١٨

        Artinya: 

        “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,(yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal,(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputi ya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS An-Najm:13-18)

        2. Pembebasan Baitul Maqdis

        Masa kepemimpinan Al-Ayyubi dalam pembebasan Baitul Maqdis menjadi salah satu sejarah besar dalam Islam. Karena telah berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan umat Kristen tanpa adanya pertumpahan darah.

        Al-Ayyubi menggunakan strategi dengan mempersatukan wilayah Islam serta mengajak umat muslim untuk bersama sama dalam memerangi tentara salib. Serta memperkuat amarda laut untuk melawan tentara Eropa yang berusaha membatu tentara salib di Syiam, lalu kemudian memblokade serta meruntuhkan kerjaan Yerusalem keculai Tirus/Tyres.

        Dalam membebasakan Baitul Maqdis tanpa adanya pertumbahan darah , mengharuskan untuk membayar uang tebusan kepada pihak umat Kristen untuk melepaskan umat Islam dan apabila tidak membayar tebusan maka akan menjadi tawanan. Namun dengan begitu Al-Ayyubi tetap memperlakukan umat Kristen dengan baik, yaitu dengan melindungi kuil -kuil , gereja serta mengijinkan umat Kristen untuk tetap tinggal di Yerusalem dengan aman.

        Itulah yang menjadikan masa kepemimpinan Al -Ayyubi menjadi  teladan  untuk umat Islam dari kemurahan hatinya dan  semangat jihatnya

        Itulah Peristiwa bulan Rajab dalam sejarah islam yang perlu diperhatikan, semoga informasi ini bermanfaat. Disini kita belajar bahwa dari peristiwa tersebut kita terarahkan untuk selalu bertawakal, beriman, di jalan Allah agar kita bisa mendapat keridhoan serta kebesaran Allah SWT.

        Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

        Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

        Sedekah Menolak Bala – Sebuah kutipan hadits yang tidak asing di telinga kita. Sedekah yang berarti mengeluarkan sebagian hal yang kita miliki baik berupa harta, tenaga, dan ilmu. Yang mana merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap berjuta-juta nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.

        Sedekah bisa kita lakukan hanya dengan memberikan senyum, mengajarkan ilmu. Hingga memberikan harta yang kita miliki untuk mereka yang membutuhkan, atau mendanai kegiatan sosial dan dakwah.

        Kita sudah mengetahui bahwa bersedekah memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk orang yang mendapatkan sedekah, tetapi juga untuk orang yang memberikannya. Manfaat sedekah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas antara lain mendapatkan pahala dan berkah dari Allah SWT, membuka pintu rezeki, menjaga keikhlasan hati, menghindarkan diri dari sifat kikir, meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis, serta berbagai manfaat lainnya.

        Sedekah Menolak Bala

        Selain itu, salah satu manfaat yang pernah ditegaskan Rasulullah SAW melalui sabdanya adalah menghindarkan diri kita dari bencana, musibah, dan menolak bala. Hal ini pernah diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Thabrani.

        Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo)” (HR. Baihaqi dan Thabrani).

        Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa ketika kita melakukan amal kebaikan maka hal tersebut dapat menolak bala atau musibah yang mungkin akan terjadi. Sebab, Allah SWT mengetahui segala yang terjadi di dunia ini dan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai dengan hikmah-Nya.

        Jadi, apabila kita memberikan sedekah dengan tulus dan ikhlas, maka Allah SWT akan memberi kita pertolongan dalam menghadapi ujian yang sedang kita alami.

        Dan sebaliknya, apabila kita bersedekah dengan mengharapkan balasan dari orang lain atau pujian yang membuat kita tidak ikhlas, maka kita tidak akan mendapatkan manfaatnya. Yang ada, kita hanya akan mengeluarkan apa yang kita miliki dan mendapatkan apa yang kita niatkan.

        Niat menjadi salah satu hal penting ketika kita melakukan sesuatu. Hal ini tertulis pada hadits arba’in an-Nawaiyah ke-1 yakni, ”Sesungguhnya setiap amal itu dengan/tergantung niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diinginkan…”.

        Jelaslah dari hadits tersebut, bahwa segala yang kita lakukan akan tergantung pada niat kita. Apabila kita tidak tulus dan ikhlas untuk bersedekah, melainkan hanya mengharapkan balasan dan pujian dari orang lain, maka hanya itulah yang akan kita dapatkan.

        Amalan Berjuta Kebaikan

        Sedekah merupakan amal kebaikan yang sangat teranjurkan dan memiliki banyak manfaat. Sehingga, sebagai manusia yang beriman, kita harus senantiasa berusaha untuk melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari orang penerima sedekah kita. Kita juga harus selalu mengingat bahwa Allah SWT akan memberikan ganjaran yang lebih besar bagi orang yang melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas.

        Kita juga sudah seharusnya mengajarkan nilai-nilai sedekah dengan tulus dan ikhlas kepada generasi muda. Sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mengerti arti kebaikan serta kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri dalam meperoleh kebahagiaan.

        Oleh karena itu, mari kita selalu berusaha untuk bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun hanya dengan memberikan sedikit waktu atau kebaikan kepada orang lain. Kita tidak pernah tahu betapa besar pengaruh dari kebaikan. Kita lakukan pada orang lain dan betapa besar manfaat yang bisa kita peroleh.

        Semoga kita senantiasa Allah berikan kemampuan dan kesempatan untuk melakukan sedekah. Dalam kondisi apapun di kehidupan sehari-hari dan selalu terjauhkan dari segala macam bala musibah yang mengancam.

        Apa Boleh Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan?

        Apa Boleh Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan?

        Niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan – Berpuasa sunnah pada bulan rajab memiliki banyak keutamaan, karena dapat menghadirkan sebuah pahala besar serta keberkahan lainnya,  dalam Al-Quran surah At- Taubah ayat 36 berbunyi:

        إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

        Artinya: “ sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu daalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, daan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang – orang yang bertakwa.”

        Imam al-Ghazali Ihya “Ulumiddin ( juz 3, h.431) menjelaskan ketika kita menjalankan puasa sunnah rajab  lebih utama dari pada puasa sunnah lainnya, membuka pintu surga, hingga mendapatkan pahala puasa setara berpuasa selama 60  bulan.

        Bulan Rajab dalam kalender Islam menjadi salah satu bulan istimewa yang penuh berkahan serta kemulian. Tidak sedikit para umat Muslim memanfaatkan waktu ini untuk meningkatkan ibadahnya, termasuk berpuasa sunnah yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu juga menjadi waktu yang tepat untuk menyelesaikan kewajiban yang telah tertunda, seperti mengqadha  Ramadhan.

        Menjalankan niat puasa rajab sekaligus qadha ramadahan tidak hanya upaya dalam memenuhi sebuah kewajiban rukun Islam, tetapi turut memberikan tambahan pahala. Praktik ini berikan kesempatan bagi seseorang dalam memperbaiki diri serta mempersiapkan hati terutama dalam menyambut datangnya bulan suci.

        Karena begitu istimewanya bulan rajab sehingga disunahkan untuk menjalankan ibadah puasa. Lantasapakah bisa niat puasa rajab sekaligus qadha ramadhan? kata Qadha  memiliki arti melaksanakan suatu ibadah diluar waktu yang sudah ditetapkan dalam syariat Islam, sama hal nya ketika meninggalkan kewajiban puasa selama bulan ramadhan maka wajib hukumnya untuk mengganti puasanya setelah bulan ramadhan sesuai dengan sebanyak jumlah hari yang tertinggal

        Pendapat dari para ulama yang menyatakan bahwa puasa wajib, seperti mengqadha Ramadha yang harus didahulukan adalah puasa wajibnya, sedangkan berpuasa sunnah pada bulan rajab dapat digabungkan dengan  niat yang sama dan hal tersebut tidak mengurangi pahala ibadahnya. Penjelasan ini berdasarkan pendapat ulama yang merujuk pada kitab fiqih, seperti Fathul Mu’in.2

        “Kecuali dengan pensyaratan ta’yin (menentukan jenis puasa) dalam berpuasa fardlu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunnah dengan niat  mutlak, meski berpuasa sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama.”

        Untuk niat puasa rajab  sekaligus qadha ramadhan, harus pastikan bahwa niat utamanya adalah mengqadha ramadhan dan berikut ini adalah niatnya:

        نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

        “Nawaitu shouma ghadin ‘an qadaa’in fardhi ramadhoona lillahi ta’alaa.”

        Artinya: “Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

        Berpuasa pada bulan rajab memiliki banyak keutamaan, akan tetapi ketika kita masih memiliki hutang puasa ramadhan maka mengqadha puasa ramadhan lebih utama. Namun menggabuangkan qadha ramadhan bersamaan dengan puasa rajab tidaklah mengurangi pahala melainkan melipatgandakan pahala. Mari kita manfaatkan bulan rajab ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga ibadah ini mendatangkan sebuah pahala, keberkahan serta kebaikan tak terhingga.

        Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Hukumnya

        Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Hukumnya

        Niat Puasa Qadha Ramadhan – Berpuasa selama bulan Ramadhan menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim, menjadi bagian dari rukum islam  ke empat yaitu dengan berpuasa selama Ramadhan. Dalam menjalankan ibadah tersebut kita harus memenuhi rukun serta syarat syah nya agar puasa yang kita jalani selama bulan Ramadhan diterima, sehingga kita mendapatkan keberkahan serta syafaanya.

        Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183,

        يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

         Artinya: “ Wahai orang beriman, wajib bagimu menjalankan puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertakwa.”

         Surah tersebut menegaskan bahwasanya seluruh umat muslim wajib hukumnya untuk menjalankan puasa dan Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan serta mengajak para umatnya terdahulu untuk menjalankan puasa sesuai perintah Allah.

        Meski hukumnya wajib berpuasa selama bulan Ramadhan,  terdapat enam golongan seseorang yang boleh tidak berpuasa, yaitu:

        1. Orang yang sedang dalam bepergian dengan jarak perjalanan sehingga bolehkan untuk mengqashar shalatnya.
        2. Orang sakit
        3. Orang tua dan sudah tidak berdaya
        4. Wanita hamil
        5. Seseorang yang tercekik kehausan
        6. Seorang wanita yang sedang menyusui

        Selain enam golongan tersebut, tidak boleh hukumnya membatalkan puasa bahkan tidak berpuasa selama bulan Ramadhan, serta wajib hukumnya mengganti puasa yang sudah ditinggalkan dikemudian harinya dan salah satu caranya adalah dengan mengqadha nya.

        Mengqadha puasa Ramadhan wajib di lakukan sebanyak hari yang sudah di tinggalkan, hal ini dipertegas dengan adanya Surah Al – Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

        اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ 

        Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan ( lalu tidak berpuasa),(wajib mengganti) sebanyak hari ( yang dia tidak berpuasa itu) pada hari – hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebijakan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

        Tafsir Wajiz menjelaskan  bahwa  wajib berpuasa di bulan Ramadan untuk beberapa hari tertentu. Namun, jika seseorang sedang sakit atau dalam perjalanan sehingga tidak dapat menjalankan puasa, maka ia di perbolehkan menggantinya di hari-hari lain setelah Ramadan. Bagi mereka yang tidak mampu berpuasa sama sekali, seperti orang  sakit berat tanpa harapan sembuh atau seseorang yang sudah sangat tua maka wajib menggantinya dengan membayar fidyah, yaitu memberikan makanan kepada seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

        Jika seseorang ingin berbuat lebih baik dengan memberi makan lebih dari satu orang miskin, itu adalah tindakan mulia yang sangat di anjurkan. Namun, jika memungkinkan, dan tetap memutuskan untuk menjalankan puasa, maka itu  menjadi pilihan terbaik karena memiliki banyak keutamaan di sisi Allah.

        Merujuk pada laman nu.or.id, berikut adalah lafal niat doa dalam mengganti puasa ramadhan:

        Nawaitu shauma ghadin an qadha I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta ala.

        Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.

        Setelah niat menjalankan ibadah puasa qadha ramadhan, sunnah hukumnya melakukan sahur terlebih dahulu. Selain itu selama berpuasa, maka harus menjauhi hal – hal yang dapat membatalkan puasa serta memperbanyak ibadah kemudian menyegerakan berbuka puasa ketika waktu azan maghrib tiba.

        Sahabat itulah niat puasa qadha ramadhan semoga dengan menjalankan puasa qadha ini menjadikan kita lebih dekat kepada Allah dan diterimanya amalan kita. Wallahu a’lam bishawab

        Keindahan Kain Lurik Dompet Dhuafa Jogja Dalam Ajang IN2MF 2024

        Kain Lurik – Ilustrator dan aktivis sosial Chiki Fawzi kembali mencuri perhatian dengan karya terbarunya yang penuh makna. Melalui Chikigo, merek fashion yang ia rintis sejak 2020, Chiki berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa dalam proyek inspiratif. Mereka menghadirkan koleksi eksklusif berbahan Lurik Klaten binaan Dompet Dhuafa Jogja, yang memadukan nilai tradisional dan modernitas. Koleksi ini sukses dipamerkan dalam International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2024, sebuah ajang prestisius yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 30 Oktober hingga 3 November 2024.

        Kain Lurik
        Penampilan Shahnaz Haque bersama koleksi terbaru Chikigo X Dompet Dhuafa dalam fashion show IN2MF 2024 di JCC, Jumat (01/11/2024).

        Mengusung tema “Elevating Sustainable Modest Fashion to the Global Stage! Step Into The Future of Fashion,” IN2MF 2024 menjadi ajang bagi para desainer untuk mempersembahkan karya-karya terbaik mereka. Chiki Fawzi bersama Dompet Dhuafa memanfaatkan momen ini sebagai sarana menyampaikan pesan kemanusiaan, mendukung perjuangan Palestina, sekaligus mengangkat wastra Nusantara ke kancah internasional.
        Pemilihan kain lurik dalam koleksi ini bukan tanpa alasan. Selain keindahan motifnya yang khas, lurik juga memiliki makna mendalam sebagai simbol pemberdayaan masyarakat. Lurik Klaten yang digunakan adalah hasil karya para warga binaan Dompet Dhuafa Jogja, sehingga koleksi ini juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.

        “Ilustrasi-ilustrasi terbaru yang aku buat terinspirasi dari berbagai peristiwa yang terjadi, seperti pengorbanan jurnalis di Gaza, simbol semangka, slogan-slogan perjuangan, dan kemerdekaan,” ungkap Chiki Fawzi, putri kedua Ikang Fawzi, dengan penuh makna. “Melalui fashion, kita dapat menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas.”

        Ia menambahkan, “Aku ingin menunjukkan bahwa fashion bukan hanya sekadar tren, tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan positif sekaligus membawa dampak sosial. Yang membuatku sangat antusias kali ini adalah perpaduan Chikigo dengan lurik Klaten yang begitu menarik dan bermakna.”

        Dompet Dhuafa menyambut kolaborasi ini dengan antusias, berbagi visi yang sama untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung perjuangan Palestina. Melalui sinergi ini, aksi nyata untuk mengentaskan kemiskinan dapat semakin diperluas dan memberikan manfaat yang lebih besar.

        “Berawal dari dana zakat yang disalurkan oleh para muzakki melalui Dompet Dhuafa, kini para pengrajin Lurik Klaten telah menjadi mandiri dan berdaya,” ungkap Suci N. Qadarsih, GM Marketing Communication Dompet Dhuafa, saat hadir di IN2MF 2024 pada Jumat (1/11/2024).

        Koleksi terbaru Chiki Fawzi untuk IN2MF 2024 menghadirkan desain modern yang tetap memancarkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Setiap detail busana ini memiliki makna mendalam, mulai dari ilustrasi hasil karyanya hingga motif-motif khas Palestina, sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa tersebut.

        Kain Lurik
        Penampilan Bella Fawzi bersama koleksi terbaru Chikigo X Dompet Dhuafa dalam fashion show IN2MF 2024 di JCC, Jumat (01/11/2024)

        “Selain terinspirasi dari Palestina, karya ini juga terinspirasi oleh almarhumah ibu saya, Marissa Haque. Sebenarnya, beberapa desain ini awalnya ingin saya buat untuk ibu. Namun, qadarullah, ibu meninggal sebelum karya ini selesai,” kenang Chiki dengan penuh haru, mengingat mendiang ibundanya yang berpulang pada 2 Oktober 2024 lalu.

        Semangat kebaikan ini pun menginspirasi banyak orang di sekitar Chiki Fawzi. Dukungan dari kerabatnya mengalir deras, dengan penuh antusias Bella Fawzi (kakak Chiki), Soraya dan Shahnaz Haque (kakak almarhumah Marissa Haque), Elsya Sandria (sahabat Chiki), serta kerabat lainnya turut memperagakan koleksi terbaru Chikigo di panggung fashion show. Sang ayah, Ikang Fawzi, juga hadir menemani dan mendukung putri tercintanya berkarya pada sore itu.

        IN2MF 2024 tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga ruang pertemuan bagi desainer, pelaku industri fashion, dan pecinta mode dari berbagai penjuru dunia. Dengan tema keberlanjutan dan kesederhanaan, acara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri fashion yang lebih bertanggung jawab dan bermakna.

        Cuti Berbagi : Menyulam Kebersamaan dan Tebar Kebaikan di Yogyakarta

        Cuti Berbagi : Menyulam Kebersamaan dan Tebar Kebaikan di Yogyakarta

        Yogyakarta – Dompet Dhuafa terus berusaha mempertahankan kepercayaan dan partisipasi para donatur dengan mengajak mereka langsung melihat lokasi program pemberdayaan. Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan Cuti Berbagi Yogyakarta bertema “Learning to Bring Happiness”. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (3–5 Desember 2024), di kawasan Imogiri dan Gunung Kidul, Yogyakarta.

        Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud transparansi dalam pelaporan, tetapi juga membuka peluang bagi para donatur untuk terlibat langsung dalam program-program yang telah berjalan secara berkesinambungan. Melalui berbagai aktivitas sukarelawan, Dompet Dhuafa berupaya mempertemukan para donatur dengan local heroes dan penerima manfaat secara langsung, menciptakan hubungan yang lebih dekat dan bermakna.

        Sebanyak 15 donatur ikut serta dalam kegiatan Cuti Berbagi Yogyakarta. Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke program pengolahan lidah buaya yang dikelola oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta. Program ini menghasilkan dua produk utama, yaitu Rasane Vera yang menawarkan berbagai makanan dan minuman sehat seperti Nata de Aloe Vera, Aloe Vera Cube Drink, Aloe Liquid, Aloe Fiber, Pure Aloe Vera Slice, hingga Mr. Kriuk’s. Selain itu, ada Aloe Land, sebuah destinasi wisata edukasi yang menyajikan pengalaman lengkap tentang budi daya dan pengolahan lidah buaya.

        Masyarakat berdaya
        Peserta Cuti Berbagi antusias menyimak praktik pemberdayaan Dompet Dhuafa Yogyakarta.
        Masyarakat berdaya
        (Kiri ke kanan) Suyatmi sebagai local leader program Lurik Aulia, Alan Efendi sebagai local leader program pemberdayaan Aloe Vera, Imam Hidayat sebagai Tim Program Dompet Dhuafa Yogyakarta, memaparkan praktik baik dan pengelolaan program pemberdayaan pada gelaran Cuti Berbagi Yogyakarta.

        Saat berkunjung ke Kampung Edukasi Aloe Vera di Dusun Jeruklegi, Gunung Kidul, para donatur bertemu dengan Alan Efendi, seorang penerima manfaat program Dompet Dhuafa sekaligus lokal hore  dalam budi daya lidah buaya sejak 2017. Dengan pendampingan dari program ini, Alan berhasil mengembangkan budi daya dan berbagai produk olahan lidah buaya yang kini menjadi kebanggaan daerahnya. Sebelumnya, Alan telah memulai usaha budi daya secara mandiri sejak 2014.

        “Dengan dukungan Dompet Dhuafa, kami membangun sistem budi daya yang berkelanjutan, melatih petani lokal, dan menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Alan.

        Masyarakat berdaya
        Alan Efendi menjelaskan pengelolaan dan perawatan tanaman lidah buaya kepada peserta Cuti Berbagi Yogyakarta.
        Masyarakat berdaya
        Alan Efendi menjelaskan pengelolaan dan perawatan tanaman lidah buaya kepada peserta Cuti Berbagi Yogyakarta.

        Produk lidah buaya dengan merek Rasane Vera kini telah dipasarkan secara nasional dan tengah mempersiapkan langkah menuju pasar internasional. Alan Efendi memilih untuk fokus pada olahan makanan dan minuman karena membutuhkan modal yang relatif kecil tetapi mampu memberikan dampak besar. Strategi ini tidak hanya bertujuan mengembangkan budi daya dan pengolahan, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

        “Saya berharap mereka bisa membudidayakan, menjual hasilnya, dan meningkatkan perekonomian mereka. Ke depannya, tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan. Untuk itu, saya juga melatih mereka,” jelas Alan.

        Masyarakat berdaya
        Alan Efendi menjelaskan cara pengelolaan dan perawatan tanaman lidah buaya kepada peserta Cuti Berbagi Yogyakarta.

        Pada periode 2017–2018, Dompet Dhuafa mendistribusikan bibit lidah buaya secara gratis kepada 100 ibu rumah tangga, disertai pemberian alat pertanian dan pelatihan budi daya. Inisiatif ini berhasil meningkatkan kualitas panen sekaligus mendukung pemasaran produk lidah buaya dengan merek Rasane Vera, yang kini banyak ditemukan di toko oleh-oleh dan destinasi wisata.

        Keberlanjutan program ini membawa dampak positif bagi dusun-dusun terpencil di Gunung Kidul, tidak hanya melalui budi daya lidah buaya, tetapi juga dengan menggali potensi lain di wilayah tersebut. Pada tahun 2023, Dompet Dhuafa mengembangkan program ini lebih jauh dengan mendirikan Aloe Land, sebuah destinasi wisata edukasi yang mengintegrasikan budi daya, pengolahan, hingga pemasaran lidah buaya. Tempat ini juga menjadi pusat pembelajaran bagi pelajar dan lembaga lain untuk menerapkan konsep serupa di daerah mereka. Dengan area budi daya seluas sekitar 3.500 meter persegi dan 115 petani binaan, program ini terus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

        “Sudah satu dekade saya menjalani usaha ini, dan insyaallah semangatnya tetap membara,” ungkap Alan. Ia bersama ibu-ibu di sekitar wilayahnya terus menanam lidah buaya dengan tekun. “Alhamdulillah, mitra di Magelang juga ikut terlibat melalui program Dompet Dhuafa. Berkat zakat yang diberikan, manfaatnya bisa meluas sejauh ini. Kami sangat bersyukur bisa terus berjalan bersama Dompet Dhuafa, dan ke depannya masih banyak program serta rencana untuk mengembangkan dan memperkenalkan lidah buaya hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

        Produk Rasane Vera mencatat peningkatan penjualan sejak pertama kali dipasarkan melalui toko-toko kelontong kecil. Dalam tiga tahun, produk ini mulai dikenal lebih luas, masuk ke toko oleh-oleh, serta jaringan agen dan distributor di berbagai kota. Seiring dengan meningkatnya permintaan, kapasitas produksi pun ditingkatkan. Meski sebagian besar proses masih dilakukan secara manual, langkah ini berhasil memperluas jangkauan pasar secara signifikan.

        Masyarakat berdaya
        Suyatmi, Local Leader Lurik Aulia sekaligus penerima manfaat program Dompet Dhuafa Yogyakarta, mempraktikkan cara membuat kain lurik kepada peserta Cuti Berbagi Yogyakarta pada Rabu (4/12/2024).
        Masyarakat berdaya
        Peserta Cuti Berbagi mencoba alat tenun dan benang untuk membuat kain lurik.
        Masyarakat berdaya
        Beberapa karya Suyatmi dan ibu-ibu penerima manfaat program Lurik Aulia meliputi tas, kain, dompet, pouch, baju, celana, dan berbagai produk lainnya.

        Tak berhenti di situ, para donatur juga diajak bertemu dengan Suyatmi, seorang pengrajin lurik asal Klaten yang merupakan bagian dari program pemberdayaan Lurik Aulia oleh Dompet Dhuafa. Pada tahun 2017, Dompet Dhuafa mulai memberikan pendampingan kepada para penenun untuk meningkatkan kualitas produksi, terutama melalui penggunaan pewarna alami (organik).

        Pendampingan ini meliputi pemberian modal, alat tenun, serta pelatihan yang awalnya melibatkan kelompok kecil beranggotakan tujuh orang. Kini, anggota kelompok tersebut telah berkembang, memiliki merek sendiri, dan turut memberdayakan warga sekitar dalam proses produksi lurik.

        “Dulu kami hanya bisa membuat kain kasar, tapi sekarang kami menghasilkan berbagai produk seperti baju, celana, tas, dan lainnya berbahan lurik. Setelah mendapat pendampingan, alhamdulillah ekonomi kami semakin membaik. Terima kasih banyak atas dukungannya,” ungkap Suyatmi dengan penuh syukur.

        Masyarakat berdaya
        Peserta Cuti Berbagi Yogyakarta mengantarkan kebaikan berupa santunan dan alat salat kepada Guru Ngaji dan Dai Pelosok binaan Dompet Dhuafa Yogyakarta.
        Masyarakat berdaya
        Peserta Cuti Berbagi Yogyakarta dengan penuh kasih menyerahkan santunan dan alat salat kepada Guru Ngaji dan Dai Pelosok yang telah menjadi bagian dari program binaan Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        Selain mengunjungi lokasi program, para donatur juga terlibat dalam kegiatan Program Antar Kebaikan. Dalam kegiatan ini, mereka secara langsung menyerahkan bantuan berupa perlengkapan salat dan santunan kepada para guru ngaji serta dai di pelosok wilayah Gunung Kidul.

        Salah satu donatur yang ikut serta adalah Yasril, yang telah mengenal Dompet Dhuafa selama lebih dari tujuh tahun. Ia mengaku merasa bahagia dan bangga bisa menyaksikan langsung bagaimana dana zakat yang disalurkannya diimplementasikan untuk membantu masyarakat.

        “Di sini saya benar-benar merasakan kebahagiaan,” ungkap Yasril. “Pengalaman ini membuat kami merasa semakin dekat dengan Dompet Dhuafa dan berbagai layanannya. Kami diajak mengunjungi beberapa lokasi penerima manfaat, melihat langsung bagaimana mereka mengembangkan usaha mereka. Di situ kami menyadari betapa pentingnya peran Dompet Dhuafa. Bukan hanya penerima bantuan yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat di sekitarnya. Hal ini memberikan kepuasan tersendiri dan menegaskan bahwa Dompet Dhuafa benar-benar hadir untuk membantu banyak orang,” tuturnya.

        Yasril juga berbagi pengalamannya saat berkunjung ke berbagai tempat, seperti pengolahan lidah buaya, sentra pembuatan batik, hingga produksi kain lurik. “Melihat bagaimana mereka mengelola usaha-usaha ini semakin meyakinkan kami bahwa Dompet Dhuafa benar-benar menyalurkan amanah yang dipercayakan kepada mereka. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti nyata bahwa usaha-usaha tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

        Bantu Penuhi Kebutuhan Nutrisi: Dompet Dhuafa Jogja Salurkan Paket Sembako Untuk Sahabat Tunanetra

        Bantu Penuhi Kebutuhan Nutrisi: Dompet Dhuafa Jogja Salurkan Paket Sembako Untuk Sahabat Tunanetra

        Yogyakarta – Bentuk kepedulian kepada sesama, Dompet Dhuafa Jogja bersama komunitas Masjid Mujahidin UNY lakukan aksi kemanusiaan “ Santunan Panti Tuna netra” untuk para sahabat tunanetra di Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (YAKETUNIS), Senin (16/12/2024).

        Kegiatan ini berisikan dengan pemberian paket sembako, dimana diselenggarakan sebagai wujud kepedulian dengan memberikan makanan bergizi, bantu penuhi kebutuhan nutrisi harian kepada saudara-saudara tuna netra yang membutuhkan.

        Wiyoto selaku pimpinan pengasuh panti asuhan menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini telah mepupuk semangat serta motivasi kami sebagai pengasuh agar selalu istikomah dalam mendampingi adik – adik tuna netra.

        Paket sembako untuk saudara tuna netra

        Pemberian paket sembako oleh Imam Hidayat selaku perwakilan Dompet Dhuafa kepada Wiyoto selaku pimpinan pengasuh panti asuhan Yektunis

         “Kami dari pihak yayasan berterima kasih banyak atas kunjungan Divisi Kemuslimahan Mesjid Mujahidin UNY dan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Semoga Motivasi yang diberikan  ke anak-anak kami bisa menjadi pemicu mereka untuk semakin semangat belajar. Insya Allah kami akan tetap mendampingi untuk mencapai cita-cita mereka sesuai bakat yang mereka miliki” Imbuh Wiyoto.

        Mewakili Dompet Dhuafa Yogyakarta Imam Hidayat berharap dengan adanya paket sembako yang diberikan mampu memberikan manfaat untuk para adik  tuna netra.”Doakan kami agar senantiasa bisa menjadi bagian dari kolaborasi kebaikan ini. Untuk adik-adik tercinta, tetaplah semangat dalam belajar. Percayalah, setiap langkah kecil yang kalian tempuh adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Gali dan kembangkan bakat serta potensi yang ada dalam diri kalian, karena itulah bekal berharga untuk meraih mimpi dan mewujudkan cita-cita. Tetaplah percaya pada diri sendiri dan terus berjuang”.

        Sebagaimana informasi yang di dapat, para tuna netra merupakan kalangan para pelajar yang tetap semangat belajar, agar terus berdaya demi menggapai sebuah cita – cita.

        Paket sembako untuk saudara tuna netra

        Arta penerima manfaat pemberian paket sembako dari yayasan Yaketunis

        Dengan adanya kegiatan ini, Arta (15) salah satu penerima manfaat mengaku senang sekali atas pemberikan paket sembakonya. “Alhamdulilah saya  senang  bisa dapat paket sembako ini, dan saya sangat senang sekali dengan kedatangan kakak – kakak ke Yayasan YAKETUNIS pada hari ini, semoga dengan kedatangan kakak – kakak ini mendatangkan keberkahan untuk kita semua dan besok – besok main berkunjung ke Yayasan KATETUNIS lagi ya kak”.

        Dompet Dhuafa Jogja Adakan Pelatihan Kader Remaja Sehat Tingkatkan Kapasitas Siswa di Pundong Bantul

        Dompet Dhuafa Jogja Adakan Pelatihan Kader Remaja Sehat Tingkatkan Kapasitas Siswa di Pundong Bantul

        Bantul, 12 Desember 2024 — Dompet Dhuafa Jogja mengadakan pelatihan kader remaja sehat di SMK Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Pundong, Bantul, Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 60 siswa yang terpilih menjadi kader sehat sekolah bersama sejumlah guru pendamping yang turut berpartisipasi aktif.

        Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas siswa sebagai kader kesehatan remaja. Fokus utama pelatihan adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait pemeriksaan kondisi kesehatan umum. Dengan bekal tersebut, diharapkan para kader mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

        Siswa siswi yang menjadi kader remaja sehat adalah perwakilan dari masing-masing ekstrakulikuler dan kelas yang ada di SMK Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Pundong. Setelah mendapat pelatihan, harapannya mereka dapat menerapkannya di lingkupnya masing-masing.

        Layanan Kesehatan Cuma -Cuma

        Kegiatan ini melibatkan berbagai sesi interaktif, seperti praktik pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran kadar Hb, gula darah, kolesterol, trigliserida, dan asam urat. Para siswa juga mendapatkan materi tentang pentingnya deteksi dini masalah kesehatan untuk mencegah penyakit lebih lanjut. Lebih dari itu, Dompet Dhuafa juga menyerahkan alat-alat pengukuran tersebut sebagai aset sekolah yang dapat digunakan oleh para siswa dalam menjalankan tugasnya sebagai kader kesehatan.

        Baca Juga: Dompet Dhuafa Yogyakarta Dorong Lansia Terapkan Gaya Hidup Sehat

        Salah satu peserta, Rahmawati, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Saya sekarang lebih memahami cara memantau kesehatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

        Pelatihan kader remaja sehat di sekolah ini dirancang berkelanjutan sehingga membentuk jaringan kader kesehatan remaja yang aktif dan kompeten. Harapannya akan terbentuk generasi sehat melalui pemahaman yang baik akan faktor-faktor risiko kesehatan. Sehingga efek jangka panjangnya akan tercipta kondisi masyarakat sehat dimasa datang.

        Latih Kesiapsiagaan, DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Simulasi Bencana di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta

        Yogyakarta – Pelajar sekolah perlu memiliki kesiapan menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi dan kebakaran. Untuk itu, simulasi penanganan bencana menjadi hal yang sangat penting. Pada Jumat (13/12/2024), Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta menggelar kegiatan sosialisasi kebencanaan dan simulasi penanganan gempa di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta dengan jumlah peserta sebanyak 332 murid, dimana ini sebagai bagian dari program Training dan Simulasi Tanggap Bencana.

        Selain memberikan simulasi menghadapi gempa, DMC Dompet Dhuafa juga mengajak para siswa untuk belajar memadamkan api secara langsung menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

        Pada pagi itu, suasana aula SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta dipenuhi antusiasme para siswa yang berkumpul untuk mendengarkan pemaparan menarik tentang kebencanaan dari tim DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        Sekolah Tanggap Bencana
        Penjelasan mengenai simulasi siaga gempa bumi oleh Adit Raharjo kepada para murid SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta


        Sebelum memulai simulasi, tim DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta terlebih dahulu memberikan penjelasan mendalam tentang gempa bumi—apa itu gempa, bagaimana gempa terjadi, dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melindungi diri saat gempa terjadi.

        Aula sekolah dipenuhi antusiasme para siswa ketika Adit, staf program kebencanaan DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta, menjelaskan bahwa gempa sebenarnya bukanlah penyebab langsung kematian. Yang berbahaya justru adalah bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.

        Penjelasan ini berhasil memicu rasa ingin tahu para siswa. Sesi presentasi pun berlangsung interaktif, dengan siswa bergantian mengajukan pertanyaan. Sebagian besar pertanyaan mereka berfokus pada satu hal utama: langkah apa yang harus diambil ketika gempa terjadi.

        Dalam simulasi, para ketua kelas juga berperan aktif. Begitu alarm berbunyi sebagai tanda gempa, mereka dengan sigap memandu teman-temannya untuk segera keluar dari gedung sambil melindungi kepala menggunakan tangan atau tas.

        Sekolah Tanggap Bencana
        Simulasi tanggap bencana ketika gempa bumi dengan keluar ruangan menjauhi gedung tinggi

        Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan adegan simulasi tanggap bencana ketika kebakaran diruang terbuka, dimana para murid diajak untuk melakukan simulasi pemadaman api menggunakan kain yang sudah dibasahi dengan air.

        Sekolah Tanggap Bencana

        Simulasi pemadaman api  oleh tim DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta dengan menggunakan kain goni basah serta APAR.

        Melalui program pelatihan dan simulasi tanggap bencana ini, diharapkan para siswa dan guru dapat memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Selain itu, lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang lebih aman bagi seluruh warga sekolah, terutama bagi para murid.

        Dompet Dhuafa Jogja Launchingkan Buku dan Diseminasi Program

        Dompet Dhuafa Jogja Launchingkan Buku dan Diseminasi Program

        Gunungkidul, Yogyakarta –  Dompet Dhuafa Jogja dengan bangga launchingkan Buku dan Diseminasi Program Pendidikan yang berlangusng di Dinas Pendidikan Gunungkidul pada hari Rabu, 11 Desember 2024. Dihadiri lebih dari 120 peserta termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Kantor Kemenag, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Korwil dari 7 Kapanewon, komite, wali murid, kepala sekolah/madrasah, guru, serta siswa-siswi.

        Sejak tahun 2017, Dompet Dhuafa Yogyakarta telah menjalankan program Sekolah Literasi Indonesia, yang hingga kini mendampingi 12 sekolah. Program ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan, terutama bagi guru dan kepala sekolah/madrasah. Keberhasilan mereka dalam mengimplementasikan praktik baik di sekolah, kepemimpinan, serta budaya literasi diabadikan dalam bentuk karya tulis oleh 25 guru yang berbagi pengalaman melalui tulisan.

        Program Pendidikan
        Pengesahan launching buku dan Program Pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Kantor Kemenag, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kepala sekolah, dan pimpinan Cabangf Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Selain itu, Dompet Dhuafa Yogyakarta juga aktif melestarikan budaya batik melalui program Sidomukti (Sinau Budoyo Lumantar Batik). Hasil karya batik dari guru dan siswa kini dikembangkan menjadi berbagai produk yang bernilai seni dan ekonomi. Program Beasiswa Sahabat Bintang juga menjadi salah satu wujud komitmen Dompet Dhuafa Yogyakarta untuk mendukung siswa-siswi berprestasi melalui fasilitas pendidikan dan pembinaan. Pada acara ini, siswa-siswi penerima beasiswa turut menampilkan bakat terbaik mereka.

        Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, S.Pd., M.M., menyampaikan, “Saya merasa bangga berada di hadapan para kepala sekolah dan guru hebat yang mampu menghasilkan buku yang luar biasa. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah mendukung kami, guru, siswa, maupun sekolah. Semoga Dompet Dhuafa semakin berkah, bermanfaat, sukses, dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah, baik di DIY, Indonesia, maupun dunia. Dengan lebih dari 460 sekolah dan 11.018 guru di Gunungkidul, saya berharap 12 sekolah ini menjadi inspirasi bagi yang lain.”

        Senada dengan itu, Kisworo, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul, menambahkan, “Penguatan literasi tidak bisa dilakukan sendirian. Dukungan dari berbagai pihak, seperti Dompet Dhuafa, sangat diperlukan. Penelitian membuktikan bahwa orang dengan tingkat literasi tinggi cenderung lebih bijaksana karena mampu menganalisis, bukan sekadar membaca.”

        Muhammad Zahron, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan, “Sebuah karya buku dari 25 guru ini adalah bentuk produk literasi yang kami harapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para pembaca.”

        Program Pendidikan
        Penampilan kesenian beladiri tapak suci oleh Firda Maulana Nasukha: Penerima Beasiswa BSB Dompet Dhuafa Yogyakarta dan peraih Juara 2 Tapak Suci PDM Cup 2024 tingkat kabupaten Gunungkidul

        Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow bersama tiga perwakilan penulis dari 25                   kontributor buku, yaitu:

        1. Ngatina, S.Pd. (SD Muhammadiyah Sidorejo),

        2. Nur Rahma Wati, S.Pd.I. (MI Muhammadiyah Blembem),

        3. Yoyok Dwi Arian Zuhdi, S.Ag., M.Sc. (MIN 6 Gunungkidul).

        Talkshow ini bertujuan untuk berbagi praktik baik dalam pendidikan, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

        Mitigasi Bencana, DMC Dompet Dhuafa Salurkan Alat Siaga di Gunungkidul

        Mitigasi Bencana, DMC Dompet Dhuafa Salurkan Alat Siaga di Gunungkidul

        Gunungkidul, DIY -Dalam upaya mewujudkan Kawasan Tanggap dan Tangguh Bencana (KTTB) daerah pelosok, DMC Dompet Dhuafa salurkan bantuan alat siaga kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 17 November 2024.

        Dompet Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa serahkan satu paket alat siaga kepada FPRB Pengkol, yang berisi berbagai perlengkapan seperti seragam, gergaji mesin, lampu kepala (headlamp), sepatu boots, helm keselamatan, handy talky, dan alat pendukung lainnya.

        Alat-alat siaga ini dirancang untuk mengantisipasi dan menangani potensi bencana hidrometeorologi yang sering muncul di musim penghujan, seperti angin kencang yang dapat merobohkan pohon dan merusak rumah, serta tanah longsor yang kerap terjadi di Gunungkidul.

        Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, tim FPRB Pengkol mendapatkan penjelasan mengenai cara menggunakan alat-alat tersebut. Hal ini dilakukan agar setiap peralatan siaga dapat digunakan dengan tepat dan sesuai fungsinya.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta
        Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Agus Sunarja, Lurah Desa Pengkol, menyampaikan rasa terima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa atas kontribusinya di Kelurahan Pengkol.

        “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan di Pengkol. Sejujurnya, kami sebenarnya membutuhkan apa yang telah dibawa oleh DMC Dompet Dhuafa,” ujarnya.

        Pemberian alat siaga ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, yang telah menjadi bagian dari kolaborasi antara FPRB Desa Pengkol dan DMC Dompet Dhuafa dalam program KTTB di Desa Pengkol, Gunungkidul, sebagai salah satu desa yang didampingi oleh DMC Dompet Dhuafa.

        Agus dari BPBD Kabupaten Gunungkidul menjelaskan bahwa biasanya alat-alat tersebut baru diberikan setelah bencana terjadi.

        “Biasanya, alat-alat itu baru diperbantukan setelah bencana terjadi. Tapi, apakah kita harus menunggu bencana dulu baru diberi alat? Tentu saja tidak,” ujarnya.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta
        Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Selain menyerahkan alat siaga, DMC Dompet Dhuafa, melalui Abdul Aziz, staf Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim, juga menyampaikan materi tentang mitigasi bencana untuk memperkuat FPRB Desa Pengkol dalam upaya mitigasi di wilayah mereka.

        “Manfaatkan segala potensi yang ada di desa ini, semoga kita semua bisa bersama-sama meningkatkan kapasitas diri, dan dengan sedikit dukungan dari DMC, kita dapat mengurangi atau meredam dampak dari kejadian yang merugikan,” ujarnya.

        Menjelang musim hujan akhir tahun 2024, DMC Dompet Dhuafa berfokus pada persiapan kesiapsiagaan bencana di Desa Pengkol. Oleh karena itu, penguatan FPRB Desa Pengkol melalui penyediaan alat siaga menjadi langkah yang sangat penting dan diperlukan untuk menghadapi potensi bencana.

        Kawan Baik, upaya untuk siaga bencana sangat penting agar kita bisa mengurangi atau bahkan menghindari dampak buruk yang mungkin ditimbulkan. Ingat, Bumi Cuma Satu, Mari Berdaya Sekarang. (MAA/DMC Dompet Dhuafa)

        Atasi Kekeringan, DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Air Hujan

        Atasi Kekeringan, DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Air Hujan

        Gunungkidul, Yogyakarta – DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta bekerja sama dengan Komunitas Banyu Bening adakan sosialisasi tentang pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, yang dikemas dalam acara “Sekolah Air Hujan.” Kegiatan ini berlangsung di Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa, 19 November 2024.

        Kegiatan yang terselenggara di Balai Dusun Gagan ini berangkat dari terbatasnya pasokan air bersih di Desa Pengkol saat musim kemarau, serta pandangan tabu yang masih ada mengenai pemanfaatan air hujan untuk konsumsi.

        “Dengan kondisi geografis Gunungkidul yang sering mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih akibat terbatasnya cadangan air bawah tanah, pemanfaatan air hujan bisa menjadi solusi yang baik bagi warga.”

        Lulu Azizah, Staf Proyek Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim (KMAPI) Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta, menjelaskan bahwa masyarakat biasanya mengandalkan beberapa sumber air, seperti belik, sungai, dan sumur bor, untuk memenuhi kebutuhan air mereka.

        “Selama kemarau, masyarakat biasanya sangat bergantung pada bantuan tangki air. Namun, berkat banyaknya program sumur bor dan pipanisasi yang dilakukan berbagai pihak, permintaan tangki air di musim kemarau bisa berkurang. Meski begitu, kekurangan air masih tetap menjadi masalah,” kata Lulu.

        Lulu juga berharap bahwa melalui Sekolah Air Hujan, masyarakat dapat memperoleh perspektif baru dalam memandang pemanfaatan air hujan.

        “Awalnya, air hujan dianggap tabu, namun kini masyarakat mulai menyadari bahwa air hujan memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada air tanah dan sangat baik untuk dikonsumsi, termasuk bagi kesehatan. Selain itu, air hujan juga merupakan sumber daya yang mudah diperoleh,” jelas Lulu.

        “Perubahan pola pikir ini sangat penting karena akan menjadi kunci dalam keberlanjutan pemanfaatan air hujan,” tambah Lulu.

        Dalam acara ini, sebanyak 35 orang yang mewakili Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Pengkol, dusun, dan kelurahan hadir untuk mendengarkan materi tentang manfaat air hujan serta cara memanfaatkannya

        Bu Ning, pendiri Komunitas Banyu Bening (Sleman), menyampaikan materi dan juga mempraktikkan cara memasang alat elektrolisis air, yaitu alat yang mengubah air hujan menjadi air minum melalui proses elektrolisis.

        Di akhir kegiatan, penyerahan sepuluh alat elektrolisis air kepada masing-masing dukuh atau dusun di Desa Pengkol.

        Melalui kegiatan Sekolah Air Hujan ini, diharapkan masyarakat Desa Pengkol dapat lebih memahami pentingnya air hujan sebagai sumber daya yang bernilai dan dapat bertahan lama.

        Inisiatif ini tak hanya memberikan solusi untuk keterbatasan air bersih, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan yang lebih luas. Karena Bumi hanya satu, mari berdaya mulai sekarang. (MAA/DMC Dompet Dhuafa)

        Batik Imogiri: Warisan Nusantara yang Mendunia

        Batik Imogiri: Warisan Nusantara yang Mendunia

        Batik Imogiri – Industri batik di kawasan Imogiri, Bantul, semakin menunjukkan perkembangan yang positif. Karya-karya batik dari wilayah ini mulai mendapatkan tempat,  di pasar lokal maupun internasional. Hal ini di rasakan langsung oleh para perajin yang tergabung dalam Kelompok Batik Berkah Lestari. Pesanan dari berbagai negara mulai berdatangan, membawa angin segar bagi keberlangsungan tradisi dan ekonomi mereka.

        “Syukur Alhamdulillah, pesanan dari berbagai negara cukup banyak,” ujar Nani Nurhayati Lestari, Pembina sekaligus Pengurus Kelompok Batik Berkah Lestari. Ia menyebutkan bahwa negara-negara seperti Jepang, Australia, Belanda, hingga Amerika telah memesan batik dari kelompok mereka, dengan seluruh proses pemesanan melalui media sosial.

        Nani menjelaskan bahwa sebagian besar pemesan menginginkan motif  dengan karakter yang unik dan khas. Hal ini membuat proses pengerjaan membutuhkan waktu lebih lama daripada dengan batik pada umumnya.

        “Para pemesan seringkali meminta motif dengan ciri khas tertentu, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya,” ungkap Nani.

        Nani mengungkapkan bahwa perjalanan Kelompok Batik Berkah Lestari berawal kejadian pasca gempa bumi tahun 2006. Saat itu, Dompet Dhuafa Yogyakarta, sebuah lembaga filantropi Islam yang fokus pada pemberdayaan kaum dhuafa, mengajak 50 pembatik untuk bergabung dan memulai usaha bersama.

        Selain mendapatkan bahan-bahan untuk membatik, mereka juga mendapatkan pelatihan membatik dan keterampilan organisasi. Kemudian para anggota mulai mendirikan kelompok-kelompok baru untuk mengembangkan usaha mereka lebih lanjut.

        Artinya, Batik Berkah Lestari menjadi pionir bagi terbentuknya kelompok-kelompok batik lainnya. “Dompet Dhuafa memberikan dukungan selama dua tahun, dan setelah itu kami terus mendapat pembinaan,” tutur Nani.

        Nani mengakui bahwa salah satu tantangan dalam mengembangkan karya warisan ini adalah kesulitan untuk menarik minat generasi muda agar terlibat dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis batik.

        Tantangan saat ini ialah banyak warga yang lebih memilih terlibat dalam dunia industri daripada dengan membantik  karena merasa bahwa keuntungan yang di peroleh  di bidang industri jauh lebih menguntungkan.

        Itulah mengapa banyak pembatik di Imogiri adalah ibu-ibu yang memiliki waktu luang. “Hanya sedikit dari mereka yang masih muda, sebagian besar di antara mereka sudah berusia lanjut,” tambahnya.

        Meskipun demikian, Nani dan rekan-rekannya terus berusaha mengatur waktu dalam berkarya dengan bijak, mengingat terbatasnya tenaga mereka. Yang terpenting, mereka meyakini bahwa kunci keberhasilan dalam usaha ini adalah ketelatenan, kesabaran, dan ketekunan, karena dengan itulah mereka bisa menghasilkan batik yang berkualitas.

        Bambang Edi Prasetyo, Manajer Program Dompet Dhuafa Yogyakarta, menjelaskan bahwa secara keseluruhan, kelompok Batik Berkah Lestari merupakan salah satu bentuk transparansi lembaga dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah.

        “Kami berharap Batik Berkah Lestari bisa melibatkan generasi muda dalam upaya melestarikan dan mengembangkan batik Imogiri, sehingga menjadi pendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih tangguh,” tambahnya.

        Dompet Dhuafa Hadirkan Sumur Wakaf Sebagai Solusi Krisis Air

        Dompet Dhuafa Hadirkan Sumur Wakaf Sebagai Solusi Krisis Air

        Dompet Dhuafa – Terbatasnya hingga keringnya sumber air  ketika kemarau, sering dialami sebagian warga di Bantul dan Gunungkidul yang tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga menghambat pergerakan ekonomi di daerah tersebut.

        Kolaborasi kebaikan Dompet Dhuafa Yogyakarta dengan mitra Kybar Tani Mandiri menghadirkan solusi untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan membangun sumur wakaf di Jalan Patuk-Dlingo, Pandeyan Piyungan.

        Bagi warga di Bantul hingga Gunungkidul, air tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi kunci utama bagi usaha peternakan dan pertanian mereka.

        Tikno, sebagai penanggung jawab program wakaf sumur menyampaikan bahwa wakaf sumur yang di dukung oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta. Dengan bantuan dari HUMIA Trust dan PERMIIP (Perhimpunan Masyarakat Islam Indonesia di Prancis). Berikan manfaat besar bagi masyarakat di Gunungkidul dan Bantul.

        “Alhamdulillah, kini kami memiliki penampungan yang bisa menampung hingga 60 ribu liter air,” ujarnya dengan penuh rasa syukur pada Jumat (6/12/2024).

        Pihaknya berusaha sebaik mungkin untuk mendistribusikan air ke seluruh wilayah Gunungkidul dan Bantul. Bahkan hingga ke daerah terpencil seperti Semin dan sekitarnya, menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter. “Hari ini, kami menerima permintaan untuk layanan air bagi peternak ayam di Gunungkidul,” tambah Tikno.

        Widodo, selaku Pengurus Kybar Tani Mandiri. Berharap wakaf sumur ini dapat menjadi titik awal perubahan besar bagi masyarakat Gunungkidul dan Bantul. Banyak warga yang masih mengandalkan air bersih yang harus di bayar dan harus menunggu pasokan air datang, sehingga harapannya, proyek ini bisa memberikan solusi yang lebih baik.

        “Mereka sangat bergantung pada air bersih, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menunjang usaha peternakan dan pertanian,” ungkapnya.

        Selain memasok air ke berbagai wilayah di Gunungkidul dan Bantul, sumur wakaf ini juga turut membantu memenuhi kebutuhan air untuk fasilitas masjid.

        Widi, pengurus masjid, mengatakan bahwa dengan tersalurkannya air ke lahan pertanian, ia bisa menghemat biaya untuk menyirami tanaman. Hasil pengelolaan lahan yang di tanami kangkung, terong, cabai, dan tomat tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga pengurus masjid.

        “Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program wakaf sumur ini. Kehadiran sumur wakaf ini menjadi harapan besar bagi masyarakat di Gunungkidul dan Bantul,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

        Juru bicara Dompet Dhuafa Yogyakarta, Raditya Wicaksono. Menyatakan bahwa program Air untuk Kehidupan harapannya dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.

        “Mulai dari sumur yang berasal dari wakaf hingga sistem pipanisasi yang kami salurkan ke rumah-rumah sekitar. Semua ini akan memberikan manfaat langsung bagi penerima manfaat,” jelas Adit, sapaan akrabnya.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Dorong Lansia Terapkan Gaya Hidup Sehat

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Dorong Lansia Terapkan Gaya Hidup Sehat

        Bantul , Yogyakarata – Dompet Dhuafa  Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan lanjut usia (lansia). Melalui Gerai Sehat Dompet Dhuafa  Yogyakarta yang berlokasi di Gunung Sempu, Kasihan, Bantul, lembaga filantropi Islam yang fokus pada pemberdayaan kaum dhuafa ini memberikan dukungan kepada lansia untuk menjalani pola hidup sehat.

        Gerai kesehatan unggulan di wilayah Kasihan dengan beberapa program kesehatan. Seperti mengadakan senam sehat, melakukan cek kesehatan rutin untuk lansia, dan memberikan pendampingan bagi masyarakat.

        Inggrid Dwi Kusumaningrum, Penanggung Jawab Gerai Sehat Dompet Dhuafa, pada (3/12/2024). Menjelaskan bahwa lansia di wilayah Kasihan masih ada yang menerapkan pola hidup yang kurang sehat.

        “Saat memeriksa kesehatan, kami mendapati banyak lansia yang mengalami hipertensi. Inilah mengapa Gerai Sehat hadir, untuk memberikan perhatian khusus dan mendampingi mereka menjaga kesehatan.” Ungkapkanya.

        Dengan dukungan dari beberapa pihak, tim medis yang terdiri dari dokter umum dan perawat yang terus berikhtiar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Kasihan, khususnya para lansia. Sejak berdiri pada 2023, Gerai Sehat Dompet Dhuafa telah melayani banyak warga. “Kami melayani 20-30 orang setiap bulan,” ujarnya.

        Sabar (66) berharap rumah seluas 146 meter persegi yang berdiri di atas tanah dan bangunan wakaf ini dapat dimanfaatkan untuk Gerai Sehat dan Asrama Tahfidz Putri dan saat ini, ada enam santriwati tahfidz yang tinggal di sana.

        Masyarakat datang silih berganti untuk medapatkan layanan kesehatan di  Gerai Sehat,  buka setiap Senin hingga Sabtu dari pukul 09:00 hingga 16:00. Dengan pelayanan yang maksimal, Gerai Sehat menjadi pilihan utama bagi masyarakat sekitar dalam mendapatkan layanan kesehatan.

        “Meski Gerai Sehat ini menerapkan pola berbayar, akan tetapi kami tetap memberikan pelayanan secara gratis bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Inggrid.

        Syafafa, yang tengah menemani anaknya yang sakit, berharap Gerai Sehat Dompet Dhuafa bisa menambah fasilitas layanannya. Ia merasa gerai ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat kurang mampu, karena lokasinya yang dekat. “Pelayanannya profesional dan kami tidak perlu antre,” ungkapnya.

        Gerai Sehat ini berbagi bangunan dengan asrama tahfidz putri, sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat sekitar dan kegiatan operasionalnya didorong oleh dana zakat, infak, serta sedekah yang terkumpul.

        Selama lebih dari 30 tahun, Dompet Dhuafa Yogyakarta telah berkontribusi dalam pemberdayaan dan pengembangan umat. Melalui lima pilar program—pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR—Dompet Dhuafa terus memberikan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

        MPZ Dompet Dhuafa Adakan Pelatihan Tanggap Bencana

        MPZ Dompet Dhuafa Adakan Pelatihan Tanggap Bencana

        Dompet Dhuafa – Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia punya potensi besar untuk dapat menghimpun dan mengelola dana zakat. Selain menjadi kewajiban agama, zakat juga menjadi instrumen penting untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Untuk dapat mencapai potensi maksimal zakat, diperlukan pengelolaan yang profesional dan inovatif.

        Di sisi lain, Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan keanekaragaman budaya, juga dikenal sebagai negara yang rawan bencana. Terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik, menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya risiko bencana alam di Indonesia.

        Dompet Dhuafa

        Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana yang digelar bersama Disaster Management Center (DMC) untuk MPZ Dompet Dhuafa di Karanganyar, Jawa Tengah.

        Dompet Dhuafa

        Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana yang digelar bersama Disaster Management Center (DMC) untuk MPZ Dompet Dhuafa di Karanganyar, Jawa Tengah.

        Memahami urgensi peningkatan kapasitas dan kesiapan dalam menghadapi ancaman bencana, bersama Disaster Management Center (DMC) menggelar Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana sebagai komitmen untuk terus memperkuat jaringan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) di seluruh Indonesia. Agenda ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 21—23 November 2024 di Telaga Madirda, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

        Guna meningkatkan pengetahuan dan kapasitas secara tepat sasaran, peserta Capacity Building Pelatihan Tanggap Bencana diseleksi secara proporsional. Para peserta merupakan MPZ Dompet Dhuafa yang melekat di tiga cabang Dompet Dhuafa, yaitu Cabang Jawa Tengah,Cabang Jawa Timur, Cabang Yogyakarta. Hasil seleksi memberikan kesempatan bagi 44 peserta untuk mengikuti rangkaian Capacity Building Pelatihan Tanggap Bencana.

        Dompet Dhuafa

        Kepala Departemen Pengelola MPZ, Sulis Tiqomah, memakaikan atribut kepada perwakilan peserta Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana sebagai tanda dimulainya kegiatan tersebut.

        Acara tersebut dihadiri oleh Deputi Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, Kepala Departemen Pengelola MPZ, Sulis Tiqomah, Pimpinan Cabang Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Yogyakarta, Muhammad Zahron, serta Pimpinan Cabang Jawa Timur, Rizzqi Aladib.

        Deputi Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, menegaskan bahwa sejak awal Dompet Dhuafa hadir sebagai Lembaga yang berkhidmat dalam melayani masyarakat secara komprehensif. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan menggelar Pelatihan Tanggap Bencana bagi MPZ Dompet Dhuafa.

        “Ini merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk terus membangun kolaborasi. Dengan semangat tumbuh dan menumbuhkan, mari kita eratkan jaringan volunteer nasional Dompet Dhuafa,” jelasnya.

        Acara tersebut dihadiri oleh Deputi Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, Kepala Departemen Pengelola MPZ, Sulis Tiqomah, Pimpinan Cabang Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Yogyakarta, Muhammad Zahron, serta Pimpinan Cabang Jawa Timur, Rizzqi Aladib.

        Ia menegaskan bahwa sejak awal Dompet Dhuafa hadir sebagai Lembaga yang berkhidmat dalam melayani masyarakat secara komprehensif. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan menggelar Pelatihan Tanggap Bencana bagi MPZ Dompet Dhuafa.

        “Ini merupakan upaya lembaga untuk terus membangun kolaborasi. Dengan semangat tumbuh dan menumbuhkan, mari kita eratkan jaringan volunteer nasional,” jelasnya.

        Dompet Dhuafa

        Deputi Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi.

        Di sisi lain, menurut Dian Mulyadi, menjelang penghujung tahun 2024 dan memasuki musim penghujan, maka perlu kesiapsiagaan maksimal.

        “Sebagai lembaga kemanusiaan, hal ini menjadi satu keharusan agar kita bisa terus membersamai masyarakat, terutama mereka yang terkategori dhuafa,” katanya.

        Di sisi lain, menurut Dian Mulyadi, menjelang penghujung tahun 2024 dan memasuki musim penghujan, maka perlu kesiapsiagaan maksimal.

        Dompet Dhuafa

        “Sebagai lembaga kemanusiaan, hal ini menjadi satu keharusan agar kita bisa terus membersamai masyarakat, terutama mereka yang terkategori dhuafa,” katanya.

        Sementara itu, Kepala Departemen Pengelola MPZ, Sulis Tiqomah, menyampaikan bahwa acara ini terdiri atas dua agenda utama.

        “Ada dua, yaitu peningkatan kapasitas pada hari pertama dan pelatihan tanggap bencana pada hari kedua,” ungkapnya.

        Pada hari pertama, peningkatan kapasitas digelar dengan tema Strategi Komunikasi dan Program Pemberdayaan Berbasis Local Wisdom.

        “Kami menghadirkan local leader dari Yogyakarta untuk melengkapi pengetahuan terkait program pemberdayaan,” paparnya.

        Dompet Dhuafa

        Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana yang digelar bersama Disaster Management Center (DMC) untuk MPZ Dompet Dhuafa di Karanganyar, Jawa Tengah.

        Komitmen Dompet Dhufa untuk jaringan yang terhimpun dalam MPZ tidak hanya untuk regional Jawa saja. Sulis juga menyampaikan bahwa agenda serupa akan diduplikasi di beberapa regional yang tersebar di seluruh Indonesia.

        “Insyaallah agenda Capacity Building dan Pelatihan Tanggap Bencana juga akan kita gelar di regional Sumatra, regional Kalimantan, dan regional Sulawesi,” ujarnya. 

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Kebencanaan

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Kebencanaan

        Dompet Dhuafa Yogyakarta – Hari Jumat, 22 November 2024, Tim DMC Dompet Dhuafa yang dipandu oleh Kak Luqman melaksanakan Sekolah Kebencanaan di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Lebih dari 100 siswa kelas 5 sangat antusias mengikuti materi tentang mitigasi bencana, termasuk simulasi gempa bumi, kebakaran, dan banjir. Banyak anak-anak yang sudah pernah mengalami bencana di rumah mereka, yang membuat mereka lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan.

        Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, seperti yang baru-baru ini terjadi di Lewotobi. Mengingat kejadian-kejadian bencana yang sering terjadi, penting bagi kita untuk siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang.

        Kak Luqman mengajarkan cara-cara menghadapi gempa, baik di sekolah maupun di rumah, serta langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi kebakaran. 🔥 Selain itu, para siswa juga diajarkan tentang banjir: penyebabnya seperti hujan lebat, penyumbatan saluran air, atau perubahan iklim, serta apa yang harus dilakukan saat banjir datang, seperti mencari tempat lebih tinggi, menghindari air yang menggenang, dan menjaga agar selalu mengikuti informasi dari pihak berwenang. 🌧️🚨 Semua peserta juga berlatih langsung bagaimana cara mengatasi kebakaran dan mengetahui langkah-langkah yang tepat saat banjir.

        Pentingnya edukasi kebencanaan seperti ini untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini. Mari kita dukung upaya untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi bencana.

        Tingkatkan Literasi, Dompet Dhuafa Yogyakarta Adakan Sekolah Literat

        Tingkatkan Literasi, Dompet Dhuafa Yogyakarta Adakan Sekolah Literat

        Dompet Dhuafa Yogyakarta – Rendahnya tingkat literasi di Indonesia, Dompet Dhuafa Yogyakarta  gulirkan  program Sekolah Literat Berdaya (SERAYA) untuk tingkat Sekolah Dasar  dan telah dilaunchingkan di sekolah SDN Pundong Bantul Yogyakarta pada Hari Rabu 13 November 2024 dengan dihadiri oleh seluruh pengengurus, guru sekolah dasar dan Dinas Pendidikan Kepemudaan, Dan Olahraga.

        Program Sekolah Literat Berdaya (SERAYA) merupakan pendampingan sekolah untuk meningkatkan kualitas dalam kepemimpinan sekolah, sistem pembelajaran, budaya sekolah serta kecakapan literasi dan menciptakan ekosistem pembelajar sehingga tercipta sekolah yang berdaya. Program pendidikan ini untuk meningkatkan kualitas hidup melalui ilmu pengetahuan serta turut mendukung tercapainya SDGs nomor 4 yaitu menjamin kualitas pendidikan yang adil, inklusif dan meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua.

        Proses pengesahan program Sekolah Literat Berdaya (SERAYA) di SDN Pundong Bantul

        Launchingnya program ini diawali dengan beberapa penampilan dari  murid sekolah dasar seperti pembacaan ayat suci Al-Quran, pembacaan puisi dan tarian. Pemilihan SDN Pundong dan SD Muhammadiyah Geger Bantul ini sebagai awalan dari mulainya program SERAYA.

        Edy Sutrisno selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga menjelaskan bahwa program SERAYA ini sejalan dengan program pemerintah, dimana mendukung serta memfasilitasi pendidikan yang lebih baik untuk mendukung terwujudnya Indonesia emas tahun 2045.

        literasi
        Proses MoU program Sekolah Literat Berdaya (SERAYA)  SDN Pundong dan SD Muhammadiyah Geger Bantul oleh Bpk. Edy Sutrisno selaku perwakilan dari Dinas Pendidikan

        “PR bagi kita semua untuk mengoptimalkan program ini agar harapan terwujudnya Indonesia emas di tahun 2025 terwujud, semoga dengan ini para murid benar – benar menjadi generasi yang literat menjadi anak yang cerdas dan berakhlak kharimah” Ujar Edy Sutrisno.

        Kemudian Bambang Edi Prasetiyo manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta menambahkan bahwa tujuan adanya porgam ini adalah sebagai upaya ikut serta dalam mendukung program pemerintah, yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia akhususnya di area Bantul.

        literasi
        Proses MoU program Sekolah Literat Berdaya (SERAYA)  oleh Bpk. Bambang Edi Prasetiyo selaku manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta  dengan SDN Pundong dan SD Muhammadiyah Geger Bantul

        “ Data PISA  (Programme for International Student Assessment) tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 68 dari 81 negara peserta, utama permasalahan  dalam dunia pendidikan ini adalah kurangnya fasilitas media belajar maupun pengajaran literasi dalam hal kecakapan literasi science maupun literasi numerik, jadi semoga dengan adanya program ini dapat memberikan manfaat besar untuk sekolah serta adik-adik murid, sehingga  terwujud Indonesia emas pada tahun 2045 nanti” Imbuh Bambang

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Adakan YES Day Out Di Sekolah

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Adakan YES Day Out Di Sekolah

        Alhamdulillah serangkaian agenda Sosial Project Beasiswa YES Dompet Dhuafa Yogyakarta telah terlaksana, pada hari Jum’at 4 Oktober 2024 telah berlangsung kegiatan sosialisasi tentang edukasi atau yang bisa disebut dengan Yes Day Out. Dilaksanakan secara offline yang berlokasi di SMA Negeri 1 Bantul

        Rangkaian Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan tilawah Q.S. Ar-rahman yang mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat dari Allah SWT supaya hidup tentram dan bahagia.

        Berikutnya sambutan Perwakilan Dompet Dhuafa Yogyakarta oleh Bapak Bambang, Dalam sambutannya beliau menjelaskan tentang program YES yaitu program beasiswa untuk anak kelas 12. “Berharap supaya sosialisasi ini bermanfaat, siswa-siswi SMA Negeri 1 Bantul dapat bergabung di YES, dan hubungan antara YES, Dompet Dhuafa, dan SMA Negeri 1 Bantul terus terjalin baik.” Ujar Bambang

        Sebelum memasuki acara kematerian dari narasumber, diperkenalkan Sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bantul oleh Bapak Ngadiya

        “Berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Bantul bisa mengambil pelajaran dari sosialisasi mengenai Mental Health tersebut dan mengamalkannya serta bisa menggali informasi mengenai Beasiswa YES dan mengikutinya.\” Ujar Kepala Sekolah SMAN1 Bantul

        beasiswa

                    Pada inti acara terkait Materi Mental Health yang di sampaikan oleh  Teh Deri selaku pemateri, berisi mengenai “Finding New Me!” (Melepas Emosi Negatif, Menjadi Pribadi yang Lebih Produktif.

                    Teh deri banyak menjelaskan tentang

        • Pengertian Luka Batin: Kumpulan emosi negatif yang tersimpan di memori, secara disadari/tidak disadari sehingga memengaruhi (sikap, pandangan, motivasi,daya juang, dan kesuksesan)
        • Sumber luka batin: faktor pengasuhan sedari kecil, menjadi korban bencana, menyaksikan orang tua bertengkar, dan hidup dalam keluarga broken home
        • Contoh perlakuan yang menyebabkan luka batin: diabaikan, dikucilkan, dihina, dituduh, dibentak, dan perbuatan buruk lainya.
        • Tanda batin terluka:Kesulitan bersikap asertif (tidak leluasa menyampaikan perasaan)

        Dilanjutkan Tanya Jawab: Peserta YDO sangat antusias bertanya kepada narasumber mengenai cara menyikapi luka batin, cara mengelola emosi, dan sikap dalam berteman. Pertanyaan penanya pertama juga tentang orangtua , “kalau perbuatan yang menurut saya benar, tapi menurut orangtua itu salah. Sebagai anak bagaimana padahal menurut saya itu benar bukan salah?” ucap salah satu penanya bernama Anisa

        Lalu sebelum penutup dilanjut dengan Pemaparan mengenai Beasiswa YES dan sharing pengalaman oleh PM YES Yogyakarta (Maya dan Nisrina). Mereka menyampaikan bahwa setelah kurang lebih 4 bulan bergabung di YES, mereka menemukan banyak manfaat. Mulai dari pencerahan dalam pemilihan jurusan kuliah, lebih rajin dalam beribadah, mendapat relasi atau teman yang memiliki latar belakang yang berbeda tetapi memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Gulirkan Pelatihan Marketing  UMKM

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Gulirkan Pelatihan Marketing UMKM

        Dompet Dhuafa Yogyakarta – Besarnya pengaruh kemampuan marketing dalam strategi penjualan, Dompet Dhuafa Yogyakarta adakan pelatihan marketing kepada kelompok dampingan Warung BERES pada hari Minggu, 10 November 2024 di kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta. Dihadiri oleh 25 kelompok Warung BERES sebagai pelaku UMKM berbasis kuliner, dimana pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan skill maupun wawasan strategi marketing dalam meningkatkan omset penjualan.

        Pelatihan Marketing

        Pemaparan pelatihan marketing oleh Ahmad Nasiruddin selaku pemateri

        Pada pelatihan tersebut Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan Ahmad Nasiruddin sebagai pemateri. Selain Seorang profesional marketing, beliau juga merupakan seorang pelaku bisnis kuliner yang telah lama eksis di dunia catering Yogayakarta. Mas Aan (sapaan akrab ahmad Nasiruddin) menjelaskan betapa pentingnya melakukan tehnik marketing melalui digital, sebab perkembangan dunia bisnis kuliner semakin ketat persaingannya seiring berkembangnya era global.

        ” Zaman sudah berganti, teknik marketing semakin berkembang ke arah digital, oleh karena itu sedikit banyak kita harus bisa marketing dengan digital” Ujarnya.

        Pelatihan marketing kepada kelompok Warung BERES dampingan

        Maka sudah seyogyanya pelaku bisnis kuliner mulai memperhatikan cara maupun strategi marketing yang dilakukan dalam usahanya. Hal ini tentunya akan berdampak pada naik turunnya omset penjualan produk. Selain itu aspek yang di tekankan Mas Aan pada pelatihan tersebut adalah tertinya dalam melakukan pencatatan keuangan. Sebab pencatatan keungan menjadi salah satu indikator penting seorang pelaku bisnis mampu atau tidak mengembangkan usahanya menjadi lebih lebar atau lebih banyak.

        “Kunci dalam pengembangan usaha (buka cabang) adalah pencatatan keuangan, karena dari pencatatan keuangan yg tertib kita bisa melihat apakah kita memangg sudah mampu buka cabang atau belum” Tegasnya.

        Terlaksananya pelatihan Marketing jitu ini merupakan bentuk berkah zakat dari amanah para muzakki kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta, untuk bisa menebarkan manfaat kebaikan seluas-luasnya kepada para mustahik, dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidup yang lebih layak dan baik.

        Dompet Duafa Jogja Adakan Program Inti-Plasma Breeding Domba

        Dompet Duafa Jogja Adakan Program Inti-Plasma Breeding Domba

        Dompet Dhuafa Jogja – Adanya potensi peternakan didaerah pelosok, Dompet Dhuafa Jogja bersama BMT UMMAT adakan kerjasama program Inti-Plasma Breeding untuk masyarakat, dimana hasil breeding domba nantinya akan diberikan kepada masyarakat. Acara serah trima domba program Inti-Plasma Breeding disahkan di desa Plumbon Kidul, Logandeng, Playen Gunungkidul pada Hari Jumat  (10/11/2024) ,dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Ibu Wibawanti Wulandari, S.P, M. Si,Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bp Rismiyadi, S.P., M. Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bpk M. Johan Wijayanto, S. Si., M. Si serta beberapa  warga setempat

        Program pemberdayaan ternak domba ini diadakan untuk memenuhi permintaan pasar daging domba yang terus meningkat serta untuk memenuhi permintaan hewan kurban disetiap tahunnya. Program ini merupakan hasil kolaborasi  Dompet Dhuafa Jogja dan BMT UMMAT sebagai Mitra Pengelola Zakat. Tujuan dari program ini adalah untuk memfasilitasi dan meningkatkan produktivitas peternak lokal serta memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sektor wisata kuliner Yogyakarta.

        Seiring berkembangnya Yogyakarta sebagai tujuan wisata kuliner, permintaan akan daging domba berkualitas semakin meningkat. Program peternakan domba ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan dukungan berupa pelatihan teknis, bantuan modal, dan akses ke pasar yang lebih luas. Para peternak lokal akan dibina dalam pemilihan bibit domba unggul, penerapan metode pemberian pakan yang sesuai, serta pengelolaan kesehatan ternak yang optimal.

        Doa bersama jelang serah trima domba program Inti-Plasma Breeding

        “Dompet Dhuafa terus berupaya menghadapi tantangan zaman dalam melayani mustahik, dengan menyesuaikan programnya pada kondisi dan situasi masyarakat yang terus berkembang. Kami yakin bahwa program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal sekaligus memperkuat Yogyakarta sebagai destinasi wisata kuliner yang khas dengan berbagai olahan daging domba. Selain itu, kesadaran masyarakat Muslim terhadap ibadah kurban semakin meningkat setiap tahunnya. Melalui program ini, diharapkan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha dapat terpenuhi.” ujar Muhammad Zahron dalam sambutannya, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        “ Program Inti-Plasma Breeding merupakan program inisiasi Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui DD Farm Yogyakarta untuk memberdayakan peternakan domba dengan skema inti-plasma terpadu. Dalam program ini alhamdulillah BMT UMMAT dipercaya oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta Kembali untuk ikut menjadi mitra kerjasama. Dengan total domba 21 ekor, 1 ekor pejantan dan 20 ekor betina. Tentunya program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat/peternak, dan untuk menjaga keberlangsungan populasi domba, serta  menjadi kemitraan strategis bagi masing-masing pihak.” Ujar  Ibu Dewi perwakilan dari BMT UMMAT

        Sambutan oleh Ibu Wibawanti Wulandari, S.P, M. Si selaku Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul

        Acara sambutan selanjutnya di isi oleh Ibu Wibawanti Wulandari, S.P, M. Si selaku Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang kemudian diakhiri dengan sesi serah trima domba.

        ” Dengan danya program ternak domba di Gunungkidul ini, menjadi salah satu langkah awal kabupaten ini untuk berkembang. Dimana Gunungkidul dengan keunikananya tersendiri ternyata Gunungkidul juga memiliki potensi besar dalam hal peternakan.Disini saya mewakili Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat berterimakasih dan mendukunng program ini yang nantinya kami akan ikut serta dalam memberikan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan hewan ternak domba ini, karena kita ketahui bahwa kasus PMK pada hewan masih sering terjadi dan di Kabupaten Gunungkidul kasus wabah antraks masih sering terjadi”  Imbuhnya

        Indonesia Berdaya, Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Koperasi

        Indonesia Berdaya, Dompet Dhuafa Yogyakarta Gelar Sekolah Koperasi

        Dompet Dhuafa Yogyakarta – Wujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran kelembagaan koperasi, IMZ dan Dompet Dhuafa Yogyakarta adakan Sekolah Manajemen Koperasi selama 3 hari di Disaster Oasis training center Kaliurang, Sleman, Yogyakarta pada hari Rabu 6 November 2024, dengan dihadiri 33 orang pegiat koprasi.

        Perwakilan lembaga filantropi berkumpul dan berdiskusi sebagai pembuka dalam Sekolah Manajemen Koprasi,Volume usaha koperasi di Indonesia di tahun 2023 sebesar Rp 182,35 triliun, menyumbang 6.2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dikelola dengan baik, maka akan berperan lebih besar dalam perekonomian nasional. Faktor kunci keberhasilan koperasi antara lain kesadaran anggota, kecakapan pengurus/pengelola, ketersediaan modal, dan dukungan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, YWIB bersama IMZ memulai program yang menyasar koperasi di tahun 2024 ini melalui pelatihan koperasi di 6 kota.

        “Mendaki Merapi jalannya sangatlah terjal

        Perlu siapkan kesehatan dan banyak bekal

        Koperasi soko guru ekonomi nasional

        Mari kita bersinergi secara professional”

        (Pantun pembuka Talkshow “Koperasi Sukses, Anggota Sejahtera” oleh Priyonggo S.)

        Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB) adalah lembaga yang berkhidmat kepada masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi dengan pendekatan Filantropreneur. Ragam bidang program yang dikelola oleh YWIB meliputi ; Pertanian, Peternakan, Perikanan, Usaha Produksi dan Perdagangan, serta Keuangan Mikro. YWIB merupakan Mitra Pelaksana Program dari Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa di bidang pemberdayaan dan filantropreneur.

        Selama 3 hari, Sekolah Manajemen Koperasi menjadi penguatan kapasitas para praktisi koperasi mitra dan jejaring Dompet Dhuafa utamanya koperasi produsen dan koperasi konsumen dengan fokus tata kelola dan pengembangan bisnis.  

        “Tujuan YWIB menggulirkan Sekolah Manajemen Koperasi adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran kelembagaan koperasi. Tindak lanjut dari sekolah ini diharapkan memantik kolaborasi antar koperasi, menguatkan rantai pasok dan potensial pasar, serta scale up usaha koperasi” ujar Udhi Tri Kurniawan, Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa dalam pengantarnya.

        Agenda hari ini dibuka dengan Talkshow dengan bertajuk “Koperasi Sukses, Anggota Sejahtera” yang memaparkan pakar-pakar perkoperasian DIY, diantaranya Bapak Anif Hidayatullah Pendamping Koperasi Dinkop UKM DIY, Ibu Afifah Noor Hayati Founder Koperasi Konsumen BMT Bina Ummah, dan Bapak Rury Febrianto, SE., MM. Direktur PBMT Ventura, Dewan Pakar BMT Beringharjo. Diskusi ini dimoderatori oleh Dosen Universitas Islam Indonesia, Bapak Priyonggo Suseno, SE., M.Sc., Ph.D.

        IMZ Consulting merupakan social enterprise yang fokus pada capacity building, consulting, research dan asesmen, utamanya pada bidang manajemen SDM dan pemberdayaan. Sekolah Manajemen Koperasi merupakan kolaborasi bersama YWIB dan Dompet Dhuafa yang diselenggarakan di 6 wilayah diantaranya DIY – Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, Jabodetak – Lampung.

        Pipanisasi, Ikhtiar DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta  Atasi Krisis Air

        Pipanisasi, Ikhtiar DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta Atasi Krisis Air

        Dompet Dhuafa Yogyakarta —Dampak kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), salah satunya di Dusun Nogosari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Merespons bencana kekeringan yang terjadi, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Yogyakarta lewat program “Air untuk Kehidupan” menghadirkan pipanisasi di Dusun Nogosari, yang sukses terpasang pada Senin (28/10/2024) lalu.  

        Pipanisasi ini mengalirkan air dari sumber sumur bor yang sudah ada ke  30 rumah di RT 35 dan 36 RW 18 Dusun Nogosari. Sebanyak 40 KK atau 150 jiwa mendapatkan manfaat dari pipanisasi ini.  

        Sejak bulan Juni 2024, sejumlah wilayah DIY meliputi Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul mengalami dampak kekeringan akibat kemarau panjang. Selama hari tanpa hujan tersebut sumber-sumber air warga—sumur galian dan sumur tadah hujan di rumah masing-masing—mengalami kekeringan.  

        Selama kemarau, warga Dusun Nogosari mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci dan mandi, meskipun debit air di sungai tersebut berkurang secara signifikan.  Kebutuhan air warga juga diperoleh dari bantuan air bersih  dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah yang didistribusikan ke sejumlah penampungan air di setiap dusun.

        Selain itu, untuk kebutuhan masak dan minum, air bersih didapatkan warga dari sumur bor yang kegunaannya diperuntukkan secara komunal. Kendala yang menghambat adalah akses jarak ke sumur bor ini lumayan jauh. Sehingga tidak semua warga mampu mengakses sumber air tersebut. 

        Pipanisasi menjawab kendala yang dihadapi warga tersebut, dengan mengalirkan air dari sumur bor yang berada di titik tertinggi di Dusun Nogosari ke rumah-rumah.  

        pipaniasai

        “Setelah dilakukan pipanisasi ini semoga dapat membantu meringankan beban warga akan akses kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Program ini dilakukan secara gotong royong bersama warga, dengan begitu mudah-mudahan ada tanggungjawab bersama dalam merawat fasilitas yang sudah ada ini,” tutur Eka Suwandi Manajer Tanggap Darurat, Pemulihan dan Kerelawanan (TDPK) DMC Dompet Dhuafa. 

        “Dan harapannya semoga kita bisa melakukan program serupa di lebih banyak titik agar semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu,” lanjutnya.  

        Taqi Falsafati staf TDPK DMC Dompet Dhuafa sekaligus penanggungjawab Program Pipanisasi di Kulon Progo  menyampaikan berkat pipanisasi ini warga sudah mendapatkan akses air yang lebih baik dari sebelumnya, dan juga pemasangan pipanisasi ini bisa sesuai rencana tidak luput dari gotong royong warga Dusun Nogosari.  

        “Alhamdulillah, sampai saat ini air cukup baik. Mudah-mudahan ke depannya air akan stabil.  Saat ini air tersebut sudah bisa digunakan oleh sebenyak 30 KK. Kami juga akan melihat perkembangan air tersebut, jika air tetap stabil kemungkinan pipanisasi ini akan kami perluas untuk penerima manfaatnya,” ucap Taqi.

        pipaniasasi

         

        Ahmad Bahrudin salah satu warga Dusun Nogosari menyampaikan tanggapan positifnya terkait pipanisasi yang telah diadakan.

        “Antusias warga sangat luar biasa. Mereka semangat banget karena harapan atau impian saya dan seluruh warga itu hampir tercapai dan Alhamdulillah sampai saat ini tercapai. Kami bisa menikmati dan bisa memiliki air yang sungguh luar biasa seperti itu,” ujar Bahrudin.  

        Bersama dengan warga lainnya, Ahmad Bahrudin turut membantu tim DMC Dompet Dhuafa dalam proses pemasangan pipanisasi ini. Kini berkat solidaritas bersama air sudah bisa mengalir ke setiap rumah. Kendala-kendala yang dihadapi warga saat kekeringan melanda kian teratasi.  

        “Untuk yang terakhir kami sampaikan harapan kami semua sumur bor ini bisa bertahan cukup lama dan harapan kami untuk mata airnya tetap stabil sehingga kebutuhan warga seluruhnya dalam bentuk apapun yang digunakan warga selalu tercukupi,” ucap Bahrudin. 

        “Dan kami juga memohon kepada Allah SWT kepada donatur terkhusus pada Dompet Dhuafa semuanya selalu diberikan ke-istiqomah-an, panjang umur, kesehatan dan rezeki yang melimpah. Serta terus bisa memberikan dampak positif dan kemaslahatan bagi keluarga dan masyarakat seluruhnya,” pungkasnya.  

        Selain di Kulon Progo, DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta juga telah melakukan pipanisasi di wilayah lain yang terdampak kekeringan di periode kemarau tahun ini, seperti di Kabupaten Gunungkidul, DIY dan Wonogiri di Jawa Tengah.  

        Dengan mengalirnya air bersih ke rumah-rumah warga, harapan dan mimpi masyarakat Dusun Nogosari akan kehidupan yang lebih layak perlahan menjadi nyata. 

        Kawan Baik, pipanisasi ini bukan hanya tentang air yang mengalir, tetapi juga tentang kepedulian, kebersamaan, dan ketulusan dari mereka yang tak pernah lelah berbuat baik.  

        Setiap tetes yang mengalir ke rumah-rumah kini adalah bukti nyata bahwa cinta kasih tak pernah kering, seperti halnya harapan yang tak pernah padam di tengah kekeringan.  

        Semoga program ini menjadi langkah awal bagi lebih banyak masyarakat yang akan terbantu, karena di balik setiap usaha yang tulus, ada kehidupan yang akan terus tumbuh. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (MAA/DMC Dompet Dhuafa) 

        Khalifah Bani Umayyah Sebuah Era Politik Sejarah Islam

        Khalifah Bani Umayyah Sebuah Era Politik Sejarah Islam

        Khalifah Bani Umayyah merupakan salah satu dinasti paling penting dalam sejarah Islam, yang berkuasa dari tahun 661 hingga 750 Masehi. Dinasti ini didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan, merupakan khalifah pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin.

        Setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 632 H, umat Islam menghadapi kesulitan dalam memilih khalifah yang akan menggantikan posisi beliau. Masa Khulafaur Rasyidin dibuka oleh Abu Bakar dan berakhir oleh Ali bin Abi Thalib memberikan kontribusi penting bagi perkembangan islam. Namun, setelah kematian Ali, fase pemerintahan umat Islam berlandaskan musyawarah mufakat pun berakhir, dan sistem monarki absolut mulai dominan.

        Mu‘awiyah merupakan putra dari Abu Sufyan. Lahir 15 tahun sebelum hijrah. Beliau masuk Islam bersama ayah dan saudara lelakinya, Yazid, serta semua orang Quraisy dalam Fathu Makkah atau penaklukan Kota Makkah. Muawiyah bin Abu Sufyan adalah seorang pemimpin yang cerdas dan berpengalaman. Sebelum menjadi khalifah, ia menjabat sebagai gubernur Syam dan berhasil memperkuat kekuasaan Islam di wilayah tersebut. Keberhasilannya dalam Perang Shiffin melawan Ali juga menjadi faktor penting dalam legitimasi kekuasaannya.

        Setelah Ali bin Abi Thalib wafat, Hasan bin Ali bin Abi Thalib menggantikannya namun hanya singkat. Ketika Hasan mundur, Mu‘awiyah mengambil alih kekuasaan menjadi khalifah pertama Bani Umayyah pada tahun 661 M. Ini merupakan titik tolak berdirinya Dinasti Umayyah, yang di pelopori oleh Mu‘awiyah. Peran Mu‘awiyah dalam memperkuat kekuasaan tidaklah mudah. Beliau harus melewati tantangan berbagai pemberontakan seperti Abdullah bin Zubair di Hijjaz, pemberontakan Kaum Syi’ah dan Khawarij, serta aksi teror al-Mukhtar bin Ubaid As-Saqafi di Kufah.

        Perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan terjadi pada masa Mu‘awiyah. Beliau mengubah sistem pemerintahan dari demokratis menjadi monarki absolut, di mana kekuasaan berpusat pada khalifah serta keluarganya. Pejabat-pejabat tinggi di bawahnya berasal dari keturunan Arab, sehingga memastikan loyalitas dan kontrol yang efektif atas wilayah-wilayah yang luas.

        Di bidang ekonomi, Mu‘awiyah melakukan arabisasi yang intensif. Bahasa Arab menjadi bahasa resmi dalam administrasi, termasuk di kantor pajak dan keuangan. Selain itu, beliau juga mencetak mata uang secara teratur untuk memfasilitasi transaksi perdagangan lintas wilayah. Strategi ini membantu stabilisasi ekonomi serta memperkuat integrasi wilayah-wilayah yang di kuasai.

        Dinasti ini memiliki total 14 Khalifah Bani Umayyah selama masa pemerintahannya. Nama-nama tersebut antaranya adalah

        1. Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60 H/661-680 M)
        2. Yazid bin Mu’awiyah (60-64 H/680-683 M)
        3. Mu’awiyah bin Yazid (64-64 H/ 683-683 M)
        4. Marwan bin Hakam (64-65 H/683-685 M)
        5. Abdul Malik bin Marwan (65-86 H/685-705 M)
        6. Al-Walid bin Abdul Malik (86-96 H/705-715 M)
        7. Sulaiman bin Abdul Malik (96-99 H/ 715-716 M)
        8. Umar bin Abdul Aziz (99-101 H/715-720M)
        9. Yazid bin Abdul Malik (101-105 H/720-724 M)
        10. Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H/724-743 M)
        11. Walid bin Yazid (125-126 H/743-744 M)
        12. Yazid bin Walid (126-127 H/744-744 M)
        13. brahim bin Walid (127-127 H/744-745 M)
        14. Marwan bin Muhammad (127-132 H/745-750 M)

        Dari total 14 khalifah yang pernah memimpin, terdapat 5 khalifah Bani Umayyah yang terkenal  yaitu, Muawiyah bin Abi Sufyan, Yazid bin Muawiyah, Abdul Malik bin Marwan, Al-Walid bin Abdul Malik serta Umar bin Abdul Aziz. Masing-masing khalifah memiliki kontribusi dan tantangan tersendiri dalam memperkuat serta memperluas kekuasaan pada dinasti ini.

        Mu’awiyah dikenal karena kebijakan cerdasnya dalam memperkuat stabilitas politik. Beliau berhasil memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus serta menjadikannya ibu kota kekhalifahan. Di bawah kepemimpinannya, beliau berhasil melakukan ekspansi wilayah yang signifikan hingga mencapai Spanyol di barat serta India di timur.

        Khalifah Abdul Malik melanjutkan kebijakan ini dengan memperkenalkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi serta mencetak mata uang baru. Ekspansi militer dengan serangan ke Bizantium dan Persia, memperluas pengaruh Islam di kawasan tersebut.

        Pada masa ini juga di tandai dengan kemajuannya dalam berbagai bidang. Di bidang ekonomi, mereka mengembangkan sistem perpajakan yang efisien dengan membangun infrastruktur seperti jalan raya dan bangunan publik. Khalifah Al-Walid terkenal karena proyek-proyek pembangunan besar seperti masjid megah serta fasilitas umum lainnya.

        Dalam bidang pendidikan, beliau mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan seni dan budaya Islam, dengan banyak karya sastra dan arsitektur yang masih di akui hingga saat ini.

        Masa kejayaan Bani Umayyah sering kali berkaitan dengan kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, yang di kenal sebagai khalifah yang adil. Beliau menerapkan reformasi sosial yang menguntungkan rakyatnya dan berusaha untuk menegakkan keadilan. Namun, setelah kematiannya, dinasti ini mulai mengalami kemunduran akibat konflik internal dan pemberontakan.

        Pada tahun 750 M, Bani Umayyah akhirnya digulingkan oleh Dinasti Abbasiyah melalui Revolusi Abbasiyah. Banyak anggota keluarga Bani Umayyah terbunuh atau melarikan diri ke Spanyol, di mana mereka mendirikan Kekhalifahan Cordoba.

        Khalifah Bani Umayyah memainkan peran krusial dalam sejarah Islam dengan memperluas wilayah kekuasaan dan memperkenalkan banyak reformasi penting. Meskipun dinasti ini akhirnya runtuh, warisan mereka tetap hidup dalam berbagai aspek kehidupan umat Islam hingga saat ini. Pengaruh politik, sosial, dan ekonomi yang di tinggalkan oleh dinasti ini sangat terasa dalam perkembangan selanjutnya dari peradaban Islam

        Manfaat Surat Al-Waqiah untuk Wanita: Amalan Penuh Keberkahan

        Manfaat Surat Al-Waqiah untuk Wanita: Amalan Penuh Keberkahan

        Manfaat Surat Al-Waqiah Untuk Wanita – Surat Al Waqiah adalah salah satu surat ke – 56 dalam Al Quran yang terdiri dari 96 ayat. Nama “Waqiah” sendiri berasal dari kata Arab “Al-Waaqi’ah,” yang artinya “hari kiamat.” Surat ini termasuk golongan Makkiyah, yaitu surat-surat yang di turunkan di kota Mekkah. Surat Al Waqiah di kenal karena keutamaannya yang luas, terutama dalam membuka pintu rezeki dan melindungi dari kemiskinan.

        Ssebagai amalan terbaik bagi wanita karena kelebihannya dalam melindungi dari segala kemudharatan dunia dan menghindari kemiskinan. Zakia Machdi dalam buku ‘Multi Perspektif Surat Al-Waqiah’ menyebutkan bahwa membaca surah ini merupakan amalan yang ideal bagi perempuan karena dapat menjadi pelindung bagi dirinya dari berbagai masalah.

        Salah satu riwayat tentang keutamaan surat Al Waqiah datang dari Abdullah bin Mas’ud, shahabat Rasulullah saw. Ketika Abdullah sakit parah, Utsman bin Affan menjeguknya lalu bertanya apakah ia ingin dokter atau sumbangan untuknya. Abdullah menjawab bahwa ia tidak membutuhkan kedua hal tersebut tetapi malah mengharapkan rahmat Allah. Kemudian, Utsman bin Affan memberikan nasihat yang ikhlas dengan kata-kata berikut: “Surat al-Waqiah adalah surat yang membuat kaya. Maka bacalah ia dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian.” Ini menunjukkan betapa pentingnya membaca surah ini bagi perempuan agar dapat melindungi dirinya dari kemiskinan dan kesulitan hidup lainnya.

        Dalam konteks kehidupan sehari-hari, surat ini tidak hanya berfungsi sebagai bacaan spiritual, tetapi juga sebagai sumber motivasi dan perlindungan. Banyak manfaat yang bisa di peroleh jika wanita rutin membaca surat ini. Apa saja manfaatnya? Yuk simak penjelasan manfaat Surah Al Waqiah untuk wanita.

        Dengan membaca Surah Al Waqiah secara rutin, rezeki akan di mudahkan dan mengalir dengan lancar dari berbagai penjuru. Ini termasuk rezeki dalam bentuk materi seperti pekerjaan maupun bisnis yang sukses, kebahagiaan, serta kesehatan. Bahkan bila membaca selama 40 hari 40 malam, maka rezeki kita akan semakin banyak dan mudah di dapatkan.

        Surat Al Waqiah memiliki keutamaan sebagai penghindar kemiskinan. Siapa pun yang membaca Surat ini secara rutin akan di jauhkan oleh Allah SWT dari kemiskinan dan kesengsaraan dunia.

        Selain itu, Surat Al Waqiah juga menjadi pelindung bagi wanita dari segala macam kemudaratan dunia. Hal ini sangat berguna bagi para ibu rumah tangga atau gadis-gadis muda yang ingin melindungi diri dari berbagai masalah hidup. Dalam berbagai riwayat, di sebutkan bahwa surat ini memberikan perlindungan khusus bagi wanita serta anak-anak perempuan mereka.

        Jika membaca sebanyak 14 kali seusai sholat Ashar, orang tersebut akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah tanpa habis-habisnya. Ini merupakan salah satu contoh bagaimana Surah Al Waqiah dapat memberikan keberkahan materi bagi siapa saja yang membacakannya dengan tekun.

        Mengenai ketenangan jiwa dan raga, Imam Muhammad Al-Baqir sa berkata bahwa barangsiapa yang membaca Surah Al-Waqiah sebelum tidur akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama. Ini menunjukkan betapa damai dan tenang jiwa seseorang yang rutin membaca Surah Al Waqiah.

        Membaca surat Al-Waqiah juga berfungsi untuk memperkuat iman wanita. Ayat-ayatnya menjelaskan tentang kebesaran Allah SWT serta balasan amal perbuatan di hari akhir. Dengan merenungkan makna ayat-ayat tersebut, wanita dapat meningkatkan keyakinan mereka kepada Allah dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kehidupan setelah mati.

        Surah ini mengajarkan pentingnya kesabaran serta keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Dengan membaca surah Al-Waqiah secara rutin, mengajarkan wanita untuk tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi segala cobaan yang datang. Ini sangat penting dalam membantu mereka mengatasi tantangan hidup.

        Surah Al-Waqiah adalah amalan yang sangat di anjurkan bagi wanita untuk meraih keberkahan dalam hidup mereka. Dengan membaca dan mengamalkan isi surat ini secara rutin, wanita tidak hanya mendapatkan ketenangan hati tetapi juga membuka pintu rezeki, memperkuat iman, serta melindungi diri dari kemudharatan. Manfaat-manfaat ini menjadikan Surah Al-Waqiah sebagai salah satu bacaan penting dalam kehidupan sehari-hari bagi kaum wanita.

        Dengan demikian, penting bagi setiap wanita untuk memahami dan mengamalkan Surat Al-Waqiah sebagai bagian dari kehidupan spiritual mereka untuk mendapatkan manfaat Surah Al-Waqiah untuk wanita dalam mencapai kebahagiaan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat.

        8 Keajaiban Surat Al-Waqiah: Amalan Pembuka Pintu Rezeki

        8 Keajaiban Surat Al-Waqiah: Amalan Pembuka Pintu Rezeki

        8 Keajaiban Surat Al-Waqiah – Surat Al Waqiah dengan rutinitas harian demi menciptakan kehidupan lebih sejahtera dan suci. Surat Al Waqiah merupakan surat ke-56 dalam Al Quran, di percaya memiliki keajaiban yang tak ternilai. Terdiri dari 96 ayat dan termasuk golongan Makkiyah, artinya di turunkan di Mekkah. Keutamaan membaca surat ini sangat luas, baik dalam hal rezeki, kesucian jiwa, maupun perlindungan dari segala kesusahan hidup. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai 8 keajaiban Surat Al Waqiah.

        Salah satu keutamaan terbesarnya adalah dapat mendatangkan rezeki. Banyak hadits menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyukai membaca surah ini. Bahkan, Imam An Nawawi menjelaskan bahwasannya surat ini merupakan surat pilihan serta di anjurkan sebagai bacaan dalam shalat.

        Abdullah bin Mas’ud, salah satu sahabat nabi Muhammad saw, pernah mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda,“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya”.(HR Abu Ya’la dan Ibnu Asakir).

        Utsman ibn Affan pun pernah mengunjungi Abdullah bin Mas’ud ketika sakit dan mendengar jawaban yang sama.

        Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca Surah Al-Waqi’ah setiap hari, maka ia akan terhindar dari kekafiran. Kekafiran sendiri merupakan salah satu perbuatan yang Allah SWT sangat tidak suka.

        Selain mendatangkan rezeki, surat ini juga di yakini bisa melindungi dari segala kesusahan hidup. Hadits yang di riwayatkan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq menyebutkan bahwa, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah pada malam Jumat, ia akan di cintai Allah, di cintai manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia”.

        Imam Muhammad Al-Baqir pun berkata bahwa, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama”. Ini menunjukkan betapa kuatnya perlindungan spiritual yang di berikan Surat Al Waqiah.

        Surat Al-Waqiah di yakini memiliki beragam manfaat sangat penting, terutama bagi wanita dan gadis. Ketika surat ini di baca secara rutin oleh mereka sendiri, atau di perdengarkan untuk mereka, banyak yang percaya bahwa hal itu dapat memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kesulitan dan bahaya yang ada di dunia ini. Selain itu, surat ini juga di percaya mampu membantu mencegah datangnya kesulitan finansial atau kemiskinan. Dengan demikian, pembacaannya tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan tentram dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

        Membacanya rutin tidak hanya memberikan perlindungan spiritual tetapi juga bisa membawa seseorang menuju kesuksesan material. Diceritakan bahwa jika orang membaca surah ini sebanyak 14 kali seusai shalat Ashar, niscaya ia akan mendapatkan kekayaan berlimpah dan tidak akan ada habisnya.

        Manfaat lain dari Surah Al-Waqi’ah adalah membantu memperlancar proses sakaratul maut. Apabila ini dibacakan kepada seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut, diyakini bahwa ruhnya akan lebih mudah keluar dari jasadnya, sehingga ia tidak mengalami proses sakaratul maut berkepanjangan.

        Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al Waqiah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah”.

        Ini menunjukkan betapa pentingnya bacaan Surah Al Waqiah sebagai syafa’at pada hari kiamat. Selain itu, hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyatakan bahwa, “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, wajahnya akan bersinar di hari kiamat”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa membaca Al-Waqiah dengan penuh khusyuk dapat menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan di akhirat.

        Rasulullah SAW juga bersabda, “Bacalah Surat Al-Waqiah, karena surat ini merupakan pelindung dari siksa kubur” (HR. At-Tirmidzi). Keutamaan ini menegaskan bahwa Surah Al-Waqiah berperan penting dalam memberikan perlindungan dari api neraka dan siksa kubur.

        Membaca Surah Al-Waqiah tidak sekadar dilakukan secara mekanis, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap maknanya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah menjanjikan pahala sangat besar bagi mereka yang memahami isi serta mengamalkan ajaran-ajaran di dalamnya.

        Kisah nyata keajaiban Surat Al Waqiah telah dialami oleh banyak sahabat di masa lampau, baik dari kalangan ulama, tokoh-tokoh saleh, hingga orang-orang biasa. Dengan keyakinan teguh, pembacaan surah ini dipercaya mampu membuka pintu rezeki dari sumber-sumber tak terbayangkan.

        Tidak hanya sekadar ayat-ayat Quran biasa. Al Waqiah merupakan salah satu keajaiban al-Quran yang telah diterima dengan sabar oleh ummat Islam selama ribuan tahun. Keutamaannya sangat luas, mulai dari mendatangkan rezeki hingga melindungi dari segala kesusahan hidup. Oleh karena itu, setiap muslim diharapkan untuk mengamalkan

        Kisah Perang Yarmuk, Sang Gelombang Penaklukan Muslim Awal

        Kisah Perang Yarmuk, Sang Gelombang Penaklukan Muslim Awal

        Kisah perang Yarmuk – merupakan salah satu pertempuran paling signifikan dalam sejarah dunia, terutama dalam konteks ekspansi militernya Kekhalifahan Islam awal. Terjadi pada tahun 636 M, peristiwa ini menandai titik balik dalam dominasi Kekaisaran Romawi Timur di wilayah Levant, termasuk Suriah dan Yordania modern. Bagaimana dengan kisah lengkapnya? mari kita simak bersama mengenai kisah Perang Yarmuk!

        Perang Yarmuk melawan pasukan Romawi bertujuan untuk melakukan ekspansi militer dan penaklukan wilayah. Setelah kematian Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, Kekhalifahan Islam awal di pimpin oleh Abu Bakar ash-Shidiq. Namun, perhatian utama Abu Bakar saat itu adalah mengatasi masalah pemurtadan di Jazirah Arab. Meskipun demikian, Abu Bakar memiliki visi untuk membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dari penguasaan Romawi Timur. Untuk mencapai tujuan ini, tepatnya tahun 633 M, Abu Bakar mengirim empat batalyon berbeda guna menaklukkan Syria.

        Namun, ekspedisi awal ini gagal total karena kuatnya pasukan Romawi. Mendapatkan informasi tentang kegagalannya, Abu Bakar meminta bantuan dari Khalid bin Walid, seorang jenderal terkenal yang sukses dalam menghadapi musuh di Irak. Khalid diberi mandat untuk memimpin keempat batalyon prajurit Muslim yang sedang menjalankan misi pembebasan Syria tersebut.

        Pasukan Muslim terbagi menjadi tiga sayap yaitu kanan, tengah, dan kiri, masing-masing di pimpin oleh sahabat Nabi Muhammad SAW. Sayap-sayap ini kemudian terbagi lagi menjadi unit-unit kecil sebanyak 1.000 orang, yang di sebut “unit kecil”. Tujuan strategis ini adalah untuk memaksimalkan efektivitas serangan dengan cara menyesuaikan diri dengan gaya perang Romawi yang berbasis pada kombinasi kavaleri dan infanter.

        Pada tanggal 15 Agustus 636 M, pasukan Muslim dan Romawi Timur bertemu di medan perang Sungai Yarmuk. Awalnya, pasukan Muslim menggunakan unit-unit kecil untuk menyerang secara selektif dan bertahan, membuat musuh merasa dominan. Namun, setelah beberapa hari, Khalid bin Walid memerintahkan serangan massif untuk menghabiskan kekuatan lawan. Strategi ini berhasil; pasukan Romawi terdesak dan akhirnya kalah total.

        Perang Yarmuk memiliki jumlah pasukan sebanyak 276.000 prajurit, dengan 36.000 prajurit pasukan Muslim serta 240.000 prajurit milik pasukan Romawi Timur yang di pimpin oleh Jenderal Byzantium dan Vahan. Romawi memiliki pasukan prajurit yang lebih banyak serta kekuatan besar di banding lawan, namun mereka kurang fleksibel dalam strategi pertempuran menghadapi prajurit muslim. Hal ini yang menjadikan Pasukan Romawi kalah telak dalam Perang Yarmuk.

        Perang yang  berlangsung selama enam hari intensif ini merenggut korban jiwa pasukan Muslim sebanyak 3000 prajurit syahid, sedangkan pasukan Romawi mengalami kerugian yang parah dengan estimasi korban sebesar 70.000–120.000 tentara. Keberhasilan militer ini merupakan titik balik historis yang signifikan karena mengakhiri kekuasaan Romawi di Levant dan membuka pintu bagi ekspansi Islam ke wilayah Palestina, Suriah serta Mesopotamia.

        Hikmah dari perang Yarmuk adalah iman dan ketakwaan para prajurit Muslim. Meski hanya memiliki sepertiga jumlah pasukan lawan, mereka berhasil mengalahkan Romawi Timur karena keyakinan kuat pada Allah SWT. Strategi militer yang cerdas serta kerjasama tim yang solid turut membantu dalam mencapai kemenangan ini.

        Selain kemenangan fisik, perang Yarmuk juga menunjukkan penghargaan moral dan spiritual yang sangat tinggi. Para pemimpin Muslim seperti Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah menunjukkan sikap senioritas yang luar biasa, saling hormat serta menghargai posisi masing-masing tanpa ada permusuhan internal.

        Peristiwa ini bukan hanya pertempuran biasa, tapi merupakan tonggak penting dalam sejarah awal Islam. Dengan adanya peristiwa tersebut juga dapat memperkuat reputasi Khalid bin Walid sebagai salah satu komandan militer zaman Pertengahan. Pertempuran ini juga menunjukkan betapa pentingnya strategi dan koordinasi dalam perang, serta iman dan keteguhan hati yang melebihi numerikal

        Kisah Perang Yarmuk membuka pintu gerbang bagi ekspansi Islam ke wilayah Levant, Palestina, Syria serta Mesopotamia. Kemenangan ini menandai awal dari penaklukan Muslim di luar Semenanjung Arab dan mempermudah masuknya Islam ke wilayah-wilayah Kristen.

        Inidia Surat Al Fatihah Dan Artinya: Surah Pertama dalam Al-Qur’an

        Inidia Surat Al Fatihah Dan Artinya: Surah Pertama dalam Al-Qur’an

        Surat Al Fatihah dan artinya – Merupakan salah satu surat paling utama dalam Al Quran, terletak di posisi pertama dari lima surat awal yang dibaca dalam setiap rakaat shalat. Surat ini terdiri atas tujuh ayat, mengandung makna filosofis serta teologis mendalam, sehingga sangat penting bagi umat Islam untuk memahami dengan baik.

        Al-Fatihah, dalam bahasa Arab berarti “pembukaan”, adalah surah pertama dalam Al-Qur’an. Surat ini diturunkan di Makkah, sehingga termasuk golongan surah Makkiyah. Surat Al-Fatihah merupakan surat pertama yang diturunkan secara lengkap di antara surah-surah lainnya dalam Al-Qur’an.

        Surat ini juga disebut Ummul Qur’an atau Ummul Kitab, karena dianggap sebagai induk dari seluruh isi Al-Qur’an. Selain itu, Al-Fatihah juga disebut As-Sab’ul Matsani karena terdiri dari tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam salat. Surat ini sangat dimuliakan dan menjadi bacaan wajib dalam setiap salat.

        Surat ini terdiri dari tujuh ayat yang membentuk satu kesatuan makna. Setiap ayat memiliki keunikan serta pesan tersendiri, membimbing umat Islam untuk menyampaikan pujian, pengakuan, doa, dan pengharapan kepada Allah. Berikut adalah arti Surat Al-Fatihah ayat 1-7:

        بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

        Bismillahirrahmanirrahim

        Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

        Digunakan untuk memulai setiap aktivitas dengan menyebut nama Allah, mencerminkan kebersihan hati dan kekudusan dalam setiap langkah.

        اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

        Alhamdulillahi rabbil alamin

        Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

        Ayat ini menegaskan bahwa segala puji dan kemuliaan hanya milik Allah, sang Tuhan Maha pencipta dan pemelihara seluruh alam.

        الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

        Ar-Rahmanir Rahîm

        Artinya: “Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.”

        Ayat ini menekankan sifat kasih sayang Allah yang tak terhingga, mencerminkan cintanya begitu abadi kepada semua makhluk.

        مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

        Maliki yaumiddin

        Artinya: “Pemilik hari pembalasan.”

        Ayat ini menegaskan kepemilikan Allah atas hari kiamat, tempat perhitungan atas segala perbuatan manusia.

        اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

        Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in

        Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

        Ayat ini mengekspresikan ketaatan, ketergantungan total manusia kepada Allah, serta permohonan pertolongannya dalam segala hal.

        اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

        Ihdinash shirathal mustaqim

        Artinya: “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.”

        Ayat ini merupakan doa untuk petunjuk serta arahan hidup benar, sehingga dapat meraih ridha Allah kebahagiaan di dunia dan akhirat.

        صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

        Shirathal ladzina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdzubi ‘alaihim waladldlallin

        Artinya: “(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

        Ayat ini mengidentifikasi jalan lurus sebagai jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, sedangkan jalan salah adalah jalan orang-orang yang dimurkai atau sesat.

        Membaca surat pertama dalam Al-Qur’an ini membawa keutamaan besar dalam Islam. Beberapa contoh keutamaannya adalah:

        Surat Al-Fatihah merupakan bacaan yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah shalat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab.” (HR. Bukhari dan Muslim).

        Sesuai dengan nama lainnya, Asy-Syifa’, diyakini sebagai obat, penawar, dan penyembuh dari berbagai macam penyakit. Salah satu dalil yang mendukung penjelasan tersebut adalah hadis riwayat Jabir. Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jabir, “Maukah aku sampaikan kepadamu tentang surah terbaik dalam Al-Qur’an?” Jabir menjawab, “Iya, saya mau, Rasul.” Kemudian Nabi bersabda, “Surah Al-Fatihah.” Menurut perawi hadis, Nabi menambahkan, “Surah Al-Fatihah itu bisa menjadi obat bagi setiap penyakit.” Namun, penting dicatat bahwa setiap pembacaannya harus disertai dengan keikhlasan, ketulusan, serta niat yang baik kepada Allah SWT.

        Membaca Fatihah dengan rutin dalam kehidupan sehari-hari akan mendapatkan pahala yang setara dengan dua pertiga Al-Quran. Bahkan, pahala tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman saat tidur.

        Surat Al Fatihah dan artinya merupakan inti ajaran tauhid dalam agama Islam. Melalui tujuh ayat tersebut dapat membentuk satu kesatuan makna, surat ini membimbing umat Islam untuk menyampaikan pujian, pengakuan, doa, dan pengharapan kepada Allah. Memahami surat beserta artinya per kata akan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari demi mendapatkan manfaat spiritual serta moral yang tinggi.

        Peristiwa Bulan Jumadil Awal: Lahirnya Seorang Khalifah

        Peristiwa Bulan Jumadil Awal: Lahirnya Seorang Khalifah

        Peristiwa bulan jumadil awal – Bulan Jumadil Awal disebut juga sebagai Jumada al-Ula, merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriyah. Namun, lebih dari sekadar posisi numerologisnya, bulan ini memiliki makna historis dan spiritual yang signifikan dalam agama Islam. Di balik namanya yang unik, Jumada al-Ula menyimpan banyak peristiwa penting dalam mencetak jejak sejarah ummat Muslim. Yuk simak apa saja peristiwa bulan Jumadil Awal!

        Sebelum kita masuk ke detail peristiwa, mari kita bahas aspek linguistik dan meteorologi yang memberikan inspirasi pada penamaan bulannya. Kata Jumada berasal dari kata “jamada”, berarti beku. Hal ini terkait erat dengan kondisi lingkungan pada bulan tertentu, di mana suhu udara turun drastis sehingga menyebabkan mata air dan sumber air lainnya membeku. Oleh karena itu, Jumadil Awal sering di asosiasikan sebagai awal musim dingin di negara-negara Arab.

        Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid menjelaskan beberapa peristiwa bulan Jumadil Awal sebagai berikut:

        Jumada al-Ula adalah bulan kelahiran Ali bin Abi Thalib, yang merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus Khalifah keempat.

        Tepatnya pada tanggal 17 Jumadil al-Ula, sahabat Nabi bernama Asma’ binti abu Bakar bersama ibunya rela melakukan pengorbanan untuk mempertahankan keislamanan mereka meskipun harus mendapat hukuman, tekanan, dan siksaan dari pimpinan yang zalim.

        Alasan terbentuknya persatuan ini adalah sebagai bahan rujukan untuk umat muslim dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan fikih, ilmu, dan pengetahuan di atas kepemimpinan Profesor Dr. Yusuf Al-Qaradhawi. Persatuan ini berdiri pada 24 Jumada al-Ula 1425 atau 11 Juli 2004. Para ulama serta pemikir islam dari seluruh negara di dunia menjadi bagian dari anggota organisasi tersebut.

        Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 13 tahun 11 Hijriyah Putri Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yaitu Fatimah Az-Zahra wafat. Hal ini tentu saja membawa kesedihan bagi umat muslim karena Fatimah Az-Zahra merupakan putri tercinta Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang menjadi bukti berbagai kesulitan dan cobaan yang di terima oleh ayahnya dalam menyampaikan risalah Islam. Fatimah melihat langsung bagaimana Nabi Muhammad SAW tak pernah lelah berdakwah, berjuang menghadapi berbagai penentangan, tekanan, dan tantangan dari masyarakat yang belum menerima ajaran Islam.

        Salah satu peristiwa paling menggembirakan adalah ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memiliki cucu dari putrinya. Pada tanggal 5 Jumada al-Ula tahun 5 Hijriah, lahirlah Zainab, cucu dari Nabi Muhammad SAW, putri dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra. Peristiwa kelahiran Zainab ini merupakan momen penuh kebahagiaan bagi keluarga Rasulullah, karena beliau di karuniai cucu dari putri tercintanya, Fatimah Az-Zahra. Kelahiran Zainab bukan hanya membawa kebahagiaan bagi keluarga Nabi, tetapi juga menjadi peristiwa penting bagi umat Islam, mengingat posisi istimewa keluarga Rasulullah dalam sejarah Islam.

        Pada 10 Jumada al-Ula tahun 36 Hijriah, sahabat Nabi, Thalhah bin Ubaidillah, gugur dalam Perang Jamal. Beliau wafat pada usia 64 tahun, dan jenazahnya di makamkan di Bashrah. Perang Jamal sendiri merupakan pertempuran yang terjadi pada tahun 656 M antara pasukan Khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib, dengan pasukan yang di pimpin oleh Aisyah, Thalhah, dan Zubair.

        Peristiwa penting yang terjadi pada tahun 646 Hijriah yaitu tentara salib ketujuh Prancis di bawah pimpinan Raja Louis IX mulai bergerak ke sebelah timur. Hal ini menyebabkan tentara tersebut kalah dalam peperangan Al-Mansurah dan akhirnya, Louis IX di tawan oleh tentara Islam.

        Meskipun tidak ada hadist khusus yang menyebutkan bulan Jumadil Awal secara langsung, banyak ulama menekankan pentingnya memperbanyak ibadah di setiap bulan Hijriyah. Salah satu hadist yang relevan adalah:

        “Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan sholat dhuha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)

        Hadist ini menunjukkan pentingnya menjaga ibadah secara konsisten sepanjang tahun, termasuk di bulan Jumadil Awal.

        Peristiwa-peristiwa yang terjadi selama bulan Jumadil Awal mengajarkan kita tentang pentingnya komitmen terhadap keluarga, keberanian dalam menghadapi tantangan, serta nilai-nilai perdamaian dan persatuan dalam komunitas Muslim. Bulan ini bukan hanya sekadar penanda waktu, tetapi juga mengingatkan kita akan warisan sejarah dan pelajaran berharga dari kehidupan para tokoh besar Islam.

        Dengan memahami makna dan peristiwa bulan Jumadil Awal, kita di harapkan dapat lebih menghargai perjalanan sejarah Islam serta mengambil inspirasi dari keteladanan para ulama dan sahabat Nabi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebagai umat Muslim, kita perlu terus menggali pengetahuan tentang sejarah ini agar dapat meneruskan nilai-nilai luhur yang telah di tanamkan oleh generasi sebelumnya

        Amalan di Bulan Rabiul Akhir: Menggapai Kedekatan dengan Allah SWT

        Amalan di Bulan Rabiul Akhir: Menggapai Kedekatan dengan Allah SWT

        Amalan di bulan rabiul akhir – Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan penting dalam kalender Hijriyah. Secara harfiah, “Rabi” berarti musim semi, dan “Akhir” artinya kedua atau selanjutnya. Namun, apa yang membuat bulan ini spesial bagi umat Muslim? Bagaimana cara kita dapat mengoptimalkan dekatnya dengan Tuhan dalam bulan ini? Artikel ini akan membahas tentang anjuran beberapa amalan pada bulan Rabiul Akhir.

        Salah satu amalan utamanya adalah memperbanyak ibadah shalat sunnah. Anjuran untuk melakukan ibadah shalat sunnah selain tahajud yaitu melaksanakan shalat sunnah duha. Melaksanakan shalat duha pada waktu pagi, sedangkan melaksanakan shalat tahajud di malam hari setelah tidur. Melalui shalat sunnah ini, umat Muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah serta dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

        Membaca Al-Qur’an adalah amalan penting yang tidak hanya di sarankan pada bulan Rabiul Akhir, tetapi juga sepanjang tahun. Menyarankan kepada umat Muslim untuk meluangkan waktu lebih banyak guna membaca dan merenungkan isi Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga menjadi sumber petunjuk dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan lancar akan bersama para malaikat yang mulia dan berbakti, sedangkan orang yang membaca dengan terbata-bata akan mendapatkan dua kali lipat pahala.


        Berzikir dan berdoa merupakan amalan paling efektif untuk meningkatkan kesalehan spiritual. Dzikir seperti Tasbih, Takbir, dan Tahmid harus di lakukan secara terus-menerus. Dzikir merupakan bentuk penghambaan kepada Allah yang dapat di lakukan kapan saja. Selain itu, berdoa untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta hidayah juga sangat di anjurkan. Membaca doa bersyukur sebagai ungkapan terima kasih atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Adapun contoh doa bersyukur adalah sebagai berikut:

        رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

        Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin

        Artinya: ”Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)

        Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat di anjurkan di bulan Rabiul Akhir. Menyarankan kepada umat Muslim untuk memberikan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan anak yatim. Selain itu, melakukan kebaikan dalam bentuk membantu sesama, tersenyum kepada orang lain, atau bahkan sekadar membuang sampah pada tempatnya juga merupakan bagian dari amal baik yang dapat di lakukan.

        Mengucap istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan amalan penting. Istighfar menunjukkan penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan merupakan cara untuk mendapatkan pengampunan dari Allah. Dalam konteks ini, umat Muslim dapat mengucapkan kalimat istighfar secara rutin sebagai bagian dari ibadah harian mereka.

        Silaturahmi merupakan hubungan baik antara individu-individu Muslim. Silaturahmi adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Di bulan Rabiul Akhir, umat Muslim didorong untuk memperkuat hubungan dengan keluarga, teman, serta orang-orang terdekat. Mengunjungi saudara atau teman dapat mempererat tali persaudaraan dan menciptakan suasana harmonis dalam masyarakat.

        Menjalankan puasa Senin Kamis serta puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah) dan puasa sunnah lainnya juga sangat dianjurkan. Puasa ini tidak hanya mendidik diri untuk lebih disiplin tetapi juga menambah pahala bagi yang melaksanakannya.

        Menghadiri majelis ilmu atau ceramah agama juga merupakan amalan baik. Dengan berkumpul bersama ulama atau orang-orang berilmu, umat Muslim dapat memperdalam pengetahuan agama mereka serta meningkatkan keimanan.

        Bulan Rabiul Akhir adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan baik. Dengan melakukan berbagai amalan seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, istighfar, memperkuat silaturahmi, puasa sunnah, serta menghadiri majelis ilmu, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan hidayah dari Allah SWT.Melalui pemanfaatan waktu di bulan ini dengan sebaik-baiknya, diharapkan kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta mendapatkan rahmat dan ridha-Nya.

        Keutamaan Menikah di Bulan Rabiul Akhir

        Keutamaan Menikah di Bulan Rabiul Akhir

        Pernikahan adalah salah satu momen penting dalam kehidupan setiap individu. Dalam tradisi Islam, pernikahan memiliki makna mendalam. Bulan Rabiul Akhir, sebagai bulan keempat dalam kalender Hijriah, sering kali menjadi bahan perdebatan terkait keutamaan dan larangan menikah di dalamnya. Artikel ini akan membahas keutamaan menikah, pandangan Islam terkait menikah, serta mitos dan larangan menikah di bulan Rabiul Akhir.

        Dalam ajaran Islam Rabiul Akhir tidak memiliki keistimewaan khusus, namun banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini. Misalnya, seperti peristiwa kemenangan umat Islam dalam berbagai peperangan serta penunjukan Umar bin Khattab sebagai Khalifah kedua.

        Menikah pada waktu ini dapat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tradisi Islam. Selain itu, pernikahan adalah ibadah yang sangat di sarankan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa menikah adalah sunnah beliau dan merupakan cara untuk menyempurnakan setengah agama. Dengan demikian, menikah di bulan ini dapat menjadi langkah baik selama di laksanakan dengan niat yang tulus untuk mendapatkan ridha Allah. Berikut penjelasan lengkap mengenai keutamaan-keutamaannya:

        Salah satu keutamaannya adalah menyempurnakan separuh agama. Rasulullah SAW bersabda bahwa menikah adalah ibadah untuk mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Dengan begitu, seseorang tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga menjalankan perintah Allah SWT dan mengikuti sunnah Nabi. Dalam konteks bulan Rabiul Akhir, pernikahan menjadi lebih bermakna karena di penuhi dengan keberkahan dan peristiwa penting dalam sejarah Islam.

        Dapat menjadi sarana untuk terhindar dari perbuatan zina, yang dilarang keras dalam Islam. Dengan melangsungkan pernikahan, pasangan dapat menjaga kesucian diri, menghindari godaan yang dapat merusak moral dan spiritual mereka. Hal ini sejalan dengan tujuan pernikahan dalam Islam, yaitu membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah.

        Pasangan yang melangsungkan pernikahan pada waktu ini diharapkan akan mendapatkan rezeki yang melimpah dan kehidupannya harmonis. Banyak orang percaya bahwa Allah SWT akan membuka pintu rezeki bagi mereka yang melangsungkan pernikahan dengan niat baik dan dalam waktu yang penuh berkah. Hal ini sejalan dengan keyakinan bahwa setiap tindakan baik akan mendapatkan balasan dari Allah.

        Menikah juga merupakan cara untuk meneruskan garis keturunan. Dalam Islam, memiliki anak adalah salah satu tujuan dari pernikahan. Dengan menikah, pasangan diharapkan dapat membangun keluarga harmonis serta menghasilkan generasi penerus yang baik. Ini sangat penting dalam konteks membangun masyarakat Muslim tangguh, kuat, dan berakhlak mulia.

        Dalam perspektif Islam, tidak ada larangan tegas mengenai menikah di bulan Rabiul Akhir. Sebagian masyarakat mungkin percaya bahwa ada bulan tertentu yang lebih baik atau lebih buruk untuk melangsungkan pernikahan, tetapi ajaran Islam menekankan bahwa setiap bulan adalah baik asalkan pelaksanaannya sesuai dengan syariat.

        Islam mengajarkan bahwa keberkahan pernikahan tidak ditentukan oleh waktu atau bulan tertentu, melainkan oleh niat dan persiapan pasangan. Dalam Al-Quran, Allah SWT menegaskan bahwa pernikahan adalah salah satu cara untuk mencapai ketenangan dan keberkahan dalam hidup. Oleh karena itu, pasangan yang ingin menikah sebaiknya fokus pada persiapan mental dan spiritual mereka daripada terpengaruh oleh mitos atau keyakinan yang tidak berdasar.

        Mitos mengenai larangan menikah pada waktu tersebut banyak beredar di kalangan masyarakat Jawa. Beberapa orang percaya bahwa menikah pada waktu tersebut dapat membawa kesialan atau masalah dalam rumah tangga. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada dasar agama yang kuat untuk mendukung mitos ini. Dalam ajaran Islam, semua bulan dianggap baik dan tidak ada larangan khusus untuk menikah pada bulan tertentu.

        Masyarakat Jawa sering kali mengaitkan larangan ini dengan tradisi budaya terdahulu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pemahaman agama yang lebih baik, banyak orang mulai menyadari bahwa keyakinan semacam ini seharusnya ditinggalkan. Pernikahan seharusnya dilihat sebagai ibadah yang membawa berkah, bukan sebagai sesuatu yang terikat pada waktu tertentu.

        Menikah di bulan Rabiul Akhir adalah pilihan yang sah menurut ajaran Islam. Bulan ini memiliki sejarah penting dalam konteks Islam dan tidak ada larangan tegas mengenai pelaksanaan pernikahan di dalamnya. Pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan sebaiknya memfokuskan perhatian mereka pada niat yang tulus dan persiapan matang untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Dengan memahami keutamaan menikah di bulan Rabiul Akhir serta menanggapi mitos-mitos yang beredar dengan bijak, pasangan dapat menjalani momen sakral ini dengan penuh keyakinan dan harapan akan keberkahan dari Allah SWT.

        Keutamaan Bulan Rabiul Akhir: Amalan Lebih Dekat Dengan  Allah

        Keutamaan Bulan Rabiul Akhir: Amalan Lebih Dekat Dengan  Allah

        Keutamaan bulan rabiul akhir– Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan penting dalam kalender Hijriyah. Secara harfiah, “Rabi” berarti musim semi, dan “Akhir” artinya kedua atau selanjutnya. Namun, apa yang membuat bulan ini spesial bagi umat Muslim? Bagaimana cara kita dapat mengoptimalkan dekatnya dengan Tuhan dalam bulan ini? Artikel ini akan membahas tentang beberapa amalan yang di anjurkan di bulan Rabiul Akhir.

        Salah satu amalan utamanya adalah memperbanyak ibadah shalat sunnah. Di antara shalat sunnah, yang sangat di sarankan adalah shalat duha dan shalat tahajud. Melakukan shalat duha di waktu pagi, sedangkan shalat tahajud di laksanakan di malam hari setelah tidur. Melalui shalat sunnah ini, umat Muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah serta dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

        Membaca Al-Qur’an adalah amalan penting yang tidak hanya di anjurkan di bulan Rabiul Akhir, tetapi juga sepanjang tahun. Sangat menyarankan kepada umat Muslim untuk meluangkan waktu lebih banyak guna membaca dan merenungkan isi Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga menjadi sumber petunjuk dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan lancar akan bersama para malaikat yang mulia dan berbakti, sedangkan orang yang membaca dengan terbata-bata akan mendapatkan dua kali lipat pahala.

        Berzikir dan berdoa merupakan amalan paling efektif untuk meningkatkan kesalehan spiritual. Melakukan Dzikir seperti Tasbih, Takbir, dan Tahmid harus secara terus-menerus. Dzikir merupakan bentuk penghambaan kepada Allah yang dapat di lakukan kapan saja. Selain itu, berdoa untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta hidayah juga sangat di anjurkan. Membaca doa bersyukur sebagai ungkapan terima kasih atas nikmat yang telah Allah SWT berikan . Adapun contoh doa bersyukur adalah sebagai berikut:

        رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

        Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin

        Artinya: ”Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml : 19)

        Bersedekah adalah salah satu amalan yang sangat di sarankan pada bulan Rabiul Akhir. Sangat menyarankan umat Muslim untuk memberikan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan anak yatim. Selain itu, melakukan kebaikan dalam bentuk membantu sesama, tersenyum kepada orang lain, atau bahkan sekadar membuang sampah pada tempatnya juga merupakan bagian dari amal baik yang dapat di implementasikan.

        Mengucap istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan amalan penting. Istighfar menunjukkan penyesalan atas dosa-dosa yang telah perbuat dan merupakan cara untuk mendapatkan pengampunan dari Allah. Dalam konteks ini, umat Muslim dapat mengucapkan kalimat istighfar secara rutin sebagai bagian dari ibadah harian mereka.

        Silaturahmi merupakan hubungan baik antara individu-individu Muslim. Silaturahmi adalah amalan yang sangat di sarankan dalam Islam. Di bulan Rabiul Akhir, mendorong umat Muslim untuk memperkuat hubungan dengan keluarga, teman, serta orang-orang terdekat. Mengunjungi saudara atau teman dapat mempererat tali persaudaraan dan menciptakan suasana harmonis dalam masyarakat.

        Seperti puasa Senin Kamis serta puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah) sangat dianjurkan. Puasa ini tidak hanya mendidik diri untuk lebih disiplin tetapi juga menambah pahala bagi yang melaksanakannya.

        Menghadiri majelis ilmu atau ceramah agama juga merupakan amalan baik. Dengan berkumpul bersama ulama atau orang-orang berilmu, umat Muslim dapat memperdalam pengetahuan agama mereka serta meningkatkan keimanan.

        Keutamaan bulan rabiul akhir adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan baik. Dengan melakukan berbagai amalan seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, istighfar, memperkuat silaturahmi, puasa sunnah, serta menghadiri majelis ilmu, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan hidayah dari Allah SWT.Melalui pemanfaatan waktu di bulan ini dengan sebaik-baiknya, diharapkan kita semua dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta mendapatkan rahmat dan ridha-Nya.

        Doa Untuk Palestina: 1 Tahun Genosida Palestina 41.272 Jiwa Meninggal

        Doa Untuk Palestina: 1 Tahun Genosida Palestina 41.272 Jiwa Meninggal

        Sejarah Genosida Palestina – Konflik Israel Palestina memiliki sejarah panjang, penuh dengan kekerasan, penindasan, dan penderitaan. Salah satu momen paling tragis dalam sejarah ini adalah what is known as the “Nakba” atau Bencana, terjadi pada tahun 1948. Pada saat itu, ratusan ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tanah mereka, ini terjadi bersamaan dengan deklarasi kemerdekaan Israel.

        Dalam beberapa dekade berikutnya, konflik ini terus berlanjut dengan berbagai bentuk kekerasan, termasuk serangan militer, penyerangan terhadap desa-desa serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah yang mereka duduki.

        Banyak organisasi internasional dan hak asasi manusia telah mengklasifikasikan tindakan ini sebagai genosida, mengingat dampaknya secara luas terhadap populasi sipil Palestina.

        Selain itu, wilayah Gaza, terutama kota Rafah, telah menjadi sasaran serangan militer Israel berulang kali. Konflik ini semakin memburuk dengan munculnya Hamas sebagai kekuatan politik di Gaza pada akhir 2000-an. Serangan balasan Israel terhadap Hamas sering kali mengakibatkan jumlah korban jiwa yang tinggi di kalangan warga sipil.  Situasi ini telah menciptakan krisis kemanusiaan yang parah, dengan akses terbatas ke bantuan kemanusiaan, makanan serta obat-obatan.

        Di tengah tragedi yang berlangsung, banyak orang di seluruh dunia mengirimkan doa dan harapan untuk rakyat Palestina. Doa ini bukan hanya untuk keselamatan mereka tetapi juga sebagai perdamaian yang abadi di wilayah tersebut. Berbagai komunitas Muslim dan non-Muslim mengadakan acara doa bersama, menggalang dukungan untuk bantuan kemanusiaan, serta menyerukan gencatan senjata agar kekerasan dapat berhenti.

        Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa khusus untuk diucapkan dalam situasi darurat atau krisis. Menganjurkan untuk membaca Salah satu doa paling relevan adalah Qunut Nazilah, yang kemudian membacanya saat umat Muslim, seperti di Palestina, menghadapi kesulitan besar.

        Cara membaca doa ini dapat melakukannya saat dalam shalat fardhu, terutama saat shalat Subuh, namun juga dapat di baca dalam shalat lainnya seperti Maghrib dan Isya, sebagai permohonan perlindungan dan pertolongan Allah dalam menghadapi ujian yang berat.

        اللّهُمَّ نَجِّ إِخْوَانَنَا الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فَلَسْطِيْنَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ

        Allahumma najji ikhwananal mu’mininal mustadhafina fi Falisthin wa fi kulli makan.

        Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah saudara-saudara kami kaum mukminin yang tertindas di Palestina dan di setiap tempat”.

        Selain itu, sahabat dapat membaca beberapa doa Palestina seperti berikut ini:

        اللّهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ عَلَى أَعْدَائِهِمْ

        Allahummanshur ikhwananal mujahidina fi sabilika ala a’daihim.

        Artinya: “Ya Allah, menangkanlah saudara-saudara kami para mujahidin fi sabilillah atas para musuh mereka.”

        Menurut laporan terbaru DMC Dompet Dhuafa pada 23 September 2024, serangan Israel di Gaza telah menelan korban jiwa sebanyak 41.272 orang, sementara jumlah pengungsi mencapai 1,7 juta jiwa, dan 360.000 unit rumah terdampak.

        Konflik berkepanjangan ini telah memicu krisis kemanusiaan paling parah, di mana banyak warga, termasuk perempuan dan anak-anak, terpaksa meninggalkan rumah mereka dan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

        Selain itu, 95.551 jiwa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terus berlanjut. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa situasi kesehatan di wilayah tersebut sangat kritis, dengan banyak rumah sakit tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat serangan udara yang terus menerus.

        Kondisi kemanusiaan di Gaza juga semakin memburuk dengan adanya krisis pangan dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dasar. Banyak anak-anak di Gaza kini menjadi yatim piatu akibat kehilangan orang tua mereka dalam konflik ini.

        Sejarah genosida Palestina mencerminkan perjalanan panjang penderitaan rakyatnya dalam menghadapi konflik berkepanjangan. Doa untuk Palestina menjadi simbol harapan bagi banyak orang di seluruh dunia agar perdamaian dapat segera terwujud.

        Namun, kondisi terkini korban jiwa menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan harus kita lakukan untuk melindungi hak asasi manusia dan memberikan bantuan kepada mereka yang menderita akibat kekerasan ini.

        Dengan meningkatnya kesadaran global tentang situasi ini, harapannya akan ada langkah-langkah nyata menuju penyelesaian damai dan perlindungan bagi warga sipil Palestina.

        Tingkatkan Literasi Sekolah: Dompet Dhuafa Jogja Adakan Fun Reading

        Tingkatkan Literasi Sekolah: Dompet Dhuafa Jogja Adakan Fun Reading

        Dompet Dhuafa Jogja mengadakan pelatihan Fun Reading Activity (FRA) dan Fun Literacy Activity (FLA) untuk tiga sekolah dampingan program Inspiring Library. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan literasi di sekolah dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Pelaksanaan pelatihan secara in-house training, di mulai dari MI Ma’arif Sendang, Pengasih, Kulon Progo pada 2 September 2024.

        Selanjutnya, SD N Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo mengikuti pelatihan pada 10 September 2024, dan kegiatan terakhir berada di SD N Depok, Panjatan, Kulon Progo pada 18 September 2024.

        Tujuan utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman serta praktik langsung mengenai metode membaca dan literasi yang menyenangkan. Harapan dari acara ini ialah dapat membantu para peserta untuk menciptakan inovasi kegiatan literasi di perpustakaan maupun di kelas, sehingga kegiatan literasi menjadi lebih variatif dan bermakna bagi siswa.

        Pelatihan FRA dan FLA dipandu oleh para guru trainer dari sekolah dampingan Inspiring Library angkatan pertama, yakni MI Ma’arif Garongan, Panjatan, Kulon Progo, dan SD N Donomerto, Nanggulan, Kulon Progo.

        Salah satu guru trainer, Pak Sukamto, menjelaskan bahwa Fun Reading Activity (FRA) adalah salah satu metode yang dapat meningkatkan minat baca siswa. “FRA seperti membaca lantang akan membuat anak tertarik dengan buku karena guru akan membaca dengan ekspresi dan intonasi suara yang sesuai dengan tokoh cerita,” ujarnya.

        pendidikan

        Tidak hanya FRA, Fun Literacy Activity (FLA) juga merupakan metode yang lebih kreatif. Bu Lina, guru kelas 2 yang menjadi peserta, berbagi pengalamannya, “Pelatihan hari ini sangat mengasyikkan dan memberikan ilmu yang bisa langsung praktek di kelas saya. Apalagi FLA seperti walking story, akan menggali imajinasi anak dan menantang siswa untuk mampu bercerita sesuai imajinasinya.”

        Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga langsung di aplikasikan oleh para peserta di kelas mereka masing-masing. Sebagai tindak lanjut, Dompet Dhuafa Yogyakarta akan melakukan supervisi kepada para guru untuk memastikan bahwa metode FRA dan FLA di implementasikan secara optimal di sekolah-sekolah dampingan.

        Dengan pelatihan ini. Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap kegiatan literasi di sekolah-sekolah dampingan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif dalam peningkatan minat baca serta kemampuan literasi siswa. Harapannya dari adanya Inovasi seperti FRA dan FLA dapat menjadi solusi. Agar kegiatan literasi lebih menyenangkan dan menarik bagi para siswa, serta dapat di terapkan secara berkelanjutan di masa mendatang.

        Dompet Dhuafa Jogja Turut Lestarikan Batik Warisan Budaya Indonesia

        Dompet Dhuafa Jogja Turut Lestarikan Batik Warisan Budaya Indonesia

        Dompet Dhuafa Jogja – Batik adalah salah satu identitas budaya khas Indonesia. Pembuatan batik dengan penuh makna makna dan simbolisme yang melekat dan berakar pada budaya Indonesia. Oleh sebab itu, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan tak benda asli Indonesia. Penetapan itu keluar sejak tanggal 2 Oktober 2009. Sampai sekarang tanggal tersebut kita sering memperingati sebagai Hari Batik Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 33 tahun 2009.

        Secara bahasa, batik berasal dari kata “mbat” dan “tik”. Mbat artinya melempar berkali-kali, sedangkan tik berarti titik. Dalam tekniknya, pembuatan batik dengan menitikkan cairan lilin pada kain polos menggunakan alat bernama canting. Titik-titik tersebut membentuk garis dan motif yang menggambarkan simbol dan memiliki makna. Dengan teknik pewarnaan tertentu, sehingga menghasilkan kain sebagai karya bernilai tinggi.

        Di nusantara, batik sudah di kenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Artinya, nenek moyang kita telah mengenal batik sejak abad ke-13 hingga 16. Meski demikian, batik mulai popular pada akhir abad ke-18. Pada masa itu, batik yang dikenal adalah batik tulis. Dari masa Kerajaan Majapahit, budaya batik terus berkembang hingga masa Kerajaan Mataram Islam dan kerajaan-kerajaan selanjutnya, yaitu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di lingkungan keraton, penggunaan batik sebagai kelengkapan busana sehari-hari dan upacara adat. Hingga pada abad ke-20, masyarakat mulai mengenal batik cap.

        Pada masa dahulu, teknik membatik hanya di kuasai oleh ratu dan putri-putri keraton yang di bantu oleh abdi dalem perempuan. Laku membatik adalah bagian dari pembelajaran olah rasa, kesabaran, dan ketekunan. Maka tidak heran, hasil produk batik adalah batik dengan estetika paling halus yang melibatkan penguasaan teknik membatik yang rumit.

        Penggunaan batik pada zaman kerajaan hanya di gunakan oleh raja, kerabatnya dan para abdi dalem. Orang biasa tidak boleh mengenakan kain batik. Seiring perjalanan waktu, kerabat dan abdi dalem keraton pun semakin banyak. Hal ini menjadikan kebutuhan kain batik juga semakin banyak. Pengerjaan membatik sudah tidak mencukupi lagi jika hanya melakukannya di lingkup keraton. Sejak saat itu pengerjaan membatik di bawa keluar keraton untuk mengerjakan di tempat tinggal masing-masing pekerja. Proses belajar terjadi secara alami di masyarakat hingga akhirnya pengenalan penguasaan teknik membatik semakin meluas. Penggunanya pun tidak sebatas pada orang-orang lingkup keraton saja, tapi juga orang-orang di luar keraton. Hingga akhirnya, keberadaan batik turut menjadi identitas sosial di masyarakat.

        Batik Imogiri

        Seiring berjalannya waktu, dimulai sejak banyak orang mulai mengenal cara membatik, batik seolah mulai kehilangan kesakralannya. Batik sudah bukan lagi busana untuk kalangan tertentu saja. Batik yang awalnya adalah busana khusus raja dan kaum bangsawan, pada perkembangannya menjadi pakaian rakyat. Di lain sisi, batik dipandang sebagai piranti busana dengan kesan kuno atau jauh dari sifat modern oleh sebagian generasi muda. Jika hal ini terus berlangsung dan berkembang, bukan tidak mungkin batik sebagai salah satu ciri khas budaya bangsa menjadi pudar dan hilang.

        Salah satu daerah di Yogyakarta yang terkenal akan batik tulisnya adalah Imogiri. Di bawah bukit Imogiri yang merupakan makam para raja-raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat terdapat kampung pengrajin batik, salah satunya adalah Dusun Karangkulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Makam Imogiri atau dikenal dengan Pajimatan Imogiri adalah aset keraton. Sudah menjadi keharusan saat memasuki area keraton, abdi dalem atau pengunjung wajib mengenakan kain batik. Sebagai aset keraton, maka banyak abdi dalem yang tinggal di sekitarnya. Hal ini mempengaruhi berkembangnya kemampuan membatik pada warga lokal di Wukirsari.

        Sejak zaman dahulu, sebagian besar penduduk perempuan di Karangkulon berprofesi sebagai pembatik. Kemampuan para pembatik di Karangkulon sangat mumpuni. Mereka biasa mengerjakan motif batik halus khas Mataraman yang rumit sehingga mengharuskan ketelatenan dan ketekunan.

        Wukirsari adalah salah satu desa yang terdampak parah gempa Bantul pada Mei 2006 lalu. Banyak para pembatik yang menjadi korban. Selain itu, aset-aset membatik pun rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Kegiatan membatik seolah mati suri sejak saat itu. Dompet Dhuafa hadir membersamai pembatik di Wukirsari untuk membangun harapan, bangkit, dan menyongsong masa depan. Dengan dana zakat yang diamanahkan pada Dompet Dhuafa, workshop membatik tempat para pembatik melakukan aktivitasnya dibangun kembali. Peralatan-peralatan membatik yang rusak akibat gempa diperbarui sehingga bisa digunakan kembali. Untuk membangkitkan kembali kepercayaan warga Wukirsari bahwa batik masih bisa berjaya, pada 2007 Dompet Dhuafa menginisiasi pemecahan rekor MURI dengan membatik selendang terpanjang. Dengan penuh semangat para pembatik yang masih tersisa menorehkan malam (lilin) dengan canting pada kain putih sepanjang 1.200 meter. Harapan para pembatik kembali bersemi untuk terus berwirausaha batik. Suasana pun bercampur rasa haru mengingat saudara-saudara mereka sesama pembatik yang menjadi korban gempa.

        Batik Imogiri

        Tidak hanya berhenti di situ, selama beberapa tahun setelahnya Dompet Dhuafa terus membersamai para pembatik di Wukirsari. Selain pembenahan segi fisik, Dompet Dhuafa juga meningkatkan kapasitas para pembatik. Sebelum gempa, para pembatik di Wukirsari hanya bisa membatik saja tanpa menguasai teknik pewarnaan. Dompet Dhuafa memfasilitasi beberapa pembatik agar mengerti cara dan prinsip-prinsip pewarnaan kain. Kini, pembatik-pembatik di Wukirsari tidak harus membawa kain batiknya ke kota untuk diwarnai. Beberapa di antara mereka telah bisa melakukan pewarnaan secara mandiri. Sehingga lebih efektif dari segi waktu dan biaya karena para pembatik tidak perlu jauh-jauh membawa kainnya batiknya ke kota.

        Dunia terus tumbuh dan berkembang, demikian juga dalam hal pemasaran. Digital marketing adalah teknik pemasaran zaman sekarang. Pemasaran batik melalui digital marketing memberikan peluang besar pagi pembatik untuk memperkenalkan batik sebagai kekayaan budaya ke pasar yang lebih luas. Menilik berbagai keunggulannya, maka Dompet Dhuafa memfasilitasi para pembatik angkatan muda untuk belajar digital marketing. Dengan menggunakan media sosial, e-commerce, serta strategi SEO yang tepat, bisnis batik dapat menjangkau konsumen yang spesifik, meningkatkan brand awareness, dan menarik minat generasi muda terhadap warisan tradisional ini. Dengan mendekatkan batik pada metode-metode kekinian, harapannya kaum muda pun bisa ikut melestarikan budaya melalui caranya.

        Masalah utama dari ancaman pudarnya warisan budaya batik di kalangan generasi muda khususnya anak-anak adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang batik.  Anak-anak hanya tahu bahwa batik adalah sebuah kain bermotif yang bisa dijadikan pakaian. Mereka tidak tahu bagaimana proses pembuatannya yang merupakan sebuah proses panjang. Lebih jauh lagi, generasi muda tidak tahu sejarah batik dan makna yang tergambar melalui motifnya. Sehingga ujungnya, mereka tidak mampu menghargai batik sebagai sebuah karya yang adiluhung. Hal tersebut bisa dipahami karena di lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka tidak ada yang memberikan pembelajaran tentang batik atau tidak ada yang mengajarkan batik. 

        Sumber belajar batik baik di sekolah maupun di masyarakat masih minim. Di sekolah, tidak ada guru yang mampu mengajarkan batik. Selain itu, perangkat lunak belajar mengajar batik di sekolah yang berupa kurikulum pun belum ada. Selain perangkat lunaknya, perangkat keras berupa fasilitas dan bahan membatik pun belum tersedia. Akibatnya anak-anak sebagai generasi penerus kebudayaan bangsa pun semakin jauh dari batik karena tidak pernah praktik membatik.

        Batik Imogiri

        Selain pada sektor usahanya, Dompet Dhuafa juga melestarikan batik melalui dunia pendidikan. Melalui Program Sidomukti, Dompet Dhuafa membina guru-guru di sekolah dasar binaan untuk dapat mengajarkan batik secara terstruktur. Melalui program ini, para guru dituntun untuk merancang kurikulum belajar membatik. Selain itu, Dompet Dhuafa juga memfasilitasi alat dan bahan untuk praktik membatik.

        Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia dan mencerminkan kekayaan serta keragaman budaya bangsa. Melestarikan batik tidak hanya berarti menjaga keindahan seni dan teknik pembuatannya, tetapi juga menjaga identitas dan kebanggaan nasional. Mari kita bersama-sama melestarikan batik dengan cara mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari, memperkenalkan keindahan batik kepada generasi muda, serta mendukung pengrajin lokal. Dengan melestarikan batik, kita turut menjaga keberlanjutan budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia di mata dunia.

        Cara Mengambil Keuntungan Berdagang Dalam Islam

        Cara Mengambil Keuntungan Berdagang Dalam Islam

        Cara mengambil keuntungan berdagang dalam Islam– Menurut hukum Islam, tidak ada batasan tertentu tentang seberapa besar seorang
        pedagang boleh mengambil keuntungan. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan
        bahwa pedagang boleh menjual barang dengan harga lebih tinggi dari harga modal,
        bahkan hingga beberapa kali lipat dari harga beli. Cara meraih keuntungan menurut islam
        tidak hanya tentang mencari laba, tetapi juga tentang menjaga etika dan keadilan.

        Dalil menjanjikan dasar mengenai kebolehan meraih keuntungan yang sangat besar ini
        adalah hadist riwayat Imam Al-Bukhari berikut :
        “Dari Urwah bin Abi Al-Ja’d Al-Bariqi, bahwa Nabi Saw memberikan uang satu dinar
        kepadanya agar ia membelikan seekor kambing untuk Nabi Saw. Lalu dia membeli dua ekor
        kambing dengan satu dinar tersebut, dan kemudian menjual satu ekor kambing itu dengan
        satu dinar. Sehingga dia datang kepada Nabi Saw dengan membawa satu dinar serta satu
        kambing. Maka, Nabi Saw mendoakannya agar
        mendapatkan keberkahan dalam setiap jual-belinya.
        Sehingga, bila berdagang ia selalu untung, sekalipun yang
        terjual adalah segenggam tanah.”

        Contoh nyata dari praktik Rasulullah SAW dalam berdagang yaitu pernah membeli seekor kambing
        dengan keuntungan 100%. Selain itu, sahabat Zubair ibn Awwam juga menjual sebidang
        tanah dengan keuntungan sangat besar. Namun, beberapa ulama menyarankan agar tidak mengambil keuntungan lebih dari sepertiga modal untuk menjaga etika pasar.
        Berikut adalah cara mengambil keuntungan berdagang dalam Islam:

        Meskipun tidak ada batasan tertentu, Islam menganjurkan pedagang untuk tidak
        mengambil keuntungan yang berlebihan. Syaikh Wahbah al-Zuhaili menyarankan bahwa
        keuntungan sebaiknya tidak melebihi sepertiga dari modal. Ini untuk menjaga agar
        transaksi tetap adil dan tidak merugikan pihak lain.

        Kejujuran dan transparansi adalah prinsip utama dalam berdagang dalam Islam.
        Pedagang harus menjelaskan secara jelas tentang barang atau jasa yang di jual, tanpa
        menutup-nutupi informasi penting. Penipuan dalam bentuk apapun, seperti
        mengaburkan informasi tentang produk atau harga adalah praktik yang tidak boleh.

        Dalam prisip ekonomi Islam telah mengajarkan kita untuk selalu adil serta transparan
        dalam berbisnis. Mengedepankan unsur nilai dari suatu barang atau jasa yang
        di perjualbelikan kemudian mengambil keuntungan secara wajar setara dengan nilai dari
        barang tersebut. Tidak mengambil keuntungan dengan harga tidak wajar serta tidak
        memonopoli pasar yang nantinya akan mengambil keuntungan berlebihan sehingga
        berdampak pada persaingan yang sehat di pasar.

        Pedagang harus memahami kondisi pasar dan menetapkan harga sesuai dengan
        permintaan dan penawaran. Meraih keuntungan yang jauh di atas standar pasar dapat
        di anggap sebagai al-ribh al-fahisy. Dalam Al-Qur’an, menjelaskan bahwa penentuan harga berasal dari
        pasar, dan Rasulullah SAW pernah menolak permintaan para sahabat untuk
        mengintervensi harga pasar.

        Islam menggarisbawahi pentingnya melindungi hak-hak konsumen. Meraih keuntungan
        dengan cara merugikan konsumen, memberikan barang atau jasa yang cacat, atau
        menutup-nutupi informasi penting adalah pelanggaran terhadap etika bisnis Islam.
        Pedagang wajib untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan bermutu
        kepada konsumen.

        Islam melarang beberapa praktik yang dapat merugikan pihak lain, seperti ihtikar
        (menimbun barang untuk menciptakan kelangkaan agar meningkatkan harga) dan
        ghabn (pembodohan atau penipuan dalam transaksi). Pedagang harus menghindari
        praktik-praktik ini untuk memastikan bahwa keuntungan yang diambil adalah halal dan
        berkah.

        Dalam berdagang, Islam menekankan pentingnya keadilan dan keseimbangan.
        Pedagang harus memastikan bahwa transaksi dilakukan atas dasar suka sama suka di
        antara kedua belah pihak. Allah berfirman dalam Surah An-Nisaa ayat 29, “Wahai orang-
        orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil
        (tidak benar), kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu.”

        Dengan cara mengambil keuntungan berdagang dalam Islam, seorang Muslim dapat
        menjalankan aktivitas ekonomi dengan integritas dan keadilan harus sesuai dengan ajaran
        agamanya, sehingga keuntungan yang diperoleh tidak hanya halal tetapi juga berkah.

        Raih Keberkahan Dengan 7 Kunci Sukses Berdagang dalam Islam

        Kunci sukses berdagang dalam islam – Rasullah SAW merupakan suri tauladan bagi seluruh umat muslim. Setiap hal yang di kerjakan oleh beliau patut di jadikan contoh, termasuk contoh saat beliau menjadi pedagang yang berbakat. Beliau juga di sebut sebagai pedagang  jujur dan ramah, sehingga di beri gelar “Al-Amin”, artinya dapat di percaya. 

        Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

        “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada”. (HR. Tirmidzi)

        Berdagang merupakan salah satu pekerjaan paling mulia dalam agama Islam, serta sangat di anjurkan untuk memperoleh keberkahan dan keuntungan yang halal. Terlepas dari itu, kita harus mengetahui bahwasannya berdagang dalam Islam harus di lakukan dengan cara yang baik, sesuai dengan syariat Islam yang berlaku.

        Menurut buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi oleh Rizem Aizid, Rasulullah SAW telah belajar berdagang sejak usia 12 tahun. Beliau pertama kali di ajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan dagang ke negeri Syam. Sejak saat itu, beliau semakin tertarik pada dunia dagang.

        Sebagai seorang pedagang, Rasulullah SAW tidak hanya mencari keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga berusaha untuk memperluas bisnisnya dengan membangun kepercayaan pada orang-orang.

        Berikut adalah beberapa kunci sukses berdagang dalam islam yang dapat di implementasikan oleh setiap muslim:

        Niat yang tulus untuk berdagang demi mencari ridha Allah SWT adalah langkah awal yang sangat penting. Setiap tindakan, termasuk berdagang, harus diniatkan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Dengan niat yang ikhlas, seorang pedagang akan terhindar dari keserakahan dan praktik tidak etis lainnya. Niat yang baik juga menjadikan setiap transaksi sebagai amal ibadah.

        Kejujuran adalah landasan penting dalam berdagang. Rasulullah SAW dikenal sebagai pedagang yang jujur, transparan dan ini menjadi teladan bagi umat islam. Dalam berbisnis, penting untuk tidak melebih-lebihkan kualitas barang atau menyembunyikan cacat produk. Kejujuran ini akan membangun kepercayaan antara pedagang dan pembeli, sehingga menciptakan hubungan saling menguntungkan.

        Dalam islam, sangat penting untuk memastikan bahwa barang yang dijual adalah halal dan berkualitas baik. Menghindari barang cacat atau rusak serta transaksi haram seperti riba adalah bagian dari etika berdagang dalam islam. Hal ini penting agar pembeli merasa puas dan tidak merasa tertipu. Menjual barang berkualitas juga akan meningkatkan reputasi pedagang di mata konsumen.

        Mengambil keuntungan secara wajar adalah kunci untuk menjaga keberkahan dalam bisnis. Pedagang sebaiknya memperhitungkan biaya produksi dan memberikan harga yang adil kepada konsumen. Untuk mengambil keuntungan sewajarnya, hitung biaya dasar produksi, analisis harga pasar, dan tentukan margin laba yang rasional sesuai industri. Pertimbangkan permintaan, nilai tambah produk, serta efisiensi operasional. Sesuaikan harga secara berkala agar tetap kompetitif dan mempertahankan kepuasan pelanggan tanpa mengorbankan keuntungan.

        Pelayanan baik kepada pelanggan menciptakan hubungan positif. Selain itu, dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Sikap ramah dan sopan sangat dianjurkan dalam interaksi dengan pembeli. Pedagang sebaiknya tidak membeda-bedakan pelanggan berdasarkan status sosial atau jumlah barang yang dibeli, melainkan memberikan pelayanan terbaik kepada semua orang.

        Berdagang memberikan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai orang dari latar belakang berbeda. Memperluas jaringan ini sangat penting karena dapat membuka peluang bisnis baru serta meningkatkan pengetahuan tentang pasar. Dengan menjalin silaturahmi, seorang pedagang dapat belajar banyak hal baru serta dapat memperkuat usahanya.

        Rasulullah SAW adalah contoh pedagang kreatif harus mampu beradaptasi dengan kondisi pasar. Dalam berdagang, kreativitas sangat diperlukan untuk menemukan cara baru agar produk lebih menarik bagi konsumen. Selain itu, profesionalisme dalam menjalankan usaha juga akan meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan. Contoh nyatanya, Rasulullah SAW menunjukkan kreativitas dalam berbisnis dengan beralih menjadi pedagang karena kondisi tanah Mekah tidak cocok untuk pertanian. Sebelumnya, beliau adalah penggembala kambing. Dengan profesionalisme, beliau mampu menyusun dagangannya secara rapi supaya menarik minat konsumen.

        Hikmah dari kunci sukses berdagang dalam Islam, seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW, meliputi kejujuran dan integritas, yang membangun kepercayaan dan keberkahan. Niat yang ikhlas untuk mencari ridha Allah, menjual barang halal dan berkualitas, serta mengambil keuntungan sewajarnya memastikan bisnis tetap berkah. Selain itu, sikap ramah kepada pelanggan, memperluas jaringan, menerapkan kreativitas serta profesionalisme dalam berdagang akan meningkatkan reputasi dan kesuksesan finansial. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pedagang dapat meraih keberkahan dari Allah SWT.

        Komitmen Dompet Dhuafa Untuk Kesehatan Palestina

        Komitmen Dompet Dhuafa Untuk Kesehatan Palestina

        Yogyakarta -Dompet Dhuafa berkomitmen  membantu kebutuhan masyarakat Palestina. Terutama masyarakat Palestina seperti anak-anak, perempuan, dan mereka yang terlambat mendapatkan layanan kesehatan serta masyarakat yang berada di kamp-kamp pengungsian. Terkini, Dompet Dhuafa melakukan pembangunan medical point/klinik, untuk rakyat Palestina di beberapa titik, salah satunya klinik hemodialisa di Gaza Utara. Medical Point ini telah memberikan pelayanan vaksinasi polio kepada 400 anak di bawah usia 10 tahun.

        Ketua FPEA / Direktur RS Kamal Adwan, Gaza Utara: Fares A. Afana  mengatakan, “Saya pribadi dan juga yayasan kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para amilnya serta orang-orang yang support kegiatannya dengan memberikan bantuan peralatan-peralatan kesehatan yang ini sangat membantu sekali untuk para penyintas yang ada di sini”.

        Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam rilis (Minggu, 06/10) mengatakan, semua program yang dijalankan tentu merupakan hasil kolaborasi dari banyak pihak yang peduli dengan Palestina.

        “Berharap dengan banyak pihak yang peduli maka banyak masyarakat Palestina yang dapat terbantukan. Penyaluran program yang amanah akan terus kami tegakan, demi kemerdekaan Palestina,” kata Ahmad Juwaini.

        Dengan sulitnya akses masuk ke Palestina, Dompet Dhuafa dan jaringan solidaritas untuk kemanusiaan global yang juga berkolaborasi dengan Pemerintah Republik Indonesia terus mengirimkan bantuan.

        Mulai dari kebutuhan pokok, seperti pangan dan air minum, pengadaan pakaian musim dingin, distribusi obat-obatan, pengadaan sarana medis dan ambulans, instalasi Dapur Umum, sedekah daging saat momen kurban, termasuk juga penyediaan Bahan Bakar Minyak untuk operasional RS/Klinik maupun ambulans.

        Dukungan Dompet Dhuafa terhadap Palestina juga dilakukan melalui jalur kesenian. Salah satunya dengan menggelar Teater Musikal “Tanah yang Terpenjara” bekerjasama dengan Titimangsa pada Kamis 3 Oktober 2024 di Gedung Kesenian Jakarta.

        Pentas teater musikal tersebut memadukan unsur tari, puisi, orasi kemanusiaan, dan musik yang mengisahkan gambaran kehidupan sehari-hari rakyat Palestina. Pertunjukan itu menyentuh dan mengharukan, serta menghipnotis ratusan pasang mata penonton. Seluruh hasil penjualan tiket dan dana yang terhimpun dalam teater musikal tersebut akan disalurkan untuk rakyat Palestina.

        Muhsin Syihab, Staff Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri yang hadir di pentas teater musikal itu mengapresiasi upaya Dompet Dhuafa yang tak kenal lelah dan terus melantangkan suara untuk Palestina.

        Setahun sejak genosida terjadi di Palestina, setidaknya 41.272 orang meninggal dunia selama lebih dari 11 bulan terakhir sejak Israel menyerang Gaza. Tak hanya itu, ada 95.551 orang terluka di Jalur Gaza (sumber Kemenkes Palestina di Gaza). Lebih dari 564 sekolah di Jalur Gaza terkena dampak langsung atau rusak akibat serangan Israel. Kemudian 360.000 unit rumah atau hunian terdampak serangan tersebut. Sehingga mengakibatkan lebih dari 1,7 juta jiwa terpaksa mengungsi.

        Aksi Peduli Palestina Dompet Dhuafa Jogja Bersama Miss Fatma Algusain

        Aksi Peduli Palestina Dompet Dhuafa Jogja Bersama Miss Fatma Algusain

        Peduli Palestina – Hingga saat ini aksi Genosida di Gaza masih berlangsung, aksi kejahatan kemanusiaan yang semakin membabi buta membuat semakin banyak korban berjatuhan. Upaya  demi upaya telah dilakukan untuk menghentikan aksi genosida yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina belum kunjung  berhasil. Hingga saat ini dampak Genosida semakin terasa, sulitnya mendapatkan bahan makanan pokok, fasilitas kesehatan, tempat tinggal yang layak serta keperluan lainnya.

        Dengan adanya situasi tersebut Dompet Dhuafa Yogyakarta mengajak Miss Fatma Alghusain untuk mensyiarkan  kondisi Palestina  terkini dengan mengadakan safari dakwah di beberapa tempat Yogyakarta. Miss Fatma Alghuasain merupakan Direktur Esekutif Amna Care Fund sekaligus seorang aktivis kemanusiaan.

        Di Yogyakarta kegiatan safari ndakwah telah dilaksanakan di beberapa tempat selama 9 hari. Safari Dakawah  pertama dilaksankan pada tanggal 27 September  2024 di Masjid Agung Kulonprogo. 29 September Masjid berlokasi di Masjid Darul Falah dan Masjid Fathul Qorib. 2 Oktober di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 3 Oktober di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Masjid Al Aman.  4 Oktober berlokasi di DMI Sleman dan terakhir pada tanggal 5 Oktober berada di Masjid Nurul Asri Sleman.

        Kegiatan ini diadakan  sebagai wujud kepedulian kita akan keadaan saudara kita di Palestina, “ saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu saudara kita  dalam memenuhi kebutuhan medis atau pengobatan di Gaza  dan saya berharap semoga kejahatan kemanusian yang terjadi di Gaza segera berakhir” ujar Yomi sebagai penanggung jawab acara.

        Aksi bebagi kebaikan dengan bertukar hadiah untuk warga palestina oleh salah satu jamaah masjid Fathul Qorib bersama Miss Fatma.

        Acara d isi dengan sharing session yaitu pemaparan tentang keadaan warga Gaza saat ini. Dimana Miss Fatma menjelaskan bahwa kejahatan yang terjadi saat ini adalah kejahatan Genosida bukan peperangan, semua penduduk Gaza dibombardir tanpa melihat status agama, ras, usia serta gender, kemudian pada akhir sharing session diadakan tukar hadiah berbagi kebaikan bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta, dimana donasi yang didapatkan akan disalurkan untuk warga Palestina.

        Update berita DMC ( Disaster Management Center ) Dompet Dhuafa per 23 September 2024 menunjukkan bahwa perang Genosida sudah mengakibatkan 41.272 Jiwa telah meninggal dunia,  95.551 Jiwa mengalami luka – luka, 360.000 Jiwa rumah terdampak, dan sebanyak 1.700.000 Jiwa harus mengungsi. Dari semua korban kekejaman tersebut di dominasi oleh perempuan dan anak-anak sebesar 72% . “ banyak anak – anak yang mengalami cacat fisik karena minimnya fasilitas medis dan yang paling memperhatinkan dimana amputasi itu dilakukan tanpa adanya obat bius. Selain itu banyak wanita hamil dengan resiko penanganan tidak layak karena minimnya fasilitas kesehatan untuk ibu hamil, mengasihi serta makanan untuk balita” imbuh Miss Fatma.

        Doa Untuk Palestina
        Sesi tanya jawab terkait kondisi Palestina terkini oleh Arifah salah satu jamaah Masjid Nurul Asri

        Acara diakhiri dengan kegiatan tanya jawab kepada seluruh peserta,  “ Kita ketahui bahwa peperangan kemanusiaan ini sudah terjadi sangatlah lama, Palestina merupakan negara yang didominasi dengan penduduk beragama Islam sedangkan negara tetangga Palestina banyak yang bergama Islam tetapi kenapa mereka diam?”. ujar Arifah salah satu peserta di Masjid Nurul Asri.

         Miss Fatma menjelasakan bahwa sebagian besar penduduk Israel adalah militer, sedangkan Israel didukung penuh oleh negara maju yang sangat kuat dan berpengaruh dalam stabilitas Internasional, negara tetangga bukannya tidak mau menolong akan tetapi mereka juga takut dengan adanya serangan balik yang nantinya akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan negara tersebut.

        Atasi Krisis Air Bersih: Dompet Dhuafa Jogja Lakukan Aksi Sumur Bor

        Atasi Krisis Air Bersih: Dompet Dhuafa Jogja Lakukan Aksi Sumur Bor

        Wonogiri, Jawa Tengah –  Atasi krisis air bersih di daerah kekeringan dengan keadaan topografi tanah berkapur serta jauh dari  sumber matar air. Dompet Dhuafa Jogja bersama Masjid Nurul Asri lakukan aksi sumur bor pada hari Sabtu 28 September 2024 untuk bantu penuhi kebutuhan air bersih kepada seluruh warga Dusun Gondang, Pasekan, Eromoko, Wonogiri, sebanyak 55 KK.

        Lokasi daerah berada diketinggian 600 meter  diatas permukaan air laut dengan keadaan topografi perbukitan berkamur menyebabkan keadaan tanah tidak bisa menyimpan air dalam waktu lama, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari para warga hanya menggantungkan persediaan  air dari penyimpanan air hujan serta dari Waduk Gadjah Mungkur. Minimnya akses menuju  Waduk Gadjah Mungkur membuat para warga tetap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, oleh karena itu Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Masjid Nurul Asri melakukan aksi sumur bor agar para warga lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

        Proses pengeboran yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama beberapa warga

        “ Dompet Dhuafa  Yogyakarta bekerja sama dengan Masjid Nurul Asri melaksanakan proyek pengeboran sumur. Pengeboran di daerah perbukitan adalah hal yang tidak mudah. Mata bor harus menembus batuan keras yang tebal. Patah mata bor adalah tantangan yang sering dihadapi, demikian juga dengan pengeboran ini. Setelah berjibaku dengan kerasnya batuan akhirnya air ditemukan pada kedalaman 90 meter. Test pompa selama 4 jam non stop telah dilakukan dan menghasilkan debit konstan. Kualitas airnya pun  jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.” Ujar Pak Bambang Manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        Meski demikian, proyek belum sepenuhnya selesai. Untuk bisa dimanfaatkan, perlu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan pipanisasi. Saat ini masyarakat tengah bergotong royong membangun tampungan air berkapasitas 10.000 liter. Tampungan air ditempatkan pada titik tertinggi di Dusun Gondang, sehingga air dapat mengalir menuju pemukiman warga dengan sistem grafitasi. Kedepan, fasitas air bersih ini akan dikelola mandiri oleh warga yang tergabung dalam PAMDus (Pengelola Air Minum Dusun) dan melayani tidak kurang dari 55 rumah. Jumlah ini masih sangat mungkin bertambah seiring semakin luasnya jaringan.

        “Terima kasih untuk Dompet Dhuafa Yogyakarta  dan Masjid Nurul Asri, sumur alhamdulillah sudah jadi, kualitas airnya pun bagus dan melimpah dengan ini kami para warga tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari –  hari. Selanjutnya kami masih perlu support untuk pembangunan jaringan distribusinya. Kalau untuk tenaga, warga siap bergotong royong, karena hanya itu yg bisa kami lakukan.” Ungkap pak Totok salah satu warga Dsn Gondang.

        Wafatnya Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 632 Masehi

        Wafatnya Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 632 Masehi

        Wafatnya Nabi Muhammad SAW – Nabi Muhammad wafat pada hari senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, 8 Juni 632 Masehi, saat memasuki usia 63 tahun. Menjadi kabar duka bagi seluruh umat muslim dimana telah kehilangan seorang sauri tauladan yang selama ini menjadi panutan.

        Dalam sebuah literatur hadist, telah terdapat beberapa riwayat yang menggambarkan  peristiwa wafatnya Rasulullah, salahsatunya dimana Aisyah, istri dari Nabi Muhammad SAW berkata:

        “ Ketika Rasulullah sakit parah saat wafatnya, dia memasukkan tangan kanannya ke dalam air, lalu ia menciumnya serta mengusapkan ke wajahnya.Kemudian berkata, ‘ Tidak ada Tuhan selain Allah. Bahwa sesungguhnya kematian itu sejatinya tidak memiliki rasa sakit.” ( Hadis Riwayat Al-Bukhari)

        Hadist tersebut menjelaskan tentang bagaimana keadaan Nabi Muhammad ketika sedang sakit parah dan bagaimana cara beliau menghadapinya dengan mengingat Allah. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki ketekunan dalam menyebut nama Allah serta sabar dalam menghadapi sebuah kematian.

        Kesehatan Rasulullah semakin menurun setelah menunaikan ibadah haji Wada, dimana beliau mengalami sakit kepala yang disertai demam. Karena itulah Nabi Muhammad memutuskan untuk tinggal di rumah Sayyidah Maimunah, akan tetapi sakit yang diderita semakin parah sehingga Nabi Muhammad pindah  ke kediaman Sayyidah Aisyah RA untuk dirawat disana.

        Selama berada di kediaman Sayyidah Aisyah RA, keadaan kesehatan Rasulullah terus menurun dan bertambah parah,  meskipun demikian Rasulullah tidak pernah meninggalkan kewajiban sholatnya  bahkan  sempat mengimami sholat jamaah beberapa kali.

        Sebelum Nabi Muhammad wafat beliau sempat meminta kepada sang istri untuk memindahkan dirinya untuk lebih dekat dengan masjid agar dirinya dapat memberikan pengarahan kepada para umatnya.

        Kemudian Rasulullah menyampaikan kepada umatnya bahwa Abu Bakar adalah salah satu sahabat terdekatnya yang akan menjadi seorang pemimpin penerus  muslim setelah Ia wafat, dan Abu Bakar merupakan khalifah pertama pada sejarah agama Islam.

        Suatu ketika kersehatan Rasulullah tiba – tiba menurun,  beliau  mencium tangan Aisyah kemudian beliau tak sadarkan diri dan wafat. Kepergian Nabi Muhammad membawa  duka mendalam bagi seluruh umat muslim, dan peristiwa tersebut akan selalu dikenang pada setiap tahunnya sebagai moment paling bersejarah bagi sejarah islam.

        Setelah Nabi Muhammad wafat,  para umat muslim menghadapi sebuah tantangan dalam melanjutkan serta mempertahankan ajaran Islam. Akan tetapi ajaran agama Islam berhasil terus berkembang dan kini menjadi salah satu agama terbesar di dunia.  Ajaran sang Rasulullah yang tertuang dalam Al-Quran dan hadist yang telah diriwayatkan oleh para sahabat menjadi sumber utama bagi umat muslim dalam menjalani sebuah kehidupan terutama dalam beribadah kepada Allah.

        Mengapa Berlebihan Dalam Beribadah Itu Termasuk Akhlak Tercela?

        Mengapa Berlebihan Dalam Beribadah Itu Termasuk Akhlak Tercela?

        Mengapa berlebihan dalam beribadah itu termasuk akhlak tercela – Al-Quran surah Al Baqarah ayat 21 berisikan bahwasanya seluruh umat muslim diperintahkan untuk selalu beribadah dan menyembah  hanya kepada Allah. Bahkan setiap rasul dalam dakwahnya selalu berikan seruan untuk selalu beribadah dan menyembah kepada-Nya.
        Merujuk pada Taafsir Kementrian Republik Indoesia, beribadah kepada Allah memiliki arti menghambakan diri kepada Allah dengan penuh kekhusyukan. Allah SWT berfiman:

        يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ

        Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu serta orang – orang  sebelum kamu, agar kamu bertakwaa.” (QS.Al Baqarah: 21)

         Allah ciptkan manusia kemudian mengembangbiakkan mereka, memberikan taufik, memelihara, menjaga serta memberikan nikmat agar manusia dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai hamba Allah.

        Bertakwa sepenuhnya kepada Allah yaitu bertakwa dengan cara beribadah menggunakan jiwa dan raga kita sepenuhnya hanya untuk Allah,  dilakukan secara khusyuk, merendahkan diri, menghadirkan di dalam hati bahwa Allah MahaAgung, merasakan bahwa sedang bermunajat hanya kepada Allah yang MahaEsa serta Maha Menentukan.

        أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ

        “Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan  – akan kamu melihatnya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu”.

        Allah memang memerintah seluruh umat nya untuk selalu beribadah hanya kepada-Nya, namun bukan bearti kita harus beribadah sepanjang hari dari terbit fajar sampai tenggelamnya fajar hingga lupa akan hak – hak dirinya.  Beribadah berlebihan bukanlah akhlak tercela namun menjalankan ibadah  secara berlebihan hingga hak – hak fisiknya tidak dipenuh, menyiksa diri dan menyebabkan sakit hal tersebut tidak lah tepat, Rasulullah tidak menyukai tindakan tersebut.

        Dalam ajaran agama Islam, kehidupan dunia dan akhirat haruslah seimbang, janganlah sampai seseorang hanya sibuk mengejar urusan dunia  ataupun akhirat saja. AL-Quran dalam surah Al-Baqarah ayat 2 menegaskan:

        رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ 

        Artinya: “ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

        Ayat diatas disebut juga sebagai doa sapu jagat, Allah menegaskan kepada  para hamba-Nya agar meminta sebuah keseimbangan antara dunia dan akhirat.

        Tafsir dari Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa beribadah dalam urusan duniawi adalah kesehatan, rezeki yang lancar, ilmu yang bermanfaat dan lainnya, sementara beribadah dalam urusan akhirat adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan di akhirat dan surga. Ibnu Katsir, Tafsîr Al-Qur’ânil ‘Adzîm, [Giza: Maktabah Auladisy Syaikh, 2000], juz II, h. 262)

        Hadist riwayat Imam al-Bukhari menjelaskan, bahwa suatu ketika datang tiga sahabat kepada istri – istri Rasulullah. Mereka penasaran dengan cara Nabi Muhammad beribadah, begitu mendengarkan penjelasan mengenai cara Nabi Muhammad SAW beribadah mereka sangatlah terkejut, mereka mengira bahwa ibadah beliau sangatlah tinggi dan luarbiasa namun faktanya tidak.

        Para sahabat nabi menilai, bahwa cara Rasulullah beribadah sangatlah wajar, karena beliau adalah seorang nabi yang memiliki keistimewaan, sehingga apapun kesalahan yang dilakukan dijamin mendapatkan ampunan oleh Nya. Berbeda dengan kita sebagai seorang hamba biasa, kita harus menggiatkan lagi dalam beribadah. “ siapa yang beribadah paling giat, maka dialah yang akan mendapatkan pahala terbanyak”. Ujar sahabat Rasul.

        Rasulullah pun mendengarnya, kemudian menghampiri mereka dan berucap “ Apa benar kalian berkata demikian?” Rasululah mengawali. “ Demi Allah, saya adalah seseorang yang paling bertakwa diantara kalian, namun saya tidak selalu menjalankan sholat sunnah malam secara tarus menerus, saya tidak setiap hari berpuasa dan saya juga tetap menikahi wanita!” ungkap Rasulullah.

        “siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan bagian dariku!” tegas Rasulullah.

        Ibnu Hajar menegaskan bahwa terlalu berambisi dalam beribadah akan memberikan rasa bosan. Apabila sudah bosaan maka akan membuat semangat beribadah menjadi turun. berbeda apabila ibadah yang dilakukan dengan sewajarnya ( tidak malas, serta tidak berlebihan), maka ibadah tersebut akan berjalan konsisten. (Ibnu Hajar, Fatḫul Bârî, juz IX, h. 7)

        Wallahu a’lam bishawab 

        Sahabat itulah pembahasan mengapa berlebihan dalam beribadah itu termasuk akhlak tercela?, jawabanya adalah bukan namun beribadah secara berlebihan, membuat hak – hak fisik tak terpenuhi sehingga menyebabkan sakit itu adalah sesuatu hal yang tidak disukai oleh Rasulullah. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk seimbang dalam beribadah, yaitu beribadah untuk duniawi dan akhirat.

         Puasa Nabi Idris: Doa Berserta Tata Caranya

         Puasa Nabi Idris: Doa Berserta Tata Caranya

        Puasa Nabi Idris – Dalam Al-Quran surah Maryam ayat 56 -57 berisikan sebuah pujian – pujian kepada Nabi Idris. Beliau memiliki kesalehan serta ketaatan dalam beribadah yang sangat tinggi, maka kemudian Allah angkat  beliau ketempat yang lebih tinggi derajatnya.

        Nabi Idris merupakan nabi kedua dan beliau merupakan  keturunan keenam dari Nabi Adam dengan nama asli Khanukh. Memiliki bakat kecerdasan yang luar biasa, dimana beliau menjadi seseorang  yang pertama kali dapat menjinakan kuda, menjahit hingga membuat baju dari kulit, dan beliau seseorang yang pertama kali dapat menulis serta membaca. Selain itu Nabi Idris adalah nabi pertama kali yang mandapatkan wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril ketika usianya menginjak 82 tahun.

        Merujuk pada buku Nikmatnya Ibadah oleh H Ahmad Zcky El-Syafa, Nabi Idris merupakan seseorang yang sangat rajin dalam beribadah, baik sholat, maupun berzikir. Bahkan beliau setiap hari menjalankan puasa sunnah kecuali dihari yang hukumnya diharamkan.

        Puasa sunnah yang dilakukan beliau disetiapharinya sebagai wujud beriman kepada Allah, dengan berpuasa beliau dapat menahan diri atas semua hawa nafsu, serta menjadikan seorang hamba yang lebih dekat dengan Allah SWT.


        Ketika Nabi Idris akan berbuka puasa, beliau selalu mengajak kerabat, teman – temannya  bahkan seseorang yang membutuhkan untuk makan bersama, dan setelah berbuka puasa beliau akan menjalankan malamnya dengan mendirikan shalat sepanjang malam hingga terbit fajar.

        Selain mengendalikan hawa nafsu, puasa idris memiliki manfaat lainnya, yaitu: Meningkatkan ketaqwaan, mendapatkan pahala berlipatganda, menjaga serta meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, dan sebagai ikhtiar dalam memohon ampunan kepada Allah. Lantas bagaimana cara menjalankannya? simak penjelasan dibawah ini, berikut  adalah  doa niat puasa idris berserta caranya.

        نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

        Nawaitu shauma sunnata Nabiyyi Idris lillahi ta’ala.

        Artinya: “ saya niat berpuassa sunnah Nabi Idris karena Allah Ta’ala.”

        Puasa yang dijalankan sama hal nya dengan menjalankan puasa pada umumnya, dimana niat puasa dilafalkan sebelum terbit fajar, sunnah untuk sahur terlebih dahulu kemudian tidak melakukan hal – hal yang membatalkan puasa seperti minum, makan, serta perbuatan lainnya yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam.

        Wallahu A’lam Bishawab

        Sahabat meskipun tidak terdapat dalil spesifik mengenai puasa Nabi Idris dalam Al-Quran, namun kisah keteladanan beliau saat beribadah perlu kita contoh, karena dengan mengikutinya kita dapat meningkatkan kualitas dalam beribadah sehingga kita akan lebih dekat kepada Allah.

        Rabiul Awal Bulan Apa?, Bulan Lahir dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

        Rabiul Awal Bulan Apa?, Bulan Lahir dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW

        Rabiul awal bulan apa ? – Bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul awal, dimana menjadi moment yang selalu dirayakan oleh seluruh umat muslim dengan sebutan “Maulid Nabi”.

        Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa terdapat hari yang sangat dimuliakan  seperti malam lailatul qadar, hari jumat atau malam jumat,hari Maulid Nabi pun juga memiliki kemuliaan serta makna tersendiri.

        Ibnu Haj Al- Maliki Al-Fasi menyebutkan bahwa terdapat hikmah dibalik lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dimana pada hari Senin Allah ciptakan pepohonan yang mengartikan bahwa pepohonan maupun tumbuh – tumbuhan menjadi sumber rezeki dari sumber bahan makanan baik buah, sayuran maupun lainnya yang bermanfaat bagi manusia dari tumbuhan tersebut. 

        Selain sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, secara harfiah rabiul awal memiliki arti sebagai “ bulan pertama yang bersemi” atau “ bulan pertama yang subur”.

        Merupakan momentum penting sebagai tanda datangnya risalah Islam, dalam membawa ajaran tauhid, keadilan bahkan kasih sayang. Kemudian apa aja keutamaan bulan rabiul awal itu?, yuk simak penjelasan dibawah ini

        Nabi Muhammad  lahir pada tanggal, bulan tahun Gajah, tepatnya pada hari  Senin 12 Rabiul Awal  tahun 571 Masehi

        Lahirnya Rasulullah pada hari senin 12 Rabiul Awal memiliki arti tersendiri seperti hari – hari istimewa lainnya. Dimana dengan kelahiran beliau dianggap sebagai simbol terbitnya fajar nilai – nilai luhur dan budi pekerti kemanusiaan serta keilahiannya. Secara etomologi kata “ Rabi” memiliki arti musim semi  sebagai isyarat serta optimisme, Abu Abdirrahman As-Shaqli berkata, “ Setiap orang memiliki ‘nasib’ ( baik ) dari namanya.”

        ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

        ” Itu ( puasa senin ) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan kepadaku,” (HR Muslim).

        Rasulullah wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 632 Masehi atau 11 Hijriah tepatnya pada hari Senin diusia menginjak 63 tahun.

        Mulai menurunnya kesehatan Nabi Muhmmad, beliau dengan suara terbata – bata berikan petuah dalam khutbah untuk umatnya, yang berisikan:

        “ Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah  serta cinta kasih-Nya. Maka, taati serta bertakwalah hanya kepada-Nya. Akan kuwariskan sesuatu kepada kalian yaitu sunnah dan Al-Quran. Barang siapa yang mencintai sunnahku maka itu memiliki arti bahwa kalian mencintai ku. orang – orang yang telah mencintaiku akan bersama – sama masuk surga bersamaku,”.

        Keadaan Rasul yang semakin melemah, dimana tubuh yang mulai dingin, kaki serta dadanya sudah tak bergerak lagi, dengan suara lirihnya beliau berkata:

        “ Peliharalah shalat dan santuni orang – orang lemah di antaramu”

        Sahabat  inilah penjelasan mengenai “Rabiul Awal bulan apa” bulan yang memiliki arti besar bagi seluruh umat muslim. Lahir dan wafatnya Nabi Muhammad SAW menghadirkan sebuah petunjuk besar agar kita senantiasa dapat beriman serta bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu mari kita isi setiap 12 Rabiul Awal dengan meningkatkan amal ibadah kita dalam menjalankan seluruh perintah-Nya.

        Lestarikan Batik : Dompet Dhuafa Jogja Adakan Program SIDOMUKTI

        Lestarikan Batik : Dompet Dhuafa Jogja Adakan Program SIDOMUKTI

        Wonosari, 12 September 2024 – Dompet Dhuafa Jogja melalui SD Muhammadiyah Karangtengah di Wonosari, Gunungkidul, menjadi saksi peluncuran Program SIDOMUKTI (Sinau Budaya Lumantar Batik) yang bertujuan untuk melestarikan batik melalui pemberdayaan berbasis sekolah. Acara ini menandai langkah penting dalam upaya mempromosikan batik sebagai warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonominya di pasar.

        Program SIDOMUKTI Scale Up ini berfokus pada dua hal utama: pendalaman motif batik filosofis yang merupakan kekhasan setiap sekolah dan pengembangan daya jual produk batik di pasar. Program ini melibatkan enam sekolah penerima manfaat di Gunungkidul, yaitu SD Muhammadiyah Karangtengah, SD Muhammadiyah Kuwarasan, SD Muhammadiyah Beji, SD N Girisekar, MI Muhammadiyah Munggur, dan MI Muhammadiyah Pengkol.

        Dompet Dhuafa Jogja

        Sambutan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jogja oleh Bpk. Muhammad Zahron

        Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa, Muhammad Zahron, dalam sambutannya mengungkapkan komitmen Dompet Dhuafa terhadap pelestarian budaya sebagai salah satu pilar kehidupan. Beliau menekankan pentingnya batik sebagai warisan budaya di Yogyakarta dan menyatakan harapan agar batik yang dikembangkan melalui program ini dapat memiliki nilai ekonomi yang signifikan.

        Dompet Dhuafa Jogja

        Fashion Show batik sekolah SD Muhammadiyah Karangtengah oleh para murid

        Acara peluncuran diwarnai oleh fashion show yang menampilkan 12 siswa dari sekolah-sekolah dampingan program SIDOMUKTI. Para siswa memperagakan batik hasil karya guru dan teman-teman mereka dengan penampilan yang memukau, menampilkan kain batik yang dimodifikasi menjadi pakaian, buket bunga, dan selendang. Penampilan ini berhasil menarik perhatian dan pujian dari para tamu yang hadir.

        Dalam kesempatan yang sama, Bapak Suheru, Kepala Bidang Sarpras Dinas Pendidikan, memberikan dorongan kepada sekolah-sekolah untuk terus berkarya dan memproduksi batik. Beliau menegaskan bahwa batik menjadi salah satu keunggulan dan potensi pasar yang terbuka bagi sekolah-sekolah di Gunungkidul.

        Dompet Dhuafa Jogja

        Sambutan Bpk. Supriyadi selaku perwakilan dari Kantor Kementrian Agama Gunungkidul dalam program SIDOMUKTI


        Bapak Supriyadi dari Kantor Kementerian Agama Gunungkidul juga menambahkan dukungannya terhadap program ini. Beliau berharap semakin banyak madrasah yang dapat merasakan manfaat dari Program SIDOMUKTI dan menyatakan bahwa batik telah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran merdeka di madrasah.

        Bapak Supriyadi dari Kantor Kementerian Agama Gunungkidul juga menambahkan dukungannya terhadap program ini. Beliau berharap semakin banyak madrasah yang dapat merasakan manfaat dari Program SIDOMUKTI dan menyatakan bahwa batik telah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran merdeka di madrasah.

        Salah satu sekolah dampingan program SIDOMUKTI, Bu Murniyati selaku kepala MI Muhammadiyah Pengkol menyampaikan rasa syukurnya bisa bergabung dengan program ini.  Beliau berharap sekolah dan madrasah yang mendapatkan program ini bisa menghasilkan karya batik yang bisa menjadi inspirasi untuk sekolah lain. 

        Dengan peluncuran Program SIDOMUKTI ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara sekolah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk melestarikan dan memajukan batik sebagai bagian integral dari budaya dan ekonomi lokal.

        Dompet Dhuafa Jogja Bagikan Sayuran Gratis Di Sekolah Pelosok

        Dompet Dhuafa Jogja Bagikan Sayuran Gratis Di Sekolah Pelosok

        Wonosari,Yogyakarta  – Tingkatkan kualitas gizi anak sekolah, Dompet Dhuafa Jogja salurkan  150 paket sayuran segar kepada para murid dan warga sekitar sekolah   SD Muhammadiyah Karangtengah Wonosari Gunungkidul pada hari Rabu (11/9/2024). Program ini sebagai upaya untuk menanamkan kebiasaan  mengosumsi sayur mayur dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian sejak dini.

        Semakin rendahkan kebiasaan mengonsumsi sayur mayur dikalangan anak – anak, berbanding terbalik dengan semakin tingginya kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji  di kalangan anak – anak. Makanan siap saji memiliki rasa enak dan mudah untuk diolah, namun dibalik itu terdapat kandungan senyawa yang tidak baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi terus menerus dan berlebihan. Oleh karena itu dengan kegiatan ini Dompet Dhuafa Yogyakarta berupaya untuk memperkenalkan serta menumbuhkan kebiasaan anak – anak  mengonsumsi sayur mayur dalam memenuhi kebutuhan harian, karena sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serta serat yang sangat dibutuhkan dalam massa pertumbuhan dan perkembangan anak – anak.

        Adanya fenomena lesunya ekonomi yang dikarenakan turunya harga sayur mayur saat ini, membuat para petani menjadi kebingungan. Rendahnya harga sayur – mayur tidak sebanding dengan biaya perawatan, membuat para petani mengalami kerugian yang cukup besar  dan  banyak para petani memutuskan untuk tidak memanennya, bahkan menyedekahkan hasil panennya kepada warga yang membutuhkan secara cuma – cuma. Dengan adanya dua persoalan tersebut Dompet Dhuafa Yogyakarta mengadakan program borong sayur, dimana sayur yang dibeli berasal dari petaninya langsung tepatnya petani di lereng gunung Merapi dengan harga yang lebih tinggi dan kemudian kami salurkan kepada sekolahan khususnya daerah pelosok yang sulit mendapatkan sayuran segar serta berkualitas.

        “ Dengan adanya program borong sayur ini saya berharap dapat membantu para petani untuk lebih sejahtera dan  pendistribusian sayuran segar ini  dapat menumbuhkan tingkat kesadaran serta menjadikan sebuah kebiasaan para murid untuk mengonsumsi sayur mayur pada setiap harinya, karena kita tahu bahwa sayur mayur mengandung kaya akan nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak” ujar Bapak. Bambang Manager program Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        Penyaluran sayur mayur gratis kepada para murid SD Muhammadiyah Karangtengah

        Kepala SD Muhammadiyah Karangtengah, Ibu  Reski Raezita, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat sejak dini. “Kami ingin menanamkan kebiasaan makan sayuran kepada anak-anak agar mereka bisa tumbuh sehat dan cerdas. Sayuran memiliki banyak manfaat, seperti sumber vitamin, mineral, dan serat yang sangat baik untuk tubuh kita,” ujar beliau.

        Peduli Lansia: Dompet Dhuafa Jogja Adakan Posyandu Hingga Pelosok

        Peduli Lansia: Dompet Dhuafa Jogja Adakan Posyandu Hingga Pelosok

        Posyandu lansia

        Tepus, Gunungkidul –  Dompet Dhuafa Jogja adakan posyandu lansia di Dusun Pringapus, Desa Girimulyo, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul  pada hari Selasa, (10 September 2024), rendahnya kesadaran para lansia dalam menjaga kesehatan, serta sulitnya akses fasilitas kesehatan di daerah pelosok.   Dengan dihadiri oleh 60 peserta lansia.

        Banyaknya jumlah lansia di daerah pelosok tidak diimbangi dengan mudahnya akses menuju fasilitas kesehatan. Minim dan jauhnya fasilitas kesehatan serta sebagian besar para lansia di daerah pelosok tinggal tanpa ditemani oleh seorang anak atau saudara yang lebih muda, membuat para lansia enggan untuk pergi ke fasilitas kesehatan,  inilah yang menyebabkan semakin tingginya resiko penyakit degeneratif menyerang para lansia di daerah pelosok, sehingga membuat kualitas kesehatan mereka menjadi semakin menurun. Oleh karena itu Dompet Dhuafa Yogyakarta mengadakan program posyandu lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan serta menurunkan resiko penyakit degenratif pada para lansia  khususnya di daerah pelosok.

        Para peserta posyandu lansia melakukan senam terlebih dahulu sebelum memulai pemeriksaan kesehatan yang dikomandoi oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Kegiatan posyandu lansia  yang diadakan secara berkelanjutan ini dilawali dengan senam lansia.  Dimana senam lansia ini merupakan program preventif yang bertujuan untuk menjaga serta meningatkan kebugaran dan kesehatan para lansia. Kemudian dilanjutkan dengan program posyandu kuratif yang diawali dengan pemeriksaan tekanan darah tinggi, pengecekan metabolik, konsultasi kesehatan dengan dokter , dan pemberian obat – obatan sesuai dengan resep dokter.

        Konsultasi kesehatan Pak. Darmo saat posyandu lansia dengan dokter Dompet Dhuafa Yogyakarta

        “ saya sangat beruntung dengan adanya program posyandu ini, karena dengan adanya posyandu ini saya tak perlu pergi jauh – jauh ke puskesmas. Saya sudah bertahun – tahun mengikuti program ini, selama saya punya masalah kesehatan kemudian saya memutuskan untuk periksa kesehatan di posyandu kesehatan lansia ini, Alhamdulilah cocok dan sembuh” ungkap Pak Darmo salah satu peserta lansia.

        “ Terimakasih banyak Dompet Dhuafa Yogyakarta, dulu para lansia di dusun ini tidak tau bagaimana menjaga kesehatan. Selama tidak sakit parah ya kita tidak ke puskesmas, karena jarak puskesmasnya jauh, tidak ada yang mengantarkan, jadi sebagian besar memutuskan untuk tetap dirumah, diobati dengan cara sendiri. Kalau sudah benar-benar parah baru dibawa ke puskesmas atau mengundang dokter untuk datang mengobati. Alhamdulilah kini dengan program posyandu lansia ini para lansia di Dsn. Pringapus sudah sadar dalam menjaga kesehatan, apapun keadaannya tidak ragu untuk datang konsultasi ke sini.” Imbuh Ibu Musri Ibu Dusun Pringapus.

        Mengenal Walimatus Safar, Sejarah dan Hukumnya

        Mengenal Walimatus Safar, Sejarah dan Hukumnya

        Walimatus safar – Sebuah tradisi  sebagai bentuk rasa syukur serta permohonan kelancaran untuk  para jemaah haji atau umrah yang akan berangkat ketanah suci. Berasal dari dua bahasa Arab yaitu walimah dan safar, walimah memiliki arti jamuan atau pesta sedangkan safar artinya perjalanan, sehingga dapat diartikan sebagai acara jamuan makan bagi seseorang yang hendak melakukan perjalanan haji maupun umroh.

        Kegiatan ini biasanya diisi dengan pembacaan atau pelantunan ayat suci Al-Quran, doa, sholawat nabi, maupun kajian Moment inilah yang digunakan para jemaah untuk memohon doa restu, mohon maaf atas segala kesalahan serta berpamitan kepada kerabat, saudara dan keluarga agar diberikan kelancaran ketika menjalankan haji maupun umrah.

        Pada dasarnya walimatus safar merupakan tradisi, walimatus safar hukumnya  tidak wajib maupun tidak sunnah, tradisi ini muncul pada tahun 1970-an dimana berdasarkan Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Agus Arifin menjelaskan bahwa istilah walimatus safar tidak ditemukan dalam literatur Islam.


        Namun demikian tradisi ini tidaklah buruk. Selama berlandaskan niat yang bagus tidak melenceng dari agama Islam maka diperbolehkan, karena pada kegiatan ini dilaksanakan sebagai niat dan rasa syukur kepada Allah SWT atas adanya ketempatan untuk menunaikan ibadah haji atau umrah serta memohon kelancaran agar ibadah tersebut dapat berjalan dengan baik.

        Selain itu dengan adanya tradisi ini memberikan manfaat positif, karena dengan adanya hal ini dapat mempererat hubungan silahturahmi antar sesama umat muslim.

        Wakil Sekertaris LBM PBNU, Ustadz Alhafiz Kurniawan menjelaskan bahwa terdapat doa yang dapat dilafalkan ketika akan melepaskan seseorang yang akan berhaji atau umrah, dan doa berikut ini dapat juga dilafalkan kepada seseorang yang sudah berangkat haji ataupun umrah.

        زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ 
        Artinya: “ Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

        Nabi Muhammad SAW juga melafalkan doa ini ketika sahabat Rasulullah ketika akan melakukan perjalanan jauh.

        Riwayat Imam At-Tirmidzi sahabat Anas RA  menjelaskan:

        وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: “زودك الله التقوى”، قال: زدني، قال: “وغفر ذنبك”، قال: زدني، قال: “ويسر لك الخير حيثما كنت” قال الترمذي: حديث حسن

        Artinya : “ Diriwayatkan kepada kita dari Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa suatu ketika ada seseorang yang mendatangi Rasulullaj SAW, ‘Wahai Rasulullah, saya hendak berpergian. Olehkarena itu, berikanlah saya bekal,’ kata sahabat tersebut.’ Zawwadakallahut taqwa, kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan Ya Rasulullah,’ “ Wa Ghafara dzanbaka,’ imbuh Rasulullah SAW. ‘ Tambahkan lagi Ya Rasulullah, kata sahabat tersebut,’ Wa yassara lakal khaira haitsuma kunta,’ jawab Rasulullah SAW”

        Sahabat demikian, pembahasan mengenai walimatus safar semoga diskusi ini bermanfaat sehingga dapat memperkuat pondasi keimanan kita dalam beribadah terutama ketika akan berhaji maupun umrah.

        Program Plasma Domba DD Farm bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Program Plasma Domba DD Farm bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Yogyakarta, 6 September 2024 – Dompet Dhuafa Yogyakarta bekerja sama dengan BMT BIF mengembangkan peternakan domba di Berbah Sleman Yogyakarta. Kebutuhan daging domba semakin hari terus bertambah. Jogja sebagai daerah tujuan wisata membuka peluang luas usaha budidaya domba untuk wisata kuliner. Selain itu kebutuhan tahunan domba sebagai stock hewan kurban juga tak kalah besar. 

        Dalam rangka memenuhi permintaan pasar daging domba yang terus meningkat serta mendukung kebutuhan tahunan hewan kurban, program pemberdayaan peternak domba ini diadakan. Program ini dilaksanakan atas kerja sama Dompet Dhuafa Yogyakarta dengan BMT BIF sebagai Mitra Pengelola Zakat. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi dan meningkatkan produktivitas para peternak lokal sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor wisata kuliner di Yogyakarta.

        Seiring dengan perkembangan Yogyakarta sebagai destinasi wisata kuliner, kebutuhan daging domba berkualitas tinggi terus bertambah. Program peternakan domba ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut, dengan menyediakan dukungan berupa pelatihan teknis, bantuan modal, serta akses ke pasar yang lebih luas. Para peternak lokal akan dibimbing dalam memilih bibit domba unggul, penerapan metode pakan yang tepat, hingga pengelolaan kesehatan ternak yang baik.

        “Dompet Dhuafa terus berupaya menjawab tantangan zaman dalam melayani mustahik. Tentu saja hal itu diselaraskan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat. Kami percaya bahwa program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak lokal serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat wisata kuliner dengan ragam olahan daging domba yang khas. Selain itu, kesadaran masyarakat muslim akan ibadah kurban semakin naik setiap tahun. Melalui program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha mendatang.” ujar [Muhammad Zahron dalam sambutannya, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Hadir juga Dr. H. Riduwan, S.E. M.Ag selaku pimpinan BMT BIF. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa sinergi ini adalah bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kapasitas mustahik dalam hal budidaya domba. Seiring dengan meningkatnya kecakapan budidaya domba nantinya akan berefek pada peningkatan ekonomi peternak. 

        Program ini adalah wujud nyata komitmen Dompet Dhuafa untuk terus berkhidmat mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa melalui program-program yang berkesinambungan dan berorientasi pada kemandirian mustahik. Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung program-program pemberdayaan, sebagai bagian dari usaha bersama untuk mewujudkan kemandirian dan keberdayaan kaum dhuafa. Setiap partisipasi dan dukungan akan menjadi langkah nyata dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan.

        Harapan di Tengah Kekeringan: Kisah Bu Tarkiyem dan Air Kehidupan di Jurangjero, Gunungkidul

        Harapan di Tengah Kekeringan: Kisah Bu Tarkiyem dan Air Kehidupan di Jurangjero, Gunungkidul

        Gunungkidul, D.I. Yogyakarta—Bu Tarkiyem tinggal seorang diri di rumahnya. Keheningan menemani hari-harinya lebih dekat dari siapapun dan apapun. Atau bila ada yang lebih akrab dengan dirinya daripada itu semua, mungkin itu adalah krisis air yang terus melanda Gunungkidul, tempat di mana ia lahir dan hidup di masa tuanya mengalami kekeringan.

        Bu Tarkiyem ialah warga Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

        Ia bercerita bagaimana kampung halamannya selalu dilanda kekeringan saat musim kemarau tiba.

        Kekeringan yang menjadi kesulitan bagi warga Desa Jurangjero, termasuk dirinya, dalam beraktivitas sehari-hari.

        Kini kemarau itu hadir lebih awal dan panjang. Membuat kesulitan itu seperti derita tanpa ujung.

        “Saya lupa kapan terakhir di sini hujan. Sudah berbulan-bulan (tidak ada hujan),” kata Bu Tarkiyem.

        Tidak seberuntung orang lain, ia tidak memiliki saluran air PDAM (meski di desa ini air dari PDAM seringkali tersendat dan tak banyak membantu) yang bisa masuk ke dalam rumahnya.

        Kamar mandi di rumahnya tidak ada keran air. Ia hanya mengandalkan sumur galian yang ada di belakang rumahnya.

        Namun kini sumur itu tidak lagi mengeluarkan air. Fungsinya sekarang hanya untuk menadah air hujan yang turun. Namun, air dari sumur itu hanya ia gunakan untuk menyiram tanaman sayur yang ia tanam di lahan kecilnya di belakang rumah. Tidak untuk ia konsumsi.

        “Untuk saya kasih ke ayam-ayam saya saja tidak. Takut sakit. Soalnya airnya kotor,” kata Bu tarkiyem.

        Dulu sekali di Desa Jurangjero, menurut Bu Tarkiyem, masih banyak sumber-sumber air bersih yang bisa diandalkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika musim kemarau tiba.

        Salah satunya sumur di samping ladang pertanian desa. Sumur besar itu selalu menyimpan air tanah, dan hujan. Untuk kebutuhan mandi, memasak, dan lain-lain, Bu Tarkiyem selalu mengambil air dari sana.

        Terhitung sejak tahun 2010, seperti sumber-sumber air lainnya di desa tersebut, sumur itu berangsur-angsur surut. Air yang keluar hanya sedikit. Sementara tak ada lagi air hujan yang bisa ditampung karena curah hujan di Gunungkidul menurun.

        Bu Tarkiyem sempat meninggalkan desanya di tahun 1994 untuk merantau ke Jakarta. 26 tahun ia menetap di Jakarta, bekerja sebagai asisten rumah tangga.

        “Lama saya di Jakarta. Pas virus corona pertama itu saya pulang ke sini. Tapi kalau suami saya nggak sakit, saya nggak akan pulang,” ujar Bu Tarkiyem.

        Sekembalinya ke Gunungkidul, tidak banyak hal yang berubah. Kondisi air di sini saat kemarau masih sama. Keterbatasan air masih menjadi gangguan yang tak bergerak ke arah yang baik.

        “Saya sekarang hanya bisa dapat air dari sumber air jauh di sana,” Bu Tarkiyem sembari menunjuk ke arah sawah.

        “Kalau dari sini sekitar 6 kilo. Saya enggak ambil sendiri. Biasanya anak saya yang ambil, setiap sore dia datang bawa derijen. Nanti saya tampung di ember-ember di kamar mandi.”

        “Kalau anak saya tidak datang ke rumah, tandanya air lagi kering,” lanjut Bu Tarkiyem.

        Air yang ada untuk memenuhi kebutuhannya mandi, masak dan minum, serba cukup. Itu pun Bu Tarkiyem perlu mengirit. Mandi hanya sekali sehari, pada sore hari saja. Yang penting menurutnya ada air untuk minum dan berwudhu untuk shalat.

        Usia Bu Tarkiyem tahun ini sudah 60 tahun. Tidak banyak yang ia lakukan. Ia tidak punya sawah untuk berladang. Yang bisa ia lakukan hanya mengelola tanah sempit di belakang rumahnya untuk ditanam sayuran untuk ia jadikan bahan makanan sehari-hari. Tidak banyak, tetapi cukup untuk sekadar membuat badan tetap tegak.

        “Kalau ayam-ayam ini hanya untuk saya pelihara. Kalau saya kepepet butuh uang saya jual. Yang kecil 15 ribu, yang besar bisa 80 ribu,” Kata Bu Tarkiyem.

        “Untuk saya potong ayam saya untuk makan saya sendiri, saya enggak mau. Enggak tega. Dan saya juga berharap enggak sampai dijual,” lanjutnya.

        Suaminya yang bekerja di Jakarta rutin mengirimkan Bu Tarkiyem uang. Selain itu, untuk menambah simpanan uang, setidaknya untuk lebih leluasa dalam membeli beras, minyak goreng, telur dan bahan-bahan bumbu dapur lainnya ia bekerja di ladang milik tetangganya.

        “Kalau ada kerja di sawah ketika musim panen, saya ikut kerja. Upahnya beras itu. Kalau tandur saya diupah uang. Tapi sekarang enggak ada. Sawah pada kering. Tetangga saya yang punya ladang juga gagal panen,” ujar Bu Tarkiyem.

        Selanjutnya Bu Tarkiyem bercerita banyak tentang kekeringan yang membuat hidup para petani di desa serba sulit. Seperti dirinya yang bergantung hidup pada kegiatan bercocok tanam, krisis air ini menjadi bencana.

        Mayoritas warga Desa Jurangjero ialah petani. Ketika kemarau panjang terjadi tidak banyak air yang dapat mengalir ke setiap petak-petak sawah. Sawah menjadi tandus. Memilih tetap menanam benih saat hujan mulai jarang turun, seperti upaya menjaring angin, sia-sia.

        Kondisi-kondisi ini membuat sebagian pemuda desa pergi bekerja di luar kota. Mencoba peruntungan nasib di luar desa. Bergantung pada pekerjaan informal yang sebetulnya juga serba rentan.

        Awal bulan September ini wajah Bu Tarkiyem tampak ceria. Alasannya, air kini sudah mengalir ke rumahnya.

        Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa pada 29 Agustus 2024 melakukan instalasi pipa di Dusun Jurangjero untuk mengaliri air dari sumur bor umum ke rumah-rumah warga. Rumah Bu Tarkiyem salah satu yang dilewati pipa air ini.

        Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air tetap ada bagi setiap warga.

        “Sekarang lebih baik karena ada bantuan air dari DMC, ya. Saya ucapkan banyak terima kasih sekali,” ucap Bu Tarkiyem penuh rasa haru.

        Kawan Baik, kebutuhan akan air bagi manusia tidak bisa ditawar-tawar. Keberadaannya menghidupi setiap makhluk yang hidup. Maka dari itu, air seringkali menjadi penanda kehidupan.

        Semoga Bu Tarkiyem dan warga Dusun Jurangjero kini tak lagi kekurangan air.

        Sebab, di daerah yang seringkali ditelan keheningan ini, air bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga tentang bertahannya harapan dan kehidupan. Dan di setiap tetes air yang mengalir ke rumah-rumah, tersimpan doa-doa yang mengharapkan kekeringan tak lagi menjadi bagian dari cerita masa depan. Karena Bumi Cuma Satu, Berdaya Sekarang. (MAA/DMC Dompet Dhuafa)

        Aksi Nyata Dompet Dhuafa Yogyakarta Atasi Kekeringan Di Daerah Kekeringan Gunungkidul

        Aksi Nyata Dompet Dhuafa Yogyakarta Atasi Kekeringan Di Daerah Kekeringan Gunungkidul

        Gunungkidul,D.I. Yogyakarta – Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa lakukan pendistribusian air bersih dibeberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul yang mengalami krisis air bersih (Jumat, 23/08/2024).

        Sumur-sumur warga yang biasanya menjadi sumber air utama kini tak lagi mencukupi kebutuhan harian. Kondisi ini membuat warga sangat membutuhkan bantuan air bersih.

        Dalam upaya merespon situasi kekeringan tersebut, Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama DMC Dompet Dhuafa berserta  para relawan mendistribusikan air bersih di dua titik lokasi uaitu di Dusun Gubar, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, yakni RT 01 dan RT 03. Sebanyak dua truk tangki air bersih disediakan di masing – masing titik.

        “Kami dropping dua truk tangki air bersih di masing-masing titik di Dusun Gubar, Purwosari. Sebanyak 262 jiwa penerima manfaat dari penyaluran air bersih hari ini (23/8),” lapor Tomi, relawan DMC Dompet Dhuafa yang berada di lokasi. 

        Tomi menambahkan bahwa memasuki musim kemarau membuat sumur-sumur warga menjadi kering dan kondisi tersebut membuat permintaan akan air menjadi sangat tinggi.

        Keterbatasan air menjadi kendala yang dihadapi. Ini membuat  pemenuhan tangki air pun butuh waktu yang tidak sebentar.

        “Kami terus berusaha untuk mempercepat proses distribusi. Namun, karena antrian pengambilan air yang panjang, terkadang distribusi sore hari baru bisa dilanjutkan keesokan paginya,” ujar Tomi

        Eka Suwandi, Manajer Tanggap Darurat, Pemulihan dan Kerelawanan DMC Dompet Dhuafa menjelaskan rencana DMC untuk melakukan pipanisasi di dua wilayah terdampak kekeringan, antara lain di Dusun Jurangjero, Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul dan Dusun Nogosari, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.  

        “Gunernur DIY telah menerbitkan SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang berlaku hingga 31 Agustus ini. Merespons kekeringan yang terjadi di Yogyakarta, DMC melakukan distribusi air bersih untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Selain distribusi air bersih, DMC juga akan melakukan proses pipanisasi di dua wilayah,” kata Eka.

        “Upaya pipanisasi telah kita koordinasikan dengan warga dan pemerintahan setempat, hal ini untuk pemenuhan kebutuhan air yang langka di musim kekeringan ini. Semoga hal ini bisa membantu mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di wilayah tersebut,” pungkasnya. 

        Dilansir dari laman Kompas.com bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menjelaskan wilayah terdampak kekeringan di Gunungkidul sangat bergantung pada bantuan air bersih.  

        Purwono Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul mengatakan, kemungkinan lokasi kekeringan akan meluas, karena kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2024. 

        Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat secara bijak menggunakan air. Kemarau saat ini belum masuk kategori ekstrim. “Bijak menggunakan air bersih,” ujar Purwono. 

        Upaya distribusi air bersih ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial dalam merespons dampak kekeringan yang semakin meluas. DMC Dompet Dhuafa Yogyakarta akan terus berupaya untuk membantu penyediaan air bersih untuk warga terdampak kekeringan agar kebutuhan akan air bersih sehari-hari dapat terpenuhi. 

        4 Keutamaan Bulan Safar Dalam Islam

        4 Keutamaan Bulan Safar Dalam Islam

        Keutamaan Bulan Safar Dalam Islam – Dalam kalender Islam bulan safar menurut tradisi kebuadayaan Islam merupakan bulan yang mendatangkan banyak musibah maupun bala.

        Mengutip dalam buku berjudul Kitab Doa – doa Tolak Bala susunan oleh Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia (2021:18) menjelaskan bahwa bulan safar identik dengan cobaan besar, seperti adanya musim pancaroba, suasana yang tidak menentu, serta musibah lainnya sehingga pada bulan ini banyak yang melakukan amalan tolak bala. Namun hal tertentu tidaklah benar dan tidak boleh mempercayai nya karena tidak ada dalil shahih  menjelaskan bahwa bulan safar merupakan bulan kesialan.

        Ternyata kepercayaan tersebut hanyalah kepercayaan pada zaman pra – Islam atau zaman jahiliah. Dalam sejarah Islam bulan safar memiliki banyak sejarah, sebagai saksi atas terjadinya peristiwa keislaman seperti adanya perang khaibar, hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah, pernikahan Rasulullah bersama Khadijah, pernikahan Ali bersama Fatimah. Kemudian turunlah ayat Al-Quran  Al A’raf yang berisikan larangan mempercayai keburukan karena bulan safar


        فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

        Artinya: “Kemudian apabila telah datang kepada mereka sebuah kemakmuranl, kemudian mereka berkata:” Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan apabila mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan tersebut kepada Musa dan orang -orang yang bertanaya. Ketahuilah, sesungguhnya sebuah kesialan itu merupakan ketetapan Allah, namun sebagian besar mereka tidaklah mengetahuinya.” (QS.Al A’raf:131).

        Pada zaman dahulu para ulama menganggap bahwa Allah SWT akan menurunkan banyak musibah pada rabu terakhir bulan safar atau serig disebut dengan rabu wekasan, menurut ulama ahli ma’rifat menyebutkan akan turun sebanyak 320.000 bala musibah yang akan turun pada rabu wekasan, sehingga pada waktu tersebut banyak masyarakat yang enggan melakukan aktivitas apapun untuk menghindari musibah tersebut.

        Sahabat pernyataan tersebut memiliki kebenaran yang salah, Nabi Muhammad menegaskan semua musibah maupun cobaan yang datang tidak berkaitan dengan bulan maupun waktu lainnya.

        لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَدِ

        Artinya: “ Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa.” (HR al-Bukhari) (Badruddin ‘Aini, ‘Umdâtul Qâri Syarhu Shahîhil Bukhâri, [Beirut, Dârul Kutub: 2006], juz IX, halaman 409).

        Lantas apa keutamaan bulan safar itu? Yuk simak penjalasan di bawah ini:

        Sebagai Hamba Allah kita harus meyakini bahwa segala hal yang terjadi, ujian hidup yang menimpa merupakan kebesaran Allah bukan karena hal – hal lain. Untuk menjadikan seorang hamba yang lebih baik di sisi Allah.. Allah Mahabesar mengetahui segalanya yang kita tidak ketahui, jikalau Allah memberikan sebuah cobaan maka berikhtiarlah dengan sungguh – sungguh di jalan-Nya.

        Ketika kita meyakini  secaara utuh kebesaran Allah , membuat kita menjadi lebih ringan serta hati  tenang disaat menjalani cobaan hidup. Membiasakan diri untuk berkhusnudzon ketika menerima segala takdir Allah, pantang menyerah dalam berikhtiar membawa harapan untuk mengetuk pintu rizkiNya. Adapun kesedihan atau kenimatan yang diterima di akhir, jangan sampai membawa kita untuk melangkah menjauh dari-Nya.

         Nabi Muhammad SAW dalam Hadist Riwayat Bukhari Muslim, Abu Daud dan Ahmad menjelaskan:

        “Tak ada adwa, tak ada thiyarah, tak ada hammah, tak ada kesialan pada bulan safar”

        Kemudian  Al-Quran surat Al Baqarah 155 – 156 menyebutkan akan  Allah hadirkan sebuah kebahagiaan apabila seorang hamba dapat mengelola hatinya dengan baik dan bersabar akan coban-Nya:

         “ Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah -buahan. Dan berikalah berita gembira kepada orang – orang yang bersabar,” (QS. Al Baqarah :155).

        Yakinlah apapun yang terjadi merupakan kebesaran Allah berkhusnudzonlah atas semua takdirNya. Dengan meyakini tersebut tidak mengait – ngaitkan tentang kesialan pada bulan safar maka kita sudah termasuk seorang hamba yang beriman kepada-Nya.

        يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

        Artinya: “Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapatkan keberuntungan.” (QS.Al-Maidah ayat 35)

        Tak ada hadist yang menyebutkan bahwa bulan safar memiliki arti kesialan, Allah menjelaskan bahwa semua bulan, hari, waktu lainnya memiliki arti baik tak ada bulan  yang memiliki arti keburukan. Tak ada musibah yang terjadi tanpa seizin Allah maka bertawallah hanya kepada Allah untuk berlomba – lomba mendapatkan ridho serta rizky-Nya.

        يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

        Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

        Bukti bahwa bulan safar bukan bulan sial, pada bulan ini telah terjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam. Adanya kemenangan Nabi Muhammad bersama umat Muslim pada perang Khaibar saat membela agama Islam dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah tahun 7 Hijriah.

        Sahabat itulah keutamaan bulan safar dalam Islam, sesungguhnya kebesaran Allah tidak berkaitan dengan waktu maupun bulan. Mempercayai meyakini bulan safar merupakan bulan sial adalah kemusyrikan yang Allah benci,semoga diskusi tersebut menyadarkan kita untuk lebih dekat kepada-Nya. Apapun cobaan yang Allah beri merupakan cara Allah menaikkan derajat hambanya, mari perkuat amalan serta iman kita untuk meraih ridho serta rizky-Nya.


        Melukis Masa Depan Fira dari Keterbatasan bersama Youth Ekselensia Scholarship

        Melukis Masa Depan Fira dari Keterbatasan bersama Youth Ekselensia Scholarship

        Youth Ekselensia Scholarship (YES) – Dengan lantang, Fira menyebutkan keinginannya untuk sukses, bukan karena ingin kaya dan bermegah-megahan. Baginya, kesuksesan adalah cara untuk menebus sakit yang tak terbayar dengan uang, air mata yang turun karena diragukan, dan luka di hati yang dianggap tidak pantas. Fira ingin mengangkat derajat orang tuanya dan membalas air mata serta keringat mereka yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Meskipun perjalanan hidupnya tidak selalu mudah, semangat yang ia miliki membuatnya terus maju. Fira percaya bahwa setiap tetes keringat dan air mata orang tuanya adalah dorongan terbesar untuk meraih impiannya. Ia selalu ingat betapa kerasnya perjuangan mereka demi masa depannya. Dalam hatinya, ada tekad yang kuat untuk membuktikan bahwa dirinya bisa sukses dan membuat orang tuanya bangga. Tidak ada yang lebih berharga bagi Fira selain melihat senyum kebanggaan di wajah mereka. Itu adalah motivasi utamanya setiap hari.

        Kehidupan ekonomi keluarga yang pasang surut menghiasi hari-hari Fira. Setelah pindah, ayahnya tidak lagi memiliki pekerjaan tetap dan bekerja sebagai wiraswasta, menjual barang elektronik bekas secara online. Pekerjaan ayahnya tidak selalu memberikan penghasilan yang stabil, sehingga keluarga mereka sering menghadapi kesulitan finansial. Ketika pandemi melanda, kondisi keuangan keluarga semakin memprihatinkan. Ayah Fira jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung dan flek paru-paru. Meskipun sempat membaik, takdir berkata lain dan ayahnya berpulang kepada Sang Pencipta. Keluarga ayahnya membantu keuangan mereka, sementara ibu Fira bekerja sebagai penganyam tas yang dijual secara online. Kondisi ini membuat Fira semakin gigih untuk meraih sukses demi keluarganya.

        Fira menjadi penerima manfaat program beasiswa youth ekselensia scholarship (YES), yang menurutnya telah banyak mengubah hidupnya. Di YES, ia menemukan teman-teman hebat dan mentor yang luar biasa, serta mendapatkan banyak hal seperti motivasi, pembekalan materi, public speaking, bimbingan Al-Quran Hadist, persiapan kampus, bimbingan individu dan klasikal, serta kegiatan refreshing. Program YES memberikan banyak kesempatan kepada Fira untuk berkembang dan mengeksplorasi potensi dirinya. Fira merasa sangat bersyukur pernah bergabung dengan YES Jogja 2024 dan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Di sana, ia belajar banyak tentang bagaimana merencanakan masa depan dan mencapai cita-cita. Ia juga mendapatkan jaringan pertemanan yang luas, yang membantunya dalam berbagai hal. Setiap hari di YES adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

        Kemudian, Fira memantapkan diri untuk mempelajari bahasa, seni, dan budaya di prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta. Ia berharap dapat berkontribusi dan memiliki peluang yang luas untuk berkembang dalam berbagai bidang karier, serta menjadi manusia berdampak di masa depan. Dengan pemahaman yang ia pegang teguh sejak kecil, Fira menyadari bahwa hidupnya harus bermakna tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Pilihannya untuk belajar Sastra Inggris didorong oleh minatnya yang besar terhadap bahasa dan budaya. Ia yakin bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah akan membantunya mencapai impian dan cita-citanya. Fira selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang ia lakukan. Ia percaya bahwa dengan usaha dan doa, ia akan mampu meraih kesuksesan.

        Fira selalu mengingat pesan ayahnya untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Pesan ini menjadi pegangan Fira dalam setiap langkahnya. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjadikan hidupnya bermakna. Dengan semangat yang membara, Fira terus berjuang untuk meraih cita-citanya. Ia selalu berusaha untuk belajar dan berkembang, baik secara akademis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Fira, setiap tantangan adalah peluang untuk menjadi lebih baik. Ia yakin bahwa dengan usaha keras dan doa, ia akan mampu mencapai semua impiannya. Fira selalu percaya bahwa masa depan yang cerah adalah milik mereka yang berani bermimpi dan berusaha.

        Sifat Keteladanan Nabi Muhammad yang Patut Dicontoh

        Sifat Keteladanan Nabi Muhammad yang Patut Dicontoh

        Sifat Keteladanan Nabi Muhammad SAW – Lahir pada bulan Rabiul Awal, di angkat menjadi Rasul pada  tanggal 17 Ramadan tahun 611 Masehi. Pada usia menjelang 40 tahun dengan mendapatkan wahyu pertama kalinya yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5 melalui malaikat Jibril saat berada di Gua Hira.
        Di balik penerimaan wahyu tersebut, Rasulullah telah  memiliki sifat mulia yang wajib kita teladani dalam kehidupan sehari -hari yaitu  sidik,tabligh, fathonah, dan amanah.

        Teladan Nabi Muhammad tergambar dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 21:

        لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

        Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

         Hadist tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad merupakan uswah hassanah ( teladan kebaikan ) terutama bagi: 1) Berharap kepada ridho Allah SWT, 2) Mengharapakan adanya kehidupan setelah kematian, 3) seseorang yang terus menerus ingin mengingat-Nya.

        Lantas apa sifat teladan Nabi Muhammad SAW itu? yuk simak penjelasan berikut ini.

         Nabi Muhammad SAW memiliki sifat siddiq yang memiliki arti  “ benar “ atau “ jujur” , Allah selalu menjaga segala perkataan serta perbuatan Nabi Muhammad sehingga apapun itu perkataanya atau perbuatannya pasti benar dan jujur.

         Surah An-Najm ayat 3-5 berbunyi:

        ا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى ٣ اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ ٤ عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ ٥

        Artinya: “Dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu (-nya). Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang di sampaikan (kepadanya) yang di ajarkan kepadanya oleh (malaikat) yang sangat kuat (Jibril).”

        Firman di atas membutkikan bahwa semua yang Rasull lakukan selalu  sesuai dengan Al-Quran bukan atas kemauan sendiri, bahwa sebelum di angkat menjadi rasull Muhammad selalu bersikap jujur dan dapat di percaya, memiliki gelar “al-amin” yang berarti dapat di percaya.

        Sifat teladan selanjutnya adalah “Tabligh” yang memiliki arti “ menyampaikan “ yaitu menyampaikan semua wahyu yang Allah berikan kepadanya.

        Allah SWT memerintakan Nabi Muhammad untuk bersifat tabligh ketika menyampaikan wahyunya, surah Al-Maidah ayat 67 berbunyi:

        ۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ٦٧

        Artinya: “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.”

        Beliau mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyunya dengan mensyiarkan agama Islam dengan benar agar para umat muslim dapat memperbaiki serta mempersiapkan diri untuk dapat mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

        Sifat teladan Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah amanah, memiliki arti dapat dipercaya  ketika melakukan sesuatu. 

        Surah Al-A’raf ayat 68 berbunyi:

        اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ اَمِيْنٌ ٦٨

        Artinya: “Aku sampaikan kepadamu risalah-risalah (amanat) Tuhanku dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang terpercaya.”

        Contoh konkrit Nabi Muhammad merupakan sosok yang amanah adalah ketika beliau dipercaya Khadijah RA untuk mengelola dagangnya ke negeri Syam.

        Sifat terladan yang terakhir adalah fatonah, yang memiliki arti bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki  intelektual  luar biasa tinggi. Pandai serta selalu mengoreksi diri sendiri, memperbaiki dengan menambah amallan sebagai bekal dalam menghadapi kematian.

        عن ابي يعلى شداد ابن اوس رضي الله عنه قال قال رسول الله ص م الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)

        Abu Ta’ala Syidad bin Aus radhi Allah anhu berkata. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Di samping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR Tirmidzi).

        Sahabat itulah sifat teladan Rasulullah semoga dapat menjadi motivasi  dan inspirasi untuk kita dalam menjalankan kehidupan sehari – hari. bahwasanya menjaga kepercaayaan, jujur sangatlah penting.

        Tragedi Ar-Raji dan Bi’ru Ma’unah, Awal Mula Doa Qunud Nazilah

        Tragedi Ar-Raji dan Bi’ru Ma’unah –  Sebuah tragedi menyedihkan menimpa sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Permintaan oleh Bani Udhal dan al-Qarrah kepada Rasulullah untuk mengirimkan seseorang agar dapat membantu mereka untuk mendalami ilmu agama Islam.

        Rasulullah kabulkan permintaan Bani Udhal, kemudian beliau perintahkan para sahabatnya sebanyak sepuluh orang dengan kepemimpinan ‘Ashim bin Tsabit al-Aqlah, namun permintaan tersebut hanyalah akal bulus Bani Udhal.

        Namun semua permintaan tersebut hanyalah akal bulus Bani Udhal, Bni Udhal seketika langsung membantai para sahabat setiba di daerah mata air Raji’. Kemudian pada bulan yang sama pada pengiriman sariyatu raji’ Rasulullah mengutus para sahabatnya sebanyak 70 orang ahli baca Al-Quran ke Najd.

        Ketika para sahabat Rasulullah telah sampai di desa Raji’, Bani Lahyan dengan 100 pemanah meminta mereka untuk segera meyerah, apabila menyerah Bani Lahyan akan berjanji untuk tidak membunuh mereka.

        Para sahabat Rasul memutuskan untuk tidak menyerah dan terbunuhlah mereka sementara terdapat sahabat Rasul yang  selamat dari pembunuhan tersebut karena memutuskan untuk menyerah yaitu Abdullah bin Thariq, Zaid in Datsinah, dan Khubaib bin Adi dan kemudian menjadikan mereka sebagai budak, namun hal tersebut tidaklah bertahan lama karena mereka akhirnya di bunuh oleh tuan – tuannya sebagai pembalasan kekalahan saat perang badar.

        Sebelum Nabi Muhammad mengutus 70 sahabatnya untuk mengajarkan agama Islam di Najd, beliau khawatir akan keselamatan mereka mengingat tragedi Raji telah merenggut nyawa para sahabatnya. Abu Bara’ pun meyakinkan Rasulullah bahwa mereka akan menjamin keselamatan mereka dan akhirnya Rasulullah mengutus 70 para sahabatnya ke Najd.

        Singkat cerita pada saat mereka sampai di wilayah Bir Ma’unah Amir bin Thaufil membunuh utusan dengan kepemimpinan Al-Mundzir bin Amir, terdapat satu sahabat Rasul yang selamat dari tragedi tersebut yaitu Amr bin Umayyah al-Dhamri  yang kemudian pulang langsung menghadap Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan  tragedi pada waktu itu.

        Mendengar dua tragedi tersebut Nabi Muhammad sangatlah terpukul dan sedih, karena tragedi tersebut terjadi hampir bersamaan yaitu sama – sama terjadi pada bulan safar.

        Setelah kejadian tersebut Rasulullah setiap subuh selalu melafalkan doa qunud petaka / qunud nazilah pada setiap sholat subuhnya selama satu bulan bahkan lebih,Rasul berdoa akan perbuatan buruk orang – orang yang terlibat dalam pembunuhan para sahabatnya. Kemudian Nabi Muhammad SAW mengajarkan para umatnya untuk melaksanakam doa qunud tersebut pada setiap sholat subuhnya.

        Perlu kita ketahui bahwa tragedi ini bukan karena penghianatan perbuatan oleh Abu Bara melainkan dari anak saudaranya Abu Bara’ Amir bin Thufail.

        Abu Bara telah berjanji memberikan jaminan perlindungan kepada utusan Rasul, namaun setelah adanya penghianatan tersebut Abu Bara’ Amir bin Thufail mengutus anaknya untuk membunuh Amir bin Thufil .

        Amir bin Thufil terluka parah akibat tikaman tersebut, kemudian Amir berjalan menuju Madinah untuk membunuh Nabi Muhammad, beliau berdoa kepada Allah agar Amir bin Thufail mendapatkan ganjarannya dan di tengah perjalanan menghampiri Rasulullah Amir  singgah di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit dan Amir pun meninggal di padang pasir karena tertular penyakit tersebut.

        Kejadian yang menimpa para sahabat Rasulullah, tragedi  Ar-Raji dan Bi’ru Ma’unahmembuatnya bersedih, pertamakalinya beliau mengamalkan doa qunut nazilah  selama kurang lebih satu bulan. Beliau mendoakan akan keburukan yang telah perbuat oleh semua orang yang terlibat dalam tragedi pembutuhan tersebut.

        Arti Bulan Safar Untuk Pernikahan

        Arti Bulan Safar Untuk Pernikahan

        Arti bulan Safar untuk pernikahan –  Sebagaimana seperti pada bulan – bulan lainnya, bulan safar memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan beberapa ulama menyebutkan bahwa bulan safar sebagai Shafarul Khair atau sering di sebut sebagai bulan penuh kebaikan. Meskipun demikian hingga saat ini masih ada yang beranggapan bahwa bulan ini mendatangkan malapetaka sehingga menjadi pantangan tersendiri untuk tidak melakukan hajat baik seperti melangsungkan pernikahan.

        Konon katanya menikah dibulan ini mendatangkan kesialan seperti akan menjadi keluarga yang kurang harmonis, akan memiliki masalah financial, sulit mendapatkan keturunan serta menyakini akan mendatangkan banyak cobaan besar dalam menjalani rumah tangga.

        Kepercayaan tersebut  hanyalah mitos belaka, jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan kepada kita dalam mengambil keputusan berlandaskan akal sehat, Al-Quran serta hadist, tidak mempercayai sesuatu hal yang bukan berlandaskan  keyakinan hanya kepada kebesaran Allah.

        Keberasilan, keharmonisan, serta kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga tidak ada kaitanya dengan menikah pada bulan safar. Melainkan diperngaruhi oleh niat, komitmen, serta ketaqwaannya kepada Allah SWT.

        Dalam pandangan Islam, menikah pada bulan safar di perbolehkan, sebab semua bulan  melambangkan kebaikan. Beberapa ulama menyebutkan bahwa pada bulan ini memiliki arti sebagai Shafarul Khair yang berarti bulan penuh keistimewaan. Dalam kitab fikih mazhab Syafi’i, yaitu Nihayatuz zain menjelaskan:

         “ Dan sunnah hukumnya menikah pada bulan Syawal dan Safar karena Rasulullah SAW menikah dengan Sayidah Aisyah di bulan Syawal, dan menikahkan putrinya Sayidah  Fatimah dengan Sayidina Ali di bulan Safar.”

        Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada para ummatnya untuk menyegarakan menikah apabila sudah mampu serta siap lahir batin.


        يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وجاءٌ

        Artinya: “ Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Semenatara siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa dapat menjadi tameng syahwat baginya”. (HR Bukhari & Muslim)

        Sahabat itulah penjelasan mengenai arti bulan Safar untuk pernikahan, bulan baik nan  penuh keistimewaan. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada seluruh umat nya untuk segera melangsungkan pernikahan, jangan percaya kejadian sesuatu karena zat lain selain kepada Allah SWT.

        Wallahu a’lam bishawab

        Hikmah perang Khaibar, Keteguhan Sang Rasull Dalam Membela Islam

        Hikmah perang Khaibar, Keteguhan Sang Rasull Dalam Membela Islam

        Hikmah perang khaibar – Peperangan  terjadi pada tahun 7 Hijriah, tepatnya setelah adanya perjanjian Hudaibiyah ( Shulhu al-Hudaibiyah)  pada bulan Zulkaidah 6 Hijriah (Maret 628 M) dan sebelum terjadinya perang fathu di Makkah pada 20 Ramadhan 8 Hijriah .


        Khaibar merupakan sebuah oasis yang terletak sebelah utara Kota Madinah, daerah yang  makmur karena tanahnya yang subur sehingga cocok untuk bercocok tanam berbagai jenis tanaman seperti kurma, biji – bijan serta buah – buahan.

        Daerah sebagian besar wilayahnya berpenduduk kaum Yahudi yang cukup berpengaruh dalam bidang ekonomi serta politik sejak awal perkembangan Islam.

        Latar belakang  perang khaibar karena adanya penghasutan dari tokoh Bani Nadhir kepada para penduduk dengan memberikan citra buruk kepada Rasulullah. Tidak hanya sampai itu aja  adanya ketakutan serta kekhawatiran tersaingi oleh  umat Islam, para suku Yahudi bersama kaum Quraisy melakukan konspirasi dengan memberikan dukungan kepada kaum Quraisy seperti pada perang Khadaq.

        Terjadinya konflik bertubi – tubi antara penduduk Khaibar dengan umat Islam membuat hubungan dua suku ini tidaklah baik, pengasutan kepada orang – orang Bani Quraizah oleh Khaibar untuk melanggar Piagam Madinah yaitu ketetapan adanya kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, serta keselamatan harta benda dari kejahatan.

        Rasulullah memimpin peperangan ini dengan membawahi sekitar 1.400 – 1.600 bala tentara Muslim, kemudian membawanya melalui Gunung Ashr dan bermalam di lembah Ar-Arji, pada pagi harinya pasukan muslim menyerang daerah Khaibar. Dalam Hadist riwayat Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

        Allahu Akbar! Hancurlah Khaibar! Kami jika turun menyerang di halaman satu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang – orang yang diperingatkan itu.” (HR. Bukhari. Lihat juga, Abd al-Qadir Syaibah al-Hamd, al-Qashash al-Haq fi Sirah Sayyid al-Khalq Muhammad Saw, [Riyadh, 2013] halaman 337).

        Sasaran pertama dalam peperangan ialah benteng Na’im namun gagal dalam dua hari, kemudian Ali bin Abi Thalib memutuskan untuk turun pada hari ke tiga dan akhirnya benteng Na’im berhasil di kalahkan.

        Satu per satu benteng Khaibar berhasil di kalahkan oleh pasukan Muslim, ketika pasukan Khaibar mengalami kekalahan, mereka berlari menuju benteng Qamush, perang terus berkecamuk selama 14 hari dan akhirnya orang – orang Khaibar memutuskan untuk berdamai.

        Lantas apa saja hikmah perang khibar itu? yuk simak penjelasan berikut ini:

        Perang Khibar telah usai, namun kaum Yahudi masih berupaya untuk membunuh Rasulullah. 

        Datanglah seorang wanita yang membawa kambing guling kesukaan sang Rasul ketika sedang beristirahat, namun dibalik kebaikan tersebut ternyata kambing guling tersebut sudah dibubuhi racun.

        Awalnya Rasulullah tidak mengetahui bahwa kambing guling yang diberikannya sudah dibubuhi dengan racun, saat mulai memakannya seketika kaki bergetar dan sang Rasul mengetahui, maka dimuntahkanlah semua makanan itu.

        Nabi Muhammad SAW menanyakan kepada wanita tersebut kenapa menambahkan racun pada makanan ini, dan kemudian Rasulullah memaafkan  dan tidak menghukum perbuatan wanita itu.

        Kebencian kaum Yahudi kepada Nabi Muhammad, ditolaknya ajakan damai oleh sang Rasull tidak membuatnya untuk marah bahkan membenci mereka, beliau berikan sebuah keleluasaan untuk bercocok tanaman kepada mereka agar mereka dapat merasakan akan kesuburan tanah Khaibar.

        Upaya kaum Yahudi  menyuap Abdulah bin Rawahah untuk mengurangi jumlah pajak yang harus dikeluarkan, Akan tetapi Abdulah menolak dan menjawab “ Apakah kalian ingin memberikan aku harta yang haram? Cintaku kepada Rasulullah sangatlah besar dan kebencian ku kepada kalian tidak akan membuatku berbuat tidak adil kepada kalian.”Itulah sosok mukmin yang bertakwa di jalan Allah, bersikap jujur tidak terpengaruh untuk menerima sesuatu yang bukan menjadi haknya.

        Sahabat itulah hikmah perang Khaibar, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk teguh dalam membela kebenaran, bersabar dan berbesar hatilah dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah.


        Kisah Nabi Muhammad Sebelum Menjadi Rasul

        Kisah Nabi Muhammad Sebelum Menjadi Rasul

        Kisah Nabi Muhammad sebelum menjadi rasul – Muhammad bin Abdulah adalah nama lengkap panggilan  Nabi Muhammad sebelum di angkat menjadi seorang rasul, seorang putra yang memiliki sejumlah keistimewaan sebelum Allah utus menjadi rasul.

        Para ulama meyakini akan kesitimewaan Muhammad berkaitan dengan beliau bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua itu sudah rencana kehendak dari Allah SWT. Seperti lahir dan wafatnya pada bulan  Rabi’ul Awal.

        Nama beliau Muhaammad memiliki arti terpuji, seorang ayah Abdulah ( hamba Allah), ibunya Aminah ( yang selalu memberikan rasa aman), kakeknya  bergelar Abdul Muthalib bernama Syaibah yaitu orang tua yang bijaksana, memiliki seorang pembantu  bernama Asy-Syifa saat ibunya melahirkan beliau, serta Halimah As-Sa’diyah ( memiliki kelapangan dada serta mujur) mengasihinya.

        Semua itu berkaitan erat dengan kepribadian Rasulullah, sebagai tanda – tanda akan keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

        Menjelang melahirkan Nabi Muhammad SAW,  rasa duka serta sedih menimpa hati Siti Aminah dan Abdul Muthalib karena wafatnya sosok seorang suami maupun putra yang selama ini menjadi bagian dari kebahagiaan hidupnya.

        Waktu terus berjalan dan lahirlah Muhammad, kemudian sang kakek yaitu  Abdul Muthalib menggendongnya kemudian membawanya ke Kakbah dan memberinya nama Muhammad.

        Rasulullah menerima wahyu pertama kali ketika memasuki usia 40 tahun, sebelum wahyu pertama turun beliau mendapatkan sebuah kebesaran Allah dengan adanya  batu yang memberinya salam. Sebagaimana telah tertulis dalam hadist shahih riwayat Imam Muslim (4/1782):
        قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ إِنِّي لَأَعْرِفُهُ الْآنَ

        Artinya: “ Sungguh aku mengetahui, ada sebuah batu di daerah Mekkah, yang dia itu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku di angkat menjadi Rasul. Aku sungguh mengetahuinya sekarang.”

        Aisyah Radhiyallahu anha bercerita, bahwa menjelang kenabian wahyu pertama kali di turunkan melalui malaikat Jibril, kemudian berkata: “ Peristiwa yang mengawali turunya kepada Rasulullah, yaitu mimpi yang benar dalam tidur. Beliau tidak memimpikan sesuatu, kecuali mimpi itu datang bagaikan sebuah cahaya subuh.”

        Kemudian Nabi Muhammad berkhalawat ( menyendiri) di dalam Gua Hira selama beberapa hari sampai perbekalan habis kemudian pulang untuk mengambil perbekalan dan kembali untuk menyendiri di Gua Hira selama beberapa hari sampai perbekalan habis kemudian pulang dan kembali lagi sampai peristiwa al haq datang kepadanya.

        Malaikat Jibril pun turun mendatangi Rasulullah kemudian mengatakan:

        اقْرَأْ قَالَ مَا أَنَا بِقَارِئٍ قَالَ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ قُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّانِيَةَ حَتَّى بَلَغَ مِنِّي الْجَهْدَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي فَقَالَ اقْرَأْ فَقُلْتُ مَا أَنَا بِقَارِئٍ فَأَخَذَنِي فَغَطَّنِي الثَّالِثَةَ ثُمَّ أَرْسَلَنِي

        “Bacalah!”

        Rasulullah menjawab , “ Saya tidak daapat membaca,” beliau mengatakan “ Kemudian Malaikat Jibril merangkulku, sampai aku merasa kepayahan, kemudian dia melepasku dan mengatakan: “ Bacalah!”

        Hal tersebut terjadi berulang – ulang kemdian malaikat Jibril berkata:

        اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾ كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ

        Bacalah dengan (menyebut) maka Raabb-mu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahui. [al’Alaq/96:1-5]

        Rasulullah dengan hati gemetar pulang dan berkata kepada Khadijah: “ Selimuti aku! Selimuti aku!” kemudian Khadijah mengikuti perkataan beliau dengan menyelimutinya hingga rasa takut itu hilang.

        Rasulullah bercerita kepada Khadijah tentang apa yang selama ini beliau alami hingga membuatnya seperti ini, dan kemudian Muhammad berkata: “ Aku sangat menghawatirkan diriku sendiri”.

        Khadijah menjawab seraya menghibur: “Sama sekali tidak. (Bergembiralah), demi Allah! Allah tidak akan membinasakan dirimu selama – lamanya. Karena engkau selalu menyambung silahturahmi, berkata jujur, menghormati tamu, membantu seseorang yang membutuhkan serta mampu manahan beban tanpa berkeluh kesah.

        Sahabat itulah kisah Nabi Muhammad sebelum menjadi rasul, bahwasanya turunya wahyu kepada Rasulullah bukan peristiwa yang teduga dan itulah yang membuat Nabi Muhammad menjadi gemetar ketakutan, kesiagapan Khadijah dalam menyikapi apa yang terjadi kepada Rasulullah membuat beliau menjadi tenang.

         Makna Rabu Wekasan Bulan Safar

         Makna Rabu Wekasan Bulan Safar

        Rabu wekasan bulan safar –  Jatuh pada tanggal 04 September 2024, merupakan hari Rabu terakhir pada bulan safar tahun 1446 Hijriah yang terkadang beberapa orang masih meyakini menjadi hari malapetaka.

        Hadist riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim menjelaskan bawah pada zaman jahiliah orang – orang masih mempercayai suatu penyakit dapat menular dengan sendirinya tanpa berkeyakinan bahwa semua itu adalah kehendak Allah.

        Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Tidak ada wabah ( yang menyebar dengan sendirinya tanpa adanya kehendak Allah), tidak juga ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engakau menghindari singa”.( HR Imam al-Bukhari dan Muslim).

        Sehat maupun sakit, selamat maupun musibah, semua kembali kepada takdir Allah. Kejadian suatu penularan penyakit hanyalah sarana akan kebesaran Allah. Namun, meskipun semuanya kembali kepada-Nya, semata – mata bukan penularan kita tetap wajib untuk berikhtiar serta berusaha agar terhindar dari musibah. Selain itu kita tidak boleh meramal maupun mempercayai ramalan hal – hal apapun itu karena manusia hanya bertawakal kepada Allah, bukan terhadap zat lain.

        Apabila seorang muslim berfikir sebuah perkara kesialan, maka dia akan berada dalam dua situasi. pertama dia akan mengikuti perasan prasangka kesialan dengan memberikan sikap respon tindakan dan menggantungkannya pada prasangka tersebut, sedangkan situasi kedua adalah ketika orang tersebut akan memikirkannya saja namun tidak memberikan sebuah respon tindakan dari prasangka tersebut. Ketahulilah keduanya hakikatnya tidak boleh, apapun itu hendaknya hanya bersandar kepada Allah SWT.

        Mengutip dari pernyataan Syekh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam Al-Fatwa al-Haditsiyah bahwa:

        “ Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagaimana untuk mengikuti bukan untuk meninggalkannya dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Allah SWT, tidak berdasarkan hitung – hitungan dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari – hari nestapa dari sahabat Ali ialah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati – hatilah dari semua itu”(Ahkamul Fuqaha;2010:54).

        Dalam tradisi nuansa religi, menyambut hari rabu wekasan biasanya adanya aktivitas tradisi seperti berdoa, sholat sunnah dan bersedekah. Lantas apa saja amalan tersebut, mari simak penjelasan berkut ini:

         Sebagian para ulama menyatakan bahwa sholat Rabu Wekasan hukumnya haram, karena tidak adanya dalil shahihnya.

        Namun Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Sunur menjelaskan apabila sholat rabu wekasan hanya di niatkan sebagai sholat sunnah mutlak maka itu di perbolehkan.

        Berdoalah hanya kepada Allah, karena pada hakikatnya bulan safar di sunnahkan untuk perbanyak doa

        Memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah perbuat. Menyarankan untuk melakukan istighfar oleh semua umat muslim, baik untuk kesalahan kecil maupun besar, baik sengaja maupun tidak disengaja.

         Abu Hurairah RA  meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa:

        مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

        Artinya: ” Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka – sangka”. (HR Ahmad).

        Merupakan kitab suci umat muslim yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup, dengan membacanya menjadi salah satu ibadah yang memang sangat di sarankan dalam Islam. Akan mendapatkan pahala besar serta keberkahan yang luar biasa bagi orang yang telah membaca serta mengamalkannya.

        Dengan demikian menjelaskan bahwa rabu wekasan bulan safar dalam Islam merupakan hari seperti pada umumnya, bukan merupakan hari kesialan, hal tersebut hanyalah sebuah keyakinan pada zaman jahiliah pra-Islam. Semua waktu adalah baik, suatu kejadian apapun itu hanya Allah yang menghendaki. Oleh sebab itu mari perbanyaklah berdoa, dan bertawakal  hanya kepada Allah agar kita selalu dalam lindungan-Nya.. Aaamminn


        Fakta Bulan Safar, Benarkah Bulan Penuh Kesialan?

        Fakta Bulan Safar, Benarkah Bulan Penuh Kesialan?

        Fakta  bulan safar –  Pada kalender hijriah  Safar merupakan bulan kedua setelah  Muharram memiliki makna “ kosong.” Dalam bahasa Arab merujuk kebiasaan penduduk arab pada zaman dulu yang sering melakukan aktivitas berpergian meninggalkan rumah dengan  keadaan kosong untuk mencari makanan atau berperang.

        Namun beberapa orang masih beranggapan bahwa bulan Safar adalah sejenis penyakit perut yang berbentuk ulat besar mematikan. Inilah yang membuat penduduk Arab pra-Islam menyebutnya sebagai bulan sial.

        Mengutip pada laman mui.or.id menjelaskan bahwa waktu tersebut pada zaman jahiliyah para penduduk Arab meyakini sebagai Shafarul Khair ( kosong dari kebaikan ).

        Keyakinan tersebut semakin terkikis dengan masuknya ajaran agama Islam. Mengajarkan bahwa tidak ada hari, waktu lainnya yang dapat mendatangkan kesialan. Semua hal apapun itu merupakan kejadian yang sudah Allah SWT hendaki.

        Kepercayaan akan datangnya malapetaka pada bulan tersebut hanyalah sebuah mitos atau khurafat.

        Yaitu meyakini suatu keburukan, kesialan serta datang nya marabahaya karena sesuatu selain takdir Allah.

        Rasulullah SAW dalam riwayat hadist Bukhari secara tegas berkata:

        “ Tak ada penularan suatu penyakit ( dengan sendirinya), tidak tepat adanya thiyarah ( mengaitkan suatu nasib buruk dari apa yang dilihat atau dengar), tak benar apabila ada seekor burung menunjukkan akan ada kematian pada suatu keluarga, tidak benar apabila beranggapan bahwa bulan Safar akan bernasip sial”.

        Janganlah meyakini suatu kejadian karena suatu hal lain selain kepada Allah, karena hal tersebut bukanlah golongan dari orang beriman.

        Habib Abu Bakar Al- Adni seorang tokoh Islam dari Yaman dalam Mandhumah Syarh al-Atsar fi Ma Warada’an Syahri Shafar  menjelaskan bahwa bulan safar memiliki keistimewaan, karena pada waktu tersebut telah terjadi peristiwa baik dalam sejarah Islam, yaitu:

        1. Pernikahan Nabi Muhammad SAW  bersama Sayyidah Khadijah 
        2. Pernikahan Sayyidina Ali  bin Abi Thalib bersama Sayyidah Fatimah az-Zahra
        3. Hijrahnya Rasulullah SAW dengan selamat  dari kota Makkah ke kota Madinah
        4. Terjadinya perang Abwa dan perang khaibar sebagai perang besar yang mendatangkan kemenangan saat melawan kaum kafir

        Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita untuk selalu membaca doa pada setiap malam pergantian bulan. Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu’anhu, berkata:

        “ Nabi Muhammad SAW berdoa ketika melihat bulan: “ Ya Allah, tampakkan al-Hilal tersebut kepada kami ( jadikanlah ini bulan) pembawa keamanan serta keimanan, dengan keselamatan dan Islam’. ( HR At-Tirmidzi 3451, Hasan)”

        “Ya Allah, jadikanlah ini bula pembawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk sert kebaikan.” ( HR Ahmad dan AAt-Tirmidzi)

        Itulah fakta bulan safar, anggapan bahwa bulan safar memiliki arti sebagai bulan kesialan tidaklah tepat. semua kejadian apapun itu tidak karena waktu melainkan karena kebesaran Allah.

        Perang Badar, Perang Pertama yang Diikuti Nabi Muhammad

        Perang Badar, Perang Pertama yang Diikuti Nabi Muhammad

         Perang pertama yang diikuti Nabi Muhammad – Perang Badar tercacat dalam sejarah Islam sebagai peperangan besar pertama yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari mekkah ke Madinah yaitu peperangan antara umat muslim dan pasukan Quraisy pada tanggal 17 Ramadan 624 Masehi.

        Berlatarbelakang atas kebencian keluarga Bani Hasyim serta pemimpin suku Quraisy kepada Rasulullah dan aktivitas dakwahnya. Selain itu penyebab terjadinya perang ini sebagai respon atas tindakan – tindakan semena – mena dari kaum Quraisy kepada para umat muslim. karena adanya rasa kekhawatiran dari kaum Quraisy kepada umat muslim untuk menguasai kota Madinah maupun Mekkah karena merupakan kota kaya dan sebagai  pusat perdagangan.

        Peperangan dengan jumlah pasukan muslim sebanyak 313 orang menang melawan 1000 pasukan Quraisy dari Mekkah,  Nabi Muhammad memimpin pasukan muslim dengan menangkap kalifah Quraisy yang baru kembali dari Syam. Mengutip Islami.co, pada buku “ Great Stories of The Quran” Karya dari Syekh M.A. Jadul Maula, mengkisahkan bahwa ketika pagi menyingsing beberapa pasukam muslim mulai mempersiapkan diri untuk menuju medan perang melawan pasukkan Quraisy.

        Tak ada rasa ketakutan sama sekali di raut wajah meraka, mereka sangat bersemangat dan rela menjadi syahid pada peperangan dijalan Allah. Keberanian para umat muslim termasuk sahabat Rasulillah yaitu Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khatab serta sahabat  lainnya yang telah tercantumdalam Al-Quran sebagai As Sabiqunal Awwalun yang mengartikan bahwa mereka memiliki jalan khusus menuju surga Allah.

        Strategi pertama Nabi Muhammad SAW lakukan adalah dengan mengarahkan para pasukan ke bukit Badar dekat kota Madinah kemudian munculah saran kepada Beliau untuk menghadang pasukan kalifah dagang Abu Sufyan di mata air Badar.

        Setibanya di mata air Badar, para pasukan mulai mencari tempat pertahanan  di lembah Badar yaitu sumur pertama yang mereka lalui, kemudian datanglah pria pemberani bernama Al-Khatab bin al-Mundzir kepada Rasulullah SAW berkata “ Ya.. Rasulullah, ampunilah aku jika aku terlalu lancang bertanya padamu. Wahai Rasulullah  apakah tempat ini adalah tempat yang memang Allah wahyukan kepadamu ataukah hanya sebuah siasatmu untuk berperang?” kemudian Rasulullah menjawab, “ Bukan Khatab, ini hanyalah pendapatku dan bukanlah wahyu dari Allah”.

        Khatab pun menjawab: “ Apabila benar begitu, aku berpendapat bahwa tempat ini bukanlah tempat yang tepat, alangkah baiknya apabila kita ketempat yang lebih dekat dengan sumber air. Dengan kita dekat dengan sumber air kita dapat menguasai sumber air tersebut, kita tutup sumber air tersebut kemudian kita bendung dengan membuat kolam untuk persediaan kita selama berperang, sedangkan pasukan Quraisy nantinya akan kekurangan persediaan air.”

        Nabi Muhammad SAW menerima usulan dari Khatab, kemudian pergilah para pasukan untuk pergi kearah sumber mata air itu.

        Taktik tersebut berhasil, dalam perang Badar pasukan Quarasy mengalami kekurangan air sehingga banyak pasukan yang mengalami kehausan serta kelaparan dan akhirnya pasukan Quraisy kalah dalam peperangan melawan pasukan Muslim.

        Sahabat itulah perang pertama yang diikuti Nabi Muhammad SAW, perang Badar sebagai peperangan besar pertama setelah hijrah ke Madinah. Bukti kebersaran Allah ikhtiar berperang dijalan-Nya meski jumlah pasukan lebih  sedikit,  Allah buktikan  kebesaran-Nya dengan sebuah kemenangan. Semoga kisah tersebut mengingatkan kita untuk berani dan terus berikhtiar di jalan Allah, percaya dan yakin bahwa Allah Maha Besar.

        Makna Bulan Safar Dalam Islam

        Makna Bulan Safar Dalam Islam

        Makna bulan safar dalam Islam –  1 Safar 1446 Hijriah turun pada tanggal 6 Agustus 2024, dalam bahasa Arab kata “ safar” memiliki arti “ sunyi”. Imam Abul Ismail bin Umar ad-Dimisyqi  ( wafat 774H ) menyampaikan bahwa penamaan itu tidaklah lepas dari keadaan Arab pada jaman dulu dimana pada saat bulan Safar keadaan Arab selalu sepi,  rumah – rumah kosong karena ditinggalkan oleh pemiliknya untuk pergi berperang. Imam Ibnu Katsir  berkata:
        صَفَرْ: سُمِيَ بِذَلِكَ لِخُلُوِّ بُيُوْتِهِمْ مِنْهُمْ، حِيْنَ يَخْرُجُوْنَ لِلْقِتَالِ وَالْأَسْفَارِ

        Artinya: “ Safar dinamakan dengan nama tersebut, karena sepinya rumah – rumah mereka dari mereka, ketika mereka keluar untuk berperang dan bepergian.” (Ibnu Katsir,Tafsirubnu Katsir,[Darut Thayyibah,1999], juz lV, halaman 146)

        Sebagaimana kita tahu bahwa masih banyak yang beranggapan  bulan tersebut  merupakan bulan keburukan, yaitu waktu dimana akan banyak terjadi musibah luar biasa melebihi pada waktu lainnya. Namun hal tersebut telah terbantahkan oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, beliau berkata bahwa bulan Safar memiliki kesamaan seperti pada bulan ainnya.

        وَأَمَّا تَخْصِيْصُ الشُّؤْمِ بِزَمَانٍ دُوْنَ زَمَانٍ كَشَهْرِ صَفَرٍ أَوْ غَيْرِهِ فَغَيْرُ صَحِيْحٍ

        Artinya: “ Adapun mengkhususkan kesialan dengan suatu zaman tertentu bukan zaman yang lain, seperti (mengkhususkan) bulan Safar atau bulan lainnya, maka hal ini tidak benar”

        Ibu Rajab pun menambahkan bahwa baik buruknya pada suatu zaman bukan dilihat dari kejadian pada zaman itu melainkan dilihat dari sikap perbuatan para mukmin pada masa itu.

        Kemudian Rasulullah SAW menegaskan akan penolakan tersebut dengan sabda:

        لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الْأَسَ

        Artinya: “Tidak ada wabah ( yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan, tidak ( pula) burung ( tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan safar. menghindarlah dari penyakit judzam sebagaimana engkau menghindar dari singa. “(HR al-Bukhari).

        Sahabat, semua kejadian apapun itu merupakan kejadian murni hanya karena kehendak Allah. Semua sudah tercatat sejak zaman Azali bukan disebabkan waktu atau zaman lainnya.

        “  Tak ada musiah yang dapat menimpa kecuali dengan perintah Allah”, ( surat At Taghobun, ayat 11 )

        “ Tak akan ada bertanda buruk pada bulan Safar dan tidak ada roh jahat”. (shahih Muslim, nomor 2222)

        Perbedaan Yatim dan Piatu, Apakah Memang Berbeda?

        Perbedaan Yatim dan Piatu, Apakah Memang Berbeda?

        Perbedaan Yatim dan Piatu – Kita tak akan tahu hal apa yang akan terjadi kedepan, sebuah kebesaran Allah SWT dengan adanya ketetapan Qada dan Qadar. Salah satu ketetapan Allah akan kebesaran-Nya adalah diberikannya sebuah cobaan dengan meninggalnya kedua orang terkasih yaitu orang tua saat kita masih sangat  bergantung dengan mereka, perasaan sedih kesepian sering melanda dikala melihat anak – anak diluar sana masih memilki orang tua yang masih hidup. Hal tersebut yang sering dirasakan oleh para saudara kita anak yatim dan piatu. Tentu ini menjadi perhatian untuk kita semua akan nasip anak mereka agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik seperti anak – anak lain pada umumnya.

        Sahabat, ternyata diluar sana masih terdapat kesalahpahaman mengenai pengertian dan perbedaan yatim piatu. Untuk menyamakan persepsinya mari kita bahas apa perbedaannya?, yuk simak penjelasan berikut ini.

        Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa yatim merupakan kondisi sorang anak yang tidak lagi memiliki seorang ibu atau seorang ayah dikarenakan telah meninggal. Sedangkan piatu adalah anak yang tidak memiliki seorang ibu atau ayah lagi.

        Inilah yang membuat beberapa orang menjadi bingung akan pengertian dan perbedaan yatim dan piatu karena dalam KBBI memiliki makna yang sama, merujuk sebuah kondisi sama , yaitu sama– sama tidak memiliki orang tua.

        Mengutip pada laman situs resmi Muhammadiyah, menjelaskan bahwa kata” yatim” merupakan bahasa Arab secara harfiah berarti seseorang yang telah kehilangan ayahnya. Itu sebabnya, anak yatim mendapatkan santunan karena mereka telah kehilangan sosok yang bertanggung jawab akan memenuhi nafkahnya.

        Sedangkan anak yang kehilangan seorang ibu dikarenakan sudah meninggal, maka anak tersebut dapat disebut dengan anak piatu.

        Rohmansyah, selaku Anggota Majelis Trjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogykarta menjelaskan bahwa menyantuni anak yatim menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh semua orang, namun anak – anak yang menjadi piatu kehilangan sosok seorang Ibu tetap wajib untuk mendapatkan sebuah santunan seperti anak yatim lainnya.

        Adapun batasan umur, seorang anak dapat dikatakan seorang yatim dan piatu apabila mereka ditinggal orang tuanya ketika belum baligh, dan batasan seorang anak yatim piatu itu ketika mereka sudah baligh serta telah memiliki kemandirian dalam  hidup.

        Allah menyebutkan anak yatim sebanyak 22 kali di dalam ayat – ayat Al-Quran, sebuah kebesaran Allah bahwasanya mereka sangat diistimewakan. Dijelaskan bahwa kita diperintahkan untuk berbuat baik dan menyantuni mereka dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan, kemudian akan Allah balaskan sebuah keberkahan serta pahala berlipat akan perbuatan itu. Berikut ini adalah beberapa adab yang dapat diperlakukan kepada para anak yatim piatu :

        Dalam surah An-Nisa ayat 36 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk berpelilaku baik kepada ibu, bapak, kerabat, serta anak-anak yatim.

         Perlakukan mereka dengan baik bukan berarti kita harus memberikan mereka sebuah materi, namun kita dapat memberikan hal – hal lain yang bermanfaat untuk mereka, seperti memberikan kasih sayang, atau tidak menghardiknya.

        Kewajiban untuk kita semua untuk barsikap baik kepada mereka dengan memuliakannya. Dalam  Al-Quran surat Al-Fajr ayat 17  menjelaskan bahwa :

        “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (Al-Fajr: 17)”

        Dari hadits diatas dapat dijelaskan bahwa memuliakan anak yatim harus dilakukan oleh semua umat muslim.

        Tidak diperbolehkannya kita menghina, merendahkan,berbuat kasar  serta berbuat sesuatu yang tidak baik kepada mereka sehingga menyinggu perasaannya.

        Secara tegas bahwa Allah mengharamkan memakan harta anak yatim, dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 34 menjelaskan bahwa :

        “Dan janganlah kamu mendekati harta yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik.”(Al-Israa’ ayat 34)

        Selain memperdulikan para kaum dhuafa, memperdulikan para anak yatim menjadi urutan utamanya, inilah mengapa Allah menyebutkan mereka sebanyak 22 kali di dalam ayat – Ayat Al-Quran. Disinilah Allah memberikan sebuah pahala berlipat ganda serta keberkahan tak terhingga kepada hambanya yang peduli kepada para yatim.

        Sahabat, itulah perbedaan yatim dan piatu. Tentu banyak anak – anak diluar sana yang mengalami nasip demikian. Itulah kenapa Allah sangat mengistimewakan mereka, semoga dengan diskusi kali ini mengingatkan kita akan nikmat rezeki yang sudah dititipkan kepada kita, dan tetaplah bersyukur dengan semua pemberiannya jangan lupa untuk saling peduli kepada sesama terutama kepada para anak – anak yatim piatu.

        Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim Dalam Al-Quran

        Mengapa Allah Menyebut Anak Yatim Dalam Al-Quran

        Mengapa Allah menyebut anak yatim dalam Al-Quran –  Hati siapa yang tidak terkoyak ketika melihat anak yatim yang masih kecil namun sudah ditinggal seorang ayah, kurangnya kasih sayang maupun perhatian terlihat dibalik senyum keceriaan mereka.

        Dibalik kurangnya perhatian dan kasih sayang seorang anak yatim Allah telah mengistimewakan mereka. Mantan Rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, KH DR Ahsin Sakho Muhammad menyebutkan bahwa Al-Quran telah menyebutkan  kata anak yatim  sebanyak 22 kali. Hal ini membuktikan bahwa anak  yatim sangatlah Istimewa dan bagi siapa yang memperlakukan mereka dengan baik maka akan berikan sebuah keberkahan serta pahala berlipat ganda.

        Kenapa demikian?,  Allah Maha Adil dan Maha Besar. Malangnya ditinggal oleh seorang ayah, Allah gantikan perhatian dari seorang ayah dengan memberikan keistimewaan luar biasa. Dalam sejarah Islam, kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW telah lahir di dunia ini dengan keadaan yatim.  Nabi Muhammad SAW telah ditinggal seorang ayah ketika masih dalam kandungan, menjadi piatu pada usia 6 tahun, tinggal bersama seorang kakek kemudian di usia 8 tahun kakek Nabi Muhammad SAW meninggal dunia, kemudian beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Riwayat Ibnu Majah bahwa Muhammad SAW telah bersabda: “ Barang siapa yang mengasuh tiga yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan mengunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah.” 9HR.Ibnu Majah).

        Selain hadits tersebut, masih terdapat beberapa hadist tentang anak yatim seperti berikut ini:

        Memperlakukan mereka dengan berbuat baik menjadi salah satu cara untuk menyayangi mereka, seperti menyantuni,dan merawatnya hingga dewasa.

        QS. An-Nisa ayat 36 berbunyi:

        وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

        Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak yatim, orang miskin, tentangga yang dekat , tetangga jauh,  teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang sombong dan membangga – banggakan diri.” (QS.An-Nisa: 36)

        Allah memerintahkan kita untuk berbagi terutama menyantuni anak yatim, apabila kita lalai maka Allah berikan sebuah teguran, akan merasakan sebuah kekurangan rezeki yang dimiliki.

        وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ . كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ

        Artinya:  “ Dan apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, makai a berkata,’ Tuhanku menghinakanku’. Sekali – kali tidak! Bahkan kamu tiddak memuliakan anak yatim.” (QS.Al-Fajr: 15-16)

        Perlakukan mereka secara dil menjadi salah satu bentuk memuliakan mereka, bertujuan agar mereka dapat hidup layak seperti anak – anak lainnya, Allah  SWT berfiman bahwa:

        وَيَسْتَفْتُونَكَ فِى ٱلنِّسَآءِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فِى ٱلْكِتَٰبِ فِى يَتَٰمَى ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِى لَا تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَٱلْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ ٱلْوِلْدَٰنِ وَأَن تَقُومُوا۟ لِلْيَتَٰمَىٰ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِهِۦ عَلِيمًا

         Artinya : “Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya.” (QS. An-Nisa: 127)

        Selain ayat tersebut berikut ini merupakan ayat – ayat lain yang berisikan tentang anak yatim, yaitu:

        • Surat al-An’am ayat 152
        • Surat Al-Isra ayat 34
        • Surat Al-Fajr ayat 17
        • Surat Ad-Dhuha ayat 6 dan 9
        • Surat Al-Maun ayat 2
        • Surat Al-Insan ayat 8
        • Surat Al-Balad ayat 15
        • Surat Al-Kahfi ayat 82
        • Surat Al-baqarah ayat 83, 177, 215, dan 220
        • Surat An-Nisa’ ayat 2,3,6,8,10,36 dan 127
        • Surat Al-Anfal ayat 41
        • Surat Al-Hasyr ayat 7

        Sahabat, itulah mengapa Allah menyebut anak yatim dalam Al-Quran, sungguh Allah sangat memperdulikan para anak yatim, dan Allah akan berikan pahala berlipat ganda apabila kita peduli dan perlakukan mereka dengan baik. Salah satunya adalah dengan menyantuni anak yatim, dengan menyantuninya maka Allah akan berikan pahala berlipat ganda begitu juga sebaliknya Allah akan berikan rasa kekurangan rezeki yang sudah diberikan oleh-Nya.

        Hadits Tentang Menyantuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

        Hadits Tentang Menyantuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

        Hadits Tentang Menyantuni Anak Yatim dan Fakir Miskin – Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan kita pentingnya  berbuat baik kepada sesama, teladan untuk seluruh umat muslim Beliau dengan sifat kemurahan hatinya senantiasa memperhatikan kebutuhan umatnya, dan bersedekah kepada yang membutuhkan.

        Salah satu kebaikan Nabi Muhammad SAW yang paling terkenal yaitu menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Beliau mengajarkan kepada kita bahwasanya dengan menyantuni anak yatim dan fakir miskin merupakan salah satu amalan besar yang Allah sukai.

        Di bulan Muharram ini dengan menyantuni anak yatim memiliki keutamaan yang sangat besar, selain  itu dengan menyantuni kepada fakir miskin mendatangkan sebuah keberkahan tersendiri.

        Fakir miskin merupakan golongan orang yang mengalami kesulitan, kelemahan, ketidakberdayaan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena situasi yang tidak mendukung untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, golongan fakir miskin ini tidak memiliki pilihan lain selain bergantung kepada bantuan orang lain.

        Riwayat sahabat Abu Hurairah, menjelaskan pada suatu ketika ia mendengar seorang lelaki mengadu kepada Nabi Muhammad SAW karena hatinya begitu keras. Kemudian beliau mengatakan kepada orang tersebut untuk memberikan sebuah makanan kepada fakir miskin dan kemudian usaplah kepala anak yatim, seperti penjelasan dibawah ini:

        “ Dari Abu Hurairah, terdapat seorang lelaki yang mengadu kepada Nabi Muhammad SAW tentang hatinya yang keras, kemudian Beliau bersabda: Berilah makanan kepada fakir miskin dan kemudian usaplah kepala anak yatim.”

        Tafsir Wajiz QS.Al-Baqarah ayat  221 menjelaskan bahwa dunia merupakan tempat beramal dan akhirat adalah tempat memanen hasil dari amalan tersebut, dunia bersifat fana sedangkan akhirat kekal abadi. Oleh karena itulah berbuat kebajikan sebanyak mungkin agar nanti ketika di akhirat nanti hidup  selama – lamanya dengan penuh kebahagiaan,  terutama dengan berbuat baik kepada anak yatim.

        Allah  SWT bersabda: “ tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak – anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara – saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”. QS.Al-Baqarah ayat 221

        Tafsir Wajiz Surat Al-Isra ayat 26 menjelaskan bahwa terdapat perintah untuk memberikan hak -hak kepada keluarga demikian juga kepada para fakir miskin, musafir, dan berikanlah zakat serta sedekah yang sudah dianjurkan. Janganlah suka menghambur – hamburkan harta dengan membelanjakan sesuatu hal yang tidak ada kemaslahatannya.

        Berikanlah kepada kerabat dekat haknya,(juga kepada) orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu menghambur – hamburkan (hartamu) secara boros.” QS. Al-Isra’ ayat 26

        Suatu kebajikan bukan dilihat dari apa yang kita beri, tetapi kebajikan itu dilihat dari kekhusyukan dan keiklhasannya. Seperti kebajikan dalam beriman kepada Allah, memberikan harta yang dimiliki kepada kerabat yang kurang mampu, anak yatim, fakir miskin, dan  musafir. Tidak menunda – nunda dalam menunaikan zakat, seseorang yang sabar dalam berbagai ujian hidup itulah orang  yang benar -benar beriman serta bertakwa di jalan Allah.

        “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat – malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta – minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang yang benar dan mereka orang yang bertakwa” .QS. Al-Baqarah

        Sahabat itulah hadits tentang menyantuni anak yatim dan fakir miskin, semoga dengan adanya diskusi ini mengingatkan kita akan nikmat rezeki yang Allah titipkan kepada kita. Bahwasanya kita kepada sesama diperintahkan untuk saling bahu membahu, berbagilah kepada sesama yang membutuhkan niscaya Allah akan berikan keberkahan berlipat ganda.

        Janji Allah Menyantuni Anak Yatim

        Janji Allah Menyantuni Anak Yatim

        Anak Yatim – Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita agar menyayangi dan mencintai anak yatim, terutama kepada mereka yang masih kecil, masih membutuhkan bantuan, dan hidup masih bergantung dengan orang lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila  Allah menjanjikan sebuah surga bagi siapapun yang peduli atau menyantuni mereka.

        Surah An Nisa ayat 8 Allah SWT berfiman bahwa:

        وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

         Artinya: “ Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak – anak yatim dan orang – orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu ( sekedarnya ) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

        Nah sahabat, berikut ini adalah penjelaskan mengenai janji Allah ketika kita menyantuninya.

        Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Aku dan orang yang menanggung anak yatim ( keududkannya) di surga seperti ini “, kemudian beliau Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

        Dari hadist diatas menjelaskan bahwa barang siapa yang membantu kehidupannya akan mendapatkan janji sebuah surga, dan apabila telah membuat hidup mereka menjadi lebih baik serta terjaga akan merasakan lebih dekat dengan surga.

        Maka tentu kita ingin sekali untuk lebih dekat dengan surga dan mudah masuk surga,oleh karena itu sayangilah, serta perlakukan mereka dengan tulus, seperti Allah senantiasa berikan kenikmatan rizeki berlimpah kepada kita.

        Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tuutr katanya.

        Dia benar – benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.” (H.R. Thabran)

        Pasti semua mahkluk hidup tidak menginginkan hidup dengan adzab-Nya, untuk itu kita harus menjalankan perintah serta menjauhi larangan-Nya. Salah satunya  denan berperilaku baik, mencintai, serta menjamin kehidupan  mereka. Adanya hadist ini menguatkan bahwa Allah sangat mengistimewaanya, dengan kita perlakukan istimewa kepada mereka maka Allah akan menjanjikan amalan kita.

        Hadist riwayat Ibnu Majah menjelaskan sebaik -baiknya rumah pada kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang memperlakukannya dengan baik. Dan sejelek – jeleknya rumah adalah rumah di kalangan kaum muslimin  yang terdapat mereka namun memperlakukannya dengan buruk.

        Allah telah bersabda bahwa siapapun yang berbuat baik dan menjamin hidupnya maka kelak akan menempati surga serta akan mendapatkan keberkahan lainnya. Salah satunya adalah akan terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Perkuat dengan surat Saba’ ayat 39, berbunyi:

        قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٣٩

        Artinya: “ Katakanlah (Nabi Muhammad), “ Sesungguhnya Tuhanku melapangakan rezeki kepada siapa yang Dia kendaki di antara hamba – hamba-Nya dan menyempitkannya.”  Sesuatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantikannya. Engkaulah sebaik – baik pemberi rezeki.

         Sahabat itulah janji Allah menyantuni anak yatim. Allah janjikan pahala, keberkahan berlipat dan surga kepada hambanya yang menyayangi serta peduli kepada para yatim, untuk itu mari berbagi kebaikan untuk anak yatim bersama Dompet Dhuafa Jogja, karena kebaikanmu selalu tersampaikan.

        Janji Allah Menyantuni Anak Yatim

        Janji Allah Menyantuni Anak Yatim

        kemanusiaan.org

        Anak Yatim – Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita agar menyayangi dan mencintai anak yatim, terutama kepada mereka yang masih kecil, masih membutuhkan bantuan,  dan hidup masih bergantung dengan orang lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila terdapat janji Allah menyantuni anak yatim berupa surga bagi  kita yang menyantuninya.

        Surah An Nisa ayat 8 Allah SWT berfiman bahwa:

        وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا
         Artinya: “ Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak – anak yatim dan orang – orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu ( sekedarnya ) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

        Lantas apa janji Allah menyantuni anak yatim itu?

        Berikut ini adalah penjelaskan mengenai janji Allah ketika kita menyantuni  dan mencintai anak yatim.

        Lebih dekat dengan surga

        Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Aku dan orang yang menanggung anak yatim ( keududkannya) di surga seperti ini “, kemudian beliau Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari)

        Dari hadist diatas menjelaskan bahwa barang siapa yang membantu kehidupan anak yatim Allah akan menjanjikan sebuah surga, dan apabila telah membuat hidup anak yatim menjadi lebih baik serta terjaga akan didekatkan lebih dekat dengan surga. Dengan adanya hadist diatas maka tentu kita ingin sekali untuk lebih dekat dengan surga dan mudah masuk surga,oleh karena itu sayangilah anak yatim serta perlakukan mereka dengan tulus, seperti Allah senantiasa berikan kenikmatan rizeki berlimpah kepada kita.

        Akan dijauhkan dari adzab

        Nabi Muhammad SAW bersabda,” Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tuutr katanya. Dia benar – benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.” (H.R. Thabran)

        Pasti semua mahkluk hidup tidak menginginkan hidup dengan adzab Allah, untuk itu kita harus menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Salah satunya  Dengan berperilaku baik, mencintai, serta menjamin kehidupan  anak yatim. Adanya hadist ini menguatkan bahwa Allah sangat mengistimewaan anak yatim, dengan kita perlakukan istimewa kepada mereka maka Allah akan menjanjikan amalan kita.

        Sebaik – baiknya rumah

        Hadist riwayat Ibnu Majah menjelaskan sebaik -baiknya rumah dikalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek – jeleknya rumah adalah rumah di kalangan kaum muslimin  yang terdapat anak yatim namun diperlakukan dengan buruk.

        Akan terpenuhi kebutuhan hidupnya

        Allah telah bersabda bahwa siapapun yang berbuat baik dan menjamin hidup anak yatim maka diberikan surga serta akan dijanjikan keberkahan lainnya, salah satunya adalah akan dipenuhinya kebutuhan hidupnya. Hal tersebut dikuatkan dengan surat Saba’ ayat 39, berbunyi:

        قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٣٩

        Artinya: “ Katakanlah (Nabi Muhammad), “ Sesungguhnya Tuhanku melapangakan rezeki kepada siapa yang Dia kendaki di antara hamba – hamba-Nya dan menyempitkannya.”  Sesuatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantikannya. Dialah sebaik – baik pemberi rezeki.

         Sahabat itulah janji Allah menyantuni anak yatim, Allah janjikan pahala, keberkahan berlipat dan surga kepada hambanya yang menyayangi serta peduli kepada para yatim, untuk itu mari berbagi kebaikan untuk anak yatim bersama Dompet Dhuafa Jogja, karena kebaikanmu selalu tersampaikan.

        Dompet Dhuafa Jogja Tingkatkan Kualitas Guru Hingga Pelosok

        Foto bersama para guru komunitas ASPIRASI Gunungkidul pada pelatihan media pembelajaran

        Semin, Gunungkidul –  Banyaknya  kesempatan baru dalam dunia mengajar, seperti adanya peluang PPPK memberikan ketertarikan para guru –  guru berkualitas memutuskan untuk beralih mengajar ketempat lain.  Sayang nya jumlah tenaga pengajar di Kab. Gunungkidul tidaklah banyak, untuk itu Dompet Dhuafa Jogja melalui program  Asosiasi Kepala dan Guru Sekolah Literasi Indonesia (ASPIRASI)  lakukan pelatihan mengajar  berbasis digital dan nondigital masakini kepada para guru terutama kepada para guru baru. Kegiatan diadakan di Sekolah SD Muhammadiyah Sidorejo Semin Gunungkidul pada hari Rabu 17 Juli 2024, dihadiri 24 peserta guru  yaitu perwakilan dari sekolah MI Muhammadiyah Munggur, SD Muhammadiyah Lemahbang, SDN Gunungsari, SD Muhammadiyah Sukorejo, MI Muhammadiyah Semanu, SD Muhammadiyah Widoro,SD Muhammadiyah Kutugan, SD Muhammadiyah Sidorejo, MI Muhammadiyah Blembem, SD Musi,  dan TK ABA Tunggaknongko, TK ABA Bendorejo.

        Deta selaku penanggung jawab  Komunitass Asosiasi Kepala dan Guru Sekolah Literasi Indonesia (ASPIRASI) menjelaskan bahwa komunitas ini telah terbentuk sejak tahun 2022 dan kini 160 guru telah bergabung, perwakilan dari 12 sekolah di Kab. Gunungkidul. Namun tantangan saat ini jumlah anggota mengalami pasang surut karena adanya kesempatan untuk mengajar di daerah lain. “ Untuk mempertahankan serta meningkatkan kulitas pengajar maka diadakan acara pelatihan ini yang bertujuan untuk meningkatkan performa sekolah dari aspek kepemimpinan sekolah, system pembelajaran dan budaya sekolah melalui kekhasan literasi sehingga bapak ibu nanti diharapkan dapat melakukan kegiatan mengajar lebih produktif dan anak – anak lebih mudah memahami ilmu -ilmu yang di salurkan bapak ibu nanti” Imbuh Deta.

        Bapak Ngatina selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sidorejo  mengungkapkan bahwa jumlah tenaga pengajar di Gunungkidul mengalami perubahan, dimana banyak guru yang memutuskan untuk mengajar ditempat lain sehingga banyak guru baru yang mengisi kekosongan  formasi guru diwilayah Gunungkidul. “ Saya berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan keterampilan skill, peningkatan teknik mengajar kepada para murid. Saya sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa Jogja dengan adanya komunitas ASPIRASI ini kami dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan kami dalam mengajar dengan lebih baik sesuai perkembangan jaman era saat ini”. Ujar Bapak Ngatina.

        kemanusiaa.org

        Pelatihan media pembelajaran nondigital dengan pop up book kepada para guru oleh pemateri (KOMED Kulon Progo)

        Acara inti berisikan pelatihan inteaktif media pembelajaran secara digital  seperti menggunakan Virtual Reality, Open Source, E-Learning, Podcast, dan penggunaan Argumentasi Rality (AR)  dimana media penggunaan media pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, mendorong pembelajaran kolaboratif serta meningkatkan daya ingat. Selain itu pelatihan media pembelajaran secara nondigital dengan menggunakan media pop up book, dimana media  pembelajaran ini menjadi lebih menarik, serta dapat meningkatkan motivassi belajar, berfikir kritis, dan kreatif pada siswa.

        Setelah itu  pelatihan interaktif  Rancangan Pembuatan Media Pembelajaran (RPMP) berisikan tujuan pembuatan media, identitas, indikator yang ingin dicapai, gambaran media , alat maupun bahan, tahapan membuat media, panduan penggunaan, pembuatan sketsa, dan identitas pembuatan yang akan digunakan kepada para peserta guru. Bertujuan untuk merancang sebuah media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi maupun kompetensi yang akan dicapai dalam sebuah pembelajaran.

        Presentasi penjelasan Rancangan Pembuatan Media Pembelajaran (RPMP) oleh peserta pelatihan  Afifa Nurfadila guru SD Muhammadiyah Sidorejo.

        “saya merupakan guru baru di SD Muhammadiyah Sidorejo,  dengan adanya pelatihan media pembelajaran digital dan nondigital dari komunitas ASPIRASI ini memberikan pengalaman, pembekalan baru yang sangat penting untuk saya dalam membuat media pembelajaran yang bagus untuk para murid nanti. Saya berharap semoga ASPIRASI Dompet Dhuafa Jogja dapat memberikan pelatihan guru lebih banyak lagi sehingga skill para guru dalam mengajar semakin meningkat” Tutur  Afifa Nurfadila seorang guru dari SD Muhammadiyah Sidorejo.

        Teladan Nabi Ibrahim dan Ismail, Awal Sejarah Idul Adha

        Teladan Nabi Ibrahim dan Ismail, Awal Sejarah Idul Adha

        Teladan Nabi Ibrahim dan Ismail, Awal Sejarah Idul Adha

        Hari raya Idul Adha sering disebut sebagai hari raya haji. Hari Raya Idul Adha pelaksanaanya pada tanggal 10 Dzulhijah, yang mana biasanya umat muslim sedang melaksanakan ibadah haji dan melakukan wukuf di arafah pada hari itu.

        Mereka umat muslim yang sedang melaksanakan wukuf semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit atau di sebut pakaian ihram. Hal tersebut melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat membedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa, dengan bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

        Selain dinamakan hari raya haji, hari raya Idul Adha juga disebut juga sebagai “Idul kurban” karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

        Sejarah Idul Adha

        Jika melihat sisi historis dari perayaan Idul Adha, maka pikiran kita akan teringat kisah teladan Nabi Ibrahim. Yaitu ketika  Allah SWT memerintahkan untuk menempatkan istrinya pada suatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Yitu Siti Hajar bersama Nabi Ismail putranya, padahal saat itu Nabi Ismail masih menyusu.

        Sementara Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu di suatu tempat paling asing. Yaitu di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri Palestina. Tapi baik Nabi Ibrahim, maupun istrinya Siti Hajar, menerima perintah itu dengan ikhlas dan penuh tawakkal.

        Seperti Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak bisa menyusui Nabi Ismail. Siti Hajar mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam yang membuat Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

        Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat Siti Hajar dan Nabi Ismail, untuk membeli air.

        Awal dari Kemakmuran Kota

        Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu hingga saat ini terkenal dengan Kota Mekkah, sebuah kota yang aman dan makmur berkat doa Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat.

        Hingga saat ini Kota Makkah memiliki kemakmuran yang melimpah. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, memperoleh fasilitas yang cukup, selama melakukan ibadah haji maupun umrah.

        Hal itu membuktikan tingkat kemakmuran modern, dalam tata pemerintahan dan ekonomi. Serta keamanan hukum, sebagai faktor utama kemakmuran rakyat yang mengagumkan. Semua itu menjadi dalil, bahwa Allah SWT mengabulkan do’a Nabi Ibrahim. Pada akhirnya yang menikmati semua kemakmuran tidak hanya oleh orang Islam saja. Orang-orang yang tidak beragama Islam pun ikut menikmati.

        Idul Adha dinamai juga “Idul Nahr” yang artinya hari raya penyembelihan. Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim. Akibat dari kesabaran dan ketabahan Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan “Khalilullah” (kekasih Allah).

        Setelah menyandang gelar Al-khalil, Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?” Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

        Uji Keimanan dan Ketaqwaan

        Sebagai realisasi dari firman-Nya ini, Allah SWT mengizinkan pada para malaikat menguji keimanan serta ketaqwaan Nabi Ibrahim. Ternyata, kekayaan dan keluarganya tidak membuatnya lalai dalam taatnya kepada Allah.

        Dalam kitab “Misykatul Anwar” menyebutkan konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.

        Sementara dalam Riwayat lain mengatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak. Suatu jumlah yang menurut orang di zamannya adalah tergolong milliuner.

        Ketika pada suatu hari, Ibrahim ditanya oleh seseorang “Milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan juga.”

        Melihat ketaatan Nabi Ibrahim tersebut, kita hendaknya yang hidup di masa setelahnya bisa meneladani sifat Beliau dalam menjalani kehidupan ini. Apa yang kita punya saat ini bukan sepenuhnya milik kita, namun merupakan titipan dari Yang Maha Kuasa.

        Dari sejarah idul adha, semoga dapat kita ambil pelajaranya dan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita semua.

        Keutamaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Keutamaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Keutamaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Bulan Dzulhijah mempunyai keutamaan amalan di sepuluh hari pertamanya. Salah satunya yaitu Puasa Arafah. Puasa Arafah merupakan puasa yang pengerjaannya pada tanggal 9 Dzulhijah. Lantas, apa sih yang menjadi keutamaan dari puasa ini? Mengapa berbeda dengan puasa yang lainya?

        Mari kita simak bersama jawabannya berikut ini!

        Menghapus Dosa Selama Dua Tahun

        صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

         

        Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

        Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang terhapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).

        Dibebaskan dari Siksa Api Neraka

        Rasulullah saw bersabda:

          مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

        Artinya: “Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).

        Melihat keutamaan Puasa Arafah,  sudah selayaknyalah bagi kita umat Islam untuk melaksanakannya. Semoga kita selalu mendapat kemudahan dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt.

        Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah dosa kecil.

        Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang terampuni, moga dosa besar yang teringankan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

        Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah. Bukan hanya dosa kecil yang terampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits tersebut sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

        Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa tersampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik.

        Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih).

         

        Wajib Tahu, 4 Keutamaan Bulan Zulkaidah

        Wajib Tahu, 4 Keutamaan Bulan Zulkaidah

        Keutamaan bulan zulkaidah  – Bulan ke-11 dalam kalender Islam dan pada tahun 2024 ini bulan zulkaidah tiba pada bulan Mei tanggal 10. Bulan yang dimuliakan “ al-Asyhur al-Hurum” dari salah satu empat bulan Islam yang dimuliakan yaitu Zulhijah, Muharam, Rajab dan Zulkaidah. Nama lain sebagai bulan haram, tertulis dalam Al-Qur’an dalam surah At Taubah ayat 36:

        اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ – ٣٦

        Artinya: “ Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya  terdapat empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang – orang yang takwa.”

        Mengutip dari buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun oleh Abdurahman Ahmad As-Sirbuny, menjelaskan bahwa disebut sebagai bulan haram dikarenakan pada zaman jahiliyah terdapat perjalanan haji dan  para orang jahiliyah tidak melakukan peperangan, melainkan hanya duduk-duduk saja.

        Keutamaan Bulan Zulkaidah

        Disisi lain disebut juga dengan Al-Qadah atau Al-Qidah karena pada zaman dahulu orang Arab tidak berpergian melainkan berdiam diri, dan tidak melakukan peperangan. Lantas apa saja keutamaan dari Bulan Zulkaidah? Yuk simak penjelasan dibawah ini.

        1.Diturunkannya kitab Taurat kepada Nabi Musa

        Dalam tiga puluh malam Allah menjanjikan kepada Nabi Musa untuk dapat bertemu denganNya, sebagaimana telah tertuang dalam Q.S. Al-A’raf ayat 142 berbunyi:

        وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ
        Artinya:

        “Dan telah kami janjikan kepada Musa (memberikan Turat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya emoat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam ( memimpin) kaumku, dan perbaikilahm dan janganlah kamu mengikuti jalan orang – orang yang membuat kerusakan.

        2. Bulan Rasulullah SAW Menunaikan Ibadah Umrah

        Rasulullah SAW telah melakukan umah sebanyak empat kali dan semuanya dilakukan pada Bulan Zulkaidah,Sahabat Rasulullah SAW Anas bin Malik Radliyallahu’anhu meriwayatkan hadits bahwa:

        عْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي  ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)

        Artinya: “Rasulullah SAW berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Zulkaidah kecuali umrah yang dilaksanakan bersaama haji beliau, yaitu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, saatu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji” (HR al-Bukhari).

        3.Satu Diantara Tiga Bulan Haji

        Menjadi salah satu bulan yang sah untuk melaksanakan ihram pada saat menunaikan ibadah haji selain pada bulan Syawal, dan sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijah. Kita ketahui sahabat bahwa dalam melaksanakan ihram tidaklah sah apabila melakukannya selain pada bulan Syawal, zulkaidah dan pada 10 hari pertama Zulhijah,  Allah SWT telah berfirman, bahwa:

        اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧

        Artinya: Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan) (QS al-Baqarah: 197).

        Sahabat itulah empat keutamaan dari bulan Zulkaidah. Semoga kita senantiasa meneladani serta mengisi bulan mulia ini dengan penuh amalan yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.




        Dompet Dhuafa  Adakan Simulasi Bencana

        Dompet Dhuafa Adakan Simulasi Bencana

        Yogyakarta –  Pada Hari Jumat (26/04/2024), Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Yogyakarta mengadakan pelatihan simulasi siaga bencana gempa bumi  kepada adik – adik  murid TK Khalifah Wirobrajan Yogyakarta, dengan jumlah partisipan sebanyak 9  murid.

        Fifi selaku penanggung jawab acara menjelaskan maksud dari pelatihan simulasi bencana gempa bumi ini dilakukan, karena sebagai upaya untuk mengurangi resiko bencana alam dengan meningkatkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan bencana alam disemua kalangan lapisan masyarakat dan kali ini kami akan memulainya dari kalangan anak – anak , “ Saya harap adik – adik disini dapat  bersenang – senang mengikuti permainan pelatihan simulasi siaga bencana gempa bumi  ini dengan baik ya, sehingga adik – adik mengerti dan tahu hal apa saja yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi”. Imbuhnya.

        siaga bencana

        Simulasi siaga bencana gempa bumi
        dengan melindungi diri dibawah meja oleh adik Shinta murid TK Khalifah

        Rangkaian acara diawali dengan bernyanyi bersama, kemudian acara inti dikemas dengan bernyanyi bersama serta pemainan yang berisikan edukasi simulasi siaga bencana gempa bumi seperti memberikan pemahanan mengenai gempa bumi. Hal apa saja yang dapat dilakukan pada saat gempa bumi terjadi agar tetap aman, seperti melindungi kepala menggunakan  tas, berlindung dibawah meja yang kokoh, menghindari kaca, dan mengamankan diri ketempat yang lebih aman yaitu di halaman terbuka.

        dompet dhuafa yogyakarta

        Simulasi siaga bencana gempa bumi  dengan melakukan evakuasi ketempat yang lebih aman oleh time rescu Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Setelah adik – adik berhasil mengamankan diri ditempat terbuka  dan ketika dampak gempa terlalu besar , kemudian kami melakukan simulasi evakuasi korban gempa ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan kendaaraan.

        Adik – adik sangat antusias dengan permainan simulasi siaga bencana gempa bumi ini, dimana adik – adik sangat bersemangat mengikuti permainan simulasi bersama, “ Kak aku seneng ikut permainan kaya gini, bisa nyanyi bareng, nyoba pakai helm kakak, sama naik mobil bareng – bareng. Aku pengen besok ada kaya gini lagi kak”. Tutur adik Kenezz salah satu murid TK Khalifah. Kemudian acara diakhiri dengan foto dan istirahat bersama dengan memberikan minuman salah satu produk dampingan program ekonomi Dompet Dhuafa Yogyakarta yaitu minuman Aloe Vera.



        Dompet Dhuafa Yogyakarta Lakukan Grebek Kampung di Gunung Kidul

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Lakukan Grebek Kampung di Gunung Kidul

        Grebek Kampung

        GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA – Bersama rombongan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Mr. Jarwo dan Benu Buloe berbondong-bondong melangsungkan “Grebek Kampung” Ramadan 1445 Hijriah di Desa Katongan, Nglipar, Gunung Kidul, Rabu (20/03/2024). Musisi dan pembawa acara kuliner program Cerita Rasa Kompas TV itu, beserta rombongan Dompet Dhuafa turut membawa serta “seserahan” berupa hasil tani Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa Yogyakarta yaitu KyBar Tani Mandiri untuk bahan pangan yang akan diolah bersama oleh warga Desa Katongan sebagai menu berbuka puasa bersama.

        grebek kampung

        Mr. Jarwo (rompi hitam) dan Benu Buloe (kemeja biru), bersama rombongan Dompet Dhuafa Yogyakarta berbondong-bondong melangsungkan “Grebek Kampung” Ramadan 1445 H di Kawasan Edukasi Aloe Land, Desa Katongan, Nglipar, Gunung Kidul, Rabu (20/03/2024).

        Warga Desa Katongan menyambut meriah kedatangan rombongan “Grebek Kampung” Dompet Dhuafa siang itu. Mereka guyub ikut menyiapkan dan memasak bersama di kawasan Kampung Edukasi Aloe Land, sebuah budidaya dan rumah industri tanaman lidah buaya (Aloe Vera) yang merupakan program pemberdayaan ekonomi nan tumbuh sinergi dari pengelolaan zakat produktif Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama stakeholder.

        grebek kampung

        Benu Buloe (kiri) bersama warga Desa Katongan mengolah bahan pangan untuk mempersiapkan menu berbuka puasa bersama rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H di Desa Katongan.

        Ya, “Grebek Kampung” merupakan upaya Dompet Dhuafa di bulan Ramadan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dalam bentuk program pemberdayaan ekonomi seperti budidaya tanaman lidah buaya di tempat itu. Agar senantiasa membangun dan merawat keberdayaan masyarakat dhuafa dan prasejahtera menjadi mimpi besar Dompet Dhuafa dalam mengelola dana ZISWAF.

        Sementara Benu Buloe sibuk memasak bersama warga di sana, Mr. Jarwo berkesempatan menelusuri aktivitas rumah industri tanaman lidah buaya yang memiliki merk “Rasane Vera” di Aloe Land itu. Mulai dari memanen, pengolahan, hingga pengemasannya. Selain itu Mr. Jarwo juga turut menemui warga dari pintu ke pintu untuk membantu menyalurkan Parsel Ramadan berisi paket sembako dan beras Tebar Zakat Fitrah (TZF).

        grebek kamoung

        Mr. Jarwo (kiri) bersama Alan Efendhi (kanan) sebagai Inisiator dan Pendiri rumah industri Aloe Land menelusuri kebun budidaya tanaman Aloe Vera -salah satu program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa- saat rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H di Desa Katongan.

        grebek kampung

        Alan Efendhi (kiri), Inisiator budidaya lidah buaya sekaligus Pendiri rumah industri Aloe Land, menunjukkan produk kemasan merk ‘Rasane Vera’ hasil olahan budidaya tanaman Aloe Vera kepada Mr. Jarwo (kanan) saat rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H di Desa Katongan.


        Ibu Jainem, seorang penerima manfaat lansia sekaligus janda itu seketika terharu mendapati kedatangan Mr. Jarwo dan Dompet Dhuafa yang menyalurkan Parsel Ramadan untuknya. “Waktu itu almarhum suami saya kecelakaan dan harus perawatan dengan biaya besar, kami enggak sanggup. Di sini saya tinggal sama anak, cucu dan suaminya anak saya, dia buruh bikin mie bihun,” lirihnya pada Mr. Jarwo. “Alhamdulillah, berkah Ramadan dapat sembako banyak, sekarang apa-apa harganya mahal. Terima kasih, biar jadi pahala untuk kalian semua,” aku Jainem, tersenyum.

        Saat bulan Ramadan, “Grebek Kampung” menjadi salah satu upaya Dompet Dhuafa memaksimalkan kolaborasi kebaikan. Di dalamnya juga terdapat ragam kegiatan holistik mulai dari TZF, distribusi Parsel Ramadan untuk Yatim dan Guru Honorer, Berbagi Menu Berbuka Bersama serta Kajian Religi terhelat dalam agenda tersebut. Membuat semakin saling mengenal lebih dekat penerima manfaat, penggerak program dan mitra kebaikan dalam tema besar #RamadanMendekatkan .

        grebek kampung

        Mr. Jarwo (kanan) menyalurkan Parsel Ramadan Dompet Dhuafa pada salah satu penerima manfaat dhuafa, Ibu Jainem (kanan), saat rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H di Desa Katongan.

        “Grebek Kampung kali ini, bersama dan dimeriahkan ragam aktivitas salah satunya penampilan dari musisi Mr. Jarwo dan pembawa acara kuliner Cerita Rasa Kompas TV, Benu Buloe. Hadirnya Grebek Kampung diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan literasi masyarakat tentang kebermanfaatan pengelolaan dana ZISWAF. Sebab pengelolaan ZISWAF yang tepat akan menumbuhkan ekonomi-ekonomi pemberdayaan berbasis UMKM dan dakwah dalam upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat,” sebut Muhammad Zahron selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta.

        grebek kampung

        Tim Grebek Kampung Ramadan 1445 H berswafoto bersama warga Desa Katongan sebelum berbuka puasa bersama.

        Setelah tiba waktunya kajian religi menyambut berbuka puasa bersama, setelah salat tarawih penampilan Mr. Jarwo NAIF memeriahkan Grebek Kampung dengan membawakan lagu-lagu hitsnya seperti “Titipan Sahabat”. Lagu itu mendorong masyarakat untuk saling membantu dalam kebaikan dan memuliakan yatim bersama Dompet Dhuafa.

        grebek kampung

        Suasana kehangatan berbuka puasa bersama rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H. Kiri-kanan: Dian Mulyadi (GM Corporate Secretary Dompet Dhuafa Pusat), Benu Buloe, Mr. Jarwo, Muhammad Zahron (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta), dan Ustaz Dusun Jeruk Legi.

        grebek kampung

        Suasana kehangatan warga Desa Katongan saat berbuka puasa bersama rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H.

        “Terima kasih masyarakat Nglipar, Gunung Kidul khususnya Karang Taruna Dusun Jeruk Legi yang ikut memeriahkan penampilan kami malam ini. Saya sangat salut melihat langsung ragam program Dompet Dhuafa dengan tata kelola ZISWAF yang mumpuni. Sehingga menumbuhkan program-program seperti Aloe Vera Land juga Ketaman (Ketahanan Pangan Masyarakat) Kybar Tani Mandiri. Saya juga terkesan bisa ikut membagikan langsung Parsel Ramadan dan TZF ke masyarakat di sini,” aku Mr. Jarwo.

        Selain “Grebek Kampung”, upaya Dompet Dhuafa dalam mencapai target satu juta penerima manfaat pada Ramadan 1445 H juga menghadirkan ragam program lainnya yang terus digulirkan seperti Mudik Gratis, Pos Mudik, Fidyah, Berbagi Paket Sahur, Sedekah Qur’an, Sedekah Anak Yatim, Parsel Ramadan, THR Pejuang Keluarga, Tebar Takjil, Borong Dagangan, Sedekah Alat Ibadah hingga Bantuan Ramadan di Palestina.

        grebek kampung

        Keseruan penampilan musik Mr. Jarwo dalam rangkaian Grebek Kampung Ramadan 1445 H di Desa Katongan

        Dompet Dhuafa Yogyakarta selaku tuan rumah “Grebek Kampung”, juga terus mengajak masyarakat setempat menyalurkan kebaikan ZISWAF melalui konter yang tersebar di Yogyakarta.

        Ada 13 titik konter zakat di Yogyakarta yang dapat ditemukan di Bank Syariah Indonesia KCP Godean; Bank Mandiri KCU Sudirman dan KCP UGM; Lotte Grosir; Sleman City Hall; Grand Rohan Hotel; Jogja City Mall; Super Indo Godean dan Sultan Agung; Galeria Mall; Gardena Dept. Store; Paradise Palagan Residence; Masjid Green Hills Residence serta Kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta yang terletak di Jalan Madubronto, Patangpuluhan, Wirobrajan. Hadirnya layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan dan memudahkan masyarakat untuk konsultasi dan menyalurkan ZISWAF-nya.

        Tingkatkan Akhlak Karimah, Dompet Dhuafa Adakan DD Goes to School

        Tingkatkan Akhlak Karimah, Dompet Dhuafa Adakan DD Goes to School

        Yogyakarta  –  Upaya untuk meingkatkan  kekhidmatan dalam menjalankan ibadah  bulan Ramadan 1445 H , Dompet Dhuafa Yogyakarta mengadakan DD Goes to School  di sekolah. Tanggal 18 Maret 2024 DD Goes to School  diadakan di Sekolah  SMA Negeri 2 Yogyakarta dengan jumlah murid peserta  kelas X sebanyak 250 anak.

        Indonesia digadang-gadang akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045 kelak. Untuk mencapai itu, persiapan harus dilakukan mulai dari sekarang. Anak-anak yang saat ini sudah masuk usia remaja harus diberikan gambaran hidup masa depan supaya pada saatnya kelak mereka akan menjadi manusia yang produktif. 

        Dibulan Ramadan ini DD Goes to School adalah salah satu event Ramadan Dompet Dhuafa Yogayakarta  yang diperuntukkan untuk remaja. Bentuknya adalah kajian dengan tujuan membentuk akhlak karimah sehingga harapan di bulan #RamadanMendekatkan kita ke pada Agama dan menjadi pribadi yang lebih baik. Tema DD goes to school kali ini adalah Ramadan berkah dengan ukhuwah, Inggrid selaku penanggung jawab acara menyatakan bahwa “Tema materi yang dibawakan merupakan permintaan dari guru. Harapannya agar kelak siswa menjadi orang yang memiliki sikap dan perilaku yg lebih baik

        Acara inti diisi dengan aktivitas pemaparan materi tentang akhlak, perilaku oleh Ust. Sutan Kumala Pontas Nasution  merupakan seorang salah satu penerima manfaat . menyampaikan materi tentang akhlak dan perilaku . Beliau menyampaikan bahwa “pemuda harus memiliki prinsip dan tujuan hidup jelas. Ramadan adalah momentum tepat untuk mewujudkan itu.”  Kemudian untuk memperdalam pemahaman materi diadakan forum diskusi,  tanya jawab.

         Diakhir acara diisi dengan sosialisasi beasiswa kepada para murid. Mahesa Oka kelas X berkata “ Alhamdulillah saya memdapat motivasi dari materi dan video yang ditampilkan yaitu motivasi untuk terus berbuat baik”, Afifah Zahraini kelas X menambahkan  “Acaranya menyenangkan dan informatif. Saya jadi ada gambaran bagaimana tahap² memjadi lebih baik dan ini bisa saya terapkan dalam usaha masuk PTN”, “ Terima kasih untuk Dompet Dhuafa Yogyakarta yangg telah turut membantu mendidik anak-anak kami di SMAN 2 Yogyakarta” Imbuh  Ibu Lucia Wirastuti Kindarsih, S.Pd., M. Acc kepala sekolah SMA N 2 Yogyakarta.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Gardena Adakan Buka puasa bersama Serta Santunan Untuk Yatim

        Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Gardena Adakan Buka puasa bersama Serta Santunan Untuk Yatim

        Yogyakarta – Bulan suci Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan bagi seluruh umat muslim. Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Gardena menyelenggarakan Buka Bersama Anak Yatim di Gardena Departement Store & Supermarket Yogyakarta lantai empat pada Hari Minggu 24 Maret 2024, dengan dihadiri oleh 30 anak yatim dari yayasan Kapanewon Tegalrejo, Yogyakarta.

        Acara dibuka dengan adanya kegiatan mendongeng. Dibawakan oleh Kak Aris Bertopeng yang bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menghibur anak-anak agar senantiasa tolong-menolong dan belajar dengan giat. Anak – anak terlihat sangat antusias dalam mendengarkan kisah dari Kak Aris. Disela-sela acara mendongeng, Kak Aris memberikan pertanyaan yang memancing kreativitas. Bagi anak – anak yang berani menjawab pertanyaan maka akan diberikan sebuah hadiah atau door prize dari Kak Aris. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kepercayaan diri anak untuk maju kedepan dan menjawab pertanyaan.

        Acara dilanjutkan dengan adanya sambutan dari Ibu Yenny Wahyuni selaku GM Gardena Departemen Store & Supermarket. Acara ini bertujuan untuk berbagi serta upaya untuk membahagiakan anak-anak yatim agar bisa menjalani Bulan Ramadan dengan penuh keceriaan. Adanya Kerjasama dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta membantu dalam memfasilitasi kegiatan kemanusiaan. “Gardena juga menyediakan tempat untuk booth zakat Dompet Dhuafa Yogyakarta, hal ini bertujuan agar orang-orang dapat lebih mudah berzakat sehingga dapat menolong lebih banyak orang lagi,” imbuh Ibu Yenny Wahyuni.

        Dalam acara ini, seorang anak bernama Mirza Azra Zaafarani membacakan puisi yang berjudul “Merindukan yang Dirindukan” berisi tentang kerinduan terhadap bulan Ramadan dan keistimewaannya. Mirza membawakan puisi karyanya sendiri dengan penuh penghayatan.

        Acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan Ramadan secara simbolis oleh ibu Ellyn Subiyanto selaku Direktur Utama Gardena Departemen Store & Supermarket kepada perwakilan anak-anak.

        Dalam acara ini, Gardena memberikan kesempatan bermain di Wahana kepada anak-anak secara gratis.
        Anak – anak sangat antusias dan aktif dalam menggunakan wahana permainan,
        “Aku senang sekali bisa ke Gardena, permainannya seru dan bagus”, kata Nanda, salah satu peserta.

        Kemudian diakhiri dengan pembagian parsel Ramadan berupa Sepatu dan snack.
        “Terimakasih kepada Gardena Departemen Store and Supermaket yang telah memberikan kebahagiaan di bulan Ramadan untuk anak-anak yatim, semoga hal ini bisa menjadi kesan yang mendalam untuk anak-anak,” pesan Deta Wijayanti selaku koordinator dari acara tersebut.

        “ Aku sangat senang sekali disini, cerita dongengnya menarik apalagi permainannya. Kalo bukan disini aku nggak bisa ngrasain permainan ini, begitu asik nya bermain tau – tau sudah mau buka puasa. Terimakasih banyak Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Gardena semoga kedepan aku bisa kesini lagi dan merasakan keseruan ini” imbuh Annisa salah satu anak peserta.

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Beri Pendampiangan UMKM, Upaya Dorong Masyarakat Berzakat

        Dompet Dhuafa Yogyakarta Beri Pendampiangan UMKM, Upaya Dorong Masyarakat Berzakat

        Dompet Dhuafa terus mendorong masyarakat dalam berzakat sekaligus sebagai upaya peningkatan UMKM. Ramadan 1445 H menjadi momentum masyarakat untuk terus berbuat kebaikan.

        Terlepas dari panasnya ajang pemilu, Dompet Dhufa menilai Ramadan tahun ini diharapkan menjadi penyambung dan merekatkan antar individu. Beragam kegiatan dan ajang kebaikan seperti berzakat, infak, sedekah maupun wakaf menjadi dorongan tersendiri di masyarakat.

        Pimpinan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron mengatakan, manfaat dari meningkatnya ajang kebaikan adalah menelurkan program-program pemberdayaan di masyarakat dengan ekonomi bawah. Salah satunya melalui program pemberdayaan UMKM yaitu warung dorong, angkringan hingga mie ayam bakso CJDW.

        Program pemberdayaan UMKM dari Dompet Dhuafa ini tertujuan mengubah warung angkringan menjadi bersih, memenuhi standar kesehatan, dan makanan yang dijajakan lebih enak. Harapannya para calon pembeli akan lebih memilih warung para pesreta program sehingga pendapatannya meningkat.

        “Alhamdulillah dengan meningkatnya semangat masyarakat untuk berzakat, infak, sedekah dan wakaf, hal ini menjadi komitmen kami bersama dalam menjaga amanah, kepercayaan hingga tanggung jawab dalam meningkatkan kesejehateraan masyarakat melalui ragam program,” katanya, Senin, 18 Maret 2024.Program dari Dompet Dhuafa ini diraskaan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya Sulastri, pemilik warung dorong dengan nama Elsana (Eling, Sabar dan Narimo) saat ditemui ketika keliling di wilayah Wirobrajan.

        Sulastri mengaku sangat bersyukur dengan adanya pendampingan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta. Berkat pendampingan yang diberikan bisa berjualan seperti sekarang ini.

        “Dulu saya hanya jualan makanan ala kadarnya. Sekarang jajanan yang saya jual jadi lebih banyak. Gerobak dorong saya menjadi lebih menarik. Alhamdulilah dengan ini saya bisa membantu perekonomian keluarga. Terima kasih Dompet Dhuafa,” jelasnya.

        Selain itu, Dompet Dhuafa Yogyakarta menelurkan program Warung Beres (Bersih Itu Sehat). Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Gito, selaku pengelola Warung Beres, Mie Ayam Bakso CJDW.

        Gito mengaku sangat beruntung dengan adanya pendampingan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta yang membuatnya tahu bagaimana caranya manajemen keuangan. Mulai dari penghasilan, cara mengolah makanan, dan menyajikannya secara higenis serta bagaimana cara memilih bahan bahan untuk pembuatan mie ayam serta bakso.

        “Selain itu, saya mendapatkan relasi yang lebih luas. Alhamdulillah, pendapatan dari penjualan mie ayam dan bakso semakin meningkat. Dari penjualan ini saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga terutama biaya sekolah anak saya,” jelasnya.

        Capaian yang telah dihasilkan dari dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta adalah terbentuknya paguyuban angkringan warung beres, dan warung angkringan terserifikasi halal.

        DOMPET DHUAFA AJAK MISS FATMA ALGHUSAIN UNTUK SYIAR KONDISI PALESTINA TERKINI

        DOMPET DHUAFA AJAK MISS FATMA ALGHUSAIN UNTUK SYIAR KONDISI PALESTINA TERKINI

        Miss Fatma Alghusein

        Yogyakarta – Hingga saat ini aksi Genosida di Gaza masih berlangsung, aksi kejahatan kemanusiaan yang semakin membabi buta membuat semakin banyak korban berjatuhan. Upaya  demi upaya telah dilakukan untuk menghentikan aksi genosida yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina belum kunjung  berhasil. Dibulan Ramadan ini dampak Genosida semakin terasa, sulitnya mendapatkan bahan makanan pokok, fasilitas Kesehatan, tempat tinggal yang layak serta keperluan lainnya.

        Dengan adanya situasi tersebut Dompet Dhuafa Yogyakarta mengajak Miss Fatma Alghusain untuk mensyiarkan  kondisi Palestina  terkini dengan mengadakan road show di beberapa tempat Yogyakarta. Miss Fatma Alghuasain merupakan Direktur Esekutif Amna Care Fund sekaligus seorang aktivis kemanusiaan.

        Di Yogyakarta kegiatan road show telah dilaksanakan di beberapa tempat selama tiga hari. Road show pertama dilaksankan pada tanggal 26 Maret 2024 di dua lokasi yaitu Fakultas Bahasa Arab Universita  Gajah Mada (UGM) dan di Masjid Nurul Fikri Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM). Hari berikutnya dilaksanakan di Muhola An-Najjah Kwarasan Gamping Sleman Yogyakarta, kemudian road show diakhiri pada tanggal 28 Maret 2024 di Sekolah Teladan Gamping, Sleman.

        Kegiatan ini diadakan  sebagai wujud kepedulian kita akan keadaan saudara kita di Palestina, “ saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu saudara kita di Gaza agar senantiasa kuat dan saya berharap semoga kejahatan kemanusian yang terjadi di Gaza segera berakhir” ujar Imam sebagai penanggung jawab acara.

        Cara di isi dengan sharing session yaitu pemaparan tentang keadaan warga Gaza saat ini. Dimana Miss Fatma menjelaskan bahwa kejahatan yang terjadi saat ini adalah kejahatan Genosida bukan peperangan, semua penduduk Gaza dibombardir tanpa melihat status agama, ras, usia serta gender.

        Selama 159 hari perang Genosida sudah mengakibatkan 37.960 orang hilang, 72.524 terluka, 17.000 anak harus menjadi yatim, 11.000  orang mengalami kritis, 10.000 jiwa mengalami sakit kanker dikarenakan keadaan pengunsian yang tidak layak. Dari semua korban kekejaman tersebut di dominasi oleh perempuan dan anak-anak sebesar 72% . “ banyak anak – anak yang mengalami cacat fisik karena minimnya fasilitas medis dan yang paling memperhatinkan dimana amputasi itu dilakukan tanpa adanya obat bius. Selain itu banyak wanita hamil dengan resiko penanganan tidak layak karena minimnya fasilitas kesehatan untuk ibu hami, mengasihi serta makanan untuk balita” imbuh Miss Fatma.

        Acara diakhiri dengan kegiatan tanya jawab kepada seluruh peserta , kemudian ada pertanyaan dari salah satu wali murid dari sekolah Teladan.“ apakah dengan adanya kegiatan boikot berpengaruh signifikan terhadap Israel?, karena sejauh ini kita sudah menggalakkan kegiatan itu untuk tidak membeli produk yang mendukung Israel. “ . Kemudian Miss Fatma menjelaskan bahwa dengan adanya boikot produk pro Israel itu sangat berpengaruh terhadap Palestina, karena dengan adanya boikot tersebut  maka bantuan yang akan diberikan ke Israel akan berkurang sehingga Israel akan mengalami kesulitan.

        Macam-Macam Zakat dan Keutamaannya!

        Macam-Macam Zakat dan Keutamaannya!

         

        Zakat merupakan rukun Islam yang ke-4. Terdapat dua macam zakat serta zakat dan keutamaannya yang mana umat Islam wajib untuk memahaminya, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Dalam Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat merupakan harta yang wajib terbayarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerima sesuai dengan syariat Islam.

        Zakat berasal dari kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dalam zakat terkandung harapan untuk memperoleh keberkahan, kebersihan jiwa, dan untuk memupuk kebaikan.

        Makna tumbuh dan berkembang dalam zakat artinya menunaikan zakat akan menghasilkan banyak pahala. Sementara itu makna suci dalam zakat lebih berarti sebagai sarana untuk mensucikan jiwa dan pencuci dosa-dosa yang telah lalu.

        Seperti halnya dalam firman Allah SWT dalam Q.S at-Taubah ayat 103 sebagai berikut:

        خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

        Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

        Hukum Zakat dan Keutamaanya

        Para ulama sepakat hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat wajib zakat. Sebagaimana ketentuan dalam syariat agama.

        Seperti halnya perintah pada Q.S Al-Baqarah ayat 110.

        وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

        Artinya: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

        Zakat wajib untuk setiap Umat Muslim di bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Baik kaya maupun miskis, tua ataupun muda, bayi ataupun renta, untuk zakat fitrah wajib hukumnya untuk membayarnya saat bulan Ramadhan. Kewajiban ini sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim:

        Dari Ibnu Umar ra, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah atau satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari & Muslim)

        Jenis-jenis Zakat

        Zakat terdiri dari dua jenis, yaitu Zakat Nafs (jiwa) atau sering disebut Zakat Fitrah dan Zakat Maal (harta). Berikut masing-masing penjelasannya,

        1. Zakat Fitrah
        Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap Muslim pada bulan Ramadhan. Tepatnya saat menjelang Idul Fitri. Besaran zakat fitrah setara dengan 3,5 liter atau sekitar 2,5 kilogram makanan pokok.

        Zakat ini bisa berupa beras, gandum, dan sejenisnya sesuai dengan daerah yang bersangkutan. Mengganti zakat fitrah dengan uang juga bisa, akan tetapi harus setara dengan harga makanan pokok sesuai besaran zakat tersebut.

        2. Zakat Maal
        Zakat maal atau sering menyebutnya dengan zakat harta bagi seorang Muslim wajib membayarnya sesuai dengan nisab dan haulnya.

        Nisab merupakan syarat minimum harta yang dapat terkategorikan sebagai wajib zakat. Sementara haul adalah masa kepemilihan harta sudah berlalu selama 12 bulan Qamariyah/tahun Hijriyah.

        Tidak ada batasan waktu dalam mengeluarkan zakat maal. Artinya bisa membayarnya sepanjang tahun ketika syaratnya sudah terpenuhi.

        Zakat jenis ini akan melahirkan banyak jenis zakat lainnya di antaranya zakat penghasilan, perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, hasil temuan, obligasi, tabungan, emas, dan perak dan lain sebagainya.

        Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

        Demikian pembahasan mengenai macam-macam zakat yang terdiri dari zakat fitrah dan zakat maal serta memiliki keutamaan yang mana merupaka suatu kewajiban serta upaya dalam mendapatkan keberkahan dalam mendapatkan nikmat Allah. Yuk jangan  lupa tunaikan zakat sahabat, sekarang sahabat dapat menunaikan zakat dengan mudah serta terpercaya melalui

        Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

        Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

        Jangan Bingung! Ini Loh Bedanya Takjil dan Ifthar

        Takjil dan Ifthar adalah istilah yang biasa digunakan saat bulan Ramadan. Apa sih arti sebenarnya dari kedua istilah ini? Di mana letak perbedaannya?

        Takjil

        Takjil umumnya dipahami oleh kebanyakan orang sebagai camilan (biasanya kurma) atau jajanan manis lainnya untuk segera membatalkan puasanya. Kata takjil, apabila ditelusuri dalam bentuk kata kerja telah (fi’il madhi) dan kata kerja sedangnya (fi’il mudhari’) adalah ‘ajjala yu’ajjilu. Sedangkan arti fi’il madhi-nya apabila diambil dari arti kata ‘ajila ya’jalu salah satunya adalah asra’a yang artinya bersegera (Kamus Al-Munawwir hal.:90).

        Jika diartikan dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah penyegeraan. Berkaitan dengan bulan puasa, takjil ini bertujuan untuk penyegeraan berbuka puasa. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, kurma merupakan makanan untuk berbuka saat itu, sehingga terjadi perubahan pemahaman seolah-olah takjil sama dengan kurma. Terlebih saat ini terdapat berbagai macam makanan ringan untuk berbuka, kata takjil diartikan seperti halnya makanan ringan. Padahal, berdasarkan penjelasan sebelumnya kata takjil berarti menyegerakan berbuka puasa. Artinya kita dapat berbuka dengan sebutir kurma, sepotong kue, semangkuk kolak, bahkan dengan seteguk air.

        Dalam kitab Shahih Bukhari, terdapat sebuah hadis yang menyatakan terkait dengan anjuran berbuka puasa di awal waktu. Rasulullah SAW bersabda:

        Artinya: “Seseorang yang senantiasa berada di dalam kebaikan adalah mereka yang menyegerakan waktu berbuka puasanya”. Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah “penyegeraan, bersegera, percepatan”, sebuah kata dasar dari ajjala, yu’ajjilu artinya : menyegerakan, mempercepat. Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa). Terlihat di sini bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan (bukan kata objek/maful bih, tapi kata kerja/predikat/ fi’il amar).

        Oleh karena itu, jelas bahwa sunnah takjil yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sunnah untuk menyegerakan dalam berbuka puasa. Kurma, sepotong kue ataupun makanan ringan lainnya ialah makanan untuk takjil, bukan takjil. Dapat disimpulkan bahwa takjil ialah kata kerja, bukan kata benda yang artinya makanan untuk berbuka puasa. Jadi maksud dari takjil ialah penyegeraan pembatalan puasa dengan makanan pembuka atau makanan ringan.

        Lantas bagaimana dengan ifthar?

        Bentuk kata ifthar ialah isim Masdar dari afthara yufthiru. Di dalam kamus, arti kata afthara sama halnya dengan akala au syariba (Al-Munjid hal.: 619) yang bermakna makan atau minum, atau berbuka (Al-Munawwir hal.: 1.063).

        Menurut KBBI, ifthar ialah hal berbuka puasa. Misalnya, menu ifthar yang berarti menu berbuka puasa. Ifthar tidak memiliki batas hanya minuman dan makan ringan untuk mengawali berbuka puasa, tetapi juga makanan besarnya juga. Gimana? Sekarang udah tahu kan perbedaan antara takjil dan ifthar? Semoga bermanfaat ya.

         

        Menu Buka Puasa dan Sahur Selama 30 Hari, Referensi Menu Ramadanmu!

        Menu Buka Puasa dan Sahur Selama 30 Hari, Referensi Menu Ramadanmu!

        Menu Buka Puasa dan Sahur Selama 30 Hari – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim melaksanakan ibadah puasa yang meliputi menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dengan tetap melakukan aktivitas lainnya seperti biasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

        Saat kita berpuasa, sebenarnya metabolisme tubuh kita akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti bernapas, memompa darah dari jantung, memperbaiki sel yang rusak, berpikir, menjaga suhu tubuh, dan lain sebagainya. Dan di bulan Ramadhan ini, pola makan kita tentu akan berubah karena kita hanya diperbolehkan makan ketika sahur dan ketika berbuka puasa hingga kembali ke waktu sahur. Meskipun begitu, pada dasarnya tidak ada perubahan kebutuhan gizi saat berpuasa, hanya saja tubuh kita perlu penyesuaian dan perhatian khusus agar tetap sehat dan bisa menjalankan aktivitas lainnya seperti biasa.

        Ketika kita berpuasa, menjadi hal yang wajar ketika kita merasa lapar dan butuh penyesuaian pada hari-hari pertama Ramadhan. Hal ini dapat terjadi karena lambung kita akan dibiarkan kosong selama kurang lebih 13 jam. Meskipun lambung kita tidak terisi, tubuh akan tetap memenuhi kebutuhan energi dengan mengambil cadangan energi dari tubuh kita seperti dari lemak yang tersimpan di bawah kulit atau dari glikogen yang tersimpan di hati dan otot. Hal ini menyebabkan pada 3 – 5 hari awal berpuasa kita akan merasa kurang nyaman karena pada waktu inilah tubuh akan beradaptasi dengan pola makan yang baru.

        Pada seminggu pertama juga dapat terjadi penurunan berat badan karena tubuh berada dalam proses penyesuaian. Namun pada minggu-minggu berikutnya tubuh sudah bisa beradaptasi dengan perubahan pola makan. Bahkan bisa jadi ada kecenderungan mengalami kenaikan berat badan apabila kita tidak mengatur pola makan.

        Sahur diibaratkan seperti makan sarapan. Maka, sahur juga perlu seimbang dengan memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak. Namun, karena waktu yang terbatas, kita bisa memilih sumber-sumber makanan yang lebih praktis tapi tetap bergizi dan seimbang. Berikut ini beberapa menu buka puasa dan sahur selama 30 hari yang patut sahabat coba untuk kesehatan tubuh sahabat.

        Menu Buka Puasa dan Sahur Selama 30 Hari

        Konsumsi Makanan Yang Kaya Serat dan Protein

        Makanan yang kaya serat dan protein seperti gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, telur, ikan, daging, ayam, tahu, dan tempe dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga memberikan energi dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Secara spesifik, sumber protein yang cukup dapat mengurangi rasa lesu dan membuat tubuh lebih aktif sepanjang hari karena membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna. Sementara itu, makanan kaya serat dapat memperlambat proses penyerapan makanan dalam tubuh sehingga rasa kenyang dalam tubuh dapat bertahan lebih lama. Contoh makanan yang berserat tinggi adalah kurma, pepaya, pisang, terong, brokoli, wortel, dan sayuran hijau.

        Hindari Makanan Yang Manis, Berlemak, dan Tinggi Gula, Garam, Lemak

        Makanan yang tinggi gula dan lemak akan membuat tubuh cepat merasa lapar dan lelah karena kadar gula darah cepat menurun dan rasa lapar akan cepat timbul atau hipoglisemia. Selain itu, menghindari makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak membuat kita dapat terhindar dari masalah kesehatan seperti hipertensi, hiperglikemia, sembelit dan lainnya agar tidak menyebabkan kelelahan, lemas, dan perasaan tidak nyaman pada lambung ketika berpuasa.

        Sama halnya dengan ketika kita tidak berpuasa, kita tetap perlu membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak yakni maksimal per harinya adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan minyak.

        Makan dan Minum Yang Cukup

        Hindari mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan dengan maksud menabung energi dalam tubuh untuk kecukupan selama berpuasa. Konsumsi makanan yang berlebihan justru dapat memperburuk kondisi tubuh di siang harinya. Selain itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dengan mengonsumsi air putih yang cukup selama sahur. Setidaknya bisa meminum 2-3 gelas air putih dan bisa juga menambah dengan satu gelas susu untuk tambahan peroleh energi.

        Pilih Karbohidrat Kompleks

        Karbohidrat kompleks yang kita konsumsi dapat membantu meningkatkan energi secara bertahap dan tahan lama jika membandingkan dengan karbohidrat sederhana. Makanan sumber karbohidrat kompleks antara lain nasi, nasi merah, kentang, pasta, mie, roti gandum, bihun, jagung, sereal, dan umbi.

        Setelah berpuasa 13 jam lamanya, tentu hal yang paling ternanti-nanti adalah waktu berbuka puasa. Seringkali pada momen ini lah yang membuat seseorang dengan mudah meningkat berat badannya karena makan dan minum yang terlampau banyak akibat perasaan “balas dendam” atas menahan lapar dan haus seharian. Oleh karena itu, kita juga perlu memperhatikan asupan makan dan minum ketika berbuka puasa. Berikut tips berbuka puasa sehat yang bisa sahabat terapkan.

        Jangan Langsung Makan Makanan Berat

        Ketika berbuka puasa, kita dapat mengonsumsi makanan dan minuman manis secukupnya karena makanan dan minuman manis sehingga tubuh mudah mencernanya dan dapat segera mengembalikan kesegaran tubuh, serta tubuh segera mendapatkan glukosa untuk menormalkan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa. Ini juga sebagai bentuk kita untuk mengikuti sunnah Nabi SAW.

        Hindari untuk langsung makan makanan berat ketika berbuka puasa karena justru itu akan membebani kerja lambung yang sudah beristirahat selama kita berpuasa. Hindari juga minuman dingin atau es saat berbuka karena ini dapat menahan rasa lapar sehingga tubuh akan cenderung menunda atau menolak hidangan lain yang kaya akan nutrisi.

        Konsumsi Makanan Yang Seimbang

        Setelah melaksanakan sholat maghrib atau 30 menit setelah berbuka puasa, kita baru dapat makan malam seperti biasanya. Sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang bergizi lengkap dan seimbang serta mengandung karbohidrat kompleks.

        Hindari Makanan Yang Berlebihan dan Makan Secara Perlahan

        Hindari makan yang berlebihan karena dapat menyebabkan sakit perut dan merusak kesehatan tubuh. Makan yang berlebihan dapat mengakibatkan glukosa darah meningkat secara cepat dan akan turun dengan cepat pula karena efek dari hormon insulin produksi. Hal ini akan menstimulasi hormon ghrelin yang memicu kelelahan dan rasa lemas sehingga menimbulkan rasa lapar kembali.

        Setelah itu, bisa jadi kita akan makan lagi atau langsung beristirahat. Selain menurunkan kualitas dan produktivitas kita dalam beribadah, siklus ini juga yang kemudian membuat fenomena banyaknya kenaikan berat badan ketika bulan Ramadhan karena adanya penumpukan kalori.

        Minum Air Putih Yang Cukup

        Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik yakni dengan mengonsumsi air putih yang cukup selama berpuasa. Kita memang perlu mengatur strategi agar selama bulan puasa kita tetap bisa mengonsumsi air sekitar 8 gelas per hari. Dapat mencontoh salah satu strategi dengan pola 2-4-2. Pola yang mana dengan cara 2 gelas ketika sahur, 2 gelas ketika berbuka puasa, dan 4 gelas di malam hari.

        Meskipun kita harus tetap menjaga konsumsi minum kita. Kebutuhan air ini juga tidak selalu dari air putih saja. Namun bisa juga minum teh, susu, jus, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam cairan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Tetapi, perlu menggaris bawahi anjuran untuk tidak meminum minuman yang dingin karena ini akan membuat kita cepat merasa kenyang dan enggan untuk mengonsumsi cairan lagi.

        Hindari Makanan Yang Terlalu Pedas dan Makanan Berlemak

        Salah satu hal yang menjadi incaran ketika berbuka puasa adalah gorengan dan makanan pedas. Padahal ini kurang baik untuk kesehatan tubuh. Makanan yang terlalu pedas dan berlemak dapat membuat kita terkena gangguan pencernaan. Seperti halnya maag, diare, GERD, dan lainnya apabila tidak membatasinya.

        Makanan yang berlemak tinggi seperti gorengan juga justru akan menurunkan imunitas tubuh kita, serta dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif. Apabila tetap ingin memakannya, usahakan hanya makan 4 – 5 potong saja untuk makanan yang digoreng.

        Selain tips yang telah dijabarkan, terdapat juga contoh menu sahur dan buka puasa yang sehat dan bisa dijadikan referensi.

        Contoh Menu Sahur

        1. Nasi merah dengan telur dadar dan sayuran kukus.
        2. Salad sayur dengan kacang-kacangan dan protein tanpa lemak seperti ayam atau ikan.
        3. Bubur kacang hijau dengan sedikit gula dan susu rendah lemak.
        4. Telur dadar dengan tumis sayuran seperti tomat, paprika, dan bawang putih.
        5. Nasi putih dengan ikan teri, tahu, dan tempe goreng.

        Contoh Menu Buka Puasa (Makan Malam)

        1. Sup ayam dengan sayuran segar dan nasi merah.
        2. Tumis sayuran dengan tofu atau tempe dan nasi putih.
        3. Ikan panggang dengan sayuran hijau dan kentang rebus.
        4. Nasi goreng dengan sayuran segar dan telur dadar.
        5. Ayam panggang atau rebus dengan sayuran kukus dan kentang rebus.

        Dalam memilih menu sahur dan buka puasa, penting untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi dan menghindari makan yang berlebihan. Dengan memilih makanan yang seimbang, dan cara memasak yang tepat. Kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Semoga tips sahur dan buka puasa di atas dapat bermanfaat dan menjadi acuan dalam menentukan menu sahur dan berbuka puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa!

        SEDEKAH SEKARANG!

        Inidia Kiat kiat Menjalani Puasa Dengan Ceria

        Inidia Kiat kiat Menjalani Puasa Dengan Ceria

        Kiat kiat Menjalani Puasa dengan Ceria – Bulan Ramadhan benar-benar tinggal menghitung hari bahkan menghitung jam. Kegembiraan yang dirasakan ketika menyambut Ramadhan adalah tanda keimanan seorang Muslim. Bahkan hal ini telah tertera pada QS Yunus ayat 58 pada hadits pendukung lainnya.

        Dalam menyambut bulan Ramadhan saja kita seharusnya merasa bergembira. Apalagi selama berpuasa di bulan Ramadhan, kita perlu mematuhi kewajiban ini dengan gembira dan penuh semangat.

        Namun, tidak jarang diantara kita yang merasa sulit menjalankan ibadah puasa ini dengan penuh kesabaran dan keceriaan karena merasa lapar dan lelah. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa kiat untuk menjalankan puasa dengan penuh keceriaan.

        Kiat Kiat Menjalani Puasa dengan Ceria

        Persiapan Sebelum Puasa

        Kita masih memiliki beberapa waktu untuk melakukan persiapan sebelum bulan Ramadhan. Maka, kita perlu melakukan berbagai persiapan seperti membuat rencana dan target selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan agar ketika memasuki bulan Ramadhan kita memiliki tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas, realistis, dan bermakna dapat memberikan perasaan optimis dan kepercayaan diri yang membuat kita bahagia dan ceria dalam mejalaninya.

        Tujuan atau target selama bulan Ramadhan juga dapat memberikan arah yang jelas sehingga dapat membantu kita dalam menetapkan prioritas dan mengambil tindakan yang tepat selama bulan Ramadhan. Keteraturan ini lah yang dapat membuat kita tenang, percaya diri, dan optimis sehingga kita akan merasa senang dan ceria.

        Selain itu, ketika kita sudah memasuki bulan Ramadhan, kita perlu menyiapkan waktu puasa dengan makan dan minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. Karena terlalu banyak makan, dapat membuat kita merasa ngantuk dan lesu selama berpuasa. Menjaga cairan tubuh juga bertujuan agar tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.

        Berolahraga Ringan

        Olahraga ringan dapat membantu kita meningkatkan energi dan semangat selama berpuasa. Hal ini terbukti secara ilmiah bahwa proses fisiologis tubuh yang terjadi ketika berolahraga dapat memberikan efek yang sangat baik pada diri kita.

        Ketika kita berolahraga tubuh akan melepaskan berbagai hormon. Diantaranya adalah hormon endorfin yang dapat memberikan efek positif pada suasana hati, membantu mengurangi stres dan rasa sakit; hormon serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi; serta adrenalin dan noradrenalin yang dapat meningkatkan energi, meningkatkan kewaspadaan, dan meningkatkan fokus.

        Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, jogging, atau yoga untuk membuat puasa kita lebih bersemangat dan ceria.

        Menjaga Kualitas Tidur

        Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa. Kualitas tidur tentu akan berkontribusi pada kestabilan emosi dan perasaan ceria. Hal ini dapat terjadi karena ketika kita tidur, tubuh dan otak melakukan proses pemulihan dan penyembuhan yang penting untuk kesehatan fisik dan mental.

        Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas tidur yang kurang dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi. Kurang tidur juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatur emosi dan merespons situasi yang dapat memicu stres. Hal ini dapat mengarah pada perasaan yang mudah sedih, marah, tersinggung dan gelisah.

        Sebaliknya, tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu seseorang merasa lebih ceria dan bertenaga. Ketika tidur, tubuh juga akan memproduksi hormon serotonin dan dopamin yang penting untuk mengatur suasana hati. Saat tubuh dan otak merasa segar setelah tidur yang cukup, seseorang dapat merespons situasi yang memicu stres dengan lebih baik, serta memiliki perasaan yang lebih positif, energik, dan ceria.

        Oleh karena itu, cobalah untuk menjaga kualitas serta kuantitas tidur selama bulan Ramadhan agar kita dapat menjalankan hari-hari selama berpuasa dan beribadah dengan lebih positif dan ceria.

        Bersosialisasi dengan Orang Lain

        Berpuasa dan banyak beribadah di bulan Ramadhan bukan berarti harus mengisolasi diri dari dunia luar. Berinteraksi dengan orang lain, berkumpul bersama, dan beribadah bersama dapat membuat kita merasa lebih ceria dan semangat. Kita juga akan merasa terdorong untuk terus beribadah dan melakukan kebaikan.

        Oleh karena itu, cobalah untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti mabit, i’tikaf, kajian, acara buka puasa bersama dengan keluarga atau teman-teman, serta kegiatan berbasis sosial lainnya.

        Menjaga Pikiran Positif / Husnudzhon

        Husnudzon atau berprasangka baik atau berpikiran positif akan membantu kita dalam menjaga semangat dan kesehatan selama berpuasa. Pikiran positif dapat meningkatkan perasaan bahagia seseorang, sedangkan pikiran negatif cenderung membuat seseorang merasa sedih, cemas, dan stres.

        Dalam ilmu psikologi, konsep ini dikenal dengan istilah the tought cycle atau siklus perasaan. Ini juga sama seperti pernyataan yang sering kita dengar yaitu segala hal dimulai dari pikiran dan hati.

        Pikiran yang positif dapat memicu perasaan positif, dan perasaan yang positif akan berdampak pada perilaku yang positif, dan seterusnya hingga membentuk siklus. Sebaliknya, pikiran yang negatif akan memicu perasaan negatif, dan perasaan negatif akan berdampak pada perilaku yang negatif.

        Oleh karena itu, selama berpuasa cobalah untuk tidak terlalu fokus pada rasa lapar atau lelah, serta perasaan atau pikiran negatif lainnya. Alihkan pikiran kita untuk hal-hal yang positif dan menyenangkan agar puasa dan ibadah lainnya juga dapat berjalan dengan perasaan yang senang dan ceria.

        Bersyukur

        Bersyukur atas segala hal yang Allah SWT berikan dapat membantu kita dalam meningkatkan perasaan yang baik. Kita akan fokus pada hal-hal yang positif dalam hidup kita dan menghargai apa yang kita miliki. Ketika kita menghargai dan bersyukur atas hal-hal tersebut, kita cenderung merasa lebih bahagia, puas, dan ceria atas hidup kita.

        Selain itu, bersyukur juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang dapat mempengaruhi perasaan seseorang. Oleh karena itu, selama berpuasa, cobalah untuk selalu bersyukur dan mengingat betapa besar karunia Allah SWT atas kehidupan kita. Hal ini dapat membantu kita meningkatkan semangat dan kualitas ibadah selama berpuasa.

        Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, semoga kita dapat menjalankan puasa dengan penuh keceriaan, semangat yang tinggi, dan perasaan yang positif. Ingatlah bahwa berpuasa bukanlah tentang menghindari makanan atau minuman, tetapi tentang menghadirkan diri kita secara spiritual dan meningkatkan kualitas hidup kita sebagai seorang muslim.

        Editor: Dompet Dhuafa Jogja

        Sedekah Sekarang!

        Cara Mengganti Puasa Ramadhan Beserta Niatnya

        Cara Mengganti Puasa Ramadhan Beserta Niatnya

        Cara mengganti puasa ramadhan merupakan niat untuk menggantikan atau mengqadha hutang puasa kita selama bulan ramadhan sebelum menjalankan ibadah kewajiban kita di bulan selanjutnya. Berpuasa selama bulan Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi seluruh umat Muslim bagi yang telah baligh dan merupakan bagian dari rukun Islam yang ke-3 yang kita jalani selama 30 hari, dalam surat Al Baqarah ayat 183 berbunyi:

        يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

        Artinya: “ Hai orang – orang yang berirman, wajib bagi kamu untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi mereka sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS.Al Baqarah:183).
        Dalam islam memperbolehkan selama Ramadhan untuk tidak menjalankannya apabila orang tersebut sedang sakit keras, musafir, wanita haidh dan nifas, lalu dapat di bayarkan dihari setelahnya.
        Dalil sakit keras dalam berpuasa pada surat Al Baqarah ayat 185, berbunyi:

        وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

        Artinya: “ Barang siapa yang sakit atau masih dalam perjalanan ( lalu dia berbuka puasa), maka diwajibkan baginya berpuasa sebanyak hari yang sudah ditinggalkannya di hari lain.” ( QS. Al Baqarah: 185)

        Hadist Wanita nifas atau haidh dalam perpuasa dari ‘Aisyah, menyatakan bahwa:
        كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَ
        Artinya: “ Kami dulu selama haidh, diperintahkan untuk mengqodho puasa serta tidak diperbolehkan untuk mengqodho’ shalat.”

        Cara Mengganti Puasa Ramadhan


        Terdapat banyak cara dalam menggantikannya seperti fidya, dan puasa sunah. Selain itu kita tidak dituntut untuk menggantikannya dengan puasa secara ber urutan.
        فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

        Artinya: “ Maka ( wajib kalian berpuasa), sebanyak hari yang sudah ditinggalkan, dengan hari-hari lain.” (QS.Al Baqarah: 185). Ditegaskan oleh Ibnu’Abbas bahwa,” Tidak mengapa apabila menggantikan puasa Ramadhan secara tidak berurutan.”

        1. Menggantikan Puasa Ramadhan dengan Fidyah

        Cara menggantikannya dengan memberikan bahan pokok makanan kepada fakir miskin sebanyak satu mud. Satu mud setara dengan 675 gram, sehingga dalam perhitungannya 675 gram beras dikali besaran jumlah hari yang sudah ditinggalkan.
        Selain memberikan bahan pokok makanan, dapat menggantikannya dengan uang. Besaran uang yang digunakan harus setara dengan harga bahan pokok seberat 675gram, lalu dapat memberikannya kepada satu orang. Namun untuk fakir miskin memperbolehkan untuk mendapatkan lebih dari satu fidyah.

        2. Menggantikan Puasa Ramadhan dengan Puasa Sunnah

        Wahbah az-Zuhaili menyebutkan pada kita Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adilatu, bahwa dengan menggabungkan dua niat ibadah puasa sunah adalah sah.

        Berdasarkan pendapat Abu Yusuf menjelaskan dengan menggabungkan niat berpuasa fardhu dan sunnah, maka yang sah adalah fardhunya. Seperti niat menggantinya dengan berpuasa sunnah Senin – Kamis, maka yang sah adalah niat berpuasa penggantinya.
        Terdapat perbedaan pendapat Syekh Ar Ramli dan Ibnu Hajar al Haitamiy menjelaskan bahwa niat berpuasa sunnah dan wajib apabila diganungkan tidak akan mengurangi pahala keduanya.

        Nabi Muhammad SAW bersabda:
        من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

        Artinya: ” Barang siapa yang telah berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu ia ikuti dengan berpuasa sunnah enam hari Syawal, maka seolah – olah ia telah melakukan puasa dalam setahun penuh.”

        Namun khusus syawal , lebih baik mendahulukan untuk melaksanakan qodho’ puasa Ramadhan daripada berpuasa dengan niat sunnah Syawal, hal itu karena akan memiliki pahala yang sangat besar seakan berpuasa satu tahun penuh dan bisa mendapatkannya apabila seseorang telah berpuasa selama Ramadhan secara sempurna. Apabila tetap melakukan keduanya dengan niat Syawal maka tetap sah namun pahala satu tahun penuhnya akan hilang.

        Dari uraian diatas menjelaskan bahwa cara mengganti puasa Ramadhan dapat kita lakukan dengan memfidyah nya tau dengan melakukan bersamaan dengan puasa sunnah. Semoga uraian tersebut dapat bermanfaat buat kita semua, Yuk saling mengingatkan untuk segera tunaikan hutang puasa Ramadhan sebelum bulan Ramadhan berikutnya telah tiba agar keberkahan dalam menjalani bulan Ramadhan semakin berkah.

        Macam-macam Puasa Sunnah dan Wajib

        Macam-macam Puasa Sunnah dan Wajib

        kemanusiaan.org
        puasa

        Macam-macam Puasa – Beruntungnya kita hidup sebagai umat muslim sebab dalam islam terdapat sebuah amalan yang dapat membuat seseorang mampu mengontrol hawa nafsunya. Yang mana ketika seseorang tidak bisa menahan hawa nafsunya maka ia akan dikendalikan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam agama. Rasanya seperti tidak memiliki batasan jadi agak sulit untuk membedakan mana yang hak dan mana yang bathil.

        Nah amal sholeh yang dimaksud ialah salah satunya dengan melakukan ibadah puasa. Yang jika diartikan secara teoritis puasa sendiri adalah ibadah yang mengharuskan seseorang untuk menahan diri dari segala hal-hal yang membatalkan puasa, yang ibadah tersebut dimulai saat fajar hingga terbenamnya matahari disertai dengan sebuah niat yang ditujukan untuk Allah SWT semata.

        Adapun hal-hal yang membatalkan puasa tersebut contohnya adalah makan dan minum atau berhubungan badan dijam yang masih dalam rentang puasa serta lain sebagainya. Banyaknya rintangan yang harus dihadapi saat puasa inilah membuat ibadah tersebut memiliki nilai keistimewaan tersendiri. Bahkan puasa sudah ada tidak hanya di zaman Rasulullah SAW tetapi juga terjadi pada umat-umat terdahulu.

        Jadi jangan merasa bahwa puasa ini adalah suatu ibadah yang hanya menambahkan beban saja. Tetapi justru tidak mungkin Allah membuat sebuah perintah ataupun larangan. Jika didalamnya tidak ada kebaikan yang dapat dirasakan dunia dan akhirat.

        Bahkan untuk kesehatan fisik pun puasa ternyata memiliki manfaat medisnya. Yang di samping itu saking istimewanya puasa, ibadah tersebut masuk ke dalam salah satu rukun Islam, yang mana sebuah rukun adalah hal yang menjadi pondasi dalam beragama.

        Yang tanpa disadari terkadang manfaat dari puasa itu sudah benar-benar kita rasakan. Misalkan dari segi ibadah saja rasanya ada sebuah dorongan untuk melakukan kebaikan lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya atau hari-hari yang memang kita tidak berpuasa. Bahkan saat puasa ada pula dorongan untuk tidak melakukan hal-hal yang buruk.

        Nah sama halnya dengan ibadah sholat, puasa juga memiliki dua hukum di dalamnya yaitu wajib dan juga sunnah. Untuk wajib sendiri ini berarti jika kita tidak melaksanakan ibadah tersebut, maka kita akan dikenakan dosa. Tapi jika dilaksanakan tentu akan mendapatkan pahala. Sedangkan sunnah jika ditinggalkan tidak apa-apa,  tetapi apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala. Di sisi lain sunah sendiri adalah sesuatu yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan sebab ini bisa menjadi investasi amal untuk di akhirat kelak.

        Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai macam-macam puasa entah itu yang wajib ataupun yang sunnah. Sehingga ini bisa menjadi alarm bagi kita untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

        Macam-macam Puasa Wajib

        1 Puasa Ramadhan

        Dalam Islam terdapat bulan Ramadan yang di dalamnya penuh dengan keberkahan. Bahkan amal sholeh yang kita perbuat bisa mendapatkan pahala yang berlipat-lipat lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Nah di bulan ini pulalah terdapat amalan wajib untuk menjalankan ibadah puasa, dimana tidak hanya diperintahkan untuk kita menahan haus dan juga lapar, tetapi juga bagaimana kita bisa mengontrol hawa nafsu kita terhadap hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

        Adapun rentan waktu jam untuk melaksanakan ibadah perharinya itu tergantung pada kondisi suatu wilayah sebab setiap satu negara atau daerah dengan negara lainnya memiliki perbedaan waktu, ada yang mungkin 12 jam atau bahkan ada yang sampai 18 jam tergantung wilayahnya.

        Tentunya perintah untuk melaksanakan ibadah puasa ramadhan ini sudah tertera dalam dalam Al-Qur’an dan juga hadis. Yang mana dalam pelaksanaannya Ini adalah sebuah momen yang tepat untuk seorang muslim berlomba-lomba dalam kebaikan. Melatih dirinya dalam sebuah pesantren kehidupan. Sebab saat perasaan untuk mengendalikan hawa nafsu ketika berpuasa, akan ada efek lain seperti berkurangnya minat untuk melakukan kegiatan yang tidak baik seperti menggibah dan lain sebagainya.

        Justru lebih terasa untuk giat dalam mengerjakan amal sholeh,  seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya. Mengapa demikian? hal itu dikarenakan adanya koneksi yang kita bangun dengan Allah SWT, adanya usaha yang kita lakukan untuk mendekat kepada Allah. Yang mana ketika kita melakukan hal demikian. Maka Allah pun akan lebih mendekat kepada kita. Namun Sebaliknya apabila kita malah menjauh dari Allah maka akan sulit menemukan kenikmatan dalam ibadah begitupun dengan ibadah puasa yang dikerjakan.

        2. Puasa Kafarat

        Setiap perbuatan yang kita lakukan tentu harus dipertanggungjawabkan begitupun ketika kita melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama tentu ada konsekuensinya terlebih bagi suatu pelanggaran yang memiliki hukuman tertentu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Apa yang dilakukan.

        Nah biasanya salah satu amalan yang dikerjakan untuk sebuah penebusan dosa akibat adanya kelalaian ketika menjalankan suatu kewajiban. Maka salah satu amalan tersebut ialah dengan berpuasa kafarat. Contohnya saja seperti membunuh binatang ketika Ihram dan lain sebagainya.

        Baca juga: Amalan Sederhana Berpahala Besar, No 4 Sering Disepelekan

        3. Puasa Nazar

        Nazaf sendiri adalah sebuah janji yang diucapkan untuk memohon agar sesuatu yang diharapkan tersebut dapat terkabul,  dengan menjanjikan suatu perbuatan baik. Misalkan seperti apabila mendapatkan rangking 1, maka fulan akan berpuasa 3 hari ataupun nazar-nazar lain yang memang menjadi sebuah harapannya. Tentulah janji disini ditujukan untuk Allah serta apapun janjinya amat wajib untuk dilaksanakan.

        4. Puasa Qadha

        Oleh sebab tidak semua orang ketika melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Maka karena memang puasa Ramadhan ini sifatnya wajib, akan ada alternatif yang ditawarkan sebagai penggantinya, yaitu dinamakan dengan puasa Qada. Sebab dalam Islam terdapat keringanan untuk umatnya dalam beribadah. Contoh-contoh kondisi seorang ketika terpaksa untuk tidak dapat berpuasa Ramadhan ialah bisa jadi karena sakit keras, yang memang secara medis tidak diperkenankan untuk berpuasa terlebih dahulu, wanita yang sedang haid dan lain sebagainya.

        Dalam hal inilah seseorang nantinya akan wajib mengganti ibadah puasa Ramadhan tersebut dengan  berpuasa Qadha. Sesuai dengan waktu atau hari yang memang ia tinggalkan ketika berpuasa bulan Ramadan tersebut misal saat bulan Ramadan seseorang tidak berpuasa selama 5 hari. Maka ia harus mengganti puasa Ramadan tersebut dengan puasa qada sebanyak 5 hari juga.

        Macam-macam Puasa Sunnah

        1 Puasa Senin Kamis

        Untuk untuk puasa senin kamis sendiri. Rasanya sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat yang hendak meningkatkan puasa sunnah.

         Yang sesuai namanya puasa ini hanya dilaksanakan di hari Rabu dan juga kamis saja. Makan puasa senin kamis sendiri adalah salah satu sunah yang sangat dianjurkan. Yang mana perihal puasa Senin Kamis ini telah diterangkan pula dari sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad.

        2. Puasa Nabi Dawud

        Berbeda dengan puasa Senin-Kamis untuk puasa Nabi Dawud. Yang mana cara pengerjaannya adalah dengan sehari berpuasa sehari tidak sehari berpuasa sehari tidak seperti itu. Bahkan dikatakan jika puasa dawud adalah salah satunya yang amat disukai oleh Allah SWT.

        Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

        3. 6 Hari Berpuasa Dalam Bulan Syawal

        Untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah 6 hari berpuasa di bulan Syawal ini dapat dilaksanakan setelah hari kedua bulan Syawal yang mana untuk mencapai 6 hari tersebut terdapat rentang waktu sampai akhir bulan syawalnya. Bahkan berdasarkan Sabda dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayub Al-Anshari.

        Yang di dalamnya diterangkan apabila sehabis melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal. Maka itu sama saja seperti berpuasa sepanjang tahun. Yang mana jika disandingkan dengan waktu lama untuk berpuasa tentu ini menjadi ladang pahala yang sungguh besar.

        Demikian penjelasan mengenai macam-macam puasa baik yang wajib ataupun yang sunnah. Semoga dengan mengetahui hal tersebut dapat meningkatkan ketakwaan dan juga keimanan kita, yang makin bertambah yakin untuk terus melakukan amal kebaikan yang menjadi tabungan amal sholeh untuk di akhirat kelak.

        YUK SEDEKAH!

        Perkuat Kerjasama Kemitraan : Dompet Dhuafa Yogyakarta Adakan Forum Silaturahmi bersama anggota Puskopsyah DIY

        kemanusiaan.org

        Yogyakarta – Upaya meningkatkan sinergi kerja sama dalam pengelolaan zakat,  Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa menyelenggarakan forum silaturahmi Mitra Pengeloaan Zakat yang dihadiri oleh para anggota Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dan atau KSPPS  yang tergabung dalam keanggotaan Puskopsyah DIY ( Kamis, 07/03/2024).

        kemanusiaan.org

        Acara diawali dengan menyanyikan lagu  Indonesia Raya dan Mars Zakat  kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Muhammad Zahron selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta yang menjelaskan bahwasanya dengan terselengaranya acara ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah kemitraan maupun kerja sama, dimana Dompet Dhuafa Yogyakarta sebagai LAZNAS menjadi payung legal dalam pengelolaan zakat. Bapak Zahron menyampaikan “Kita ketahui bahwa dalam pengelolaan dana zakat harus dilakukan oleh lembaga yang sah dimata hukum, semoga dengan kehadiran Dompet Dhuafa ini dapat memberikan dampingan kepada para mitra baik berupa pendampingan program dan aktivitas lainnya terutama yang tergabung dalam keanggotaan Puskopsyah DIY , sehingga disini kita dapat bersinergi membantu pemerintah  dalam mengentaskan permasalahan kesejahterahan terutama bagi kaum dhuafa” .

        kemanusiaan.org

        Dilanjutkan  oleh Bapak Syaiful selaku sekertaris dari Puskopsyah DIY, yang menyatakan bahwa sejauh ini sudah banyak para anggota Puskopsyah yang bergabung dengan menjadi MPZ di Dompet Dhuafa Yogyakarta .”Para anggota Puskopsyah DIY membutuhkan lembaga payung hukum tingkat nasional dalam menjalankan aktivitas baik dalam funding, penyaluran program maupun operasional. Dengan bermitra bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta ini semoga dapat membantu kita dalam mengelola zakat dan ini dapat menjadi upaya dalam memperkenalkan BMT kita kepada masyarakat yang lebih luas”.

        kemanusiaan.org

        Dalam acara ini  juga disampaikan tentang pengenalan pola kerjasama MPZ Dompet Dhuafa oleh Ibu Sulis selaku manager dari MPZ Dompet Dhuafa.  Ibu Sulis menjelaskan secara jelas terkait sejarah, tujuan  dan program-program dari pengembangan MPZ Dompet Dhuafa kemudian menjelaskan bahwa untuk menjadi MPZ Dompet Dhuafa harus memiliki komitmen professional, amanah, akuntabel serta komitmen dalam berkolaborasi. Ibu Sulis memaparkan bagaimana dan  seperti apa mekanisme menjadi MPZ Dompet Dhuafa kemudian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar pola kerjasama kemitraan, benefit dan program kolaborasi ketika menjadi mitra MPZ Dompet Dhuafa.

        “Forum hari ini menjadi peluang kerjasama yang baik dalam kemitraan khususnya dalam aktivitas Baitul Maal. Tadi sudah dijelaskan terkait benefit dan mekanisme Kerjasama menjadi MPZ Dompet Dhuafa. Besar harapan kami untuk segera menjalin kerjasama untuk menjadi MPZ Dompet Dhuafa.” Ungkap Bapak Dudet Soebyanto dari BMT Foristama.

        Puasa Bulan Syaban Berapa Hari? Inidia Haditsnya

        Puasa Bulan Syaban Berapa Hari? Inidia Haditsnya

        Puasa bulan syaban – Kini kita sudah memasuki  bulan Syaban, menandakan bahwa bulan Ramadhan telah mendekat, bulan penuh keistimewaan dalam menyambut bulan Ramadhan dimana pada bulan ini dikenal sebagai momentum bulan penyiraman. Mengacu pada pernyataan Abu Bakar Al-Balkhi Rahimahullah menjelaskan bahwa bulan Syaban adalah bulan penyiraman sebagai momentum mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadhan dan  dapat menjalankan bulan Ramadhan dengan baik sehingga kita mendapatkan pahala dan keberkahan yang melimpah.

        Dalam sebuah hadits menjelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

        ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

        Artinya:

        Ini merupakan bulan yang mudah dilalaikan banyak orang, bulan diantara bulan Rajab dan Ramadhan.  Bulan dimana diangkatnya amalan – amalan kita menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani).

        Rosulullah SAW pada bulan Syaban telah menjalankan puasa sunnah terbanyak dibandingkan bulan – bulan lainnya. Namun belum ditemukannya berapa lama Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa sunnah.

        Mengutip dari laman resmi STID Al-Husnah menjelaskan bahwa tidak terdapat larangan berpuasa salama satu bulan penuh di bulan Syaban , namun terdapat dua pendapat yang menjelaskan bahwa menjalankan puasa sunnah setelah tanggal 15 bulan Syaban hukumnya makruh.

        Berikut ini merupakan hadits dari Abu Hurairah ra menyebutkan bahwa puasa  di hari Syaban  ke 15 ketas haram hukumnya:

        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا. رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ   

        Artinya:

         Riwayat dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rosulullah SAW telah bersabda: ‘ Ketika bulan Syaban sudah melewati pertengahan yaitu hari ke 15, maka janganlah kalian berpuasa “( HR Imam Lima: Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah).

        Namun terdapat hadits shahih yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa:


        عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ  

        Artinya:

        “ Riwayat dari ‘Aisyah ra, ia berkata:’ Rosulullah SAW sering menjalankan puasa hingga kami berkata: ‘ Beliau tidak berbuka’ beliau juga sering tidak berpuasa, kemudian kita berkata: ‘ Beliau tidak berpuasa’ aku tak pernah melihat Rosulullah SAW menyempurnakan puasa dalam satu bulan penuh selain bulan Ramadhan dan aku tak pernah melihat Rosulullah SAW dalam sebulan (selain Ramadhan) menjalankan puasa sunnah lebih banyak selain bulan Syaban ( Muttafaqun’Alaih)“.

        Dengan adanya perbedaan tersebut menyebabkan beberapa ulama menganggap sebagai hadis dhaif dan para ulama menyebutkan bahwa  tidak diperbolehkan berpuasa dua hari sebelum bulan Ramadhan. Hal tersebut ditetapkan untuk menghindari hari “Syak” yaitu hari dimana mendekati datangnya bulan Ramadhan namun belum diketahuinya kapan hari awal Ramadhan datang.

        Lantas Bolehkah Kita Berpuasa Pada Bulan Syaban?

        Berdasarkan pernyataan diatas bahwa dalam berpuasa bulan Syaban dapat dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin Kamis, puasa Daud,  puasa  Ayyamul Bidh dan puasa nisfu Syaban yaitu hari ke-14 pada bulan Syaban.

         Tata cara berpuasa diawali dengan niat, melakukan sahur, menahan haus dan lapar, menahan diri serta pikiran selama menjalankan puasa sampai waktu berbuka puasa tiba.

        1. Niat puasa Syaban bersamaan dengan  Puasa Senin – Kamis

        نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِفِى شَهْرِ شعبان    وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

        Nawaitu Shouma Ghadin ‘An adaai sunnati Fii Syahri Sya’baani wa an shouma yaumal itsnaini sunnatan lillahi Ta’alaa
        Artinya:

        “ Saya berniat puasa Syaban besok hari serta berniat puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta’ala”.

        2. Niat puasa Daud

        نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

        Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta’ala.
        Artinya:

        “ Saya niat puasa daud, sunnah karena Allah Lillahi Ta’ala”.

        3. Niat Puasa Ayyamul Bidh
        نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

        Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.

        Artinya:

        “ Saya niat puasa ayyamul bidh ( hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala”.

        4. Niat Puasa Nisfu Syaban


        نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

        Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ.

        Artinya:

        “Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”

        Itulah hadits puasa bulan Syaban beserta doa niatnya, dimana bulan Syaban merupakan bulan istimewa sebagai bulan penyiraman yang disunnahkan untuk memperbanyak amalan terutama dalam berpuasa sunnah.

        Manfaat Puasa Senin Kamis, Amalan Pembuka Pintu Rezeki

        Manfaat Puasa Senin Kamis, Amalan Pembuka Pintu Rezeki

        Pembuka pintu rezeki adalah salah satu manfaat dari puasa Senin-Kamis, merupakan puasa sunah yang di jalankan pada hari Senin – Kamis di anjurkan dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan  kepada Allah SWT seperti upaya dalam memperbaiki diri dengan meningkatkan kebiasaan  beribadah serta mengurangi kebiasaan buruk.

        Puasa Senin-Kamis dapat membawa rezeki yang luar biasa bagi orang yang melaksanakannya. Menurut sejarah agama Islam, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda bahwa puasa pada hari Senin dan Kamis akan mengundang rahmat dari Allah SWT, selain itu dapat membantu kita untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran hidup dalam kurun waktu singkat.

        Nabi Muhammad SAW menyarankan untuk melakukan puasa Senin Kamis sebagaimana telah terdapat dalam beberapa hadist oleh Usamah bin Zaid berbunyi:

        قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لَا تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلَّا يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلَا فِي صِيَامِكَ وَإِلَّا صُمْتَهُمَا. قَالَ أَيُّ يَوْمَيْنِ. قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الْأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِم

        Artinya: “ Aku berkata ( kepada Nabi Muhammad SAW), ‘ Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa namun terlihat tidak ada waktu untuk tidak  berpuasa bagimu. Engkau terlihat tidak berpuasa, hingga kau dikira tidak pernah berpuasa kecuali dua hari yang kau bertemu dengannya. ‘ Nabi Muhammad saw pun bertanya, ‘ Apa dua hari itu?’ Usamah menjawab,’ Senin dan Kamis. ‘ Kemudian beliau berabda,’Dua hari itu adalah waktu penyampaian amalan kepada Allah. Aku sangat menyukai ketika penyampaian amal ku dalam keadaan aku berpuasa. “ ( HR An-Nasa’I dan Ahmad).

        Manfaat puasa Senin Kamis Selain Pembuka Pintu Rezeki

        Niat kita dalam menjalankan ibadah puasa sunah Senin – Kamis ternyata memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita, karena memberi kesempatan kepada organ – organ  tubuh kita untuk beristirahat, sehingga dapat memperbaiki kerusakan sel tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih sehat.

        1.Menyehatkan Alat Pencernaan

        Berpuasa  akan membuat organ – organ pencernaan, hormon dan enzim untuk beristirahat, maka dengan itu  sel – sel tubuh melakukan regenerasi  menjadi lebih sehat.

        2. Detoksifikasi Racun

        Puasa merupakan pembatasan kalori yang masuk dalam tubuh sehingga akan mendorong enzim antioksidan untuk mampu membersihkan zat – zat beracun maupaun karsinogen dalam tubuh.

        3. Meningkatkan Fungsi Otak

        Menahan lapar dan haus akan memicu pertumbuhan neuron ( sel saraf) baru di otak, sehingga dapat mendorong peningkatan fungsi otak, karena hormon lapar ( Ghrelin ) akan membuat tubuh melakukan proses autofagi yang membuat regenerasi sel otak.

        Keutamaan puasa Senin Kamis

        Selain memberikan manfaat, ternyata dengan rutin puasa Senin Kamis juga terdapat banyak keutamaannya yaitu:

        1. Hari Lahirnya Rasulullah, dan turunkannya Al Quran

        Berdasarkan hadits riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas:

        وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ

        Artinya:” Rasulullah lahir pada hari Senin, tangal 12 di malam yang tenang pada bulan  Rabiul Awal, tahun Gajah.”

        Nabi Muhammad SAW pertama kali mendapatkan wahyu adalah  surat Al Alaq ayat 1-5 di Gua Hira  yang melalui malaikan Jibril .

         2. Penghapusan Dosa

        Salah satu cara penghapusan dosa dan menjaga seseorang agar tidak menambah dosa lagi, hal tersebut tercantum dalam hadis HR.Muslim yang berbunyi:

        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَحَا أَنْظُرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظُرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحًا.

        Artinya: “ Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda ‘pintu -pintu surga telah terbuka pada hari senin dan kamis. Maka semua hambanya yang tidak melakukan persekutuan kepada Allah dengan suatu apapun itu, niscaya akan terampunilah dosa – dosannya, kecuali orang – orang yang bermusuhan dalam persudaraannya, dan akan terampuni dosanya apabila permusuhan itu sudah berdamai.”

        3.  Hari penyampaian amal

        Dalam suatu riwayat menjelaskan bahwa ketika Usamah bin Zaid berpergian bersama budaknya ke suatu bukit Al-Qura dengan kondisi puasa dalam keadaan usia lanjut, lalu budak pun bertanya, “ Kenapa engkau berpuasa pada hari senin – kamis padahal engkau saat ini sudah lanjut usia?”

        Usamah menjawab,” Pada sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah berpuasa pada hari senin dan kamis, dan ketika menanyakan mengenai hal itu beliau menjawab,” Bahwa sesungguhnya amalan para hambanya akan di sampikan pada hari senin dan kamis.”

        Hal trsebut diperkuat dengan adanya hadits lain yang menyatakan bahwa, Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Amal perbuatan manusia akan disampaikan setiap hari senin dan kamis. Oleh karena itu aku ini amalanku diserahkan saat aku berpuasa.”

        Jadi dapat disimpulkan bawah dengan menjalankan  puasa Senin – Kamis kita akan mendapatkan banyak manfaat dan mengetahui keutamaannya, yuk jangan lupa puasa Senin Kamis semoga dengan ini kita senantia tergerak untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah

        Makna Sakit Dalam Islam Yang Perlu Diketahui

        Makna Sakit Dalam Islam Yang Perlu Diketahui

        Ketika Allah memutuskan kepada kita untuk sakit, hal tersebut pasti memiliki sebuah alasan serta makna. Allah tidak mungkin mentakdirkan sesutau tanpa sebab yang mendasarinya maupun tanpa hikmah atas semua itu.

        Allah pasti memiliki tujuan mupun hikmah atas semuanya untuk kehidupan kita yang lebih baik. Sehingga, tidak baik apabila kita terlalu banyak untuk mengeluh, apalagi su’udzhan kepada kebesaran Alllah.

        Lantas apa makna sakit dalam Islam dengan tujuan turunkannya sebuah penyakit atau sakit yang melanda seseorang?.

        Allah akan memberikan sakit maupun penyakit kepada semua golongan umatnya baik kaya maupun miskin, tua ataupun muda sehingga apabila sakit maka memintalah atau berdoalah kepada Allah SWT karena Allah sebagai Asy-Syafi yaitu maha penyembuh.

        Namun pada dasarnya manusia memiliki sifat yang susah untuk bersyukur: innal insane lakarfurun mubin ( seseunggunya, manusia itu suka mengingkari tuhannya), Innal insan lakanud ( sesungguhnya, manusia itu sangat mudah ingkar tidak mudah bersyukur kepada Allah).

        Allah memberikan kita sebuah kesulitan seperti menurunnya kesehatan kita maupun ketahanan tubuh kita, lalu dengan kerendahan hati penuh dengan keikhlasan serta ketulusan pada saat  kita memohon kebesaran Allah sebagai zat maha penyembuh (asy-syafi) maka Allah akan menyembuhkannya dengan kebesarannya. Namun tidak sedikit umat-Nya yang sudah sembuh dari sakitnya lupa akan  kebesaran Allah sebagai maha Aasy-Syafi.

        Mengingat kisah Nabi Ayyub yang sakit selama 18 tahun sampai istrinya harus membopongnya untuk membantu dalam aktvitasnya,  banyak orang terdekatnya baik keluarga maupun saudaranya yang memutuskan untuk mejauh darinya karena takut tertular dari penyakit  Nabi Ayyub sehingga beliau meninggal di akhir hayatnya dengan keadaan sakit. Hal itu mengingatkan kepada kita bawasanya sakit itu akan menimpa kesiapa saja terutama nabi.

        Anas bin Maalik meriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW melewati seorang kaumnya yang sedang sakit dengan raut wajah tidak baik – baik saja seakan menerima sebuah cobaan  besar,  lalu Nabi Muhammad SAW bersabda  “ amakana ha’ula’i yas’alunallahal’afiyah ( apa kau ini tidak memohon kepadda Allah ‘afiyah?). hal ini mengingatkan kita ketia kita sakit untuk selalu berdoa dan memohon ‘afiyah-Nya.

        ‘Afiyah sebuah perlindungan wujud kebesaran Allah  dari segala penyakit maupun marabahaya lainnya di dunia maupun di akherat Allahuma inni asaluka al ‘afiyah ( Ya Allah aku memohon hanya kepada Mu akan kebesaran Mu ‘Afiyah)  menganjurkan untuk melafalkanya pada setiap pagi dan petang.

        Nabi Muhammad SAW pernah bertemu dengan seorang kaum muslimin yang sakit sampai suaranya hamper hilang, beliau bertanya “ Apakah kamu memohon kepada-Nya agar mendapatkan semua ini?” “Hal apa yang telah kamu minta kepada Allah?” lalu kaumnya menjawab, “ Ya Allah, apabila Engkau akan menyiksaku pada hari pembaalasan, maka apakah cukup hukum aku pada saat di dunia saja?” lalu Allah menjawab doanya dengan memberikan sebuah hukuman hingga membuat suaranya nyaris hilang.

        Mendengar hal tersebut Nabi Muhammad SAW terkaget “Bagaimana bisa seorang kaumnya meminta untuk mendapatkan sebuah siksaan di dunia ini sebelum pada hari kemudian?” beliau lalu bersabda “ Subhaallah,  laatuthiquhu wa la tasatathi’uhu” jangan pernah engkau meminta kepada Allah supaya mempercepat hukuman selama di  dunia. Lalu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kaumnya untuk berdoa pada saat sakit “ Allahumma rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, waqina’adz a bannar”

        Makna Sakit dalam Islam

        Terbagai menjadi beberapa makna yaitu  sebagai adzab dan  cinta  dengan penjelasan dibawah ini:

        1. Sakit sebagai adzab

        Allah SAW telah berfirman bahwa “ katakan:” Engkaulah yang kuasa untuk memberikan adzab kepadamu, dari bawah kamu atau dari atas kamu Allah campurkan kamu kedalam golongan yang saling bertentangan dan rasakan kebahagiaan kamu keganasan kebahasaan lain, perhatikan  bahwa Allah mendatangkan tanda- tanda kebesaranya-Nya secara silih berganti agar hambanya memahami-Nya.” (QS. Al-An’aam: 65)

        Sehingga bersegeralah untuk bertaubat agar mendapat kesembuhan, karena segala macam bencana yang kita terima pada dasarnya karena dari perbuatan kita. Dalam Asy-Syura :30 menjelaskan apa saja musibah yang telah menimpa kaum-Ku semua itu karena oleh perbuatanya sendiri, dan Sebagian besar Allah telah memaafkan kesalahannya.”

        2. Sakit sebagai cinta

        Allah SAW selalu menguji hamba – hamba-Nya untuk mengetahui siapa hamba-Nya yang paling tulus dalam beriman kepada-Nya. Allah menguji siapa yang paling tangguh, sabar dan tabah dalam menghadapi ujian dalam keadaan senang maupun susah. Sahabat Nabi Muhammad SWT berkata bahwa pada saat dia demam dapat menghapuskan dosa selama setahun.

        Dalam Ath Thibb An Nabawi  menafsirkan bahwa riwayat atsar ini memiliki dua pengertian.

        Pertama, demam dapat meresap keseluruh persendian serta seluruh tubuh sedangkan jumlah sendi-sendi dalam tubuh terdiri dari 360, maka demam tersebut dapat menghapus dosa sebanyak jumlah persendian itu dalam sehari.

        Kedua, demam berpengaruh dalam tubuh namun tidak akan menghilangkan semua dosanya selama satu tahun.

        Syaikh Al Faqih Muhammad ibn Shalih Al-Utsaymin menyatakan bahwa :” Apabila kamu menerima musibah maka jangan kamu meyakini bahwa rasa sakit atau kesedihan yang datang, sampai duri yang mengenaimu, akan berlalu dengan tiada arti.”

        Bahkan Allah akan mengganti dengan hal yang lebih baik (pahala) serta menghapuskan dosamu dengan alasan itu, seperti daun-daun yang gugur dari pohonnya

        Demikian pembelajaran mengenai makna sakit dalam islam, disini kita belajar bahwa sakit memiliki arti dibalik semua itu yaitu sakit diartikan sebagai adzab dan bentuk sebuah cinta. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan selalu tak kenal lelah untuk berbenah diri untuk mendapat ridho-Nya

        4 Keutamaan Malam Nisfu Syaban Yang Perlu Dipahami

        4 Keutamaan Malam Nisfu Syaban Yang Perlu Dipahami

        dompetdhuafayogyakarta

        Malam nisfu syaban –  Jatuh pada hari minggu tanggal 25 Februari 2024 yaitu hari ke 15 Syaban 1445 H. Berasal dari bahasa Arab  bahwa Nisfu bearti pertengahan dan Syaban adalah bulan Syaban, sehingga diartikan sebagai hari pertengahan bulan Syaban.

        Sebagai umat Islam merupakan moment Istimewa dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, sehingga pada malam ini disunahakan untuk melakukan amal sholeh. Merupakan malam mustajab dalam berdoa. Nabi Muhammad SAW bersabda: “ terdapat lima malam yang tidak akan ditolak doa didalamnya: yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha”.

        Dalam sejarah malam nisfu Syaban sebagai peristiwa dan peringatan pemindahan kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram serta merupakan malam pengampunan dimana Allah SWT akan kengampuni seluruh dosa-dosa umatnya,  kecuali dosa musrik.

        Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Imam Abu Nu’aim dan dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban, Imama Thabrani:

         عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

        “Dari Sayyidina Mu’ad Bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata: “Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

        Ibnu Majah dari Abu Musa Al-Asy’ari RA meriwayatkan:

         عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق

        “Dari Abu Musa Al-asy’ari RA dari Rasulullah SAW, beliau berkata: “Sesungguhnya Allah melihat kepada hambaNya di malam Nisfu Syaban maka Allah mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang munafik.”

        Keutamaan Malam Nisfu Syaban

        Ketika kita sudah mengetahui apa sejarah dari nisfu Syaban, lantas apa keutamaan dari malam nisfu Syaban itu ? Dilansir dari laman Jurnal UIN Salatiga berikut ini adalah beberapa keutamaan dari malam nisfu Syaban.

        1.Diangkatnya Amalan oleh Allah SWT Pada Malam Nifsu Syaban

        Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa Rosulullah SAW menyebutkan pada malam nisfu Syaban merupakan malam dimana diangkatnya amalan kita kepada Allah SWT.

        “ Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘A;I dari ‘Abdurrahman dia berkata: telah bercerita kepada kami Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn di berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Sa’id Al Maqburi dia mengatakan: telah bercerita kepadaku Usamah bin Zaid dia menjelaskan: Aku bertanya: “ Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, aku tidak pernaha melihat engkau berouasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaba?” Beliau bersabda: “ Itulah bulan yang manusia lalai darinya: – Ia bulan yang berada- diantara bulan Rajab dan Ramadhan, yaoti bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.”  ( HR. Imam Nasa’I No. 2356)

        2. Diampuninya Dosa

        elah dijelaskan bahwa pada malam nisfu Syaban Allah SWT akan mengampuni dosa para hambaNya kecuali dosa orang yang sedang bermusuhan dan orang yang telah menghilangkan nyawa orang lain.

        Selain itu terdapat hadits yang menjelaskan tentang diampuninya dosa pada malam nisfu Syaban dari Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Ibnu Hibban, yaitu:

        عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

        Artinya:

        “Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: ‘Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Gharqad” maka beliau bersabda ‘Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia-nyiakanmu?’ Kemudian aku berkata: “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak).” (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih)

        3. Akan Dikabulkannya Semua Doa

        Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi  menjelaskan bahwa pada malam nisfu syaban Allah akan turun ke bumi lalu mengabulkan semua permintaan hamba-hambaNya yang berdoa kepadaNya.

        عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

        Artinya:

        “Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila tiba malam Misfu Syaban, sholatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman: ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku? niscaya akan memberinya rezeki. Adakah yang sakit? niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Allah akan mengkabul hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. sampai terbit fajar.”

        4. Dibukakannya 300 Pintu Rahmat

        Dari laman Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa salah satu hadist menjelaskan tentang keutamaan pada malam nisfu Syaban, merupakan malam terbukanya pintu-pintu rahmat serta ampunan dari Allah SWT.

         Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

        “ Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata, “ Wahai Muhammad, pada mala mini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah shalat, serta angkatlah kepalamu daan kedua tanganmu ke langit (Berdo’a). ‘ Kemudian Nabi bertanya,’ Apakah arti malam ini?’ Jibril pun menjawab,’ Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah SWT orang akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. Kecuali ahli sihir, tukang ramal, orang yang suka bermusuhan, orang yang suka mengadu domba, pemabuk, orang yang durhaka kepada orang tuanya, dan orang yang memutuskan silahturahmi, mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT”.

        Itulah pembahasan mengenai malam nisfu syaban dimana memiliki banyak keutamaan seperti diampuni dosa, dikabulkan doa serta dibukakannya pintu rahmat, semoga bermanfaat dan mengingatkan kita tentang keutamaannya agar senantiasa untuk beriman kepada Allah SWT.

        Yuk Pahami 2 Amalan Setelah Sholat Subuh

        Yuk Pahami 2 Amalan Setelah Sholat Subuh

        Amalan setelah sholat subuh – Kita ketahui bahwa mendirikan shalat lima waktu merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua kaum  Islam tanpa terkecuali, karena merupakan bagian dari rukun Islam yang kedua dan apabila ditinggalkan maka akan mendapatkan dosa.

        Menjalankan sholat subuh merupakan bagian dari lima sholat wajib yang dilakukan sebelum terbit fajar dengan jumlah rakaatnya hanya dua, dan dalam menjalankan sholat subuh terdapat keutamaanya salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari menjelaskan bahwa Rosulullah SAW bersabda:

        “ Malaikat – malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat – malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah berkata kepada mereka, dan Dia lebih tau tentang mereka, ‘ Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?’ Mereka menjawab,’ Kami meningglakan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika sholat”. ( HR Bukhari).

        Selain itu  berdasarkan hadits riwayat Muslim no 656 menjelaskan ketika kita menjalankan sholat subuh secara berjamaah maka kita akan mendapatkan pahala besar bagaikan menjalankan sholat seluruh malamnya.

        Amalan Setelah Sholat Subuh

        Ketika kita telah menjalankan sholat subuh disunahkan untuk menjalankan beberapa amalannya agar kita mendapatkan keberkahan serta kebesaran Allah lainnya. Lantas  apa saja amalan setelah sholat subuh itu?. Berikut ini adalah beberapa point penjelasannya:

        1.Bersholawat dan berdzikir

        Amalan pertama yang dilakukan adalah dengan bershalawat serta berdzikir kepada Nabi Muhammad SAW.  Dalam suatu hadits menjelasakan bahwa , Nabi Muhammad SAW selalu berdzikir pada pagi hari dan petang hari sebanyak 3 kali, dan dzikir tersebut telah diamini oleh 70.000 malaikat yang sedang memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu dzikir yang dilafalkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai berikut ini:

        1).


         أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ   

        ‘Auzdubillahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiimi.   (3x)

        Artinya:

        “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.”

        2).

        لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, يحيي ويميت, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

        Laa ilaha illallahu wahdahu laa Syarika lah, Lahul Mulku wa Lahul hamdu, Yuhyii wa Yumiitu, wa Huwa ‘ala Kulli Syai-in Qodiir.   (10x)

        Artinya:

        “Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” 

        Setelah berdzikir maka disunakan untuk melafalkan sholawat nabi, hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, suatu hadits riwayat Tirmizi menjelaskan dari Abu Hurairah Ra, telah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Barang siapa yang bersholawat kepadakau satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali”. (HR. Tirmidzi).

        Berikut ini adalah salah satu sholawat nabi:

        اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

        “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

        Artinya:

        Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”

        2. Membaca Surat Al Hasyr

        Setelah berdzikir dan bersholawat, amalan berikutnya yang dapat diterapkan adalah dengan membaca Surat Al Hasyr pada tiga ayat terakhir.  Berikut ini adalah bacaan  3 surat terakhir  Al Hasyr :


         هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ 

        “Huwa allaahu alladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimu alghaybi waalsysyahaadati huwa alrrahmaanu alrrahiimu.

        Huwa allaahu alladzii laa ilaaha illaa huwa almaliku alqudduusu alssalaamu almu/minu almuhayminu al’aziizu aljabbaaru almutakabbiru subhaana allaahi ‘ammaa yusyrikuuna.

        Huwa allaahu alkhaaliqu albaari-u almushawwiru lahu al-asmaau alhusnaa yusabbihu lahu maa fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al’aziizu alhakiimu.”

        Artinya:

        Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

        Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Hasyr: 22-24)

        Demikian diskusi kita mengenai amalan sholat subuh yang harus kita ketahui, bahwasanya dalam menjalankan sholat subuh memiliki banyak keutamaan salah satunya mendapatkan pahala bagaikan menjalankan sholat seluruh malamnya, semoga dengan kita mengetahui keutamaan serta amalan apa saja yang harus dilakukan setelah sholat subuh dapat mengingatkan serta meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

        Hukum Potong Kuku Hari Senin Dalam Islam Yang Pelu Dipahami

        Hukum Potong Kuku Hari Senin Dalam Islam Yang Pelu Dipahami

        Dalam Islam memotong kuku merupakan bagian dari iman, serta dalam dunia medis sebagai upaya untuk menjaga kesehatan  yang dapat dilakukan di hari apa saja.

        Namun tidak sedikit orang yang meyakini bahwa dalam memotong kuku memiliki waktu tersendiri, hal tersebut dilakukan untuk menghindari sesuatu hal yang bersifat buruk akibat memotong kuku selain diwaktu yang sudah ditentukan, terutama hukum potong kuku hari senin dalam Islam.

        Sedangkan dalam Islam menjelaskan bahwa semua hari adalah baik sehingga tidak ada ketentuan secara pasti hari apa saja yang baik untuk melakukan pemotongan kuku, namun disisilain terdapat adab yang harus diperhatikan dalam memotong kuku. Seperti tidak diperbolehkannya seseorang memotong kuku ketika akan berqurban, dan seorang wanita yang sedang haid.

        Hukum Potong Kuku Hari Senin Dalam Islam

        Anas bin Malik ra menjelaskan bahwa dalam Islam diperbolehkan memelihara kuku namun tidak boleh lebih dari 40 hari:

        “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).

        Berdasarkan kitab Bajuri menyebutkan bahwa memotong kuku pada hari senin akan mendapatkan ilmu yang barokah dan Abu Hurairah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Barang siapa yang memotong kuku pada hari Senin maka akan keluar darinya sebuah kecacatan dan masuk ke dalamnya kesehatan.”

        Selain hari Senin dari kitab Bajuri menyarankan bahwa hari baik untuk memotong kuku pada hari kamis dan jumat, karena pada hari Kamis  akan dilapangkanya rezeki dan di hari Jumat tepatnya dilakukan sebelum shalat jumat maka akan memiliki sifat welas asih kepada sesama.


        وَيُسَنُّ غَسْلُ رُءُوسِ الْأَصَابِعِ بَعْدَ قَصِّ الْأَظْفَارِ لِمَا قِيلَ إنَّ الْحَكَّ بِهِ قَبْلَ الْغُسْلِ يُورِثُ الْبَرَصَ وَالْأَوْلَى فِي قَصِّهَا أَنْ يَكُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ الْخَمِيسِ أَوْ الِاثْنَيْنِ

        Artinya :

        Utama dilakukanya dalam memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis, atau Senin,” ( Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut-Dar al-Fikr, juz lll, hal 361).

        Selain itu terdapat adab dalam memotong kuku, berdasarkan kitab Al-Majmu menjelaskan bahwa:

        Disunnahkan untuk memulai dari jari tangan kanan kemudian jari tangan kiri. Dilanjutkan dengan jari kaki kanan kemudian jari kaki kiri.”

        Dipertegas oleh Imam Nawawi yang menjelaskan bahwa tata cara dalam memotong kuku adalah:

        1. imulai dengan memotong kuku jari telunjuk tangan kanan
        2. Memotong kuku jari tengah tangan kanan
        3. Memotong kuku jari manis tangan kanan
        4. Memotong kuku jari kelingking tangan kanan
        5. Memotong  kuku ibu jari tangan kanan

        Kemudian untuk memotong kuku jari sebelah kiri:

        1. Dimulai dengan memotong kuku jari kelingking
        2. Memotong kuku jari manis
        3. Memotong kuku jari tengah
        4. Memotong kuku jari telunjuk
        5. Memotong kuku ibu jari

        Untuk memotong kuku jari kaki disunnahkan untuk memulainya dari kuku jari kelingking kaki kanan sampai ibu jari kaki kanan kemudian dilanjutkan dengan memotong ibu jari kaki sebelah kiri sampai kelingking.

        Namun terdapat hadist menjelaskan bahwa dalam memotong kuku jari tidak ada ketetapan tata tertibnya, seperti penjelasan dari Imam Ibnu Hajar dalam Kitab Faathu Bari,” Tidak terdapat hadits yang menyebutkan tentang tertib dalam memotong kuku. Namun Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Syarh Mulim, dimana hukumnya sunah untuk memotong kuku dimulai dari jari telunjuk tangan kanan tengah, manis, kelingking kemudian kuku ibu jari sebelah kanan. Kemudian untuk kuku jari sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, tengah, telunjuk dan ibu jari.  Untuk kuku jari kaki dimulai dari kuku jari kelingking sampai ibu jari kemudian dilanjutkan dari ibu jari kaki kiri sampai jari kelingking.”

        Sebelum memotong kuku disunahakan terlebihdahulu untuk membaca sholawat nabi serta beristighfar, kemudian membaca doa:


        بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

        Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

        Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

        Jadi dapat disimpulkan hukum potong kuku hari Senin dalam Islam adalah sunnah dan memiliki keutamaan yaitu  mendapatkan ilmu yang barokah serta akan dikeluarkan darinya kecacatan dan masuk ke dalam kesehatan. Demikian diskusi kita mengenai hukum potong kuku hari Senin semoga bermanfaat.

        Hadits Tentang Potong Kuku Hari Sabtu Dalam Islam

        Hadits Tentang Potong Kuku Hari Sabtu Dalam Islam

        Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Potong kuku hari sabtu dalam Islam – Dalam agama Islam mejaga kebersihan merupakan bagian dari iman dan disisi lain sebagai upaya untuk menjaga kesehatan.

        Salah satu contoh sederhana dalam menjaga kebersihan adalah dengan memotong kuku, dengan memotong kuku kita dapat mencegah bakteri, virus atau zat patogen lainnya masuk kedalam tubuh melalui mulut atau media lainnya.

        Dalam Islam adab makan dengan menggunakan tangan sunnah hukumnya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk makan dengan menggunakan tangan kanan tiga jari.

        Umar bin Abi Salamah meriwayatkan bahwa:

        كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيْشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ سَمِّ الله وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

        Artinya:

        Saat aku masih kecil dan berada dalam asuhan Nabi Muhammad SAW, tanganku berseliweran di nampan ketika makan. Rasulullah SAW bersabda,” Wahai Ghulam, bacalah nama Allah, lalu makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada dihadapanmu.” Maka seperti itu gaya makanku setelahnya.” (HR Bukhari dalam kitab Al-Ath’imah[70]

        Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

        Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).


        Dari hadits diatas menjelaskan bahwa kita disunahkan untuk menjaga kebersihan tubuh dengan memotong kuku, serta bulu lainya yang dilakukan dengan adab yang sudah ditentukan.

        Potong Kuku Hari Sabtu Dalam Islam

        Suatu hadits menyebutkan bahwa dalam memelihara kuku tidak boleh lebih dari 40 hari, hal tersebut diperkuat oleh penyataan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu yang berisikan “ Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, tidak lebih dari 40 malam” (HR.Muslim)

        ­­Abu Hurairah menjelaskan tentang hari dalam memotong kuku, bahwa Nabi Muhammad SAW  pernah bersabda:


        عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَن قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ السَّبْتِ خَرَجَ مِنْهُ الدَّاءُ وَدَخَلَ فِيْهِ الشِّفَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْأَحَدِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْفَاقَةُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْغِنَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْعِلَّةُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْبَرَصُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَرْبَعَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْوِسْوَاسُ وَالْخَوْفُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْأَمْنُ وَالصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ الْخَمِيْسِ خَرَجَ مِنْهُ الْجُذَامُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَخَلَتْ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَخَرَجَ مِنْهُ الذُّنُوْبُ.

        Artinya:

        Barang siapa yang telah memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan dikeluarkannya penyakit darinya dan masuk kedalam obat, dan barang siapa yang memotong kuku pada hari Ahad maka dikeluarkannya kemiskinan dan masuk kedalam kekayaanya.

        Barang siapa yang memotong kuku pada hari Senin maka akan diluarkannya  sebuah kecacatan dan masuk kedalam Kesehatan.

        Barang siapa yang memotong kuku pada hari Selasa maka akan dikeluarkannya penyakit kusta dan akan masuk kedalam kesembuhan.

        Barang siapa yang memotong kuku pada hari Rabu maka akan keluar darinya sebuah penyakit waswas serta ketakutan, lalu kemudian akan masuk kedalam dirinya sebuah keamanan dan kesehatan.

        Barang siapa yang memotong kuku pada hari Kamis, maka akan dikeluarkannya darinya sebuah penyakit kusta serta akan diberikan sebuah kesembuhan padanya.

        Dan barang siapa yang memotong kuku pada hari Jumat, maka akan dimasukkan kedalamnya sebuah rahmat  dan dikeluarkannya dosa-dosa darinya .”

        Tata Cara Memotong Kuku :

        Sebelum memotong kuku hendaknya membaca doa terlebih dahulu  seperti dibawah ini:


        بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.



        Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.



        Artinya:

        Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

        Abdul Aziz Sa’dua menjelaskan bahwa dalam memotong kuku jari tangan dimulai dari sisi kanan:

        1. Jari telunjuk tangan kanan
        2. Jari tengah tangan kanan
        3. Jari manis tangan kanan
        4. Jari kelingking tangan kanan
        5. Jari kelingking tangan kiri
        6. Jari manis tangan kiri
        7. Jari tengah tangan kiri
        8. Jari telunjuk tangan kiri
        9. Ibu jari tangan kiri
        10. Ibu jari tangan kanan

        Akan tetapi Imam an Nawawi pada kitab Minahaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ketika memotong kuku yang dimulai dari kuku jari telunjuk tangan kanan sampai jari kelingking tangan kanan hendaknya dilanjutkan dengan memotong kuku ibu jari tangan kanan sebelum melanjutkan memotong jari kuku tangan sebelah kiri.

        Ketika sudah selesai memotong kuku jari tangan maka selanjutnya memotong kuku jari kaki yang dimulai dari kuku kelingking kaki sebelah kanan sampai ibu jari  sebelah kanan lalu kemudian dilanjutkan dengan memotong kuku jari kaki sebelah kiri dari ibu jari sampai kelingking.

        Demikian pembahasan mengenai hadist tentang potong kuku hari sabtu dalam Islam. Bahwasanya memotong kuku jari merupakan suatu ibadah dalam menjaga kesehatan serta baik dilakukan pada hari apa saja.

        Yuk Pahami Sejarah Turunnya Al-Quran

        Yuk Pahami Sejarah Turunnya Al-Quran

        Al-Quran merupakan sebuah kitab suci bagi umat Islam yang diturunkan melalui malaikat Jibril oleh Allah dan kemudian diterima oleh Nabi Muhammad SAW,diturunkan secara bertahap selama 23 tahun kepada Nabi Muhammad SAW. Dimulai ditahun 610 Masehi saat usia Nabi Muhammad SAW 40 tahun.

        Sejarah Turunnya Al-Quran

        Senin 17 Ramadhan sebagai hari dimana malaikan Jibril membawa wahyu pertama kali dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada saat di Gua Hira. Namun terdapat pendapat yang berbeda bahwa Al-Quran diturunkan pada 24 Ramadhan hal tersebut diperkuat oleh Imam At-Thabrani dan Al-Baihaqi sahabat Watsilah bin Asqa meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

        أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، و أُنْزِلَتْ التَّوْارَةُ لِسِتٍّ مَضَيْنِ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْاِنْجِيْلُ لِثَلَاثِ عَشَرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الزَّبُورُ لِثَمَانِي عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأَنْزَلَ اللَّهُ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

        Artinya:

        Mushaf Nabi Ibrahim as diturunkan pada pertama bulan Ramadhan. Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadhan. Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadhan, Zabur diturunkan pada tanggal  18 Ramadhan. Al-Quran diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan.”  (HR At-Thabrani dan Al-Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman, dan Imam Al-Asbihani dalam Kitab At-Targhib).

        1.Al Quran Turun Pada Malam Lailatul Qadar

        Al-Quran turun pada malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfuz menuju langit dunia.  Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap atau dalam dua periode. Yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.

        Pada periode Makkah ayat yang diturunkan berisikan tentang akidah atau tauhid yang terdiri dari 86 surat selama 12 bulan. Sedangkan dalam periode Madinah ayat yang diturunkan berkaitan dengan Muamalah, syariah dan hukum Islam.

        Kemudian setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, turun 28 surat selama sembilan bulan dengan ayat terakhir surat Al Maidah ayat ke-5.

        2.Al-Quran diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW

        Penurunan pertama kali Al-Quran melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW  adalah surat Al-Alaq ayat 1-5 pada saat di Gua Hira pada tahun 610 M.

         Malaikat Jibril berkata “ Bacalah” dan Rosulullah SAW menjawab “ Aku tidak dapat membaca”, hal tersebut terulang sebanyak tiga kali dan kemudian malaikan Jibril membaca surat Al-Alaq dari ayat satu sampai lima, yang berbunyi:

        اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

        Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”

        خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

        Artinya: “Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.”

        اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

        Artinya:” Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia”

        الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

        Artinya: “Yang mengajar (manusia) dengan pena”

        عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

        Artinya: “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”

        Dengan diterimanya wahyu surat Al-Alaq Nabi Muhammad SAW pergi dari Gua Hiro menuju rumahnya dengan keadaan kedinginan serta rasa ketakutan.

        Setiba dirumah Rosulullah SAW meminta tolong kepada Siti Khadijah untuk membantunya dengan menyelimuti seluruh badan Rosulullah SAW.

        Kemudian Siti Khadijah membawa Rosulullah kepada pamannya bernama Waraqah bin Naufal bin Asad bin’Abdil’Uzza bin Qushay, untuk menanyakan kondisi Rosulullah SAW yang seperti ini.

        Kemudian paman Siti Khadijah mengungkapkan bahwa Muhammad SAW berkemungkinan besar  merupakan seorang nabi.

        Waraqah paman Khadijah menjelaskan bahwa untuk menjadi Nabi tidaklah mudah, akan mendapatkan banyak rintangan bahkan penolakan dari masyarakat, kemudian paman Siti Khadijah mengungkapkan untuk selalu melindungi serta mendukung Rosulullah SAW dalam berdakwah penyebarkan agama Islam sampai akhir hayatnya.

        Demikian informasi mengenai sejarah turunnya Al-Quran semoga informasi bermanfaat serta dapat mengingatkan kita untuk selalu senantiasa beriman kepada Allah dengan membaca Al-Quran serta mengamalkannya.

        Inidia Keutamaan Zikir Pada Hari Kamis

        Inidia Keutamaan Zikir Pada Hari Kamis

        Zikir pada hari kamis – hari kamis adalah hari kelima dalam kalender islam, merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab “ khomsatun” berarti lima.

        Dalam islam hari kamis merupakan salah satu hari Istimewa karena pada hari kamis diangkatnya amalan kita kepada Allah SWT, hal tersebut diperkuat oleh hadits yang disampaikan oleh Rasulullah dengan sabda:

        “ Amalan manusia akan diangkat pada hari senin dan kamis, oleh sebab itu aku menyukai perbuatan amal ku diangkat pada saat dalam keadaan berpuasa.” ( HR.At-Tirmidzi)

        Selain diangkatnya amalan kita terdapat keutamaan lainnya seperti hari dibukakannya pintu surga, keberkahan bagi para penuntut ilmu, dan merupakan hari dimana Rasulullah sering melakukan perjalanan. Oleh sebab itu sangat disunahkan untuk melakukan amalan terutama zikir pada hari kamis agar mendapatkan keberkahan dari keutamaan tersebut.

        Bacaan Zikir Pada Hari Kamis

        Zikir memiliki arti “ mengingat” merupakan amalan beribadah kepada Allah SWT dengan cara membaca tahmid, tasbih maupun takbir yang penting untuk dilakukan oleh semua kaum muslimin. Dengan begitu akan mendatangkan pahala serta kebesaran Allah SWT. Berkut ini adalah amalan zikir yang dapat dilakukan pada hari kamis.

        1.  

        سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

        Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim

        Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”


        Hadits Al-Bukhari dan Muslim  menjelaskan pentingnya mmebaca zikir subhan Allahi wa bihamdih:

        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: من قال حين يصبح: سبحان الله وبحمده مائة مرة، غفرت ذنوبه وإن كانت أكثر من زبد البحر

        Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersabda, ‘Subhan-Allahi wa bihamdih’ seratus kali ketika pagi, dosa-dosanya akan dilenyapkan bahkan jika mereka sama dengan luasnya buih di laut.” (Al-Bukhari dan Muslim).

        2.

        سْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

        Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

        Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

        3.

        اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

        “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

        Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik”

        4.

        لَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

        Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari la ilaha illa anta

        Artinya: “Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada pendengaranku.

        Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada penglihatanku. Tiada sesembahan kecuali engkau.”

        Keutamaan  Zikir Pada Hari Kamis

        Bersumber dari buku berjudul Doa dan Zikir khusus Wanita karangan Muhammad Alcaff , menjelaskan bahwa Fatimah Az Zahra selama hidupnya pada hari kamis selalu melafalkan doa :

        “Allhumma innii as’aluka hudaa wattuqaa wal ‘afaafa wa ghinaa wal ‘amala bima tuhibbu watardhaa, allhumma inni as’aluka mon quwwatika lidha’finaa wa min ghinaaka lifaqrinaa wa faaqatinaa, wamin hilmika wa ‘ilmika li jahlinaa, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘aali muhammadin, wa a’innaa ‘alaa syukrika wa dzikrika, wa thaa’atika wa ‘ibaadatika, birahmatika yaa arhamar raahimiin.”

        Artinya: Ya Allah, aku memohon petunjuk pada-Mu dan kehormatan dan kekayaan serta beramal sesuai dengan apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami. Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

        1. Merupakan perintah Allah

        Diperkuat dengan surat Al-Ahzaab ayat 41 berbunyi:


        يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

        Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

        2. Akan dijanjikannya surga

        Dijanjikannya surga dalam berzikir tercantum dalam surat Al-Ahzaab ayat 35:


        وَالذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذَّاكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

        Artinya: Laki-Laki dan Perempuan yang banyak menyebut (Nama) Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

        3. Allah akan selalu dengan orang yang selalu berzikir kepada-Nya

        Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah ra menjelaskan bahwaa Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

        “Aku bersama sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Jika dia menyebut-Ku dalam dirinya, Aku pun menyebut-Nya dalam diri-Ku. Dan apabila dia menyebut-Ku di hadapan orang banyak, Aku pun menyebutnya di hadapan orang-orang yang lebih baik dari mereka.” (HR. Bukhari nomor 6865 dan Muslim nomor 4832)

        Itulah zikir pada hari kamis serta keutamaannya, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat mengingatkan kepada kita untuk senantiasa berzikir kepada Allah agar  mendapatkan keberkahan maupun kebesaran Allah

        4 Zikir Penenang Hati yang Wajib Diketahui

        4 Zikir Penenang Hati yang Wajib Diketahui

        Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban untuk beribadah kepada Allah. Dengan perbanyak ibadah kepada Allah maka akan kita dapatkan sebuah keberkahan atas kebesaran Allah seperti dilancarkannya rezeki, dipermudah usaha kita, serta memberikan ketenangan di hati kita.

        Terdapat banyak cara dalam beribadah kepada Allah dan zikir adalah salah satunya. Amalan dengan menyebut nama Allah memiliki keutamaan serta manfaat baik dari segi spikologis maupun spiritual untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

        Ibnu Athaillah menyatakan bahwa dengan berzikir sebagai cara utama dalam menempuh perjalanan lilahi, sehingga sangat dianjurkan untuk berzikir meskipun dengan hati yang lalai.

        Ibnu Ajibah menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk berzikir menyebut nama-Nya  secara terus menerus.


        قلت الذكر ركن قوي في طريق القوم وهو أفضل الأعمال قال الله تعالى اذكروني أذكركم وقال تعالى “يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكراً كثيراً” والذكر الكثير أن لا ينساه أبداً قال ابن عباس رضي الله عنهما كل عبادة فرضها الله تعالى جعل لها وقتاً مخصوصاً وعذر العباد في غير أوقاتها إلا الذكر لم يجعل الله له وقتاً مخصوصاً قال تعالى “اذكروا الله ذكراً كثيراً” وقال تعالى “فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبكم” وقال رجل يا رسول الله كثرت على شعائر الأسلام فأوصني بأمر أدرك به ما فاتني وأوجز فقال لا يزال لسانك رطباً بذكر الله وقال عليه السلام لو أن رجلاً في حجره دراهم يقسمها وآخر يذكر الله لكان الذاكر لله أفضل

        Artinya:

        “Menurutku, dzikir adalah pilar utama dari perjalanan ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama. Allah berfirman,” Sebutlah nama-Ku, Aky akan menyebut namamu” dan “Wahai orang – orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak.” Maksud dari” sebutan yang banyak” adalah tidak melupakan Allah di hati selamanya. Ibnu Abbas berkata: Allah menemukan waktu-waktu khusus untuk semua ibadah dan memaafkan hamba-Nya yang menunaikan ibadah itu di luar waktunya kecuali ibadah dzikir karena Allah tidak menentukan waktu khusus untuk ibadah ini. Allah berfirman,” Sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak” dan “ Bila kamu sekalian telah menunaikan sebahyang, maka sebutlah nama Allah saat duduk, berdiri dan berbaring.” Seorang sahabat Rasul bertanya: Ya Rasul, syiar Islam kelewat banyak. Sebutlah satu amalan ringkas untukku dimana aku dapat menyusul ketertinggalan di masa lalu?” Jagalah lisanmu agar selalu basar menyebut nama Allah,” jawab Rasul dengan senyum. Rasulullah SAW bersabda,” Kalau ada seseorang memiliki banyak dirham di pangkuannya lalu ia membagikannya sampai habis, lalu seorang lagi hanya berdzikir menyebut nama Allah, niscaya orang kedua lebih utama di sisi-Nya.” (Ibnu Ajibah, Syarhul Hikam, Beirut, Darul Fikr, jus 1, hal 79-80).

        Zikir Penenang Hati Waktu Pagi dan Petang

        Kita ketahui bawah dengan sering berdzikir kita akan mendapatkan keberkahan salah satunya ketenangan batiniah. Dalam surat Al Ahzab ayat 42 menjelaskan bahwa Allah memerintakan kita untuk bertasbih kepada-Nya diwaku pagi dan petang. Berikut ini adalah beberapa bacaan dzikir yang dapat dilakukan sebagai zikir penenang hati

        1.Membaca Ta’awud ( 1x)

        أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

        A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

        Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.” 

        2. Ayat Kursi (1x)

        ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ



        Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim.



        Artinya: “ Allah, tidak ada Tuhan ( yang berhak disembah) selain Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) , tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dna di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang dihadapkan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS.Al Baqarah : 255)

        3. Al-Ikhlas (3x)

        بسم الله الرحمن الرحيم 

        Bismillahirahmanirrahim

        قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ١ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ٤

        Qul huwa Allahu ahad Allahus Shamad Lam yalid wa lam yuulad Wa lam ya kullahu kufuwan ahad. 

        Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yanag Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhkluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan kejahatan – kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

        4. An-Naas (3x)

        بسم الله الرحمن الرحيم

        Bismillahirahmanirrahim


        قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

        Qul a’uudzu bi rabbin naas
        مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

        Malikin-nās
        اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

        Ilāhin-nās
        مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

        Min sharril-waswāsil-khannās
        الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ -٥

        Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
        مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
        Minal-jinnati wan-nās

        Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ( kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”

        Demikian diskusi kita mengenai 4 zikir penenang hati waktu pagi dan petang hari, semoga informasi ini bermanfaat dan mengingatkan  kepada kita untuk selalu berzikir di pagi dan petang hari agar kita mendapatkan keberkahan serta ketenangan sebelum menjalankan aktivitas.­

        Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

        Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

        Membaca sholawat Jibril penarik rezeki paling kuat dari segala arah – merupakan amalan mulia yang mendatangkan kebesaran rahmat dari Allah SWT karena merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW.

        Terdapat dalil yang memerintahkan untuk melafalkan sholawat kepada Muhammad SAW dalam Al-Quran surat Al-Ahzab, berbunyi:

        إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا



        Artinya:

        “ Sesungguhnya Allah serta malaikat-malaikat-Nya melafalkan sholawat untuk Muhammad SAW. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah engkau untuk Nabi serta ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

        Dalam bahasa sholawat Nabi adalah bentuk jamak dari kata sholla yang berarti doa. Secara istilah shalawat merupakan bentuk doa serta pujian kepada Muhammad SAW sebagai wujud beriman kepada Allah SWT.

        Allah bersholawat kepada Nabi merupakan bentuk keridhaan serta kerahmatan namun ketika para malaikat bershalawat  kepada Muhammad SAW  merupakan wujud doa dan istighfar sedangkan bersholawat yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW adalah bentuk pengagungan serta doa kepada Muhammad SAW.

        Dalam riwayat Abu Darda ,Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mengajarkan kita untuk perbanyak sholawat pada hari Jumat, dengan sabda:

        “أَكْثِرُوا عليَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ يَوْمٌ مَشْهُودٌ، تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ”



                    Artinya: “ Perbanyak membaca shalawat untukku di hari Jumat, karena sesungguhnya hari Jumat itu adalah hari yang disaksikan oleh para malaikat.” Salah satu sholawat yang disunahkan adalah dengan melafalkan shalawat jibril.

        Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

        Terdapat anjuran untuk bersholawat tertulis dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 56:

        اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

        Artinya:

        Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Wahai orang – orang yang beriman, bersholawatlah kamu kepada Nabi dan lafalkan salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

        Imam Bukhari mempertegas dengan menjelaskan dalam Ka’b ibnu Ujrah menjelaskan tentang cara bersholawat kepada Muhammad SAW, yang berbunyi:

        “ Wahai Rasulullah, adapun cara mengucapkan salam penghormatan kepadamu kami seudah mengetahuinya. Maka bagaimanakah cara bersholawat untukmu?” Rasulullah SAW menjawab: Ucapkanlah Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada keluarga ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi maha Agung. Ya Allah, limpahkannlah berkah kepada Muhammad SAW berserta keluarganya, seperti Engkau limpahkan berkah kepada keluarga Ibrahim. Dan sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

        Sholawat yang dimaksud merupakan sholawat Ibrahimiyah, dimana menganjurkan untuk bersholawat jibril setelah melafalkan sholawat Ibrahimiyah.

        Bacaan Sholawat Jibril


        صَلَّىاللهُعَلَىمُحَمَّد

        Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

        Artinya: “(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga.

        Keutamaan Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

        Kitab Afdholus Sholawat  menjelaskan bahwa Sholawat Jibril memiliki banyak keutamaan, yaitu:

        1.Terbukanya 70 Pintu Rahmat

        Al-Imam Asy-Syarani berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa barang siapa yang melafalkan sholawat ini maka akan dibukakan ke atas tujuh puluh pintu rahmat, Allah akan letakkan kecintaanNya pada kalbu-kalbu manusia.

        2. Penarik Rezeki

        Habib Umar bin Hafidz berkata bahwa dengan melafalkan shoalwat jidbril sebanyak 1000 dan beristighfar 100 kali pada pagi hari dan sore hari maka akan dilancarakannya  rezeki serta keberkahannya.

        3. Lebih Dekat dengan Rasulullah

        Ali-Khawwas menjelaskan, dari kutipan Al-Imam Asy-Syarani,Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “ Keadaan paling dekat denganku bagi seseorang dariapda kalian ialah apabila aku disebut, dia bersholawat ke atasku. Kami riwayatkan dari kebahagiaan Al-Arifin, dari Al-Khidir, dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam, dan kedua pada sisi kami adalah sohih, setinggi – tingginya derajat shohih, meski tidak ada ketetapan oleh para ahli ilmu hadits,  karena sulitnya istilah – istilah mereka.

        4. Dicintai oleh Allah dan Rasul

        As Sakhawi berkata, ia telah mendengar Al-Khidir dan Ilyas berkata bahwa Muhammad SAW pernah bersabda:

        “ Tiadalah seorang yang beriman mengucapkan, semoga Allah melimpahkan shoalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Demi Allah tiadalah mereka mencintainya sehingga Allah mencintainya.

        Itulah keutamaan sholawat jibril penarik rezeki paling kuat dari segala arah semoga informasi ini bermanfaat. Yuk tingkatkan ibadah kita dan jangan lupa bersholawat dengan melafalkan shoalwat Jibril  disetiap malam jumat  agar kita mendapatkan keberkahan serta dilancarkannya pintu rezeki kita.

        7 Dosa Yang Tidak Diampuni Allah Beserta Haditsnya

        7 Dosa Yang Tidak Diampuni Allah Beserta Haditsnya

        Pada dasarnya melakukan kesalahan merupakan suatu kewajaran, namun menjadi tidak wajar apabila kita tidak berbenah diri untuk tidak mengulanginya lagi. Bahkan  dapat menjadi dosa besar apabila kita belanggar sesuatu hal yang tidak boleh atau haram untuk dilakukan, dan apabila tetap dilakukan akan mendapatkan dosa besar.

        Memohon ampunan dari perbuatan dosa adalah wajib yang harus dilakukan, namun tidak semua dosa dapat diampuni. Naudzubilah min dzalik jangan sampai kita melakukan sesuatu hal dimana dosa yang tidak diampuni ketika kita berniat untuk bertaubat memohon ampunan kepada Allah.

        Dosa yang tidak diampuni merupakan dosa besar meskipun telah bertaubat. Dalam hadits HR.Bukhari menjelaskan:

        اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِىْ حَرَّمَ اللهُ اِلاَّ بِالْحَقِّ وَاٰكِلُ الرِّبَا وَاٰكِلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ (رواه البخارى ومسلم)

        Jauhilah tujuh (dosa) yang merusak! Para sahabat bertanya, Rasulullah apakah itu? Beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah diharamkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang, menuduh zina terhadap wanita-wanita yang menjaga kehormatan.” (HR. Bukhari)

        Dosa Yang Tidak Diampuni Allah

        Dalam buku Dosa Dosa Besar oleh Imam Adz-Dzhabi menjelaskan terdapat 7 dosa yang tidak diampuni oleh Allah:

        1. Sihir

        Imam adz-Dzahabi menjelaskan bahwa sihir merupakan dosa besar dan seseorang yang mempelajari ilmu sihir adalah orang yang kafir. Karena mempelajari ilmu sihir sama saja dengan menyembah kepada setan, seharusnya manusia diciptkan  untuk beriman hanya kepada Allah.

        Dalam Al-Quran menjelaskan tentanga asal mula adanya sihir:

        ى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (البقرة: 102)

        Artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui” (QS. al-Baqarah: 102).

        Hadits diatas menjelaskan bahwa asal mula sihir dibawakan oleh malaikat Harut dan Marut. Ditugaskan untuk mengejarkan tentang bahaya penyalahgunaan ilmu sihir kepada warga Babilonia, namun sayangnya dipersalahgunakan oleh warga Babilonia sehingga membuat kota menjadi hancur.

        2. Memakan Riba

        Haram hukumnya memakan riba, merupakan hasil nilai tambah dari suatu pinjaman yang merubah jumlah nilai nominal sehingga memberatkan sipeminjam  hal tersebut telah diperkuat dengan adanya hadits dari surat Al-Baqarah ayat 275  berbunyi:

        ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ



        Artinya:

        Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

        3. Memakan  Harta Anak Yatim

        Dosa besar selanjutnya adalah memakan harta anak yatim, kita ketahui bahwa anak yatim dalam Islam memiliki kedudukan istimewa dan mendapatkan berbagai keutamaan di sisi Allah.

        Surah An-Nisa Ayat 10 Allah berfirman:

        اِنَّ الَّذِيۡنَ يَاۡكُلُوۡنَ اَمۡوَالَ الۡيَتٰمٰى ظُلۡمًا اِنَّمَا يَاۡكُلُوۡنَ فِىۡ بُطُوۡنِهِمۡ نَارًا‌ ؕ وَسَيَـصۡلَوۡنَ سَعِيۡرًا

        Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala (neraka).” (An Nisa: 10)

        4. Meninggalkan Perang

        Meninggal dalam keadaan perang membela kebenaran dalam Islam dijanjikan sebuah surga baginya, namun sebaliknya bagi seseorang yang mundur meninggalkan perang (Jihad) dalam membela agama Islam maka hukumnya haram.

        Surat Al-Anfal ayat 15-16 berbunyi :

        يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلا تُوَلُّوهُمُ الأدْبَارَ (15) وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (16) }

        Artinya:


        Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orqng yang kafir yang sedang menyerang kalian, maka janganlah kalian 
         membelakangi mereka (Mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.”

        5. Syirik

        Perbuatan yang mempersekutukan dan menyekutukan kepada Allah SWT merupakan dosa besar yang tidak akan diampun, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak mempercayai akan kebesaran Allah.

         Dalam surat An Nisa ayat 116 menjelaskan tentang syirik, berbunyi:

        إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

        Artinya: “ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

        6. Membunuh Orang

        Barang siapa yang menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja maka ia telah membuat kekacauan di bumi, dan Allah akan memasukkanya ke dalam neraka jahanam.

        Hal tersebut diperkuat dengan surat Al Maidah ayat 32 berbunyi :

        مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

        Artinya:

        Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (QS. Al-Ma’idah ayat 32)

        7. Menuduh Berzina

        Zina adalah perbuatan hubungan suami istri yang dilakukan tanpa adanya ikatan pernikahan. Menuduh seseorang melakukan zina merupakan perbuatan yang fasik. Seseorang yang telah berbuat dosa serta durhaka kepada Allah SWT.

        Surat An Nuur ayat 4 menegaskan:

        وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ 

        Artinya: “ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur ayat 4)

        Demikian pembahasan mengenai dosa yang tidak diampuni Allah, Naudzubillh min dzalik  semoga kita tidak menjadi golongan orang tersebut dan semoga diskusi ini dapat mengingatkan kita untuk selalu beriman kepada Allah dan menjahui larangnnya.

        Kata Kata Ali bin Abi Thalib Tentang Cinta Dalam Diam

        Kata Kata Ali bin Abi Thalib Tentang Cinta Dalam Diam

        Ali bin Abi Thalib adalah sepupu Nabi Muhammad SAW  anak dari paman Abu Thalib yang telah ikut tinggal bersamanya sejak kecil,  sejak kecil Ali telah mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW terutama dalam mempelajari serta meneggakkan agama Islam.

        Kata kata Ali bin Abi Thalib tentang cinta dalam diam, karena pada saat itu Ali menyukai putri Muhammad SAW bernama Fatimah. Ia sembunyikan perasaan itu secara diam-diam bahkan sampai syaithon pun tidak mengetahuinya.

        Fatimah Azzahra putri Muhammad SAW yang selalu taat, serta peduli kepada Ayah handa Rosulullah SAW. Tak hanya memiliki paras nan cantik namun memiliki hati yang begitu cantik bak melintasi batas langit ke tujuh. Namun saat itu Ali merasa rendah diri, timbul rasa kekhawatiran akan kemampuan dia dalam membahagiakan putri Rasulullah dengan keadaan sekarang yang masih terbatas.


        Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib Kepada Fatimah

        Suatu ketika Fatimah mendapatkan sebuah lamaran dari seorang laki-laki yang selalu dekat dengan ayahanda Nabi Muhammad SAW bernama Abu Bakah Ash Shiddiq. Dia yang selalu bersama dengan Muhammad SAW, menaruhkan jiwa serta harta bendanya untuk menemani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam.

        Dengan keadaan tersebut Ali merasa terguncang hatinya, merasakan kegelisahan dan ketakutan akan jawab Fatimah dari lamaran tersebut karena dia merasa bahwa  tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Abu Bakar Ash Shiddiq serta tokoh-tokoh lainnya yang gencar serta ikut berjuang dalam menyebarkan risalah Islam sebersama Nabi Muhammad SAW. Sebutlah ‘Abdurrahman bin auf. Utsman, Thalhah, Sa’d bin abi Waqqsh dan lainnya.  Serta kebaikan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam membebaskan para budak seperti Bilal bin rabbah, keluarga yassir,’Abdullah ibn mas’ud.

        Selain kebaikannya pada sisi financial Abu Bakar Ash Shiddiq lebih baik daripada Ali, dengan begitu Ali mengikhlaskan Fatimah apabila menikah dengan Abu Bakar Ash Shiddiq.

        Dengan kelebihan yang dimiliki oleh Abu Bakar ternyata Fatimah memutuskan untuk tidak menerima lamaran tersebut, dengan keputusan tersebut Ali merasa senang karena masih memiliki kesempatan untuk mendapatkian Fatimah.

        Namun ketenangan yang di dapatkan Ali hanyalah sementara, karena setelah menolak lamaran dari Abu Bakar, Umar Ibn Al Khatab melamar Fatimah. Merupakan seseorang yang gagah perkasa serta pemberani dengan gelar Al-Faruq merupakan sahabat terbaik kedua dari Rasulullah SAW, dimana seseorang yang telah mengangkat derajat kaum Islam , serta membuat syaithan berlarian karena takut, akan tetapi Fatimah menolaknya.

        Kemudian Abdurahman bin Auf melamar Fatimah dengan membawa 100 unta bermata biru, 10.000 Dinnar. Namun Fatimah menolak lamaran dari Abdurahmanbin Auf dan setelah itu Usman bin Affanpun ikut memberanikan diir untuk melamar Fatimah dengan membawa marah seperti Abdurahman bin Auf. Namun Muhammad SAW menolaknya.

        Suatu ketika sahabat Ali berbicara kepadanya .” Mengapa tidak kamu saja yang melamar Fatimah Ali?, aku marasa bahwa kamu yang diharapkan oleh Muhammad SAW.”

        “Aku?”

        “Iya, Engkau wahai sahabatku!”

        “ Aku hanya seorang pemuda miskin, hal apa yang bisa aku andalkan?”

        Sahabat berkata “ Kami ada dibelakangmu, Ali!”

        Kemudian Ali bin Abi Thalib memberanikan diri menemui Rasulullah  dengan duduk disamping dan berdiam diri. Kemudian Rasulullah bertanya” Wahai putra Abu Thalib, apa yang engkau inginkan?”.

        Ali pun terdiam dan menjawab dengan suara bergetar “ Ya Rasulullah, aku ingin melamar putrimu Fatimah”, dengan mendengar itu Rasulullah SAW terkejut dan menjawab “ Bagus, wahai Ibnu Abu Thalib. Dalam beberapa hari terakhir banyak laki-laki datang menemuiku untuk melamar Fatimah, namun Fatimah menolaknya. Jadi tunggulah jawaban dari putriku.”

        Kemudian Rasulullah menemui Fatimah untuk mengatakan bahwa Ali ingin melamarnya, namun Fatimah hanya terdiam yang menandakan bahwa itu jawaban untuk menerima lamaran Ali.

        Rasulullah SAW menemui Ali kemudian berkata, “ Ali apakah kamu memiliki  sesuatu untuk dijadikan mahar?”

        Ali menjawab.” Ya Rasulullah , orang tuaku akan menjadi penebusnya untukmu Ya Rasulullah, tak ada yang aku sembunyikan dari engkau Ya Rasulullah. Aku hanya memiliki baju zirah, pedang dan seekor unta  untuk membantuku dalam berkebun.”

        Lantas Rasulullah SAW tersenyum kepada Ali, “ Wahai Ali, tidak mungkin kau terpisah dengan baju zirah bahkan pedang mu, serta untamu yang kamu gunakan untuk menyirami tanaman – tanaman mu. Akan Ku terima mahar baju besimu dan jualah untuk membeli mahar putriku.” Alipun menjawab dengan penuh gembira sebab Allah sebenarnya telah menikahkan kamu terlebih dahulu dilangit daripada di Bumi.” Riwayat dari Ummu Salamah ra.

        Ali menjual baju besi tersebut dengan harga 400 dirham kemudian menyerahkannya kepada Nabi Muhammad SAW , kemudian Rasulullah membaginya menjadi tiga bagian. Yaitu untuk membeli keperluan rumah tangga, wewangian dan satu bagian lainnya Muhammad SAW kembalikan untuk biaya dalam menjamu tamu di pesta nanti.

        Saat segalanya telah siap, dan telah berlangsungnya akad ijab kobul yang disaksikan oleh para Sahabat Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, Maka saksinkanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan mas kawin empat ratus dirham dan Ali Ridho atas mahar tersebut.

        Pada malam harinya Fatimah berdialog dengan Ali bin Abi Thalib dengan suara bergetar Fatimah berkata “ Maafkan aku Ali, sebelum menikah dengamu aku telah merasakan jatuh cinta satu kali kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengan nya.”

        Kemudian Ali menjawab “Kenapa kamu tidak menikah dengannya?, apakah kamu menyesal menikah dengan ku?”

        Fatimah menjawab  sabil tersenyum “ Pemuda itu adalah kamu Ali.”

        Subhanallah, merupakan pujian terbaik  seorang istri kepada suami  yang bisa membahagiakan hatinya.

        Itulah kata kata ali bin abi thalib tentang cinta dalam diam kepada istrinya Fatimah Azzahra, kisah cinta dalam diam untuk saling menjaga dan Allah satukan diwaktu yang tepat dengan ikatan suci pernikahan. Semoga informasi ini bermanfaat dan mengingatkan kita untuk selalu berdoa, dengan kerendahan hati memohon atas kebesaran Allah.

        Amalan Sederhana Berpahala Besar, No 4 Sering Disepelekan

        Amalan Sederhana Berpahala Besar, No 4 Sering Disepelekan

        Amalan Sederhana Berpahala Besar – Setiap perbuatan yang dilakukan oleh umat manusia semuanya akan dicatat baik buruk ataupun baiknya. Sebab hal tersebut akan ada pula balasan sekecil apapun dari perbuatan yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, apabila kita ingin mendapatkan surga Allah,  maka hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak amalan sholeh. Apalagi amalan sholeh yang dilakukan tersebut tidak akan ada ruginya sedikitpun. Bahkan mendatangkan kebermanfaatan lainnya, yang bukan hanya dalam hal pahala saja tetapi dalam urusan duniawi pula.

        Contohnya saja gerakan sholat yang merupakan ibadah wajib bagi umat muslim, yang menjadi pilar pondasi sebuah agama. Tentunya sholat tersebut bisa mendapatkan pahala yang luar biasa sebagai tabungan ataupun investasi kita di akhirat. Namun secara duniawinya gerakan yang terdapat dalam sholat memiliki manfaat untuk tubuh manusia. Nah inilah salah satu yang dikatakan bahwa sebuah amalan tidak hanya mendatangkan kebaikan akhirat saja tapi juga kebaikan untuk di dunianya.

        Maka daripada itu menyia-nyiakan suatu amalan adalah perbuatan yang sangat rugi. Sebab Allah tidak tidur, Allah Maha Melihat dan Allah maha adil terhadap semua makhluk-Nya. Begitupun dengan amalan atau kebaikan-kebaikan yang bernilai kecil di mata kita. Yang mungkin terlihatnya sangat sepele, tetapi ternyata amalan tersebut memiliki pahala yang luar biasa besarnya. Seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai amalan sederhana berpahala besar. Yang mana poin-poin dalam amalan sederhana tersebut dilansir dari detik.com yang dirangkum dari sebuah karya Abdillah F Hasan dalam bukunya yang berjudul “200 Amal Saleh Berpahala Besar”, berikut daftarnya

        Amalan Sederhana Berpahala Besar

        1 Membaca Basmalah Dalam Mengawali Aktivitas

        amalan sederhana berpahala besar

        Basmalah sendiri memiliki arti yaitu “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” sebuah kalimat yang penuh makna dan juga mengandung nilai kebaikan. Bahkan kita ingin membaca Al-Qur’an sangatlah dianjurkan untuk mengucapkan Basmalah yang menjadi bagian di dalamnya.

        Dari hal ini saja sudah terlihat betapa sederhananya amalan ini tetapi cukup sakral untuk dikerjakan. Tidak heran bahkan untuk berdoa saja  diawali dengan kalimat basmalah. Saking istimewanya inilah, maka alangkah baiknya sebelum memulai aktivitas kita ucapkan terlebih dahulu kalimat basmalah. Serta perlu diingat aktivitas disini adalah aktivitas dalam hal kebaikan bukan untuk sebuah kemaksiatan ya. Yang mana hal tersebut sesuai dengan sabda dari Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Daud dan Nasa’i. Dalam hal ini dijelaskan jika suatu amalan yang memiliki kepentingan di dalamnya, tetapi tidak memulainya dengan mengucapkan Basmalah maka akan terputus keberkahannya.

        Baca juga: Keutamaan Surat Al Mulk Yang Jarang Diketahui

        2. Tidur Dalam Keadaan Yang Suci

        Tidur dalam keadaan suci ini salah satunya adalah ketika seseorang melakukan wudhu, terlebih dahulu sebelum ia tidur. Yang mana wudhu sendiri adalah salah satu cara bersuci dalam agama Islam,  sebelum akan melaksanakan ibadah wajib sholat fardhu maupun ibadah lain seperti sholat sunnah serta membaca Al-Qur’an. Oleh sebab itu, keistimewaan yang terdapat dalam wudhu inilah yang tidak hanya baik untuk akhirat, tetapi juga secara duniawinya memiliki manfaat-manfaat yang tidak kalah dahsyatnya. Seperti ketika seseorang rajin mencuci mukanya,  maka tentu wajahnya akan lebih terawat secara alami.  Tanpa memiliki efek-efek lain yang biasanya berbahaya jika itu adalah sebuah bahan-bahan kimia,  apalagi kalau sampai sudah ketergantungan.

        Yang mana Ketika seseorang berwudhu sebelum ia tidur ini adalah salah satu ikhtiar dan Salah satu bukti bahwa ia benar-benar menjaga ketaatannya dan selalu ingin dekat dengan Allah bahkan seseorang yang tidur dalam keadaan suci ini pernah disampaikan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Hibban, Syuaib Al-Arnauth, dimana perawi dalam hadits ini adalah perawi kitab shahih. Intinya keutamaan yang didapat dari seseorang yang suci terlebih dahulu ketika tidur atau disebut juga tidur dalam keadaan yang suci. Maka dalam pakaiannya malaikat telah membersamainya, yang mana malaikat akan berdoa untuk mengampuni dosa-dosa orang yang tidur dalam keadaan suci tersebut.

        3. Beristiqomah Dalam Beribadah

        amalan sederhana berhala besar

        Hampir sama dengan istilah bahwa lebih sulit untuk menjaga dibandingkan dengan mencapai. Mungkin kata-kata ini sesuai dengan poin yang akan kita bahas selanjutnya mengenai amalan sederhana berpahala besar. Dimana keistiqomahan seseorang dalam beribadah, meski terlihat sederhana, sebab itu bisa menjadi sebuah rutinitas. Tetapi ternyata bernilai pahala yang besar. Sebab itu adalah hasil dari sebuah kesabaran, hasil dari sebuah keyakinan atau iman, serta hasil dari sebuah ikhtiar.

        Yang dimaksud dengan istiqomah dalam hal ini sendiri adalah sikap berkesinambungan dari seseorang untuk terus-menerus menjauhi segala larangan Allah SWT serta melaksanakan perintah-Nya. Yang mana berdasarkan Sabda dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, yang dalam salah satu bahasanya mengenai sebuah amalan yang amat Allah cintai yakni adanya kesinambungan dalam sebuah amalan meskipun itu nilainya sedikit berarti. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya keistiqamahan dalam sebuah ibadah.

        4. Mendengarkan Adzan

        Banyak sekali dari kita yang sering menyepelekan amalan mendengarkan adzan. Padahal adzan adalah sebuah panggilan untuk menyegerakan sholat. Sehingga adzan bukan sekedar panggilan biasa yang seperti angin lalu. Pakan dalam sebuah Sabda dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan dalam hadits dari Bukhari dijelaskan jika ketika seseorang mendengarkan adzan lalu ia juga berdoa yang didalamnya adalah berdoa untuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Maka kelak keutamaan yang didapatkan adalah orang tersebut akan menerima Syafaat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada hari kiamat kelak.

        Dimana syafaat dari Baginda Rasulullah tidak sebagai isapan jempol belaka. Sebab nilainya sangat luar biasa istimewa, dengan syafaat tersebut kita bisa mendapatkan pertolongan dari Rasulullah saat di akhirat nanti. Yang mana pada saat itu tidak ada seorang pun manusia yang dapat menjadi penolong bagi manusia yang lainnya. Sebab saat itu semua orang sedang sibuk, panik dengan dirinya sendiri. Karena harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia.

        Baca juga: Bahaya Sifat Kikir & Cara Menghindari Perilaku Tersebut

        Demikian pembahasan pada artikel kali ini mengenai amalan sederhana berpahala besar. Semoga dengan mengetahui hal tersebut kita bisa terus membenahi dan juga mengevaluasi diri sendiri agar menjadi manusia yang lebih baik lagi dan makin tergugah untuk berinvestasi amal sholeh sebagai bekal di akhirat kelak. Semoga juga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kerap menyepelekan hal-hal sederhana dalam sebuah kebaikan.

        Sebab kita harus menanamkan dalam diri sendiri bahwasanya amalan atau pun perbuatan yang tidak baik sekecil apapun itu pasti akan mendapatkan balasannya. Yang mana kenikmatan di akhirat nanti tentu akan berkali-kali lipat lebih indah, lebih istimewa dibandingkan dengan semua kenikmatan yang ada di dunia ini. Begitupun dengan hukuman yang ada di akhirat kelak akan lebih adil serta lebih pedih dibandingkan dengan berbagai hukuman yang ada di dunia ini.

        YUK SEDEKAH!

        6 Bahaya Memutuskan Silaturahmi Yang Wajib Dihindari

        6 Bahaya Memutuskan Silaturahmi Yang Wajib Dihindari

        Bahaya Memutuskan Silaturahmi – Sudah selayaknya jika manusia akan saling membutuhkan satu sama lain, oleh sebab itulah manusia disebut juga dengan istilah makhkuk sosial. Yang mana dalam menjalankan kehidupan di dunia ini tidak mungkin semuanya dilakukan sendiri. Maka dari pada itu, selain diperintahkan untuk menjaga Hablum Minallah (hubungan diri sendiri dengan Allah) yang dilakukan dengan terus mematuhi segala perintah Allah serta menjauhi segala larangannya. Namun disisi lain manusia juga diperintahkan untuk menjaga hablum minannas (hubungan kepada sesama manusia).

        Tentunya setiap perintah yang Allah berikan mengandung makna dan alasannya tersendiri. Yang tentu tak perlu diragukan lagi, sebab semuanya demi kebaikan diri kita sendiri. Untuk itulah kita diperintahkan senantiasa menjaga tali silaturahmi,  yang mana silaturahmi sendiri berarti melakukan perbuatan yang baik kepada kerabat, dalam bentuk apapun yang sesuai dengan syariat Islam.

        Sehingga apabila hubungan sosial tersebut kita putus begitu saja atau dengan nama lain kita memutus silaturahmi. Maka akibat yang didapatkan adalah hal keburukan. Seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai bahaya memutuskan silaturahmi. Yang mudah-mudahan kita bukanlah termasuk golongan orang-orang yang bertindak seperti itu.

        Bahaya Memutuskan Silaturahmi

        1 Tidak Dirahmati Oleh Allah SWT

        bahaya memutuskan silaturahmi

        Rahmat Allah adalah anugerah terbesar yang dikaruniakan kepada seseorang. Sehingga apabila Rahmat itu hilang maka rugilah orang tersebut. Yang mana terputusnya rahmat tersebut tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang memutuskan tali silaturahmi, tapi juga secara lingkup komunalnya. Hal tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari.

        2. Menjadi Sumber Dosa

        Dosa adalah perkara yang dapat membuat manusia terjerumus ke dalam siksa Allah SWT. Yang mana ternyata memutus tali silaturahmi merupakan salah satu hal yang bisa menjadi sumber dosa pada diri seseorang. Bahkan hukumannya bisa dapat langsung dirasakan oleh orang tersebut ketika di dunia. Nah hal tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari.

        3. Rezeki Akan Sempit dan Seret

        Manusia di muka manusia di muka bumi ini berlomba-lomba untuk memperbanyak materi ataupun kedudukan. Sehingga rezeki yang seret ataupun sempit tentu akan menghalangi langkah seseorang untuk mencapai hal tersebut. Nah salah satu perbuatan yang bisa mendatangkan ketidakbaikan itu adalah bahaya memutuskan silaturahmi. Yang mana saat silaturahmi terputus maka di situ pula jalan rezeki jadi terhambat.  Bahkan hal tersebut bukan sembarangan isapan jempol belaka, sebab ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

        Serta tidak menutup kemungkinan juga jika rezeki jadi jauh dari kata keberkahan, dimana  keberkahan adalah anugerah yang luar biasa ketika dimiliki oleh individu. Sebab dengan berkah, semua terasa cukup. Contohnya saja bagi orang kaya tertentu uang beratus ratusan juta itu akan selalu cepat habis, yang dia sendiri tidak sadar habisnya untuk apa. Sedangkan ketika seseorang rezekinya berkah uang satu juta pun akan terasa cukup padahal Ia merasa sudah membeli banyak kebutuhannya.

        Baca juga: 6 Keutamaan Menjaga Silaturahmi Yang Jarang Diketahui

        4. Akan Dijauhi Oleh Orang Lain Ketika di Dunia

        Sungguh menjadi hal yang menyedihkan dan amat malang ketika seseorang tidak memiliki orang lain yang mau menemani. Meskipun terlihat dari luar orang tersebut merasa baik-baik saja, tapi ketahuilah pasti jauh dilubuk hatinya ia amat rapuh akan keadaan tersebut. Karena sejatinya manusia hidup saling membutuhkan dengan manusia lainnya. Yang mana salah satu penyebab seseorang bisa dijauhi atau hidupnya sendiri adalah karena adanya hubungan silaturahmi yang ia putuskan dan tentu hal tersebut menyisakan luka tersendiri di hati. Entah itu yang memutuskannya atau yang diputuskan hubungan silaturahminya.

        Sungguh tidak ada rasa lega apapun ketika silaturahmi terputus sebab keduanya kan sama-sama merasa tersakiti dalam jangka waktu yang panjang dan itu membuat hati menjadi lelah. Apalagi biasanya orang yang memutuskan silaturahmi akan menarik diri dari kehidupan sosial, dengan begitu hidupnya semakin terasa tak tenang,  hampa juga tidak nyaman. Apabila hubungan yang tadinya terjalin baik dengan orang lain tiba-tiba terputuskan begitu saja.

        5. Sulit Terkabulkannya Doa

        Barang kali saat berdoa namun belum kunjung dikabulkan, boleh jadi ada hal lain yang membuatnya terhambat untuk menjadi nyata. Sebab sesungguhnya Allah Maha Mengabulkan doa, dimana tidak ada yang mustahil bagi Allah . Nah menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad salah satu hal yang bisa membuat doa jadi sulit atau tidak terkabul adalah karena adanya tindakan memutuskan tali silaturahmi.

        Baca juga: 5 Larangan Dalam Berdoa Yang Harus Dihindari!

        6. Jauh Dari Surga Allah

        Goals atau tujuan umat manusia pada akhirnya adalah mendapatkan surga Allah. Sebab disanalah kehidupan yang kekal. Dimana kenimkatan yang ada disurga tidak akan pernah sebanding dengan apa yang ada di dunia yang fana ini. Namun ketahuilah surga akan jadi angan-angan percuma saja jikalau kita tidak mengindahkan setiap perintah Allah. Yang salah satunya adalah perbuatan yang justru melanggar yaitu memutuskan tali silaturahmi. Bahkan jauhnya surga dari orang yang berlaku demikian tertera dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

        Maka daripada itu setelah mengengetahui banyak sekali bahaya memutuskan silaturahmi. Hendaklah kita memperbaiki diri. Sebab semuanya belum terlambat untuk diperbaiki menjadi lebih baik lagi. Jikalau hubungan silaturahmi yang putus itu akibat hal yang menyakitkan dari orang bersangkutan. Maka bukankah lebih mulia jika kita memaafkan? Justru letak pahala yang luar biasa adalah dari sebuah pengorbanan yang terasa amat berat untuk dilakukan. Salah satunya dengan sebuah keikhlasan hati yang tujuannya sebagai pengabdian dan bukti ketaatan kepada Allah SWT.

        Adapun kebalikan dari bahaya memutus silaturahmi ialah justru mempererat tali silaturahmi. Yang memiliki beberapa kebaikan atau keutamaan, diantaranya:

        a. Dilapangkan Rezekinya

        Rezeki, kematian, sehat dan sakit semuanya milik Allah yang berkehendak. Maka sudah sewajarnya jika ingin mendapatkan kebaikan tersebut. Kita sebagai makhluk Allah juga turut mematuhi segala perintah yang Allah tetapkan. Salah satunya dengan menjaga tali silaturahmi, sebab dengan begitu tidak hanya hati yang gembira karena hidup tenang tanpa rasa dendam dan sakit hati. Namun disisi lain Allah akan menganugerahkan kelapangan rezeki pada orang yang senantiasa menjaga silaturahmi, yang sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

        b. Terciptanya Sebuah Kerukunan

        Memang sebuah hal yang wajar jika dalam hubungan bersosial terdapat hal yang tidak berkenan dihati. Yang terkadang membuat jengkel dan marah. Akan tetapi sebetulnya amarah yang terus meluapkan hingga sampai memutuskan tali silaturahmi tentu tidak ada untungnya. Sebab rasa sakit yang diderita akan terus tertanam. Berbeda saat hati ikhlas memaafkan dan lebih lapang. Maka tidak ada hubungan yang hancur sehingga kerukunan tetap terjalin. Bahkan bisa jadi hal tersebut sesuatu yang bermanfaat dikemudian kelak. Sebab kita tidak tahu nasib takdir bagaimana, boleh jadi suatu saat malah kita sangat membutuhkan orang-orang yang tadinya hendak kita putuskan tali silaturahmi tersebut. Apalagi ketika silaturahmi terputus terkadang terbawa sampai keturunan lainnya. Yang membuat lingkaran kebencian tiada habisnya. Berbeda saat silaturahmi tetap terjalin, meskipun jarang bertemu dan kontakan tetapi hiduppun akan terasa tenang dan rukun.

        Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

        Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

        Sedekah Menolak Bala – Sebuah kutipan hadits yang tidak asing di telinga kita. Sedekah yang berarti mengeluarkan sebagian hal yang kita miliki baik berupa harta, tenaga, dan ilmu. Yang mana merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap berjuta-juta nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.

        Sedekah bisa kita lakukan hanya dengan memberikan senyum, mengajarkan ilmu. Hingga memberikan harta yang kita miliki untuk mereka yang membutuhkan, atau mendanai kegiatan sosial dan dakwah.

        Kita sudah mengetahui bahwa bersedekah memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk orang yang mendapatkan sedekah, tetapi juga untuk orang yang memberikannya.

        Manfaat sedekah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas antara lain mendapatkan pahala dan berkah dari Allah SWT, membuka pintu rezeki, menjaga keikhlasan hati, menghindarkan diri dari sifat kikir, meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis, serta berbagai manfaat lainnya.

        Sedekah Menolak Bala

        Selain itu, salah satu manfaat yang pernah ditegaskan Rasulullah SAW melalui sabdanya adalah menghindarkan diri kita dari bencana, musibah, dan menolak bala. Hal ini pernah diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Thabrani.

        Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo)” (HR. Baihaqi dan Thabrani).

        Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa ketika kita melakukan amal kebaikan maka hal tersebut dapat menolak bala atau musibah yang mungkin akan terjadi. Sebab, Allah SWT mengetahui segala yang terjadi di dunia ini dan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai dengan hikmah-Nya.

        Jadi, apabila kita memberikan sedekah dengan tulus dan ikhlas, maka Allah SWT akan memberi kita pertolongan dalam menghadapi ujian yang sedang kita alami.

        Dan sebaliknya, apabila kita bersedekah dengan mengharapkan balasan dari orang lain atau pujian yang membuat kita tidak ikhlas, maka kita tidak akan mendapatkan manfaatnya. Yang ada, kita hanya akan mengeluarkan apa yang kita miliki dan mendapatkan apa yang kita niatkan.

        Niat menjadi salah satu hal penting ketika kita melakukan sesuatu. Tertulis pada hadits arba’in an-Nawaiyah ke-1 yakni, ”Sesungguhnya setiap amal itu dengan/tergantung niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diinginkan…”.

        Jelaslah dari hadits tersebut, bahwa segala yang kita lakukan akan tergantung pada niat kita. Apabila kita tidak tulus dan ikhlas untuk bersedekah, melainkan hanya mengharapkan balasan dan pujian dari orang lain, maka hanya itulah yang akan kita dapatkan.

        Amalan Berjuta Kebaikan

        Sedekah merupakan amal kebaikan yang sangat teranjurkan dan memiliki banyak manfaat. Sehingga, sebagai manusia yang beriman, kita harus senantiasa berusaha untuk melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari orang penerima sedekah kita. Kita juga harus selalu mengingat bahwa Allah SWT akan memberikan ganjaran yang lebih besar bagi orang yang melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas.

        Kita juga sudah seharusnya mengajarkan nilai-nilai sedekah dengan tulus dan ikhlas kepada generasi muda. Sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mengerti arti kebaikan serta kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri dalam meperoleh kebahagiaan.

        Oleh karena itu, mari kita selalu berusaha untuk bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun hanya dengan memberikan sedikit waktu atau kebaikan kepada orang lain. Kita tidak pernah tahu betapa besar pengaruh dari kebaikan. Kita lakukan pada orang lain dan betapa besar manfaat yang bisa kita peroleh.

        Semoga kita senantiasa Allah berikan kemampuan dan kesempatan untuk melakukan sedekah. Dalam kondisi apapun di kehidupan sehari-hari dan selalu terjauhkan dari segala macam bala musibah yang mengancam.

        Kisah Ali bin Abi Thalib Sebagai Seorang Khalifah

        Kisah Ali bin Abi Thalib Sebagai Seorang Khalifah

        Kisah Ali bin Abi Thalib , lahir 13 Rajab daerah Jazirah Arab, Hejaz, Mekkah. Lahir 10 tahun sebelum kenabian Nabi Muhammad SAW yaitu sekitar 599 M, dengan memiliki seorang ibu bernama Fatimah binti Asad.


        Bernama asli Haydar bin Abu Thalib yang bearti “ Singa “. Harapan agar menjadi tokoh yang pemberani serta disegani pada kalangan Quraisy Mekkah. Kemudian Nabi Muhammad SAW memangginya “Ali” yang memiliki arti tinggi ( derajadnya di sisi Allah).

        Nabi Muhammad SAW bersama istrinya Khadijah telah merawat Ali bin Abi Thalib sejak kecil. Karena pada waktu itu beliau tidak memiliki keturunan seorang laki – laki serta sebagai balas budi kepada pamannya Abu Thalib yang sudah merawatnya sejak kecil.
        Masa Remaja Ali bin Abi Thalib, berdasarkan riwayat dari Ibnu Ishaq menjelaskan bahwa Ali merupakan orang pertama atau orang kedua setelah istri Nabi Muhammad SAW Khadijah ketika menerima wahyu.


        Karena sejak kecil ikut bersama Muhammad SAW maka sejak kecil Ali sudah banyak belajar secara langsung kepadanya dan kemudian menjadi menantunya dengan menikahi Fatimah az-Zahra.

        Kisah Ali bin Abi Thalib

        Ketika Nabi Muhammad SAW berjuang dalam dakwah di Mekkah selama 15 tahun masih belum bisa untuk meluluhkan para penduduk, melainkan mendapatkan hinaan, amarah, serta siksaan oleh para kaum Quraisy.
        Kemudian Muhammad SAW memutuskan untuk menyelamatkan umatnya dengan hijrah ke Madinah. Ketika hanya beliau , Abu Bakar serta Ali bin Abi Thalib belum hijrah ke Madinah. Para kaum Quraisy berencana untuk membunuh Nabi Muhamad SAW, oleh sebab itu Ali memutuskan untuk tidur di tempat Nabi Muhammad SAW tidur sebagai upaya mengelabuhi para kaum Quraisy.


        Setelah Nabi Muhammad serta Abu Bakar berhasil hijrah ke Madinah kemudian Ali bin Abi Tholib segera menyusulnya dan kemudian menikah dengan putri Nabi Muhammad SAW bernawa Fatimah AZ-Zahra lalu Allah mengkaruniai mereka dengan dua putra ( Hasan, Husein) dan dua putri ( Zainab , Ummu Kultsum).
        Selama bersama Muhamamad SAW Ali terah beberapa kali mengikuti peperangan kecuali perang tabuk, berikut ini merupakan beberapa peperangan yang Ali alami serta sangat bersejarah dalam Islam :

        1. Perang Badar

        Terjadi pada bulan Ramadhan 2 Hijriah yaitu perang antara kaum muslim di Madinah dengan suku Quraisy dari Mekkah. Terkenal dengan aksi ghazwu dengan melibatkan 313 muslim, 6 baju perang, 8 pedang, 2 ekor kuda, dan 70 ekor unta.

        Dalam perang Ini Nabi Muhammad SAW telah mendapatkan kemenangan dengan melakukan peperangan jarak jauh yaitu menggunakan panah. Kemudian setelah mendapatkan kemenangan Muhammad SAW memerintahkan untuk menghentikan peperangan, perampasan harta serta melindungi kaum musyrik yang masih tertinggal setelah kalah dari perang Badar sebagai upaya memulihan harga diri.

        2. Perang Khandaq

        Perang yang menjadi saksi atas keberanian Ali bin Abi Thalib saat perang ini berlangsung, Ali telah berperang menggunakan pedangnya “ Dzulfikar”, lalu menggunakannya untuk menebas Amar bin Abdi Wud menjadi dua bagian.

        3. Perang Khaibar

        Peperangan terjadi karena danya penghianatan kaum yahudi kepada kaum muslim setelah adanya kesepakatan dari perjanjian Hudaibiyah.


        Peperangan terjadi di benteng Khaibar yang sangat kokoh hingga Nabi Muhammad SAW bersabda:
        “Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”


        Dari beberapa sahabat yang mengikuti peperangan hanya Ali bin Abi Thalib yang berhasil menghacurkan benteng Khaibar serta telah berhasil membunuh seorang prajurit Bernama Marhab dengan sekali tebatasan.

        Sebagai Khalifah

        Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Ali menjadi Khalifah ke-4 dengan masa pemerintahannya selama 5 tahun. Dalam masa pemerintahannya telah mewarisi kekacauan dari Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Terjadi pertama kali perang saudara antar umat Muslim. Perang Basra Ali memimpin peperangan dengan 20.000 pasukan melwan 30.000 pasukan dari pimpinan Zubir bin Awwan yang kemudian Ali memenangkannya.


        Ali bin Abi Thalib memiliki kecapakan dalam Menyusun strategi perang namun memiliki kesulitan dalam administrasi negara.

        Ia tutup usia pada usia ke 63 tahun karena di bunuh oleh Abdrahman bin Muljam dari golongan Khawarij pada saat menjalani shalat subuh di masjid Kufah pada tanggal 19 Ramadhan dan meninggal pada tanggal 20 Ramadhan 40 Hijriah,


        Itulah kisah Ali bin Abi Thalib seorang Khalifah yang memiliki kecerdasan serta keberanian dalam menegakkan penyebaran agama Islam. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita untuk berani dalam menegakkan ajaran agama Islam.

        Macam-macam Sholat Sunnah Terlengkap Yang Harus Diketahui

        Macam-macam Sholat Sunnah Terlengkap Yang Harus Diketahui

        Macam-macam Sholat Sunnah – Dalam Islam tidak hanya terdapat sholat wajib saja, tetapi ada juga sholat sunnah. Wajib di sini berarti sesuatu yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan mendapatkan dosa. Sedangkan sunnah bermakna sesuatu yang jika dikerjakan mendapatkan pahala tetapi apabila ditinggalkan maka tidak apa-apa.

        Shalat dalam Islam sendiri merupakan salah satu ibadah yang sangat diperintahkan untuk ditaati. Sebab saat itulah komunikasi antara Allah dengan hamba-Nya terjalin dengan lebih erat. Yang mana Di dalam salat terdapat ibadah-ibadah lain yang tergabung. Seperti berdzikir bertasbih kepada Allah, membaca Alquran serta termasuk syahadat di dalamnya. Amalan lengkap tersebutlah yang membuat salat semakin memiliki nilai keistimewaan yang tersendiri.

        Bahkan untuk shalat wajib kedudukannya sangatlah utama. Yang meskipun seorang muslim dalam keadaan sakit ia tetap wajib melaksanakan ibadah shalat. Sebab dalam Islam terdapat beberapa keringanan dalam ibadah jika memang seseorang tidak bisa melakukan suatu ibadah seperti biasanya. Contohnya saja ketika sedang sakit parah yang membuat seseorang tidak bisa shalat dengan cara berdiri maka ia bisa melaksanakan shalat tersebut dengan cara duduk ataupun berbaring sesuai dengan syariat.

        Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita meninggalkan shalat yang merupakan tiang agama, sebab amalan yang paling utama dihisab adalah amalan sholat. Makanya tidak heran apabila sehabis melaksanakan shalat lalu kita berdzikir dan juga berdoa maka terasa akan lebih khusuk dan hangat.

        Apalagi sebagai pelengkapnya shalat pun memiliki beragam macamnya yang sifatnya adalah sunnah seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai macam-macam shalat sunnah yang penting untuk diketahui. Agar kita senantiasa bisa menambah pahala ekstra untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Terlebih salat sendiri dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar selain itu juga salat memiliki manfaat lain untuk jasmani dan rohani pada diri manusia.

        Macam-macam Sholat Sunnah

        1. Shalat Sunnah Idul Adha dan Idul Fitri

        Macam-macam salat sunnah yang pertama adalah salat sunah Idul Adha dan Idul Fitri yang diraya yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada bulan-bulan tertentu, yakni pada hari terakhir bulan suci Ramadhan dan juga hari terakhir dari bulan Zulhijjah.

        Yang mana jumlah rakaatnya sendiri adalah 2, dengan sedikit perbedaan dalam praktiknya, sebab pada rakaat pertama sebelum membaca al-fatihah maka akan dilakukan takbir terlebih dahulu sebanyak 7 kali. Sedangkan untuk rakaat yang kedua sebelum membaca surat al-fatihah maka takbir dilakukan sebanyak 5 kali. Sisanya tata cara pelaksanaannya hampir serupa yakni ada ruku, ada tuma’ninah, ada sujud dan lain sebagainya sesuai syariat Islam.

        2. Sholat Khusuf atau Shalat Gerhana Bulan dan Matahari

        Sama halnya dengan salat Idul Fitri dan Idul Adha untuk salat gerhana matahari dan bulan ini juga dilaksanakan pada momen tertentu, yakni pada saat terjadinya gerhana matahari ataupun bulan. Yang mana sebuah gerhana terjadi adalah salah satu bukti dari kebesaran Allah. Untuk itu apabila terjadi gerhana janganlah kita terlalu berasumsi kepada hal yang bersifat kuno, akan tetapi shalatlah untuk mengingat keagungan Allah SWT bagi orang-orang yang berpikir.

        Yang mana untuk tata cara pelaksanaan shalatnya ialah sebanyak 2 rakaat. Dengan total jumlah membaca surat Al-fatihah sebanyak 4 kali,  sujud pun 4 kali serta ruku pun dilakukan sebanyak 4 kali. Dengan rincian setelah rukuk serta i’tidal pada rakaat yang pertama. Maka harus dilakukan pembacaan Al-fatihah kembali kemudian baru ruku’ lagi. Setelah itu kembali melakukan i’tidal baru sujud seperti biasanya. Nah begitupun untuk rakaat yang kedua tata caranya masih sama dengan rakaat yang pertama. Untuk Itulah kenapa jumlah ruku dalam sholat gerhana matahari ataupun bulan agak sedikit lebih banyak meski sama-sama dua rakaat.

        3. Sholat Meminta Hujan atau Istisqa

        Bagi mereka yang telah ditimpa kekeringan ataupun kelangkaan air. Maka hukum untuk melaksanakan shalat Istisqa adalah sunnah muakkad yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Di mana shalat istisqa ini terdiri dari dua rakaat. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur’an surat an-nur ayat 10 sampai 12.

        4. Sholat Sunnah Rawatib

        Pelaksanaan sholat Sunnah Rawatib ini bisa dilakukan sebelum memulai shalat ataupun setelah sholat,  sesuai dengan ketentuan dari Allah SWT.

        Untuk penyebutannya sendiri apabila sholat Sunnah Rawatib tersebut dilaksanakan sebelum sholat wajib. Maka disebut dengan sholat Sunnah qobliyah.  Akan tetapi jika sholat sudah rawatib dilaksanakan setelah sholat wajib maka dinamakan dengan ba’diah. Yang mana ketentuan shalatnya itu ba’diyah untuk sholat apa saja dan qobliyah untuk sholat apa saja semuanya telah diatur oleh Allah SWT yang mana hal tersebut bisa kita ikuti hikmahnya. Untuk untuk tata cara pelaksanaan salatnya sendiri hampir sama dengan salat wajib yang membedakan hanyalah dari niatnya saja.

        5. Sholat Sunah Hajat

        Sholat sunah hajat biasanya didasari oleh keinginan kuat dari seseorang untuk memohon agar Allah mengabulkan apa yang ia harapkan. Sebenarnya tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan shalat untuk melaksanakan shalat hajat namun biasanya seseorang akan melakukannya  sebanyak 7 malam secara berturut-turut. Dan perlu diingat bahwasanya hajat di sini adalah dalam hal yang baik ya bukan untuk hal perbuatan dosa ataupun maksiat lainnya

        6. Shalat Sunnah Tahajud

        Macam-macam shalat sunah selanjutnya adalah shalat sunnah tahajud yang jumlah rakaat minimalnya adalah berjumlah 2, dimana waktu pelaksanaannya yang paling baik adalah di sepertiga malam terakhir. Kenapa disebut waktu terbaik karena sebenarnya shalat tahajud itu dapat dilaksanakan dari setelah shalat Isya hingga menjelang  subuh.

        Tetapi ingat dalam rentang waktu tersebut kita harus lebih dulu tidur, barulah setelah bangun tidur di malam hari tersebut kita bisa melaksanakan ibadah shalat sunnah tahajud. Oleh sebab itulah sholat sunah tersebut memiliki tantangan tersendiri. Karena hakikatnya seorang yang sudah tidur akan butuh effort lebih dalam untuk mau bergerak lagi apalagi geraknya itu adalah untuk melakukan ibadah shalat.

        Nah shalat tahajud ini adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan alias  shalat sunnah muakkad yang mana shalat Nabi yang paling dasar ialah salat fardu dan juga ada salat, meskipun jumlah rakaat minimal untuk salat sunat tahajud ialah berjumlah 2. Akan tetapi untuk maksimalnya sendiri tidak terbatas semampu yang bisa dilakukan saja. Adapun anjuran untuk melaksanakan salat sunnah tahajud telah tercantum dalam Alquran surat surat Al Isra ayat 79.

        Baca juga: 7 Keutamaan Sholat Tahajud Yang Rugi Untuk Ditinggalkan

        7. Sholat Sunah Istikharah

        Islam tidak hanya menganjurkan shalat untuk membuat seseorang tercegah dari perbuatan yang keji dan mungkar serta untuk serta untuk tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT saja. Akan tetapi shalat memiliki keutamaan lainnya yang mana telah berkelompokkan dalam macam-macam sholat sunnah yang beberapa sudah disebutkan. Seperti adanya sholat untuk meminta hujan, adanya sholat untuk memohonkan suatu hajat yang baik. Serta ada pula sholat yang dapat dilaksanakan Ketika seseorang merasa bingung pada sebuah pilihan yang mana shalat tersebut ialah shalat Sunnah istikharah.

        Dalam pelaksanaannya seseorang akan memohon petunjuk kepada Allah untuk memberikan gambaran petunjuk manakah pilihan yang lebih baik, yang memang layak untuk dipilih sesuai dengan Ridho dari Allah SWT. Dengan begitu hati pun akan menjadi tenang dalam menentukan pilihan sebab semuanya sudah didasari atas kepasrahan dan Iman kepada Allah.

        Adapun sholat sunnah lainnya ialah seperti sholat dhuha, sholat taubat, tahiyatul masjid, tarawih, safar, witir serta lain sebagainya. Yang mana pada kesempatan kali ini kita cukupkan terlebih dahulu pembahasan mengenai macam-macam sholat sunnah. Semoga bermanfaat dan senantiasa dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi Hamba Allah yang semakin taat dan termasuk dalam golongan orang-orang mukmin yang diberkahi kehidupan dunia dan akhiratnya oleh Allah SWT.

        Keutamaan Sholawat Bulan Rajab Dalam Melipatgandakan Pahala

        Keutamaan Sholawat Bulan Rajab Dalam Melipatgandakan Pahala

        Sholawat bulan rajab

        Memasuki bulan Rajab merupakan bulan yang penuh keberkahan, bulan penuh kemuliaan dari bulan lainya seperti Dzhulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram. Oleh sebab itu sangat menyarankanya untuk membaca sholawat bulan Rajab sebagai wujub ikhtiar kita dalam mencapai keberkahan serta keridhoan dari Allah.
        Nabi Muhammad bersabda bahwa melafalkan sholawat bulan Rajab suatu kewajiban perintah langsung oleh Allah kepada para umat-Nya. Para ulama menyarankan untuk bersholawat pada setiap sholat fardhu malam setidaknya sebanyak lima kali dalam sehari.

        Allah akan menerima amalan sholawat Nabi Muhammad SAW dan akan menjanjikan untuk mendapatkan
        Melafalkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang dijamin akan diterima oleh Allah dan akan mendapatkan pahala walaupun seseorang ketika melafalkannya memiliki niat lain selain kepada Allah. Selain itu merupakan cara untuk menggugurkan dosa serta meninggikan derajat kita di sisi Allah.

        Keutamaan sholawat bulan Rajab:

        Dalam hadist riwayat Imam Nasai dari Anas bin Malik, beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
        مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
        Artinya:
        “ Barang siapa yang telah mengupayakan sholawat kepada-Ku meski hanya satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, dan akan digugurkannya sepuluh kesalahan (dosa) nya, ditinggikannya sepuluh derajat tingkatan.”
        Selain itu akan mendapatkan pahala besar, mereka yang bersholawat dalam bulan Rajab akan mendapatkan minuman yang sangat segar di surga kelak.

        Hal tersebut telah di jelaaskan oleh Syakh Utsman bin Hasan al-Khaubari pada kitab Durratum Nashihin, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

        رأيت ليلة المعراج نهرا ماؤه احلى من العسل وابرد من الثلج واطيب من المسك. فقلت لجبريل : لمن هذا؟ قال : لمن صلى عليك في رجب
        Artinya:
        Malam Mi’raj terjadi pada bulan Rajab, pada saat itu Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa air sungai lebih manis daripada madu, lebih dingin daripada salju, lebih wangi daripada minyak misik. Kemudian Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Jibril, ‘ Untuk siapakah ini?’. Lantas Jibril menjawab, ‘ Untuk orang – orang yang telah membaca sholawat kepadamu selama bulan Rajab.
        Dalam hadits Abu Bakrah RA, Nabi Muhammad SAW telah bersabda:
        setahun berputar sebagaimana dengan keadaanya sejak Allah menciptkan bumi dan langit. Satu tahun itu terdiri dari dua belas bulan. Dan di antaranya terdapat bulan haram (suci). Tiga bulan secara berurutan yaitu Dzhukqa’dah, Dzhullhijjah dan Muharam. Satu lagi bulan haram adalah Raajab Mudhar terletak di antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” ( HR Bukhari dan Muslim)

        Sholawat Bulan Rajab

        Mengutip pada buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Fakih Ahmad Wahid, lafal sholawat Rajab dibawah ini:
        أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

        Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana

        Artinya:
        Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”
        صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ عَـلَى طَــهَ رَسُـوْلِ اللَّه
        صَلَاةُ اللَّهْ سَـلَامُ اللَّهْ عَلَى يَـس حَبِـيْبِ اللَّهْ
        Sholaatullah salaamullah ‘alaa thoohaa rasuulillaah
        Sholaatullah salaamullah ‘alaa yaasin habiibillaah

        Artinya :
        Sholawat serta salam dari Allah semoga akan tetap terlimpahkan atas Thoha ( Muhammad) sebagai utusan Allaj, sholawat serta salam dari Allah semoga akan tetap terlimpahkan atas Yasin ( Muhammad) sebagai kekasih Allah.


        إِلَــهِـيْ سَـلِّـمِ الْاُمَّــةْ مِنَ الْآفَـاتِ وَ النِّـقْـمَةْ
        وَ مِـنْ هَـمٍّ وَ مِـنْ غُـمَّةْ بِـاَهْــلِ الْـبَــدْرِ يَـا اَللَّهْ

        Ilaahii sallimmil ummah minal aafaati wan niqmah
        Wamin hammin wa min ghummah bi ahlil badri yaa Allah

        Artinya:
        Kami bertawasul dengan bismillah dan dengan Rasulullah sebagai sang petunjuk serta dengan setiap mujahidillah menjadi pasukan Ahlul Badri, ya Allah.”


        Doa Saat Bulan Rajab


        Selain itu kita disunahkan untuk membaca doa Rajab yang telah kami rangkum dari Terjemaah Majmu Syarif – Muiz Al Bantani untuk membaca istighfar Rajab:
        أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ . الَّذِي لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيعِ الْمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ، وَاَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيعِ مَا كَرِهَ اللَّهُ قَوْلاً وَفِعْلاً وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَحَاصِرًا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَرْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مَنِيْ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

        Astaghfirullaahal ‘azhiim (3x).

        Alladzii laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaihi min jamii’il ma’aashii wadz dzunuub, waAllaahumma innii astaghfiruka limaa qaddamtu wa maa akhartu wamaa asraftu wamaa asrartu wamaa a’lantu wamaa anta a’lamu bihii minnii antal muqaddimu wa antal mu-akh-khiru wa anta ‘alaa kuli syai-in qadiir.

        Artinya:
        Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung ,
        Yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertaubat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan.

        Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa) yang aku sembunyikan, (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.

        Engkau-lah Yang Maha Awal, Engkau-lah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

        Demikian diskusi kita mengenai sholawat bulan Rajab serta keutamaanya, semoga bermanfaat dan pada bulan Rajab ini kita dapat menjalankan perintah – perintah-Nya serta mendapatkan keberkahan dan pahala berlipat ganda. Yuk jangan lewatkan bulan Rajab, lakukan dan perbanyak amal ya.

        Macam Macam Wakaf Serta Haditsnya yang Perlu Diketahui

        macam macam wakaf

        Perlu kita ketahui bahwa terdapat macam macam wakaf, yaitu wakaf ahli dan khairi. Berasal dari bahasa Arab “ Waqafa” yang bearti menahan , tidak memindah kepemilikan, serta menahan harta yang diwakafkan. Dalam Mazhaf Maliki menjelaskan bahwa ketika mewakafkan tidak melepaskan harta dari kepemilikan wakif, wakaf itu mencegah wakif dalam melakukan tindakan yang dapat melepaskan kepemilikanya dari harta tersebut dan wakif memiliki kewajiban untuk menyedekahkan manfaat harta tersebut dan tidak boleh menarik wakafnya kembali.


        Dengan kata lain bahwa pemilik harta menahan harta tersebut dari penggunaanya secara kepemilikan, namun di perbolehkan untuk membagikan manfaatnya dalam kebaikan lainnya.
        Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) wakaf merupakan benda tidak bergerak atau bergerak untuk kepentingan umum dan secara Ikhlas.


        Lantas apa saja macam macam wakaf itu?


        Wakaf terbagi menjadi dua yaitu wakaf ahli dan wakaf Khairi hal tersebut berdasarkan dari sisi peruntukkan kepada siapa wakaf di berikan.

        1. Wakaf Ahli

        Memberikan wakaf kepada orang-orang tertentu yang terdiri dari satu orang bahkan bukan keluarga si wakif, dan merupakan nama lain dari wakaf Dzurri. Apabila seseorang telah mewakafkan sebidang tanah kepada anaknya kemudian turun kepada cucunya maka hukum nya sah dan berhak mendapatkan manfaatnya bagi mereka yang mendapatkan wakaf.
        Wakaf ini dalam hukum Islam telah dibenarkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Bukhari serta Muslim Anas bin Malik tetang wakaf Ahli Abu Thalhah untuk kaum kerabatnya.
        Wakaf ini memiliki dua kebaikan karena bisa menjaga tali silahturami antar keluarga serta mendapat pahala dari wakaf tersebut. Namun disisi lain kurang tepat karena kurang memberikan manfaat dalam kesejahterahan umum.

        2. Wakaf Khairi

        Yaitu wakaf yang untuk kepentingan agama atau kemasyarakatan. Seperti pemberian wakaf untuk Pembangunan masjid, rumah sakit, sekolah , panti asuhan dan lainnya. Dalam hadist Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa wakaf Umar bin Khattab memberikan hasil perkebunannya untuk fakir miskin, sabilillah, ibnu sabil, hamba sahaya dan para tamu. Wakaf tersebut untuk kepentingan umum dengan tidak membatasi penggunaanya.
        Peninjauan dalam penggunaanua, wakaf Khairi memang lebih bermanfaat daripada wakaf ahli yang hanya untuk kepentingan orang tertentu. Wakaf ini juga di wakif dapat mengambil manfaat harta yang sudah terwakafkan. Seperti mewaqafkan sebuah masjid maka si wakif boleh untuk menggunakan sumur yang ada di masjid tersebut.
        Secara subtansi, wakaf Khairi merupakan salah satu dari memanfaatkan harta pada jalan Allah SWT. Karena melihat pada sisi manfaatnya merupakan salah satu untuk sarana Pembangunan, baik di bidang ekonomi, Pembangunan, keagamaan, budaya dan sebagainya. Oleh karena itu, wakaf tersebut sangat terasa manfaatnya dalam kepentingan umum, yang tidak hanya untuk kalangan sanak saudara maupun keluarga yang bersifat terbatas.

        Hukum Wakaf


        Berikut ini adalah salah satu hadits yang mendasari tentang hukum wakaf :

        1. Syekh Khathib al-Syarbini menjelaskan:

        والولد الصالح هو القائم بحقوق الله تعالى وحقوق العباد ، ولعل هذا محمول على كمال القبول . وأما أصله فيكفي فيه أن يكون مسلما ، والصدقة الجارية محمولة عند العلماء على الوقف كما قاله الرافعي فإن غيره من الصدقات ليست جارية، بل يملك المتصدق عليه أعيانها ومنافعها ناجزا. وأما الوصية بالمنافع وإن شملها الحديث فهي نادرة فحمل الصدقة في الحديث على الوقف أولى.

        Artikel :
        “Anak saleh adalah orang yang memenuhi hak-hak Allah dan hamba-hamba-Nya. Mungkin saja ini mengarahkan kepada kesempurnaan diterimanya doa. Adapun dalam penerimaan doa, maka cukup anak yang muslim. Sedekah jariyah mengarah kepada wakaf menurut para ulama seperti pernyataan imam al-Rafi’i, sesungguhnya selain wakaf dari beberapa sedekah tidak mengalir pahalanya, bahkan pihak yang diberi sedekah memiliki benda dan manfaatnya secara langsung. Adapun wasiat dengan beberapa manfaat meski tercakup oleh hadits, akan tetapi jarang diterapkan. Maka mengarahkan sedekah dalam hadits atas arti wakaf lebih utama” (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2 hal. 485).

        2.Dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji menjelaskan:

        وقد اشتهر الوقف بين الصحابة وانتشر، حتى قال جابر رضي الله عنه: ما بقى أحد من أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – له مقدرة إلا وقف. وقال الشافعي رحمه الله تعالى: بلغني أن ثمانين صحابياً من الأنصار تصدّقوا بصدقات محرمات. والشافعي رحمه الله يطلق هذا التعبير (صدقات محرمات) على الوقف.

        Artinya:
        “Dan telah masyhur berwakaf di antara sahabat dan menyeluruh, sehingga sahabat Jabir berkata; tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya. Al-Imam al-Syafi’i berkata; telah sampai kepadaku bahwa 80 sahabat dari Anshar bersedekah dengan sedekah yang haram (jual dan hibahkan). Al-Syafi’i mengucapkan redaksi ‘sedekah yang haram’ ini untuk arti wakaf” (Syekh Dr. Mushtafa al-Khin dkk., al-Fiqh al-Manhaji, juz 5, hal. 11).

        berdasarkan pembahasan diatas menjelaskan bahwa macam macam wakaf terbagi menjadi dua yaitu wakaf ahli dan wakaf khiar dengan difinisi keutamaan yang berbeda beserta haditsnya. Semoga pembahasan ini bermanfaat untuk para sahabat. Tingkatkan amalan kita dengan ber wakaf lebih mudah dan terpercaya melalui.

        Keutamaan Sedekah : Amalan Pembawa Berkah

        Keutamaan Sedekah : Amalan Pembawa Berkah

        sedekah

        Sedekah merupakan memberikan sesuatu kepada orang lain secara Ikhlas tanpa ada batas waktu, serta jumlah tertentu yang telah lakukan oleh kaum muslim. Dalam bersedekah tidak harus berwujud  benda namun dapat berwujud amalan baik yang niatnya memberi dengan Ikhlas merupakan keutamaan sedekah dalam mencari ridho Allah.

        Hukum bersedekah adalah sunnah jadi apabila kita tidak melakukanya tidak akan mendapatkan dosa namun apabila melakukannya maka akan mendapatkan pahala. Namun bagi orang berkecukupan lebih dari cukup dalam memenuhi kebutuhan hidupnya maka hukumnya wajib bersedekah kepada orang yang mengalami kekerungan.

        Hadits bersedekah dalam Abu Hurairah R.A. Rasulullah SAW bersabda bahwa:

        “ Bersedekah pada setiap ruas tulang manusia setiap harinya saat terbitnya matahari: berbuat adilah terhadap dua orang ( mendamaikan) merupakan sedekah, menolong seseorang  dengan naik kendaraanya, membimbing, mengangkat barang bawaan semua itu adalah sedekah, ucapan baik  merupakan sedekah serta berjalan dalam menunaikan sholat, menyingkirkan batu yang menghalangi jalan  adalah sedekah.’

        Keutamaan Sedekah Beserta Haditsnya

        Berdasarkan dari laman kementrian agama menyelaskan bahwa bersedekah merupakan suatu hal yang sangat besar manfaatnya tertuang dalam hadits dibawah ini:

        أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلاَّ مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ . قَالَ فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ ، وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ

        Artinya:

        “Siapakah di antara kalian ketika harta warisnya lebih menyukainya daripada hartanya sendiri?” Mereka menjawab, “Ya Rasulullah, tidak ada seorang pun di antara kami melainkan hartanya lebih menyukainya.” Beliau lantas bersabda, “Sesungguhnya hartanya adalah sesuatu yang telah disedekahkan, dan harta ahli warisnya adalah sesuatu yang ditinggalkannya” (HR. Bukhari).

        1.Akan diganti pada hari pembalasan

        Pada hari pembalasan dari kita perbuat Allah gantikan terutama dalam bersedekah sesegera mungkin di dunia serta akan membalasnya maupun memberikn ganjaran pada saat di akherat.

        مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

        “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah gantikan dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39).

        Malaikat akan ikut mendoakan ketika ada orang bersedekah

        مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

        Pada suatu hari hamba-hamba-Nya memasuki waktu pagi hari, lalu secara bersamaan turun dua malaikat, maka salah satu dari mereka akan berdoa,” Ya Allah berikanlah ganjaran  bari orang-orang yang telah berinfak.” Dan malaikat lainnya akan bedoa,” Ya Allah berikan kerugian kepada seseorang yang menahan hartannya.’ (HR.Bukhari dan Muslim)

        2. Lipatgandakan Pahala

        Perumpamaan yang Allah berikan kerika ada seseorang yang bersedekah:

        مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

        Artinya: “Perumpamaan (nafkah  dikeluarkan oleh) orang-orang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 261).

        أَيُّمَا مُؤْمِنٍ أَطْعَمَ مُؤْمِنًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ ثِمَارِ الجَنَّةِ، وَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَقَى مُؤْمِنًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنَ الرَّحِيقِ المَخْتُومِ، وَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ كَسَا مُؤْمِنًا عَلَى عُرْيٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الجَنَّةِ

        “Siapa pun orang mukmin telah memberi makan mukmin lain saat lapar, Allah berikan makan dari buah surga, siapa pun mukmin  memberi minum mukmin lain saat dahaga, Allah berikan minuman pada hari kiamat dengan minuman yang penghabisannya adalah beraroma wangi kesturi, siapa pun mukmin  memberi pakaian mukmin lain saat telanjang, Allah akan memberi pakaian dari sutera surga” (HR. At-Tirmizi No. 2449)

        3. Mendapatkan keberkahan

        Seseorang suka melakukan sedekah maka dapatkan keberkahan atas harta yang sudah miliki, selain itu sebagai wujud taat kepada Allah.

        يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

        “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS. Al Baqarah: 276).

        Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,

        يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لَا يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ، سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

        “Tangan Allah selalu penuh, tidak kurang karena memberi nafkah, dan selalu dermawan baik siang maupun malam.”

        4. Tidak akan mengurangi harta

        Nabu Muhammad SAW pernah berjanji bahwa:

        مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

        “Sedekah itu tidak  mengurangi harta. Tidak ada orang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allahtambahkan kemuliaannya. Dan tidak ada orang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah angkatkan derajatnya” (HR. Muslim No. 2588).

        Justru akan membuka jalan pintu rezeki

        هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

        Artinya: “Tidaklah kalian mendapatkan pertolongan dan mendapatkan rezeki melainkan karena adanya (doa) orang-orang yang lemah (di antara) kalian” (HR. Al-Bukhari No. 2896).

        Demikian penjelasan mengenai keutamaan bersedekah, bahwa bersedekah bersifat sunnah dan tidak harus berwujud benda namun bisa amalan yang nantinya akan mendapatkan pahala bahka menjadi cara membuka pintu rezeki

        Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab Berserta Dalilnya

        Melaksanakan niat puasa sunnah bulan Rajab pada bulan ke tujuh dari 12 bulan kalender Hijriah, tahun ini telah memasuki 1445 Hijriah pada tanggal 13 januari 2024.
        Dalam puasa Rajab dapat melakukannya pada waktu kapan saja selama masih memasuki bulan Rajab namun tidak boleh untuk berpuasa selama 30 hari penuh karena bersifat makruh.
        Selama memasuki Rajab memiliki keutamaan tersendiri dalam waktu berpuasa, yaitu pada saat Ayyamul bidh yang melaksanakannya pada setiapa hari Senin, Kamis, dan Jumat. Bisa melakukannya dengan cara berselang seling hari puasa seperti melakukan puasa daud.

        Sebelum melakukannya umat muslim harus terlebih dahulu niat puasa sunnah Rajab dengan melafalkannya di dalam hati maupun melafalkannya secara lisan pada malam hari sebelum waktu imsak telah tiba.


        Niat puasa sunnah bulan Rajab


        Doa berikut ini dapat melafalkannya pada saat malam hari sebelum tiba waktu imsak namun dapat juga di waktu ketika waktu imsak telah tiba karena lupa. Tetapi dengan ketentuan belum tebitnya sinar matahari serta tidak melakukan aktivitas yang membatalkan puasa.

        نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
        Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
        Artinya: “ Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’ala.”
        Imam al-Ghazali dalam Ihya’Ulumuddin (Juz 3, hal. 431) menjelaskan tentang keutamaan puasa Rajab adalah:

        1.Lebih utama daripda puasa 30 hari di bulan lainnya.

        صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام
        Artinya:
        Suatu hari pada saat berpusa di bulan haram ( Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rja), paling utama daripada berpusa selama 30 hari pada bulan lainnya. Satu hari berpusa pada Ramadhan, lebih utama daripada 30 hari berpusa pada bulan haram.”

        2. Setiap pelaksanaan puasa perharinya selama Rajab, akan mendapatkan sebuah pahala sebesar 900 tahun ibadah.

        3.

        من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام
        Artinya:
        “Barang siapa berpuasa selama tiga hari dalam bulan haram, hari Jumat, dan Sabtu, maka Allah balas setiap satu harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun.”
        Lafal niat puasa Rajab pada siang hari:
        نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
        Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.
        Artinya: “Saya niat puasa sunnah Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”

        Dalil Puasa Bulan Rajab

        Berikut ini dalil yang menjelaskan bahwa dalam anjuran melaksanakan puasa sunnah Rajab terdiri dari 3 dalil yaitu:

        1.

        جِئْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِي فَإِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا

        Artinya:

        Dari Mujibah al-Bahiliyah, dari bapaknya atau pamannya, bahwa ia mendatangi Nabi. Kemudian ia kembali lagi menemui Nabi satu tahun berikutnya sedangkan kondisi tubuhnya sudah berubah (lemah/kurus). Ia berkata, ‘Ya Rasul, apakah engkau mengenaliku?’ Rasul menjawab, ‘siapakah engkau?’ Ia menjawab, ‘Aku al-Bahili yang datang kepadamu pada satu tahun yang silam.’ Nabi menjawab, ‘Apa yang membuat fisikmu berubah padahal dulu fisikmu bagus (segar).’ Ia menjawab, ‘Aku tidak makan kecuali di malam hari sejak berpisah denganmu.

        ‘ Nabi berkata, ‘Mengapa engkau menyiksa dirimu sendiri? Berpuasalah saat Ramadhan dan satu hari di setiap bulannya.’ Al-Bahili berkata, ‘Mohon tambahkan lagi ya Rasul, sesungguhnya aku masih kuat (berpuasa).’ Nabi menjawab, ‘Berpuasalah dua hari.’ Ia berkata, ‘Mohon tambahkan lagi ya Rasul.’ Nabi menjawab, ‘Berpuasalah tiga hari.

        ‘ Ia berkata, ‘Mohon tambahkan lagi ya Rasul.’ Nabi menjawab, ‘Berpuasalah dari bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah.’ Nabi mengatakan demikian seraya berisyarat dengan ketiga jarinya, beliau mengumpulkan kemudian melepaskannya.” (HR. Abu Daud).

        2.

        صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

        Artinya: “Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!” (HR Abu Dawud dan yang lainnya).

        3.

        مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا

        Artinya:

        “Barangsiapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”

        Dari pernyataan diatas menyimpulkan bahwa niat puasa sunnah bulan Rajab terdiri dari dua doa yaitu niat yang dilafalkan sebelum waktu imsak tiba dan waktu siang hari. Berhubung bulan Rajab telah tiba yuk jangan lupa puasa sunnah nya dan perbanyak ibadah lainya serta mengurangi perbuatan yang tidak baik agar bulan ini kita mendapatkan pahala serta keberkahan yang belipat ganda.

        7 Adab Membaca Al-Quran Yang Penting Untuk Dipraktikkan

        7 Adab Membaca Al-Quran Yang Penting Untuk Dipraktikkan

        Adab Membaca Al-Quran – Kitab suci Al-Qur’an tidak hanya sebuah kitab yang diperuntukkan untuk dibaca saja. Tapi bahkan melebihi itu semua, sebab di dalam Al-Qur’an terkandung banyak hal yang dapat menjadi pedoman hidup umat manusia. Semua ketetapan telah diatur di dalam Al-Qur’an, baik mengenai tatacara beribadah, bersosial, berdagang, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan ilmu pengetahuan yang sifatnya sains saja semuanya sudah diterangkan dalam Al-Qur’an bagi mereka yang berpikir. Tidak heran jika Al-Qur’an sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya merupakan salah satu mukjizat besar yang Allah anugrahkan melalui perantara Nabi Muhammad SAW. Bahkan isi dalam Al-Qur’an hingga kini masih tetap utuh sesuai dengan yang aslinya sejak zaman Rasulullah SAW.

        Meski banyak orang yang berlomba-lomba meniru isi dalam Al-Qur’an, namun hingga kini tidak ada yang bisa menandinginnya. Sebab Al-Qur’an adalah kalam Allah yang mustahil untuk manusia tiru. Jika kita menelesik beberapa keunggulan lain dari Al-Qur’an maka bisa diambil contoh dari banyaknya penghafal Al-Qur’an padahal bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, yang seharusnya sulit diingat oleh umat muslim lain yang bahasa ibunya bukan bahasa arab. Namun nyatanya hingga saat ini masih banyak orang menjadi Hafidz dan Hafidzah. Berbeda dengan kitab lain yang sudah mulai mengalami perombakan dari isi yang semestinya. Sehingfa kadar nilai sudah tidak murni karena telah tercampur aduk hal-hal yang tidak baik.

        Baca juga: Artikel Keutamaan Alquran Yang Luar Biasa

        Dari keutamaan Al-Qur’an tersebur hendaklah kita menjadi golongan orang yang mencintai Al-Qur’an dengan selalu turur membaca dan mengamalkan setiap hal yang dianjurkan di dalamnya sebagaimana yang memang Allah perintahkan untuk kita sebagai hamba Allah kerjakan.

        Dimana untuk membacanya sendiri terdapat beberapa adab yang patut kita penuhi. Karena setiap hal di dunia ini memiliki aturan dan ketentuannya. Contohnya saja saat kita berbicara kepada orang tua, membaca buku dalam perpustakaan. Semuanya memiliki adab atau tata krama yang penting untuk diperhatikkan. Oleh sebab itu lah agar kita senantiasa menjadi seseorang yang memuliakan Al-Qur’an berikut ini akan dijelaskan mengenai adab membaca Al-Quran.

        1 Bersuci Terlebih Dahulu Sebelum Menyentuh dan Membaca Al-Qur’an

        adab membaca Al-Quran

        Bersuci dalam hal ini dapat dilakukan dengan berwudhu. Sebab dalam Al-Qur’an terkandung kalam Allah yang patutnya kita muliakan. Yang salah satu caranya dengan berwudhu sebelum memegang ataupun membaca Al-Qur’an. Sebagaimana yang juga tertera dalam Al-Qur’an Surat Al-Waqiah ayat ke-79.

        Bahkan apabila ternyata wudhunya batal, maka kita harus kembali berwudhu untuk memegang Al-Qur’an tersebut. Dengan begitu ketika sudah suci dari hadats besar maupun kecil, maka memegang dan membaca Al-Qur’an akan jauh lebih baik dan berkah.

        Nah, memaknai suci dari hadats sendiri itu tandanya orang yang sedang haid pun tidak diperkenankan untuk memegang Al-Qur’an secara langsung. Untuk sholat saja tidak diperbolehkan begitu juga dengan Al-Qur’an, karena kondisinya yang sedang berhadats. Barulah apabila sudah tidak berhadats lagi lalu mempunyai wudhu. Maka sudah diperkenankan untuk memegang dan membaca Al-Qur’an kembali.

        2. Membaca Isti’adzah Sebelum Mulai Membaca Al-Qur’an

        Salah satu adab membaca Al-Quran lainnya ialah dengan terlebih dahulu membaca Isti’adzah. Yang mana Isti’adzah sendiri berarti sama halnya dengan membaca ta’awudz yang berarti kita sebagai hamba Allah telah memohon untuk dilindungi dari godaan syetan yang terkutuk. Yang mana anjuran untuk terlebig dahulu membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Qur’an sudah dijelaskan pula dalam surat An-Nahl ayat yang ke-98.

        3. Membaca Basmalah Terlebih Dahulu Sebelum Membaca Al-Qur’an

        Mengawali basmalah sebelum akhirnya membaca Al-Qur’an merupakan salah satu sunnah dari Rasulullah SAW. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadits Muslim.

        Apalagi bacaan basmallah mengandung arti mendalam yang sangat pas dijadikan sebagai kalimat pembuka. Saking banyaknya hikmah dalam sebuah kalimat tersebut. Sampai-sampai banyak aktivitas yang kita lakukan dianjurkan untuk mengucapkan basmalah terlebih dahulu. Contohnya saja saat kita hendak makan, minum, tidur dan lain sebagainya. Semua doa tersebut tidak lepas dari lafal basmalah yang kita ucapkan pada awal berdoa.

        Jika pada sebuah doa saja basmalah kita gunakan. Apalagi untuk membaca Al-Qur’an, tentu ini menjadi adab yang umum yang harusnya dilaksanakan.

        4. Memperindah Suara Ketika Membaca Al-Qur’an

        Tentunya memperindah bacaan Al-Qur’an bukan semata-mata untuk berbuat riya. Sebab semuanya ditujukan untuk Allah SWT. Jika dalam bernyanyi saja kita berlomba-lomba untuk memperindah suara yang dilantunkan apalagi dalam membaca Al-Qur’an yang seharusnya kita sadari bahwa bacaan kita ini sebagai bentuk takwa kepada Allah. Sehingga alangkah lebih baiknya untuk memperindah bacaannya semampu yang kita bisa. Sebab yang dinilai adalah tekad dan niat dari hati untuk berusaha agar suara yang ucapkan untuk membaca Al-Qur’an terasa lebih indah nan merdu.

        Hal tersebut lantaran boleh jadi dari bacaan Al-Qur’an tersebut membuat hati kita semakin tenang dan hayut dalam makna yang terdapat dalam bacaan Al-Qur’an yang dibacakan tersebut. Serta bisa jadi juga dapat membuat orang yang mendengarnya turut terhayut untuk makin cinta dan memahami ayat apa yang dibacakan tersebut.

        5. Ikhlas Saat Membaca Maupun Mempelajari Al-Qur’an

        Motivasikanlah diri kita saat membaca Al-Qur’an hanyalah untuk Allah SWT semata. Yang mana harapan satu-satunya yang dipanjatkanlah ialah balasan pahala dari Allah saja. Bukan menjadikannya sebagai alat untuk menyombongkan diri dan hal lainnya yang membuat diri kita bisa makin tersesat dalam kegelapan. Sebab sangatlah merugi jika bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan hanya untuk hal lain selain kepada Allah. Bukankah yang dapat memberikan hidup layak di dunia dan di akhirat hingga membebaskan siksaan kita di dunia maupun akhirat hanyalah Allah semata? Jadi untuk apa kita bersusah payah mencuri perhatian lain dengan niat yang tak memiliki faedah sama sekali.

        Baca juga: Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan, Wajib Kamu Tau!

        6. Berhentilah Membaca Al-Qur’an Apabila Sangat Mengantuk

        Hal tersebut sesuai dengan sabda dari Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Diterangkan apabila kita saat sedang melaksanakan shalat malam lalu lidah terasa kaku saat membaca Al-Qur’an yang disebabkan karena mengantuk. Maka alangkah lebih baiknya menyudahinya saja daripada yang dibaca menjadi sesuatu yang tidak kita ketahui.

        7. Wajib Memperhatikan Al-Qur’an

        Dalam hal ini maksudnya ialah tidak hanya sekedar membacanya saja tetapi juga memahami apa makna yang terkandung didalamnya termasuk juga bagaimana cara bacanya yang benar. Sebab dalam susunan kalimat bahasa arab terbilang cukup kompleks. Sehingga agar tidak salah arti dalam sebuah ayat yang dibaca. Maka membacanya pun harus benar.

        Namun bukan berarti kita malah jadi takut untuk membaca Al-Qur’an yah. Sebab kita akan bisa apabila terbiasa. Justru jika terus menerus takut membaca Al-Qur’an dan menghindarinya agar tidak salah baca. Maka itu akan jauh lebih tersesat. Yang paling penting ialah niat yang tulus serta kemauan untuk bisa membaca dengan tartil dan benar. Pasti semuanya akan ada jalannya apalagi untuk hal kebaikan.

        Selain itu, hikmah lain dari memahami isi dalam ayat Al-Qur’an ialah kita jadi mengetahui maksud tujuan ayat tersebut. Sehingga dapat dijadikan sebuah pedoman hidup untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

        Demikianlah beberapa adab membaca Al-Quran, semoga dengan mengetahui adab-adab yang berlaku dapat kita terapkan ketika membaca Al-Qur’an agar lebih sesuai tuntutan yang semestinya. Sehingga apa yang kita bacakan tersebut dapat lebih meresap yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi daripada sebelumnya.

        YUK SEDEKAH!

        Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Berserta Tata Caranya

        Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Berserta Tata Caranya

        bulan rajab

        Anjuran untuk berpuasa sunnah pada bulan Rajab memang kuat. Karena bulan Rajab adalah bulan penuh kemuliaan, bulan haram seperti bulan Dzulqa’idah, Dzulhijjah, dan Muharram.

        Namun bagi seseorang yang masih memiliki hutang berpuasa selama bulan Ramadhan di tahun itu. Apakah boleh berpuasa meng Qadha Rajab dengan  Ramadhan?

        Dalam niat puasa Qadha di bulan Rajab, kitab Fathul Mu’in dan hasyiyahnya, I’anatuh Thalibin menjelaskan bahwa menggabungkan dua niat berpuasa. Seperti berpuasa meng Qadha  pada bulan Ramadhan dengan  Rajab hukumnya sah dan pahala dari keduanya aka di dapatkan.

        Hukum Puasa Qadha Di Bulan Rajab:

        Memperkuat dengan pernyataan di atas. Dari Syeks al-Barizi bahwa niat meng-Qadha  puasa Ramadhan dengan Rajab maka otomatis kedua jenis pahala itu akan di dapatkan.

        Dalam kitab Fathul Mu’in dan hasyiyahnya, I’anatuh Thalibin :

        الاثنين والخميس وعرفة وعاشوراء وأيام البيض أو لا كأن يكون ذا سبب كصوم الاستسقاء بغير أمر الإمام أو نفلا مطلقا (قوله بنية مطلقة ) متعلق بيصح فيكفي في نية صوم يوم عرفة مثلا أن يقول نويت الصوم ( قوله كما اعتمده غير واحد) أي اعتمد صحة صوم النفل المؤقت بنية مطلقة وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة ويوم الخميس انتهى

        Artinya: “Kecuali dengan persyaratan ta’yin (menentukan jenis berpuasa) dalam puasa fardlu, yaitu berpuasa sunnah. Maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak, meski  sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama.  

        Ucapan Syekh Zainuddin, meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan itu dengan niat puasa mutlak. Maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunnah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura’ dan hari-hari tanggal purnama.

        Atau selain itu yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa’ dengan tanpa perintah imam, atau sunnah mutlak”.

        “Ucapan Syekh Zainuddin, dengan niat berpuasa mutlak, maka cukup dalam niat puasa Arafah dengan niat semisal, saya niat berpuasa.”

        Pendapat dari beberapa ulama mengenai ucapan Syekh Zainuddin bersumber dari beberapa kitab seperti kitabnya Syekh al-Kurdi menyebutkan dalam kitab al-Asna  bahwa menganjurkan untuk berpuasa pada hari – hari yang telah di tentukan untuk berpuasa maka secara langsung bertuju pada hari  tersbut. Apabila seseorang telah berniat untuk berpuasa pada hari lainnya, maka pahala keduanya akan tetap diperoleh. Hal selaras dengan Syekh Khatib al-Sayarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli.

        Niat Puasa Qadha Di Bulan Rajab Beserta Tata Caranya:

        Berikut ini adalah doa niat meng Qadha puasa Rajab beserta tata caranya agar dapat berpuasa dengan benar dan diterima amalan kita di sisi Allah.

        نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

        Nawaitu ṣauma gadin ‘an qaḍā’i farḍi syahri ramaḍāna lillāhi ta’ālā

        Artinya: “Aku berniat untuk berpuasa meng Qadha bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

        Tata cara niat puasa Qadha di bulan Rajab:

        1. Melafalkan niat puassa Qadha Ramadahan dan Rajab
        2. Sunnah untuk melakukan sahur sebelum waktu imsak datang.
        3. Menjalankan puasa dengan menahan diri dari haus serta lapar dan menghindari hal – hal yang dapat membatalkannya
        4. Membatalkan puasa ketika waktu adzan maghrib telah tiba dengan makanan yang manis

        Demikian penjelasan mengenai  niat puasa Qadha di bulan Rajab. Semoga bermanfaat dan amalan puasa yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik serta di terima di sisi Allah. Sehingga kita semua yang menjalankannya mendapatkan pahala serta keberkahannya.

        Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

        Dahsyatnya Keutamaan Puasa Rajab, Yang Wajib Simak!

        Keutamaan Puasa Rajab – Tepat pada tanggal 13 Januari 2024, umat muslim akan kembali menjalankan ibadah puasa sunnah rajab yang ke 1445 H. Yang bulan rajab sendiri berada diurutan ketujuh dalam kalender hijriah. Bulan rajab juga dikenal dengan sebutan lain yaitu bulan haram. Eits bukan berarti bulannya haram yah, tetapi ada maksud lain. Yakni saat bulan rajab tiba umat muslim dianjurkan lebih giat melaksanakan kebaikan serta harus menjauhi segala hal yang haram.

        Salah satu amal kebaikan yang dapat dilakukan ialah dengan melaksanakan puasa sunnah rajab. Yang sudah bisa mulai dijalankan pada awal atau tanggal 1 di bulan rajab. Sebenarnya waktu untuk menjalankan puasa rajab sendiri sifatnya lebih fleksibel. Maksudnya selama masih di bulan rajab, maka kita tetapi boleh untuk berpuasa rajab. Dengan kata lain tidak ada batasan khusus kapan dan sampai berapa hari puasa rajab harus dilaksanakan.

        Intinya jangan sampai niat puasa rajabnya dilakukan diluar selain bulan ketujuh dalam kalender islam alias bulan rajab. Bahkan kita juga tidak diperkenankan untuk puasa full sampai 1 bulan lamanya, sebab hal tersebut malah membuat puasa rajab yang dijalankan jadi makruh.

        Sama halnya dengan amalan ibadah lainnya, puasa rajab juga memiliki keistimewaan tersendiri yang sangat rugi untuk dilewatkan. Sebab bulan rajab adanya sebulan sekali dalam setahun. Sehingga termasuk pada waktu yang primetime. Apalagi namanya perbuatan baik jangan pernah ditunda-tunda. Selagi masih diberikan kesempatan bernafas, maka saat itu pula diri kita harus memperbanyak ama ibadah. Oleh sebab itu pada artikel kali ini akan dibahas mengenai keutamaan puasa rajab.

        Baca Juga: Doa Amalan Bulan Rajab Apakah Ada Dalilnya? Simak Berikut!

        1 Nilai Puasa Rajab Sehari Sama Dengan Puasa Seperti Puasa Sebulan

        Keutamaan Puasa Rajab

        Jika satu hari berpuasa saja sudah banyak mendatangkan pahala kebaikan, apalagi untuk jumlah puasa sebulan. Namun ada yang lebih mencengangkan daripada nilai pahalanya. Yaitu dari segi waktu , dimana ada amalan puasa yang dapat menggabungkan pahala sebulan, padahal hanya dikerjakan sehari saja. Nah jawabannya itu ialah puasa rajab. Yang mana sesuai sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani.

        2. Mendapatkan Pahala Yang Nilainya Setara Dengan Puasa 60 bulan

        pahala

        Jika sebelumnya puasa sehari sudah dibandingkan dengn pahala untuk 1 bulan. Maka ada pula keutamaan lainnya. Dimana apabila seseorang berpuasa pada tanggal 27 rajab. Maka orang tersebut berhak mendapatkan pahala yang nilainya seperti puasa 60 bulan. Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang merupakan salah satu sahabata dari Nabi Muhammad SAW.

        3. Diberikan Pahala Ibadah Seperti 900 Tahun

        Makin mencengangkan daripada sebelumnya, puasa rajab juga membuat kita  dapat memperoleh pahala yang lebih fantastis lagi dibandingkan sebelumnya. Dimana Rasulllah SAW bersada dalam sebuah hadits yang menyatakan bagi mereka yang berpuasa sampai 3 hari lamanya di bulan rajab, hari sabtu dan hari jumat. Maka orang tersebut akan mendapatkan pahal senilai 900 tahun. Padahal jikalau dihitung secara matetika manusia biasa. Hidup manusia zaman sekarang saja belum ada yang sampai 900.

        Jadi dengan umur yang terbatas maka diperlukan booster ampun agar mempercepat kita untuk memiliki tabungan di akhirat kelak. Sebab untuk apa hidup meskipun itu 1000 tahun, jika kalau amal ibadah seperti yang wajib dalam rukun islam saja masih ogah-ogahan untuk dilaksanakan. Oleh sebab itu dengan mendapatkan pahala yang melimpah, maka diharapkan hal demikian mampu menjadi sumbangsih untuk memperberat timbangan amal kebaikan kala diakhirat kelak.

        4. Bulan Istimewa Lebih Dari Bulan Lainnya

        Keutamaan Puasa Rajab

        Keistimewaan yang ada pada bulan rajab membuatnya mempunyai banyak kedahsyatan yang mendatangkan keberkahan dan manfaat lain yang luar biasa. Sebab bulan rajab termasuk ke dalam bulan haram yang meliputi bulan Muharram, Bulan Dzulhijjah. Dzulqa’dah, dan juga rajab. Sebab pelaksanaan ibadah puasa pada bulan tersebut mendatangkan keuntungan yang kali lipat entah secara fisik maupun lahiriah.

        Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

        5. Mendapatkan Surga Allah

        Surga menjadi target akhir bagi seluruh umat di dunia. Makanya banyak orag berlomba bisa mandapatkan surga Allah yang keindahan dan kenikmatan di dalamnya. Sungguh amat jauh dengan segala hal menyenangkan yang ada di dunia. Tidak ada yang sebanding dengan penggambaran surga begitu meneduhkan hati dan pikiran.

        Terlebih lagi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bahwasanya di surga nanti terdapat loh sungai bernama rajab. Yang mempunyai air dengan warna sangat putih lebih dari susu. Bahkan tak tanggung-tanggung, rasanya pun tidak kalah manis. Bahkan lebih manis dari yang namanya madu. Oleh sebab itu bagi siapapun umat muslim  yang berpuasa rajab. Maka akan diperkenankan minum dari air yang ada pada sungai dengan deskripsi luar biasa.

        Amalan-amalan Pada Bulan Rajab

        Selain puasa sunnah terdapat amalan lain yang tak kalah penting untuk dikerjakan selama bulan rajab. Sehingga kita dapat benar-benar memanfaatkan momen yang istimewa terus, sekaligus mengasah keterampilan agar lebih baik lagi kedepannya dengan membiasakan diri melaksanakan banyak amalan berikut.

        a. Shalat Tahajud

        Selama bulan rajab kita bisa lebih memperajin diri sendiri untuk giat shalat tahajud. Yang dilaksanakan pada dini hari disepertiga malam terakhir. Sebab selain memang bulan rajab memiliki momentum tersendiri. Nah shalat tahajudpun tidak kalah unggul dari hal kebermanfaatannya. Mengingat tidak semua orang sanggup melaksanakan shalat tahajud meskipun terdengarnya ringan. Untuk itu dahsyatnya shalat tahajud tidak perlu diragukan.

        Ibarat sinyal mungkin disaat shalat tahajud itulah sinyalnya paling kenceng dan cepat untuk langsung sampai dan tersambung kepada Allah. Sehingga pada momen ini juga kita bisa memohon ampunan kepada Allah, sekaligus memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh.

        b. Zikir

        Amalan lain yang dapat dikerjakan ialah dengan berzikir membaca kalimat-kalimat yang mengingat kepada Allah, mulai dari takbir, tahmid maupun tasbih. Bahkan Rasulullah SAW bersabda jika kita membaca zikir sebanyak 100 kali di bulan rajab. Maka Allah SWT akan menaikkan derajat kita sekaligus mengampuni dosa-dosa yang telah diperbuat.

        c. Sedekah

        Keutamaan Puasa Rajab

        Tahukah kamu, ternyata sedekah adalah salah satu perbuatan yang dapat memperpanjang usia seseorang serta menolak bencana yang akan datang. Makanya sangat tidak heran jika di bulan rajab yang banyak keutamaan tersebut. Kita juga dianjurkan untuk turut bersedekah di bulan rajab. Dimana seperti yang pernah dibahas pada artikel perbedaan sedekah, infaq dan zakat. Dalam hal sedekah sendiri sifatnya lebih fleksibel dalam artian dapat dilaksanakan kapan saja dengan pemberian yang tidak melulu harus materi.

        YUK SEDEKAH!

        Demikianlah penjelasan mengenai keutamaan puasa rajab. Yuk mari sama-sama kita laksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang ada. Dengan penuh keikhlasan semata-mata hanya untuk Allah. Namun jangan lupa yang masih punya hutang puasa Ramadhan. Alangkah lebih baiknya diutamakan untuk melunaskan semua hutang-hutangnya. Sebab ajal tidak adanya tahu, jadi sebelum nafas berhembus. Laksanakan semua kewajiban sebagaimana mestinya. Dan hindariah segala perbuatan yang kurang baik.   

        3 Keutamaan Shalat Tasbih, Yang Minimal Sekali Seumur Hidup Melaksanakannya!

        3 Keutamaan Shalat Tasbih, Yang Minimal Sekali Seumur Hidup Melaksanakannya!

        3 Keutamaan Shalat Tasbih – Lain halnya dengan ibadah shalat wajib, secara teknis shalat tasbih sendiri terdiri dari 4 rakaat. Yang mana setiap rakaatnya mengandung 75 kali bacaan tasbih, sehingga jika dijumlahkan secara keseluruhan jumlah bacaan tasbih pada shalat tersebut yaitu sejumlah 300 kali.

        Untuk waktu pelaksanaannya pun sifatnya lebih flkesibel yakni dapat dilakukan seumur hidup sekali, setahun sekali ataupun hanya sebulan sekali saja. Dimana biasanya pada bulan suci Ramadhan, shalat tasbih sering dilaksanakan secara berjamaah khusus di 10 malam terakhir. Sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan malam penuh keberkahan yaitu lailatul qadar.

        Sehingga sifat dari shalat tasbih sendiri ialah sunnah bukan wajib. Yang mana apabila shalat tasbih dikerjakan maka akan bernilai pahala, namun apabila ditinggalkan atau tidak dikerjakan. Maka tidak apa-apa alias tidak mendapatkan dosa.

        Tidak jarang juga shalat tasbih dilaksanakan saat malam sebelum hari idul fitri, sebab bukan tanpa alasan. Dimana waktu tersebut dipercaya sebagai waktu yang mustajab untuk seseorang berdoa karena Allah SWT akan mengabulkan doa-doa pada waktu tersebut selagi doa yang dimintakan tidak bertentangan dengan ajaran agama islam. Sehingga sangat baik untuk disertai amalan baik lainnya. Agar doa yang dipanjatkan semakin mustajab.

        Dari pemaparan diatas jelas terasa jika shalat tasbih bukan sekedar sujud rukuk saja. Tetapi sunnah tersebut memiliki banya keutamaan. Seperti yang akan dibahas pada artikel kali ini mengenai 3 keutamaan shalat tasbih.

        Baca juga: Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Subuh Yang Rugi Jika Dilewatkan

        1 Memberatkan Timbangan Amal Kebaikan di Akhirat Kelak

        3 Keutamaan Shalat Tasbih

        Selepas kehidupan di dunia ini masih ada alam lain yang harus manusia tempuh untuk mempertanggung jawabkan segala hal yang telah diperbuat selama di dunia. Oleh sebab itu janganlah kita semena-mena bertindak sesuka hati tanpa menghiraukan segala perintah dan larangan yang telah Allah SWT tetapkan. Sebab itu semua semata-mata diperuntukkan untuk kebaikan dan jalan hidup manusia agar tidak tersesat.

        Sebab apabila kita mulai tersesat dengan kehidupan ini dan menjadikan diri kita sebagai seseorang yang kerap berbuat dosa. Maka hal tersebut akan memperberat timbangan keburukan di akhirat nanti. Yang mana dengan beratnya amal buruk akan menyengsarakan hidup kita selama di akhirat. Oleh sebab itu perberatlah timbangan amal kebaikan salah satunya dengan ibadah shalat tasbih.

        Yang sifatnya tidak harus membuat kita mengeluarkan banyak tenaga, waktu dan materi. Tetapi manfaatnya melebihi harta apapun yang ada di dunia ini. Sebab apabila seseorang memiliki timbangan kebaikan yang lebih berat dibandingkan timbangan buruknya. Maka jaminannya ialah surga yang di dalamnya penuh kenikmatan.

        Jika di dunia saja sebuah kenikmatan terasa sangat indah dan membuat nyaman. Apalagi surga yang semua-semuanya melebihi keindahan yang ada di dunia.

        2. Menghapus Dosa

        3 keutamaan shalat tasbih

        Setiap hari segala aktivitas yang kita lakukan, boleh jadi banyak mendatangkan dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Sebab amal perbuatan sendiri sifatnya tidak nampak sehingga terkadang kita tidak terasa melakukan beberapa hal yang melampaui batas akibat pengetahuan dan kesadaran diri yang rendah. Terkadang kita hidup seolah-olah selama-lamanya di dunia ini tanpa memikirkan bagaimana kehidupan di akhirat kelak.

        Padahal kita perlu ingat jika Allah adalah Hakim Yang Adil yang akan membalas semua perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan sekecil apapun itu. Oleh sebab itu, kita harus melakukan banyak ikhtiar agar Allah SWT menghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Salah satunya ialah dengan mendirikan shalat tasbih agar Allah senantiasa menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.

        Hal ini dikarenakan pada shalat tasbih terdapat bacaan-bacaan tasbih yang memiliki kedudukan mulia dihadapan Allah SWT. Yang mana salah satunya dengan mengucapkan Subhanallahi Wa Bihamdihi sebanyak 100 kali saja. Hal itu dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan meskipun sangat banyak seperti banyaknya buih yang ada di lautan. Nah pernyataan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari.

        Bayangkan saja pengibaratannya sudah seperti buih jadi ada di lautan. Tentu hal tersebut benar-benar jumlah yang sangat banyak yang sulit untuk dihitung dengan jari. Itu tandanya dosa sebanyak yang tak bisa dihitungpun dapat Allah hapus untuk hamba-Nya yang sungguh-sungguh dalam bertasbih. Sebab Tidak ada yang tak mungkin bagi Allah, terlebih Allah SWT sendiri adalah Maha Pengampun dan Pemaaf. Sehingga yang perlu ditanamkan lagi adalah rasa untuk tidak berputus asa dari Rahmat Allah. Jangan pernah merasa bahwa Allah sudah membenci diri kita dan tak mau memaafkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Sebab Rahmat Allah benar-benar luas.

        3. Memiliki Tabungan Kebun Kurma Yang Berada di Surga

        3 Keutamaan Shalat Tasbih

        Sama halnya dengan seseorang yang memiliki perkebunan di dunia. Untuk mereka yang memiliki perkebunan di akhirat juga dapat merasakan manfaat dari hal perkebunannya. Apalagi buah yang ada di surga tentu jauh berbeda dengan yang ada di dunia, baik dari segi rasa dan spesifikasi lainnya. Yang tentunya lebih unggul dibandingkan dengan buah-buahan yang ada di dunia.

        Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Dhuha Yang Tak Disangka-sangka

        4. Mendapat Amunisi Krisis Pangan di Akhir Zaman

        Seperti yang sudah banyak dijelaskan dalam beberapa riwayat jikalau di akhir zaman nanti rasa haus ataupun lapar akan sangat menyiksa umat manusia. Apalagi saat dajjal sudah mulai datang dengan hasutannya agar mengikutinya dengan iming-iming agar kita lepas dari rasa dahaga dan lapar yang dirasa, serta mendapatkan kenikmatan untuk tidak ikut disiksa. Tentu dalam kondisi tersebut bukan hal aneh jika pada akhirnya banyak yang imannya goyah. Sehingga malah jadi pengikut dajjal yang durjana.

        Oleh sebab itu agar kita terhindar dari hal demikian dan tetapi dijalan kebaikan. Maka seringlah bertasbih dan taqdis. Sebab dengan hal demikianlah yang akan membuat diri kita ini selamat dan hilanglah rasa haus dan lapar atas izin dari Allah SWT. Yang mana justru tasbih dan taqdis itulah yang menjadi makanan bagi mereka yang bertakwa saat hari akhir nanti. Sebab dengan caranya Allah akan merubah tasbih dan taqdis itu jadi sesuatu yang menyenyangkan. Disaat seseorang mengucapkan bacaan tasbih ataupun taqdis. Dimana hal tersebut sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Baginda Rasullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim.

        Demikian penjelesan mengenai 3 keutamaan shalat tasbih. Semoga dengan mengetahui banyaknya keutamaan yang luar biasa dari shalat tasbih itu sendiri. Dapat menggugah rasa syukur dan semangat api dalam diri kita untuk terus menjalankannya. Karena hidup di dunia yang fana ini adalah sesuatu yang benar-benar sementara. Sedangkan akhirat adaah kehidupan yang kekal sebagai penentu tempat seperti apakah yang akan jadi pelabuhan terakhir. Sehingga kita perlu melakukan banyak ikhtiar dalam jalan kebaikan. Sebagai bagian dari investasi amal yang membantu kita selamat hidup di dunia dan akhirat.

        Orang Tua Asuh, Beasiswa Anak Yatim

        Kumpulan Doa Orang Sakit dalam Islam Beserta Artinya

        Kumpulan Doa Orang Sakit dalam Islam Beserta Artinya

        Sakit dan sehat merupakan karuna dari Allah, tidak ada satupun yang bisa merubahnya selain Allah. Pada saat kita sakit maka tidak boleh untuk berdiam diri  tanpa berusaha agar mendapatkan sebuah kesembuhan. Kita dituntut untuk berikhtiar semaksimal mungkin dan percaya bahwa Allah maha besar.

        Dalam hadist riwayat Bukhori berbunyi:

        مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

        Artinya: “ Tidak seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR.Bukhari no 5660 dan muslim no 2571).

        Pada dasarnya sakit itu mengandung sebuah hikmah. Allah memberikan rasa sakit mengandung hikmah untuk hambanya. Karena tidak layak untuk kita banyak menggerutu, mengeluh, serta su’udzhan kepada Allah SAW.

        Nabi Muhammad SAW menemui Ummu As-Saa’ib dan beliu bertanya: “ Kenapa badan engkau menggigil seperti ini Ummu?” lantas wanita itu menjawa:” Karena demam wahai Nabi Muhammad SWT, sungguh tak ada berkah sama sekali.” Nabi Muhammad SWT bersabda:” Janganlah engakau mengecamkan penyakit demam itu, karena penyakit itu dapat menghapuskan dosa-dosa manusia seperti noda besi yang hilang karena proses pembakaran.”

        Kita tidak boleh berdiam diri ketika sakit, menyarankan kepada kita untuk selalu berikhtiar secara maksimal dengan apapun itu hasilnya itu adalah wujud kebesaran maupun  kekuatan Allah.

        Ikhtiar dalam mendapatkan kesembuhan memang harus bersemangat, penuh kesabaran serta keyakinan agar sehat kembali, Dengan begitu dapat mempermudah kita dalam melakukan pengobatan melalui jalan alternatif maupun medis dan selama masa pengobatan itu selalu disertai dengan doa serta beribadah kepada Allah.

        Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita bahwa terdapat bacaan – bacaan doa untuk seseorang yang sedang sakit agar Allah segera memberikan kebesarannya dalam menyembuhkan sebuah penyakit.

        Berikut Ini Adalah Beberapa Doa Orang Sakit Dalam Islam untuk Mendapat Kesemuhan yang dapat dilafalkan selama sakit:

        1.Surat Al Fatihah

        بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ۝١

        اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ۝٢

        الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ۝٣

        مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ۝٤

        اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥

        اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦

        صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧

        Artinya:” Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang mampu sembah, daan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang – orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan ( jalan) mereka yang dimurkai dan bukan ( pula jalan ) mereka yang sesaat.”

        2.Doa Kesembuhan dari Nabi Ayub

        رَبِّ أَنِّى مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

        Artinya:” Ya Allah, seseungguhnya aku telah merasakan sakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di anatara semua penyayang.” (QS Al Anbiyaa ayat 83)

        3.Doa Meminta Kesembuahan Untuk Diri Sendiri

        اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

        Artinya:” Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau lah yang menyembuhkan, tidak adda kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan sebuha penyakit.”

        4.Doa Kessembuhan untuk Orang Tua

        اللَّهُمَّ اشْفِ أَبَا وَأُمَّتِي مِنَ الدَّاءِ وَقِهِمَا مَكْرُوهَ الْأَلَمِ وَرَفِقْ بِهِمَا فِي الْعَافِيَةِ

        Artinya:” Ya Allah, sembuhkanlah ayah dan ibu kita dari sebuah penyakit, jauhkanlah mereka dari kesakitan, serta berikanlah kelembutan pada mereka dalaam keadaaan yang sehat.”

        5. Doa Meminta Kesembuhan Bagi Perempuan yang Sedang Sakit

        اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَتَكَ يَا شَافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

        Artinya:” Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, wahai Maha Penyembuh, tak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari kebesaran-Mu, sembuhkanlah ia sehingga tidaak daa penyakit yang tersisa.”

        6.Doa Meminta Kesembuhan  bagi Laki-Laki yang Sedang Sakit

        سْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

        Artinya:”Saya memohon kepada Allah yang Maha Besar, Tuhan pemilij ‘Arsy yang Agung, agar menyembuhkanmu wahai kaum laki – laki.”

        7. Doa Meminta Kesembuhan untuk Pasangan

        اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

        Artinya:” Tuhanku, berikanlah kesembuhan sa’ad. Tuhanku, berikanlah kesembuhan sa’ad tuhanku, berikanlah kesembuhan sa’ad.”

        Keutamaan Mendoakan Doa untuk Orang yang Sakit.

        Membacakan doa bagi seseorang yang sedang sakit memiliki beberapa keutamaan baik bagi seseorang yang mendoaakannya, serta bagi orang yang sedang sakit. Dibawah ini adalah keutamaan membacakan doa bagi oang yang sedang sakit.

        a. Memberikan Sebuah Ketenangan bagi Seseorang yang Sedang Sakit

        Dengan mendoakan orang yang sedang sakit maka akan memberikan sebuah ketenangan hati sehingga akan memperkuta iman mereka. Apabila mendapatkan ketenangan hati maka beban sakit yang dirasa akan menjadi ringan.

        Seseorang yang sedang sakit mendapatkan doa akan menjalankan sebuah proses pemulihan serta pengobatan dengan perasaan hati tenang serta lapang. Keadaan seperti ini yang sangat baik dalam mendorong proses pengobatan agar segera sembuh.

        b. Mendapatkan Kesembuhan serta Perlindungan

        Seseorang yang berdoa secara tulus dan Ikhlas ketika dalam keadaan sakit maka akan diberikan kesembuhan dan mendapatkan sebuah perlindungan dari Allah SWT. Doa ketika seseorang sakit akan memberikan ketenangan dan kekuatan supaya mereka semangat dalam mendapatkan kesembuhan.

        Doa menjadi kunci dalam nyelesaikan sebuah permasalahan hidup terutama dalam keadaan sakit, mengingatkan kepada kita semua untuk senntiasa memberikan doa orang sakit dalam islam karena disisi lain kita juga akan mendapatkan ketenangan batiniah. Yuk sahabat jangan lupa untuk selalu berdoa dalam meminta kesembuhan dari Allah tetap semangat dan jangan lupa untuk saling mendoakan agar kita semua mendapatkan sebuah keberkahan.

        Zakat Penghasilan  dan Cara Hitungnya

        Zakat Penghasilan  dan Cara Hitungnya

        Zakat penghasilan dapat disebut juga sebagai zakat pendapatan maupun zakat profesi. Wajib dikeluarkan dari harta yang berasal dari penghasilan pekerjaan halal, Kewajiban ini harus ditunaikan oleh seseorang yang sudah berpenghasilan tetap, balig dan beragama islam dengan jumlah penghasilan yang sudah memenuhi nisabnya.

        Zakat terbagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah, dan zakat maal. Zakat sendiri merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah memiliki penghasilan dan mencapai haul dalam satu tahun. Namun, masihkah dari sahabat yang bingung bagaimna cara menghitung zakat tersebut? Mari kita simak bersama!

        Dalam Q.S at-Taubah ayat 103 menyebutkan:

        خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

        Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

        Delapan Golongan Penerima Zakat

        Sebelum membahas mengenai penghitungan zakat, terlebih dahulu kita dalami siapa yang pantas menerima zakat. dalam Al Quran menyebutkan terdapat delapan golongan penerima zakat. Siapa saja delapan golongan tersebut?

        Dalam surat At-Taubah ayat 60 menyebutkan:

        ۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

        Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

        Delapan golongan tersebut antara lain:

        • Orang fakir yakni orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan pokok hariannya.
        • Orang miskin, yaitu orang yang bekerja namun hanya mencukupi kebutuhan pokok hariannya
        • Amil , yaitu seorang pengelola zakat dari penerimaan dan penyaluran zakat kepada seseorang yang membutuhkan
        • Mualaf, yaitu orang yang baru masuk Islam
        • Hamba sahaya
        • Orang yang berutang
        • Sabilillah, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah seperti dakwah dan jihad
        • Ibnu sabil , yaitu seorang musafir namun dalam perjalanannya kehabisan biaya pada ketaatanya kepada Allah

        Harta yang kepemilikannya merupakan yang wajib untuk dizakati. Namun, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Syarat membayar zakat atas hartanya antara lain:

        • Harta tersebut merupakan barang halal dan memperolehnya dengan cara yang halal
        • Harta tersebut merupakan sepenuhnya milik sendiri
        • Harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang
        • Harta tersebut mencapai nisab sesuai jenis hartanya
        • Harta tersebut melewati haul
        • dan pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus melunasinya

        Di Indonesia, pemungutan dan pengelolaan zakat diatur dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Menteri Agama No 31 Tahun 2019. Zakat baru bisa wajib apabila sudah memenuhi kriteria yakni harta tersebut merupakan milik penuh, memperolehkanya dari cara halal, dan mencapai nisab.

        Penghitangan Zakat Penghasilan yang Dimiliki

        Untuk zakat fitrah, besaran pembayaran zakat fitrah menggunakan standar beras 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter beras atau makanan pokok lain yang berlaku yang melakukannya setahun sekali di akhir bulan Ramadhan, sementara untuk pengertian zakat mal dan perhitungannya adalah dengan mengalikannya dengan 2,5 persen dan telah memenuhi syarat nisab.

        Nisab zakat adalah batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak. Jika harta milik seseorang telah mencapai nisab, maka kekayaan tersebut wajib zakat. Jika belum mencapai nisab, maka tidak wajib zakat. Batasan nisab itu sendiri antara sumber zakat yang satu dan sumber zakat lainnya berbeda satu sama lain.

        Nisab zakat pertanian sama dengan 5 wasaq (653 kg beras), nisab zakat emas 20 dinar (85 gram), nisab zakat perak 200 dirham (595 gram), nisab zakat perdagangan 20 dinar (85 gram emas), dan sebagainya.

        Sebagai contoh untuk zakat kekayaan atau penghasilan nisab yang berlaku adalah 85 gram emas. Jika harga emas per gram saat ini adalah Rp 900.000, maka batas nisab adalah Rp 76.500.000. Jika seorang muslim memiliki kekayaan minimal Rp 76.500.000 atau setara 85 gram emas dan sudah mengendap selama setahun (mencapai haul), maka wajib menunaikan zakat.

        Besaran zakat artinya yang harus terbayar adalah 2,5 persen dikalikan dengan jumlah harta yang tersimpan. Atau pembayaran zakat adalah jika mengacu pada zakat penghasilan (pengertian zakat), seorang dengan penghasilan setahun adalah Rp 100 juta, maka zakat mal yang harus terbayar adalah Rp 2,5 juta (2,5 persen x Rp 100 juta). Demikianlah kewajiban zakat hingga cara menghitungnya. Semoga bermanfaat sahabat.

        Demikian pembahasan mengenai zakat penghasilan yang bisa kita pelajari bersama. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan untuk kita semua dan bermanfaat untuk kedepannya. Yuk tunaikan zakat sekarang juga. Melalui www.kemanusiaan.org/zakat InsyaAllah zakat lebih cepat dan mudah.

        Niat Puasa Qodha Beserta Doanya

        Niat Puasa Qodha Beserta Doanya

        Niat puasa Qodha merupakan puasa yang dilakukan dengan tujuan untuk membayar hutang puasa bagi seseorang yang tidak menjalankannya di bulan Ramadhan. Kita ketahui bahwa berpuasa pada bulan Ramadhan sebuah kewajiban yang memang harus melaksanakannya sebagai salah satu wujud menjalankan rukun Islam yang ketiga setelah melafalkan dua kalimat syahadat dan menjalankan sholat.

        Berdasarkan ilmu fiqih, ketetapan dalam syariat Islam memiliki batas waktu dalam melaksanakan puasa Qadha . Seperti, Qadha puasa Ramadhan yang artinya melaksanakannya setelah bulan Ramadhan.

        Dalam bulan Ramadhan diperbolehkan untuk tidak ikut berpuasa  namun hanya diperuntukkan untuk beberapa golongan, seperti usia lanjut (udzur),sakit, seorang musafir, haid dan nifas lalu wajib membayarnya di waktu setelahnya dengan salah satu caranya puasa qadha.

        Pada surat Al Baqarah ayat 184,berbunyi:

        اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

        Artinya:” (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan ( lalu tidak berpuasa), maka ( wajib mengganti) sebanyak hari ( yang dia tidak berpuasa itu) pada hari – hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang fakir miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

        Hukum Puasa Qadha

        Hukum puasa Qadha wajib melakukannya sebanyak puasa yang sudah ditinggalkan selama bulan Ramadhan, hal tersebut sudah memperjelaskan pada surat diatas Al-Baqarah ayat 184 dan tidak ada kewajiban untuk melakukan secara berurutan.

        Terdapat hadits yang menjelaskan bahwa puasa Qadha harus melakukannya secara berurutan, karena puasa yang meninggalkannya selama bulan Ramadhan berurutan, namun hal itu dibantah dengan hadits sharih jelas dan tegas, Nabi Muhammad SAW bersabda:

        قَضَاءُ رَمَضَانَ إنْ شَاءَ فَرَّقَ وَإنْ شَاءَ تَابَعَ

        Artinya :” Qadha’(Puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan Jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthi, dari Ibnu ‘Umar).

        Bolehkan Menunda  Qadha Sampai Ramadhan Selanjutnya?

        Kesempatan atau waktu dalam melaksanakan Qadha puasa Ramadhan sangatlah cukup sampai bulan Ramadhan selanjutnya.

        Namun apabila tidak sempat melakukannya sampai bulan selanjutnya tiba dengan alasan penundaan pelaksanaan Qadha puasa Ramadhan tanpa alasan yang tidak memperbolehkannya, maka hukumnya haram dan dosa.

        Apabila penangguhannya karena udzur yang tidak memungkinkan untuk melakukan puasa Qadha maka tidaklah berdosa.

        Terdapat kewajiban melakukan fidyah yang berkaitan dengan penangguhan puasa Qadha Ramadhan, memiliki dua pendapat antara para fuqaha. Pendapat pertama bahwa penangguhan puasa Qadha sampai bulan Ramadhan selanjutnya tidak wajib fidyah baik karena udzur maupuan tidak.

        Pendapat kedua menjelaskan bahwa penangguhan puasa Qadha Ramadhan sampai bulan selanjutnya maka ada tafshil  hukumnya.

        Yakni, apabila pengangguhan karena udzur maka tidak wajib untuk fidyah, sedangkan untuk yang tidak udzur maka wajib untuk fidyah.

        Apabila Meninggal Dunia Sebelum Qadha

        Kewajiban untuk membayar hutang adalah wajib. Baik hutang antara manusia maupun Allah SWT. Jadi apabila ada seseorang meninggal dunia namun belum menunaikan kewajibannya termasuk puasa Qadha, maka hutang puasa itu harus mempertanggung jawabkan oleh keluarganya.

        Adapun dalam prakteknya terdapat beberapa pendapat berbeda. Pendapat pertama menjelaskan bahwa melaksanakan puasa Qadha Ramadhan bagi orang yang sudah meninggal dapat menggantikan dengan fidyah sebesar 0.6 kg bahan makanan kepada fakir miskin setiap hari sebanyak hari Ramadhan yang meninggalkannya.

        Rasulullah SAW bersabda:

        مَن مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيُامْ أُطْعِمَ عَنْهُ مَكَانَ يَوْمٍ مِسْكِيْنٌ

        Artinya: “ Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban puasa, maka dapat digantikan dengan memberi makanan kepada orang miskin di setiap hari yang ditinggalkannya.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Umar).

        Namun pendapat kedua menyatakan bahwa bagi orang yang sudah meninggal namun masih memiliki hutang pusa Ramadhan maka keluarganya wajib membayarkannya dengan berpuasa sebanyak hari yang sudah meninggalkannya.

        Rasulullah SAW bersabda:

        مَن مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيُامْ مَنْ مَاتَ وَ عَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

        Artinya:”Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban qadha puasa, maka walinya ( keluarganya) berpuasa menggantikannya.”(HR Bukhari dan Muslim, dari Aisyah).

        Niat Puasa Qodha

        Niat dalam puasa Qadha tidak harus melafalkan seperti puasa bulan Ramadhan. meniatkan hanya di dalam hati bahwa esok hari berniat untuk berpuasa qadha sudah cukup.

        Sunah untuk sahur terlebih dahulu sebelum fajar tiba. Kemudian menahan haus, lapar, serta menghindari hal yang bisa membatalakan ibadah puasa sampai terbenamnya matahari pada waktu petang.

        Melakukan puasa Qadha dapat terlaksana kapan saja selain hari – hari yang memang haram untuk berpuasa seperti saat idul Fitri, idul Adha, hari Tasryik (tanggal 11-13 Dzulhijjah).

        Demikian informasi mengenai puasa Qadha yang semoga bisa menjadi bahan pembelajaran bersama. Sudahkah sahabat siap menghadapi bulan Ramadhan tahun ini?. Yuk niat puasa Qodha sekarang juga bagi yang menunaikan, jadikan moment Ramadhanmu menjadi lebih berkah dari tahun sebelumnya.

        Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

        Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

        Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri – Sebagai umat manusia Allah SWT telah menyerukan untuk berlaku adil sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 90 yang artinya:

        Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

        Pada ayat tersebut selain Allah menyerukan agar berlaku adil, namun dalam hal itu juga dianjurkan untuk turut melakukan sebuah kebajikan. Dimana berperilaku adil disini masih sering diartikan dengan kurang tepat. Banyak orang menganggap adil adalah berlaku sama kepada semua hal. Padahal belum tentu banyak peristiwa yang terjadi harus ditanggapi dengan perlakukan yang sama. Sebab terkadang dengan terlalu menyamaratakannya malah membuat ketidak baikan yang lebih buruk menghadap.

        Oleh sebab itulah adil disini didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menempatkan sesuatu sesuai tempatnya, baik secara ukuran maupun kadarnya. Sehingga semua terasa pas tidak berlebihan ataupun kekurangan. Misalnya saja dengan memberikan uang jajan sekolah untuk anak yang masih sekolah dasar dengan anak yang sudah SMA akan berbeda. Yang mana untuk anak yang masih SD akan diberikan uang saku lebih kecil dibanding yang SMA. Karena keduanya akan memiliki lingkungan dan preferensi yang berbeda. Contohnya saja anak SMA akan lebih banyak memerlukan kebutuhan tambahan untuk tugas kelompok dan lain sebagainya. Berbeda dengan yang masih SD sebab tugas dan kewajibannya belum sebanyak orang yang lebih remaja.

        Nah, apabila dalam benak kita masih berpikir bahwa adil semata-mata untuk orang lain saja. Nyatanya hal demikian tidak 100% tepat, sebab sebenarnya adil sendiri terbagi menjadi beberapa macamnya. Yang harus dapat disesuaikan agar semua berjalan sebagaimana mestinya dengan baik.

        A. Macam-macam Adil

        • Sikap adil terhadap Allah SWT. Melalui hakikat adil tersebut kita harus mampu menempatkan Allah dihati kita sebagaimana seharusnya. Sebab Allah Sang Pencipta, Allah Tuhan Semesta Alam. Untuk itulah Hanya kepada Allah SWT kita berserah diri serta menyembah. Contoh bentuk kita berbuat adil terhadap Allah ialah dengan melakukan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Dengan begitulah kita mampu menempatkan Allah dihati kita dengan adil yang tidak melulu memikirkan kepentingan yang bersifat duniawi.
        • Sikap adil terhadap diri sendiri. Salah satu bahwa kita sudah bersikap adil terhadap diri sendiri ialah dengan menyayangi apa yang ada pada diri sendiri. Dengan memproteksi diri untuk terus melakukan kebaikan agar dirimu tidak kerepotan dan sengsara. Salah satunya dengan menghindari perbuatan maksiat yang tidak disukai Allah SWT. Sebab agar kita bisa terhindar dari azab yang perih atas dampak perbuatan yang tidak baik. Tidak sampai disitu memakan makanan yang sehat dan halal juga merupakan bentuk adil kita terhadap diri sendiri. Dengan begitu tubuh akan sehat dan terhindar dari perbuatan keji.
        • Sikap adil terhadap orang lain. Poin ketiga ini memang sudah umum diketahui sebagai dasar berlaku adil. Contohnya saja bagaimana sikap seorang anak terhadap orangtuanya yang tidak boleh disamakan dengan perilaku sembrono kala bersama teman. Sebab sikap terhadap orangtua memiliki batasan yang harus saling dihormati. Bahkan sekalipun pada orang yang dibenci tetap harus berlaku adil.
        • Sikap adil kepada makhluk lainnya. Tidak hanya kepada sesame manusia namun kita juga sangat dianjurkan untuk bersikap adil kepada makhluk lainnya seperti hewan, tumbuhan maupun lingkungan. Salah satu caranya dengan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menebang pohon sembarang, sebab hakikatnya pohon juga memberikan kebermanfaat bagi kelangsungan hidup. Serta tidak membuang sampah sembrono yang tak sesuai tempatnya. Sebab apa yang kau tuai itulah yang kau tanam. Dimana kebiasaan buruk terhadap lingkungan bukan tidak mungkin dampaknya akan langsung terasa yang salah satunya berdampak kurang baik kekesehatan.

        Baca juga: Keutamaan Sedekah di Hati Jumat No 3 Jarang Orang Tau!

        Nah, sebenarnya berbuat adil seperti itu bukanlah sebuah kerugian sebab banyak hal yang harus diperjuangkan dan dianggap melelahkan. Namun, justru sebaliknya setiap kebaikan yang Allah SWT anjurkan tidak lain tidak bukan hanya semata-mata sebagai tuntutan hidup agar terarah dan baik. Sebab sikap adil memiliki banyak keutamaan, salah satunya sikap  adil terhadap diri sendiri.

        B. Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

        1. Dapat Meningkatkan Ketakwaan
        sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

        Oleh sebab kita melakukan keadilan terhadap diri sendiri, maka dengan sadar akan dirasakan langsung bagaimana manfaatnya kepada tubuh. Dengan begitu akan makin meningkatkan rasa syukur atas segala apa yang Allah SWT memang anjurkan. Atas kesadaran dan rasa syukur itulah yang saat semakin dipupuk akan menimbulkan ketakwaan yang terus meningkat seiiring meningkatnya rasa kedekatan kepada Allah SWT.

        2. Membuat Kedamaian Dalam Hidup

        sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

        Dengan berlaku adil maka sama saja telah melakukan segala hak serta kewajiban yang seharusnya diri sendiri terima. Oleh karena itulah akan timbul rasa aman dalam jiwa yang akhirnya membuat hiduppun jauh lebih damai.

        3. Meningkatkan Kualitas Hidup Jadi Lebih Baik

        sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

        Salah satu contoh ketika kita mulai berlaku adil terhadap diri sendiri ialah dengan mengetahui porsi dan bakat yang dimiliki. Contohnya saja saat kita mengetahui betapa terampilnya diri sendiri terhadap bidang kesenian yang kemudian diasah bahkan sampai mendatangkan materi serta keuntungan lainnya. Nah hal demikianlah yang ujung-ujungnya membuat hidup lebih terarah dan berjalan dengan baik seiring dengan terus berkembangnya kemampuan diri.

        4. Membuka Rezeki

        Hidup tidak selalu tentang bersantai diri dan healing saja. Oleh karena itu dengan mengetahui batasan-batasan mana waktuny bekerja, mana waktunya bermain serta mana waktunya untuk mengembangkan diri. Maka keadilah yang diri sendiri berikan akan membuat perkembangan yang cukup signifikan pada diri sendiri. Yang karenanya bisa menjadi peluang untuk mendapat rezeki yang lebih yang bahkan tidak diduga-duga datangnya darimana.

        Baca juga: Tujuh Penghambat Rezeki Datang Nomor 2 Sering Tak Disadari!

        5. Membuat Hidup Jadi Lebih Bahagia

        Sering kali seseorang menyakiti diri sendiri untuk mencapai hal yang diinginkan atau ketika gagal mendapat sesuatu yang semestinya diperoleh. Dimana mereka pikir dengan menyiksa diri maka keberhasilan akan lebih mudah diraih. Padahal semua butuh porsinya begitupun dengan tubuh. Kapan harus beristirahat, kapan harus beribah serta kapan harus bekerja. Nah biasanya ketenangan akan datang menghampiri disaat semuanya sudah berjalan dengan seimbang. Sehingga membuat pikiran jadi lebih bebas dan tanpa beban berlebih. Dengan begitu hiduppun akan jadi lebih bahagia.

        Sedekah Mampu Menaikkan Level Bahagia?

        6. Mampu Mengevaluasi Diri Sendiri

        Terbiasa dalam berlaku adil pada diri sendiri akan memudahkanmu untuk mengetahui letak kesalahan yang telah terjadi. Sehingga tidak berlarut hanya dijadikan sebuah penyesalan namun mengubahnya dengan cepat agar sesuai yang semestinya.

        7. Menanamkan Kejujuran

        Karena terbiasa dalam mengevaluasi diri dan menempatkan sesuatu sesuai porsinya. Alhasil kita akan mudah melakukan kejujuran dan bahkan kejujuran tersebut tertanam dengan sendirinya.

        Demikianlah penjelasan dari artikel “sebutkan  keutamaan adil terhadap diri sendiri” semoga bermanfaat dapat memotivasi diri sendiri untuk terus bersikap adil baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri.

        Sukseskan Zero Stunting, DD Jogja Beri Dampingan dan Suplemen Ibu Hamil di Wirobrajan

        Sukseskan Zero Stunting – Stunting masih menjadi salah satu permasalahn yang hingga kini berusaha untuk di entaskan. Dompet Dhuafa Jogja bersama beberapa stakeholder setempat berkolaborasi untuk mengentaskan angka stunting khususnya yang ada di Wirobrajan.  

        Pada program sukseskan Zero Stunting ini mendapat dukungan penuh dari kemantren Wirobrajan, beliau  mendorong berbagai pihak untuk ikut mengatasi stunting di wilayahnya. Dalam upaya percepatan penurunan stunting sejumlah perusahaan baik dari pemerintah maupun swasta ikut peduli dengan memberikan berbagai bantuan. 

        Hal ini sebagai wujud dari inovasi Kemantren Wirobrajan dalam program Semangat Gotong Royong Bebas Stunting (Segoro Bening).

        Pelaksanakan Launching inovasi Segoro Bening bertempat di Pendopo Asri Wirobrajan. Penyerahan berbagai bantuan dari berbagai pihak antara lain dari Dhania bubur sehat dan bergizi. Memberikan bantuan berupa makanan tambahan untuk 27 baduta atau anak usia di bawah dua tahun selama 90 hari (20/9/2023).

        Lazizmu Kota Yogya memberikan bantuan rendang kaleng untuk 30 ibu hamil selama 15 hari. Perumda PDAM Tirtamarta berupa pemberian protein hewani seperti telur ayam untuk 15 ibu hamil selama 15 hari. 

        Dompet Dhuafa berupa pendampingan pemeriksaan dan bantuan suplemen untuk 10 ibu hamil selama masa kehamilan. Perumda Bank Jogja berupa tambahan protein hewani kepada keluarga beresiko stunting (KBS) senilai Rp. 5.000.000. 

        Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogya berupa tambahan makanan protein hewani berupa lele, telor, dan susu untuk 67 KBS. Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berupa pelatihan membuat makanan sehat berbasis protein hewani bagi 20 KBS beserta paket bahan olahannya. 

        Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Yogya berupa sanitasi air limbah rumah tangga di Kelurahan Patangpuluhan dan Pakuncen senilai Rp. 300.000.000

        Serta bantuan dari karyawan Kemantren Wirobrajan berupa tambahan protein hewani bagi 100 KBS melalui Jumat Sedekah selama 3 bulan. 

        Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan, Sarwanto mengatakan dalam program segoro bening ini. Beliau mengajak berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta untuk dapat berpartisipasi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kemantren Wirobrajan.

        Pada program ini, lanjutnya, juga ditekankan pada tepatnya sasaran sesuai kebutuhan bagi keluarga beresiko stunting (KBS) sehingga bantuan tersebut dapat efektif dan mempunyai nilai manfaat sesuai kebutuhan bagi penerimanya.

        “Dengan hal tersebut harapannya dapat menekan dan menurunkan jumlah stunting, sehingga pada akhir tahun 2023 terwujud zero stunting di wilayah Wirobrajan,” katanya.

        Sarwanto menegaskan akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna menyukseskan Wirobrajan zero stunting.

        “Kami akan terus melibatkan banyak pihak terutama warga sekitar dan para pelaku usaha serta korporasi baik itu di wilayah Wirobrajan maupun di luar Wirobrajan,” ujarnya.

        Progam Segoro Bening ini mendapat respon positif dari berbagai stakeholder, hal ini dibuktikan dengan banyaknya bantuan yang diserahkan melalui dana TSLP (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan) mereka.

        Selain menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengatasi stunting, Kemantren Wirobrajan melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia serta baduta wasting dan under weight.

        Editor: Dompet Dhuafa Jogja

        Jadwal Imsyak Ramadhan 2023

        Jadwal Imsyak Ramadhan 2023

        Jadwal Imsyak Ramadhan 2023 – Bulan suci Ramadhan sudah di depan mata, dan seperti setiap tahunnya, jadwal imsak sangat dibutuhkan bagi umat Muslim untuk mempersiapkan diri dalam menjalankan ibadah puasa. Khususnya untuk warga Yogyakarta dan sekitarnya. Berikut merupakan Jadwal Imsyak Ramadhan 2023 Daerah Istimewa Yogyakarta yang wajib sahabat simpan untuk berjaga.

        Jadwal Imsyak Ramadhan 2023 Daerah Istimewa Yogyakarta

        Jadwal Imsyak Ramadhan 2023

        Download Jadwal Imsyakiyah Disini

        Menjelang tiba bulan suci Ramadhan, penting bagi kita untuk mengetahui jadwal imsak agar kita dapat merencanakan waktu sahur dan beribadah dengan lebih baik. Dalam menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan, jadwal imsak merupakan panduan penting yang dapat membantu kita mempersiapkan diri dengan baik. Oleh karena itu, berikut ini adalah jadwal imsak untuk bulan suci Ramadhan.

        Baca Juga: Menu Buka Puasa dan Sahur Selama 30 Hari, Referensi Menu Ramadanmu!

        Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan rahmat. Dalam rangka memaksimalkan ibadah kita selama bulan ini, penting bagi kita untuk mengetahui jadwal imsak yang dapat membantu kita merencanakan waktu sahur dan beribadah dengan lebih efektif.

        Sebagai umat Muslim yang berpuasa selama bulan suci Ramadhan, jadwal imsak sangatlah penting. Dalam artikel ini, akan disajikan jadwal imsak untuk membantu kita mempersiapkan diri dengan baik selama menjalankan ibadah puasa.

        Editor: Dompet Dhuafa Jogja

        SEDEKAH YUK!

        4 Cara Bangun Pagi Agar Tidak Ngantuk Paling Ampuh, Kamu Wajib Tau!

        4 Cara Bangun Pagi Agar Tidak Ngantuk Paling Ampuh, Kamu Wajib Tau!

        Cara Bangun Pagi Agar Tidak Ngantuk

        Cara bangun pagi agar tidak ngantuk – Bangun pada pagi hari terkadang memang menjadi tantangan tersendiri. Selain karena masih mengantuk, terkadang juga membuat aktivitas harian kurang optimal karena kondisi tubuh yang kurang fit dan masih merasakan sisa kantuknya. Tentu hal ini menyebabkan aktivitas menjadi terhambat.

        Sedangkan, realita menuntut untuk dapat beraktivitas lebih cepat pada pagi hari. Seperti halnya supaya tidak terlambat berangkat sekolah ataupun bekerja. Tak hanya itu, dalam Islam juga menganjurkan kita untuk senantiasa bangun pagi. Hal tersebut tercantum di dalam hadis Rasulullah SAW dan di dalam ayat Al-Quran sebagai berikut:

        “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) Sholat Subuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il.” (HR. Abu Dawud).

                    Dalam QS Al-Isra ayat 78 menyebutkan “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.”

        Secara gamblang dasar perintah hadits ada pada doa Rasulullah :

        Terjemah hadits riwayat Ath-Thabrani dalam Al Ausath, “Keberkahan bagi umatku mengalir di waktu pagi buta mereka.”

              Tentu membaca kalimat tersebut, dapat tersimpulkan bahwasanya bangun pagi sangat banyak manfaatnya, baik dari aktifitas yang lancar ataupun dalam hal agama yang menjanjikan pahala tak terkira. Namun, yang menjadi kendala adalah bagaimana cara untuk dapat bangun pada pagi hari dan tidak mengantuk setelahnya. Mari kita simak ulasan berikut!

        Baca Juga: Tips Agar Anak Terbiasa Bangun Pagi, Bunda Harus Tau!

        1. Jangan Minum Kopi di Malam Hari

              Minuman kopi adalah salah satu minuman yang mengandung kafein. Padahal kafein adalah senyawa yang dapat mengeblok senyawa hasil produksi otak yang berfungsi memberikan respon rasa kantuk. Senyawa ini bernama adenosin. Cara kerja kafein iyalah dengan menempel pada reseptor adenosin. Kafein bisa bekerja seperti itu karena memiliki molekul yang serupa dengan adenosin. Reseptor yang seharusnya disediakan untuk adenosin akan direbut oleh kafein sehingga kantuk akan tertahan untuk sementara.

               Jika kita minum kopi malam hari maka kantuk akan tertahan sehingga menjadikan begadang hingga larut malam. Ketika bangun pagi akan terasa mengantuk. Oleh karenanya, jika ingin bangun pagi agar tidak ngantuk sebaiknya malam hari jangan minum kopi karena dari penjelasan di atas kita tahu bahwa  kantuk akan tertahan untuk sementara sesuai dengan cara kerja kopi yang mengandung kafein.

        2. Matikan Lampu Ketika Tidur

             mematikan lampu saat tidur tidak hanya untuk menghemat penggunaan listrik bagi beberapa orang. Namun, dapat menjadikan tidur yang berkualitas. mengapa demikian? Lampu yang menyala menyebabkan otak tidak bisa beristirahat secara total, hal ini menyebabkan kualitas tidur kurang lelap. Maka dari itu ketika bangun tidur di pagi hari, diri masih merasakan kantuk yang luar biasa. Seakan kurang waktu untuk tidur dan istirahatnya.

              Dalam salah satu hadits menganjurkan untuk mematikan lampu saat akan tidur. “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman” (HR. Muttafaq’alaih).

        3. Mandi Pagi dengan Air Dingin

              Rahasia berikutnya agar aktivitas harianmu tidak terganggu kantuk adalah memulai hari dengan mandi air dingin. Memulai hari dengan mandi air dingin dapat menstimulus tubuh untuk lebih fresh. Namun, mandi air dingin ini juga ada aturan mainya, anjuranya yaitu jangan langsung mengguyur tubuh menggunakan air dingin. Mulailah dengan cara siram dari bagian kaki lalu secara perlahan naik ke tubuh bagian atas.

        4. Hindari Sarapan Berlebihan

              Sarapan pagi merupakan hal terpenting untuk mengawali hari. Banyak sarapan yang menjadi pilihan. Mulai dari sereal, roti, ataupun nasi beserta lauk pauknya. Namun, hindari sarapan yang berlebihan karena hal tersebut menyebabkan tubuh melepaskan hormon tertentu yang lebih banyak. Yaitu Hormon melatonin dan serotonin.

              Melatonin dan serotonin merupakan senyawa dalam tubuh yang berperan sebagai pengatur siklus tidur ataupun suasana hati. Ketika kedua hormon ini meningkat maka rasa kantuk setelah makan akan muncul.

              Melatonin dan serotonin sendiri diproduksi dari asam amino atau disebut triptofan. Kebanyakan terdapat dalam makanan yang kaya akan protein. Lalu penyerapan triptofan dalam tubuh dibantu oleh karbohidrat.

               Beberapa peneliti percaya bahwa seseorang merasa lelah atau mengantuk setelah makan karena tubuh mereka memproduksi lebih banyak serotonin, dikutip dari Medical News Today.

               Maka dari itu, agar tidak ngantuk ketika bangun pagi hindari sarapan yang berlebihan terutama jangan terlalu banyak makan makanan yang kaya protein dan karbohidrat.

              Setelah kita mengetahui cara bangun pagi agar tidak ngantuk, jangan lupa dipraktikkan ya! Mungkin di awal akan terasa berat namun lama-kelamaan pasti terbiasa. Semangat untuk yang ingin mencoba.

        Editor: Dompet Dhuafa Jogja

        Sedekah Sekarang!

        Hari Valentine Menurut Islam, Sahabat Wajib Paham!

        Hari Valentine Menurut Islam, Sahabat Wajib Paham!

        Hari Valentine Menurut Islam – Seorang Muslim harus saling mencintai dan menyebarkan cinta di antara orang-orang tanpa memandang warna kulit, ras, agama atau bahkan latar belakang. Namun, ini tidak berarti bahwa kita harus kehilangan identitas dan meniru tradisi dari ras lain.

        Namun sayangnya, seperti halnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan, banyak umat dari golongan muslim yang justru mengikuti musuh Allah SWT dalam sebagian ritual dan adatnya.

        Sebagaimana Abu Sa’id Al Khudri, Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata bahwa Utusan Tuhan, Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata:

        “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim).

        Salah satu contohnya yaitu kini anak muda termasuk umat Islam banyak memperingati Hari Valentine, atau yang kita kenal dengan Hari kasih sayang. Merayakan hari tersebut setiap tanggal 14 Februari yang mana mereka mengganggap itu sebagai wujud cinta atau kasih sayang.

        Lantas, Apa Hari Valentine menurut Islam?

        Sebelum mengetahui bagaimana Hari Valentine menurut Islam, Sahabat juga harus mengetahui sejarah hari kasih sayang sendiri.

        Sejarah Hari Valentine

        Februari telah lama dikenal sebagai bulan romansa dan Hari St. Patrick. Hari Valentine seperti yang kita kenal sekarang membawa sisa-sisa tradisi Kristen dan Romawi kuno. Tapi siapa Saint Valentine dan bagaimana hubungannya dengan ritual kuno ini?

        Gereja Katolik Roma mengakui setidaknya ada tiga santo berbeda bernama Valentinus atau Valentinus. Menurut salah satu legenda, Valentine adalah seorang pendeta yang melayani Roma pada abad ketiga. Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria yang belum menikah adalah prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan dengan orang muda. Menyadari ketidakadilan keputusan tersebut, Valentine menentang Claudius. Ia secara diam-diam terus menikahi pria muda. Ketika Claudius mengetahui perbuatan Valentine tersebut, ia memerintahkan kematian untuknya.

        Cerita lain mengatakan bahwa Valentine mati karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi, yang mana mereka sering kena pukul dan mengalami siksaan parah. Menurut legenda, Valentine yang dipenjara mengirimkan “salam Hari Valentine” pertama setelah jatuh cinta dengan seorang gadis muda yang mengunjunginya saat kelahirannya.

        Sebelum kematiannya, dalam cerita ia telah menulis surat bertanda “Dari Valentine”, sebuah ungkapan yang masih populer sampai sekarang. Meskipun legenda Valentine tersebut masih belum dapat terbukti kebenarannya. Semua cerita menggambarkan pada sosok yang simpatik, heroik, dan romantis.

        Festival Pagan Lupercalia

        Kisah Hari Valentine tidak berakhir begitu saja. Beberapa percaya bahwa perayaan Hari Valentine untuk memperingati kematian seorang pria bernama Valentine. Sementara yang lain mengklaim bahwa itu adalah upaya gereja Kristen untuk “mengkristenkan” dengan festival pagan Lupercalia.

        Perayakan Lupercalia pada tanggal 15 Februari merupakan sebuah festival kesuburan. Orang mendedikasikannya untuk Faunus, dewa pertanian Romawi, dan pendiri Romawi Romulus dan Remus.

        Pada tahap ini untuk memulai festival. Para anggota Luperci dan pendeta Romawi, berkumpul di gua suci tempat bayi pendiri Roma, Romulus dan Remus. Dalam cerita serigalalah yang merawat mereka. Para pendeta mengorbankan seekor kambing untuk kesuburan dan seekor anjing untuk penyucian. Kemudian mereka mengupas kulit kambing menjadi potongan-potongan kecil. Mencelupkannya ke dalam darah lalu berkeliling, selanjutnya dengan lembut memukuli wanita menggunakan kulit kambing tersebut.

        Wanita Romawi menyambut baik sentuhan kulit kambing itu karena mereka mempercayai hal itu dapat membuat mereka lebih subur. Belakangan, menurut legenda, semua wanita muda di kota itu memasukkan nama mereka ke dalam guci besar. Kemudian setiap pemuda memilih nama secara acak, dan gadis yang namanya muncul harus menjadi pasangannya selama setahun. Tradisi ini sering berakhir dengan pernikahan.

        Hari Valentine Menurut Islam

        Dalam Islam, Hari Valentine merupakan sesuatu yang tidak boleh dirayakan. Karena melihat dari catatan sejarah Hari Valentine, jelas bahwa tradisi ini adalah hari raya non-Muslim dan juga merupakan bentuk paganisme.

        Meski Hari Valentine memiliki nilai cinta dan kasih sayang, pada kenyataannya yang ada hanyalah cinta semu. Orang yang mengingat hari ini hanya mengandalkan cinta yang mana nafsu sebagai landasanya. Pada akhirnya mengarah pada perbuatan maksiat.

        Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa merayakan Hari Valentine adalah ilegal menurut Islam. Pasalnya, 14 Februari yang identik sebagai peringantan valentine. Kebanyakan penuh dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak berguna seperti berpesta, asusila, dan mabuk-mabukan.

        Fatwa MUI #3 Tahun 2017 memperingatkan umat Islam bahwa merayakan Hari Valentine pada 14 Februari adalah haram. Hal ini berdasarkan pada alasan berikut:

        1. Hari Valentine bukan bagian dari tradisi Islam.
        2. Khawatirkan hari valentine dapat menjerumuskan pemuda muslim ke dalam maksiat seperti seks sebelum menikah.
        3. Hari Valentine bisa membawa kejahatan. Alasan kuat pandangan tentang Saint Valentine’s Day menurut Islam adalah bahwa tradisi ini bukan bagian dari tradisi Islam, meskipun asalnya terkait dengan perayaan non-Islam dalam paganisme.

        Dalam Islam kita dilarang mengikuti atau meniru hari raya orang kafir. Larangan ini ditemukan dalam beberapa ayat, dan juga ditemukan dalam beberapa sabda Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya damai, dan dalam konsensus (ijma’) para ulama. Dalam salah satu hadits otentik, Nabi berkata, semoga dia memberkati dia dan memberinya kedamaian:

        “Siapa yang seperti sekelompok orang, adalah bagian dari mereka.”

        Rasulullah SAW bahkan memerintahkan kita untuk membedakan antara Yahudi dan Nasrani. Dia, memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata:

        “Yahudi dan Kristen tidak benar-benar ingin mengubah uban, jadi mereka berbeda.” (HR. Bukhari dan Muslim).

        Hadits ini menunjukkan bahwa kami berselisih paham dengan umat Yahudi dan Nasrani pada umumnya dan salah satu bentuk perselisihan tersebut adalah masalah uban. (Iqtidho’).

        Hari Valentine adalah perayaan pagan yang kemudian menjadi bagian dari ritual agama Kristen. Menurut Islam, merayakan hari Valentine dilarang karena merayakan hari Valentine berarti meniru perayaan orang-orang kafir.

        Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

        Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

        Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya – Menjadi salah satu bulan haram, bulan rajab sangat diistimewakan. Bulan Haram merupakan bulan yang mulia. Pada bulan haram umat muslim teranjurkan untuk dapat memperbanyak amalan. Amalan pada bulan ini mendapat banyak keutamaan .

        Bulan Rajab merupakan bulan yang bisa umat Islam manfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya adalah bersedekah. Sedekah pada bulan Rajab merupakan amalan yang tidak boleh terlewatkan.

        Yuk Sedekah Mudah

        Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya

        Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya


        Buku Berburu Surga di Bulan Istimewa karya Miftah Fauzi menjelaskan bahwa makna bulan Rajab disampaikan langsung oleh Nabi SAW dalam sabdanya yaitu:

        “Tahun berganti sebagaimana adanya sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Ada dua belas bulan dalam setahun. Di bawah ini ada empat bulan Haram (suci). Tiga bulan berturut-turut adalah Zulkaidah, Zulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi) Rajab Mudhar, yang terletak di antara Jumadil (kepala) dan Sya’ban”, (HR. Bukhari dan Muslim)

        Sahal bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah (damai dan berkah besertanya) mengatakan: “Ingat, bulan Rajab sebenarnya adalah salah satu bulan yang terlarang (termuliakan). Pada bulan itu Allah mengambil nabi Nuh dalam bahtera , dan dia berpuasa di kapal dan memerintahkan orang-orang yang berpuasa bersamanya. Kemudian Tuhan menyelamatkannya dari kapal karam sampai Tuhan membersihkan bumi dari ketidakpercayaan dan ketidaktaatan.”

        Merujuk pada buku Indah Bersedekah karya Indriyana R. Dani & Muthia Esfand, bulan Rajab juga mengenalnya sebagai bulan bersedekah. Bulan Rajab yang penuh berkah ini, sangat danjurkan untuk bersedekah untuk umat muslim.

        Makna sedekah dalam hal ini tidak selalu berarti materi. Amalan tersebut antara lain dengan memperbanyak shalat, puasa atau amalan lainnya. Nabi SAW bersabda:
        “Barangsiapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah akan menjaganya dari Neraka seperti anak burung gagak yang belum tumbuh bulu, hingga mati karena usia tua.”

        Allah menuliskan seribu kebaikan pada setiap helai rambutnya, mengangkat seribu derajat untuknya, menghapus seribu keburukan. Lalu Allah menulis seribu hujjah, seribu umrah, serta seribu bangunan istana untuk setiap satu puasa dan satu sedekah yang dia lakukan.”

        Baca Juga: Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

        Keutamaan Sedekah dalam Al-Qur’an

        Sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat mendatangkan pahala yang berlipat dan sebagai amalan yang dapat memperlancar rezeki bagi siapa saja yang melakukannya. Allah SWT berfirman:

        “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid : 18)

        Pahala dari bersedekah tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 261 yang berbunyi:

        “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

        Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

        Di dalamnya, banyak terjadi peristiwa penting, salah satunya Isra dan Mi’raj, momen ketika Rasulullah menerima perintah ibadah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.

        Oleh sebab itu, mari kita isi bulan Rajab dengan amal baik dalam rangka meningkatkan ketaatan pada Allah SWT.

        Imam Abu Bakar al-Warraq berkata: “Di bulan Rajab kamu menanam bibitnya, pada bulan Sya’ban kamu merawat dan menyiraminya, kemudian pada bulan Ramadhan kamu memanennya.”

        Maka dari itu sahabat, mari persiapkan amalan terbaikmu pada bulan ini dan tuai keberkahannya nanti pada bulan Ramadhan yang fitri. Sahabat dapat memulai salah satu amalan terbaiknya dengan sedekah terbaik.

        YUK SEDEKAH SEKARANG!

        Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Rezeki merupakan sebuah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT dan kenikmatan ini sangat diinginkan dan diharapkan oleh semua manusia. Allah SWT sudah menentukan takaran rezeki untuk setiap hambanya. Maka dari itu Allah SWT memerintahkan hambanya untuk selalu bekerja keras untuk memperoleh rezeki dan ingat carilah pekerjaan yang halal dan lakukan untuk beribadah kepada Allah SWT.

        Tapi, Ketika rezeki terasa terhambat padahal sudah melakukan usaha yang maksimal. Mungkin ada penyebabnya yang menjadikan penghambatnya. Seperti sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.” (HR. Ibnu Majah).

        Selain Dosa, mari kita kupas apa saja yang menjadi penghambat datangnya Rezeki yang kita peroleh. Simak ya!

        1. Sedikit Sholatnya

        Penyebab terhambatnya rezeki, diantaranya yaitu sedikitnya melakukan sholat. Andai kalian tahu sholat merupakan pembuka pintu masuknya rezeki. Allah berfirman,

        وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

        “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

        Selain sholat lima waktu, melaksanakan sholat sunnah dhuha dan tahajud memiliki keutamaan yaitu dapat melapangkan rezeki.

        Seseorang yang sholatnya hanya Magrib atau hanya sholat ketika ingin sholat, ini berarti kurangnya ketakwaan kepada Allah, padahal ketakwaan adalah pembuka pintu rezeki.

        Dalam surat At-thalaq ayat 3 disebutkan bahwa Allah akan berikan rezeki dan jalan keluar dari setiap kesempitan bagi orang yang bertaqwa.

        Allah berfirman yang artinya, “Dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-talaq : 03)

        2. Tidur di Waktu Pagi

        Penyebab selanjutnya yaitu tidur  pada waktu pagi hari. Sahabat perlu mengetahui waktu pagi merupakan waktunya untuk berlomba-lomba dalam mencari kenikmatan dan mengerjakan segala aktivitas. Sedangkan apabila pada waktu ini kita malah tertidur, maka apa yang akan kita peroleh?

        Selain itu, waku pagi merupakan waktu yang terlimpahi banyak keberkahan.  Rasulullah SAW bersabda:

        اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِيْ فِيْ بُكُوْرِهَا

        “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.”

        Maka sahabat, mulai saat ini pergunakan waktu pagimu dengan baik ya. Agar segala kenikmatan yang tadinya datang untuk kita tidak pergi dengan sia-sia karena kita tidak pergunakan waktu pagi dengna baik.

        3. Malas-malasan

        Penghambat yang ketiga adalah, bermalas-malasan. Penyebab yang satu ini sudah sangat jelas, padahal Allah sudah memberi tahu kepada hambanya:  bagi siapa yang ingin mendapatkan rezeki yang cukup maka berusahalah dalam bekerja. Apalagi yang malas itu buat sholat dan bekerja, maka sudah pasti rezeki yang  akan ia dapat pasti terhambat.

        4. Berhianat dan tidak amanah

        penghambat keempat yaitu berhianat dan tidak amanah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا ائْتُمِنَخَانَ

        “Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar.” (HR. Bukhari, no. 33 dan Muslim, no. 59).

        Tiga tanda orang pada hadits tersebut juga menjadi penghambat rezeki. Dan orang yang tidak mau bersedekah dan pelit juga akan terhambat rezekinya.

        5. Berbohong

        Berbohong menjadi suatu perbuatan buruk yang mungkin bagi sebagian individu menganggapnya sepele, bahkan sudah menjadi kebiasaan.

        Perlu tertanam pada benak sahabat, bahwasanya nanti pada hadapan Allah SWT. Berbohong bukanlah perkara ringan dan termasuk perbuatan dosa besar, bahkan Rasulullah menyebutkan salah satu tanda orang munafik adalah suka berbohong. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya:

        “Tiga tanda orang munafik, jika berkata ia dusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanat ia ingkar.”

        Juga dalam surah An-nahl ayat 105, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah pembohong.” (Q.S An-nahl : 105)

        6. Berbuat Dosa

        Rezeki akan terhalang karena melakukan segala bentuk perbuatan dosa, setiap perbuatan dosa akan berpengaruh terhadapnya, bahkan menjadi sebuah penghalang.

        Perbuatan dosa seperti, riba, ria, zina, syirik, durhaka pada orang tua, makan dari hasil uang haram, merendahkan orang lain, bahkan iri dengan orang lain adalah  beberapa perbuatan dosa yang menghalangi datangnya rezeki.

        Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,“Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya disebabkan oleh dosa yang dia lakukan.”

        Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-isra ayat 30 yang artinya, “Sesungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki dan membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, sesungguh Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambanya.” (QS. Al-isra : 30)

        Jika sahabat tidak pernah melakukan maksiat namun rezeki terasa sulit, maka itu bisa jadi merupakan sebuah ujian. Solusinya adalah dengan bersabar danmeningkatkan ketakwaan, bertawakal sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

        Mengurangi rezeki merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah, agar seorang hamba selalu bermuhasabah. Rezeki tidak hanya berkaitan dengan uang dan barang, berkah kesehatan, kesempatan, ketenangan hati, serta anak yang sholeh juga merupakan bentuk rezeki yang lebih besar daripada uang dan barang.

        Namun, jika sahabat pernah melakukan kemaksiatan bahkan sampai berulang-ulang maka segeralah untuk bertaubat, menyesali, bertekad tidak mengulangi dan bertakwa kepada Allah.

        Semoga bermanfaat sahabat!

        Akhiri Tahun Lebih Berkah dengan Zakat Akhir Tahun

        Akhiri Tahun Lebih Berkah dengan Zakat Akhir Tahun

        Akhiri Tahun dengan Zakat Akhir Tahun

        Selain zakat fitrah, pembayaran zakat dapat pada asal jamhagsaja asalkan sudah memenuhi haul dan nishabnya. Ada juga istilah zakat akhir tahun yang pembayaranya sebagai penutup tahun, dengan tujuan hartanya menjadi lebih berkah.

        Apalagi memang membayar zakat adalah hal yang wajib bagi golongan muzakki yang sudah wajib zakat. Baik itu akhir tahun masehi maupun akhir tahun hijriah, dapat menunaikan zakat. Pembayaran zakat akhir tahun  juga boleh dari berbagai jenis, misalnya zakat emas, penghasilan, dan lain-lain.

        Sebelum bahasan lebih detail terkait zakat pada akhir tahun, mari pahami duku apa itu zakat akhir tahun. Zakat akhir tahun adalah zakat mal atau zakat harta yang pembayarannya wajib pada setiap akhir tahun masehi atau hijriyah sesuai dengan kadar dan nishabnya.

        Zakat pada akhir tahun lebih sering prakteknya karena kebanyakan orang ingin memenuhi masa haul hartanya dengan perhitungan waktu yang lebih mudah. Meski begitu sebenarnya zakat mal pengeluaranya tidak harus pada akhir tahun.

        Sebagaimana penjelasan tersebut, pembayaran zakat yang boleh pada akhir tahun ada banyak jenisnya. Beberapa jenis zakat ini juga sudah tertuang dalam syariat Islam. Beberapa jenis harta zakat untuk dibayarkan akhir tahun adalah sebagai berikut:

        1. Emas atau Perak

        Emas dan perak adalah jenis harta yang harus keluar zakatnya jika sudah mencapai nishabnya. Adapun nishab zakat emas adalah 85 gram, sedangkan perak adalah 595 gram. Kadar yang wajib pembayarannya adalah 2,5%.

        Rumus untuk menghitung zakat emas dan perak adalah 2,5% x nilai harga emas atau perak yang melebihi kadar nishab. Selain sudah mencapai nishab, harta emas dan perak ini harus sudah mencapai haul, barulah zakat wajib terbayarkan.

        Maka keputusan untuk membayar zakat emas dan perak pada akhir tahun adalah keputusan yang tepat. Adapun dalil yang menerangkan zakat emas dan perak ini adalah sebagai berikut:

        “Tidak ada seorangpun yang mempunyai emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya, melainkan pada hari kiamat dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka dan disetrikakan pada punggung dan jidatnya…”(HR. Muslim).

        2. Hasil Perdagangan

        Hasil perdagangan ini juga termasuk harta yang pembayaran zakatnya wajib jika sudah mencapai kadar nishab dan haulnya. Nishab hasil perdagangan ini setara dengan nilai 85 gram emas. Meski begitu, rumus yang terpakai berbeda dengan rumus zakat emas dan perak. Rumus yang benar sebagai berikut:

        Nilai harga barang belum terjual/ modal bergerak + laba + piutang – hutang yang jatuh tempo x 2,5%. Rumus ini memang lebih rumit dibandingkan dengan rumus perhitungan zakat emas dan perak.

        Jika Anda mengalami kesulitan dalam perhitungan zakat ini, maka bisa langsung konsultasikan pada pihak amil atau lembaga yang menerima zakat. Biasanya pihak amil sudah menyediakan kalkulator khusus zakat. Dalil hasil perdagangan bisa dilihat sebagai berikut:

        Dari Samurah Bin Jundub mengatakan : Rasulullah saw memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk diperdagangkan” (HR. Abu Dawud)

        3. Hasil Dagang Hewan Ternak

        Untuk zakat hasil peternakan, rumus untuk perhitungan zakat akhir tahunnya hampir sama dengan rumus zakat dagang biasa, yaitu laba + nilai harga hewan belum terjual + piutang – hutang yang jatuh tempo x 2,5%.

        Sedangkan nishab dagang hewan ternak setara dengan nilai 85 gram emas. Adapun dagang hewan ternak dalam hal  ini juga ada beragam, antara lain berupa hasil dagang unta, kambing, sapi, dan sebagainya. Hal ini dengan catatan bahwa hewan ternak tidak terpakai untuk bekerja.

        4. Tabungan

        Hampir semua orang saat ini punya tabungan yang tersimpan pada pihak bank. Namun tidak semua orang yang punya tabungan wajib membayar atas zakat. Hal ini karena tentu saja harta dalam tabungan tersebut berbeda-beda. Ada yang sudah mencapai nishab dan ada juga yang belum.

        Nishab tabungan sendiri adalah setara nilai 85 gram emas, hampir sama dengan beberapa jenis harta zakat lain yang juga sama dengan nishab emas. Tentunya dalam hal ini jumlah nominal tabungan akan penyesuaian dengan update harga emas pada saat akan zakat.

        Zakat tabungan ini dilakukan oleh deposan kepada pihak bank atas deposito yang ia miliki. Tentu saja dalam hal ini tabungan deposan harus mencapai nishab dan haul terlebih dulu untuk dapat membayarkan zakatnya. Perhitungan zakat tabungan biasanya menggunakan rumus:

        Zakat tabungan= saldo akhir – bunga (khusus untuk bank konvensional) x 2,5%.

        Perkara zakat tabungan ini sudah dikuatkan dengan dalil Al-quran yang berbunyi:

        “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” QS At -taubah ayat 103

        5. Investasi Penyewaan Aset

        Dalam hal zakat hasil investasi penyewaan aset ini para ulama menganalogikan dengan zakat pertanian. Zakat ini pembayaranya apabila sudah memperoleh hasil investasi aset tanpa memasukkan modal tarif 5% untuk penghasilan kotor dan penghasilan bersih 10%.

        Nishab zakat pertanian sendiri punya nishab 520 kg beras. Karena zakat akhir tahun hasil investasi sewa aset ini teranalogikan dengan pertanian, maka nishab zakatnya juga disetarakan dengan nilai 520 kg beras. Sedangkan haulnya tidak ada karena dikeluarkan saat memperoleh hasil.

        Rumus yang digunakan adalah:

        Keuntungan hasil sewa aset – biaya operasional x 10%.

        Adapun jenis aset yang biasanya sewa dengan hasil yang nanti pembayaran zakatnya adalah seperti gedung, rumah, tanah, transportasi, mesin produksi, dan lain sebagainya.

        6. Nilai Saham

        Zakat nilai saham merupakan zakat yang pembayaranya dari nilai saham yang seseorang peroleh (dengan syarat prinsip syariah). Zakat saham ini pembayarannya apabila hasil nilai saham yang ia dapatkan sudah mencapai haul dan nishab.

        Sedangkan analogi nishabnya sama dengan zakat dagang, yakni setara 85 gram emas. Rumusnya untuk menghitung zakat saham ini adalah:

        Nilai kumulatif riil saham (booking value + dividen) x 2,5%.

        7. Perusahaan

        Zakat perusahaan ini tidak untuk satu orang atau individu karena umumnya perusahaan merupakan milik sekelompok orang.

        Ada syarat khusus untuk zakat perusahaan ini, yaitu kepemilikan perusahaan merupakan kuasa seorang muslim, bidang usahanya halal, nilainya dapat terperhitungkan dan hasilnya berkembang. Selain itu hasil usahanya sudah mencapai nishab.

        Sedangkan untuk rumus untuk memperhitungan zakat perusahaan adalah (aset lancar – hutang jangka pendek) x 2,5%. Nishab zakat perusahaan adalah senilai 85 gram emas.

        Bayar Zakat Akhir Tahun Kemana? Yuk Zakat aja di Sini.

        zakat akhir tahun

        Mengapa Musibah Datang Bertubi? Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Mengapa Musibah Datang Bertubi? Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Mengapa Musibah Datang Bertubi? Nomer 2 Sering Tak Disadari!

        Musibah Gempa Cianjur belum juga teredam kesedihannya, kini Indonesia kembali di kejutkan dengan kabar duka lainya dari ujung Timur Jawa Lumajang, yaitu dengan Erupsinya Gunung Semeru. Sedih rasanya hati melihat dan membaca bagaimana kondisi saudara terdampak bencana yang sedang berjuang di dalam pengungsian, dengan fasilitas seadanya. Sempat nggak sih sahabat merasa, kenapa sih musibah sepertinya tak berhenti terus menerpa. Apa yang menyebabkan ini terjadi? Perbaikan apa yang mestinya terwujud?

        Hal tersebut pasti sempat terbersit dalam benak pikiran anda bukan? mari kita bedah bersama apa sebenarnya yang sedang terjadi pada negeri tercinta ini.

        Simak Penjelasan Berikut!

        1. Ujian dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu

        Ujian dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Sebagaimana orang miskin teruji, orang kaya pun demikian. Sebagaimana rakyat jelata teruji, maka para penguasa juga merasakan hal yang sama. Bahkan, bisa jadi ujian yang para penguasa rasakan, dengan orang-orang kaya lebih berat daripada orang miskin dan rakyat jelata.

        Jangan mengira hanya si miskin yang menangis akibat ujian yang ia hadapi, atau hanya si miskin yang merasakan ketakutan. Para penguasa bisa jadi lebih banyak tangisan serta ketakutan yang terus menghantuinya daripada si miskin. Intinya, setiap yang bernyawa pasti mendapat ujian sebelum maut menjemputnya, siapapun orangnya. Pernah mendengar istilah rumput tetangga lebih hijau? atau orang jawa sering menyebut dengan istilah “wangsinawang”. Sebagian dari kita tak menyadari bahwa yang terlihat belum tentu yang terjadi sebenarnya. Belum tentu yang dari luar terlihat bahagia, adalah hamba yang luput dari ujian Allah SWT.

        Entah teruji dengan kesulitan, atau teruji dengan kelapangan. Setiap hamba harus dapat melewatinya. Ia akan Allah SWT kembalikan dan mintai pertanggungjawaban atas setiap sikap dan keputusan dari setiap ujian yang ia lewati. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (QS. Al Anbiyaa’ : 35).

        2. Dunia merupakan Medan Ujian

        Memang dunia ini adalah medan ujian, kehidupan ini adalah medan perjuangan, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maha Suci Allah yang ditangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk : 1-2).

        Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya” (QS. Huud : 7).

        Jikalau orang kafir juga tidak selamat dari ujian kehidupan, maka bagaimana dengan seorang yang beriman kepada Allah? Pasti akan menghadapi ujian juga. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al- Ankabuut : 2). Begitu juga dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “ Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan dan kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al- Baqoroh : 155).

        Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh melapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya :’bilakah datangnya pertolongan Allah?’. Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. Al- Baqoroh : 214).

        Dari beberapa ayat tersebut jelas tergambarkan bagaimana letak ujian bagi para hamba Allah SWT.

        3. Pertanda Iman yang Meningkat

        Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian ya Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),ng paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga  meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 143).

        Jika anda terkadang merasakan ujian yang terus menimpa anda maka itulah yang pernah dirasakan oleh seorang Imam besar sekelas Imam Syafii. Al-Imam Asy Syafii rahimahullah berkata : “Cobaan zaman banyak tidak habis-habisnya…

        Dan kegembiraan zaman mendatangimu (sesekali) seperti sesekalinya hari raya. Bahkan terkadang ujian datang bertubi-tubi dan bertumpuk-tumpuk. Imam Syafii rahimahullah juga berkata : “ hal-hal yang dibenci tatkala datang bertumpuk-tumpuk… Dan aku melihat kegembiraan datang sesekali”.

        4. Bahan Perenungan untuk yang sedang Tertimpa Musibah

        Yakinlah bahwa selain anda yang mendapat ujian. Ada hamba lainya yang sedang teruji, bahkan lebih besar dari ujian yang sedang anda jalani.   Ada yang teruji dengan kemiskinan, ada yang teruji dengan harta, jabatan dan kekuasaan, ada pula yang teruji dengan istri yang berakhlak buruk. Tak jarang mendapati wanita yang teruji dengan suami yang bejat. Banyak bentuk ujian yang menimpa setiap hamba pada muka bumi ini.

        Bersabarlah dengan ujian yang sedang anda hadapi. Bersyukurlah karena anda masih dapat memikulnya. Karena bisa jadi jika anda mendapatkan ujian yang lainya, maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahwa Allah tidak menguji kecuali dengan ujian yang mampu hambanya pikul dan seleseikan.

        Terkadang syaithon membisikkan kepada anda bahwa ujian yang sedang anda hadapi terasa sangat berat dan tidak mungkin untuk anda pikul. Istigfarlah ketika bisikan itu sempat tersbersit, dan berdoalah selalu minta untuk Allah kuatkan dalam menghadapi setiap ujian dari-Nya.  Selalu ingatlah bahwa saat ini masih terlalu banyak orang dengan ujian yang jauh lebih berat dari ujian yang seddang anda hadapi.

        5. Penghapus Dosa dan Signal Kerinduan-Nya

        Bukankah menghadapi ujian dengan kesabaran menjadi penghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat?

        Bahkan bisa jadi Allah menghendaki anda untuk meraih sebuah tempat yang tinggi kelak pada sisih-Nya. Yang mungkin tak akan anda peroleh dengan hanya sekedar amalan sholeh. Anda tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hntinya untuk mengangkat derajat anda.

        Ingatlah, dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu membutuhkan Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya kusyu’ dalam sholat. Serta merasakan kerendahan beserta deraian air mata dan nikmatnya ibadah tatkala musibah menerpa.

        Bisa jadi ujian atau musibah menerpa menjadi signal kerinduan-Nya akan sujud sujud kekhususkan dari anda.

        6. Penghilang Sifat Ujub pada Diri

        Ingatlah, dengan ujian atau musibah yang menimpa kita, terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri. Karena tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahwa diri kita hebat selalu beruntung. Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah. Bahkan perkaranya justru sebaliknya. Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka” (Dishahihkan oleh Al- Albani dalam As-Shahihah no. 146).

        Berhuznudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu, maka akan lebih buruk kondisimu. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian” (QS. Al-Baqoroh : 216).

        Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka mungkin kalian membnci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nissa : 19).

        Ingatlah bahwasanya tidak ada istirahat total, kegembiraan total, kecuali di akherat kelak. Selama anda masih hidup di dunia maka siap-siaplah dengan ujian yang menghadang. Bersabarlah, tegarlah demi meraih ketentraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga. Ada orang awan yang berkata “Kalau mau hidup di dunia harus siap diuji ya, jangan hidup di dunia!”.

        Terkadang seorang Muslim mendekati Allah SWT saat sedang dirundung malang atau kesusahan.

        Saat susah, dia meningkatkan ibadahnya. Sementara ketika senang, dia menjauh dari Allah SWT. Ibadahnya pun menurun lagi.

        Terus begitu secara berulang-ulang. Kembali kepada Allah hanya ketika ditimpa malapetaka. Pendakwah Mesir, Mustafa Husni, memberi penjelasan soal ini. Terkadang, kata Husni, seorang Muslim tidak perlu terlalu dalam untuk memahami hikmah Allah SWT. Sebab, itu bisa memunculkan kerisauan hati yang berlebihan.

        2023 Tinggal Menghitung Hari, Ini 11 Resolusi untuk Sahabat Ketahui!

        2023 Tinggal Menghitung Hari, Ini 11 Resolusi untuk Sahabat Ketahui!

        2023 Tinggal Menghitung Hari, Ini 10 Resolusi untuk Sahabat Ketahui!

        Hai hai sahabat, tak terasa tahun 2022 berlalu begitu cepat ya. Hari ini sudah masuk bulan Desember, dan tinggal menghitung hari lagi tahun 2023 sudah tampak di depan mata. Siapa nih, yang sudah tak sabar menantikan tahun 2023? Banyak orang yang sudah mulai membuat resolusi tahun baru 2023 nanti, mungkin sahabat merupakan salah satunya. Namun, jangan asal menentukan resolusi tanpa tahu cara mewujudkannya ya, Sahabat!

        Ini Resolusi Anti Wacana yang Wajib Sahabat Buat 

        Daripada hanya menjadi wacana, mari simak artikel berikut yang dapat menjadi ide resolusi tahun depan dengan dilengkapi tips untuk dapat mewujudkannya. Simak ya!

        1. Mengatur keuangan

        Siapa nih yang kalau habis gajian tidak tahu uangnya langsung habis tanpa tau untuk apa? Pada tahun baru nanti, tinggalkan kebiasaan itu ya, Sahabat.

        Lebih bijak dalam mengatur keuangan bisa menjadi ide resolusi tahun baru 2023 yang sangat tepat. Hal ini bertujuan untuk dapat menyiapkan financial yang baik pada masa depan.

        Mulailah untuk mengelola gaji, sehingga tak cepat habis. tentukan terlebih dahulu apa saja hal-hal yang harus diprioritaskan, seperti halnya tagihan listrik, air, kebutuhan pokok rumah tangga, dan lain sebagainya.

        Tak lupa untuk menyisihkan sebagian untuk zakat dan sedekah. Seperti halnya di bulan Desember saat ini, menjadi momen terbaik untuk membayarkan zakat sahabat dengan zakat akhir tahun, InsyaAllah zakat sahabat akan menjadi pembersih harta yang sahabat miliki.

        “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka.” (QS. At-Taubah:103)

        Sehingga kedepanya, harta yang diperoleh sahabat insyaAllah akan semakin berkah.

        2. Sempatkan Diri untuk Olahraga

        Sering malas untuk berolahraga dengan alasan tidak punya waktu? Yuk, tahun baru nanti coba berkomitmen lagi untuk lebih bergerak. Olahraga menjadi salah satu cara untuk dapat meningkatkan imun, apalagi pada masa seperti saat ini.

        Usahakan untuk dapat meluangkan waktu berolahraga setidaknya 30 menit per hari. Sahabat tidak perlu melakukan olaharaga yang berat, cukup lakukan olahraga ringan, seperti yoga dan stretching. Sahabat akan memetik banyak manfaatnya apabila dapat rutin melakukan olahraga ini.

        3. Mempelajari Keterampilan Baru

        Apakah sahabat sudah mulai bosan dengan aktivitas yang itu-itu saja? Nah, pada tahun baru  nanti, dapat menjadi momen sahabat untuk mencoba hal-hal  baru. Yang berbeda dengan apa yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Buatlah target apa yang ingin sahabat capai dalam mempelajari hal baru tersebut. Hal ini bertujuan, dapat menambah skill dan pengetahuan baru sahabat setiap tahunnya.

        Tidak ada salahnya menambah ilmu yang belum pernah sahabat lakukan. Seperti memasak, membuat kue, bercocok tanam, bermain musik, melukis, menulis novel, bahkan menjahit. Siapa tahu, nantinya keterampilan dan hobi baru tersebut dapat menjadi ide bisnis di masa depan nanti.

        4. Mengatur Waktu Tidur

        Hnah, siapa ini yang masih berantakan jadwal tidurnya? Tahun baru nanti, baiknya diubah ya sahabat. Sahabat yang sering bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan atau main game, mengatur waktu tidur akan menjadi ide resolusi tahun 2023 yang paling tepat.

        Karena tubuh manusia memerlukan waktu tidur selama 7-9 jam setiap harinya. Sedangkan jika sahabat tidak mendapatkan tidur yang cukup, maka sahabat dapat berisiko pada berbagai masalah kesehatan. Resiko tersebut antara lain seperti obesitas, mudah depresi, hingga penurunan imun tubuh.

        Yuk sahabat, mulai atur waktu untuk memiliki tidur yang berkualitas setiap harinya.

        5. Memperbanyak Relasi

        Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Jadi, pada tahun depan nanti, sahaabt dapat membuat resolusi untuk menambah banyak relasi baru.

        Jangan ragu untuk berkelana dengan teman dan rekan kerja baru, yang membawa positive vibes bagi sahabat. Memiliki banyak relasi bisa memberikan keuntungan, seperti dapat membuka peluang bisnis baru, menjalin kerjasama, hingga bertukar ide brilian.

        Saat orang-orang mulai mengenal sahabat, maka mereka bisa saja membuka berbagai kesempatan baru untuk sahabat.

        Lewat relasi atau networking yang baik, sahaabat mendapatkan kemudahan dalam berbagai hal.

        Misalnya saja, kesempatan untuk dipertemukan dengan klien yang tepat atau kesempatan untuk bertemu dengan profesional di bidang yang sama dengan sahabat dan bisa membantu sahabat meningkatkan karier.

        6. Menghasilkan Uang Tambahan

        Yakin tahun baru hanya mengandalkan gaji dan uang jajan sahabat saat ini? Tidak ada salahnya untuk menghasilkan uang tambahan dengan freelance, part time, atau buka bisnis kecil-kecilan.

        Bila sahabat memiliki hobi, seperti memasak dan membuat kerajinan tangan. sahabat dapat memanfaatkannya dan menjual hasil karya sahabat lho. Siapa tahu bisnis sahabat dapat sukses dan  menguntungkan.

        7. Mulai berhemat dari berbagai aspek

        Hayo, ngaku siapa nih yang suka boros? Bukan hanya tentang uang, tetapi boros juga bisa dalam bentuk lain, seperti listrik, air, hingga waktu.

        Bila sahabat salah satunya, saat membuat perubahan di tahun baru nanti dengan belajar lebih hemat. Untuk memulainya, sahabat dapat membuat skala prioritas. Lalu, membuat anggaran belanja agar tidak terlalu boros.

        Selain itu, belajar untuk tidak bermalas-malasan dan menunda pekerjaan agar tidak membuang waktu percuma. Anda dapat membuat to-do-list harian agar kegiatan lebih terorganisir.

        8. Mengganti Dekorasi di Rumah

        Sudah bosan dengan dekorasi di rumah? Yuk, ganti dekorasi rumah sahabat di tahun baru nanti.

        Pertama-tama, tentukan tema baru yang unik, seperti scandinavian, japandi, atau monokrom. Jika tidak ingin melakukan banyak perubahan, sahabat bisa mulai dengan mengganti warna cat dinding rumah sesuai dengan tren warna pada tahun baru nanti.

        Buatlah suasana baru yang nyaman di rumah sahabat agar semakin betah.

        9. Mengunjungi Tempat Wisata Impian

        Tidak sempat pergi ke tempat wisata impian sahabat sejak tahun lalu? Mungkin, di tahun baru nanti sahabat sudah bisa mengunjunginya.

        Buatlah daftar tempat wisata yang ingin sahabat kunjungi dan rencana perjalanannya. Pastikan sahabat mempesiapkan rencana perjalanan tersebut dengan baik dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya.

        10. Meluangkan Waktu untuk Bersantai dan Istirahat

        Padatnya aktivitas setiap hari pasti dapat membuat sahabat merasa lelah dan jenuh. Sebagai resolusi tahun baru nanti, luangkan waktu sahabat untuk bersantai sejenak dan mengistirahatkan tubuh.

        Sahabat dapat meluangkan waktu untuk tidur siang dan sekedar duduk santai di sofa sambil menonton TV. Buatlah tubuh sahabat merasa senyaman mungkin agar otot-otot tubuh jadi lebih rileks.

        11. Mulai Meraih Postur Tubuh yang Ideal

        Memiliki bentuk tubuh yang ideal memang merupakan impian bagi banyak orang. Bila ini menjadi resolusi di tahun 2023 nanti, pastikan sahabat berkomitmen untuk menjalankannya.

        Mulai dari menentukan apakah sahabat ingin melakukan cutting (menurunkan berat badan) atau bulking (menaikkan berat badan menggunakan massa otot). Setelah itu, rutinlah olahraga dan atur pola makan yang tepat

        Jika melakukannya dengan konsisten, pasti sahabat dapat memiliki postur tubuh idaman di tahun baru nanti.

        Nah, itu dia 11 ide resolusi tahun baru dan cara mewujudkannya yang bisa jadi inspirasi sahabat yah. Semoga bermanfaat. Mulai tahun baru nanti dengan hal yang bermanfaat, semoga mendapat keberkahan pada setiap langkah sahabat semua.

        Wakaf, Pengertian, Keistimewaan, dan Sejarah yang Melatarbelakangi

        Wakaf, Pengertian, Keistimewaan, dan Sejarah yang Melatarbelakangi

        Wakaf, Pengertian, Keistimewaan, dan Sejarah yang Melatarbelakangi

        Awal Mula

        Sejarah wakaf secara singkat selanjutnya berasal dari sahabat nabi, Umar Bin Khattab. Suatu ketika, Umar bin Khattab mendapatkan tanah hibah. Ia pun bertanya dan meminta nasihat kepada Rasulullah mengenai tanah tersebut. Rasulullah pun bersabda, seperti yang ada dalam hadits dari Ibnu Umar,

        “Jika engkau menginginkannya, kau tahan pokoknya dan kau sedekahkan hasilnya”. Ibnu Umar menginformasikan bahwa Umar kemudian mewakafkan harta itu, dan sesungguhnya harta itu tidak diperjualbelikan, tidak diwariskan dan tidak di hibahkan”.

        Dari sini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada Umar untuk mengolah tanah tersebut agar pokoknya tetap ada namun hasilnya bisa terus berkembang. Dari hasil tersebut, tentunya bisa menghasilkan lebih banyak lagi untuk disedekahkan. Inilah yang saat ini sering tersebut dengan wakaf produktif.

        Apa yang Umar bin Khattab lakukan ini oleh para sahabat lainnya lakukan. Sebagaimana yang Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, Abu Thalhah, dan sahabat-sahabat lainnya lakukan untuk mewakafkan harta yang paling mereka cintai.

        Abdurrahman bin Auf pernah membebaskan sumur (membeli dari seorang Yahudi) kemudian ia wakafkan untuk digunakan oleh banyak orang saat itu. Hingga kini, walaupun sudah ribuan tahun berlalu sumur tersebut masih tetap ada dan manfaatnya bisa berkembang untuk banyak aspek.

        Ali bin Abi Thalib juga pernah mewakafkan tanahnya yang subur. Tidak ketinggalan Muadz bin Jabal juga pernah mewakafkan rumahnya yang populer dengan sebutan Darul Anshar.

        wakaf dari para sahabat bukan sembarang harta. Tapi harta yang berkualitas dan memang harta yang paling mereka cintai. Dengan harta tersebut, mereka mampu mengorbankan kehidupannya pada dunia untuk akhirat.

        Gerakan wakaf pun terus berlanjut hingga generasi selanjutnya, seperti oleh Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam, hingga Aisyah istri dari Rasulullah SAW.

        Di masa kekhalifahan pasca Nabi Muhammad dan sahabat, gerakan ini pun semakin berkembang. Termasuk salah satunya di zaman pemerintahan Khalifah Umayah dan Abbasiyah. Saat itu, praktik wakaf terus berkembang dan makin meluas.

        Pengelolaan dan Sejarahnya

        Pengelolaannya pun dipegang oleh orang khusus dan ditata dengan baik. Di zaman Khilafah Umayah, dikelola oleh lembaga wakaf khusus dan ada di bawah pengawasan departemen kehakiman.

        Sedangkan pada Kekhalifahan Abbasiyah, wakaf terkelola oleh sebuah lembaga yang terkenal dengan istilah Sadr Al-Wuquf. Lembaga ini memiliki wewenang mengurus administrasi dan merekrut SDM untuk mengelola lembaga tersebut.

        Pada masa Dinasti Ayyubiyah di Mesir, wakaf mengalami perkembangan yang sangat membanggakan. Hampir semua tanah-tanah pertanian yang ada di bawah kekhalifahan Ayyubiyah menjadi harta wakaf.  Pengelolaan seluruhnya  menjadi milik negara melalui Baitul Maal.

        Di bawah kepemimpinan Salahudin Al-Ayyubi, di Mesir pun mulai berkembang wakaf uang. Hasilnya akan termanfaatkan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara dan juga kebutuhan lainnya. Seperti halnya, membangun masjid, sekolah, rumah sakit, dan tempat-tempat penginapan.

        Pada era kejayaan Islam ini, wakaf menjadi salah satu pilar ekonomi karena terkelola secara profesional.

        wakaf untuk ibu tercinta

        Zakat Akhir Tahun Di Tahun Masehi? Ini Cara Menghitungnya!

        Zakat Akhir Tahun Di Tahun Masehi? Ini Cara Menghitungnya!

        Zakat Akhir Tahun Di Tahun Masehi? Ini Cara Menghitungnya!

        Seperti yang kita tahu, tinggal menghitung hari tahun 2022 akan segera berakhir. Sehingga tak lupa untuk mengeluarkan zakat tahunanya. Apa sih zakat tahunan?

        Zakat tahunan merupakan zakat yang dikeluarkan dengan menghitung 2,5% dari keseluruhan harta yang diperoleh selama satu tahun dikurangi pengeluaran kebutuhan pokok.

        Zaman dulu hitungan satu haul mengacu kepada tahun Hijriah karena umat Islam terbiasa dengan perhitungan tahun hijriah. Biasanya mereka akan memilih antara bulan-bulan Hijriah karena tidak harus pada bulan Muharram, Rabi’ul Awal, Rajab, Sya’ban atau Ramadhan karenamenunaikan zakat hukumnya wajib pada saat harta tersebut telah berlalu satu tahun dan sampai nishab. Artinya, kalau memulai hitungan saat Ramadhan, berarti nanti membayar zakatnya pada bulan Ramadhan. Namun jika menghitungnya mulai pada bulan Muharram berarti membayar zakatny juga pada bulan bulan Muharram.

        Akan tetapi, pada zaman modern saat ini,  orang lebih familiar menggunakan tahun Masehi. Apalagi bagi perusahaan, tahun bukunya dari 1 Januari sampai 31 Desember karena nanti berkaitan dengan pembagian deviden dan pajak. Karena agama kita memberikan kemudahan, maka sebagian ulama berpendapat tidak masalah jika dalam penghitungannya mengacu pada tahun Masehi.

        Artinya, ketika seseorang sudah memiliki harta lebih dari setahun dan mengikuti tahun Masehi maka dia zakat. Apalagi yang berkaitan dengan pencatatan selama setahun, misalnya kalau orang punya usaha dagang maka biasanya pencatatannya adalah mengikuti tahun Masehi. Secara singkat Zakat akhir tahun merupakan zakat yang pembayarannya setiap akhir tahun masehi maupun hijriah.

        Lantas apa saja harta yang perlu untuk dizakati?

        Zakat ini meliputi harta berupa emas/perak, saham, investasi, tabungan , harta dari usaha perdagangan, usaha perdagangan hewan ternak atau sahabat memilki perusahaan yang sudah menjadi milik sendiri atau berjalan selama 1 tahun (Haulnya 1 tahun).

        Penghasilan oleh mayoritas ulama terkategorikan sebagai jenis harta wajib zakat berdasar analogi (qiyas) atas kemiripan. Kemudian pertanyaannya berapakah penghasilan yang terkena wajib zakat (nishab zakat penghasilan)? Nishab zakat penghasilan setara dengan zakat maal yakni 85 gram emas.

        Contoh:
        Seorang karyawan Muslim memiliki penghasilan Rp8.000.000,00/bulan, berapakah zakatnya?
        Jika 1 gram emas Rp950.000,00. Maka perhitungannya: Rp950.000 x 85 = Rp80.750.000 (untuk 1 tahun). Yang mana artinya penghasilan minimal (nishab) Rp6.730.000/bulan sudah wajib dikeluarkan zakatnya. Karena penghasilannya telah mencapai nishab, zakatnya sebesar 2,5% yakni : Rp8.000.000 x 2,5% = Rp200.000/bulan (menurut Yusuf Qardhawi, untuk menjaga prinsip kehati-hatian maka zakat dihitung dari penghasilan bruto)

        Menghitung zakat penghasilan mudah bukan? Nah sekarang coba kita hitung penghasilan kita, sudah wajib zakatkah? Untuk memudahkan zakat sahabat, sahabat bisa klik: kemanusiaan.org/zakatzakat penghasilan

        7 Keutamaan Kebersihan Ala Rasul, Nomer 3 Paling Menakjubkan!

        7 Keutamaan Kebersihan Ala Rasul, Nomer 3 Paling Menakjubkan!

        7 Keutamaan Kebersihan Ala Rasul, Nomer 3 Paling Menakjubkan!

        Kebersihan batin adalah pemurnian batin yang akan kita dapatkan dengan mengimani lima rukun Islam. Banyak cara yang dapat ummat muslim lakukan untuk membersihkan batin. Antara lain dengan cara menghindari dosa dan berdzikir, sehingga hati menjadi  lebih tenang.

        Hati yang bersih adalah hati yang terhindar dari amarah dan dendam yang berlebihan, iri hati, dan dengki, serta menyembah atau mengandalkan sesuatu dan seseorang selain Allah SWT.

        Kebersihan lahiriah adalah pemurnian tubuh yang bis akita lakukan dengan cara wudhu, mandi, membersihkan gigi, menggunakan wewangian, menjaga kebersihan pakaian, dan menjaga kebersihan tempat tinggal, serta lingkungan sekitar.

        Seperti yang sudah diketahui bahwa pembiasaan hidup bersih adalah pola asuh sejak kecil, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

        Untuk mencapai pola kehidupan yang bersih dan sehat tentunya perlu sarana prasarana kebersihan yang memadai, seperti pakaian, tempat ibadah, rumah, dan MCK.

        Pakaian

        Bagi seorang muslim, pakaian merupakan sesuatu yang penting karena digunakan untuk menutup aurat. Pakaian yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW adalah yang berwarna puyih, walaupun jumlah pakaian beliau tergolong sedikit, namun tetap terjaga kebersihannya. Menjaga kebersihan pakaian adalah sebuah perintah dari Al-Quran dalam Al-Muddassir/14:4 yang artinya: “Dan bersihkanlah pakaianmu”.

        Tempat Ibadah

        Masjid dan musholla adalah tempat ibadah bagi umat Islam, maka dari itu harus bersih dan suci dari najis, keseluruhannya seperti tempat sujud, maupun tempat wudhunya. Seperti air yang digunakan untuk berwudhu harus juga dipantau kebersihannya.

        Rumah

        Rumah sendiri adalah tempat tinggal yang wajib dirawat kebersihannya. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan. Oleh karena itu bersihkanlah halaman rumah kalian dan jangan kalian menyerupai yahudi” (H.R At-Tarmidzi).

        Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK)

        Mandi dalam Islam merupakan aspek kebersihan yang sangat penting bagi manusia. Ada beberapa jenis mandi, yakni mandi wajib dan mandi sunah. Mandi dengan sabun sangat kesehatan anjurkan.

        Para ahli sangat menganjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan. Hal ini karena banyak penyakit yang masuk ke dalam tubuh, penyebabnya adalah tidak mencuci tangan sebelum makan.

        Begitu juga dengan kakus, yang mana harus sering untuk membersihkannya. Rasulullah bersabda: “Hati-hatilah kalian terhadap tiga tempat yang dilaknat: buang air besar di sumber air, di tengah jalan, dan di tempat berteduh” (H.R Abu Dawud dan Ibnu Majah).

        Sebenarnya ada banyak kebiasaan hidup sehat yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW, seperti:

        Bangun pagi. Bangun pagi memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satu nya adalah suasana hati lebih Bahagia karena diawali tanpa tergesa-gesa. Lalu lebih produtif, mengapa demikian? Karena kita lebih banyak waktu dalam melakukan kegiatan. Selanjutnya ada menjaga Kesehatan mental, karena dengan bagun pagi membantu kita untuk berpikir lebih positif.

        Makan secara perlahan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk mengunyah makanan secara perlahan. Sebab membutuhkan waktu 20 menit untuk mengirimkan sinyal ke otak kita sehingga penuh untuk berpikir. Selain itu makan secara perlahan memiliki manfaat lain, seperti mengurangi asupan kalori dalam sekali makan. Sehingga akan menyebabkan penurunan berat badan, membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih baik, mempercepat proses pencernaan makanan, dan masih banyak lagi. Adapun resiko dari makan cepat adalah meningkatkan aliran asam lambung ke kerongkongan setelah makan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam lambung, menyebabkan berat badan naik, membuat proses pencernaan menjadi lambat.

        Makan Secukupnya

        Dengan puasa. Sahabat banyak sekali manfaat puasa, seperti meningkatkan kesehatan jantung meningkatkan metabolism. Meningkatkan fungsi otak, membantu detoksifikasi tubuh, mengontrol gula darah, menurunkan berat badan, mencegah kanker, dan masih banyak lagi. Seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan dalam sebuah hadistnya yang berbunyi sebagai berikut: “Sumber daripada penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat (HR Muslim).

        Hal yang paling mendasar yang Rasulullah SAW anjurkan adalah mencuci tangan sebelum makan dengan air mengalir. Menggunakan sabun ataupun antiseptic menjadi sunnah lainya. Hal ini juga menjadi penekanan pada saat tengah gempar-gemparnya virus Covid-19 tahun 2019 lalu.

        Menghimbau pada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihannya agar penularan virus tersebut tidak terlalu parah. Pentingnya mencuci tangan sebelum makan ini karena sebelum makan kita tidak tau benda apa yang sudah bersentuhan dengan tangan kita sebelumnya. Mencuci tangan sebelum makan juga memiliki banyak manfaat, seperti mencegah terjadinya diare, mencegah penyakit ISPA, terhindar dari penyakit mata.

        Bersiwak

        Selain menjaga kebersihan tangan, ada beberapa hal lain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yakni menjaga kebersihan mulut. Nabi mencontohkan dalam membersihkan mulut adalah dengan memakai tusuk gigi setelah makan.

        Beliau juga melakukan takhliil (menyela-sela) gigi dengan cara berkumur, mensela tangan, dan dengan memasukkan air ke dalam hidung. Tak lupa juga Rasulullah membersihkan mulut dengan cara bersiwak. Bersiwak merupakan suatu sunnah.

        Kandungan potassium, sodium, klorida, sodium bikarbonat, serta kalsium oksida dalam akar siwak mampu memperkuat enamel gigi. Selain itu, pohonnya mwngandung antibiotic alami yang menghambat perkembangan bakteri serta pembentukan plak.

        Pohon siwak sendiri memiliki ukuran yang kecil, dan dahan yang melengkung dan kulit pecah-pecah. Ranting pohon yang memiliki serat yang bisa untuk sikat gigi, dan memiliki aroma yang enak serta rasa yang tajam.

        Lalu selain menjaga kebersihan tangan serta mulut, Rasulullah juga mengajarkan untuk senantiasa menjaga kebersihan kuku. Potong kuku menjadi kebiasaan Rasulullah SAW.

        Memotong kuku tak hanya sekedar memotongnya saja, perlu memperhatikan beberapa adab, yakni mulai dari tangan kanan, lalu memotong kuku pada jari kaki. Sunnahnya mulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol. Kemudian, sebaliknya saat memotong kuku jari kaki kiri.

        Adapun hari jumat merupakan sunnah untuk memotong kuku. Selain Jumat ada hari lainnya seperti Senin dan Kamis. Namun tidak ada anjuran pada hari Sabtu dan Minggu. Karena memotong kuku pada Hari Sabtu menimbulkan penyakit yang menggerogoti tubuh, dan pada Hari Minggu menyebabkan hilangnya barokah.

        Hal ini merupakan beberapa contoh yang dapat kita teladani dari Beliau Baginda Nabi Rasulullah SAW, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

        Keajaiban Waktu Subuh, Rugi jika Melewatkannya!

        Keajaiban Waktu Subuh, Rugi jika Melewatkannya!

        Keajaiban Waktu Subuh, Rugi jika Melewatkannya!

        Sholat menjadi salah satu ibadah yang wajib setiap umat muslim jalankan. Terdapat lima waktu sholat yang wajib dilaksanakan, salah satunya sholat subuh yang dilaksanakan pada waktu sebelum terbitnya matahari.

        “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya sholat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

        Namun, sholat subuh menjadi hal yang begitu berat untuk dilakukan. Butuh perjuangan ekstra untuk dapat melakukan kewajiban tersebut. Terkadang, beberapa orang melewati waktu subuh karena tidak bangun pagi untuk melakukannya. Padahal sholat subuh menjadi salah satu kewajiban bagi setiap umat Islam dan memiliki keutamaan yang luar biasa.

        “Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651).

        Berikut Dompet Dhuafa Jogja telah merangkum beberapa keutamaan sholat subuh agar setiap umat Islam dapat mengetahuinya:

        1. Mendatangkan Keberkahan

        Keutamaan salat Subuh yang pertama adalah dapat mendatangkan keberkahan. Pasalnya, salat Subuh merupakan salah satu aktivitas pagi hari yang Rasulullah SAW doakan secara khusus.

        “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

        Untuk itu, sebaiknya umat Islam tidak menyia-nyiakan waktu salat Subuh.

        2. Mengantarkan Umat Islam ke Surga

        Keutamaan salat subuh berikutnya, yakni dapat mengantarkan umat Islam menuju pintu surga.

        Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan salat bardain (yaitu salat Subuh dan Asar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

        3. Penghalang Masuk Neraka

        Seorang Muslim yang melaksanakan sholat subuh pun akan mendapatkan keutamaan salat Subuh lainnya, yaitu terhindar dari neraka.

        Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (yaitu salat Subuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu salat Asar).” (HR. Muslim no. 634).

        4. Pahala Seperti Salat Semalam Penuh

        Umat Islam yang menunaikan salat wajib 2 rakaat atau salat Subuh secara berjamaah ini juga akan mendapatkan ganjaran atau pahala layaknya salat semalam penuh.

        Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

        “Barang siapa yang melakukan salat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat setengah malam.

        Barang siapa yang melakukan salat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

        5. Berada dalam Jaminan Allah SWT

        Keutamaan sholat subuh lainnya yang akan umat Islam dapatkan jika melaksanakannya secara berjamaah ialah berada dalam jaminan Allah SWT.

        Hal ini dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:

        “Barangsiapa yang salat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya.

        Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

        6. Mendapatkan Cahaya Sempurna pada Hari Kiamat

        Tak hanya itu saja, masih banyak keutamaan salat Subuh lainnya, di antaranya akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada Hari Kiamat.

        Pasalnya, umat Islam telah melewati gelapnya berjalan di waktu Subuh ketika menuju masjid untuk salat berjamaah.

        Dalam hadis menyebutkan bahwa, dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

        “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

        7. Para Malaikat Menyaksikan

        Barangsiapa yang menjalankan sholat subuh berjamaah, para malaikat akan menyaksikannya.

        Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

        “­Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di salat Subuh dan salat Ashar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka.

        Dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hambanya, ‘Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan salat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan salat.” (HR. Bukhari-Muslim)

        8. Terhindar dari Sifat Munafik

        Keutamaan salat Subuh berjamaah lainnya adalah terhindar dari sifat munafik. Telah dijelaskan dalam hadis bahwa:

        “Tidak ada salat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak.

        Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Salat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang tidak keluar melaksanakan salat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

        Hadis ini juga merupakan sebuah peringatan atau teguran untuk para Muslim agar senantiasa menjaga salat mereka, terutama salat Subuh yang sering kali terlewatkan karena tidur.

        9. Berpeluang Meraih Pahala Haji atau Umrah Jika Berzikir Hingga Terbitnya Matahari

        Jika seorang umat Muslim menjalankan ibadah salat Subuh secara berjamaah dan mereka kemudian berzikir usai salat hingga terbitnya matahari, maka akan mendapat pahala haji atau umroh.

        Dari Anasibn Malik Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

        “Barang siapa yang salat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas salat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna.” (HR. Tirmidzi)

        10. Memiliki Kesempatan untuk Melaksanakan Salat Sunah Subuh

        Para jamaah salat subuh juga memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat sunah Subuh, ibadah yang mendatangkan banyak kebaikan, bahkan lebih dari dunia dan seisinya.

        Hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadis:

        “Dua rakaat (salat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim dari Ummul MukmininAisyah Radhiallahu ‘anha)

        11. Kemenangan dengan Melihat Allah SWT saat Hari Kiamat Kelak

        Keutamaan sholat subuh berjamaah yang lainnya adalah mendapatkan kemenangan dengan melihat Allah SWT ketika Hari Kiamat kelak.

        Tentunya hal ini merupakan ganjaran atau pahala terbesar yang Allah SWT karuniakan kepada hamba-Nya.

        Dari Jarir Bin Abdullah Al-Bajali Radhiallahu ‘anhu berkata,

        “Kami pernah duduk bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu, Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini.

        Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan salat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!’” (HR. Bukhari-Muslim)

        Itulah beberapa keutamaan salat subuh yang sangat luar biasa. Mari pelihara ibadah sholat wajib kita agar terhindar dari dosa. Semoga bermanfaat ya, Sahabat.

        Meneladani Semangat Kepemudaan Sultan Muhammad Al-Fatih

        Meneladani Semangat Kepemudaan Sultan Muhammad Al-Fatih

        Meneladani Semangat Kepemudaan Sultan Muhammad Al-Fatih

        Sultan Mehmed II atau juga dikenal Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481), beliau adalah Sultan yang memerintah di Dinasti Turki Utsmani.

        Muhammad Al Fatih dilahirkan di Edirin pada 30 Maret 1423 M yang mana pada waktu itu Edirin adalah pusat kota pemerintahan Dinasti Turki Utsmani.

        Beliau adalah putra dari Sultan Murad II beliau hidup di masa setelahnya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan perang Salib) 1137 -1193 M.

        Sultan Muhammad Al Fatih sudah terangkat menjadi sultan ketika usianya baru menginjak 12 Tahun.

        Mendapat julukan Al Fatih (sang penakluk) karena telah berhasil menaklukkan Konstantinopel dan itu terjadi pada saat usianya masih 21 Tahun.

        Sultan Muhammad Al Fatih mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa.

        Luar bisasanya keberadaan Muhammad Al-Fatih ini pun telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

        “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

        Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu.

        Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepemimpinannya serta taktik dan strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tentaranya.

        Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.

        Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya).

        Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul.

        Sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah

        Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena ialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

        Sultan Muhammad Al Fatih memerintah selama 30 tahun.

        Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

        Karakter Pemimpin yang Tertanam Sejak Kecil

        Semenjak kecil, beliau telah mencermati usaha ayahnya untuk menaklukkan Konstantinopel.

        Bahkan beliau telah mengkaji usaha yang pernah ia buat sepanjang sejarah Islam untuk menaklukkan Konstantinopel. Sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam.

        Ketika beliau naik tahta pada tahun 1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar (kota/kota pelabuhan) tersebut.

        Kekuatan Sultan Muhammad Al Fatih terletak pada ketinggian pribadinya.

        Sejak kecil ia terdidik secara intensif oleh para ulama terkemuka pada zamannya.

        Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ulama’ untuk mengajar anaknya (Sultan Muhammad Al Fatih), tetapi oleh Sultan Muhammad Al Fatih menolaknya.

        Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Sultan Muhammad Al Fatih jika beliau membantah perintah gurunya.

        Menjadi Penguasa Utsmani

        Sultan Muhammad II terangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M.

        Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.

        Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis.

        Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya.

        Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.

        Menaklukkan Bizantium

        Al Fatih juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat.

        Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut.

        Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.

        Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula.

        Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.

        Akhirnya Sultan Muhammad Al Fatih menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut.

        Ide ini mirip dengan yang para pangeran Kiev lakukan saat menyerang Bizantium pada abad ke-10. Para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali pada Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap terkalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi.

        Terkenal dengan nama Sultan Muhammad Al Fatih

        Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu ia lakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.

        Pada pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat.

        70 kapal laut Sultan Muhammad Al Fatih sebrangkan melalui jalur darat yang masih banyak tumbuh pohon-pohon besar. Menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.

        Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya terkena serangan oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin.

        Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur.

        Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel.

        Sejak saat itulah nama  Sultan Muhammad al-Fatih lebih dikenal, yaitu sebagai penakluk Konstantinopel.

        Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad Al Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid.

        Konstantinopel menjadi ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.

        Setelah itu rentetan penaklukkan strategis Sultan Muhammad Al Fatih lakukan bersama kelompoknya. Beliau membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll.

        Bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.

        Peradaban yang Terbangun pada Masanya

        Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya. Muhammad al-Fatih juga terkenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki lembaga pemerintahan sendiri pada masanya, kumpulan syair yang ia buat sendiri.

        Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian pada berbagai wilayah Utsmani.

        Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari.

        Wafatnya Sang Penakluk

        Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat.

        Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan.

        Dokter pun berdatangan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan. Sultan wafat antara pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M.

        Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun.

        Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena racun dari  dokter pribadinya Ya’qub Basya, Wallahu a’lam.

        Tidak ada keterangan yang bisa menjadi sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.

        Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        Klaten – Dompet Dhuafa Jogja Program Ekonomi bersama Tokopedia menyalurkan Bantuan Modal Usaha Batik Lurik ATBM Lestari (18/10/22).

        Bantuan berupa Modal Asset dan juga Modal Kerja. Modal asset berupa 2 unit alat tenun ATBM, 6 unit peker, 6 unit teropong, 4 unit sisir, 10 paket klenting, dan juga 14 unit gun. Bantuan modal kerja abtara lain berupa 16 lasi, 34 pakan, 18 pewarnaan, 18 close, 9 peket sekir, 1 paket nyucuk, dan 70 kg finishing.

        Bantuan ini nantinya akan tersalurkan pada 9 penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok Batik Lurik ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Lestari yang beralamat di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, kabupaten Klaten.

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        “Berawal dari usaha tenun kasar pada tahun 2006, sampai pada akhirnya bertemu LSM dan berkenalan dengan Dompet Dhuafa. Sedikit demi sedikit membawa perubahan untuk kami. Setelah bantuan dari Dompet Dhuafaturun, lalu ada pendampingan, serta bantuan pemasarannya. Alhamdulillah saat ini batik Lurik ATBM sedikit demi sedikit dapat dikenal. Namun pandemi selama dua tahun belakang ini sangat berdampak untuk usaha yang sedang terintis ini, maka dari itu kami mengucapkan terimakasi pada Dompet dhuafa dan juga para donatur atas bantuannya.” Ujar ibu Suyatmi, ketua Kelompok Batik Lurik ATBM ditengah acara.

        Pandemi yang berlangsung selama dua tahun tentu sangat berdampak pada perekonoman masyarakat, khusunya pada kelompok Lestari ini. Yang mana karena keterbatasan pemasaran, dan juga kesulitan bahan baku menjadikan usaha batik ini tidak berjalan dengan semestinya. Sehingga, bantuan seperti ini sangat diperlukan. Seperti halnya ujar Camat cawas dalam sambutanya.

        Terjeda Pandemi

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        “Meski terjeda dua tahun karena pandemi dan usaha yang terseok-seok. Harapanya dengan bantuan seperti ini dapat mendukung pertumbuhan dan pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi berlangsung.” Moh. Prihadi, M.Si. dalam sambutanya.

        Tak hanya itu Moh.Prihadi juga menyebutkan, bahwasanya dengan bantuan ini harapanya dapat semakin mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan para pengerajin Batik Lurik ATBM. Karena batik Lurik ATBM merupakan salah satu icon klaten yang tidak banyak orang jumpai pada daerah lain. Icon batik dengan kekhasan ini dapat terangkat nilainya di masyarakat luas. Tak hanya itu, ia semakin banyak diminati sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

        Bersama Tokopedia, DD Jogja Salurkan Bantuan Modal Batik Lurik

        Terdapat kekhususan pada Batik Lurik ATBM Lestari ini, yang mana merupakan batik dengan bahan pewarna yang alami.

        “Batik Lurik ATBM menjadi salah satu icon kabupaten klaten yang mesti di kembangkan. Harapanya dapat menjadi kekhususan yang dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “ Ujar Moh. Prihadi, M.Si. selaku Camat Cawas dalam sambutanya.

        Saat penyerahan berlangsung, para tamu undangan melihat secara langsung proses pembuatan Batik Lurik ATBM dari awal sampai dengan hingga menjadi kain.

        “ Semoga bantuan modal yang tersalurkan oleh Dompet Dhuafa dan juga Tokopedia ini akan mendatangkan manfaat pada ibu-ibu penerima manfaat dan juga keluarga. Tak hanya itu, semoga lantaran bantuan ini, Dompet Dhuafa Jogja dan juga Tokopedia semakin mendapat banyak keberkahan sehingga semakin dapat meluaskan kebermanfaatan.” tutup Bambang Edi Prasetyo selaku manajer program Dompet Dhuafa Jogja.

        Mari sahabat, teruskan kebaikan #JadiManfaat sehingga semakin banyak kelompok seperti ini yang terbantu.

        SIDOMUKTI, Program DD Jogja Belajar Budaya Melalui Batik

        SIDOMUKTI, Program DD Jogja Belajar Budaya Melalui Batik

        SIDOMUKTI, Program DD Jogja Belajar Budaya Melalui Batik

        Yogyakarta – Kamis, 13 Oktober 2022 Dompet Dhuafa Jogja launching program SIDOMUKTI (Sinau Budaya Lantaran Batik) di MI Muhammadiyah Munggur, Semanu, Gunungkidul. Launching kali ini di hadiri oleh perwakilan guru dari 10 sekolah yang ada di Gunungkidul. Tak hanya itu, Launching ini juga menghadirkan perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan juga Lembaga Agama Setempat.

        Batik adalah hasil kebudayaan Bangsa Indonesia yang bernilai tinggi. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Sejak kelahirannya yaitu pada masa Kerajaan Majapahit, batik memiliki nilai keindahan yang tinggi dan mengandung makna filosofi yang dalam. Sampai pada akhir abad ke-18, kesenian batik terus berkembang kususnya di Pulau Jawa hingga masa kerajaan-kerajaan dan raja-raja berikutnya.

        Masalah utama dari ancaman pudarnya warisan budaya batik di kalangan generasi muda khususnya anak-anak adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang batik. Anak-anak hanya tahu bahwa batik adalah sebuah kain bermotif yang bisa mereka jadikan pakaian. Mereka tidak tau bagaimana proses pembuatannya yang merupakan sebuah proses panjang. Lebih jauh lagi, generasi muda tidak tahu sejarah batik dan value yang tergambar lewat coraknya sehingga mereka tidak mampu menghargai batik sebagai sebuah karya yang adiluhung.

        Hal tersebut bisa dipahami karena di lingkungan sekolah dan tempat tinggal mereka tidak ada yang memberikan pembelajaran tentang batik atau tidak ada yang mengajarkan batik. Sumber belajar batik baik di sekolah maupun di masyarakat masih minim. Di sekolah, tidak ada guru yang mampu mengajarkan batik. Selain itu, perangkat lunak belajar mengajar batik di sekolah yang berupa kurikulum pun belum ada.

        Selain perangkat lunaknya, perangkat keras berupa fasilitas dan bahan membatik pun belum tersedia. Akibatnya anak-anak sebagai generasi penerus kebudayaan bangsa pun semakin jauh dari batik karena tidak pernah praktik membatik. Tumbuh generasi muda yang melestarikan batik di Gunungkidul. Fasilitas Belajar Membatik Produk Batik hasil karya Kurikulum Membatik SDM pengajar membatik Kurangnya pelatih batik yang untuk anak-anak Belum ada fasilitas membatik di sekolah Pelajaran membatik berhenti pada teori dan hanya sekedar praktek ringan, tidak sampai menjadi sebuah produk sebagai projeknya. Belum adanya kurikulum membatik yang baku karena sesuai dengan kemampuan sekolah Siswa SD/Madrasah yang berada pada daerah Gunungkidul bisa membatik dan paham tentang kebudayaan batik yang adiluhung.

        Program SIDOMUKTI

        SIDOMUKTI, Program DD Jogja Belajar Budaya Melalui Batik

        Untuk mengatasi hal tersebut, Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui Program SIDOMUKTI. Program SIDOMUKTI hadir sebagai upaya dari Dompet Dhuafa Jogja untuk melestarikan budaya batik di kalangan pelajar. Khususnya siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah Gunungkidul. Para guru yang terseleksi dari sekolah binaan akan belajar langsung dari praktisi batik dari Imogiri Bantul, sebuah daerah di Yogyakarta yang terkenal menjaga kekhasan batik tulis gaya Mataraman.

        “Semoga dengan ini dapat menjadi peran yang tidak besar ini dapat bermanfaat untk dapat melestarikan budaya dan meningkatkan kebudayaan masyarakat dan kita gunakan berdakwah pada masyarakat sehingga tercipta negara yang sejahtera, adil, dan makmur.” Ujar Bapak Herman Budianto dalam sambutanya.

        Di sini para guru akan belajar teknik membatik. Sedangkan sejarah dan value batik dapat dipelajari oleh masing-masing guru dari sumber-sumber keilmuan yang ada. Guru yang telah paham teknik membatik dipadu dengan kompetensinya sebagai pendidik akan mampu menurunkan ilmu batik pada siswa-siswanya.

        Sedangkan hal-hal yang siswa dapatkan melalui program ini antara lain yaitu mengenal sejarah perkembangan batik. Mengetahui dan memahami konsep pembuatan batik, bangga dan percaya diri terhadap batik. Pembentukan karakter melalui proses membatik dan mampu menghargai proses. Melatih kreativitas dan imajinasi melalui pembuatan motif batik karya mandiri sesuai usia dan lingkungan siswa. Siswa memiliki kompetensi dasar meliputi: menggambar, ikat celup, tetes lilin, membatik.

        “Jogja merupakan Kota Batik, yang mana ada pendidikan berkelanjutan mengenai batik. Mari bersama sama mengembangkan dan melestarikan batik ini. Harapan besar dari Program Dompet Dhuafa ini dapat termaksimalkan oleh sekolah- sekolah khususnya di Gunungkidul.” tutup dari perwakilan Dinas Pariwisata dalam sambutannya.

        Misteri Kehidupan Setelah kematian dalam Al Quran, Wajib Tahu!

        Misteri Kehidupan Setelah kematian dalam Al Quran, Wajib Tahu!

        Misteri Kehidupan Setelah kematian dalam Al Quran, Wajib Tahu!

        Salah satu rukun iman yang wajib umat Muslim yakini adalah iman kepada hari akhir. Tiap-tiap hamba Allah wajib untuk percaya akan adanya kehidupan setelah kematian.

        Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, dalam salah satu kajiannya  menyebut membicarakan misteri kehidupan setelah kematian, sama halnya dengan membicarakan akidah atau iman kepada hari akhir. Hal ini perlu tertanam dalam hati dan pikiran tiap-tiap umat Muslim.

        Rasulullah SAW dalam HR Ibnu Majah no. 4.258 pernah berucap, “perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutuskan kenikmatan, yaitu kematian”. Bahkan kepada para sahabat, Nabi berpesan agar mengingat kematian ini lebih dari shalat yang pengerjaanya sebanyak lima kali dalam sehari.

        “Kita (umat) juga diminta untuk memperbanyak mengingat kematian. Dengan mengingat kemtian, kita mendapatkan pahala karena ini adalah ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT,” ujar Ustaz Ahmad kepada jamaah kajian agam di Masjid Jami’ Al Mubarak, Senin (15/10).

        Gaya hidup para sahabat pun dalam urusan hari akhir selalu menjadi yang paling sempurna. Semuanya mencari surga yang paling tinggi dan megah, surga Firdaus.

        Dalam urusan akhirat tiap umat harus mencari yang paling utama

        Ustaz Ahmad melanjutkan, dalam urusan akhirat atau hari akhir, maka tiap umat harus mencari yang paling utama, paling tinggi, dan paling sempurna. Orang yang paling baik akhlaknya dan paling banyak mengingat kematian, maka ia adalah orang yang paling baik persiapannya dalam menjemput kematian.

        Mengingat kehidupan setelah kematian telah menjadi kebiasaan baik bagi Nabi maupun para sahabat. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berhenti untuk mengingatkan tentang adanya surga dan neraka. Bahkan saking seringnya hari akhir ini menjadi perbincangan dalam majelis, para sahabat bahkan menganggap kehadiran surga dan neraka ini seperti kasat mata. Mereka mampu melihat di depan mata kepala mereka meski hal ini masih menjadi rahasia Allah SWT.

        “Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan seseorang dari akhirat, kecuali dirinya sendiri. Tidak akan pernah orang masuk ke dalam neraka kecuali ia tauhid. Kalaupun orang bertauhid masuk neraka, ia tidak akan selamanya di sana,” ucapnya.

        Ia pun mewanti-wanti jamaah agar tidak berperilaku seperti orang kafir. Orang kafir akan senantiasa rakus dalam umur. Sepanjang hidupnya, orang kafir hanya akan berpikir bagaimana cara agar bisa hidup di dunia selama-lamanya. Sementara sebagai seorang Muslim akan memikirkan bagaimana cara bertahan setelah kematian.

        Sifat orang kafir akan terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Bagaimana mereka bisa menikmati hidup di dunia yang fana dan sementara ini dengan penuh. Mereka tidak akan pernah berpikir bagaimana jika mereka nanti mati.

        Dalam surat ar-Rum ayat 7 Allah berfirman, “Mereka (orang akfir) hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia. Sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”

        Kehidupan setelah kematian sejatinya mulai dari sesaat setelah ruh manusia berpisah dari jasadnya dan terangkat ke langit lalu kembali lagi ke alam barzah. Dalam surat al-Ankabut ayat 57 Allah berfirman, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

        Setiap orang akan merasakan kematian

        Setiap orang akan merasakan kematian, tanpa terkecuali kepada Nabi sekalipun. Hakikat dari kematian adalah waktu terputusnya untuk beramal dan masuk dalam alam hisab.

        Di dunia, orang cenderung bebas melakukan hal apapun. Baik yang bersifat baik maupun buruk. Ini terjadi karena tidak akan ada yang menghitung dan menilai setiap perbuatan manusia di dunia. Namun berbeda dengan setelah kematian, sekecil apapun perbuatan di dunia akan dipertanggungjawabkan.

        Untuk menyiapkan kehidupan setelah kematian, Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abdullah bin Umar RA, “Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah seseorang yang asing, atau seorang musafir.” Nabi selalu memberikan pesan kepada sahabat untuk tidak menyianyiakan waktu yang dipunya selama di dunia dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam urusan agama.

        Kematian sejatinya adalah pembeda antara dunia ini dan dunia yang hidup selama-lamanya. Kematian adalah pemisah antara waktu untuk beramal dan waktu untuk ganjaran atas amal, serta pemisah antara waktu pengumpulan amal dan perhitungan atas amal yang sudah dikumpulkan.

        Setelah kematian datang, tidak ada satupun yang bisa mengungkapkan alasannya dalam berperilaku selama hidup di dunia. Ia akan menanggung segala dosa maupun pahala yang dikumpulkan selama masa hidupnya.

        “Tidak ada seorangpun yang tahu kapan ia akan mati. Bahkan nabi pernah bersabda bahwa sesungguhnya tiap-tiap manusia berada dalam bahaya karena tidak tahu kapan akan mati. Kematian tidak membedakan mana anak-anak dan mana yang tua, pun tidak membedakan mana yang sakit kronis dan parah dengan yang sehat walafiat,” ujar Ustaz Ahmad.

        Dalam HR Al-Hakim dan Bukhori disebut Rasul pernah bersabda, “Sesungguhnya jika Allah menghendaki untuk mencabut nyawa seorang hamba di suatu tempat, maka Allah jadikan hamba itu memiliki keperluan di tempat tersebut.”

        Alam kubur menjadi persinggahan pertama

        Terakhir, Ustaz Ahmad mengingatkan, alam kubur akan menjadi persinggahan pertama bagi ruh yang telah tercabut dari jasadnya. Siapa yang selamat dalam kubur maka setelahnya kehidupan di akhirat akan lebih mudah. Namun bagi siapapun yang bersusah-susah dalam menjalani kehidupan di alam kubur, maka seterusnya ia tidak akan pernah tenang.

        Ia pun mengingatkan bahwa saat pencabutan ruh ini terjadi, ada perbedaan yang para malaikat pencabut nyawa lakukan. Hal ini tentu melihat dari amal dan ibadah masing-masing manusia.

        Kepada orang yang beriman, para malaikat akan turun dari langit dan wajah para malaikat ini putih bagai matahari. Mereka akan membawa kain kafan dan tandu dari surga. Sementara bagi orang kafir, wajah para malaikat ini akan berwarna hitam dan mereka membawa kain dan tandu yang berasal dari api neraka.

        Bagi orang yang beriman, ketika ruh mereka tercabut. Maka akan terasa lancar seperti air yang keluar dari dalam mulut meskipun tetap terasa sakit. Namun bagi orang kafir, Rasulullah SAW mengibaratkan prosesnya seperti mencabut bulu domba yang basah, berat. “Akibat saking kerasnya tarikan yang malaikat pencabut nyawa lakukan, seluruh urat akan putus dan setiap otot yang ada pada tubuh akan pecah,” ucap Ustaz Ahmad.

        Harta dan prestasi yang  manusia miliki selama hidup tidak akan mereka bawa dalam kubur. Semua itu akan tertinggal dan hanya menyisakan amal saleh. Amal ini lah yang akan membantu manusia saat berada di alam kubur.

        “Hidup di dunia adalah untuk mencari bekal bagi kehidupan setelah kematian. Persiapkan diri terhadap kematian. Istiqomah lah dalam hidup dan mudah-mudahan dimudahkan saat menghadapi hari kematian,” ujar Ustaz Ahmad.

        Tahap Kehidupan Setelah Kematian Menurut Islam

        1. Alam Kubur atau Alam Barzah

        Di alam kubur, manusia akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya pada mereka mengenai agama.

        Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya kepada manusia siapa Tuhan mereka, apa agama yang mereka percayai, apa kitab yang mereka baca, dan siapa Nabi mereka.

        Manusia akan terus berada di alam kubur sampai tiupan sangkakala berbunyi.

        2. Hari Kebangkitan

        Setelah tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil bunyikan, dunia akan mengalami kiamat dan semua makhluk hidup dunia akan binasa.

        Kemudian, malaikat Israfil akan meniupkan kembali sangkakala kedua yang akan membangkitkan semua makhluk hidup di dunia.

        Tiupan sangkakala kedua tersebut menjadi tanda hari kebangkitan dimulai.

        3. Padang Mahsyar

        Setelah manusia bangkit, mereka akan terkumpulkan pada padang mahsyar.

        Padang mahsyar merupakan sebuah tempat datar yang sangat luas dan kering dengan matahari berjarak hanya satu jengkal dari kepala manusia dan terus menyinari padang ini.

        Saat berada pada padang mahsyar, orang-orang kafir dan musyrik akan merasa sangat kepanasan.

        Sedangkan itu, umat muslim tidak merasakan kepanasan karena terlindung Allah Swt.

        Setiap manusia yang ada pada padang mahsyar mulai teradili amal perbuatannya dengan iringan dua malaikat.

        Malaikat pertama bertugas sebagai pengiring manusia, sedangkan malaikat kedua bertugas sebagai saksi perbuatannya di dunia.

        4. Yaumul Mizan atau Hari Penimbangan

        Setelah bangkit pada padang mahsyar, manusia akan berkumpul berdasarkan Nabinya.

        Mereka akan berbaris dan menunggu yaumul mizan atau hari penimbangan yaitu ketika amalan mereka tertimbang baik dan buruknya.

        Sementara itu, jika manusia lebih berat timbangan amal buruknya, maka dia mendapatkan kecelakaan.

        5. Yaumul Hisab atau Hari Perhitungan

        Selanjutnya yaitu penghitungan amal perbuatan manusia di yaumul hisab atau hari perhitungan.

        Hal ini tertulis di Al-Qur’an suratS Al-Ghashiyah 25:26 yang berbunyi

        Allah berfirman, “Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”

        Amal perbuatan manusia terbagi menjadi dua saat perhitungan, yaitu hisab yang mudah dan hisab yang sulit.

        Berdasarkan hadis Ahmad, Rasullullah saw. menjelaskan apa itu hisab mudah.

        Berikut bunyinya:

        “Kemudian dari Aisyah r.a. ia bertanya tentang apa itu hisab yang mudah. Rasullullah saw. lantas menjawab “Allah memperlihatkan kitab (hamba)-Nya kemudian Allah memaafkannya begitu saja. Barang siapa yang dipersulit hisabnya, niscaya ia akan binasa.” (HR. Ahmad)

        6. Jembatan Shirathol Mustaqim

        Kehidupan setelah kematian berikutnya menurut Islam adalah melewati jembatan shirathol mustaqim.

        Jembatan ini konon hanya memiliki lebar sekecil rambut dan sulit untuk dilewati.

        Orang-orang yang lolos menyebrangi jembatan ini akan masuk ke surga, sedangkan orang-orang yang jatuh akan masuk ke neraka.

        Bagi manusia yang timbangan amal kebaikannya tinggi, ia akan mudah menyebrangi jembatan ini.

        Sementara itu, manusia yang timbangan amal kebaikannya sedikit akan kesulitan menyebrangi jembatan ini.

        7. Surga dan Neraka

        Kehidupan setelah kematian terakhir adalah tinggal di surga atau neraka.

        Surga adalah sebaik-baiknya tempat kembali, di surga kamu tidak pernah mengalami kesedihan, penderitaan, dan kesengsaraan.

        Surga Allah ciptakan untuk umatnya yang beramal saleh dan berhati bersih.

        Sementara itu, neraka merupakan seburuk-buruknya tempat kembali dan penuh dengan penyiksaan, kesedihan, dan kesengsaraan.

        Orang-orang yang berbuat keburukan akan tinggal di neraka sebagai balasan keburukan yang mereka lakukan di dunia.

        Peringatan Maulid Nabi, Bagaimana Sejarah dan Maknanya?

        Peringatan Maulid Nabi, Bagaimana Sejarah dan Maknanya?

        Peringatan Maulid Nabi, Bagaimana Sejarah dan Maknanya?

        Sejarah Maulid Nabi perlu terkaji dengan baik. Peringatan Maulid Nabi adalah salah satu hari penting umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi 2022 diperingati pada tanggal 8 Oktober 2022. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Maulid Nabi yakni peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, simak informasinya berikut ini.

        Sejarah Maulid Nabi sudah dilakukan oleh masyarakat Muslim bangsa Arab sejak tahun kedua hijriah. Catatan tersebut merujuk pada Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa.

        Dalam catatan tersebut juga menjelaskan, Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Dari Madinah, Khaizuran juga menyambangi Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

        Dikutip dari islami.co, keinginan untuk merayakan hari lahir Muhammad SAW muncul pada masa khalifah Umar bin Khattab yakni sekitar tahun 22 atau 23 hijriyah (638-an Masehi). Namun ketika itu para sahabat kesulitan untuk menentukan tanggal dan hari pasti kelahiran Nabi Muhammad SAW. Terkait kelahiran Nabi Muhammad SAW sendiri memang ada dua pendapat. Kesepakatan para ulama yang pertama, Rasulullah  lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Pendapat kedua menyebutkan Nabi Muhammad lahir pada 9 Rabiul Awal Tahun Gajah.

        Sejarah peringatan Maulid Nabi SAW

        Dosen sejarah peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zakaria M.Ag mengatakan, sejarah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali muncul pada masa Bani Fatimiyyah, Mesir. Dinasti Fatimiyyah yang mendirikan merupakan Sa’id bin Husain yang berada pada daerah Tunisia sekitar tahun 909 M dan berideologi Syiah.

        Nama Fatimiyah terambil dari putri Rasulullah SAW yang juga istri Ali bin Abi Thalib. Sa’id bin Husain dan para pendiri Dinasti Fatimiyah mengklaim masih satu garis nasab atau keturunan dengan Fatimah.

        Dinasti Fatimiyah runtuh pada tahun 1169 Masehi. Lahirlah kemudian Dinasti Ayyubiah pimpinan Salahudin Al Ayyubi. Ketika itu, menurut Zakaria, Shalahuddin al Ayyubi yang menaklukan Bani Fatimiyyah di Mesir melihat warga merayakan hari lahir Ali bin Abi Thalib sebagai wujud kecintaan mereka.

        Salahuddin al Ayyubi kemudian menggagas festival syair, yang kemudian muncul syair-syair besar pada bidang cerita tentang Nabi yaitu ada Barzanji dan Ad-Diba’I. Dan, dari sanalah muncul perayaan-perayaan maulid. Berawal dari perayaan maulid untuk Ali bin Abi Thalib, namun saat ini telah menjadi tradisi maulid.

        Salahuddin al-Ayyubi melihat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa membangkitkan semangat juang umat Islam. Sehingga dia pun kemudian menginstruksikan perayaan Maulid Nabi setiap tahun di tanggal 12 Rabiul Awal. Perintah itu dia sampaikan pada musim haji tahun 579 hijriyah atau 1183 Masehi.

        Mengenai dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Zakaria menyebut ada beberapa hadits yang menjelaskan. Salah satunya ketika para sahabat bertanya alasan Rasulullah berpuasa di hari Senin dan Kamis. Kepada para sahabat, Rasulullah menjawab bahwa Beliau lahir pada hari Senin dan terangkat menjadi Rasul pada hari Kamis.

        “Itu artinya Nabi memperingati hari kelahirannya dengan cara berpuasa. Untuk generasi sekarang merayakan peringatan maulid dengan berpuasa di hari Senin dan membaca riwayatnya,” kata Zakaria.

        Menurut Zakaria, tak ada dalil yang melarang merayakan hari kelahrian. Bahkan di dalam Al Quran Surat Maryam ada ucapan selamat hari kelahiran Nabi Musa sampai dua kali. “Artinya Al Quran saja membolehkan orang merayakan hari kelahiran itu, apalagi kalau sekarang di dunia sudah memperingati maulid itu hal yang bagus,” paparnya.

        Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

        Menurut buku ’37 Masalah Populer: Untuk Ukhuwah Islamiyah’ karya H Abdul Somad, makna peringatan Maulid Nabi adalah mengingatkan manusia tentang risalah dan sirah dari Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, umat Islam akan memahami bahwa satu-satunya tauladan adalah Nabi Muhammad SAW.

        Kapan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2022? Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022, Maulid Nabi Muhammad 2022 jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022, tepatnya hari Sabtu. Dan pada tanggal 8 Oktober 2022 adalah tanggal merah hari libur peringatan Maulid Nabi 2022. Semoga bermanfaat sahabat.

        Zakat Sebagai Solusi Pengentas Kemiskinan? Kupas Jawabnya!

        Zakat Sebagai Solusi Pengentas Kemiskinan? Kupas Jawabnya!

        Zakat Sebagai Solusi Pengentas Kemiskinan? Kupas Jawabnya!

        Penghimpunan zakat dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika teroptimalkan, zakat bisa menjadi instrumen sosial yang ajek sebagai solusi pengentas kemiskinan dan distribusi pendapatan yang tidak merata di tengah masyarakat.

        Zakat merupakan salah satu kewajiban apabila penghasilan telah mencapai nisab. Tertulis dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, definisi zakat adalah harta yang wajib seorang muslim keluarkan atau badan usaha yang tersalurkan kepada para mustahik (penerima zakat) sesuai dengan syariat Islam. Lalu apa bedanya dengan infak dan sedekah? Infak itu sendiri adalah harta yang seseorang atau badan usaha selain zakat untuk kemaslahatan umum. Sedekah adalah harta dan atau nonharta yang keluar karena seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

        Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi seorang muslim, yang ternyata mempunyai dampak terhadap perekonomian, karena zakat disalurkan dari masyarakat kaya ke masyarakat miskin. Zakat nantinya akan tersalurkan ke para Mustahik atau orang yang berhak menerima zakat. Peningkatan jumlah zakat, akan meningkatkan konsumsi masyarakat miskin, sehingga akan meningkatkan konsumsi agregat yang akan berpengaruh pada peningkatkan PDB nasional. Selain untuk meningkatkan konsumsi, menurut UU No. 23 Tahun 2011 Pasal 27 ayat 1, zakat dapat terdayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat.

        Masyarakat Muslim Terbesar di Dunia

        Sebagai negara dengan masyarakat muslim terbesar di dunia, potensi zakat di Indonesia adalah signifikan, terutama dari zakat fitrah. Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memperkirakan potensi zakat fitrah di Indonesia pada tahun 2022 adalah kisaran 476 – 529 ribu ton beras. Jika dinominalkan maka setara Rp4.7 – Rp6.7 triliun.

        Penelitian dari Dewi Purwanti pada Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam pada tahun 2020. Menyatakan bahwa kenaikan zakat, infak dan sedekah sejalan dengan kenaikan PDB riil. Dengan adanya pengaruh zakat, infak dan sedekah yang positif terhadap perekonomian Indonesia, maka perlu dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat muslim untuk selalu membayarkan zakatnya.

        Saat ini, di Indonesia sudah memiliki banyak Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menghimpun dan mengelola dana zakat masyarakat Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwasannya kenaikan zakat berpengaruh pada peningkatan perekonomian. Sehingga akan lebih baik jika dana zakat yang tersalurkan melalui Lembaga Zakat. Selain praktis dan memudahkan, alokasi dana zakat juga lebih terjamin tepat sasaran apabila  jika tersalurkan sendiri. Selain itu, sistem kelembagaan kolektif dapat lebih efektif untuk menjadikan zakat sebagai basis ekonomi umat. Dana dapat terhimpun dalam jumlah besar dan dapat terdistribusikan secara proporsional. Dengan begitu, dana zakat yang terbayarkan akan dengan maksimal membantu pertumbuhan perekonomian Indonesia dan juga meningkatkan kualitas umat.

        Yuk sahabat, jadikan 2,5 % hartamu sebagai salah satu solusi tumbuh dan berkembangnmya perekonomian di negara tercinta ini. Klik disini!

        zakat penghasilan

        Tingkatkan Media Publikasi Sekolah SLI Adakan Pelatihan Canva

        Tingkatkan Media Publikasi Sekolah SLI Adakan Pelatihan Canva

        Tingkatkan Media Publikasi Sekolah SLI Adakan Pelatihan Canva

        Gunungkidul- Sebanyak10 peserta dari beberapa sekolah mitra dampingan SLI Dompet Dhuafa Jogja. Terlaksana pelatihan desaign poster dan twibbon menggunakan canva di SD Negeri Gunungsari, Gunungkidul (14/09/2022). Kegiatan pelatihan ini secara antusias guru-guru sekolah mitra SLI yang ada di Gunungkidul ikuti.

        Materi tersampaikan oleh Ibu Reski Raezita , Ibu Samsiyati, dan juga Ibu lulu yang merupakan lulusan Digital SLI angkatan pertama. Dalam pelatihan tersebut menjelaskan beberapa fitur yang ada di canva yang dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk mendesaign poster ataupun yang lainnya untuk meningkatkan kualitas publikasi sekolah mereka.

        Ibu Reski Raezita menjelaskan langkah-langkah yang baik dalam publikasi sebuah berita ataupun artikel sekolah. Bagaimana panduan yang baik, tata letak dan juga apa yang menarik terlihat dalam sebuah publikasi. Menjelaskan bagaimana manfaat dari desaign untuk sebuah publikasi yang menarik.

        Dalam pelatihan tersebut tidak hanya berupa sebuah penjelasn, namun juga praktek secara langsung bersama para peserta. Para peserta langsung mengaplikasikan hasil pelatihan dan materi dalam praktek secara langsung.

        Praktek mengenai cara pembuatan poster dan juga twibbon yang menarik untuk publikasi. Tak hanya itu, peserta pelatihan dapat bertanya dan juga mendapat bimbingan dari dasar untuk dapat memahami berbagai fitur yang ada pada canva.

        “Alhamdulillah, terimakasih atas ilmunya. Ilmu ini siap kami terapkan dan manfaatkan untuk Publikasi Madrasah kami.” Ujar Ibu Nur Rahma Wati, MIM Blembem.

        Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan juga mengucapkan syukurnya atas ilmu yang telah ia peroleh untuk memajukan publikasi madrasah dan sekolahnya.

        “Alhamdulillah, terimakasih atas ilmunya. Ilmu ini siap kami terapkan dan manfaatkan untuk Publikasi Madrasah kami.” Ujar Ibu Nur Rahma Wati, MIM Blembem.

        Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini dan juga mengucapkan syukurnya atas ilmu yang telah ia peroleh untuk memajukan publikasi madrasah dan sekolahnya.

        Belajar Konsep Kelapangan dari Sumur Raumah Ustman Bin Affan

        Belajar Konsep Kelapangan dari Sumur Raumah Ustman Bin Affan

        Belajar Konsep Kelapangan dari Sumur Raumah Ustman Bin Affan

        Sumur Raumah termasuk salah satu situs bersejarah. Letaknya di samping Masjid Qiblatain. Mulanya, telaga itu merupakan milik seorang Yahudi. Akan tetapi, kepemilikan itu kemudian beralih ke tangan sahabat Nabi SAW, Utsman bin Affan, untuk kemudian manfaatnya dirasakan kaum Muslimin.

        Diriwayatkan pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Makkah, satu-satunya sumber air yang tersisa, yakni sebuah sumur milik seorang Yahudi, Sumur Raumah namanya. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela mengantre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

        Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR Muslim).

        Seorang sahabat Rasulullah yang terkenal dermawan, Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Meski sudah ia tawar degan harga yang bagus, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya. Ia beralasan, seandainya sumur tersebut terjual, penghasilan yang ia peroleh setiap hari akan berhenti.

        Menawar Setengah dari Sumur Raumah

        Utsman tidak kehilangan akal untuk kembali menawar sumur tersebut. Ia pun memberi tawaran menarik akan membeli setengah dari sumur tersebut. Jika Yahudi itu setuju, ujarnya, maka sumur itu bisa menjadi milik keduanya secara bergantian. Satu hari Utsman miliki, besoknya kembali lagi menjadi milik Yahudi. Begitu seterusnya.

        Yahudi itu pun menerima tawaran Utsman. Ia merasa bisa mendapatkan uang banyak dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur. Utsman pun meminta penduduk Madinah untuk mengambil air tersebut dengan gratis. Ia juga mengingatkan warga mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk dua hari karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

        Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itu pun mendatangi Utsman. Ia meminta Utsman untuk membeli setengah lagi sumurnya tersebut dengan harga yang sama seperti saat Utsman membeli kemarin. Utsman setuju, lalu ia membeli seharga 20.000 dirham, sehingga Sumur Raumah menjadi milik Utsman secara penuh.

        Wakaf untuk Ummat

        Utsman lalu mewakafkan Sumur Raumah. Sejak itu, sumur tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya. Setelah ia wakafkan, tumbuhlah pada sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah 1.550 pohon.

        Departemen Pertanian Saudi kemudian menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar. Setengah dari keuntungan itu tersalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedangkan setengahnya ia tabung dan simpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau pada salah satu bank atas nama Utsman bin Affan.

        “Ya, Utsman bin Affan sudah wafat lebih dari 1.400 tahun silam, tetapi rekening bank atas namanya masih terjaga hingga kini.” Ujar Departemen Pertanian Saudi.

        Dari kisah tersebut, maka dapat kita ambil pelajaran bahwasanya kelapangan dan keikhlasan dapat mendatangkan banyak kebaikan. Apalagi dalam hal ini kebaikan dalam mengalirkan air untuk ummat, insyaAllah pahala mengalir seterusnya selama air itu mengalir manfaatnya untuk  ummat.

        sahabat dapat menunaikan kebaikan mengalirkan air di kemanusiaan.org

        Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

        Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

        Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

        Sahabat, pernah mendengar istilah waktu bagaikan pedang? Sebagai manusia yang telah Allah SWT perintahkan sebagai seorang khalifah di muka bumi. Sudah selayaknya sahabat memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Sehingga diri tidak lupa mengenai status yang Allah SWT amanahkan. Terdapat dua tipe manusia pada muka Bumi ini, antara lain:

        1. Manusia pengolah waktu yaitu manusia yang bisa mengisi waktunya dengan baik. Sehingga selalu bisa menjalankan kewajibannya dengan sempurna dan tidak ada waktu yang terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat.

        2. Orang yang terolah waktu yaitu orang yang membiarkan waktu terbuang sia-sia. Ia menganggap esok masih ada waktu, ini merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal waktu dan kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, yang mana banyak manusia tertipu karenanya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori).

        Inilah bahayanya golongan orang yang kedua, karena orang ini merupakan orang yang suka menunda. Ia akan kehabisan waktu sehingga apa yang ia inginkan tidak akan pernah berhasil dan hanya berhenti pada angan angan,  dan inilah kemenangan iblis.

        Dan Masa sendiri terbagi menjadi tiga,yaitu masa yang telah lalu, masa yang sekarang dan masa yang akan datang.

        Masa lalu kita sudah tidak dapat menggantinya karena ia bagaikan air yang mengalir dan sekali mengalir maka tidak bisa kembali lagi,
        masa sekarang.

        Kerugian Tidak Memanfaatkan Waktu dengan Baik

        Kerugian saat tidak memanfaatkan waktu dengan baik antara lain:

        1. Tidak mampu menghitung nikmat Allah SWT

        Sungguh telah banyak nikmat yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita. Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat tersebut niscaya kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

        وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

        “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS Ibrahim [14] : 34)

        Dalam Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh As Sa’di mengatakan, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya” maka lebih-lebih lagi untuk mensyukuri nikmat tersebut. “Sungguh manusia benar-benar zholim dan kufur”. Itulah tabiat manusia di mana : (1) dia zholim dengan melakukan maksiat, (2) kurang dalam menunaikan hak Rabbnya, dan (3) kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala. Dia tidak mensyukurinya, tidak pula mengakui nikmat tersebut kecuali bagi siapa yang diberi hidayah oleh Allah untuk mensyukuri nikmat tersebut dan mengakui hak Rabbnya serta menegakkan hak tersebut.”

        2. Kenikmatan yg terlupa

        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu antara dua kenikmatan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

        “Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)

        Ibnu Hajar dalam Fathul Bari membawakan perkataan Ibnu Baththol. Beliau mengatakan,”Makna hadits ini adalah bahwa seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang mendapatkan seperti ini, maka bersemangatlah agar tidak tertipu dengan lalai dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Di antara bentuk syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, ialah yang tertipu.”

        Ibnul Jauzi dalam kitab yang sama mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun dia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun dia dalam keadaan sakit. Apabila tergabung kedua nikmat ini, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).

        Itulah manusia. Banyak yang telah terbuai dengan kenikmatan ini. Padahal setiap nikmat yang telah Allah berikan akan ditanyakan. Allah Ta’ala berfirman,

        ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

        “Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”. (QS At Takaatsur [102] : 8)

        3. Waktu yang berlalu tak bisa terulang kembali

        Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan. Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.

        الوقت أنفاس لا تعود

        “Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

        Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat. Namun bisa berbuah kebaikan maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

        Hendaknya kita sadar bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang hamba. Sungguh disayangkan jika waktu belalu begitu saja tanpa digunakan untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita.

        4. Waktu Laksana Pedang

        Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yang telah Allah Ta’ala berikan. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

        Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim, beliau menyebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Nasehat tersebut berisikan pada dua inti berikut:

        الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

        “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan kamu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

        Saudaraku, senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok. Hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’alalah yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.

        Ibnu Mas’ud berkata,

        ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

        “Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

        Al Hasan Al Bashri berkata,

        ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﳚﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ  ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

        “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”

        Pergunakan Waktu dengan Baik 

        Inilah masa yg harus kita pergunakan sebaik mungkin.Supaya kedepannya nanti tidak menjadi beban yang memberatkan kita di hadapan pengadilanNya Dzat yg maha Adil.

        Untuk itu marilah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki. Memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Kita tidak pernah tahu sisa waktu yang kita miliki.

        Mulailah semuanya dari sekarang untuk selalu berbuat kemanfaatan. Wallahualam bishowab. Semoga bermanfaat sahabat.

        Meski Harga Kebutuhan Naik Drastis, Tak Perlu Berputus Asa

        Meski Harga Kebutuhan Naik Drastis, Tak Perlu Berputus Asa

        Meski Harga Kebutuhan Naik Drastis, Tak Perlu Berputus Asa

        Sudah menjadi kodrat manusia senantiasa menghadapi permasalahan hidup. Hidup merupakan serangkaian tindakan untuk mengelola permasalahan. Pada sebagian masalah, secara alamiah manusia mempunyai bekal insting dari-Nya untuk menghadapi masalah yang ada.

        Namun, pada sebagian lainnya manusia harus melalui proses pencarian dan pembelajaran sebelum menemukan solusi terbaik menyeleseikan masalahnya. Ketika lapar, kita makan: ketika ngantuk, kita tidur: mengantuk, tidur. Ini merupakan insting yang menggerakan tubuh kita.

        Permasalahan lain, seperti rasa sakit, kesepian, ketakutan, keinginan memiliki, rasa malu, inilah persoalan yang memerlukan usaha pembelajaran. Allah SWT mendorong manusia untuk selalu mencari jalan dan berusaha menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.

        Dalam surah Yusuf ayat 87, Allah berfirman, “… dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” Mengapa Allah melarang kita berputus asa? Sebenarnya, ini mengandung konsekuensi yang logis.

        Ketika Allah melarang manusia berputus asa, itu artinya Allah sudah menjamin pasti ada harapan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan. Itulah mengapa selalu ada fitrah jalan keluar dalam setiap pemecahan masalah. Berupa jalan yang semakin mendekatkan diri manusia kepada ajaran-Nya.

        Fitrah jalan keluar dari Allah selalu beriringan dengan seberapa tingkat ketakwaan hamba-Nya. Didahului dengan pertobatan, rasa syukur, serta amalan vertikal dan horizontal, kemudian segala daya akal dan upaya kita kerahkan untuk menemukan jalan keluar yang telah Allah siapkan untuk permasalahan kita.

        “Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” Namun, banyak manusia merasa bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa pertolongan Tuhan-Nya.

        Atau, sebagian lain justru merasa tidak ada jalan keluar dan berputus asa atas masalah yang mendera. Dalam kutipan surah Yusuf di atas, manusia yang berputus asa dari rahmat Allah atau bahkan tidak mengimani adanya jalan keluar, masuk dalam kategori manusia yang melakukan kekufuran.

        Jadi, masalah yang dihadapi manusia dapat dipahami sebagai ujian keimanan dari Allah. Lalu, apakah kita akan kufur atau percaya pada pertolongan-Nya? Harusnya, kita selalu yakin Allah menyediakan jalan keluar dari setiap permsalahan yang kita hadapi.

        Bersama Kesulitan ada Kemudahan

        Kadang kita memang dihadapkan pada kenyataan yang benar-benar tak sesuai dengan harapan kita. Namun, belajar ikhlas dan berprasangka baik itu sangat penting dilakukan. Kita tak pernah tahu apa yg akan datang kedepannya.

        “Wahai orang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwallah kepada Allah agar kamu beruntung” (QS. Ali-Imran: 200)

        Allah mengingatkan bahwa sabar tidaklah ada batasnya, ketika Dia telah meminta kita berbasar, Ia minta kita lagi untuk menguatkan kesabaran.

        “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap”. (QS. Al Insyiroh: 5-8)

        Bahkan sampai dua kali berturut-turut Allah mengatakan bahwa tak ada permasalahan yang tak terbarebgi dengan solusi dan hikmah. Ketika sedang merasa lemah, ingatlah Dia yang sudah memberikanmu segalanya ya. Semoga bisa semakin kuat dan sabar!

        Meski saat ini setiap hal tidak sesuai ekspektasi yang kita miliki, maka bersabarlah dan berusahalah menghasilkan hal terbaik untuk itu. Allah SWT mengajarkan kita untuk itu, maka berusahalah dengan baik.

        Birrul Walidain, Pintu Surga Paling Indah

        Birrul Walidain, Pintu Surga Paling Indah

        Birrul Walidain, Pintu Surga Paling Indah

        Dalam Agama Islam, seorang anak wajib berbakti kepada orangtua disebut dengan istilah birrul walidain.

        Allah Ta’ala berfirman,

        وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

        Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra’: 23)

        Dalam beberapa ayat, Allah selalu menggandengkan amalan berbakti pada orang tua dengan mentauhidkan-Nya dan larangan berbuat syirik. Ini semua menunjukkan agungnya amalan tersebut. Allah Ta’ala berfirman.

        Birrul walidain merupakan bagian dalam etika Islam yang menunjukan tindakan berbakti seorang anak kepada kedua orangtua. Berbakti kepada orangtua ini hukumnya wajib bagi setiap Muslim, meskipun seandainya kedua orangtuanya adalah non muslim. Bagi seorang Muslim, berbakti kepada orangtua bukan sekadar untuk memenuhi tuntunan norma kesopanan, namun sebagai salah satu cara menaati perintah Allah SWT.

        Birrul Walidain antara lain sebagai berikut:

        Seorang anak diajarkan untuk selalu bertutur kata yang baik pada orangtuanya. Mungkin sebagian dari kita pernah memiliki perbedaan pendapat atau bertengkar dengan orangtua, tapi sebagai anak, kita tetap harus menjaga tutur kata.

        Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Janganlah engkau menggunakan kefasihan bicaramu (mendebat) di hadapan ibumu yang dahulu telah mengajarimu berbicara.”

        Tak lupa selalu doakan yang terbaik untuk mereka. Ketika orangtua masih hidup atau bahkan ketika sudah dipanggil Yang Maha Kuasa, seorang anak wajib mendoakan orangtuanya. Doa anak akan membahagiakan orangtuanya, bahkan doa tersebut akan menjadi bekal amalan yang terbawa oleh orangtua hingga ke alam kubur.

        Sahabat, dalam setiap kesempatan hendaknya kita selalu memprioritaskan orangtua, terutama ibu dan selalu berbuat baik padanya. Rasulullah SAW bersabda, berbuat baiklah kepada ibu, karena surga berada di bawah kedua telapak kakinya.

        Dan buatlah bangga mereka, orangtua merupakan orang yang mendidik anaknya dari kecil hingga dewasa. Itulah mengapa setiap anak wajib melakukan yang terbaik untuk membanggakan orangtuanya. Jika kamu menuruti ajaran orangtua, mereka pun akan merasa bangga dan bahagia kepadamu.

        Beri Mereka Kehidupan yang Layak

        Sahabat, saat seorang anak sudah mandiri dan bisa mencari nafkah sendiri, sebaiknya sang anak menunjukkan sikap berbaktinya dengan memberi kehidupan yang layak bagi orangtuanya.

        يَسۡـــَٔلُوۡنَكَ مَاذَا يُنۡفِقُوۡنَ ؕ قُلۡ مَآ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ خَيۡرٍ فَلِلۡوَالِدَيۡنِ وَالۡاَقۡرَبِيۡنَ وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ‌ؕ وَمَا تَفۡعَلُوۡا مِنۡ خَيۡرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيۡمٌ

        “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, ‘Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orangtua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 215)

        Ketika orangtua berada di usia senja, umumnya orangtua memerlukan perhatian lebih karena kondisi mereka sudah tidak sesehat di masa muda. Untuk itu, sudah sewajarnya jika anak merawat orangtuanya, sebagaimana orangtua merawat kita sedari kecil.

        رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الكِبَرِ، أَحَدُ هُمَا أَوكِلَيْهِمَا، فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

        “Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” (HR. Muslim 2551, Ahmad 2:254, 346)

        Hormati dan Hargai Pilihan Orang Tua

        Sebagai anak, kamu mungkin sering berselisih pendapat dengan orangtua. Kadang orangtua memiliki pilihan dan opini tersendiri. Apa pun pilihan orangtua dalam hidupnya, kamu sebagai anak juga harus menghormatinya.

        Lakukanlah hal yang disukai dan diridhoi oleh orangtua, selama itu baik, maka itu adalah jalan pahala bagi kamu.

        “Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua.” (HR. Tirmidzi)

        Ketika kamu sudah berkeluarga atau kamu tidak lagi tinggal bersama orangtua, penting bagi kamu untuk selalu memberi kabar pada orangtua. Menjalin komunikasi yang intens dengan orangtua adalah salah satu cara untuk membahagiakan mereka. Jangan lupakan orangtua meski kalian berjauhan.

        Orangtua adalah orang yang harus dihormati dan disayang oleh anaknya. Mereka merupakan ‘pahlawan’ bagi anak-anaknya. Saat berbicara dengan orangtua, tak hanya memperhatikan tutur kata , tapi juga berikanlah kalimat-kalimat yang bisa menyenangkan hati mereka.

        وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

        “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS: Al-Isra ayat 23-24).

        Semoga bermanfaat sahabat, dan semoga dapat mengamalkannya dengan baik.

        3 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dalam Al-Quran, Wajib Tahu!

        3 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dalam Al-Quran, Wajib Tahu!

        3 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dalam Al-Quran, Wajib Tahu!

        Selain puasa pada hari Senin dan Kamis, ada pula Puasa ayyamul bidh yang ternyata dapat mendatangkan pahala yang berlimpah. Puasa sunnah ini dapat kita kerjakan sepanjang tahun.

        Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu jenis puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim pada pertengahan bulan.

        Sahabat, kata ayyamul bidh berarti hari-hari cerah, tepatnya hari yang dalam malamnya disinari oleh bulan purnama.

        Pada bulan Safar 1443 H ini, puasa ini jatuh pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin 10, 11 dan 12 September 2022. Bagi umat muslim yang mengerjakannya maka akan mendapatkan keutamaan yang telah teriwayatkan dalam hadist.

        Dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’. (HR Abu Dawud).

        Puasa Ayyamul Bidh juga terkenal dengan sebutan puasa putih. Pasalnya, bulan tampak terang benderang menuju purnama dan menyerupai warna putih pada pertengahan bulan. Ada pula pendapat dalam kitab Umdatul Qari’Syarhu Shahihil Bukhari yang menyebut puasa ini berasal dari kisah Nabi Adam. Saat Adam turun ke Bumi, tubuhnya dalam keadaan gosong. Ketika melakukan puasa selama tiga hari, tubuhnya memutih.

        Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

        Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah pada tengah bulan pada kalender Hijriyah pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah . Setiap pertengahan bulan kalender Hijriyah, kita boleh melaksanakan puasa ini, kecuali pada Hari Tasyrik.

        Puasa ini memiliki keutamaan yang cukup banyak dan mendatangkan pahala dari Allah SWT. Keutamannya adalah sebagai berikut.

        Banyak hadits yang menyebutkan bahwa puasa ini memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Penjelasannya tersebut sebagai berikut:

        Satu hari berpuasa sunnah, maka kebaikan yang kita dapatkan akan berlipat ganda sebanyak sepuluh kebaikan. Jika kita berpuasa tiga hari dalam satu bulan, maka kita akan mendapat 30 hari kebaikan. Apabila kita melakukan puasa sunnah ini rutin setiap bulan selama satu tahun, maka kita seperti berpuasa sepanjang tahun.

        Puasa putih maksudnya bukan seperti tradisi, yakni hanya mengonsumsi bahan makanan berwarna putih. Melainkan dari tanda-tanda alam.

        Pada tanggal 13-15, biasanya bulan sedang dalam kondisi penuh atau yang disebut dengan purnama. Oleh karena itu, puasa ayyamul bidh disebut puasa putih karena kondisi alam yang sedang dalam keadaan terang akibat dari cahaya bulan purnama.

        Dengan berpuasa sunnah selama tiga hari berturut-turut, secara tidak langsung kita telah menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadist riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

        “Rasullullah SAW mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan salat Dhuha, (3) mengerjakan salat witir sebelum tidur.”

        Bulan Safar adalah Bulan Sial. Benarkah Demikian?

        Bulan Safar adalah Bulan Sial. Benarkah Demikian?

        Bulan Safar adalah Bulan Sial. Benarkah Demikian?

        Umat Islam mengenal bulan Safar sebagai bulan kedua dalam kalender Hijriyah setelah Muharram. Selain karena pada bulan tersebut Nabi Muhammad SAW melakukan Hijrah untuk pertama kalinya, ada banyak lagi peristiwa bersejarah penting lainnya yang perlu kita ketahui bersama.

        Banyak peristiwa penting yang bisa memberikan pelajaran penting bagi seluruh umat Islam untuk mengamalkan banyak kebaikan untuk kemajuan dakwah Islam.

        Selama ini Bulan Safar seringkali dikaitkan dengan mitos masa-masa kesialan, atau bahkan disebut juga sebagai bulan marabahaya. Sebagian orang meyakini bulan ini dalam kalender Islam adalah bulan yang penuh kesialan. Masyarakat Arab Saudi di zaman dulu percaya bahwa di bulan ini berbagai kesialan akan datang, mulai dari perang hingga wabah penyakit.

        Tapi apakah benar Safar menjadi bulan yang sial, lantas bagaimana dalam pandangan Islam jika di Arab saja banyak yang masih meyakini soal kesialan bulan ini?

        Lalu apakah bulan Safar, bulan sial?

        Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam. Setelah Muharam selesai, maka Safar akan muncul dan terlewati hingga memasuki bulan berikutnya.

        Dilansir MUI, anggapan bulan ini mendatangkan kesialan muncul pada masyarakat Arab jahiliyyah. Mereka meyakini bulan ini sebagai bulan yang malang, sial, dan waktu yang tepat untuk hal-hal buruk berdatangan.

        Jika merujuk pada bahasa, Safar berarti kosong. Ini mengambil istilah dari tempat yang kosong atau mengosongkan tempat. Sebab di zaman dulu banyak orang Arab yang ber-safar atau bepergian di bulan safar.

        Bukan hanya kosong, orang Arab pada masa lalu juga menganggap Safar sebagai penyakit pada perut. Penyakit itu juga tergambar sebagai ulat besar yang berada di perut dan sangat mematikan. Inilah mengapa Safar dianggap sebagai bulan yang penuh kesialan.

        Asumsi negatif itu berangsur-angsur berkembang bahkan hingga pada masa Rasulullah SAW. Namun Rasulullah SAW menampiknya dan bahkan menyelenggarakan acara penting seperti pernikahan pada bulan tersebut.

        Bantahan tersebut secara langsung disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat hadist sebagai berikut :

        لا عدوى ولا طيرة ولا هامَة ولا صَفَر

        Artinya;

        “Tidak ada kesialan karena ‘adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan ini sebagai bulan haram atau keramat).” (HR Bukhari)

        Islam tidak mengenal hari, bulan, waktu, atau bahkan tahun sial. Semua bulan sama, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk.

        Waktu sepenuhnya ada dalam kuasa Allah SWT yang menciptakannya. Setiap umat Islam wajib berkeyakinan bahwa pengaruh baik maupun buruk tidak ada tanpa seizin Allah SWT. Begitu juga dengan bulan yang mereka anggap sial ini.

        Keberuntungan atau kesialan adalah proses kehidupan dan dalam Islam hal itu tidak bergantung pada waktu, tapi pada proses dan cara manusia menjalani hidupnya.

        Waktu Subuh dan Keajaibannya dalam Al-Quran, Apa Itu?

        Waktu Subuh dan Keajaibannya dalam Al-Quran, Apa Itu?

        Waktu Subuh dan Keajaibannya dalam Al-Quran, Apa Itu?

        Waktu subuh, merupakan waktu yang istimewa diantara waktu-waktu lainya dalam sehari.  Antara waktu-waktu istimewa yang diciptakan Allah SWT untuk Muslim adalah saat Subuh. Hal ini karena dalam waktu subuh terkandung banyak keberkahan. Bahkan karena begitu mulianya waktu Subuh, Rasulullah SAW secara khusus berdoa. ”Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.” (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).

        Rasulullah SAW mengungkapkan, bila umatnya bangun dan melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, maka Allah SWT akan melindunginya seharian penuh. Seperti perkataan Jundab bin Sufyan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka, jangan coba-coba membuat Allah membuktikan jaminan-Nya.” (HR Muslim).

        Berkah ada pada waktu pagi (albarakatu fi bukuriha), begitu ungkapan orang Arab. Benar, pagi memang memiliki banyak berkah. Salah satunya yaitu dzikir pagi untuk memperoleh rahmat-Nya. ”Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaan-Nya.” (QS Al-Kahfi [18]: 28).

        Rasulullah SAW juga menjelaskan keberkahan zikir pagi antara sholat Subuh hingga terbitnya matahari, yang tertutup dengan sholat Dhuha. ”Barangsiapa yang ikut sholat Fajar berjamaah di masjid, kemudian duduk berzikir mengingat Allah SWT sampai matahari terbit, lalu mengerjakan sholat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR Tirmidzi).

        Kunci Kemenangan

        Pada zaman Rasulullah SAW, ketika beliau ingin menyerang suatu kaum, maka beliau menundanya hingga datang waktu subuh. Hal tersebut disampaikan dalam hadis riwayat Bukhari:

        “Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

        Dahulu kala, pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tantara Mesir yang mengajak tantara Yahudi yang paham berbahasa arab berbicara. Tentara Mesir tersebut mengatakan:

        “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan bat. Kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ‘Hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.” Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum sholat subuh kalian sama dengan sholat Jumat.”

        Keberkahan Waktu

        Keberkahan Subuh juga membuka pintu-pintu rezeki-Nya yang telah terhampar pada hari itu. Sebab itu, Allah SWT menyerukan Muslim untuk menyambut rezeki-Nya dengan bersegera bangun pagi.

        Dalam sebuah hadis Ahmad dan Baihaqi, meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW pulang dari sholat Subuh Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran.

        Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”

        Bersegera bangun saat Subuh, ketika suasana pagi masih tampak sunyi, banyak keberkahan yang akan terlimpah pada hamba Allah SWT yang bersegera. Allah SWT akan melindunginya seharian penuh, mengucurkan rahmat, memberi pahala yang banyak, membuka pintu-pintu rezeki, melimpahkan kesegaran pikiran dan ketenangan, dan menyehatkan badan ketika bergerak bangun tidur lalu melakukan wudhu dan melangkahkan kaki sholat Subuh berjamaah ke masjid.

        Telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dan Ibnu Al Musayyab dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. bersabda:

        “Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul ketika shalat Subuh.” Lalu Abu Hurairah r.a. berkata: “jika kalian mau bacalah: “dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat).” (Al Isra: 78). (H.R. Bukhari No. 4348)

        Dan, pada saat Subuh ini Malaikat bergantian menjaga atau terjadi pertukaran tugas antara Malaikat malam dan Malaikat siang. Kemudian Malaikat malam itu menghadap dan melaporkan langsung kepada Allah SWT tentang apa yang sedang  hambanya kerjakan pada waktu Subuh sebelum akhirnya Malaikat siang yang bertugas.

        Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

        Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

        Keutamaan Membaca Surat Al- Kahfi di Hari Jumat

        Dompet Dhuafa – Hari Jumat merupakan hari besar untuk umat Islam dari pada hari lainya dalam seminggu. Terdapat banyak keistimewaan pada hari tersebut, yang mana banyak yang berlomba-lomba dalam kebaikan pada hari itu. Salah satu keutamaan amalan pada hari jumat yaitu dengan membaca surah Al-Kahfi. Mengapa demikian?

        Banyak yang belum tahu, bahwasanya membaca surah al kahfi pada hari jumat memiliki banyak keutamaan untuk ummat islam. Baik dalam perkara dunia maupun akhirat. Apa saja keutamaan membaca surah al kahfi pada hari jumat? Yuk, kita simak bersama keutamaan-keutamaan tersebut!

        Surah Al-Kahfi termasuk dalam golongan surah Makiyyah, karena surat ini diturunkan di kota Mekkah. Manfaat membaca surah Al-Kahfi berkaitan erat dengan sabda Rasulullah SAW yang sangat menganjurkannya. Membaca surah  Al-Kahfi di hari Jumat dapat hindarkan umat Islam dari fitnah Dajjal.

        Dari Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR. Muslim)

        Manfaat membaca surah Al-Kahfi ini akan Allah SWT  sebutkan pada hari kiamat. Manfaat membaca surah Al-Kahfi akan membuat seseorang mendapat cahaya keberkahan. Cahaya tersebut akan memancar dari kedua telapak kakinya hingga sampai ke langit. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Hadid ayat 12 yang berbunyi:

        Yauma taral-mu’miniina wal-mu’minaati yas’aa nuruhum baina aidiihim wa bi’aimaanihim busyraakumul-yauma jannaatun tajrii min tahtihal-an-haaru khaalidiina fiihaa, zaalika huwal-fauzul-‘aziim

        Artinya:

        “(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”

        Terhindar dari Fitnah Dajjal

        Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

        Nabi Muhammad SAW bersabda jika seorang manusia rajin membaca surah Al-Kahfi tidak hanya pada hari jumat saja, maka dia akan terhindar dari fitnah Dajjal yang keji.

        “Siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan mengampuni dosanya antara dua Jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih)

        Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada awal surah Al-Kahfi terdapat keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Sebagaimana yang dalam Al-Kahfi ayat 102 berbunyi:

        “Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.”

        Pengingat Hari Kiamat

        Dalam surah Al-Kahfi ayat 47 menyebutkan akan datangnya hari kiamat suatu hari nanti. Memperlihatkan pada manusia nantinya gunung-gunung yang berterbangan. Seluruh manusia akan terkumpul pada padang mahsyar dan tidak ada seorang manusia pun yang tersisa.

        Wa yauma nusayyirul-jibaala wa taral-arda barizataw wa hasyarnahum fa lam nugaadir min-hum ahadaa

        Artinya:

        “Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.”

        Mendapat Ampunan Allah SWT

        Manfaat membaca surah Al-Kahfi akan membuat seseorang mendapat ampunan dari segala dosanya oleh Allah SWT. Sebab, setiap manusia pasti memiliki dosa. Setan akan selalu berusaha merusak iman dan mengajak manusia kejalan kesesatan.

        Sesuai yang terkandung dalam HR. Abu Bakr bin Mardawaih, bahwa Rasullulah SAW bersabda; “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”

        Dijauhkan dari Godaan Setan

        Setan akan selalu merusak iman dan mengajak manusia kejalan kesesatan. Setan adalah musuh terbesar manusia, apalagi bab melakukan perbuatan baik dan beribadah. Membaca surah Al-Kahfi dapat membuat seseorang terhindar dari godaan setan ini.

        Sebuah hadits oleh Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwa “Sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al-Khafi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian, bacalah surat Al-Kahfi agar terhindar dari gangguan setan yang terkutuk.”

        Mendapatkan Ridha Allah SWT

        Membaca surah Al Kahfi dapat memudahkan mendapat rida Allah SWT. Tak hanya itu, al kahfi dapat menghindarkan seseorang dari perasaan gelisah. Sebagaimana HR Ahmad meriwayatkan bahwa Rasullullah SAW bersabda:

        “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.”

        Semoga bermanfaat sahabat.

        Bagaimana Hukum Puasa Asyuro dengan Niat Qada Sekaligus?

        Bagaimana Hukum Puasa Asyuro dengan Niat Qada Sekaligus?

        Bagaimana Hukum Puasa Asyuro dengan Niat Qada Sekaligus?

        Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H pada tahun 2022 jatuh pada tanggal 30 Juli 2022 kemarin. Memasuki bulan Muharram yang penuh kemuliaan, terdapat banyak anjuran pada umat Islam untuk mengerjakan amalan sunnah, salah satunya yaitu puasa Asyuro. Puasa Asyura sendiri merupakan puasa sunnah yang pengerjaanya pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Pada tahun ini perkiraan puasa asyuro akan jatuh pada tanggal 7 Agustus 2022.

        Sebelum mengerjakan puasa Asyura, Islam menganjurkan pad aummatnya untuk mengerjakan puasa Tasua terlebih dahulu, yang mana jatuh pada tanggal 9 Muharram. melaksanakan anjuran ini bertujuan sebagai pembeda dengan umat Yahudi, karena pada hari asyura mereka juga berpuasa.

        Karena sama-sama bersifat sunnah, kedudukan puasa Asyura dan Tasua lebih rendah jika bandingannya dengan qadha puasa Ramadhan. Hal ini karena qadha puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi mereka yang memiliki hutang puasa Ramadhan.

        Namun, sebelum melakukan anjuran puasa ini, terdapat banyak pertanyaan khususnya pada wanita yang mempunyai hutang puasa ramadhan karena halangan rutin setiap bulanya. Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana jika membarengi puasa Asyuro dengan qadha puasa Ramadhan? Bagaimana hukumnya? Hukum Islam memperbolehkan atau tidak? Simak ulasannya berikut ini.

        Pendapat Empat Mazhab Berbeda

        Peneliti Rumah Fiqih Indonesia Ustadz Ahmad Zarkasih mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi, dalam hal ini ulama dari empat mazhab berbeda pendapat.

        Menurut mazhab al-Hanafiyah dan al-Syafi’iiyah, mereka memperbolehkan menjalankan puasa sunnah walaupun ia masih mempunyai utang puasa di bulan Ramadhan. Pendapat tersebut berdasarkan peraturan mengenai ibadah qadha’ Ramadhan yang hukumnya wajib namun bersifat ‘ala al-tarakhi yang berarti boleh ditunda.

        Sementara, menurut mahzab al-Malikiyah. Mereka berpendapat jika puasa sunnah makruh hukumnya apabila orang itu masih memiliki utang puasa Ramadhan. Menurut hal ini berarti umat Islam masih tetap boleh menjalankan puasa sunnah dan sah puasanya tapi akan lebih baik jika mengerjakan ibadah yang wajib dulu, yairu qadha’ Ramadhan.

        Meskipun keempat mazhab berbeda pendapat mengenai hal ini, namun semua ulama dari kalangan empat mazhab itu sepakat jika ummat Islam untuk menyegerakan ibadah yang wajib.

        Niat Membarengi Puasa Asyuro dengan Mengqada Puasa

        Bagi yang hendak menjalankan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Asyura, harus memperhatikan bacaan niatnya. Karena niat puasanya berbeda dengan puasa Asyura bagi orang yang tidak memiliki hutang puasa. Para ulama sepakat jika mereka yang memiliki hutang puasa, wajib membaca niat qadha puasa Ramadhan saja. Berikut ini bacaanya:

        Nawaitu shauma ghadin ‘an qadh’I fardhi syahri Ramadhna lillâhi ta‘âlâ.
        Artinya:

        “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

        Umat Islam tidak perlu khawatir mengenai pahala puasa, karena mereka yang mengqadha puasa di tanggal Tasua atau Asyura tetap akan mrndapat pahala yang sama yaitu menghapus dosa.
        Sementara, untuk orang yang ingin mengerjakan puasa Asyura saja dan tidak memiliki hutang puasa dapat membaca niat puasa Asyura. Berikut ini bacaan doanya:

        Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa
        Artinya: saya niat puasa sunnah asyura sunnah karena Allah Ta’ala.

        Keutamaan Puasa Asyura

        Anjuran untuk mengerjakan puasa Asyura ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

        “Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim no. 1162).

        Seperti halnya penjelasan tersebut, keutamaan puasa Asyura adalah dapat menghapuskan dosa selama setahun. Jadi orang yang dengan ikhlas menjalankannya, selain mendapatkan pahala mereka juga akan mendapat ampunan dan penghapusan dosa selama satu tahun terakhir oleh Allah SWT. Wallahualam

        Empat Hal Tidak Berguna yang Wajib untuk Dihindari

        Empat Hal Tidak Berguna yang Wajib untuk Dihindari

        Empat Hal Tidak Berguna yang Wajib untuk Dihindari

        Dalam Alquran, Allah SWT berfirman, ”Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah yang mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” (QS Al-An’am : 2).

        Sahabat, pada sisa usia yang kita miliki. Hendaknya menghindari hal yang sia-sia yang mana membuat kerugian kita kelak di akhirat. Sisa waktu yang kita punya hendaknya untuk mengumpulkan banyak bekal untuk menghadap-Nya suatu saat nanti. Ada empat hal yang wajib untuk kita semua hindari perkara merugikan ini, yang terkadang kita lakukan tanpa sadar. Empat hal yang wajib kita hindari antara lain:

        Ilmu Tanpa Amal

        Imam Ghazali berkata “Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama. Amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia.”

        Sahabat, ilmu semata-mata masih belum dapat menjauhkan diri kita daripada maksiat. Memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya tidak akan mampu menolong manusia dari menghindari diri melakukan maksiat selama-lamanya. Selain itu, ilmu yang ada juga masih belum mampu mendorong kita untuk taat kepada Allah SWT.
        Ini karena beramal dan taat kepada Allah itu datangnya daripada kesadaran diri bahwa ia akan menghadapi maut suatu hari nanti. Seseorang itu juga tidak mampu menjauhkan diri daripada api neraka hanya dengan bergantung kepada pencapaian hidup dan ilmunya semata. Hendaklah ia mengikutinya dengan amalan, yang mana amalan tersebut berdasarkan ilmu.

        Apabila kita tidak beramal dengan ilmu yang ada pada diri kita, kita sudah tentu tidak dapat melepasi perhitungan Allah pada Hari Akhirat kelak. Janganlah sampai kita menjadi orang yang menyesal dan meminta kembali ke dunia nantinya, itu merupakan suatu perkara yang tidak mungkin terjadi.

        Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah as-Sajdah ayat 12 yang bermaksud : “Wahai Tuhan kami, kami telah melihat kebenaran di hadapan mata kami, kami telah mendengar dengan sejelas-jelasnya (akan perkara yang kami ingkari dahulu); maka kembalikanlah kami ke dunia agar kami mengerjakan perkara yang baik-baik. Sesungguhnya kami sekarang telah yakin. Maka pergunakanlah masa di dunia ini sebaik- baiknya dengan menuntut ilmu dan beramal dengannya, dan jauhilah sikap hanya berbangga- bangga dengan amalan sedangkan ilmunya tiada.

        ”Maka sahabat, semoga kita bukanlah termasuk hamba yang menyesal seperti yang tertuang dalam surat As-Sajdah, dan semoga kita jauh dari perbuatan yang sia-sia.

        Kekayaan Tanpa Bersedekah

        Sedekah adalah amalan yang mulia, apalagi jika mengamalkannya dikala kita dalam keadaan sulit. Harta yang kita sedekahkan secara fisik memanglah berkurang, namun Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an akan mengganti sesuatu yang kita beri dengan sesuatu yang lebih baik.

        Pada hakikatnya setelah kita berbagi kepada orang lain, di situlah letak sebenarnya harta kita. Jadi semakin banyak kita mengeluarkan harta, maka harta yang kita keluarkan itulah harta sejati yang kita miliki. Banyak sekali hikmah atau keutamaan sedekah bagi mereka yang mahu mengamalkannya. Di dalam Al-Qur’an sendiri banyak ayat yang menerangkan keutamaan sedekah.

        “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ :39)

        Ulama termahsyur Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat tersebut bahwasanya:

        “Apapun yang kamu infakkan dalam apa yang diperintahkan kepadamu atau yang dimubahkan, maka Dia akan memberikan gantinya untukmu di dunia, dan di akhirat dengan ganjaran dan pahala kebaikan.”

        Oleh karena itu, jika harta yang kita miliki untuk bersedekah tidak akan pernah berkurang ataupun akan membuat diri kita menjadi miskin. Karena Allah sang Maha Pemberi Rezeki untuk Umat-Nya yang senantiasa berbuat kebaikan seperti sedekah kepada orang yang membutuhkan.

        Maka sungguh rugi apabila mempunyai harta lebih, namun tidak menggunakanya untuk bersedekah. Seperti halnya dalam surat Al Imran Ayat 180 menyebutkan balasan bagi orang yang bakhil dengan hartanya:

        “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya, kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak hari kiamat Allah SWT akan mengalungkan pada lehernya. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Ali-Imran: 180)

        Sahabat, sejatinya tak ada harta dunia yang akan kita bawa ke akhirat kelak kecuali 3 perkara yang disebutkan Rasulullah SAW: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya.” (HR. Muslim)

        Semoga kita semua terhindar dari sifat bakhil dan Allah SWT melembutkan hatinya untuk menafkahkan harta pada jalan yang Dia ridhoi. Aamiin

        Keshalehan Hanya Untuk Pamer

        Salah seorang cendikiawan muslim, M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul “Islam yang Saya Anut; Dasar-dasar Ajaran Islam”, melukiskan riya’ dengan analogi semut hitam kecil yang berjalan di atas batu licin hitam di tengah gelapnya malam. Analogi tersebut menunjukan bahwa, sangat sulit untuk mengidentifikasi perbuatan riya’. Sehingga, bisa jadi seseorang telah menganggap ia ikhlas, tapi Allah SWT melihat justru sebaliknya. Diri sendiripun terkadang luput menyadari perbuatan tersebut karena tipisnya perbedaan ikhlas dan riya dalam hal mengumbar amal shalih tersebut.

        Sahabat, takutlah apabila ibadah yang telah kita jalankan selama ini bisa jadi akan terbilang sia-sia manakala kita terjebak dengan perangkap riya’ tersebut. Maka alangkah baiknya, menahan diri untuk mudah mengumbar amalan, di media sosial misalnya. Bukan berarti melarang untuk mensyiarkan kebaikan, namun untuk meminimalisir terjadinya kesia-siaan pada amal kita. Apabila tanpa sadar dalam hati kita ada sedikit riya.

        Seperti halnya meneladani kisah rasul saat menyuapi si buta yang membencinya. Dalam kisah yang mungkin sering kita dengar semasa kecil. Bahwa setiap hari Rasul menyuapkan makanan ke mulut seorang pengemis Yahudi yang buta dan tua. Pengemis itu selalu mangkal pada salah satu sudut pintu kota Madinah. Si pengemis selalu menghina Nabi Muhammad, dengan berkata pada orang yang melintas di depannya supaya tidak memercayai Muhammad yang disebutnya sebagai orang gila, pembohong dan tukang sihir.

        Kelak, setelah Nabi wafat, betapa menyesalnya si pengemis, begitu Khalifah Abu Bakar Shiddiq memberitahunya bahwa Nabi Muhammad lah yang selama ini menyuapinya, Abu Bakar hanya meneruskannya.

        Karena merasa cara Abu Bakar tidak sama dengan cara Nabi menyuapinya, si pengemis bertanya siapa sesungguhnya yang selama ini sudah sangat baik hati. Maka dari itu Abu Bakar menjelaskan tentang tindakan Nabi Muhammad yang sangat mulia tersebut. Tidak marah meskipun ada yang menghinanya, dan membalasnya dengan kebaikan tanpa sepengetahuan yang menghina. MasyaAllah, sungguh mulia teladan Nabi Muhammad SAW pada umatnya.

        Umur Panjang Tapi Tidak Beramal Baik

        Umur manusia sepenuhnya merupakan hak prerogatif Allah SWT. Manusia hanya dapat menerima keputusan Allah SWT tentang umurnya. Karenanya, manusia tidak mengetahui panjang pendek umurnya. Manusia juga tidak mengetahui sampai kapan ia akan hidup di dunia. Hanya Allah-lah yang mengetahui.

        Manusia juga tidak bisa mengurangi atau menambah umurnya. Jika ajalnya telah tiba, maka manusia akan mati walaupun ia berusaha mengundurkannya. Dan, jika ajalnya belum tiba, manusia tetap tidak akan mati walaupun ia berusaha mempercepat kematiannya. Allah SWT menegaskan, ”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka jika telah datang waktunya, mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS 7:34).

        Rasulullah SAW melarang umatnya memohon kematian. Beliau bersabda, ”Janganlah salah seorang di antara kamu sekalian mengharapkan kematian dan jangan pula berdoa agar cepat mati sebelum kematian itu benar-benar datang kepadanya. Sesungguhnya jika salah seorang di antara kamu sekalian mati, maka terputuslah amalnya. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat menambah umur seorang mukmin kecuali kebaikan yang diperbuatnya.” (HR al-Bukhari).

        Allah SWT memberikan usia yang panjang kepada manusia merupakan amanat untuk menjaga amalan dengan baik. Karenanya, harus mengisinya dengan kebaikan-kebaikan dan amal saleh. Panjang atau pendeknya usia manusia tidak menentukan nilainya, melainkan kualitas amal dan perbuatan dalam hidupnyalah nilai sebenarnya.

        Dalam pandangan Rasulullah SAW, umur yang panjang pada hakikatnya adalah yang terisi dengan perbuatan baik dan amal saleh. Beliau bersabda, ”Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah ia berbuat baik kepada kedua orang tua dan menjalin silaturrahim dengan sesama.” (HR Ahmad).

        Semoga Terhindar dari Kesia-siaan

        Panjangnya umur seseorang tidak akan bernilai sama sekali jika tidak mengisinya dengan amal saleh. Bahkan, boleh jadi hanya menjerumuskan ke dalam azab Allah SWT. Mengisi usia yang panjang dengan perbuatan baik dan amal saleh menjadi bukti kualitas hidup manusia di dunia dan meninggikan derajatnya di sisi Allah SWT.

        Ketika ditanya tentang siapa orang yang paling baik, Rasulullah SAW menjawab, ”Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sedangkan orang yang paling buruk adalah orang yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.” (HR Ahmad).

        Setiap Muslim hendaknya menyadari kembali bahwa kematian akan datang tanpa terduga. Kesadaran terhadap hal ini akan memotivasi untuk bersegera mengisi umur di dunia dengan perbuatan baik dan amal saleh. Sebab, mensia-siakan usia pada akhirnya hanya akan melahirkan penyesalan yang tidak berguna. Wallahu A’lam. Semoga kita terhindar dari empat hal tidak berguna dan penuh kesia-siaan tersebut. Aamiin

        Memuliakan Anak Yatim, Ini Keutamaan yang Penting Diketahui!

        Memuliakan Anak Yatim, Ini Keutamaan yang Penting Diketahui!

        Memuliakan Anak Yatim, Ini Keutamaan yang Penting Diketahui!

        Sahabat berbahagialah apabila mempunyai kemampuan membiayai kehidupan anak yatim, menyekolahkannya, dan memperhatikan masa depannya. Sejatinya sahabat yang peduli terhadap anak yatim, sedang memudahkan jalan bagi diri sahabat menjadi ahli surga.

        Yatim merupakan anak yang ditinggal ayahnya (meninggal) ketika usianya masih kecil, atau belum baligh. Istilah yatim tersebut akan berbeda jika anak tersebut sudah memasuki akil baligh. Hal ini sesuai dengan hadist nabi yang menyebutkan:

        “Tidak lagi disebut yatim anak yang sudah bermimpi (baligh).” (HR. Abu Daud dari Ali bin Abi Thalib). (Sunan Abi Daud, Kitab Al-Washaya No. 2489).

        Sahabat, tidak ada satupun anak yang menginginkan posisi tersebut. Memuliakan mereka merupakan keutamaan bagi kita.

        Dalam Al-Qur’an, kata yatim disebutkan sebanyak 23 kali, yakni 8 kali disebut dalam bentuk tunggal, 14 kali dalam bentuk jamak dan 1 kali dalam bentuk dua (mutsanna).

        Al-Qur’an secara tegas mengatakan, mengasihi, memelihara, dan memperhatikan anak yatim merupakan keharusan. Bagi mereka yang memelihara anak yatim, mengasihinya dengan tulus ikhlas, banyak keutamaan yang tak tertandingi dari Allah SWT yang akan ia terima.

        Allah berfirman: “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

        Penjelasan sejumlah hadits tentang keutamaan memelihara, menyantuni, dan membahagiakan yatim sebagai berikut:

        Jaminan Masuk Surga dan Dekat dengan Rasulullah

        Siapa yang ingin dekat dengan rasul? Semua umat muslim pasti ingin dengan Rasulullah saw. Menyantuni anak yatim merupakan sesuatu yang sangat mulia. Islam menjanjikan suatu balasan yang sangat istimewa bagi yang menyantuni yatim, yaitu dekat dengan Rasul di surga.

        Siapa yang tak mau berdekatan dengan Rasulullah? Yang mana kedekatannya seperti jari telunjuk dengan jari tengah. MasyaAllah.

        “Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini”. Kemudian beliau mengisyaratkan  jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d). (Lihat Shahih Bukhari, Kitab Ath-Thalaq: 4892. Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1841. Sunan Abi Daud, Kitab Al-Adab:4483).

        Tak hanya itu, bagi seorang yang memuliakan yatim, memeliharanya, menyanyangi dan mengasihinya dengan ikhlas. Berkat itu baginya terdapat jaminan masuk surga.

        “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

        Gelar Abror dan Allah Mudahkan Segala Urusannya

        Ketahuilah sahabat, menyantuni yatim dan memberi makan mereka beserta orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror (orang-orang yang berbuat kebaikan).

        “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 5-6).

        Sahabat, berbuat baik dan menolong anak-anak yatim, perduli dan menyayangi mereka. Sahabat berarti membuat pertolongan untuk diri sendiri.

        “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib orang muslim, Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).

        Memuliakan yatim juga menjadi sarana memperbanyak amalan shalih sahabat. Imam Thabrani menjelaskan dalam riwayatnya:

        “Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya. (HR. Thabrani dari Abu Hurairah). (Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath, VIII/346. Hadist no. 8828).

        Dalam hadist muslim meriwayatkan, memelihara yatim menjadi bekal akhirat. Sebagai mana dalam hadist:

        “Jika manusia mati maka terputus lah amalanya. Kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

        Memelihara dan memuliakan yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

        Dengan memuliakan yatim, InsyaAllah Allah akan memberikan keutamaan-keutamaan besar. Keutamaan tersebut antara lain dekat dengan Rasulullah di surga. Melunakkan hati yang keras, terpenuhinya kebutuhan hidup, dan memperoleh perlindungan di hari kiamat. Wallahu a’lam.

        Kelola Keuangan Rumah Tangga Lebih Berkah Ala Rasulullah

        Kelola Keuangan Rumah Tangga Lebih Berkah Ala Rasulullah

        Kelola Keuangan Rumah Tangga Lebih Berkah Ala Rasulullah

        Pernah nggak sih sahabat, seberapapun penghasilan yang kamu peroleh tidak kamu rasakan sama sekali. Merasa kurang setiap harinya, seperti hasil tersebut seberapapun tak dapat memenuhi kebutuhan harian yang ada. Biasanya karena masalah keuangan ini, menjadi salah satu pemicu utama pertikaian dalam rumah tangga. Maka dari itu, banyak dari sahabat berlomba-lomba bagaimana caranya meningkatkan kuantitas penghasilan agar kebutuhan rumah tangga dapat tercukupi.

        Eits, tapi tunggu dulu sahabat, bisa jadi permasalahan-permasalahan tersebut bukan karena penghasilanmu yang kecil. Bisa jadi itu karena kurangnya keberkahan dan atau kesalahan dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga sahabat selama ini. Islam mengajarkan seluruh aspek dalam kehidupan, termasuk dalam keuangan. Syariat Islam mengajarkan beberapa aturan yang mengelola ekonomi keluarga islami. Maka dari itu, artikel ini sedikit mengulas bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga islami agar lebih berkah serta menjawab segala permasalahan keuangan rumah tangga. Tips Tersebut antara lain:

        Buatlah Skala Prioritas

        Cara Rasulullah mengelola keuangan rumah tangga dimulai dari memahami apa kebutuhan keluarga mulai dari tabungan, tagihan rumah, listrik, telepon, biaya servis, kesehatan, dan sebagainya.

        Pengelolaan kebutuhan yang baik serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan menggunakannya, merupakan hal terpenting dalam hal ini. Point pentingnya adalah bukan memenuhi keinginan namun bagaimana memenuhi kebutuhan.

        Tentu dalam Islam, terdapat prioritas keuangan yang mana bagi  yang telah memenuhi syarat tidak boleh untuk melewatkan kewajiban tersebut. Hal itu antara lain zakat dan atau sedekah, tabungan, utang. Karena sejatinya hutang akan ditagih meskipun ajal menjemput, dan selanjutnya barulah kebutuhan belanja rumah tangga.

        Zakat merupakan kewajiban bagi umat islam yang telah memenuhi syarat untuk membayarnya. Pembayaran zakat dapat dilakukan setiap sebulan sekali ataupun setahun sekali. cara menghitung zakat tidaklah sulit. Cukup dengan 2,5%

        Baca Juga: Kelola Keuangan Rumah Tangga Lebih Berkah Ala Rasulullah

        Untuk memenuhi kebutuhan belanja dalam rumah tangga, ada 3 jenis kebutuhan antara lain:

        Kebutuhan primer

        Yaitu nafkah-nafkah pokok bagi manusia yang diperkirakan dapat mewujudkan lima tujuan syariat (memelihara jiwa, akal, agama, keturunan dan kehormatan). Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal, kesehatan, rasa aman, pengetahuan dan pernikahan.

        Kebutuhan sekunder

        Yaitu Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang berhubungan dengan usaha menciptakan atau menambah kebahagiaan. Kebutuhan sekunder bisa dipenuhi setelah primer. Sekarang ini kebutuhan sekunder menjadi hal penting untuk kehidupan manusia.

        Kebutuhan pelengkap

        Yaitu kebutuhan yang dapat menambah kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan ini bergantung pada kebutuhan primer dan sekunder dan semuanya berkaitan dengan tujuan syariat.

        Hindari Hutang dan Penggunaan Kartu Kredit

        Lebih berkah dalam keuangan rumah tangga saat tidak memiliki hutang. Bukan berati tidak diperbolehkan berhutang ya sahabat, namun alangkah baiknya jika bukan karena kebutuhan yang pokok dan mendesak, alangkah baiknya untuk dihindarinya.

        Sebab, tagihan dan kewajiban membayar hutang bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat sahabat berhutang.

        Sebagai saran, bila terpaksa berhutang, pergunakan hutang tersebut pada hal-hal yang merupakan kebutuhan pokok namun tidak dapat dipenuhi dalam waktu dekat. Contoh, cicilan rumah. Di luar itu, sebaiknya hindari untuk berhutang.

        Selain itu, yang wajib sahabat lakukan untuk mengatur keuangan yang baik adalah menjaga rasio hutang Anda. Sebisa mungkin, pastikan kewajiban sahabat membayar tagihan hutang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan yang sahabat miliki. Lebih dari itu, keuangan rumah tangga sahabat dapat terganggu.

        Membuat Tujuan Keuangan

        Dalam melakukan perencanaan keuangan rumah tangga sesuai islam, tentunya harus mengetahui dan menentukan tujuan-tujuan spesifik untuk dapat merencanakannya dengan baik. Tanpa mengetahui dan merencanakan tujuan, maka hal tersebut akan menjadi sia-sia. Tujuan-tujuan keuangan dalam keluarga  tersebut antara lain:

        Mencapai Kebutuhan Jangka Pendek

        Tujuan ini berarti keluarga harus mampu mencapai kebutuhan-kebutuhan yang berada dalam jangka pendek atau keseharian rumah tangga. Hal ini seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Kebutuhan jangka pendek ini wajib dilakukan keluarga, untuk dapat hidup sejahtera, layak, dan dapat produktif melakukan kegiatan kesehariannya. Misalnya kebutuhan pangan, kebutuhan dapur, kebutuhan kamar mandi, dan lain halnya yang berjangka pendek dan habis.

        Mencapai Kebutuhan Jangka Panjang

        Tujuan jangka panjang menjawab hal-hal seperti dana pensiun, dana pendidikan anak di masa depan, investasi, dan lain sebagainya. Dengan menjawab kebutuhan jangka panjang ini maka keluarga lebih bersiap diri, dan mempertimbangkan penghasilannya tidak habis hanya untuk masa kini atau kebutuhan praktis saja.

        Mencapai Kebermanfaatan Keluarga Terhadap Umat

        Kebermanfaatan keluarga terhadap umat sama dengan kontribusi keluarga terhadap umat. Bagaimanapun sebagai khalifah fil ardhi yang bertugas untuk mengelola dan membangun bumi, maka wajib untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya atau orang-orang yang membutuhkan. Dalam keuangan keluarga pula, sebaiknya jangan sampai ada harta riba di dalamnya. Hal ini tentu menjadi masalah yang berdampak bukan hanya keberkahan harta melainkan tanggung jawab penggunaan harta dalam islam.

        Mencatat dan Mengatur Cash Flow

        Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut, maka keluarga harus melakukan hal-hal berikut ini.

        Mencatat Penghasilan

        Melakukan pencatatan pemasukan yang masuk setiap bulanya merupakan suatu keharusan. Hal ini untuk mengetahui berapa penghasilan pada keluarga tersebut setiap bulannya. Pendapatan tersebut dapat dari gaji pokok, hasil bisnis sampingan, bonus, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, baiknya juga mencatat penghasilan untuk mengetahui seberapa besar setiap bulan atau rata-rata penghasilan yang ada. Supaya dapat melakukan evaluasi serta mengetahui modal keuangan yang terkelola.

        Membuat Rencana Pengeluaran Bulanan

        Rencana keuangan pengeluaran bulanan tidak hanya sekali saat terbentuknya rumah tangga. Perencanaan pengeluaran bulanan baiknya setiap bulan, agar jelas, rinci, dan dapat sesuai dengan kebutuhan.

        Tanpa adanya perencanaan pengeluaran bulanan maka keluarga bisa terjebak kepada gaya hidup yang salah.

        Gaya hidup itu bisa besar pasak daripada tiang, berlebih-lebihan menggunakan harta dan lupa akan tanggung jawab sosial, ataupun kekurangan padahal kebutuhan belum tentu terpenuhi. Untuk itulah mengapa membutuhkan perencanaannya setiap bulan.

        Membuat Rencana Pengeluaran Tahunan

        Melakukan perencanaan keuangan tidak hanya setiap bulan, melainkan juga setiap tahunnya.

        Untuk itu, setiap tahun biasanya ada kebutuhan-kebutuhan seperti pendidikan anak, check kesehatan, membagi rezeki untuk orang tua, membeli perlengkapan rumah tangga dan lain sebagainya.

        Jika pembelanjaan sahabat telah sesuai dengan aturan-aturan Islam, Allah akan memajukan usaha sahabat serta melipatgandakan pahala dan keberkahan-Nya.

        Bahkan Allah akan memberikan kelebihan hasil usaha (jika ada usaha) agar sahabat dapat menyimpan dan menabungnya untuk menjaga datangnya hal-hal yang tidak terduga atau untuk menjaga kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

        Semoga bermanfaat sahabat 🙂

        Editor: Dompet Dhuafa Jogja

        Yuk Sedekah!

        Menjelang 1 Muharram 1444 H, Inilah Keutamaan Puasa Asyura

        Menjelang 1 Muharram 1444 H, Inilah Keutamaan Puasa Asyura

        Menjelang 1 Muharram 1444 H, Inilah Keutamaan Puasa Asyura

        1 Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah atau kerap disebut Tahun Baru Islam. Bulan ini merupakan salah satu bulan terbaik dari bulan lainya selain bulan Ramadhan.

        Abu Utsman an-Nahdi mengatakan dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”.

        Rasulullah SAW menyebutkan bulan Muharram sebagai syahrullah yaitu bulan Allah SWT. Sehingga bulan ini memiliki keutamaan-keutamaannya sendiri. Salah satu amalan yang utama pada bulan ini adalah Puasa.  Lantas apa keutamaan dari puasa pada bulan muharram ini? Yuk Simak penjelasannya!

        Keutamaan Puasa Asyura

        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

        Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

        Tak hanya itu Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam bukunya Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq menjelaskan, Rasulullah SAW selalu mengerjakan puasa di bulan Muharram semasa hidupnya.

        Pendapat ini bersandar pada sebuah riwayat yang berasal dari Hafshah RA. Dia berkata:

        “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 bulan Zulhijah, puasa 3 hari setiap bulan, dan sholat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh).” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).

        Dalam buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, ada sejumlah hadits yang memperkuat kesunnahan puasa Tasu’a dan Asyura. Hadits ini bersumber dari Ibnu Abbas RA dan diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

        “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim)

        “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Seandainya aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (Muharram).” (HR Muslim)

        Mari sambut tahun baru hijriyah 1444 H dengan amalan sunnah yang telah nabi SAW contohkan. Semoga Allah mudahkan setiap niat baik dari amalan yang kita kerjakan.

         

        Sambut Bulan Muharram dengan Amalan Sunnah Utama

        Sambut Bulan Muharram dengan Amalan Sunnah Utama

        Sambut Bulan Muharram dengan Amalan Sunnah Utama

        Bulan muharram merupakan bulan pembuka di awal tahun baru hijriyah. Terdapat banyak keutamaan dalam menyambut bulan ini. Salah satunya adalah dengan bermuhasabah diri dan memperbanyak amalan sunnah. Terutama pada sepuluh hari pertama awal bulan.

        Abu Utsman an-Nahdi mengatakan dalam Tahdzibut Tahdzib 6/249 oleh Ibnu Hajar: “Adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama: Sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Muharram”.

        Rasulullah SAW menyebutkan bulan Muharram sebagai syahrullah yaitu bulan Allah SWT. Sehingga bulan ini memiliki keutamaan-keutamaannya sendiri.

        Sehingga mendapati bulan Muharram menjadi kenikmatan tersendiri bagi seorang mukmin. Karena bulan ini sarat dengan pahala dan ladang beramal bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan hari esoknya. Memulai awal tahun dengan ketaatan, agar pasti dalam melangkah dan menatap masa depan dengan optimis.

        Berikut merupakan amalan-amalan di bulan muharram yang rugi jika terlewatkan oleh seorang muslim:

        Puasa

        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

        Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

        Hadits ini sangat jelas sekali bahwa puasa sunnah yang paling afdhol setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Maksud dari puasa ini adalah puasa secara mutlak. Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini, utamanya ketika hari ‘Asyura (10 Muharram) sebagaimana penjelasnya dalam hadist rasulullah:

        “Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, bahwasanya Rasulullah Saw berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

        Akan tetapi perlu sahabat ingat ya, tidak boleh berpuasa pada seluruh hari bulan Muharram, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada Ramadhan saja.

        Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Ini adalah puasa yang paling afdhol bagi orang yang hanya berpuasa pada bulan ini saja, sedangkan bagi yang terbiasa berpuasa terus pada bulan lainnya yang afdhol adalah puasa Daud” (Kitab as-Siyam Min Syarhil U’mdah, Ibnu Taimiyyah 2/548)

        Memperbanyak amalan shalih

        Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan ini akan dibalas dengan dosa yang besar maka begitu pula perbuatan baik. Bagi yang beramal shalih pada bulan ini ia akan menuai pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah kepada para hambanya.

        Sangat disayangkan apabila melewatkan amal kabaikan pada bulan ini, bulan muharram merupakan bulan istimewa setelah bulan ramadhan. Setiap amalan memiliki imbalan pahala yang lebih dibandingkan dengan bulan lainya, maka dari itu akan lebih utama jika memperbanyak amalan pada bulan ini untuk bekal di akhirat kelak.

        Ibnu Hajar menjelaskan, ini adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Allah adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendaknya dan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumnya dan tidak ada yang yang dapat menolak keutamaanNya.

        Taubat

        Memulai tahun yang baru dengan suatu hal yang baik bukanlah hal yang merugikan. Justru sebaliknya, hal itu menjadi keutamaan. Memulai tahun hijriyah pada bulan muharram ini dengan bermuhasabah dan bertaubat menjadi awal yang baik untuk menyambut dan melewati satu tahun ke depan lebih berkah. Dan harapanya dengan taubat pada tersebut menjadi jalan lancarnya rezeki, berkahnya waktu, dan kebaikan selama satu tahun ke depan.

        Hakikatnya taubat merupakan kembali kepada Allah dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Yang mana tujuan akhir dari taubat tersebut adalah keridhoan-Nya dan dapat diterima di surga firdausnya. Taubat menjadi tugas  seumur hidup, setiap waktu, dan setiap saat.

        Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka jika melakukan kesalahan secara sadar ataupun tidak sadar, segeralah istigfar dengan sungguh-sungguh. Bersegeralah bertaubat kepada Allah, dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya.

        Semoga bermanfaat sahabat. Selanjutnya akan membahas mengenai keutamaan Puasa Asyura pada bulan Muharram. Semoga Allah memudahkan segala niat kebaikan.

        Sedekah Subuh, Ini Beberapa Keutamaan yang Wajib Diketahui!

        Sedekah Subuh, Ini Beberapa Keutamaan yang Wajib Diketahui!

        Sedekah Subuh, Ini Beberapa Keutamaan yang Wajib Diketahui!

        Sedekah merupakan salah satu amalan untuk membersihkan harta. Tidak seperti puasa dan salat yang waktunya telah ada penentuannya, mengerjakan sedekah dapat kapan saja dan tidak ada penentuan jumlah banyak sedikitnya. Keikhlasan dari harta yang tersedekahkan itu lebih berarti dari banyak sedikit jumlah yang keluar.

        Sedekah merupakan amalan yang ringan namun memiliki dampak yang sangat besar. Secara harfiah sedekah berasal dari kata “Shadaqo”. Kata shadaqa memiliki arti ‘benar’. Menurut terminologi syariat sedekah memang sama dengan infak. Akan tetapi, jika infak berkaitan dengan materi, maka sedekah memiliki arti lebih luas baik menyangkut materi dan nonmateri.

        Dalam Al-Quran, banyak ayat yang menjelaskan tentang perintah bersedekah, seperti halnya:

        وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

        Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS: Al-Baqarah: 195)

        Namun tahukah sahabat, sedekah selepas subuh ternyata memiliki beberapa keutamaan. Apa saja? Yuk simak sebagai berikut!

        1. Datang Dua Malaikat Mendoakan dan Terhindar dari Api Neraka

        “Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang satu lagi berdoa “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya).” (HR. Bukhari 5/270)

        Tak hanya itu, sebagaimana kita ketahu, surga terdiri dari beberapa pintu dan seseorang bisa masuk dari pintu amal yang paling sering dilakukannya. Jika seseorang tidak pernah lalai dalam mengerjakan shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat (Babush shalah). Begitupun jika dia gemar bersedekah, namanya juga akan dipanggil dari pintu khusus tersebut. Salah satu hadist nabi menjelaskan:

        “Barangsiapa menyedekahkan dua pasang kuda fisabilillah, niscaya akan dipanggil di surga kelak; Wahai hamba Allah, inilah kebaikan. Jika ia ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. ……. Dan jika termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu Ar- Rayyan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

        2. Terkabulnya Hajat yang Terpanjatkan

        Terkabulnya doa dan hajat yang kita miliki menjadi salah satu keutamaan dari sedekah subuh. Mengiringi sedekah subuh dengan doa dapat membantu terkabulnya permintaan, memperlancar rezeki, mengangkat penyakit, hingga memudahkan segala urusan.

        Siapapun pasti ingin doa dan segala hajatnya terkabulkan bukan? Ini merupakan salah satu rahasia yang wajib sahabat semua coba. Melakukan sedekah subuh secara rutin di kemanusiaan.org/sedekahsubuh misalnya.

        Almarhum Syekh Ali Jaber menerangkan dalam setiap dakwahnya, yang senantiasa menekankan pada dahsyatnya hikmah dari sedekah subuh. Termasuk, sedekah yang bisa menjadi amalan untuk mempermudah terkabulnya segala hajat.

        Menurut beliau, jika kita memiliki hajat, jangan lupa untuk menyertakan doa pada setiap sedekah. Sebutkan hajat yang spesifik, misalnya untuk memperoleh keturunan, pekerjaan, atau lainnya setiap kali akan bersedekah. Jika melakukanya dengan ikhlas, niscaya ini akan mempermudah segala urusan dan terkabulnya doa.

        Tak hanya itu, Rasulullah pun menjamin hal tersebut, yang termaktub dalam salah satu hadis berikut;

        ‘Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)

        3. Menolak Bala dan Suul Khotimah

        Sebagai umat muslim tentunya kita menginginkan hidup yang penuh kebahagiaan, kenyamanan serta ketenangan. Tentu juga tidak ada seorangpun yang menginginkan mati dalam su’ul khotimah.

        Maka dari itu, biasakan untuk melakukan sedekah subuh agar terhindar dari segala kemalangan maupun akhir yang buruk. Sedekah subuh dapat mencegah seseorang mengalami kematian mendadak, seperti dalam sabda nabi berikut:

        Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.” (HR. Tirmidzi)

        4. Harta yang Berkah 

        Sebagai umat Muslim kita wajib paham bahwa di setiap harta terdapat hak orang lain yang juga harus ditunaikan. Hal ini tertuang dalam firman Allah yang berbunyi, “bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain (orang yang meminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta).” (QS. Adz-Dzaariyat : 19)

        Kita pun harus paham bahwa setiap apapun yang dimiliki, termasuk harta, akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Jadi, sudah sepatutnya kita berhati-hati dalam memperoleh sekaligus mempergunakan harta. Usahakan untuk senantiasa bersedekah agar harta menjadi lebih berkah.

        Bersedekah tidaklah mengurangi harta yang kita miliki. Namun sebaliknya, dengan gemar bersedekah rezeki semakin melimpah. Bahkan mungkin dari jalan yang tidak pernah kita sangka. Hal ini sesuai dengan firman Allah, yaitu “… Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

        5. Terhapuskan Dosanya

        Manfaat melakukan sedekah di waktu Subuh juga bisa menghapuskan dosa dan membawa ketenangan hati bagi yang melakukannya. Hal ini pun sesuai dengan hadist sebagai berikut :

        “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Trimidzi)

        Hal ini mengacu pada salah satu hadis, yang berbunyi “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.“ (HR. At-Tirmidzi)

        Tak hanya itu, konon, dengan rutin bersedekah seseorang bisa terlindungi dari siksa api neraka. Sebagaimana yang tergambar dalam sabda Rasulullah, “Halangilah api neraka, meski hanya dengan separuh kurma”.

        Jadi, tak usah khawatir harta akan habis ya sahabat, karena dengan sedekah Allah akan semakin memudahkan rezeki dan segala urusan.

        Sedekah sekarang di kemanusiaan.org, dan raih banyak keutamaan setelahnya. Wallahua a’lam bishawabb.

        Dua Waktu Mustajab Terkabulnya Doa di Hari Jumat

        Dua Waktu Mustajab Terkabulnya Doa di Hari Jumat

        Dua Waktu Mustajab Terkabulnya Doa di Hari Jumat

        Hari Jumat merupakan hari mubarok, hari besar diantara hari hari lainya. Pada hari ini banyak kemuliaan suatu amalan. Selain itu salah satu doa yang mustajab mudah terkabulkan ada pada hari jumat ini. Lantas kapan waktu yang tepat berdoa pada hari Jumat? Mari simak penjelasanya!

        Waktu Mustajab Berdoa

        Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu mustajab berdoa di hari Jumat. Ada yang berpendapat bahwa waktu terkabulnya doa di Hari Jumat adalah setelah Ashar sampai Maghrib. Sebagian lagi berpendapat mulai dari keluarnya imam sampai selesainya sholat Jumat. Sebagian ulama lainnya berpendapat mulai dari mengerjakan sholat hingga selesai. Ada juga yang berpendapat mulai dari imam duduk di mimbar hingga selesai shalat.

        Mengenai waktu terkabulnya doa di Hari Jumat, Rasulullah SAW telah bersabda:

        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ قُلْنَا يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا

        Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; Abu Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Pada hari Jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.” Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; ‘Yaitu beliau menyempitkannya.” ( HR Bukhori dan Muslim).

        Dua Waktu Mustajab Doa di Hari Jumat

        Berikut merupakan waktu singkat terkabulnya doa pada hari Jum’at seperti yang tertuang dalam hadits Nabi SAW:

        1. Waktu Terkabulnya Doa di Hari Jumat di Antara 2 Khutbah

        Waktu antara dua khutbah, merupakan waktu singkat yang mana doa lebih mustajab akan terkabulkan. Lebih tepatnya yaitu ketika khatib duduk sebentar, sebelum melanjutkan khutbah kedua.
        Dari Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehubungan dengan waktu ijabah pada hari Jum’at?”

        Lalu Abu Burdah mengatakan, ‘Aku menjawab, ‘Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’”(HR Muslim).

        2. Penghujung Waktu Ashar

        Setelah sholat asar merupakan waktu terbaik untuk berdoa. Hal ini tertulis pada sejumlah hadits.

        Dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

        إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

        Artinya: Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah Ashar. (HR. Ahmad).

        Cara Mendapatkan Waktu Mustajab

        Untuk mencari waktu mustajab setelah Ashar hari jumat, ada beberapa cara:

        1. Tetap tinggal di masjid setelah shalat ashar, tidak keluar dari masjid dan berdoa. Lebih utamakan ketika akhir waktu ahsar (menjelang magrib), ini adalah kedudukan tertinggi.
          Said bin Jubair jika shalat ashar tidaklah berbicara dengan seorang pun sampai tenggelam matahari.

        2. Berangkat ke masjid menjelang magrib kemudian shalat tahiyatul masjid, berdoa sampai akhir waktu ashar ini adalah kedudukan pertengahan.
        3. Duduk pada tempatnya (rumah atau yang lain) berdoa kepada Rabb-nya sampai akhir waktu ashar. Ini adalah kedudukan terendah.

        Wallahu a’lam Bishawab. Semoga Bermanfaat.

        Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1444 H dengan Bermuhasabah

        Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1444 H dengan Bermuhasabah

        Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1444 H dengan Bermuhasabah

        Umat muslim di dunia kini tengah menyambut datangnya tahun baru Hijriyah 1444 H yang jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022. Alangkah baiknya menyambut hari istimewa ini dengan menunaikan sejumlah amalan.

        Termasuk introspeksi diri atas segala dosa yang telah diperbuat. Baik memohon ampun terhadap sesama makhluk maupun kepada Allah SWT. Semoga dengan amalan ini,diharapkan mampu menghapus dosa yang telah lalu.

        Menyambut tahun yang baru dengan harapan baru, dan tentu saja dengan diri baru yang jauh lebih baik dari tahun yang telah terlewati.

        Pertahankan dan Tingkatkan Ketaqwaan Pada Allah SWT

        Sebagai umat Islam, pada tahun baru Hijriyah 1444 H ini sebagai tanda syukur hendaknya kita meningkatkan ketaqwan kepada Allah SWT. Lebih giat dalam beribadah dan beramal saleh. Datangnya tahun baru Hijriyah 1444 H ini, hendaknya menjadi pengingat untuk menjadikan diri menjadi lebih baik.  Mari sambut tahun baru Hijriyah 1444 H ini dengan memperbaharui taubat kita, mengoreksi diri kita masing-masing, seberapa banyak kesalahan yang kita perbuat, seberapa besar perbuatan zalim kepada diri sendiri? Sudahkah kita memperbaikinya, beristighfar dan memohon ampunan-Nya? Akankah kita bisa memperbaikinya di tahun mendatang? Karena bukan seorang mukmin yang sempurna jika hari ini tidak lebih baik dari hari sebelumnya.

        Kita perbaiki apa yang masih kurang pada diri kita. Mempertahankan dan meningkatkan apa yang baik. Kita teliti diri kita masing-masing, sebab bagaimanapun, diri kita sendirilah yang lebih mengetahuinya. Segala macam kesalahan yang kita perbuat, kita tak bisa menutupinya. Hal ini karena manusia itu sendiri yang akan menjadi saksi atas perbuatannya. Oleh karena itu Allah berfirman dalam surat Al-Qiyamah ayat 14 dan 15:

        (15)بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ(14) وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ

        Artinya: (14) “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,” (15) “Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.”

        Dari sini, sebelum amalan kita kena hisab oleh Allah nanti pada hari kiamat, kita renungkan terlebih dahulu amalan diri sendiri. Ketika amal kita terhisab pada hari kiamat, semua perbuatan kita terbeber secara jelas. Dan diri kitalah yang akan menjadi saksi atas semua itu. Tangan, kaki, mulut dan seluruh anggota badan kita akan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan seperti ayat dalam surat an-Nur ayat 24:

        (24)يَّوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ اَلْسِنَتُهُمْ وَاَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

        Artinya: (24) pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

        Muhasabah dan Instropeksi Diri

        Pada dasarnya manusia hendaknnya selalu dapat bermuhasabah, mengoreksi dan meneliti diri sendiri setiap saat. Sebab barang siapa meneliti diri sendiri, menghitung amal perbuatannya, niscaya perhitungan amalnya akan mudah di akhirat. Dan manusia yang bertaqwa adalah mereka yang beramal untuk masa depan yang abadi, yaitu kebahagiaan akhirat dengan ridha dari Allah Swt.

        Sebaliknya, orang yang durhaka ialah mereka yang hanya selalu menuruti hawa nafsunya, akan tetapi dia mengharapkan kenikmatan dan anugerah di kemudian hari. Betapa nistanya orang tersebut, mengharap buah dari apa yang tidak ia tanam. Ketakwaan seorang hamba tidak akan sempurna sampai dia mau bermuhasabah terhadap diri sendiri.

        Muhasabah adalah sebuah anjuran dan perintah yang harus kita jalani sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Hasyr ayat 18:

        (18)يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

        Secara tersirat ayat tersebut merupakan anjuran muhasabah terhadap amal yang telah kita lakukan. Dari sini sahabat Umar bin Khattab R.A. berkata:

        وَيُرْوَى عَن عُمَرَبنِ الخَطَّابِ قَالَ: حَاسِبُوا أَنفُسَكُم قَبلَ أَن تُحَاسَبُوا وَزِنُوهَا قَبلَ أَن تُوزَنُوا وَإِنَّما يَخِفُّ الحِسَابُ يَومَ القِيَامَةِ عَلَى مَن حَاسَبَ نَفسَهُ فِي الدُّنيَا

        “Hitunglah amalmu sendiri sebelum kalian dihisab (di hari kiamat), dan timbanglah (amal) kalian sebelum (amal) kalian ditimbang (di hari kiamat). Dan pada hari kiamat hisab akan ringan hanya atas orang yang pada saat di dunia dia menghitung amalnya.”

        Akhir taun hijriyah ini, sebelum masuk bulan muharam menjadi momen yang tepat untuk mengkoreksi segala aktivitas yang telah kita lewati, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Namun yang terpenting adalah kehidupan masa depan kita, yaitu kehidupan kekal di akhirat yang diridhai Allah SWT. Marilah kita ayunkan langkah kita untuk menggapai cita-cita dan meraih segala impian kita.
        Kapan Sih Waktu Mulai dan Berakhirnya Sholat Dhuha? Yuk Baca!

        Kapan Sih Waktu Mulai dan Berakhirnya Sholat Dhuha? Yuk Baca!

        Kapan Sih Waktu Mulai dan Berakhirnya Sholat Dhuha? Yuk Baca!

        Shalat dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi yang mana dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat shalat dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

        Sahabat, tahu nggak sih keutamaan sholat dhuha? Yuk simak artikel ini!

        Keutamaan Shalat Dhuda

        Di antara keutamaan Shalat Dhuha, bisa mempermudah urusan setiap muslim sebagaimana pelajaran dari hadits dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

        “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

        Bahkan shalat Dhuha bisa mengganti sedekah dengan seluruh persendian kita. Sebanyak 360 persendian pada tubuh kita. Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

        يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

        “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

        Ketiga, shalat dhuha merupakan shaatnya orang-orang yang bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim). Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud adalah sholat Dhuha.

        Kapan Waktu Shalat Dhuha?

        Disebut Dhuha yaitu mulai dari waktu setelah matahari meninggi hingga dekat dengan waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat). (Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 342)

        Dari sini kita dapat bagi waktu Dhuha menjadi tiga:

        Awal waktu yaitu setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak

        Dalilnya adalah hadits dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

        “Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim no. 832). (Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 347).

        Menjadi awal

        Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289)

        Akhir waktu yaitu dekat dengan waktu zawal saat matahari akan tergelincir ke barat.

        Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).” (Idem).

        Waktu terbaik Mengerjakan Sholat Dhuha

        Waktu terbaik untuk mengerjakan sholat dhuha yaitu saat akhir waktu, yang mana keadaan yang semakin panas. Dalilnya adalah,

        أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

        Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.

        Mengenai surat-surat yang dibaca setelah surat Al Fatihah, tidak ada dalil-dalil yang menyatakan tentang surat-surat khusus yang dibaca pada sholat ini. Jadi, kesimpulannya adalah boleh membaca surat apapun dalam Al Quran pada shalat Dhuha.

        Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik

        Jangan Kelewatan, Sunnah Idhul Adha yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Jangan Kelewatan, Sunnah Idhul Adha yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Jangan Kelewatan, Sunnah Idul Adha yang Wajib Sahabat Ketahui!

        Selain melaksanakan ibadah kurban, ternyata ada beberapa amalan sunnah Idul Adha yang dapat kita lakukan sebagai umat Islam. Amalan ini telah Rasulullah contohkan dan jika diamalkan dengan baik, tentu akan mendapatkan keutamaanya.

        Tidak hanya puasa Arafah sunah sebelum sholad Ied, namun masih ada amalan sunah yang wajib untuk sahabat ketahui dan tidak boleh terlewatkan. Di mana amalan tersebut dapat menjadi wasilah kebaikan untuk kita semua.

        Berikut beberapa amalan sunnah yang wajib sahabat ketahui dan amalkan sebelum dan sesudah melaksanakan Idul Adha. sunnah tersebut anatara lain perkara sunah yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

        Sunnah Sholat Idul Adha

        Mengumandangkan Takbir

        Anjurannya kepada umat islam dapat mengumandangkan takbir di saat malam hari raya Idul Adha. Takbiran ini bisa dilakukan saat terbenamnya matahari hingga pelaksanaan hari Raya Idul Adha dan berakhir di hari tasyrik pada waktu ashar (13 Dzulhijjah). Kumandang takbir ini menandangan ajakan untuk menyebut kebesaran Allah serta mengajak umat Islam lainnya melakukan hal yang sama.

        Mandi Besar 

        Disunahkan sebelum berangkat untuk sholat Id, mandi terlebih dahulu. Mandi ketika hari raya hukumnya sunah, baik bagi orang yang melaksanakan sholat maupun yang tidak.

        Pelaksanaan mandi besar ini seperti pada mandi besar biasanya, hanya saja niatnya berbeda. Bukan saja Idul Fitri, Idul Adha pun menjadi hari raya umat Islam. Hal ini sesuai dalam hadist sebagai berikut, “Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke lapangan”. (HR. Malik dan asy-Syafi’i dan sanadnya shahih)

        Memakai Pakaian Terbaik

        Pada HariRaya Umat Islam, baiknya mengenakan pakaian terbaiknya khususnya pada Hari Raya Idul Adha. Pakaian terbaik tidak harus baru dan mahal. Pakaian terbaik merupakan pakaian yang paling bagus dari yang kita miliki. Karena sebaik-baiknya pakaian di hadapan Allah adalah pakaian “taqwa”.

        Hal ini seperti pesan dalam sebuah hadist berikut, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya” (HR. Hakim)

        Memakai Wangi-wangian

        Selain sunnah untuk menggunakan pakaian terbaik ketika shalat Idul Adha, umat Islam sunnahnya juga menggunakan wangi-wangian atau minyak wangi. Tentunya, wangi yang tidak berlebihan dan tidak mengganggu orang yang berada di dekat kita. Hal ini sebagaimana sesuai dengan pesan dalam hadist,

        “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi” (HR. Hakim)

        Tidak makan sebelum sholat Idul Adha

        Pada Hari Raya Idul Adha, Anjuranya sebelum melaksanakan Ibadah Sholat Ied umat Islam tidak makan terlebih dahulu dan segera makan setelah selesai Shalat Ied. Hal ini berbeda dengan shalat Idul Fitri yang justru sunnahnya adalah makan terlebih dahulu. Jadi, pastikan sunnah ini bisa kita laksanakan dan jangan sampai lupa mengamalkannya saat Shalat Idul Adha nanti.

        Berangkat lebih awal

        Untuk melaksanakan Shalat Idul Adha, sebaiknya kita berangkat lebih awal dan sampai di tempat shalat dengan tenang atau tidak terburu-buru. Sambil menunggu shalat berjamaah kita bisa duduk sambil bertakbir dan berdzikir. Kesempatan ini tentu menjadi hal yang baik, terlebih shalat Idul Adha hanya sekali dalam setahun.

        Berjalan Kaki dengan arah jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang

        Dalam sebuah hadits menyebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“ (HR. Al Bukhari).

        Sebagaimana hadits tersebut, tentu ada berbagai hikmah yang bisa kita ambil. Misalnya, dengan melewati jalan berbeda kita dapat lebih banyak bertemu dengan orang, bersilaturahmi, atau melihat kondisi sekitar yang jarang kita ketahui. Siapa tahu di sana ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, jarang kita bantu, dsb.

        Pelaksanaan Sholat Idul Adha

        Selanjutnya lebih yaitu tata cara bagaimana pelaksanaan Sholat Idul Adha.

        Memulai Sholat dengan menyeru “Ash-sholaatu jaami’ah”, tanpa azan dan iqomat. Setelah itu, Anda bisa memulai dengan niat Sholat Idul Adha. Berikut tata cara Sholat Idul Adha:

        Selanjutnya yaitu Membaca takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.

        Untuk rakaat pertama, dilakukan 7 (tujuh) kali takbir dan di antara tiap takbir itu disunahkan membaca:

        سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

        Subhaanallaahi walhamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

        Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

        Setelah itu membaca surah Al Fatihah, selanjutnya membaca surah dari Alquran. Anjuranya membaca Surat Qaf dan surat Al-A’la.

        Berturut-turut melakukan ruku, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya secara tuma’ninah hingga berdiri lagi di rakaat kedua.

        Pada rakaat kedua, takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan sebelum membaca Al Fatihah.

        Membaca Surah Al Fatihah, selanjutnya membaca surat Al Quran. Disunahkan membaca surah Al Ghasyiyah.

        Berturut-turut melakukan ruku, i’tidal, sujud, dan seterusnya secara tuma’ninah hingga salam. Setelah sholat Idul Adha sendiri telah selesai, maka tidak ada khotbah dan bisa langsung diakhiri.

        Itulah tata cara sholat Idul Adha sendiri di rumah yang bisa dilakukan sejara berjamaah atau munfarid.

         

        Masih Binggung Batas Waktu Sholat Shubuh? Ini Penjelasanya!

        Masih Binggung Batas Waktu Sholat Shubuh? Ini Penjelasanya!

        Masih Binggung Batas Waktu Sholat Shubuh? Ini Penjelasanya!

        Dompet Dhuafa – Sholat subuh merupakan ibadah fardhu umat islam dengan waktu pengerjaan yang relatif singkat, seperti halnya sholat maghrib. Pengerjaan sholat shubuh mulai terbit fajar hingga tiba batas waktu sholat subuh sebagaimana ditetapkan syariat.Dalam surah Al Isra ayat 78 Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk melaksanakan sholat lima waktu, dimulai sejak matahari tergelincir sampai malam tiba, lalu dilanjutkan dengan sholat subuh.

        Namun, teryata masih banyak yang membingungkan kapan batas waktu Sholat shubuh itu sendiri. Maka dari itu mari kita bahas bersama!

        Batas Waktu Shubuh 

        Batas waktu sholat subuh adalah sejak terbit fajar hingga terbit matahari. Menurut Ustaz Fahrur Mu’is dalam bukunya Berkah Sholat Subuh Berjamaah, ketentuan ini bersandar pada hadits riwayat Muslim.

        “Waktu sholat subuh adalah dari terbit fajar sampai terbit matahari.” (HR Muslim).

        Imam Bukhari juga meriwayatkan, “Siapa yang mendapatkan satu rakaat sholat subuh sebelum terbit matahari, maka ia mendapati sholat subuh.”

        Cara menentukan waktu sholat subuh mempertimbangkan kondisi langit yang cerah dan bebas polusi cahaya. Waktu sholat subuh ini ditentukan saat fajar pertama berwarna putih bukan kuning.

        Waktu fajar di Indonesia lebih awal karena posisi atmosfer ekuator yang lebih tinggi. Saat terbit fajar ini umumnya azan subuh akan berkumandang. Sehingga, sholat dapat dilaksanakan setelah mendengar azan hingga waktu terbitnya matahari.

        Waktu salat Subuh yang utama dimulai usai berkumandang azan dari terbit fajar shadiq, yaitu fajar kedua hingga sebelum masuknya waktu matahari terbit (syuruk) sebagai batas akhir Sholat Subuh. Subuh berakhir saat sudah masuk waktu matahari terbit.

        Hal ini berdasarkan hadis berikut:

        وَقْتُ صَلاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ

        Artinya:
        “Dari Abdullah bin Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: dan waktu salat Subuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari.” (HR Muslim)

        Fajar shadiq (fajar nyata) adalah sebuah cahaya yang terlihat pada waktu subuh sebagai batas antara akhir malam dengan permulaan pagi. Fajar shadiq adalah cahaya tipis yang posisinya horizontal terhadap ufuk dan bertambah terang seiring waktu. Itulah yang menentukan awal waktu salat Subuh.

        Sementara, fajar kadzib (fajar semu) adalah cahaya yang muncul sebelum fajar shadiq. Intensitas cahayanya tidak terlalu terang dan berbentuk segitiga khas yang menjulang sepanjang garis ekliptika. Perbedaan intensitas cahaya dapat terlihat saat  sky quality meter (SQM) sebagai tolak ukur.

        Jika dipantau berdasarkan ilmu falak, maka jam subuh di Indonesia juga menentukan jadwal Imsakiah Ramadhan. Maka dari itu, ulama dan peneliti bukan hanya melihat fajar shadiq sebagai batas awal waktu salat Subuh, tetapi juga penting mengamati munculnya fajar kadzib.

        Telat Sholat Shubuh, Bagaimana Konsekuensinya?

        Apakah pukul 06.00 atau 07.00 masih bisa salat Subuh?

        Melaksanakan salat Subuh pukul 06.00 atau 07.00 bisa saja, tetapi tentu pahalanya tidak sama dengan orang yang berusaha bangun dan melawan kemalasannya untuk salat Subuh. Baik ketiduran tidak sengaja atau sengaja, wajib bagi muslim untuk melaksanakan salat Subuh.

        Dengan bangun pagi, kita akan mendapatkan keberkahan rezeki dari doa Rasulullah SAW. Itulah pentingnya salat Subuh di awal waktu.

        “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada umatku di waktu pagi-pagi.” (HR Ahmad)

        Selain itu, ustaz Abdul Somad mengatakan jika setiap langkah kaki, langkah pertama, yaitu menghapus dosa, langkah kedua mengangkat derajat, langkah ketiga menghapus dosa, langkah keempat mengangkat derajat, maka subuh ini melimpah ruah rahmat-Nya.

        Itulah hukum hingga konsekuensi salat Subuh kesiangan. Yuk, perbaiki manajemen waktu supaya subuh tidak kesiangan. Sholat Subuh merupakan kunci pagi hari, maka bukalah dengan keadaan yang baik supaya rezekimu berkah.

        Setelah salat Subuh, awali kegiatan dengan bersedekah di pagi hari. Banyak keutamaan sedekah subuh untuk menolong diri sendiri dan orang lain.

        Yuk Awali hari dengan Bersedekah shubuh

        Menyembelih Hewan Kurban yang Syari? Ini Caranya!

        Menyembelih Hewan Kurban yang Syari? Ini Caranya!

        Menyembelih Hewan Kurban yang Syari? Ini Caranya!

        Tak terasa Hari Raya Idhul Adha tinggal menghitung hari. Ibadah kurban menjadi salah satu ibadah yang utama pada hari itu. Namun, untuk mendapatkan keridhoan yang maksimal dari-Nya. Tentu harus memperhatikan syarat sah dalam berkurban itu sendiri.

        Selain memperhatikan kondisi hewan yang akan dikurbankan. Tentu sebagai pekurban harus juga memastikan bahwa proses penyembelihan hewan kurban benar dan sesuai syariat, supaya tidak mengurangi keberkahan dari ibadah kurban itu sendiri. Lantas bagaimana caranya?

        Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak dibawah ini!

        Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat

        Proses penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu tata cara kurban yang penting untuk diperhatikan. Saat peyembelihan hewan kurban, anjuranya pekurban dapat menyembelih hewan kurbanya sendiri.

        Akan tetapi, apabila tidak dapat melakukan penyembelihan sendiri. Pekurban dapat mewakilkanya dan menyaksikan proses penyembelihannya saja. Diriwayatkan dalam hadist muslim yang artinya:

        “Syaddad bin Aus berkata: “Dua hal yang saya hafal dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam semua hal. Jika kalian membunuh maka lakukan dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka lakukan dengan cara yang baik; tajamkan pisaunya dan tenangkan hewan sembelihannya.” (HR Muslim).

        Proses Penyembelihan

        Proses penyembelihan hewan kurban dalam riwayat hadist dan keterangan dari para ulama adalah sebagai berikut:

        Pertama, Pastikan penyembelih merupakan orang yang berakal, Baligh, dan dalam keadaan suci. Selanjutnya dalam sunahnya tidak menganjurkan untuk memotong kuku ataupun rambut jika sudah masuk tanggal 1 Dzulhidja hingga hewan kurban tersembelih.

        Seperti seperti sabda Rasulullah SAW dari Ummu Salamah, yang artinya:

        Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga.” (HR. Muslim: 1977).

        Ketiga, pilihlah tempat  pemotongan hewan kurban yang luas dan  relatif bersih dari kotoran. Selanjutnya, bersikaplah lembut pada hewan kurban. Tidak boleh menarik hewan secara kasar apalagi sampai memukulnya.

        Berikan minum pada hewan kurban sebelum tersembelih. Selanjutnya yaitu sembelih sendiri hewan kurban apabila mampu mengerjakannya. Akan tetapi jika tak mampu, pekurban boleh untuk mewakilkanya dan menyaksikannya saja.

        Tak lupa Penyambelih hewan kurban hendaknya mempertajam pisau yang digunakan untuk menyembelih dan jangan sampai mengasah pisau untuk menyembelih di depan hewan kurban.

        Hal tersebut guna mempercepat proses penyembelihan sehingga hewan kurban tidak lama menahan sakit. Menyembelih hewan kurban  hendaknya menghadap ke arah kiblat.

        Membaca takbir saat proses penyembelihan

        Tak lupa saat menyembelih hewan kurban hendaknya jagal (penyembelih) hewan kuban melafalkan takbir terlebih dahulu.

        Tak lupa juga saat menyembelih, penyembelih tak lupa membaca shalawat
        اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

        Artinya:
        “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

        Setelah itu ketika selei proses penyembelihan hendaknya membaca doa

        بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..

        Artinya:
        Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah qurban …

        Bagi pekurban mengambil bagian hewan yang dikurbankan. Meskipun sedikit, selama niat kurban bukan karena nazar atau ta’yin. Akan tetapi jika akan disedekahkan seluruhnya bukan menjadi ketidakbolehan.

        Itu tadi beberapa gambaran dan penjelasan mengenai penyembelihan hewan kurban yang baik dan sesuai syariat. Semoga dapat membantu dan memberikan manfaat.

        Puasa Dzulhijah, Tarwiyah, dan Arafah. Kapan Pelaksanaannya?

        Puasa Dzulhijah, Tarwiyah, dan Arafah. Kapan Pelaksanaannya?

        Bertepatan dengan bulan Dzulhijah, di bulan Juli ini menjadi istimewa dengan amalan utamanya.  Selain melakukan ibadah haji dan merayakan hari raya Idul Adha, pada bulan Dzulhijjah ini memperbanyak ibadah sangat teranjurkan.

        Sidang isbat pada Rabu (29/6/2022), Kemenag menentukan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H akan jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Sementara Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

        Berikut adalah jadwal puasa sunnah pada bulan Juli 2022 ini yang bisa menjadi patokan, termasuk hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa atau hari tasyrik.

        Puasa Dzulhijah

        puasa ini merupakan puasa sunnah yang pelaksanaannya pada hari-hari pertama di bulan Dzulhijah. Mulai dari tanggal 1-9 Dzulhijjah, termasuk pada hari tarwiyah dan hari arafah. Jadwal pelaksanaan puasa Dzulhijjah 1443 H mulai dari tanggal 1-7 Dzulhijjah yang jatuh pada 1 Juli – 7 Juli 2022.

        Puasa Tarwiyah

        Selanjutnya Puasa Tarwiyah, yaitu puasa sunnah yang pelaksanaannya pada hari Tarwiyah. Hari tarwiyah yaitu jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau tepatnya pada 8 Juli 2022.

        Puasa Arafah

        Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang pelaksanaanya pada hari Arafah. Jadwal Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau tepatnya pada 9 Juli 2022.

        Salah satu keutamaan puasa Arafah adalah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

        Dari Abu Qatadah RA berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa Arafah, maka beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

        Hari Tasyrik

        Hari Tasyrik adalah adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Pada hari tasyrik para jamaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.

        Hari tasyrik juga dikenal sebagai hari untuk menikmati makanan dan minuman setelah berkurban, sehingga pada tiga hari ini diharamkan untuk berpuasa, sesuai hadits Rasulullah SAW: “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah,” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i)

        Hari Tasyrik berlangsung dari tanggal 11 – 13 Dzulhijjah atau tahun ini tepatnya jatuh pada tanggal 11 – 13 Juli 2022.

        Imbauan MUI dalam menyikapi perbedaan Terkait penetapan awal Dzulhijjah, MUI mengatakan bahwa perbedaan jatuhnya waktu Idul Adha versi pemerintah dan Muhammadiyah merupakan hal biasa. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Abdullah Jaidi mengingatkan supaya perbedaan tersebut tidak sampai membuat masyarakat terpecah-belah.

        “Marilah kita saling menghormati saling menghargai di antara kita atas perbedaan ini, sehingga tidak menjadikan perpecahan di tengah-tengah kita,” imbaunya. Jaidi juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu bingung untuk melakukan puasa Arafah. “Kalau mau puasa pada hari Jumat atau puasa Sabtunya masih dibolehkan, karena belum ditetapkan sebagai Hari Raya Idul Adha (versi pemerintah),” katanya.

        Adapun perbedaan tanggal alangkah baiknya tidak menjadi masalah. Mari lebih memaksimalkan diri dalam memperkaya amal shaleh sehingga mendapat keridhoan Allah SWT. Selamat berkurban, berkurban #JadiManfaat di kemanusiaan.org

        dompet dhuafa - kemanusiaan

        Amalan-amalan Utama di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Tahu!

        Amalan-amalan Utama di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Tahu!

        Amalan-amalan Utama di Bulan Dzulhijah yang Wajib Sahabat Tahu

        Bulan Dzulqoidah berakhir, dan Bulan Dzulhijah telah menampakan wajahnya. Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan mulia di antara dua belas bulan lainya. Namun, sahabat tahu nggak sih, ada beberapa amalan yang diutamakan di bulan ini hloh. Apa saja amalan itu?

        Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad menejelaskan mengenai keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Ibnul Qayim rahimahullah berkata, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.”

        Dari penjelasan tersebut maka semakin jelas keutamaan amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijah. Bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama jika melihat dari malamnya, sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama melihat dari hari (siangnya), karena pada hari itu terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah.

        Untuk lebih lengkapnya mari kita simak amalan-amalan yang lebih utama pada bulan ini!

        Lima Amalan Utama di Bulan Dzulhijah

        Seperti halnya pada bulan ramadhan, bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan haram (diutamakan) dibandingkan bulan lainya. Hal inilah alasan mengapa pada bulan ini terdapat amalan yang lebih utama untuk mengerjakannya lebih dari pada biasanya. Amalan-amalan tersebut yaitu:

        Puasa

        Sunnah untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

        Selain itu juga menjadi anjuran untuk puasa arafah pada tanggal 09 Dzulhijjah tahun Hijriyah. Puasa Arafah menjadi anjuran bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah. Cara melaksanakan puasa arafah sama seperti puasa sunnah lainnya.

        Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

        صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

        Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

        Qurban

        Pada hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq sunnah untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Abu Yusuf dalam salah satu pendapatnya, Rabi’ah, Al Laits bin Sa’ad, Al Awza’i, Ats Tsauri, dan Imam Malik dalam salah satu pendapatnya.

        Di antara dalil mereka adalah firman Allah Ta’ala,

        فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

        Dirikanlah shalat dan berkurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

        Hadits ini menggunakan kata perintah dan asal perintah adalah wajib. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diwajibkan hal ini, maka begitu pula dengan umatnya.

        Para Jumhur ulama menafsirkan ayat tersebut dengan “Berqurbanlah pada hari Idul Adha (yaum an-Nahr). Udhiyah merupakan bentuk  rasa cinta dan ketaqwaan seorang muslim kepada Allah.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

         

        “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Hajj [22]; ayat: 37)

        Sedekah

        Sebagaimana keutamaan hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan pada awal tulisan. Hadist tersebut menunjukkan memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar merupakan sebuah anjuran. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama mengerjakannya pada hari itu akan menjadi lebih utama dan menjadi kecintaan Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya. Meskipun itu merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

        Haji

        Yang paling afdhol pada sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah dari rukun Islam yang kelima, dan wajib bagi setiap muslim yang mampu mengerjakan baik secara finansial maupun fisik.

        “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah [2]; ayat: 196-197)

        Dzikir

        Perbanyak dzikir termasuk bertahlil, bertasbih, beristigfar, bertahmid, bertakbir dan memperbanyak doa merupakan anjuran untuk mengerjakannya di bulan ini. Tidak hanya mengamalkannya pada bulan Dzulhijjah saja tetapi juga membiasakannya pada keseharian hidup kita.

        Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

        وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

        Ibnu ‘Abbas berkata,

        “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.”

        Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.

        Itu tadi beberapa amalan yang bisa sahabat maksimalkan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah ini. Semoga bermanfaat.

        Kurban Sekarang klik kemanusiaan.org

        dompet dhuafa - kemanusiaan

        Memasuki Bulan Dzulhijah Tak Boleh Potong Kuku? Ini Faktanya!

        Memasuki Bulan Dzulhijah Tak Boleh Potong Kuku? Ini Faktanya!

        Memasuki Bulan Dzulhijah Tak Boleh Potong Kuku? Ini Faktanya!

        Hari raya Idhul Adha tak terasa sudah tinggal menghitung hari, tak sedikit dari sahabat pasti sudah merencanakan untuk berkurban. Namun masih menjadi sebuah pertanyaan, sebenarnya boleh nggak sih memotong kuku dan rambut sebelum berkurban?

        “Apabila sepuluh hari pertama Zulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berkurban,” (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain)”

        Ada perbedaan pandangan ulama terkait hadits tersebut. Pertama, Rasulullah memang melarang orang yang berkurban untuk memotong kuku dan rambutnya. Pendapat yang kedua, maksud larangan memotong kuku dan rambut itu tertuju pada hewan kurban (al-mudhahha), bukan orang yang berkurban (al-mudhahhi).

        Maka dari itu untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama jawabanya!

        Pendapat Pertama

        Sumber kedua menyatakan larangan potong kuku sebelum kurban berlaku untuk hewan ternak yang akan dikurbankan.

        Alasannya karena bulu, kuku, dan kulit hewan kurban tersebut akan menjadi saksi di hari akhirat untuk orang yang telah berkurban.

        Pandangan ini sebetulnya tidak populer dalam kitab fikih, terutama fikih klasik.

        Maka dari itu, Mula Al-Qari menyebut ini sumber gharib (aneh, unik atau asing). Ia mengatakan dalam ‘Mirqatul Mafatih’ bahwa:

        وأغرب ابن الملك حيث قال: أي: فلا يمس من شعر مايضحي به وبشره أي ظفره وأراد به الظلف

        Artinya: “Ada sumber gharib dari Ibnul Malak. Menurutnya, hadis tersebut berarti tidak boleh mengambil (memotong) bulu dan kuku hewan yang dikurbankan.”

        Maka hiasilah diri kalian dengan berkurban hewan ternak,” (HR Ibnu Majah).

        Begitu pula dengan hadits riwayat al-Tirmidzi:

        لصاحبها بكل شعرة حسنة

        Artinya: “Bagi orang yang berkurban hewan ternak, setiap helai rambut (bulu hewan kurban) adalah kebaikan,” (HR At-Tirmidzi).

        Karena, rambut dan kuku hewan itulah yang nanti menjadi saksi di akhirat kelak.

        Pendapat Kedua

        Pertama, ketentuan larangan potong kuku sebelum kurban dan juga potong rambut berlaku jika orang tersebut sudah memiliki niat untuk berkurban dan telah masuk 1 Dzulhijah.

        Ini berdasarkan hadis dari Ummu Salamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

        إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْأَنْ يُضَحِّيَ فَلا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

        Artinya: “Apabila telah masuk sepuluh pertama Dzulhijah dan kalian ingin menyembelih kurban, maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sedikit pun.” (HR Muslim).

        Dan tidak masalah dengan tindakannya memotong kuku dan rambut di awal Dzulhijah, sebelum dia berniat untuk berkurban hewan ternak.”

        Kedua, tidak ada hubungan antara larangan memotong kuku atau rambut dengan sah tidaknya kurban.

        Jadi, saat ada orang yang memotong rambut dan kukunya baik karena tidak tidak tahu atau dilakukan dengan sengaja, maka kurbannya tetap sah.

        Setelah Syekh Al-Jarullah menjelaskan tentang larangan memotong rambut dan kuku bagi orang yang akan berkurban hewan ternak dalam ‘As-ilah Wa Ajwibah Muhimmah’, dirinya mengatakan:

        ولكن يجب أن يعلم أن من أخذ شيئًا من شعره أو أظفارهفلا يمنعه ذلك من الأضحية وعليه أن يستغفر الله ويتوب إليه.

        Artinya: “Hanya saja, wajib untuk diketahui bahwa orang yang memotong rambut dan kukunya, jangan menjadikannya sebagai sebab untuk meninggalkan rencana kurbannya.

        “Hanya saja, wajib untuk diketahui bahwa orang yang memotong rambut dan kukunya, jangan menjadikannya sebagai sebab untuk meninggalkan rencana kurbannya.

        Dan dia wajib memohon ampun kepada Allah dan bertaubat (karena melanggar larangan memotong kuku).”

        Kedua pendapat tersebut menunjukkan upaya ulama dalam memahami dalil.

        Intinya, adanya larangan potong kuku sebelum kurban dan juga rambut adalah bagi orang yang ingin berkurban saja, bukan untuk semua orang.

        Jadi, bila tidak mendesak, sebaiknya tidak potong kuku sebelum kurban. Tapi jika memang kukunya sudah panjang dan kotor, maka boleh saja untuk membersihkanya dan kurban tetap berlanjut.

        BIG FLASH SALE SUPER HEMAT DOMBA!

        klik kemanusiaan.org

        dompet dhuafa - kemanusiaan

        Akikah Dan Berkurban, Mana yang Lebih Diutamakan?

        Akikah Dan Berkurban, Mana yang Lebih Diutamakan?

        Akikah Dan Berkurban, Mana yang Lebih Diutamakan?

        Antara Aqiqah dan kurban menjadi pertanyaan yang seringkali muncul saat mendekati hari raya idhul adha.  Apalagi Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah sebentar lagi tiba. Tentunya banyak dari sahabat telah menyiapkan kurban terbaiknya.

        Tetapi saat hendak berkurban, tentu ada juga para sahabat yang teringat belum sempat mengaqiqahkan anaknya. Bahkan ada sebagian dari sahabat yang belum di aqiqahi oleh orang tuanya bahkan ketika usia sudah menginjak dewasa.

        Muncul kebingungan, mana yang harus sahabat dahulukan. Akikah ataukan kurban?

        Antara Akikah dan Kurban

        Masih Terdapat banyak yang menanyakan apa yang didahulukan antara aqiqah dan kurban. Aqiqah dalam istilah agama berarti penyembelihan hewan untuk anak yang baru lahir. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerahnya.

        Akikah dilaksanakan ketika anak berusia 7 hari. Akan tetapi ada juga yang baru mengaqiqahkan anaknya pada hari ke-14 atau ke-20 usai kelahiran sang anak. Bahkan ada pula yang mengaqiqahkan anaknya ketika anaknya sudah berusia tahunan.

        Terdapat banyak pendapat dari para ulama untuk menetapkan hukumnya.

        Sebagian ulama menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah wajib dan ada pula ulama yang menyatakan hukumnya sunah muakkadah (sangat utama).

        Sebagian ulama mengatakan hukum akikah adalah wajib. Mereka beranggapan bahwa orang tua merupakan pihak yang  menanggung nafkah si anak. Hadist Rasul SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi yang berbunyi: “Anak yang baru lahir itu tergadai dengan akikahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

        Sementara itu, Imam Syafi’I berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunah muakkadah, hal itu mengacu pada hadis yang berbunyi: “Barang siapa di antara kamu ingin bersedekah buat anaknya, bolehlah ia berbuat.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasai).

        Kemudian, ulama seperti Abu Hanifah (Imam Hanafi) berpendapat bahwa aqiqah tidak wajib dan tidak pula sunah,  melainkan termasuk ibadah yang berisfat sukarela.

        “Aku tidak suka sembelih-sembelihan (akikah). Akan tetapi, barang siapa dianugerahi seorang anak, lalu dia hendak menyembelih hewan untuk anaknya itu, dia dipersilakan melakukannya.” (HR Al-Baihaki).

        Kurban dan Nabi Ismail

        Sementara itu kurban merupakan ibadah menyembelih hewan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada waktu yang ditentukan, yaitu pada hari raya idhul adha sampai dengan 13 Dzulhijah. Sahabat tentunya tahu jika ibadah kurban tak lepas dari peristiwa yang terjadi saat Nabi Ibrahim AS hendak menyembelih putranya Nabi Ismail AS atas perintah Allah SWT.

        Saat itu Allah memuji keteguhan hati Nabi Ibrahim yang rela menuruti perintahnya untuk mengorbankan Nabi Ismail. Allah pun mengganti tubuh Nabi Ismail dengan seekor kambing. Memperingati hal itu, maka ditandai dengan adanya ibadah kurban pada hari raya idul adha.

        Secara hukum, kurban sifatnya sunnah muakad bila mengacu pada mazhab Syafi’i. Namun bila mengacu pada mazhab Hanafi, kurban siftnya wajib bagi yang mampu.

        Firman Allah SWT dalam QS Al Kautsar ayat 2 berbunyi: Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.

        Selain itu Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

        Jadi, ibadah kurban hendak mengajak manusia untuk menjadikan perintah Allah sebagai yang paling utama dalam kehidupan. Sekaligus juga berbagi kebahagiaan dengan para kaum dhuafa yang jarang bisa menikmati hidangan dari daging.

        Tidak Ada yang Lebih Diutamakan

        Sehingga, karena hadist dan pendapat ulama sama-sama menganjurkan keduanya. Tidak harus saling mendahulukan antara akikah atau kurban. Bila waktu mendekati Hari Raya Idul Adha, ada baiknya sahabat berkurban terlebih dahulu. Namun bila waktu masih jauh dari Hari Raya Idul Adha, sahabat dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk melaksanakan akikah.

        Semua pilihan Kembali kepada sahabat semua untuk menentukan apakah kurban lebih dulu atau aqiqah lebih dulu. Dan tak ada yang salah dengan mendahulukan salah satunya sebab keduanya saling melengkapi.

        dompet dhuafa - kemanusiaan

        Semoga sahabat pembaca dimudahkan dalam melaksanakan ibadah kurban. Kurban mudah dengan klik kemanusiaan.org

        Berdayakan Kampung Ternak dengan Zakat, Dompet Dhuafa Siapkan  THK

        Berdayakan Kampung Ternak dengan Zakat, Dompet Dhuafa Siapkan THK

        Zakat Bernilai Satu Ekor Kambing, Berkembang Menjadi Ratusan Dan Berdayakan Masyarakat Dusun Gunung Butak.

        Dompet Dhuafa dalam menyalurkan dana zakat dari para donatur, tidak hanya sekedar untuk memberi kepada masyarakat miskin dan atau dhuafa. Akan tetapi, bagaimana dana tersebut dapat membantu dan memandirikan masyarakat yang saat ini menjadi mustahik (penerima zakat), suatu saat dapat menjadi seorang muzaki (pemberi zakat) terbaik.

        Bagaimana caranya?

        Dana Zakat yang Diberdayakan untuk Masyarakat

        Berawal di tahun 2014, Dompet Dhuafa Jogja datang di Dusun Gunung Butak,  Giripanggung, Tepus, Gunung Kidul. Dompet Dhuafa mewujudkan dana zakat dalam bentuk indukan kambing sebanyak 20 ekor dan kambing jantan 4 ekor. Dari 20 ekor tersebut diberikan kepada dua puluh penerima manfaat yang dibentuk dalam satu kelompok. Sedangkan empat ekor kambing jantan, penerima manfaat menggilirnya secara bergantian.

        Dompet Dhuafa tidak hanya membekali mereka dengan satu ekor indukan kambing dan kambing jantan. Akan tetapi juga mendampingi dan memberi pelatihan serta pengarahan sehingga penerima manfaat dapat merawat kambing dengan baik. Setelah itu melatihnya supaya dapat mengembangbiakan kambing  dan menjualnya sebagai matapencaharian.

        Penyaluran Zakat di Dompet Dhuafa tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat yang bersangkutan. Akan tetapi bagaimana dana tersebut tersalurkan dan dapat membangun kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Sehingga terbentuklah kelompok binaan dengan kepala dusun sebagai koordinatornya.

        Setelah berjalan kurang lebih delapan tahun, sudah banyak lika-liku untuk memberdayakan kampung ini. Salah satunya yaitu matinya indukan kambing, atau indukan yang tidak kunjung hamil dan melahirkan. Untuk mengatasi kendala tersebut, tercetuslah sebuah ide untuk membentuk sebuah kepengurusan yang mengelola dana dari hasil penjualan anakan kambing.

        Terdapat pembagian penghasilan dari hasil penjualan anakan kambing. Dari penjualan satu ekor kambing, 90 % untuk peternak dan 10 % untuk dana kas. Dana tersebut untuk membeli indukan kambing baru, atau untuk mengganti indukan kambing yang mati. Sehingga dapat memberdayakan penerima manfaat lainya yang belum mendapatkan giliran dengan indukan kambing baru tersebut.

        Dari Puluhan Jadi Ratusan

        Hal tersebut berjalan hingga saat ini, sehingga yang awalnya hanya dua puluh ekor kambing indukan. Saat ini, indukan tersebut berkembang menjadi 114 ekor dengan memberdayakan seluruh masyarakat dusun Gunung Butak sebagai penerima manfaat.

        Kambing-kambing tersebut berkembangbiak dan tumbuh dengan baik. Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa saat ini, tidak lagi mengkhawatirkan mengenai stok hewan kurban. Karena selain tersedianya stok dari kandang sentra DD Farm, Dompet Dhuafa juga memiliki kampung Ternak binaan yang menyediakan kambing tak kalah berkualitas.

        Sukseskan THK 2022. Kurban Mudah dan Aman.

        Klik kemanusiaan.org

        dompet dhuafa - kemanusiaan

        Shohibul Qurban Dan Keutamaan Mensedekahkan Daging Bagiannya

        Shohibul Qurban Dan Keutamaan Mensedekahkan Daging Bagiannya

        Shohibul Qurban Dan Keutamaan Mensedekahkan Daging Bagiannya. Banyak yang masih membingungkan tentang bagaimana mengenai hukum pembagian hewan kurban, khususnya bagi shohibul qurban itu sendiri.

        Shohibul kurban atau mudhohi merupakan kata lain dari orang yang melaksanakan ibadah berkurban. Menjadi shohibul kurban memiliki lima syarat, yaitu muslim, mampu, merdeka, baligh, dan yang terakhir berakal sehat.

        Maka dari itu, Islam menganjurkan orang yang berakal, baligh, dan mempunyai kelapangan untuk melaksanakan ibadah kurban. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang memiliki kelapangan [harta], sedangkan ia tak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami,” (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

        Biasanya, selepas menyembelih hewan kurban, pengurus kurban  akan menguliti dan memotong daging menjadi banyak bagian. Setelah itu, membagikannya kepada masyarakat, terutama para fakir dan miskin. Tak lupa terkadang juga kepada para shohibul kurban itu sendiri.

        Lantas, apa hukum orang yang berkurban memakan daging kurbannya sendiri menurut syariat Islam? Jika boleh memakan daging hewan kurban sendiri, berapa jatah maksimalnya?

        Dua Hukum Makan Daging Hewan Kurban Sendiri

        Ulama fikih berpendapat ada dua hukum yang berlaku berkaitan dengan status ibadah kurban, diantaranya yaitu:

        1. Kurban Sunah

        Kurban sunah yang dimaksud disini adalah kurban yang dilakukan tanpa ada nazar sebelumnya, atau kurban yang diniatkan untuk Allah SWT saat memiliki kelapangan. Orang yang berkurban boleh memakan daging hewan kurbannya, yaitu satu hingga tiga suap untuk mendapat berkah kubannya.

        Dalam kitab Fath al-Mu’in menjelaskan hal yang lebih utama adalah menyedekahkan keseluruhan daging kurban kecuali satu suapan dengan niatan mengharap berkah dengan mengonsumsi daging tersebut.  Jadi, para shohibul qurban boleh memakan sebagian daging kurbannya sendiri.

        Hukum bolehnya memakan daging kurban sendiri itu selaras dengan firman Allah SWT di surah Al-Hajj ayat 36: “Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur,” (QS. Al-Hajj [22]: 36).

        1. Kurban Wajib

        Sebaliknya, dalam kurban wajib (kurban yang dilaksanakan karena nazar), orang yang berkurban dilarang memakan daging hewan kurbannya sendiri, meskipun hanya sedikit. Selain itu keluarga yang dinafkahinya juga dilarang untuk memakan daging tersebut.

        Salah satu rujukannya adalah penjelasan Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, seorang ulama dari Mazhab Syafi’i, dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin: “Haram mengonsumsi kurban dan hadiah yang wajib sebab nazar. Maksudnya, haram bagi orang yang berkurban dan memberi hadiah, mengonsumsi daging kurban dan hadiah yang wajib sebab nazar. Maka [dia] wajib menyedekahkan seluruhnya, termasuk tanduk dan kuku hewan. Jika dia mengonsumsi sebagian dari hewan tersebut, maka wajib menggantinya dan diberikan pada orang fakir,” (Juz 2, hlm. 378).

        Jatah Daging Kurban Bagi Orang yang Berkurban

        Jika dalam kurban sunah shohibul qurban boleh memakan daging kurbannya sendiri, berapa jatah maksimal untuk mereka? Ada beberapa pendapat mengenai seberapa banyak jatah daging yang bisa dimakan orang yang berkurban, seperti halnya:

        1. Jatah Sepertiga

        Sejumlah ulama ada yang berpendapat, orang yang berkurban boleh mengambil jatah daging dari hewan kurbannya untuk dimakan, maksimal sepertiga. Mereka hanya boleh mengambil jatahnya untuk dimakan. Baik orang yang berkurban, keluarga atau kerabatnya. Dalam mengambil jatah daging kurban sebaiknya tak berlebihan. Bagaimanapun juga, ibadah kurban dianjurkan untuk sedekah kepada orang yang membutuhkan, bukan untuk keuntungan pribadi. Hal ini bersandar pada sabda Nabi Muhammad SAW: “Makanlah dan berilah makan kepada [fakir-miskin] dan simpanlah.”

        1. Satu sampai Tiga Suap

        Untuk mendapatkan keberkahan kurban, disunahkan untuk memakan satu sampai tiga suap daging kurbannya. Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam Kitab Fath al-Mu’in: “[…] Hal yang lebih utama adalah menyedekahkan keseluruhan daging kurban kecuali satu suapan dengan niatan mengharap berkah dengan mengonsumsi daging itu. Hendaknya daging tersebut dari bagian hati. Hendaknya orang yang berkurban tidak mengonsumsi lebih dari tiga suapan.”

        1. Menyedekahkan Bagian ke Fakir dan Miskin

        Pendapat lain mengatakan tidak ada batasan bagi shohibul kurban untuk mengambil bagianya. Akan tetapi shohibul lebih dianjurkan untuk menyedekahkannya kepada fakir dan miskin.

        Berkurban tentu tujuannya untuk bersedekah kepada fakir dan miskin, maka dari itu sebaiknya orang yang berkurban tidak mengambil bagian daging hewan terlalu banyak.

        MUI Sahkan Hewan Kurban Bergejala PMK? Ini Syarat dan Ketentuaanya!

        MUI Sahkan Hewan Kurban Bergejala PMK? Ini Syarat dan Ketentuaanya!

        MUI Sahkan Hewan Kurban Bergejala PMK? Ini Syarat dan Ketentuannya!

        Fatwa baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32/ 2022  mengkategorikan ada tiga hukum terhadap keabsahan hewan kurban bergejala PMK.

        Dikategorikan sah untuk berkurban jika hewan yang terkena PMK memiliki gejala klinis kategori ringan. Lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tak nafsu makan, dan keluar air liur lebih dari biasanya menjadi ciri-cirinya. 

        Hewan dikategorikan tidak sah apabila bergejala berat, gejala tersebut berupa kuku yang melepuh bahkan sampai terlepas, pincang, bahkan tidak bisa berjalan. Kecacatan pada hewan tersebutlah yang menjadi salah satu pembatal syarat sah ketentuan hewan kurban.

        Akan berbeda jika hewan yang terjangkit PMK bergejala kategori klinis berat sembuh setelah lewat rentang waktu yang dibolehkan untuk berkurban. Hewan tersebut bisa disembelih, akan tetapi dagingnya dianggap sedekah.

        Kemudahan dan Keamanan Berkurban

        Dhompet Dhuafa memiliki program yang memudahankan dan aman bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah kurban tanpa takut PMK. Seperti halnya dalam fatwa MUI pada panduan kurban untuk mencegah peredaran Wabah PMK sebagai berikut: 

        Pertama, untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat syah kurban. Dompet Dhuafa Jogja menjamin hal tersebut dengan kandang sentra ternak sendiri yang memiliki quality control kesehatan hewan terjamin. Sebulan atau paling lambat dua bulan sekali akan mendatangkan ahli kesehatan hewan dari puskeswan untuk memantau kesehatan hewan kurban di kandang Dompet Dhuafa.

        Kedua, umat Islam yang melaksanakan kurban tidak harus menyembelih sendiri dan/atau menyaksikan langsung proses penyembelihan. Selain menyediakan hewan kurban, Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan penyembelihan dari para donasi kurban untuk disalurkan pada daerah yang membutuhkan. 

        Ketiga, umat Islam yang menjadi panitia kurban bersama dengan tenaga kesehatan perlu mengawasi kondisi kesehatan hewan dan proses pemotongan dan penanganan daging, jeroan, dan limbah. Hal ini tentu menjadi salah satu point penting yang ada pada pelaksanaan kurban Dompet Dhuafa. 

        Untuk mencegah persebaran PMK, point selanjutnya menganjurkan Umat Islam untuk:

        1. Berkurban di daerah sentra ternak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan mewakilkan (tawkil) kepada orang lain. 

        2. Berkurban melalui lembaga sosial keagamaan yang menyelenggarakan program pemotongan hewan kurban dari sentra ternak. 

        Hal ini menjadi keistimewaan di mana sebagai lembaga keislaman dompet dhuafa memiliki sentra ternak sendiri dengan quality control yang baik. Tidak hanya menyediakan hewan berkualitas dan sehat, dan menyebarkan hewan kurban pada daerah yang membutuhkan. Dompet dhuafa juga menyelenggarakan pemotongan hewan kurban bagi para donatur yang ingin mentawkilkan hewan kurbanya.  

        Point terakhir, Lembaga Sosial Keagamaan yang memfasilitasi pelaksanaan kurban dan pengelolaan dagingnya agar meningkatkan sosialisasi dan menyiapkan layanan kurban dengan menjembatani calon pekurban dengan penyedia hewan kurban. Dompet dhuafa jogja tidak hanya sebagai fasilitator pelaksanaan kurban akan tetapi juga sebagai penyedia hewan kurban, sehingga sekaligus dapat mensosialisasi dan melayani pekurban dengan maksimal.

        Dompet Dhuafa menyediakan layanan berkurban dengan aman dan mudah.

        Yuk Jangan Ragu, Kurban Di Dompet Dhuafa.

        Kurban Aman dan Mudah, Yuk! Klik disini

        Ingin Kurban, Tapi Niatnya Untuk Orang Lain, Boleh?

        Ingin Kurban, Tapi Niatnya Untuk Orang Lain, Boleh?

        Hukum berkurban pada hari raya Idul Adha sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah. Memotong hewan kurban pada hari raya Idul Adha merupakan perayaan sebagai amalan yang sangat istimewa dan mulia.

        Dalam hal ini menghimbau kepadaUmat Islam yang memiliki kelebihan harta dan kemampuan untuk menunaikan kurban. Hingga berkurban bahkan menjadi suatu kewajiban bagi yang mampu melaksanakannya. Ingin Kurban Tapi Niatnya Untuk Orang Lain, Boleh?

        Allah swt berfirman dalam Al-Quran surat Al-Kausar ayat  2 yang artinya:

        Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.(Al-Kautsar: 2).

        Salah satu rukun sah dari berkurban adalah membaca niat dalam berkurban. Lalu, bagaimana hukumya jika ingin kurban tapi meniatkan untuk orang lain baik itu keluarganya maupun diluar keluarganya? Berikut penjelasannya!

        Hukum Kurban Atas Nama Keluarga

        Rasulullah SAW selalu berkurban setiap tahun, kurban tersebut beliau niatkan untuk dirinya dan keluarganya.

        Seperti dalam riwayat hadist dari Anas nin Malik radhiallahu’anhu, beliau berkata:

        ضحَّى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بكبشَيْنِ أقرنيْنِ أملحيْنِ أحدِهما عنهُ وعن أهلِ بيتِه والآخرِ عنهُ وعمَّن لم يُضَحِّ من أمَّتِه

        Artinya:

        “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya” (HR. Ibnu Majah no.3122)

        Para sahabat Nabi juga mempraktikan amalan ini dengan melaksanakan kurban untuk dirinya dan keluarganya. Mereka memakan sebagian daging kurban, dan selebihnya mereka berikan kepada orang lain atau yang lebih membutuhkan.

        kurban dompet dhuafa - kemanusiaan

        Al-Quran tidak menjelaskan tentang larangan berkurban untuk orang lain.

        Hadist Imam Bukhari meriwayatkan dari Sayidah Aisyah, dia berkisah;

        أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا وَحَاضَتْ بِسَرِفَ ، قَبْلَ أَنْ تَدْخُلَ مَكَّةَ وَهْىَ تَبْكِى فَقَالَ : مَا لَكِ أَنَفِسْتِ . قَالَتْ نَعَمْ قَالَ : إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ . فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

        Artinya:

        “Nabi SAW pernah  menemui Sayidah Aisyah di Sarif sebelum masuk Mekkah dan ketika itu Sayidah Aisyah sedang menangis. Kemudian Nabi Saw. bertanya, ‘Kenapa? Apakah engkau sedang haid?.’ Sayidah Aisyah menjawab; ‘Iya’. Beliau pun bersabda, ‘Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Tunaikanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji namun jangan thawaf di Ka’bah.’Tatkala kami di Mina, saya didatangkan daging sapi. Saya pun berkata, ‘Apa ini?.’ Mereka (para sahabat) menjawab, ‘Rasulullah Saw. melakukan udhiyah (berkurban) atas nama istri-istrinya dengan sapi.”

        Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal

        Menurut Imam Hanafi dan Hambali, niat kurban atas nama orang lain yang telah meninggal baik itu orang tua atau keluarganya yang lain diperbolehkan dan tetap sah.

        Sebagaimana dalam riwayat hadist yang menjelaskan bahwa :

        “Apabila seseorang berkurban dengan seekor kambing atau domba dengan niat untuk  diri dan keluarganya, maka telah cukup untuk orang yang dia niatkan dari  keluarganya, baik yang masih hidup atau pun yang sudah mati”

        (Hukum Udhhiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

        Sahabat sudah menentukan niat sebelum berkurban sesuai tujuannya? Inilah hukum niat dalam berkurban baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berkurban merupakan sebuah wujud kecintaan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, selain itu juga menjadi amalan istimewa yang erat kaitannya dengan kepedulian sosial terhadap sesama khususnya kaum dhuafa.

        Wallahu a’lam bish-shawabi

        Yuk Jangan Ragu, Kurban Di Dompet Dhuafa.

        Ingin Kurban Tapi Niatnya Untuk Orang Lain, Boleh! Klik disini

        Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

        Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

        Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

        Ramadan diyakini mampu meningkatkan dan menguatkan ketakwaan, hal tersebut sesuai firman Allah swt dal QS Al Baqarah ayat 183, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

        Ibnu Katsir menguraikan

        bahwa orang-orang mukmin diperintahkan niat serta ikhlas berpuasa dengan menahan diri dari makan dan minum serta bersenggama karena Allah swt. Sebab di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikannya, dan membebaskannya dari endapan-endapan buruk bagi Kesehatan tubuh dan akhlak-akhlak rendah.

        Meraih derajat takwa tentu tidak bisa didapatkan begitu saja,

        perlu kesungguhan menjalani Ramadan dan seluruh amal di dalamnya. Sehingga dihari-hari selepas Ramadan, kita memiliki bekal takwa. Allah Swt berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 187, “….berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

        Hakikat takwa diumpakan Ketika melewati jalan penuh duri, tentu kita akan berhati-hati melaluinya, artinya orang bertakwa memiliki sikap berawas-awas agar tak melanggar larangan Allah swt dan selalu berhati-hati dalam bertindak.

        Meraih takwa tak semudah meraih dunia. Perlu adanya perasaan bahwa Allah hadir, mengetahui, dan mengawasi sehingga kita memiliki pengendalian diri. Jika kontrol diri telah dikuasai, maka Allah akan menghindarkan kita dari kemaksiatana, kesalahan-kesalahan dan menambah energi kita dalam mengarungi kehidupan.

        Di Ramadan mulia ini, adalah sebaik-baik waktu kita meningkatkan ketakwaan dengan banyak sekali kebaikan-kebaikan yang bisa kita ikut serta didalamnya.

        Ramadan jadi manfaat, tingkatkan ketakwaan sekarang, jangan ditunda! Sebelum ajal merenggut nyawa.

        Sedekah terbaik, penolong kita diakhirat!

        Dompet Dhuafa dalam ragam programnya memberikan kesempatan beramal dan menjadi bagian dari jembatan kebaikan kita selama bulan ramadan.

        Salah satu program Ramadan diantaranya:

         

        1. Sedekah Al Quran
        2. Sedekah Quran Braille
        3. Tebar Zakat Fitrah
        4. Muliakan Anak Yatim
        5. Parsel Lebaran
        6. Paket Berbuka Puasa
        7. Kita Bersama Palestina

        Pilihan program ini hadir untuk menyempurnakan Ramadan kita agar #jadimanfaat dan saudara-saudara kita juga merasakan ramadan penuh suka cita sebab buah dari ketulusan kita dalam berbagi.

        Jadikan Ramadan penuh manfaat, Yuk kirimkan kebahagiaan untuk mereka, Sekarang!

        Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

        Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

        Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

        وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

        “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

        Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

        هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لاَ يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا ، فَلْيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا

        “(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin.” (HR. Bukhari no. 4505).

        Fidyah pada dasarnya hanya berlaku untuk orang yang tidak ada harapan untuk berpuasa, misalnya orang tua yang tidak mampu berpuasa atau orang yang sakit menahun. Sedangkan untuk wanita hamil atau menyusui dan mampu berpuasa, lalu ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan anaknya saja, ia tetap berkewajiban mengqadha puasanya.

        Fidyah wajib dibayarkan karena adanya salah satu dari tiga sebab, yaitu :

        • Sebagai pengganti puasa itu sendiri.
        • Pengganti hilangnya keutamaan waktu yaitu bulan Ramadhan.
        • Dan kompensasi dari menunda qadha‘.

        Besaran Fidyah

        Terdapat beberapa perbedaan di antara para ulama tentang takaran fidyah yang harus dibayarkan.

        Dalam madzhab Syafi’i dan Maliki, 1 mud yaitu sekitar (600 gram). Pada madzhab Hanafi seperti yang tercantum dalam Kitab Bahr Roiq (2/308) yaitu  setengah sha’ ( kurang lebih 2 kilo satu per empat), dan pada madzhab Hanbali yaitu :1 mud dari gandum (600 gram) atau setengah sha’ selain gandum (1 kilo satu per empat).

        Dari perbedaan ulama di atas, kadar fidyah paling sedikit adalah satu mud, tetapi yang paling utama kita mengeluarkan setengah sha’ atau memberi satu porsi makanan masak kepada setiap orang miskin.

        Fidyah wajib dibayarkan

        Apabila dikonversi ke rupiah, takaran fidyah bisa mengikuti dua cara:

        Pertama disesuaikan dengan bahan makanan pokok atau harga makanan jadi. Jadi fidyah disesuaikan dengan harga satu porsi makanan yang standar yang berlaku pada lingkungan terdekat.

        Untuk Yogyakarta dan sekitarnya saat ini, misalnya sekitar Rp25.000 bisa untuk satu mencukupi biaya menu standar. Berarti satu hari tidak berpuasa dapat menggantinya dengan membayar fidyah senilai Rp25.000.

        Kedua, membayar fidyah dilakukan dengan cara memberi makan orang fakir miskin. Dan pembayarannya bisa diwakilkan. Hal ini dikarenakan pembayaran fidyah adalah ibadah maaliyah (harta) bukan ibadah fardiyah (personal yang bersifat fisik).

        Waktu membayar fidyah

        Menunaikan fidyah bisa langsung dilakukan di hari yang sama dengan puasa yang ditinggalkan. Bisa juga diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan. Yang tidak boleh dilaksanakan adalah pembayaran fidyah sebelum Ramadhan.

        Cara membayar fidyah

        Fidyah hanya diberikan untuk fakir miskin sesuai jumlah hari yang ditinggalkan. Pemberian fidyah dapat dilakukan sekaligus. Misalnya kita meninggalkan puasa 30 hari maka kita cukup membayar 30 porsi makanan kepada 30 orang miskin saja.

        Juraidi selaku Direktur Urusan Agama Islam Kemenag juga mengatakan pembayaran fidyah bisa dilakukan lewat lembaga yang mengelola zakat. Membayar fidyah lewat lembaga zakat juga memudahkan bagi penyalur fidyah.

        Dompet Dhuafa melayani penyaluran fidyah untuk fakir miskin. Bayar fidyah melalui Dompet Dhuafa kini lebih mudah. Bukan hanya itu, fidyah pun tersalurkan secara amanah. Yuk, segera lunasi hutang puasamu dengan klik tombol di bawah ini ya!

         Bayar Fidyah di Sini

        Peringatan keras jika enggan bayar zakat

        Peringatan keras jika enggan bayar zakat

        Peringatan keras jika enggan bayar zakat

        Islam mengatur setiap hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan. Salah satunya Islam mengajarkan kita agar dapat berinteraksi dengan makhluk Allah yang lain dengan cara yang baik. Maupun dengan hewan, tumbuhan, terutama bagaimana kita harus bersikap pada manusia yang lainnya.

        Rasulullah bersabda :

        “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”.  (HR. Ahmad).

        Ancaman Bagi Muslimin Yang Enggan Membayar Zakat

        Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (QS At-Taubah ayat 34)

        Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumiddin, menjelaskan, maksud dari ‘menginfakkannya’ dalam ayat tersebut ialah mengeluarkan kewajiban zakat.

        Allah SWT telah menjadikan zakat sebagai salah satu dari lima rukun dalam Islam. Karena sangat pentingnya zakat, hampir di setiap ayat Alquran yang menyebutkan kewajiban mendirikan shalat, itu selalu disertai dengan kewajiban membayar zakat.

        Membayar zakat hukumnya adalah wajib. Ketika seseorang tidak membayar zakat, maka dia tidak termasuk sebagai seorang muslimin karena tidak memenuhi salah satu dari rukun Islam. Maka disebutkan dalam Al-Qur’an ancaman bagi orang-orang yang enggan membayar zakat. Allah berfirman :

        “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah : 34-35).

        Baca juga: Zakat Penghasilan Gaji Perbulan

        Seseorang yang tidak membayar zakat telah diberikan ancaman baginya ketika di dunia dan juga di akhirat.

        Ketika di dunia, seseorang yang enggan membayar zakat maka akan di ambil secara paksa darinya zakat tersebut. Pada masa ke khalifahan Abu Bakar RA. terdapat segolongan orang yang enggan membayar zakat, maka Abu Bakar RA pun berkata,

        “Demi Allah akan kuperangi orang yang membedakan antara shalat dengan zakat. Karena zakat adalah hak harta. Demi Allah jika ada orang yang enggan membayar zakat di masaku, padahal mereka menunaikannya di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, niscaya akan tetap kuperangi dia”. (Abu Bakar RA)

        Ancaman bagi orang yang enggan membayar ditegaskan kembali oleh Rasulullah dalam hadistnya:

        “Siapa yang memiliki emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, niscaya di hari kiamat akan dibuatkan setrika api untuknya yang dinyalakan di dalam neraka, lalu disetrikakan ke perut, dahi dan punggungnya.” (HR. Muslim).

        Zakat Penghasilan

        Sahabat, jangan sampai kita tergolong orang-orang yang enggan membayar zakat. Hanya 2.5% dari harta kita, menjadikan berkah bagi harta yang tersisa. Ringankan hati dalam kebaikan klik disini untuk menunaikan zakat penghasilan.

        6 Keutamaan sedekah ini bikin hati ringan untuk memberi

        6 Keutamaan sedekah ini bikin hati ringan untuk memberi

        6 Keutamaan sedekah ini bikin hati ringan untuk memberi

        Tidak punya uang bukan berarti penghalang untuk bersedekah. Lebih baik menjadi tangan di atas daripada tangan di bawah. Itulah mengapa sedekah tidak hanya sekedar tentang uang saja, tetapi juga senyum, membantu orang ketika susah, membersihkan ruangan ketika tidak ada yang membersihkan, dan lain sebagainya.

        Sedekah merupakan ibadah sosial untuk menciptakan arti hidup menjadi manusia yang bermanfaat. Maka dari itu, sedekah harus menjadi gaya hidup untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungannya.

        Bagaimana cara kita mendapatkan keutamaan bersedekah tetapi tidak mempunyai uang? Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:

        “kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.” (HR. Bukhari)

        Seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم bahwa ada banyak hikmah bersedekah. Berikut ini 6 keutamaan bersedekah:

        1. Dapat Menghapus Dosa dan Meringankan Sakaratul Maut

        6 Keutamaan sedekah ini bikin hati ringan untuk memberi

        Sedekah sangat dianjurkan karena dapat mensucikan. Manusia memang tidak luput dengan dosa. Kesempurnaannya dipertanyakan apakah kita pantas disebut makhluk yang sempurna padahal kita selalu enggan untuk meminta ampun dengan apa yang telah kita perbuat.

        Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda,

        “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.“

        (HR. At-Tirmidzi)

        Sedekah, itulah cara mudah yang disediakan Allah agar dapat mengikis perbuatan-perbuatan dosa kita. Cukup dengan tersenyum saja, Anda sudah bersedekah karena senyum adalah salah satu sedekah termudah yang dapat kita sebarkan dengan mengukir garis senyum di bibir kita.

        Salah satu harapan umat Islam yaitu mendapatkan kematian yang khusnul khatimah. Untuk menghapuskan dosa, salah satu caranya yaitu dengan rutin bersedekah seperti tuntunan Rasulullah SAW. Hal ini bukan tanpa alasan karena tertera dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

        Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan sakaratul maut.” (dalam buku Fiqh Sunnah karangan Sayyid Sabiq)

        2. Sedekah Mendatangkan Rezeki

        Happy rich banker celebrating income growth Free Vector

        Rasulullah SAW bersabda:

        “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”.

        (HR Al-Baihaqi)

        Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

        “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.”

        (HR. Muslim, no. 2588)

        Apakah gaji Anda belum cukup untuk penghasilan sehari-hari? Apakah Anda masih memikirkan bagaimana biaya sekolah anak-anak Anda yang masih juga belum cukup?

        Baca juga : Zakat Penghasilan Gaji Perbulan

        Itulah mengapa kita dianjurkan untuk bersedekah. Bukan hanya membersihkan diri dari dosa, tetapi keutamaan sedekah juga dapat mendatangkan rezeki lagi kepada kita. Jika kita yakin bahwa diri kita bersedekah karena Allah, Insyaa Allah akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi.

        3. Allah SWT Melipatgandakan Pahala Orang-Orang yang Bersedekah

        Allah Maha Melihat, al-Basir البصير Setiap apapun yang dilakukan oleh kita, pasti Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan melihat kita. Sedekah sedikit apapun itu pasti Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melihatnya. Disitulah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melipatgandakan pahala orang-orang yang bersedekah.

        Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman yang artinya:

        “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

        (Surat Al-Baqarah ayat 261)

        Jemput keutamaan sedekah dengan hati yang tulus, maka Allah akan balas dengan pahala yang berlipat ganda tiada tara. Rezeki Allah akan turun dari arah yang tidak disangka-sangka.

        4. Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat

        Rasulullah SAW telah mengungkapkan dengan jelas tentang orang-orang yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat nanti, salah satunya adalah orang-orang yang bersedekah. Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:

        “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.”

        (HR. Bukhari)

        Di Padang Mahsyar, umat manusia akan merasakan panas yang tidak ada bandingannya saat di dunia. Hanya naungan dari Nabi Muhammad yang dapat menyelamatkan umatnya dari api neraka. Supaya dapat perlindungan, maka rajinlah bersedekah.

        5. Didoakan Malaikat 

        Rezeki bukan hanya materi, tetapi juga bisa dalam bentuk non materi seperti doa. Jangan pernah sepelekan kekuatan doa, apalagi jika didoakan oleh para malaikat. Untuk orang yang rajin bersedekah, maka namanya berpotensi dikenal oleh penduduk langit.

        Rasulullah SAW bersabda:

        “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun salah satunya berkata ‘ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq’ sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata ’ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya)”.

        (HR. Bukhari-Muslim)

        Jadi, masih ragu untuk berbuat baik? Semoga Allah senantiasa memberikan rezeki yang cukup untuk berbuat baik seperti sedekah.

        6. Mendapatkan Keberkahan Harta dan Jiwa

        Harta yang berkah akan menciptakan rasa aman dan nyaman, salah satunya dengan bersedekah. Selain itu, sedekah dapat menjadi salah satu bahasa cinta (love language) untuk sesama makhluk hidup.

        “Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya”

        (QS Saba 34: 39)

        Bahagia itu sederhana, yaitu melihat orang lain senang dan bersyukur karena sedekah dari rezeki Anda. Manusia senang didoakan, maka dari itu orang yang gemar sedekah termasuk orang-orang yang beruntung.

        Allah Ta’ala berfirman:

        ”Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

        (Surat Al-Hasyr ayat 9)

        Wakaf Sumur

        Masih banyak keutamaan sedekah sebenarnya baik unrtuk diri sendiri dan orang lain. Yuk Ketuk pintu kebaikan, klik sedekah di sini untuk mulai harimu!

         

        Solat subuh kesiangan, bagaimana hukumnya?

        Solat subuh kesiangan, bagaimana hukumnya?

        Batas Waktu Sholat Subuh dan Bagaimana Hukumnya

        Dalam al-qur’an Allah swt menegaskan bahwa “Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4 ayat 103)

        Dengan demikian berarti bahwa setiap muslim wajib menunaikan shalat tepat pada waktunya.

        Lalu bagaimana dengan orang yang bangun tidur kesiangan hingga matahari telah terbit?

        Batas Waktu Sholat Subuh dan Hukum Bangun Kesiangan
        Batas Waktu Sholat Subuh dan Hukum Bangun Kesiangan

        1. Ketika bangun kesiangan tidak sengaja, segeralah sholat subuh

        Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan shalat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan.

        Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau saw dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit. Seketika itu, beliau saw memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqamah. Akhirnya, Rasul SAW dan para sahabat shalat subuh di kala matahari telah terbit.

        2. Ketika ada unsur kesengajaan meninggalkan shalat, bertaubatlah dan segera qadha shalat

        Bagi orang yang ketiduran dan ada unsur kesengajaan. Sebenarnya ia telah terbangun di waktu shalat subuh. Hanya saja, karena rasa malas dan terasa berat, ia tidur kembali sampai matahari terbit. Jadi, ada unsur kesengajaan.

        Sebagian besar para ulama berpandangan bahwa ia berkewajiban untuk mengqadha shalatnya. Hendaklah dirinya segera melaksanakan shalat ketika bangun. Di samping itu, ia harus bertaubat kepada Allah SWT karena telah sengaja meninggalkan shalat tatkala telah tiba waktunya. Bagaimanapun juga, meninggalkan shalat secara sengaja termasuk dosa besar.

        Hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT:

        Maka celakalah orang yang shalat.”

        (QS. 107:4)

        (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.”

        (QS. 107:5)

        Kesimpulannya, saudara tetap berkewajiban untuk melaksanakan shalat subuh setelah bangun tidur. Di samping itu, hendaklah berusaha sekuat tenaga untuk shalat subuh tepat waktu dan berjamaah.

        Dengan bangun pagi, kita akan mendapatkan keberkahan dari doa Rasulullah saw. Itulah pentingnya shalat subuh di awal waktu.

        “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada umatku di waktu pagi-pagi.” (HR Ahmad)

        Sedekah subuh Dompet Dhuafa

        Apakah jam 6 atau jam 7 pagi masih bisa sholat subuh?

        Bisa, tetapi tentu pahalanya tidak sama dengan orang yang berusaha bangun dan melawan kemalasannya untuk shalat subuh. Baik ketiduran tidak sengaja atau sengaja, wajib bagi muslim untuk melaksanakan shalat subuh.

        Nah, itulah hukum sholat subuh kesiangan. Yuk, perbaiki manajemen waktu supaya subuh tidak kesiangan. Sholat subuh merupakan kunci pagi hari, maka bukalah dengan keadaan yang baik supaya rezekimu berkah.

        Setelah sholat subuh, awali kegiatan dengan bersedekah di pagi hari. Banyak keutamaan sedekah subuh untuk menolong diri sendiri dan orang lain. Ketuk pintu kebaikan, klik sedekah subuh di sini untuk mulai harimu!

         

        Zakat Penghasilan Gaji Perbulan

        Zakat Penghasilan Gaji Perbulan

        Zakat Penghasilan Gaji Perbulan oleh Dompet Dhuafa Jogja

        Zakat penghasilan gaji perbulan – Sahabat, banyak yang bertanya bagaimana sih menghitung zakat penghasilan setiap bulan? Mimin coba uraikan terlebih dahulu pengertian zakat ya! Zakat merupakan kewajiban umat muslim yang tertuang sebagai rukun ke empat dalam islam. oleh karena itu zakat menjadi wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi haul atau nishab untuk dikeluarkan.

        Zakat (bahasa Arab: زكاةtranslit. zakāh‎) dalam segi istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat dari segi bahasa berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang’. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat merupakan rukun ketiga dari rukun Islam.

        Sumber: wikipedia

        Berapa sih nishab zakat penghasilan? Zakat penghasilan? Memang ada? Nah, kita review kembali tentang zakat penghasilan yuk. Zakat penghasilan merupakan salah satu persoalan kontemporer. Istilah ini memang tak ditemui secara eksplisit di dalam Qur’an dan Sunnah namun perintah zakat disebutkan dalam Al Quran dalam surah Al Baqarah ayat 43, Allah berfirman “dan dirikanlah solat, tunaikan zakatlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”

        Dalam ayat lain zakat juga tertuang lebih dari tiga puluh dua kali disebutkan perintah untuk menunaikan zakat. ini menandakan pentingnya setiap kita sebagai seorang muslim untuk menunaikan zakat setiap tahun atau setiap kita mendapatkan penghasilan.

        Zakat penghasilan adalah zakat yang kita peroleh dari hasil kerja dengan pendapatan minimal sekitar 5.240.000 perbulan dengan besaran zakat 2.5%. Sesuai dengan peraturan Mentri Agama Nomor 17/08/BR/VII/2017.

        Zakat jenis ini pertama kali dikenalkan oleh Syaikh Yusuf Qardhawi. Landasan fiqh zakat ini berdasarkan praktik Sahabat Nabi yang mengeluarkan zakat untuk maal mustafad (harta perolehan). Dan landasan fiqh zakat ini berdasar ayat-ayat Qur’an tentang wajib zakat dan menyucikan harta

        Zakat Penghasilan Gaji Perbulan

        Penghasilan oleh mayoritas ulama dikategorikan sebagai jenis harta wajib zakat berdasar analogi (qiyas) atas kemiripan. Kemudian pertanyaannya berapakah penghasilan yang terkena wajib zakat (nishab zakat penghasilan)? Nishab zakat penghasilan disetarakan dengan zakat maal yakni 85 gram emas.

        Misalnya:
        Seorang karyawan Muslim memiliki penghasilan Rp8.000.000,00/bulan, berapakah zakatnya? Jika 1 gram emas Rp950.000,00. Maka perhitungannya: Rp950.000 x 85 = Rp80.750.000 (untuk 1 tahun), artinya penghasilan minimal (nishab) Rp6.730.000/bulan sudah wajib dikeluarkan zakatnya

        Baca juga : Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

        Karena penghasilannya telah mencapai nishab, zakatnya sebesar 2,5% yakni : Rp8.000.000 x 2,5% = Rp200.000/bulan (menurut Yusuf Qardhawi, untuk menjaga prinsip kehati-hatian maka zakat dihitung dari penghasilan bruto)

        Menghitung zakat penghasilan mudah bukan? Nah sekarang coba kita hitung penghasilan kita, sudah wajib zakatkah? Untuk kemudahan zakat, klik: kemanusiaan.org atau klik link di bio kami ya

        Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

        Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

        Mustahik adalah golongan orang yang berhak menerima zakat, sedangkan muzakki adalah orang yang wajib membayar zakat. Sebelum melanjutkan membaca artikel ini ada baiknya kamu juga memahami pengertian zakat. Islam membagi mustahik ke dalam 8 golongan atau asnaf yang penting untuk Anda ketahui:

        1. Fakir. Pada kelompok fakir yaitu seseorang yang tidak memiliki sumber penghasilan apapun yang disebabkan oleh masalah berat, seperti sakit.
        2. Miskin. Sementara, definisi miskin yaitu seseorang yang memiliki sumber penghasilan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
        3. Riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya.
        4. Gharim atau gharimin, yaitu orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya.
        5. Mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas.
        6. Fiisabilillah, yaitu pejuang agama Islam.
        7. Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh.
        8. Amil, yaitu orang yang menyalurkan zakat.

        Infografis menarik ini akan membuatmu melek 8 golongan tersebut memiliki masalah dan karakteristik yang berbeda sebagai penerima zakat :

        8-golongan-orang-yang-berhak-menerima-zakat

        Masih penasaran? Jangan di skip, inilah penjelasan lengkap dan fundamental tentang 8 golongan orang yang berhak menerima zakat yang bikin langsung paham:

        Fakir dan Miskin

        fakir miskin merupakan orang yang berhak menerima zakat

        Kelompok fakir dan miskin sebagai mustahik adalah warga muslim yang harus diutamakan dalam hal penerimaan zakat. Penyaluran dana zakat kepada fakir miskin macamnya ada dua, yaitu untuk tujuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk memberikan kemampuan berwirausaha. Selengkapnya sahabat bisa membaca artikel berikut: Apa itu Fakir Miskin? Bagaimana Kriterianya dalam Islam.

        Riqab (Hamba Sahaya) 

        Riqab adalah hamba sahayaPada zaman awal perkembangan islam, zakat digunakan juga untuk menghapus sistem perbudakan dengan cara memerdekakan budak dari majikan nya. Setelah dimerdekakan, budak itu mempunyai kebebasan hidup selayaknya.

        Mengutip dari Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA, secara bahasa, riqab adalah jamak dari raqabah yang artinya adalah tengkuk (leher bagian belakang), seluruh tubuh dinamakan dengan satu anggota karena nilai anggota ini yang berharga. Kata raqabah digunakan secara mutlak dengan makna hamba sahaya, jadi riqab adalah hamba sahaya yang dimiliki oleh seseorang. Riqab dan di sini mencakup mukatab, yaitu hamba sahaya yang berakad dengan majikannya untuk menebus dirinya atau ghairu mukatab.

        Menurut Yusuf Qardawi, Riqab adalah bentuk jamak dari Raqabah. Istilah ini dalam Quran artinya budak belian laki-laki (abid) dan bukan budak belian perempuan (amah). Istilah ini diterangkan dalam kaitannya dengan pembebasan atau pelepasan. Seolah-olah Qur’an memberikan isyarah dengan kata kiasan ini maksudnya, bahwa perbudakan bagi manusia tidak ada bedanya seperti belenggu yang mengikatnya.

        Riqab / Perbudakan di Era Modern

        Sebagian besar buruh migran Indonesia (BMI) menghadapi kondisi kerja paksa dan perbudakan utang (dipaksa bekerja karena memiliki utang) di negara Asia yang lebih maju dan Timur Tengah, khususnya Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Jepang, Kuwait, Suriah, dan Irak.

        Selama tahun ini, jumlah warga Indonesia yang mencari bekerja di luar negeri mencapai angka tertinggi. Diperkirakan 6,5 juta sampai 9 juta pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, termasuk 2,6 juta di Malaysia dan 1,8 juta di Timur Tengah. Diperkirakan 69% dari seluruh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah perempuan dan lebih dari 50% dari tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah anak-anak.

        LSM Migran Care Indonesia memperkirakan bahwa 43% atau sekitar 3juta dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri tersebut adalah korban human trafficking. 

        BACA JUGA: ANTARA ZAKAT PENGHASILAN DAN ZAKAT MAL?

        Gharim atau Gharimin

        Gharim orang terlilit hutang adalah golongan penerima zakatSecara bahasa, Gharimin atau Gharim adalah orang yang terlilit hutang. Salah satu golongan penerima zakat ini dikategorikan sebagai penerima zakat yang wajib kita berikan yang terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

        1. Ghârim limaslahati nafsihi (Terlilit hutang demi kemaslahatan atau kebutuhan dirinya)
        2. Ghârim li ishlâhi dzatil bain ( Terlilit hutang karena mendamaikan manusia, qabilah atau suku

        Mualaf

        muallaf

        Mualaf juga termasuk orang yang berhak menerima zakat untuk mendukung penguatan iman dan takwa mereka dalam memeluk agama Islam. Zakat yang diberikan kepada mualaf memiliki peran sosial sebagai alat mempererat persaudaraan sesama muslim. Mualaf jadi merasa aman dan dibantu untuk teguh dalam mengenal Islam.

        Fisabilillah

        fisabilillah

        Golongan fisabilillah adalah seseorang atau sebuah lembaga yang memiliki kegiatan utama berjuang di jalan Allah dalam rangka menegakkan agama Islam. Para fisabilillah penerima zakat saat ini dapat berupa organisasi penyiaran dakwah Islam di kota-kota besar, maupun syiar Islam di daerah terpencil.

        Selain itu, negara-negara muslim yang masih terjajah juga menjadi golongan penerima zakat fisabilillah, seperti warga negara Palestina. Saudara yang sedang berjuang mengembalikan kejayaan tanah kelahirannya seperti Palestina wajib dibantu, terutama dalam bentuk sedekah.

        Ibnu Sabil

        ibnu-sabil orang yang berhak menerima zakat

        Seseorang yang berada dalam perjalanan dan kehabisan bekal itu merupakan arti dari ibnu sabil. Golongan penerima zakat ini diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat meneruskan perjalanannya terlepas dari golongan mampu atau pun sebaliknya.

        Amil

        zakat-via-lembaga

        Amil adalah kelompok terakhir yang berhak menerima zakat apabila 7 kelompok lainnya sudah mendapatkan zakat. Secara bahasa berarti pengelola zakat atau orang-orang yang mengumpulkan dan mengumpulkan dana zakat yang telah diberikan oleh muzzaki (orang yang memberikan zakat).

        Gimana? Jangan lupa sama kewajiban Sahabat, ya! Biar makin inget, pendekar ini mengajak Anda kalau zakat itu ringan, loh!

        Itulah 8 golongan yang berhak menerima zakat. Pastikan salurkan zakat anda melalui lembaga terpercaya seperti Dompet Dhuafa, agar zakat Anda lebih bermanfaat dan memberikan dampak pemberdayaan. Ketuk pranala di sini untuk zakat yang berdampak baik kepada mereka yang membutuhkan.

        Antara Zakat Penghasilan dan Zakat Maal?

        Antara Zakat Penghasilan dan Zakat Maal?

        Perbedaan Antara Zakat Penghasilan dan Zakat Mal

        Pertanyaan:

        Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

        Ustadz, saya masih bingung cara menghitung zakat mal, selama ini saya hanya menghitung zakat profesi 2,5% dari gaji bersih suami. kemudian saya hitung tabungan di bank bulan juli tahun lalu, setelah di total, telah mencapai nisab. apakah saya harus mengeluarkan zakat mal, padahal telah mengeluarkan zakat profesi tiap bulan?

        Lalu untuk tabungan yang bulan agustus tahun lalu, jika di total juga telah mencapai nisab, apakah bulan agustus tahun ini harus mengeluarkan zakat mal kembali? Karena jumlah tabungan umumnya bertambah, dan sudah pasti mencapai nisab.
        mohon penjelasannya.

        Dari : Elyana K

        Jawaban:

        Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh

        Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.

        Pertama: para ulama sepakat bahwa seseorang yang memiliki harta simpanan yang telah mencapai nishab dan genap tersimpan selama satu tahun wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun. Nilai/kadar zakatnya adalah 2,5 persen dari seluruh harta simpanan yang telah genap tersimpan satu tahun.

        Kedua: Apabila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan dan sebagian dari penghasilannya ia tabung, apakah penambahan itu harus dizakati lagi di akhir tahun?
        Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini.

        Jika Sudah Zakat Penghasilan Tidak Perlu Zakat Akhir Tahun, Kecuali..

        Sebagian ulama, seperti syaikh Yusuf Al-Qardhawi, berpendapat bila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan pada saat menerima maka ia tidak menzakati lagi di akhir tahun khusus untuk penambahan pada tahun itu.

        Adapun yang tidak termasuk penambahan pada tahun itu, harta simpanan dari semenjak tahun lalu, wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun. Sedangkan penambahan tabungan itu akan terkena zakat ketika sudah berada pada tahun kedua.

        Pendapat pertama ini merujuk pada pandangan ulama hanafiah; Apabila seorang petani yang sudah menzakati hasil pertanian mereka lalu mereka menjual hasil pertanian tersebut dan menyimpannya hingga setahun, maka pada tahun pertama tidak terkena zakat atas harta simpanan itu. Zakat akan terkena pada tahun yang kedua.

        Sedangkan ulama yang lain ada yang berpendapat bahwa apabila seseorang telah mengeluarkan zakat penghasilan. Maka ia tetap terkena zakat atas tabungannya dan dana simpanannya.

        Pandangan yang kedua ini berdasarkan pada prinsip bahwa setiap yang telah tersimpan satu tahun wajib dikeluarkan zakatnya. Walau sebelumnya berasal dari pertanian yang telah dikeluarkan zakatnya.

        Wallahu a’lam

        Tunaikan Zakat Penghasilan langsung disini

        Gerhana Bulan Terjadi Besok , Ini 5 Amalan yang Dianjurkan

        Gerhana Bulan Terjadi Besok , Ini 5 Amalan yang Dianjurkan

        Gerhana Bulan Terjadi Besok

        Besok Jumat, 19 November 2021 akan terjadi gerhana bulan sebagian. Umat muslim dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan ini supaya mendapatkan pahala.

        Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Sebagian terjGerhana bulanadi saat sebagian piringan Bulan masuk ke umbra (bayangan utama) Bumi.

        Asa anjuran melaksanakan sholat sunah gerhana bulan. Rasulullah SAW diriwayatkan dalam hadits Shahih Muslim bersabda:

        إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ

        Artinya, “Sungguh matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT, tidak terjadi gerhana keduanya (matahari dan bulan) karena kematian seseorang atau pun kehidupannya. Apabila kalian melihat gerhana, maka shalat dan doalah hingga gerhana tersebut selesai.”

        Ada beberapa amalan yang dapat kamu kerjakan besok, ketika terjadi gerhana bulan penumbra:

        1. Sholat Gerhana Bulan

        Seolat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat, setiap rakaat berdiri dua kali, ruku’ dua kali dan sujud dua kali. Serta setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat panjang dengan saura nyaring, dan tiap ruku’ dan sujud membaca tasbih lama-lama.

        Berdasarkan dalil yang artinya :”Pada shalat gerhana Nabi saw menyaringkan bacaannya. Dan dikerjakannya empat kali ruku’ dalam dua raka’at serta empat kali sujud.” (HR. al-Bukhari dan Muslim, lafadz Muslim dari Aisyah ra.)

        2. Bersedekah

        Berrsedekahlah untuk mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Kamu bisa bersedekah kepada fakir miskin hingga yatim piatu.

        Amalan sedekah saat gerhana bulan diriwayatkan dalam Hadist Riwayat (HR) Bukhari dari Aisyah Radiyallahu Anha. Berikut hadist lengkapnya,

        “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

        3. Bertaubat

        Setelah melakukan sholat gerhana bulan, kamu juga bisa memanjatkan doa, berserah diri untuk bertaubat.

        Baca juga: Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

        Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam menyebutkan beberapa adab menyambut gerhana bulan. Antara lain: senantiasa memiliki rasa takut, menampakkan rasa haru, segera bertobat, tidak bersikap mudah bosan, segera melaksanakan sholat, berlama-lama dalam sholatnya dan merasakan adanya peringatan.

        4. Mengerjakan Kebaikan

        • Meskipun melakukan kebaikan tidak harus menunggu gerhana bulan. Namun, dianjurkan untuk mengerjakan kebaikan saat gerhana bulan.

        5. Doa, Istighfar dan Dzikir

        Ada hadist yang mengatakan: “Pernah terjadi gerhana matahari dan bulan, maka bangkitlah Nabi SAW sholat, dan bersabda: Apabila kamu saksikan hal yang serupa itu, maka segeralah kamu kerjakan sholat dan panjatkan doa dan mohon pengampunan-Nya.” (HR. al- Bukhari, Muslim, Ahmad dari Abu Musa).

         

         

        Sumber: detiknews

        Gerhana Bulan Sebagian Pada 19 November 2021, Simak waktu, lokasi dan cara lihatnya

        Gerhana Bulan Sebagian Pada 19 November 2021, Simak waktu, lokasi dan cara lihatnya

        Gerhana Bulan Sebagian pada 19 November 2021 besok sangat istimewa, karena akan menjadi yang terlama di abad ini. Inilah waktu, lokasi dan cara melihatnya.

        Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Sebagian terjadi saat sebagian piringan Bulan masuk ke umbra (bayangan utama) Bumi.

        Sebagian wilayah Indonesia akan mengalami gerhana Bulan sebagian. Untuk waktu puncaknya akan terjadi 19 November 2021 pada pukul 16.02.56 WIB/17.02.56 WITA/18.02.56 WIT. Puncak gerhana terjadi beberapa menit setelah puncak fase purnama yang terjadi pukul 15.57.30 WIB/16.57.30 WITA/18.57.30 WIT.

        Magnitudo gerhana kali ini sebesar 0,9785 atau hanya 97,85% diameter Bulan tertutup piringan umbra Bumi. Fase gerhana penumbra dimulai pada pukul 13.00.23 WIB/14.00.23 WITA/15.00.23 WIT, kemudian fase gerhana sebagian dimulai pada pukul 14.18.24 WIB/15.18.24 WITA/16.18.24 WIT.

        Fase gerhana sebagian berakhir pukul 17.47.26 WIB/18.47.26 WITA/19.47.26 WIT, sedangkan fase gerhana penumbra berakhir pada pukul 19.05.31 WIB/20.05.31 WITA/21.05.31 WIT. Total durasi parsialitas gerhana kali ini selama 3 jam 29 menit 2 detik dan durasi penumbralitas gerhana selama 6 jam 5 menit 8 detik.

        Kebanyakan gerhana bertahan selama kurang dari dua jam. Itu sebabnya Gerhana Bulan Sebagian kali ini disebut yang terlama abad ini karena sampai 3,5 jam.

        Fase puncak gerhana sebagian hingga akhir penumbra dialami oleh:

        1. Papua Barat (kecuali Kab. Raja Ampat)
        2. Papua
        3. Maluku (Kep. Kei dan Kep. Aru)

        Fase akhir sebagian hingga akhir penumbra bisa disaksikan di:

        1. Papua Barat (Kab. Raja Ampat)
        2. Maluku Utara
        3. Maluku (kecuali Kep. Kei dan Kep. Aru)
        4. Sulawesi
        5. Nusa Tenggara
          Kalimantan
        6. Bali
        7. Jawa Timur
        8. Jawa Tengah
        9. Yogyakarta
        10. Jawa Barat (kecuali Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat)
        11. Riau (Kab. Kep. Anambas dan Kab. Kep Natuna)
        12. Bangka Belitung (kecuali Bangka Barat)
        13. Fase akhir penumbra saja dialami oleh:
        14. Sumatra
        15. Kep. Riau (kecuali Kab. Kep. Anambas dan Kab. Kep. Natuna)
        16. Bangka Belitung (Kab. Bangka Barat)
        17. Banten
        18. DKI Jakarta
        19. Jawa Barat (Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat)

        Cara Melihat Gerhana Bulan Sebagian

        Untuk cara melihatnya mudah sekali menurut LAPAN. Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan sebagian dapat dilihat langsung tanpa alat bantu. Untuk memotretnya pun bisa dengan gadget apapun.

        “Gerhana Bulan sebagian dapat disaksikan dengan mata tanpa alat bantu optik apapun. Tapi kita bisa mengabadikan gerhana Bulan sebagian menggunakan kamera DSLR, kamera ponsel model pakar, maupun kamera CCD yang terhubung dengan teleskop gagdet,” kata peneliti Pusrissa OR-PA BRIN Andi Pangerang, dikutip dari website Edukasi Sains LAPAN.

        Sementara itu, dikutip dari BBC, NASA menyebutkan bahwa November ini, 97% dari Bulan akan tertutup Bumi. Di abad ini, antara 2001 hingga 2100, akan ada sebanyak 288 peristiwa gerhana bulan. Kebanyakan tahun akan memiliki dua peristiwa gerhana, sementara beberapa tahun mengalami tiga atau empat kali gerhana Bulan.

        Pada Mei 2021, kita telah melihat peristiwa gerhana bulan total. Ini menjadikan gerhana Bulan pada 19 November nanti sebagai yang kedua pada tahun ini. Gerhana Bulan sebagian mungkin tidak seheboh gerhana Bulan total, namun ini terjadi lebih sering.
        “Artinya, lebih banyak kesempatan untuk menyaksikan perubahan-perubahan kecil di sistem tata surya kita, yang terkadang terjadi tepat di depan mata,” kata NASA.

         

        Sumber: inet.detik.com

        Sedekah untuk Anak Yatim, Lewat Sedekah Online

        Sedekah untuk Anak Yatim, Lewat Sedekah Online

        Sedekah untuk Anak Yatim, Lewat Sedekah Online

         

        Pandemi mengubah seluruh kebiasaan dan aktivitas kita dari yang awalnya banyak bertemu langsung dengan manusia menjadi serba online. Perubahan perilaku di masa pandemi ini mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga melakukan berbagai kebaikan pun juga lewat teknologi online. Termasuk salah satunya adalah bersedekah.

        Bersedekah via online tentu sangat memudahkan kita dan mempersingkat waktu. Selain itu, bantuan atau manfaat pun juga bisa langsung tersalurkan kepada yang berhak walaupun kita berada dalam wilayah yang jaraknya sangat jauh sekali dari mereka. Lintas wilayah, lintas pulau, bahkan lintas negara.

        Salah satu sedekah terbaik yang bisa kita lakukan via online juga adalah untuk anak-anak yatim dhuafa atau anak-anak yang tidak mampu. Ada beberapa keutamaan jika kita memberikan sedekah kita untuk mereka. Berikut ini kita bahas selengkapnya.

        Apa Hikmah dari Bersedekah Online untuk Anak-Anak Yatim Dhuafa?

        Anak-anak yatim dhuafa adalah mereka yang berhak atas sedekah yang kita berikan bahkan zakat yang kita keluarkan. Mereka termasuk golongan fakir miskin apalagi jika tidak ada keluarga yang bisa menanggung kehidupannya. Untuk itu, inilah hikmah jika kita bersedekah untuk anak-anak yatim.

        1. Pahala Terus Mengalir 

        Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada tiga perkara yang tidak akan putus amalannya walaupun sudah meninggal dunia. Diantaranya adalah ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa dari anak yang shaleh. Sedekah jariyah ini juga termasuk saat kita bersedekah untuk bisa menghidupi dan mendidik anak-anak yatim.

        1. Mendapatkan Pertolongan Allah 

        Allah senantiasa akan memberikan pertolongan kepada hambanya yang mau bersedekah dan beramal shalih. Pahala dan pertolongan Allah SWT tidak melihat dari jumlah atau besarnya sedekah, tapi dari kesungguhan dan keikhlasan kita dalam beramal. Apalagi, anak-anak yatim juga salah satu yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW.

        1. Menjadi Teman dari Rasulullah di Surga Kelak 

        Rasulullah SAW memberikan jaminan bahwa mereka yang menyantuni anak yatim akan kekal hidup bersamanya di surga kelak. Tentu saja juga diiringi dengan perbuatan yang menjauhi dosa serta menjauhi segala hal-hal yang dimurkai oleh Allah SWT.

        Dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa jarak antara mereka yang suka bersedekah untuk anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari tengah.

        Tentang Sedekah Online

        Pada dasarnya, pelaksanaan sedekah online hanyalah sebuah metode. Inti dari sedekah sebetulnya adalah proses kita memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan. Tidak ada ketentuan bahwa sedekah harus bertemu langsung dengan penerima atau menyerahkannya langsung.

        Begitupun niatnya dalam hati juga tetap sah di mata Islam. Sehingga tidak ada yang salah jika kita mau bersedekah via online. Untuk sedekah yang lebih berkah, luas manfaatnya, dan caranya sangat mudah, sahabat bisa melaksanakannya via Dompet Dhuafa. Klik banner di bawah untuk mulai sedekah untuk anak yatim sekarang.

        Beda Zakat, Infak, Sedekah yang Harus Kita Ketahui

        Beda Zakat, Infak, Sedekah yang Harus Kita Ketahui

        Ini loh, beda Zakat, Infaq, Sedekah

        Beda Zakat, Infaq dan Sedekah – Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat, alokasi dan waktu tertentu. Zakat memiliki kekhususan seperti zakat fitrah yang dilaksanakan hanya setahun sekali menjelang hari raya Idul Fitri. Semua dana zakat terikat yang distribusinya hanya diberikan kepada delapan asnaf.

        “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)

        Oleh karena itu dana zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang, salain 8 asnaf sesuai syari’at.

        Infak yaitu membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infak ada yang wajib ada yang sunnah. Infak wajib diantaranya kafarat, nadzar, dan zakat. Infak sunnah diantaranya infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, dan lainnya. Dana infak dapat diberikan kepada siapapun.

        Shadaqah maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi.

        Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda : “Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”. Termasuk juga menurut hadits Nabi, senyum yang tulus ikhlas dan kata-kata yang baik itu sebagai satu bentuk shadaqah. Demikian pula memberikan kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk apapun yang diridhai Allah adalah perbuatan shadaqah. Dengan demikian secara umum shadaqah bermakna semua kebajikan atau kebaikan yang mengharap ridlo Allah SWT. .

        Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk bisa bersedekah.

        Sedekah melalui lembaga menjadikan kebaikan lebih nyata serta wujudkan senyum untuk mereka yang membutuhkan. Yuk sisihkan sebagian dari kepemilikan kita untuk mereka.

        Tunaikan sedekahmu melalui Dompet Dhuafa Yogyakarta

        Mandiri: 137.000.789.0078
        BSI : 77.4848.9888
        BCA: 802.015.8787
        An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika
        Tambahkan kode donasi 325

        Sedekah Mampu Naikkan Level Bahagia?

        Sedekah Mampu Naikkan Level Bahagia?

        Sahabat, tahukah Anda? Sedekah tidak hanya menambah pahala ibadah dan melipatgandakan rezeki, tapi juga bisa membuat seseorang lebih bahagia.

        Ada perasaan lega tak ternilai setelah seseorang bersedekah. Memberi kepada yang membutuhkan bukan hanya sebatas materi, tapi juga bisa dilakukan lewat tindakan nyata dalam berbagai kegiatan sosial.

        Mengapa perasaan bahagia bisa muncul? Ternyata itu merupakan umpan balik dari sikap dermawan. Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Zurich tahun 2016 menemukan bahwa perilaku baik hati dan peduli terhadap orang lain dapat meningkatkan suatu sinyal di otak yang diikuti dengan meluapnya tingkat kebahagiaan.

        Seperti yang dijelaskan dr. Rio Aditya di laman Klikdokter, sinyal yang didapat melalui pemeriksaan fMRI (functional magnetic resonance imaging) ini memperlihatkan bagian striatum ventral dan korteks orbitofrontal yang mengalami peningkatan.

        Sinyal kebahagiaan yang ditunjukkan pada bagian otak tersebut dihasilkan ketika kita memberi sedekah atau kebaikan dalam bentuk lainnya. Uniknya, sinyal ini dapat anjlok drastis ketika seseorang menjadi egois dan serakah. Duh!

        Sebuah temuan ilmiah lain juga menemukan bahwa responden yang menggunakan uangnya untuk membantu orang lain, memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi ketimbang responden yang menggunakan uangnya hanya untuk diri sendiri.

        Tak hanya itu, ada fakta menari lainnya. Peneliti menemukan bahwa dengan membuat komitmen verbal untuk bertindak lebih murah hati di masa depan, dapat mengaktifkan area tertentu di otak yang meningkatkan kebahagiaan.

        Jika Sahabat merasa hidup membosankan atau datar-datar saja, mungkin sudah saatnya membiasakan diri untuk mulai memberi sedekah. Misal, cukup dilakukan dengan cara paling sederhana. Di antaranya tak lupa menyampaikan terima kasih ketika dilayani, memberikan tip kepada pramusaji, membagikan makanan gratis untuk pemulung, memberi kue dan roti kepada driver ojek online, dan sebagainya.

        Rajin memberikan sedekah dengan hati ikhlas, akan membuat kita jauh lebih sehat, bahagia, dan produktif. Efeknya juga akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial. Membuat orang lain bahagia juga salah satu perwujudan dari sedekah, kan?

        Tahu Tidak, Kalau Sedekah Bisa Mencegah Musibah

        Tahu Tidak, Kalau Sedekah Bisa Mencegah Musibah

        Sahabat, Sadar gak sih kalau negara kita akhir akhir ini mengalami begitu banyak bencana
        Mulai dari kabut asap, kekeringan, banjir yang sudah mulai dirasakan oleh saudara kita di hampir seluruh daerah di Indonesia. Memang jika semua itu adalah takdir Allah sebagai manusia kita harus bisa bersabar, Tapi tahukah sahabat bahwa sedekah bisa menolak bala bencana? .
        Dalam hadits, Rasulullah SAW Bersabda :
        .
        ”Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (Riwayat Imam Baihaqi)

        MasyaAllah.. .

        Amalan sedekah adalah salah satu amalan yang dicintai Allah dan ada janji Allah bahwa sedekah bisa mendatangkan keselamatan dan menolak bala bencana .

        Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang selalu dilindungi Allah dan semoga Allah menjaga Negeri kita dari berbagai bencana.