Edit
Click here to add content.

Menyembelih Hewan Kurban yang Syari? Ini Caranya!

Menyembelih Hewan Kurban yang Syari? Ini Caranya!

Tak terasa Hari Raya Idhul Adha tinggal menghitung hari. Ibadah kurban menjadi salah satu ibadah yang utama pada hari itu. Namun, untuk mendapatkan keridhoan yang maksimal dari-Nya. Tentu harus memperhatikan syarat sah dalam berkurban itu sendiri.

Selain memperhatikan kondisi hewan yang akan dikurbankan. Tentu sebagai pekurban harus juga memastikan bahwa proses penyembelihan hewan kurban benar dan sesuai syariat, supaya tidak mengurangi keberkahan dari ibadah kurban itu sendiri. Lantas bagaimana caranya?

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak dibawah ini!

Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat

Proses penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu tata cara kurban yang penting untuk diperhatikan. Saat peyembelihan hewan kurban, anjuranya pekurban dapat menyembelih hewan kurbanya sendiri.

Akan tetapi, apabila tidak dapat melakukan penyembelihan sendiri. Pekurban dapat mewakilkanya dan menyaksikan proses penyembelihannya saja. Diriwayatkan dalam hadist muslim yang artinya:

“Syaddad bin Aus berkata: “Dua hal yang saya hafal dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik dalam semua hal. Jika kalian membunuh maka lakukan dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka lakukan dengan cara yang baik; tajamkan pisaunya dan tenangkan hewan sembelihannya.” (HR Muslim).

Proses Penyembelihan

Proses penyembelihan hewan kurban dalam riwayat hadist dan keterangan dari para ulama adalah sebagai berikut:

Pertama, Pastikan penyembelih merupakan orang yang berakal, Baligh, dan dalam keadaan suci. Selanjutnya dalam sunahnya tidak menganjurkan untuk memotong kuku ataupun rambut jika sudah masuk tanggal 1 Dzulhidja hingga hewan kurban tersembelih.

Seperti seperti sabda Rasulullah SAW dari Ummu Salamah, yang artinya:

Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga.” (HR. Muslim: 1977).

Ketiga, pilihlah tempat  pemotongan hewan kurban yang luas dan  relatif bersih dari kotoran. Selanjutnya, bersikaplah lembut pada hewan kurban. Tidak boleh menarik hewan secara kasar apalagi sampai memukulnya.

Berikan minum pada hewan kurban sebelum tersembelih. Selanjutnya yaitu sembelih sendiri hewan kurban apabila mampu mengerjakannya. Akan tetapi jika tak mampu, pekurban boleh untuk mewakilkanya dan menyaksikannya saja.

Tak lupa Penyambelih hewan kurban hendaknya mempertajam pisau yang digunakan untuk menyembelih dan jangan sampai mengasah pisau untuk menyembelih di depan hewan kurban.

Hal tersebut guna mempercepat proses penyembelihan sehingga hewan kurban tidak lama menahan sakit. Menyembelih hewan kurban  hendaknya menghadap ke arah kiblat.

Membaca takbir saat proses penyembelihan

Tak lupa saat menyembelih hewan kurban hendaknya jagal (penyembelih) hewan kuban melafalkan takbir terlebih dahulu.

Tak lupa juga saat menyembelih, penyembelih tak lupa membaca shalawat
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya:
“Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

Setelah itu ketika selei proses penyembelihan hendaknya membaca doa

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..

Artinya:
Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah qurban …

Bagi pekurban mengambil bagian hewan yang dikurbankan. Meskipun sedikit, selama niat kurban bukan karena nazar atau ta’yin. Akan tetapi jika akan disedekahkan seluruhnya bukan menjadi ketidakbolehan.

Itu tadi beberapa gambaran dan penjelasan mengenai penyembelihan hewan kurban yang baik dan sesuai syariat. Semoga dapat membantu dan memberikan manfaat.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!